Sarva Tathagata Kayavakcittarahasyo Guhya Samaya Nama Maha Kalpa Raja Mahayana Sutra

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Sarva Tathagata Kayavakcittarahasyo Guhya Samaya Nama Maha Kalpa Raja Mahayana Sutra

Post by skipper on Fri Aug 14, 2015 9:35 pm




Sarva Vidya Vairocana Buddha
Sarva Tathagata Kayavakcittarahasyo Guhya Samaya Nama Maha Kalpa Raja Mahayana Sutra

Namah Sarva Buddha Bodhisattvebhyah

Om Namah Srī Vajrasattvāya Adi Buddhaya

Acala Maha Krodha Maha Bala
BAB I
Sarva Tathagata Samadhi Adhisthanapatalah pratamah


Demikianlah telah kudengar, pada suatu waktu sang Bhagavan sedang tinggal berdiam didalam 'rahim dari istri Vajra dari intisari tubuh, ucapan, pikiran dari semua Tathagata' (Sarvatathagatakayavakcittahrdayavajrayesidbhagesu). Bersama-sama dengan-Nya ada para Bodhisattva Mahasattva yang banyaknya seperti banyaknya bintik debu di gunung Sumeru dari banyak Buddha-ksetra yang seluruhnya melampaui ungkapan. Yakni :

Samaya Vajra Bodhisattva Mahasattva (Sang Mahluk Bodhi, Mahluk Besar yang bernama Perkumpulan Vajra),
Kaya Vajra Bodhisattva Mahasattva (Sang Mahluk Bodhi, Mahluk Besar yang bernama Tubuh Vajra),
Vak Vajra Bodhisattva Mahasattva (Sang Mahluk Bodhi, Mahluk Besar yang bernama Pidato Vajra),
Citta Vajra Bodhisattva Mahasattva (Sang Mahluk Bodhi, Mahluk Besar yang bernama Pikiran Vajra),
Samadhi Vajra Bodhisattva Mahasattva (Sang Mahluk Bodhi, Mahluk Besar yang bernama Meditasi Vajra),
Jaya Vajra Bodhisattva Mahasattva (Sang Mahluk Bodhi, Mahluk Besar yang bernama Kemenangan Vajra),
Prthivi Vajra Bodhisattva Mahasattva (Sang Mahluk Bodhi, Mahluk Besar yang bernama Tanah Vajra),
Abvajra Bodhisattva Mahasattva (Sang Mahluk Bodhi, Mahluk Besar yang bernama Air Vajra),
Tejo Vajra Bodhisattva Mahasattva (Sang Mahluk Bodhi, Mahluk Besar yang bernama Api Vajra),
Vayu Vajra Bodhisattva Mahasattva (Sang Mahluk Bodhi, Mahluk Besar yang bernama Angin Vajra),
Akasa Vajra Bodhisattva Mahasattva (Sang Mahluk Bodhi, Mahluk Besar yang bernama Langit Vajra),
Rupa Vajra Bodhisattva Mahasattva (Sang Mahluk Bodhi, Mahluk Besar yang bernama Bentuk Vajra),
Sabda Vajra Bodhisattva Mahasattva (Sang Mahluk Bodhi, Mahluk Besar yang bernama Suara Vajra),
Gandha Vajra Bodhisattva Mahasattva (Sang Mahluk Bodhi, Mahluk Besar yang bernama Wangi Vajra),
Rasa Vajra Bodhisattva Mahasattva (Sang Mahluk Bodhi, Mahluk Besar yang bernama Rasa Vajra),
Sprastavyavajra Bodhisattva Mahasattva (Sang Mahluk Bodhi, Mahluk Besar yang bernama Sentuhan Vajra),
Dharmadhatu Vajra Bodhisattva Mahasattva (Sang Mahluk Bodhi, Mahluk Besar yang bernama Alam Dharma Vajra), dan para Bodhisattva Mahasattva lainnya yang banyaknya seperti banyaknya bintik debu di gunung Sumeru dari banyak Buddha-ksetra yang seluruhnya melampaui ungkapan.

Para Tathagata meliputi 'alam ruang angkasa (akasadhatu)', yakni :

Aksobhya Vajra Tathagata,
Vairocana Vajra Tathagata,
Ratna Ketu Vajra Tathagata,
Amitabha Vajra Tathagata,
Amogha Siddhi Vajra Tathagata, dan seterus-Nya, meliputi seluruh alam ruang angkasa, semua-Nya bersama-sama, sehingga seluruh alam ruang angkasa penuh terisi dengan para Tathagata yang muncul seperti biji wijen.

Kemudian sang 'Bhagavan Maha Vairocana  Vajra Tathagata' memasuki Samadhi yang bernama "Sarva Tathagata Maha Raganayam (Jalan Kegemaran Besar Dari Semua Tathagata)" dan membuat rombongan besar semua Tathagata masuk kedalam 'Tubuh, Ucapan, Pikiran Vajra Nya Sendiri (Masuk ke dalam Tubuh, Ucapan, Pikiran Vajra sang Maha Vairocana Buddha).

Kemudian semua para Tathagata itu, untuk menggembirakan sang Bhagavatah dari Tubuh, Ucapan, Pikiran dari semua Tathagata, mengubah wujud Mereka Sendiri kedalam wujud Perempuan dan muncul keluar dari sang Bhagavato Maha Vairocana (stri-bimbany abhinirmaya bhagavato mahavairocanasya kayad abhiniskranta abhuvan).

Beberapa muncul sebagai Buddha Locana,beberapa sebagai Mamaki, beberapa sebagai Pandaravasini, beberapa sebagai Samaya Tara, beberapa muncul mewujudkan intisari dari Rupa, beberapa dari Suara, beberapa dari Wangi, beberapa dari Rasa dan beberapa dari Sentuhan.

Kemudian Aksobhya Tathagata, didalam rahim dari istri Vajra dari intisari tubuh, ucapan, pikiran dari semua Tathagata mensucikan yang sempurna tanpa noda, Empat Sisi dari Mandala Maha Samaya. (atha khalu aksobhya tathagatah sarvatathagatakayavakcittahrdayavajrayesidbhagesu virajaskam caturasram mahasamaya mandalam adhisthapayam asa) :

Sejernih Kristal, dari sifat alaminya sendiri   (svaccham tatsvabhavam),
Wujud yang beragam meliputi semua   (nanarupam samantah),
Menyebar dengan awan para Buddha   (buddhameghasamakirnam),
Terisi dengan percikan nyala api   (sphulingagahanakulam),
Dengan Mandala dari bulan dan seterusnya   (svacchadimandalair yuktam),
Kota dari semua Tathagata   (sarvatatahagatam param).

Kemudian sang 'Bhagavan Penguasa Tubuh, Ucapan, Pikiran Vajra dari semua Tathagata (bhagavan sarvatathagatakayavakcittavajra-dhipatih)' mengambil tempat-Nya pada tengah pusat dari Maha Mandala dari semua Tathagata (sarvatathagatamahamandalamadhye pratisthapayam asa).

Kemudian Aksobhya Tathagata, Ratna Ketu Tathagata, Amitayus Tathagata, Amogha Siddhi Tathagata, Vairocana Tathagata tinggal berdiam didalam hati dari Bodhicittavajra Tathagata (bodhicittavajrasya tathagatasya hrdaye vijahara).

Kemudian sang Bhagavan Bodhicittavajra Tathagata memasuki Samadhi yang bernama "Vajra yang terlahir dari Samaya dari Tubuh, Ucapan, Pikiran Vajra dari semua Tathagata (sarvatathagatakayavakcittavajrasamayodbhavavajram nama samadhim)", dan menyucikan perwujudan dari Maha Vidya ini (mahavidyapurusamurtim) dengan pemberkatan dari Mantra dari semua Tathagata (sarvatathagatamantradhistanam adhisthapayam asa), dan pada waktu yang bersamaan sang Bhagavan Bodhicittavajra Tathagata terlihat ada tiga muka oleh semua Tathagata.

Kemudian semua Tathagata dipimpin oleh Aksobhya Tathagata muncul keluar dari hati sang Bhagavato Maha Vairocana, dan menyanyikan lagu pujian Udana ini:

Ah Ajaib ! Pikiran Pencerahan dari semua Buddha maju keluar. (ahe hi sarvabuddhanam bodhicittapravartanam)
Rahasia dari semua Tathagata, yang tiada tempat menghuni, yang tidak bisa dijelaskan. (sarva tathagatam guhyam apratarkyam analayam)

Kemudian semua Bhagavantah Tathagata berkumpul bersama-sama kembali dan menyembah sang Bhagavantah Bodhicittavajra dengan awan permata dari Samaya yang mulia kebenaran menyebar luas pemujaan dari semua Tathagata, dan membungkuk di hadapan-Nya dengan berkata (atha bhagavantah sarvatathagatah punah samajam agamya bhagavantam bodhicittavajram sarvatathagatapujaspharana-samayatattvaratnameghaih sampuja pranipatyaivam ahuh):

Umumkan, Bhagavan, Kenyataan, Kumpulan Dari Intisari Vajra. (bhasasva bhagavan tattvam vajrasarasamuccayam)
Rahasia Dari Semua Tathagata, Penyatuan, Yang Lahir Dari Rahasia. (sarvatathagatam guhyam samajam guhyasambhavam)

Kemudian sang Bhagavan Bodhicittavajra Tathagata berkata kepada semua Tathagata : Bagus, Bagus, semua Bhagavan Tathagata! Hingga kini ini membingungkan bahkan para Tathagata, jadi berapa banyak lebih lagi yang lainnya, para Bodhisattva! (kim tu sarvatathagatanam api samsayakaro'yam kuto'nyesam bodhisattvanam iti).

Kemudian semua Bhagavantah Tathagata, terkena ketakjuban dan keheranan, memohon dengan sangat pada sang 'Bhagavan Tuan dari semua Tathagata (bhagavatam sarvatathagatasvaminam)', yang menghapus keraguan Mereka :
Semoga sang Bhagavan mengungkapkan rahasia tubuh, ucapan, pikiran dari semua Tathagata yang Dia tidak dapat perlihatkan bahkan kepada perkumpulan semua Tathagata dengan kualitas-kualitas yang seperti demikian itu, setelah memberkati Mereka dengan kata-kata yang menghasilkan Vajra Samaya dari semua Tathagata, sehingga Mereka bisa mengalami kebahagiaan dan kegembiraan dan mencapai kebijaksanaan dan tanggapan penglihatan yang hebat dari semua Tathagata.

Kemudian sang Bhagavan Sarvatathagatakayavakcittavajra Tathagata memasuki Samadhi yang bernama "Lampu Vajra Kebijaksanaan (jnanapradipavajram nama samadhim)" dan memunculkan dari tubuh, ucapan, pikiran Vajra-Nya Mantra ini, Intisari yang tertinggi dan yang paling dalam dari keluarga dari kebencian (dvesakulamantraparamasarahrdayam):

VAJRADHRK

Segera setelah itu diucapkan, sang Bhagavan, Diri-Nya Sendiri, perwujudan dari Vidya dari tubuh, ucapan, pikiran dari semua Tathagata, didalam keadaan yang tertinggi dari penyatuan dengan Maha Mudra dari Aksobhya, dengan warna hitam, putih, dan merah dari 'bentuk (rupa)', duduk di dalam tempat dari tubuh, ucapan, pikiran Vajra dari semua Tathagata.

Kemudian sang Bhagavan memasuki Samadhi yang bernama "Kelahiran Vajra Dari Samaya Semua Tathagata (sarvatathagatasamayasambhavavajram nama samadhim)" dan memunculkan dari tubuh, ucapan, pikiran Vajra-Nya Mantra ini, Intisari yang tertinggi dan yang paling dalam dari keluarga dari angan-angan khayalan (mohakulaparamasarahrdayam) :

JINAJIK

Segera setelah itu diucapkan, sang Bhagavan, Diri-Nya Sendiri, perwujudan dari Vidya dari tubuh, ucapan, pikiran dari semua Tathagata, didalam keadaan yang tertinggi dari penyatuan dengan Maha Mudra dari Vairocana, dengan warna putih, hitam, dan merah dari 'bentuk (rupa)', duduk di sebelah timur dari tubuh, ucapan, pikiran Vajra dari semua Tathagata.

Kemudian sang Bhagavan memasuki Samadhi yang bernama "Kemuliaan Vajra Dari Kelahiran Permata Dari Semua Tathagata (sarvatathagataratnasambhavavajrasriyam nama samadhim)" dan memunculkan dari tubuh, ucapan, pikiran Vajra-Nya Mantra ini, Intisari yang tertinggi dan yang paling dalam dari keluarga dari permata pengabul keinginan (cintamanikulaparamasarahrdayam) :

RATNADHRK

Segera setelah itu diucapkan, sang Bhagavan, Diri-Nya Sendiri, perwujudan dari Vidya dari tubuh, ucapan, pikiran dari semua Tathagata, didalam keadaan mengangkasa yang tertinggi dari penyatuan dengan Maha Mudra dari Ratnaketu, dengan warna kuning, hitam, dan putih dari 'bentuk (rupa)', duduk di sebelah selatan dari tubuh, ucapan, pikiran Vajra dari semua Tathagata.

Kemudian sang Bhagavan memasuki Samadhi yang bernama "Kelahiran Vajra Dari Kegemaran Besar Dari Semua Tathagata (sarvatathagatamaharagasambhavavajram nama samadhim)" dan memunculkan dari tubuh, ucapan, pikiran Vajra-Nya Mantra ini, Intisari yang tertinggi dan yang paling dalam dari keluarga dari Kegemaran (ragakulaparamasarahrdayam) :

AROLIK

Segera setelah itu diucapkan, sang Bhagavan, Diri-Nya Sendiri, perwujudan dari Vidya dari tubuh, ucapan, pikiran dari semua Tathagata, didalam keadaan yang tertinggi dari penyatuan dengan Maha Mudra dari Lokesvara, sang Pemimpin Maha Vidya (lokesvaramahavidyadhipati), dengan warna merah, hitam, dan putih dari 'bentuk (rupa)', duduk di sebelah barat dari tubuh, ucapan, pikiran Vajra dari semua Tathagata.

Kemudian sang Bhagavan memasuki Samadhi yang bernama "Kelahiran Vajra Dari Samaya Yang Tidak Bisa Gagal (sarvatathagatamoghasamayasambhavavajram nama samadhim)" dan memunculkan dari tubuh, ucapan, pikiran Vajra-Nya Mantra ini, Intisari yang tertinggi dan yang paling dalam dari keluarga dari Penangkap Samaya (samayakarsanakulaparamasarahrdayam) :

PRAJNADHRK

Segera setelah itu diucapkan, sang Bhagavan, Diri-Nya Sendiri, perwujudan dari Vidya dari tubuh, ucapan, pikiran dari semua Tathagata, didalam keadaan yang tertinggi dari penyatuan dengan Maha Mudra dari Amoghasiddhi, dengan warna hijau, hitam, dan putih dari 'bentuk (rupa)', duduk di sebelah utara dari tubuh, ucapan, pikiran Vajra dari semua Tathagata.

Kebencian, Angan-angan khayalan, dan Kegemaran, Permata Pengabul Keinginan dan Samaya,   (dvesamohas tatha ragas cintamanisamayas tatha)
Ini adalah Lima Keluarga, yang menyelesaikan hawa nafsu dan pembebasan.   (kula hy ete tu vai panca kamamoksaprasadhakah)



Arya Samantabhadra

Aksobhya Vajra Tathagata Samaya Puja
BAB II
Bodhicittapatalo


Kemudian semua Bhagavantah Tathagata memuja sang 'Bhagavantah Sarva Tathagata Vakcittadhipatih (Bhagavan Raja Tubuh Ucapan Pikiran Dari Semua Tathagata, (अधिपति adhipatih = Raja, Pemimpin))', dan membungkuk dihadapan-Nya dengan berkata :

Umumkan, Bhagavan, Intisari, Tubuh Ucapan Pikiran Yang Tertinggi,    (bhasasva bhagavan saram kayavakcittam uttamam)
Rahasia Dari Semua Tathagata, Pikiran Pencerahan Yang Tiada Tanding.   (sarvatathagatam guhyam bodhicittam anuttaram)

Kemudian sang Bhagavan Sarva Tathagata Vakcitta Vajra Tathagata memahami permintaan dari semua Tathagata, dan mengetahui pemikiran semua Bodhisattva, berkata kepada para Bodhisattva itu :

Ciptakan pikiran didalam bentuk dari tubuh, tubuh didalam bentuk dari pikiran, dan pikiran sebagai ucapan dari pidato. (utpadayantu bhavantah cittam kayakarena kayam cittakarena cittam vakpravyahareneti)

Kemudian semua Maha Bodhisattva itu menyatukan tubuh, ucapan, pikiran dari semua Tathagata didalam bentuk dari ruang angkasa, dan menyanyikan lagu pujian Udana ini :

Ah Ajaib ! Tubuh, Ucapan, Pikiran Vajra Dari Samantabhadra,   (ahe hi samantabhadrasya kayavakcittavajrinah)
Seperti Yang Tiada Kemunculan, Kemunculan Ini Diumumkan ! (anutpadaprayogena utpado'yam pragiyate)

Kemudian sang Bhagavan Sarva Tathagata Vakcitta Vajra Tathagata memasuki Samadhi yang bernama "Jalan Vajra Dari Penerangan Sempurna Dari Semua Tathagata (sarvatathagatabhisambodhinayavajram nama samadhim)" dan menjelaskan keadaan 'Pencerahan dari pikiran (Bodhicitta)' seperti ini :

'meditasi (bhavana)', meditasi adalah tentu saja bukan meditasi,  
demikian 'isi pokok zat (bhave)' itu menjadi yang tanpa zat, meditasi adalah yang tidak dapat dibayangkan.  

Begitulah yang dikatakan oleh sang Bhagavan Sarva Tathagata Vakcitta Vajra Tathagata.

Kemudian sang Bhagavan Vairocana Tathagata memasuki Samadhi yang bernama "Wawasan Vajra Yang Jelas Dari Semua Tathagata (sarvatathagatabhisamayavajram nama samadhim)", dan menjelaskan keadaan 'Pencerahan dari pikiran' seperti ini:

Ketiadaan Semua Zat, Bebas Dari Skandha,   (sarvabhavavigatam skandhadhatv-)
Indera Dan Lingkungan Bidangnya, Pelaku Dan Objek Tujuan,    (ayatanagrahyagrahakavarjitam)
Pikiran Saya, Menjadi Satu Yang Bukan Kepribadian Dari Dharma,    (dharmanairatmyasamataya svacittam)
Selamanya Tidak Muncul Dan Memiliki Sifat Alami Dari Kekosongan    (adyanutpannam sunyatasvabhavam)

Begitulah yang dikatakan oleh sang Bhagavan Vairocana Vajra Tathagata.

Kemudian sang Bhagavan Aksobhya Vajra Tathagata memasuki Samadhi yang bernama "Vajra Abadi Dari Semua Tathagata (sarvatathagataksayavajram nama samadhim)", dan menjelaskan keadaan 'Pencerahan dari pikiran' seperti ini (samapadyedam bodhicittam udajahara):

Tiada Muncul, Adalah Zat Ini, Tiada dharma Dan Tiada Sifat Alami dharma,   (anutpanna ime bhava na dharma na ca dharmata)
Tanpa Diri, Seperti Ruang Angkasa, Inilah Jalan Yang Pasti Pada Penerangan.    (akasam iva nairatmyam idam bodhinayam drdham)

Begitulah yang dikatakan oleh sang Bhagavan Aksobhya Vajra Tathagata.

Kemudian sang Bhagavan Ratna Ketu Vajra Tathagata memasuki Samadhi yang bernama "Vajra Tiada Diri Dari Semua Tathagata (sarvatathagatanairatmyavajram nama samadhim)", dan menjelaskan keadaan 'Pencerahan dari pikiran' seperti ini:

Tanpa Zat Adalah Semua dharma,   (abhavah sarvadharma)
Sama Sekali Tanpa Kualitas-Kualitas Hakiki,  (dharmalaksanavarjitah)
Lahir Dari Yang Tanpa Kepribadian Dari dharma, (dharmanairatmyasambhuta)
Inilah Jalan Yang Pasti Pada Penerangan.  (idam bodhinayam drdham)    

Begitulah yang dikatakan oleh sang Bhagavan Ratna Ketu Vajra Tathagata.

Kemudian sang Bhagavan Amitayus Vajra Tathagata memasuki Samadhi yang bernama "Lampu Vajra Dari Cahaya Dari Kebijaksanaan (jnanarcihpradipavajram nama samadhim)", dan menjelaskan keadaan 'Pencerahan dari pikiran' seperti ini:

Karena dharma Tidak Muncul,       (anutpannesu dharmesu)
Tidak Ada Zat Dan Tidak Ada Meditasi,   (na bhavo na ca bhavana)
Melalui Penyatuan Dengan Keadaan Dari Ruang Angkasa,    (akasapadayogena)
Dengan Demikian Itu Disebut "Zat".   (Iti bhava pragiyate)

Begitulah yang dikatakan oleh sang Bhagavan Amitayus Vajra Tathagata.

Kemudian sang Bhagavan Amogha Siddhi Vajra Tathagata memasuki Samadhi yang bernama "Vajra Yang Sangat Kuat Dari Semua Tathagata (sarvatathagatabhibhavanavajram nama samadhim)", dan menjelaskan keadaan 'Pencerahan dari pikiran' seperti ini:

Oleh Sifat alami, bercahaya terang adalah dharma,  (prakrtiprabhasvara dharma)
Dari awalnya murni, seperti ruang angkasa,  (adisuddha nabhahsamah)
Tiada Penerangan maupun tiada Wawasan,   (na bodhir nabhisamayam)
Ini adalah jalan yang pasti dari Penerangan.  (idam bodhinayam drdham)    

Begitulah yang dikatakan oleh sang Bhagavan Amogha Siddhi Vajra Tathagata.

Kemudian sang Maitreya Maha Bodhisattva dan seterusnya, mendengar bunyi suku kata yang adalah Intisari Pokok Dari dharma Dari Tubuh, Ucapan, Pikiran Rahasia Dari Semua Tathagata (sarvatathagatakayavakcittaguhyadharmatattvaksaram), terkena ketakjuban dan keheranan, dan menyanyikan lagu pujian Udana ini :

Sangat hebat Buddha, sangat hebat Dharma, sangat hebat Ajaran dari Dharma !   (aho buddha aho dharma aho dharmasya desana)
Murni didalam intisari pokok, termurnikan, Pikiran dari Pencerahan, terpujilah Anda !   (suddhatattvartha suddhartha bodhicitta namo'stu te)
Lahir dari dharma tanpa diri, memenuhi Penerangan Buddha,   (dharmanairatmyasambhuta buddhabodhiprapuraka)
Terbebas dari pikiran dan objek tujuan pikiran, Pikiran dari Pencerahan, terpujilah Anda !   (nirvikalpa niralamba bodhicitta namo'stu te)
Samantabhadra, yang baik dari semua, membangkitkan Pikiran dari Pencerahan,   (samantabhadra sarvartha bodhicittapravartaka)
Perbuatan Pencerahan, Vajra Yang Besar, Pikiran dari Pencerahan, terpujilah Anda !     (bodhicarya mahavajra bodhicitta namo'stu te)
Pikiran yang murni dari para Tathagata, Pemilik Tubuh, Ucapan, Pikiran Vajra,   (cittam tathagatam suddham kayavakcittavajradhrk)
Panduan ke Pencerahan Buddha, Pikiran dari Pencerahan, terpujilah Anda !   (buddhabodhipraneta ca bodhicitta namo'stu te)
 


Amogha Siddhi Vajra Tathagata

Om Tare Tuttare Ture Svaha
BAB III
Sarvatathagatacittamandalapatala


Kemudian sang Bhagavan Sarva Tathagata Kayavakcitta Vajra Tathagata memasuki Samadhi yang bernama "Susunan Vajra Dari Awan Dari Kemunculan Dari Semua Tathagata (sarvatathagataspharanameghavajravyuham nama samadhim)", dan mengumumkan babak ini pada Samadhi yang bernama "Susunan Vajra (vajravyuham)" :

OM SUNYATA JNANA VAJRA SVABHAVATMAKO'HAM

Pada tengah pusat ruang angkasa, bayangkan dalam pikiran (visualisasi) Mandala dari para Buddha,  (akasadhatumadhyastham bhavayed buddhamandalam)
Sebuah gumpalan besar dari awan dari sinar cahaya,  (rasmimeghamahavyuham)
warna cahaya dari para Buddha, (buddhajvalasamaprabham)
Diliputi dengan lima sinar, yang bundar sempurna, (pancarasmisamakirnam samantat parimandalam)
terisi dengan lima indera-nafsu keinginan, (pancakamagunakirnam)
terhiasi dengan lima persembahan, (pancopaharamanditam)
Setelah memvisualisasikan ini, gabungkan itu bersama-sama, dan melalui penyatuan yang tiada dua dengan keseluruhan visualisasikan gambar pada tengah pusat.(bhavayitva samasena bimbam madhye vibhavayet)
Visualisasikan 'Simbol Besar dari Vairocana (vairocanamahamudram)' dengan 'sifat alami dari Tubuh, Ucapan, Pikiran (kayavakcittatalaksitam)',
Kemudian visualisasikan 'Simbol Besar dari Tubuh, Ucapan, Pikiran Vajra (kayavakcittavajrasya mudram)' sebagai 'Simbol Tertinggi dari Aksobhya (aksobhyapravaram mudram)',
Dan sebagai Simbol Besar dari Ratnaketu (ratnaketumahamudram),
Cahaya dari Amitayus (amitayuhprabhakarim),
Dan Simbol Besar dari Amoghasiddhi (amoghasiddhimahamudram),
Visualisasikan sang Pemilik Tubuh, Ucapan, Pikiran Vajra, berwarna biru tua, kobaran nyala api besar (mahajvalam), yang membelokkan dan yang mengerikan,
Vajra di tangan-Nya (vajrahastam); Warna dari bulan dan kristal, dengan rambut yang menggunduk dan mahkota, menyala terang, memegang Roda di tangan-Nya,
Dihiasi dengan banyak perhiasan, berwarna keemasan seperti sungai jambunada,
diselimuti dengan awan-awan dari para Buddha (buddhameghasamakulam),
Di tangan-Nya bayangkan ada Vajra Besar Sembilan Ujung (navasulam mahavajram); Berwarna Permata Hijau, dihiasi dengan kobaran api Vajra,
bayangkan permata di tangan-Nya dan awan-awan dari cahaya semuanya di sekeliling (haste ratnam vibhavitva jvalamegham samantatah);
Visualisasikan Vajra Gairah yang berwarna Permata Merah, Raja dari Nafsu Keinginan Yang Membakar, Menyala dengan terang, teratai di tangan-Nya;
Visualisasikan wujud dari Amoghavajra, bersinar dengan lima sinar, lembut, memegang pedang di tangan-Nya, didalam Mandala dari para Buddha.

Kemudian Bhagavan Kayavakcittavajra Tathagata memasuki Samadhi yang bernama "Sifat Alami Vajra Dari dharmadhatu (dharmadhatusvabhavavajram nama samadhim)", dan mengucapkan 'Mantra yang memberkati Tubuh Ucapan Pikiran (kayavakcittadhisthanamantram)' ini :

OM DHARMA DHATU SVABHAVATMAKO'HAM

Dengan cara yoga, terus-menerus menvisualisasikan dengan perhatian, permata besar dari lima warna (pancavarnam maharatnam), seukuran biji sesawi (sarsapa), pada ujung hidung;
Ketika itu tetap kukuh, buat permata itu meluas, tapi jika itu goyah, jangan membuatnya meluas.
Tuan dari kemunculan, buatlah itu menyebar keluar dengan awan-awan dari yang mulia, warna dari cahaya dari para Buddha,
Dengan awan-awan besar dari para Bodhisattva yang sedang memikul lambang dari Roda, Vajra, Permata, Bunga Teratai, dan Pedang Mereka.
Di tengah pusat ruang angkasa, gambar Mandala Bulan, (akasadhatumadhyastham candramandalam alikhet)
Dan di tengah-tengah dari Mandala yang cerah itu, visualisasikan Mandala Roda; (svacchamandalamadhyastham bhavayet cakramandalam)
Visualisasikan Mandala Bunga Teratai melalui meditasi bunga teratai; (padmamandalasamkasam bhavayet padmabhavanaih)
Visualisasikan Mandala Permata dengan mengarahkan perhatian pada Permata; (ratnamandalasamkasam bhavayet ratnatatparah)
Dan gambar di ruang angkasa 'Dia Yang Terlahir Dari Mandala Yoga (yogamandalasambhutam)';
Ini adalah para Buddha yang tertinggi (pravara buddha), Mandala Yang Terlahir Dari Vajra Melalui Meditasi Pada Tubuh Ucapan Pikiran (kayavakcittabhavanaih mandala vajrasambhutah), mencapai Maha-Mengetahui-Semua (sarvajnakaralabhinah).




Samantabhadra Adi Buddha


Vajrapani Guhyakadipati
BAB IV
Sarvatathagatacittamandalapatala


Kemudian semua para Bhagavantah Tathagata berkumpul bersama-sama kembali dan memohon dengan sangat kepada sang Bhagavantam Sarvatathagatakayavakcittavajradhipatim dengan Lagu Pujian Kerajaan (stotrarajenadhyesitavantah) ini:

Perlihatkan sang Mandala Yang Suci, Yang Penuh Kedamaian Dari Semua Tathagata, Tempat Tinggal Dari Semua Tathagata, Yang Tanpa Diri Dari Semua dharma,

Perlihatkan sang Mandala Yang Suci, Yang Lengkap Dengan Setiap Kualitas, Yang Bebas Dari Setiap Kesalahan, Tubuh Yang Sempurna Dari Samantabhadra.

Perlihatkan sang Mandala Yang Suci, Yang Lahir Dari dharma Pada Kedamaian, Yang Memurnikan Latihan Kebijaksanaan, Ucapan Yang Sempurna Dari Samantabhadra.

Perlihatkan Mandala itu, Pengendara Kereta Tempur, Pikiran Yang Melampaui Semua Mahkluk, Oleh Sifat Alami Murni Dan Tanpa Kesalahan, Pikiran Yang Sempurna Dari Samantabhadra.

Kemudian Vajradhara sang Guru Tiga Dunia Tiga Alam (vajradharah sasta trilokas tu tridhatukah), Vajra Tertinggi Dari Tiga Dunia (trilokavaravajragram), Pengajar Yang Terutama Dari Tiga Dunia (trilokagranusasakah),
Membicarakan Mandala Yang Menggembirakan, Tempat Tinggal Dari Semua Tathagata, Mandala Dari Pikiran Dari Semua Tathagata Di Dalam Bentuk Dari Mandala :

Sekarang Saya akan mengumumkan Mandala Pikiran Yang Tertinggi, yang adalah sama seperti Vajra dari Pikiran, Mandala dari Tubuh Ucapan dan Pikiran. Dengan bermeditasi pada Tubuh, Ucapan, dan Pikiran, Orang Bijak harus mempersiapkannya dengan untaian benang baru yang cukup, yang membelit dengan baik dan dari panjang yang benar; Dua belas hasta, Dia harus membentuk Mandala Suci Dari Pikiran, empat sisi, empat sudut, dengan empat pintu gerbang; Didalamnya Dia harus menggambar lingkaran, yang bulat sempurna, kemudian tempatkan 'simbol (Mudra)' di dalamnya dengan perbuatan ritual yang ditentukan.

Di dalam tengah pusat, Dia harus menggambar Vajra lima ujung, berwarna biru tua, menyala-membakar dengan terang, menakutkan untuk mengerikan itu sendiri;
Didalam penjuru timur ada Roda yang besar (purvena ca mahacakram), dihiasi dengan api Vajra (vajrajvalavibhusitam);
Di penjuru selatan, ada Permata Besar yang diselimuti didalam sinar cahaya; (daksinena maharatnam sphulingagahanakulam)
Di penjuru barat, ada Bunga Teratai Besar Berwarna Permata Merah; (pascimena mahapadman padmaragasamaprabham)
Di penjuru utara, ada Pedang Besar yang dipadati dengan sinar yang berapi-api; (uttarena mahakhadgam rasmijvalakulam likhet)
Di sudut timur, Dia harus menggambar 'mata' yang berwarna awan di tengah pusat; (purvakona likhen netram meghamadhyasamaprabham)
Di selatan, Vajra dari keluarga dari Mamaki;
Di barat, Dia harus menggambar Bunga Teratai Yang Terbuka dengan batangnya;
Dan di utara, Teratai Malam Yang Indah, sama seperti awan biru gelap;
Di pintu gerbang timur, Dia harus menggambar Palu Yang Bersinar Dengan Kobaran Api;
Di selatan, Dia harus menggambar Tongkat, terang oleh kobaran api seperti Vajra, dan seterusnya;
Di barat, Dia harus menggambar Teratai, memancarkan kobara api tajam seperti pedang;
Dan di utara, Dia harus menggambar Vajra dari Vajra Kundali.

Setelah memahami dengan jelas 'Mandala yang suci dari Pikiran (mandalam cittam)' ini, Dia harus memberikan penyembahan secara sungguh-sungguh dengan tubuh, ucapan dan pikiran. Dalam meditasi itu, bayangkan dalam pikiran bahwa sedang membawa anak perempuan berusia 16 tahun yang memancarkan kecantikan, Dia harus menghias Mandala itu dengan wewangian dan bunga, dan didalam pusat itu cintai dia;
Ketika Orang yang bijaksana itu telah menyucikan dia seperti Mamaki yang terikat dengan kebajikan, Dia harus memancarkan tempat kediaman Buddha yang penuh kedamaian terhias dengan alam dari ruang angkasa;
Dia harus memberikan kepada para Dewata : tinja dan kencing, peju dan darah,  (vinmutrasukraraktadin devatanam nivedayet)
karena didalam cara ini para Buddha dan para Bodhisattva yang sangat terkenal disenangkan. (evam tusyanti sambuddha bodhisattva mahayasah)





BAB V
Samantacaryagrapatala


Kemudian Vajradhara, sang Raja, Tubuh, Ucapan dan Pikiran dari Semua Tathagata, Semua Yang Tertinggi (sarvagryo), Penguasa Tertinggi Atas Dunia (bhuvanesvarah), berbicara tentang sifat alami dari praktek itu dan makna sejati dari Dharma itu, yang terbaik dari semua praktek (sarvacaryagradharmartham):

Keluarga dari gairah, kebencian, dan angan-angan khayalan (ragadvesamohakulah), di dalam keadaan bebas dari pikiran yang ganda (nirvikalparthasambhuta), mencapai Siddhi yang tertinggi, Jalan tertinggi yang tiada tanding (sadhayanti pravaram siddhim agrayanam anuttaram).
Mereka yang dari kelahiran rendah atau yang melakukan pekerjaan yang keji, dan mereka yang pikirannya bertekad pada pembunuhan, berhasil di dalam Jalan Tertinggi ini (sidhyanty agrayane'smin), Mahayana yang tiada tanding (mahayane hi anuttare);
Bahkan pelaku kejahatan besar, para mahluk yang telah melakukan kejahatan yang tidak dapat ditarik kembali, berhasil di dalam Jalan dari para Buddha ini, samudera yang luas dari Mahayana ini;
Mereka yang menyalahkan guru mereka tidak pernah berhasil didalam Sadhana, tapi mereka yang menghancurkan kehidupan dan yang senang di dalam pembohongan, mereka yang mendambakan kekayaan dari orang lain dan yang melekat pada nafsu sensual, mereka yang makan tinja dan kencing, semua ini adalah layak untuk praktek itu. Sadhaka yang menginginkan ibu, kakak, dan adiknya mencapai seluruh Siddhi, sifat alami Dharma dari Mahayana yang tertinggi (mahayanagradharmatam); Memiliki Ibu Buddha (mataram buddhasya), Dia tidak tercemar, tapi Orang yang bijak itu, bebas dari pikiran ganda, mencapai sifat alami Buddha.

Kemudian Sarvanivaranaviskhambhin Maha Bodhisattva dan seterusnya, dipenuhi dengan keingintahuan dan keheranan : Mengapa sang Bhagavan Tuan dari semua Tathagata mengucapkan kata-kata seperti itu yang tidak seharusnya diucapkan di tengah-tengah perkumpulan majelis dari semua Tathagata ?

Kemudian semua Tathagata, mendengar kata-kata dari para Maha Bodhisattva yang dipimpin oleh Sarvanivaranaviskhambhin, berkata kepada para Bodhisattva itu :

Jangan berkata begitu, Putra keluarga (Kulaputra) !
Ini adalah sifat alami dharma dari para Buddha yang mewujudkan intisari dari kebijaksanaan, (iyam sa dharmata suddha buddhanam sarajnaninam)
Lahir dari intisari dharma, ini adalah keadaan dari praktek Pencerahan. (saradharmarthasambhuta esa bodhicaripadam) [yang melampaui 'kamadhatu (alam nafsu)' dan menuju ke nirvana]

Pada saat ini, para Bodhisattva, yang sebanyak bintik debu didalam gunung Sumeru dari Buddha-ksetra sepenuhnya diluar pernyataan, merasa takut dan jatuh lemah dengan ketakutan.

Kemudian semua Bhagavantah Tathagata, melihat para Bodhisattva itu berada didalam keadaan jatuh pingsan, berkata kepada sang Penguasa Tubuh Ucapan Pikiran Dari Semua Tathagata :

Bangunkanlah, Bhagavan, para Maha Bodhisattva itu. (utthapayatu bhagavan etan mahabodhisattvan)

Kemudian sang Bhagavan Sarvatathagatakayavakcittavajra Tathagata memasuki Samadhi yang bernama "Vajra Dari Kesamaan Yang Tidak Terbagi Dengan Ruang Angkasa (akasa-samatadvayavajram nama samadhim)," dan segera setelah Dia telah memasukinya, para Maha Bodhisattva itu disentuh oleh Sinar Cahaya dari Tubuh, Ucapan, dan Pikiran Vajra dari semua Tathagata, dan kembali seketika itu juga ke tempat-tempat Mereka.

Kemudian semua Tathagata itu, dipenuhi dengan keingin-tahuan dan kekaguman dan dibanjiri dengan kegembiraan, menyanyikan lagu Dharma ini (atha te sarvatathagata ascaryaprapta adbhutapraptah prityodvelaprapta evam dharmaghosam akarsuh) :

Sangat Hebat Dharma, Sangat Hebat Dharma, Sangat Hebat Kelahiran Dari Arti Dharma ! (aho dharma aho dharma aho dharmarthasambhava)
Arti Yang Murni Dari Dharma, Ketiadaan Diri, Menyembah Hormat Kepada Raja Vajra ! (dharmasuddhartha nairatmya vajraraja namo namah)
Tubuh, Ucapan, dan Pikiran Yang Murni, (kayavakcittasamsuddha)
Tinggal Berdiam Pada Kesamaan Dengan Ruang Angkasa, (akasasamatalaya)
Yang Abadi, Yang Tidak Menjelma, Menyembah Hormat Kepada Tubuh Vajra ! (nirvikara nirabhasa vajrakaya namo namah)
Pikiran Yang Tertinggi Dari Para Tathagata, Yang Timbul Dari Jalan Tiga Kali Lipat, (citta tathagata srestha tryadhvapathavartina)
Alam Dari Ruang Angkasa Yang Luas (dhatubhuta mahakasa),
Menyembah Hormat Kepada Jalan Dari Ruang Angkasa ! (akasapatha namo namah)
Lahir Dari Tubuh Dari Ruang Angkasa, Tinggal Berdiam Didalam Jalan Dari Ruang Angkasa ! (akasakayasambhuta akasapathavartaka)
Pikiran Dari Ruang Angkasa, Dharma Yang Tertinggi, Landasan Dari Praktek, Hormat Kepada Anda ! (akasacitta dharmagra caryapada namo stu'te)




BAB VI
Kayavakcittadhisthanapatalah


Kemudian Aksobhya Vajra Tathagata memasuki Samadhi yang bernama "Vajra Rahasia Dari Tubuh Ucapan Dan Pikiran Dari Semua Tathagata (sarvatathagatakayavakcittaguhyavajram nama samadhim)", dan mengucapkan Mantra Pemberkatan Pikiran (cittadhisthanamantram) ini :

OM SARVA TATHAGATA CITTA VAJRA SVABHAVATMAKO'HAM

Kemudian Bhagavan  Vairocana Vajra Tathagata memasuki Samadhi yang bernama "Vajra Keadaan Yang Sempurna Tak Bernoda (virajapadavajram nama samadhim)", dan mengucapkan Mantra Pemberkatan Tubuh (kayadhisthanamantram) ini :

OM SARVA TATHAGATA KAYA VAJRA SVABHAVATMAKO'HAM

Kemudian Bhagavan Amitayus Vajra Tathagata memasuki Samadhi yang bernama "Vajra Kesamaan Yang Tidak Dipisah (samatadvayavajram nama samadhim)", dan mengucapkan Mantra Pemberkatan Ucapan (vagadhisthanamantram) ini :

OM SARVA TATHAGATA VAGVAJRA SVABHAVATMAKO'HAM

Ciptakan Tempat Tinggal, Tiga Vajra (trivajram), Meditasi Pada Tempat Tinggal itu, Rahasia Dari Para Tathagata (tathagatah guhyam), Ditandai Dengan Tanda-Tanda Dari Mantra Tertinggi Ini (mantralaksanalaksitam).

Kemudian Bhagavan Ratnaketu Tathagata memasuki Samadhi yang bernama "Vajra Lampu Kebijaksanaan (jnanapradipavajram nama samadhim)", dan mengucapkan Mantra ini :

OM SARVA TATHAGATANURAGANAVAJRA SVABHAVATMAKO'HAM

Kemudian Bhagavan Amogha Siddhi Vajra Tathagata memasuki Samadhi yang bernama "Vajra Yang Tidak Habis-Habisnya (amoghavajram nama samadhim)", dan mengucapkan Mantra Pemberkatan Ucapan (vagadhisthanamantram) ini :

OM SARVA TATHAGATA PUJA VAJRA SVABHAVATMAKO'HAM

Selalu menyembah para Buddha dengan lima indera nafsu keinginan,
Dengan lima persembahan ini, Sifat Alami Buddha (buddhatvam) segera tercapai.

Demikian dikatakan oleh sang Bhagavan Sarva Tathagata Kayavakcitta Vajradhipatih Vajradhara.

Kemudian sang Bhagavan Sarva Tathagata Kayavakcitta Vajradhipatih Vajradhara mengumumkan Mantra Rahasia Dari Semua Tathagata (sarvatathagatamantrarahasyam) :

Dibangkitkan oleh Tubuh , Ucapan dan Pikiran diarahkan pada Mantra itu, mencapai Siddhi yang tertinggi, kesenangan dan kepuasan dari hati; Lakukan meditasi pada pikiran, ucapan dan tubuh sebagai yang tanpa diri, dan mencapai penyatuan dari tiga, keadaan dari kesamaan dengan ruang angkasa; tidak ada zat dapat dilihat di dalam merenungkan tubuh, ucapan dan pikiran, tidak ada meditasi dan tidak ada pencerahan Bodhi melalui cara perwujudan dari Mantra. Setelah memahami kualitas dari tubuh, ucapan dan pikiran didalam keserentakan, lakukan meditasi pada penyatuan dengan pencerahan Bodhi, Samadhi Perenungan Mantra.

Kemudian Vajradhara yang mulia, yang disembah oleh semua Tathagata, yang terutama diantara semua Buddha yang maha mengetahui semua, berbicara pada meditasi yang tertinggi :

Visualisasikan Mandala Bulan di tengah pusat dari ruang angkasa (akasadhatumadhyastham bhavayec candramandalam), dan visualisasikan bentuk-bentuk dari para Buddha memulai 'yoga yang halus (suksmayogam)'.
Bayangkan dalam pikiran: sebuah biji sesawi pada ujung hidung, dan di dalam biji sesawi itu, alam semesta dari para mahluk yang bergerak dan yang tidak bergerak, tempat tinggal dari kebijaksanaan, penuh kesenangan, rahasia, diciptakan oleh kebijaksanaan.
Pada tengah pusat dari ruang angkasa, bayangkan dalam pikiran: 'Mandala Matahari (suryamandalam)', dan letakkan huruf 'HUM' diatasnya, tempat tinggal dari bentuk sang Buddha.
Pada tengah pusat dari ruang angkasa, bayangkan dalam pikiran: Mandala Bulan, dan visualisasikan Vajra dan Bunga Teratai didalam praktek dari Locana.
Pada tengah pusat dari ruang angkasa, bayangkan dalam pikiran: 'Mandala Permata (ratnamandalam)', dan pada itu, lakukan secara penuh perhatian visualisasikan yoga utama (adiyogam).
Pada tengah pusat dari ruang angkasa, bayangkan dalam pikiran: 'Mandala Cahaya (rasmimandalam)', dan pancarkan tempat tinggal Buddha yang penuh kedamaian.
Visualisasikan tiap-tiap dengan rombongan penggiring mereka yang khusus.
Pada ujung hidung, lakukan secara penuh perhatian visualisasikan Vajra Lima Ujung, berwarna daun bunga teratai biru, seukuran biji padi.
Berjuang keras untuk Pencerahan Bodhi, bayangkan dalam pikiran: pada ujung ada Bunga Teratai Delapan Kelopak Daun yang bertanda baik, memiliki benang sarinya, berukuran buncis.
Visualisasikan disana ada Roda dan simbol-simbol khusus yang lainnya, dan mencapai keadaan yang penuh kesenangan dari pencerahan Bodhi dimana kualitas-kualitas dari semua Siddhi tinggal berdiam.
Pancarkan disana dalam keserentakan para Buddha yang tinggal berdiam di dalam pencerahan Bodhi, dan memancarkan Tempat Tinggal Dharma yang sifat alaminya adalah Tubuh, Ucapan, dan Pikiran.

Kemudian Vajradhara yang mulia (atha vajradharah sriman), sang Guru dari semua kebenaran (sarvatattvarthadesakah), berbicara tentang rahasia yang tertinggi, yang terbaik dan yang termurni dari semua praktek (sarvacaryagrasamsuddham bhasate guhyam uttamam) :

Orang yang bijaksana harus bermeditasi dengan bentuk-Rupa, suara, dan rasa selama enam bulan, secara sepenuhnya mempersembahkan pemujaan yang tertinggi dari intisari rahasia; Dia yang menginginkan buah dari Siddhi harus membuat tinja dan kencing makanannya, dan dia akan mencapai kebenaran yang tiada tanding (siddhyate'nuttaram), pencerahan Buddha yang sempurna tanpa noda (buddhabodhim anavilam); Dia harus makan daging dengan membayangkannya seolah-olah sebagai daging manusia, dan dia akan mencapai semua Siddhi dari Tubuh, Ucapan, Pikiran Rahasia; Dia harus makan daging dari gajah, kuda, anjing, dan sapi sebagai makanannya, tapi dia harus tidak makan makanan yang lain, dan dia akan merasa sayang kepada para Buddha dan para Bodhisattva yang bijaksana; Melalui praktek ini dia akan secara cepat mencapai sifat alami Buddha, di dalam dunia ini dia akan menjadi Penguasa dari alam nafsu (kamadhatvisvaro) dan melakukan pekerjaan dari pangkat tinggi, dia akan menjadi sangat hebat, berkuasa, dimuliakan, berseri-seri, enak dilihat; Tanpa ritual dari kebangkitan, dengan melihat seorang diri, dia menaklukkan seluruh dunia ini. Ini adalah pencerahan Bodhi yang tertinggi, rahasia dari semua Buddha, ini adalah rahasia yang sesungguhnya dari Mantra, melampaui Tubuh, Ucapan, Pikiran.



BAB VII
Mantracaryagrapatala


Kemudian Bhagavan Sarvatathagatakayavakcittavajradhipati mengumumkan pada babak ini Pencerahan Sempurna melalui praktek Mantra, intisari dari Maha Samaya (mahasamayatattvamantracaryagrasambodhipatalam) :

Memberikan diri anda sendiri sampai pada kenikmatan dari semua nafsu keinginan pada kepuasan, menyatu dengan dewata anda sendiri, sembahlah diri dan yang lain. Keberhasilan tidak dicapai dengan mengikuti sumpah pertapa dan praktek ekstrim, tapi melalui kenikmatan dari semua nafsu keinginan, itu segera tercapai. Jangan berkata untuk meminta makanan atau menjadi melekat pada meminta, tapi sebagai gantinya baca Mantra lengkap di semua bagian dan nikmati semua keinginan anda. Setelah mencapai kesejahteraan dalam tubuh, ucapan, dan pikiran, Anda akan mencapai Pencerahan Bodhi, jika sebaliknya anda pasti akan menderita didalam neraka setelah kematian yang sebelum waktunya. Para Buddha dan para Bodhisattva, mengikuti praktek Mantra yang unggul, telah mencapai Dharma Tertinggi Yang Tidak Berubah melalui menikmati semua keinginan. Dia yang bernafsu yang mencari Kebijaksanaan harus selalui menikmati lima  keinginan indera, menyenangkan para Bodhisattva dan menyenangkan Matahari dari Pencerahan Bodhi (bodhisaurinan)

Dengan mengetahui 'bentuk (rupam)' sebagai tiga kali lipat (trividham), memuja, susunan dari pemujaan : bahwa diri sendiri adalah sang Bhagavan, sang Semua, sang Buddha, Vairocana, sang Sumber Asal (sa eva bhagavan visvo buddho vairocanalayah);

Dengan mengetahui 'suara (sabdam)' sebagai tiga kali lipat, persembahkan itu kepada para devata : bahwa diri sendiri adalah sang Bhagavan, sang Semua, sang Buddha, Ratnakara, sang Penguasa Tertinggi (sa eva bhagavan visbo buddharatnakarah prabhu);

Dengan mengetahui 'bau (gandham)' sebagai tiga kali lipat, persembahkan itu kepada para Buddha : bahwa diri sendiri adalah sang Bhagavan, sang Semua, Ragadharmadharah (Membawa Dharma dari Nafsu), sang Penguasa Tertinggi (prabhu);

Dengan mengetahui 'rasa (rasam)' sebagai tiga kali lipat, persembahkan itu kepada para devata (devatanam nivadayet) : bahwa diri sendiri adalah sang Bhagavan, sang Semua, sang Amoghavajravan (Amogha yang memegang Vajra);

Dengan mengetahui 'sentuhan (sparsam)' sebagai tiga kali lipat, persembahkan itu kepada keluarga anda (svakulasya nivadayet) : bahwa diri sendiri adalah sang Bhagavan, sang Vajri Aksobhyakaralabhinah (Pemilik Vajra Di Dalam Sifat Alami Dari Aksobhya);

Selalu mengarahkan pikiran kepada bentuk, suara, rasa dan objek indera lainnya, karena mereka adalah intisari rahasia dari semua Buddha berkumpul bersama-sama.

Dengan bentuk, suara dan seterusnya (rupasabdadibhir), orang yang berlatih Mantra harius selalu menvisualisasikan para devata (mantri devatam bhavayet sada),

Atau dia harus menvisualisasi disana dengan meditasi pada keluarga yang berbeda (athava bhavayet tatra kulabhedavibhavanaih).

Penyerapan di dalam pemusatan ingatan pada Buddha (buddhanusmrtisamyogad), melakukan meditasi pada pemusatan ingatan pada Dharma (dharmanusmrtibhavana), melakukan meditasi pada pemusatan ingatan pada Vajra (vajranusmrtibhavana), -- ini adalah meditasi pada tubuh, ucapan dan pikiran (bhavana kayavakcittam); Penyerapan di dalam pemusatan ingatan pada Keluarga (kulanusmrtisamyogad), melakukan meditasi pada pemusatan ingatan pada Yang Penuh Murka (krodhanusmrtibhavana); Penyerapan di dalam pemusatan ingatan pada Devata (devatanusmrtisamyogad), melakukan meditasi pada demikian orang mencapai Pencerahan (bhavayan bodhim apnuyat); Bermeditasi pada sedang membawa anak perempuan berusia 16 tahun yang memancarkan kecantikan, di dalam kesunyian memulai menyembah dengan tiga landasan dari pemberkatan (adhisthanapadais tribhih); Melakukan meditasi pada Locana dan seterusnya, Istri Besar dari Tathagata (tathagatamahabharyam locanadin vibhavayet), kemudian melalui penyatuan dua organ mencapai Siddhi Buddha (dvayendriyasamapatya buddhasiddhim avapnuyat); Visualisasikan huruf 'HUM' , 'OM' , 'AH' , dan 'PHAT', dan bayangkan Vajra dan Bunga Teratai dipenuhi dengan Lima Sinar Cahaya; Bayangkan dalam pikiran kegemerlapan gadis itu yang seperti cahaya bulan, memikat hati; Rindu pada Pencerahan, bermeditasi pada pemusatan ingatan pada Buddha dan seterusnya.

Apa itu meditasi pada pemusatan pikiran pada Buddha (tatra katham buddhanusmrtibhavana)? Menempatkan Linga didalam Bhaga Orang Bijaksana harus menvisualisasikan bentuk wujud Buddha (bhage lingam pratisthapya buddhabimbam vibhavayet), dan memancarkan awan-awan para Buddha dari pori-porinya (romakupagravivare buddhameghan sphared budha).

Apa itu meditasi pada pemusatan pikiran pada Dharma (tatra katham dharmanusmrtibhavana)? Menempatkan Linga didalam Bhaga Orang Bijaksana harus menvisualisasikan Vajradharma (bhage lingam pratisthapya vajradharmam vibhavayet), dan memancarkan awan-awan Dharma dari pori-porinya (romakupagravivare dharmameghan sphared budha).

Apa itu meditasi pada pemusatan pikiran pada Vajra (tatra katham vajranusmrtibhavana)? Menempatkan Linga didalam Bhaga Orang Bijaksana harus menvisualisasikan Vajrasattva (bhage lingam pratisthapya vajrasattvam vibhavayet), dan memancarkan awan-awan Vajra dari pori-porinya (romakupagravivare vajrameghan sphared budha).

Apa itu meditasi pada pemusatan pikiran pada 'Kula (keluarga)' (tatra katham kulanusmrtibhavana)? Menempatkan Linga didalam Bhaga Orang Bijaksana harus menvisualisasikan bentuk wujud Buddha (bhage lingam pratisthapya buddhabimbam vibhavayet), dan memancarkan awan-awan Keluarganya dari pori-porinya (romakupagravivare kulameghan sphared budha).

Apa itu meditasi pada pemusatan pikiran pada 'Krodha (Yang Penuh Murka)' (tatra katham krodhanusmrtibhavana)? Menempatkan Linga didalam Bhaga Orang Bijaksana harus menvisualisasikan sang Penguasa Penuh Murka (bhage lingam pratisthapya krodhesvaram vibhavayet), dan memancarkan awan-awan Dia Yang Penuh Murka dari pori-porinya (romakupagravivare krodhameghan sphared budha).

Apa itu meditasi pada pemusatan pikiran pada Samaya (tatra katham samayanusmrtibhavana)? Dengan Vajra-Nya bergabung dengan Bunga Teratai, menyatukan dua organ (svavajram padmasamyuktam dvayendriyaprayogatah), dia harus menyembah para Buddha dan para Vajrasattva dengan tetesan dari benihnya (svaretobhindubhir buddhan vajrasattvams ca pujayet).

Apa itu meditasi pada pemusatan pikiran pada Mandala (tatra katham mandalanusmrtibhavana)? Menyatukan dua organ, yogin yang terampil harus selalu memancarkan benihnya, sang Mandala didalam bentuk dari Mandala (dvayendriyasamapatya svaretas tu vicaksanah niscarayet sada yogi mandalan mandalakaran).

Apa itu meditasi pada pemusatan pikiran pada Tubuh (tatra katham kayanusmrtibhavana)? Bahwa Tubuh dari semua Buddha terisi dengan lima skandha, - semoga punya saya juga menjadi demikian melalui sifat alami dari Tubuh Buddha (buddhakayasvabhavena mamapi tadrsam bhavet).

Apa itu meditasi pada pemusatan pikiran pada Ucapan (tatra katham vaganusmrtibhavana)? Bahwa Ucapan dari Vajradharma, pasti dan sempurna, - semoga punya saya juga menjadi demikian, seperti sang Pemegang Dharma (yad eva vajradharmasya vaca niruktisampada mamapi tadrsi vaca bhaved dharmadharopama).

Apa itu meditasi pada pemusatan pikiran pada Pikiran (tatra katham cittanusmrtibhavana)? Bahwa Pikiran dari Samantabhadra, sang Penguasa Bijaksana Dari Rahasia, - semoga pikiran saya juga menjadi demikian, seperti sang Pemegang Vajra (yac cittam samantabhadrasya guhyakendrasya dhimatah mamapi tadrsam cittam bhaved vajradharopamam).

Apa itu meditasi pada pemusatan pikiran pada Mahkluk (tatra katham sattvanusmrtibhavana)? Bahwa Pikiran dari Semua Mahkluk, didalam bentuk dari tubuh, ucapan, pikiran, - semoga pikiran saya juga menjadi demikian, sama seperti Ruang Angkasa (yac cittam sarvasattvanam kayavakcittalaksitam mamapi tadrsam cittam akasasamasarinam).

Apa itu meditasi pada pemusatan pikiran pada Tubuh, Ucapan. dan Pikiran dari perwujudan dari semua Mantra (tatra katham sarvamantramurtikayavakcittanusmrtibhavana)? Bahwa Tubuh dari Mantra Vajra, visualisasi pada Tubuh dengan Ucapan, - semoga punya saya juga menjadi demikian, sama seperti sang Pemegang Mantra (yat kayam mantravajrasya vaca kayavibhavanam mamapi tadrsam nityam bhaven mantradharopamam).

Apa itu meditasi pada pemusatan pikiran pada Samaya (tatra katham samayanusmrtibhavana)? Dia menginginkan hasil harus meminum peju yang dihasilkan dari penyatuan suci dan membunuh rombongan para Tathagata, dan dia akan mencapai Siddhi yang tertinggi (samayat ksared retam vidhina pibet phalakanksaya narayet tathagatam vyuham sutaram siddhim apnuyat).

Apa itu meditasi pada pemusatan pikiran pada Samaya dari kebijaksanaan yang melampaui (tatra katham prajnaparamitasamayanusmrtibhavana)? Semua hal adalah secara alami bercahaya, tidak muncul, dan bebas dari kesedihan, tidak ada Pencerahan maupun tidak ada wawasan, tidak ada landasan maupun kelahiran (praktiprabhasvarah sarve anutpanna nirasravah na bodhir nabhisamayo na dhatur na ca sambhavah).

Apa itu meditasi pada pemusatan pikiran pada Tiada Kemunculan (tatra katham anutpadanusmrtibhavana)? Semua adalah secara alami bercahaya, tiada tanda, dan tidak berubah, tidak ganda maupun tidak tiada ganda, penuh kedamaian dan murni seperti ruang angkasa (prakrtiprabhasvaram sarvam nirnimittam niraksaram na dvayam nadvayam santam khasadrsam sunirmalam).

Apa itu meditasi pada pemusatan pikiran pada penyembahan dari keluarga dari kebencian dan seterusnya (tatra katham dvesakuladipujanusmrtibhavana)? Membawa gadis berusia 12 tahun yang pikirannya tenang, membedakan praktek dari keluarganya, dia harus menyembah dengan benihnya. (dvadasabdikam prapya yositam sthiracetasam kulayogaprabhedena svasukrena prapujayet).

Dengan cara ini, Tubuh dari Tathagata, pikiran dari Pemegang Vajra dan ucapan dari Pemegang Dharma dicapai di dalam seluruh hidup ini;
Dengan menyanyikan pujian dari Mantra dan bermeditasi pada tiga Vajra yang tidak bisa dihancurkan, Siddhi dari tubuh, ucapan dan pikiran dan semua Siddhi yang lainnya yang lebih rendah menjadi tercapai.



BAB VIII
Vinmutrasamayapatala


Kemudian Bhagavan Ratnaketu Tathagata memohon dengan sangat pada Bhagavan Sarvatathagatakayavakcittadhipatim Maha Vajradhara, sang Penguasa Tertinggi (Paramesvaram), dengan lagu pujian kerajaan ini :

Vajrasattva, Mahayana, memurnikan praktek dari ruang angkasa, praktek yang tertinggi dari Samantabhadra, perlihatkan pemujaan itu, Jina yang tertinggi ! (vajrasattva mahayana akasacaryavisodhaka samantabhadracaryagra desa pujam jinottaman)!
Guru dari jalan Vajra, hawa nafsu, kebencian, dan angan-angan khayalan, yang tertinggi didalam kesamaan pada ruang angkasa, perlihatkan pemujaan itu, Asal dari Jina ! (ragadvesamahamoha vajrayanapradesaka akasadhatukalpagra ghosa pujam jinalaya)!
Pembimbing jalur pembebasan, tinggal berdiam di dalam jalan tiga kali lipat, murni dengan kebahagiaan dari para Buddha, perlihatkan pemujaan itu, Laki-Laki Tertinggi ! (moksamargapranetara triyanapathavartaka buddhasaubhagyasuddhatma bhasa pujam narottama)!
Pikiran dari Pencerahan, mata terbuka, memutar roda Dharma, murni di dalam tubuh, ucapan, dan pikiran, penghormatan kepada Anda, Vajrayana ! (bodhicittavisalaksa dharmacakrapravartaka kayavakcittasamsuddha vajrayana namo'stu te)!

Kemudian Vajradhara sang Raja, Ruang angkasa kosong yang tidak berubah yang tidak terbatas, penyucian semesta, Tujuan dari semua, Penguasa dari semua, Pemegang Vajra dan Permata, berbicara tentang pemujaan yang tertinggi dari para Tathagata, berdasarkan pada tiga Vajra yang tidak bisa dihancurkan, kebahagiaan dari tubuh, ucapan dan pikiran, tempat kelahiran dari para Jina (atha vajradharo raja sarvakasamahaksarah sarvabhisekasarvarthah sarveso sarvaratnadhrk pujam tathagatim srestham trivajrabhedyasamsthitam kayavakcittasaubhagyam bhasate jinasambhavam) :

Membawa gadis berusia 25 tahun, mata terbuka, terhiasi dengan kemudaan dan kecantikan, juga visualisasikan binatang-binatang. Di dalam tempat yang bersih dan sunyi, kuil yang penuh kedamaian, anak dari para Jina harus selalu menyiapkan salep dari tinja, kencing, air dan seterusnya untuk pemujaan dari para Jina; Mengetahui ritual itu, dia harus menempatkan kelima keluarga, anak-anak dari para Jina, di dahi, tenggorokan, hati-dada, pusar dan kelamin.

Orang yang bijaksana itu, pemilik kedamaian Vajra, harus menvisualisasikan samudera dari kebijaksanaan pada tengah pusat ruang angkasa, dan bayangkan dalam pikiran dirinya sendiri berada pada tengah pusat dari bulan;
Dia harus menvisualisasikan kuil yang dibuat dari empat permata, karangan bunga dengan sinar cahaya, seperti tempat tinggal dari samudera kebijaksanaan dari tiga masa waktu;
Dia harus memancarkan awan-awan pemujaan dari pori-porinya, dan, jika dia ingin, kumpulkan itu bersama-sama kedalam hatinya.

Memahami lima jenis dari 'bunga teratai pagi (padma)' dan 'bunga teratai malam (utpala)', dan tiga jenis dari bunga melati, orang yang terampil itu harus mempersembahkannya kepada para dewa;
Bayangkan dalam pikiran bunga karnikara, malika, dan melati yuthika, dan karavirasya. Dia harus mempersembahkan pemujaan.

Menvisualisasikan Mandala Roda yang membentang seratus yojana, orang yang terampil harus menempatkan keluarga didalam itu; Di dalam cara yang sama, orang yang bijaksana harus menvisualisasikan Mandala dari Padma, Vajra, Pedang, dan Utpala, membentang jutaan yojana, empat sisi, sangat indah; Orang yang bijaksana harus menvisualisasikan kuil yang terbuat dari empat permata, terang dan sempurna tanpa cacat di dalam sifat alaminya, sebagai tempat tinggal dari keluarga, untuk pemujaan mereka. Dia harus memulai samudera dari pemujaan dengan lima nafsu keinginan, mendambakan Pencerahan Bodhi dia harus terus-menerus mempersembahkan permata, pakaian, dan seterusnya dan selalu menggembirakan melalui pemujaan besar ini dengan lima persembahan. Untuk mencapai Siddhi yang tertinggi dia harus mempersembahkan kepada semua Buddha gadis yang seperti tambang permata, terhiasi dengan banyak permata; Mengisi Mandala dengan tujuh permata, dia yang terampil dan bijaksana, menginginkan Siddhi dari kemurahan hati, harus mempersembahkannya setiap hari. Menyatu dengan simbol Mudra dari Adhipati di tengah pusat dari Buddha-mandala, dia harus mempersembahkan penyatuan dari sentuhan pada para Buddha yang memiliki pikirannya menginginkan. Pada tengah pusat dari ruang angkasa dia harus menvisualisasikan susunan Mandala, tubuh miliknya sendiri tersusun dari para Tathagata, dan menyembah sang Guru dengan tinja dan kencing. Membawa gadis yang bernasib baik, berwajah cantik dan sangat indah, bermeditasi pada landasan dari pemberkatan dia harus mempersembahkan pemujaan dari intisari, dan mengambil peju dia harus makan, mata terbuka, dengan pikiran tenang; Ini adalah pemujaan dari tubuh, ucapan, dan pikiran dari semua Mantra, itu disebut pencapai Mantra-Siddhi, rahasia dari mereka yang menguasai kebijaksanaan Vajra.



BAB IX
Paramarthasuddhatattvarthasamayopatala


Kemudian Vajradhara, sang Raja, Ruang Angkasa Yang Tidak Terbatas Yang Tidak Berubah, Penyucian Semesta, Praktek Tertinggi, Penguasa Tertinggi, Tujuan dari semua, berbicara tentang Mandala dari tiga Vajra yang tidak dapat dihancurkan, tubuh kebahagiaan (sambhoga) dari tubuh, ucapan, dan pikiran, rahasia tertinggi yang sangat menyenangkan dari mereka yang menguasai kebijaksanaan Buddha :

Pada tengah pusat ruang angkasa visualisasikan Mandala dari para Buddha, dan rubah bentuk itu menjadi Aksobhya Vajra; Bayangkan dalam pikiran di dalam tangan-Nya sebuah Vajra, menyala dengan percikan berapi-api dan terisi dengan lima sinar cahaya. Visualisasikan para Buddha dari tiga masa waktu, hancurkan Mereka dengan Vajra, dan renungkan tubuh kebahagiaan (sambhoga) dari tubuh, ucapan, dan pikiran dihancurkan dan diremukkan oleh Vajra, meditasi tertinggi ini yang mencapai Siddhi dari pikiran. Dengan Vajra rahasia ini menghancurkan semua mahluk, dan mereka akan dilahirkan sebagai anak dari Jina di dalam Buddha-ksetra dari Aksobhya. Ini harus diketahui sebagai hukum suci yang sebenarnya dari keluarga kebencian di dalam samudera dari semua keluarga (dvesakulatattvasamayo'yam jneyah sarvakularnavah).

Kemudian Vajradhara, sang Raja, yang menghasilkan pembebasan melalui 'ketidaktahuan' , oleh sifat alami murni dan bersih tanpa noda, Guru dari praktek Pencerahan Bodhi, berbicara tentang hukum suci yang menyebabkan Pencerahan Bodhi sang Buddha :

Di tengah pusat dari ruang angkasa visualisasikan Mandala Roda, dan rubah bentuk itu menjadi Vairocana, kemudian visualisasikan semua bentuk-bentuk Vajra dari para Buddha dengan harta benda dari lima permata; Bayangkan bahwa anda mencuri semua harta ini dan gambarkan mereka kedalam Vajra tiga kali lipat, dan mereka akan menjadi seperti permata pengabul keinginan, isi dengan samudera harta, mereka akan menjadi para Muni agung, anak-anak dari semua Buddha.
Ini harus diketahui sebagai hukum suci yang sebenarnya dari keluarga angan-angan khayalan di dalam samudera dari semua keluarga (mohakulatattvasamayo'yam jneyah sarvakularnave).

Kemudian Vajradhara, sang Raja, yang menghasilkan pembebasan melalui 'nafsu keinginan', tersembunyi, murni, melampaui pikiran, berbicara tentang Mandala :

Di tengah pusat dari ruang angkasa visualisasikan Mandala Bunga Teratai, dan rubah bentuk itu menjadi Amitayus; isi itu semua dengan para Buddha, dan melalui praktek dari empat yoga, visualisasikan mereka semua disana didalam penyatuan dengan bentuk-bentuk dari perempuan, ini adalah jalan Vajra yang tertinggi; Menyatukan dua organ nikmati mereka semua, ini adalah meditasi pada Tiga Tubuh Yang Tidak Bisa Dihancurkan Dari Semua Buddha.
Sang 'Mantrin (orang yang berlatih Mantra)' harus bermeditasi pada hukum suci yang sebenarnya dari keluarga hawa nafsu gairah ini (ragakulatattvasamayo'yam bhavaniyas tu mantrina).

Kemudian Vajradhara, sang Raja, yang menyelesaikan tujuan dari Mantra Vajra, yang adalah tiada diri, lahir dari kebijaksanaan, berbicara kata-kata ini :

Di tengah pusat dari ruang angkasa visualisasikan Mandala dari para Buddha, dan rubah bentuk itu menjadi Vajra Amogha; Visualisasikan bentuk-bentuk dari semua Buddha sebagai tempat tinggal Vajra dari ucapan yang palsu, dan menipu semua Jina dan semua tempat tinggal dari para Jina; Ini adalah yang murni seperti langit Ucapan Pidato dari semua Buddha, itu disebut Pencapai dari Mantra Siddhi, rahasia dari mereka yang pikirannya adalah kebijaksanaan. Ini adalah hukum suci yang sebenarnya dari Keluarga Daya Pikat Samaya, dan harus dilaksanakan menurut tujuan orang.

Kemudian Vajradhara, sang Raja, tiga Vajra yang tidak bisa dihancurkan, sumber asal dari para Jina, Guru dari Siddhi Vajra, berbicara kata-kata ini (atha vajradharo raja trivajrabhedyajinalayah siddhivajrapranetara idam vacanam abravit) :

Di tengah pusat dari ruang angkasa visualisasikan Mandala dari Samaya, dan rubah bentuk itu menjadi Vajra Ratnaketu, isi itu dengan bentuk-bentuk dari semua Buddha; Memuaskan diri di dalam kata-kata dari caci-maki dan seterusnya, anda akan mencapai kebijaksanaan.

Demikian itu yang dikatakan oleh sang Bhagavan , sang Susunan Vajra dari semua Tathagata. (ityaha bhagavan sarvatathagatavajravyuhah).

Kemudian semua para Maha Bodhisattva yang dipimpin oleh Vajraketu, pada Samaya dari semua Tathagata, dipenuhi dengan keingintahuan dan keheranan, dan mengucapkan kata-kata Vajra ini  :

Mengapa sang Bhagavan Sarvatathagatadhipatih mengucapkan ucapan pidato Vajra yang luar biasa seperti itu, melebihi tiga alam dan semua dunia, di dalam perkumpulan majelis dari semua Tathagata dan semua Bodhisattva ? (kim ayam bhagavan sarvatathagatadhipatih traidhatukavyativrttam sarvalokadhatuvyativrttam sarvatathagatasarvabodhisattvaparsanmadhye abhutavakpathavajrapadam  bhasate sma)

Kemudian semua Bhagavantah Tathagata berkata kepada para Maha Bodhisattva itu, yang sebanyak bintik debu di dalam gunung Sumeru dari Buddha-ksetra seluruhnya  melampaui ungkapan :

Putra Keluarga (Kulaputra), jangan menyebutnya rendahan dan tercela, karena praktek latihan Mantra ini adalah praktek yang tertinggi, itu adalah praktek dari para Bodhisattva.
Sama seperti ruang angkasa yang adalah meliputi semua, semua dharma meliputi ruang angkasa, tidak tinggal berdiam di dalam Alam Nafsu (akasanugatani sarvadharmani tani na kamadhatusthitani),
Maupun tidak tinggal berdiam di dalam Alam Bentuk-Wujud (na rupadhatusthitani),
Maupun tidak tinggal berdiam di dalam Alam Tanpa Bentuk-Wujud (na arupadhatusthitani),
Maupun tidak tinggal berdiam di dalam empat unsur besar (na caturmahabhutasthitani);
Jadi, Putra keluarga, semua dharma harus dimengerti. Mengetahui didalam cara itu, para Tathagata menjelaskan Dharma, mengetahui pikiran para mahkluk.
Putra Keluarga, hukum suci dari para Tathagata ini harus dimengerti dalam cara yang sama sebagai ruang angkasa.
Putra Keluarga, sama seperti asap muncul dan menyebabkan api dari dua potong kayu yang di gosok bersama-sama dan dari tindakan tangan orang, tapi api itu tidak tinggal berdiam di dalam kayu yang menggosok, maupun tidak di dalam kayu yang digosok, maupun tidak di dalam tindakan dari tangan orang itu, jadi, putra keluarga, hukum Vajra dari semua Tathagata harus dimengerti, seperti datang dan pergi.

Kemudian semua Bodhisattva dipenuhi dengan ketakjubban dan keheranan, dan dengan mata Mereka terbuka lebar di dalam perasaan kagum mengucapkan syair gatha ini :

Diantara dharma yang paling menakjubkan, seperti ruang angkasa,
murni, melampaui pikiran, 'kebenaran yang saling berhubungan' diumumkan !


Terakhir diubah oleh skipper tanggal Tue Oct 13, 2015 10:19 pm, total 11 kali diubah

skipper

Jumlah posting : 439
Join date : 27.11.08
Age : 28

Lihat profil user http://aryamahayana.forumup.com

Kembali Ke Atas Go down

Om Tara Siddham

Post by skipper on Fri Aug 21, 2015 9:40 pm



BAB X
Sarvatathagatahrdayasamcodanopatalah


Kemudian semua Bhagavantah Tathagata berkumpul bersama-sama kembali, membuat sambutan kepada sang Bhagavanta Maha Samaya Vajra Tattva Abhisambodhi Kayavakcitta Guhyam Tathagata dengan berkata :

Jelaskan, Bhagavan, yang sesungguhnya, kumpulan dari intisari Mantra, (bhasasva bhagavams tattvam mantrasarasamuccayam)
Yang disebut Tubuh, Ucapan, dan Pikiran Rahasia, Jalan Tertinggi Dari Siddhi Besar. (kayavakcittaguhyakhyam mahasiddhinayottamam iti)

Kemudian sang Vajradhara, sang Raja, Penguasa Dari Lautan Dari Semua Kekotoran, Bermata lebar dan Membakar dengan dahsyat, mengucapkan kata-kata ini (atha vajradharo raja sarvaklesarnavaprabhuh diptacando visalaksa idam vacanam abravit) :

Bermeditasi pada Tubuh, Ucapan, dan Pikiran sebagai Tubuh, Ucapan, dan Pikiran Vajra, Yang Tidak Dibedakan, Yang Tidak Didukung, Yang Sama, Yang Tidak Tinggal Berdiam Dimanapun (kayavakcittavajranam kayavakcittabhavanam nirvikalpaniralambam samata na kvacit sthitam).

Kemudian sang Bhagavan 'Svabhavasuddha (Memurnikan Sendiri)' Tathagata memasuki Samadhi yang bernama "Jalan Vajra Dari Paramita Dan Mantra (paramitamantranayavajram nama samadhim)" dan berkata kepada semua Tathagata :

Oh semua Bhagavan Tathagata, Semua Tathagata yang dipimpin oleh Aksobhya (asti bhagavantah sarvatathagata aksobhyapramukhah sarvatathagata), bersama-sama dengan ribuan atas ribuan kotinayuta dari Vidya (anekavidyakotiniyutasatasahasraih), mengungkapkan sandiwara drama yang bertindak pada tujuan dari semua mahkluk (sarvasattvarthakriyanatakam pradarsayanti), bermain dan bersenang-senang dan sepenuhnya menikmati lima indriya di dalam alam-alam dunia yang tidak terbatas dari sepuluh penjuru arah (dasadiglokadhatuparyavasanesu pancakamagunaih kridanti ramante pravicarayanti), tetapi Mereka tidak mengarahkan mata Mereka menuju ke Dia yang berusaha di dalam praktek Mantra, berpikir bahwa sang Lelaki Besar itu tersempurnakan di dalam Jalan dari praktek Mantra dari para Tathagata.

Jadi untuk membuat Mereka melihat pada para Maha Satpurusa itu, Dia mengumumkan dengan kata-kata dari Tubuh, Ucapan, dan Pikiran Vajra-Nya rahasia tertinggi dari Tubuh, Ucapan, dan Pikiran dari semua Tathagata ini, yang disebut "Membangkitkan Intisari Dari Semua Mantra (sarvamantrahrdayasamcodanam nama paramaguhyam)", yang artinya adalah "Samaya dari Tubuh, Ucapan dan Pikiran dari semua Tathagata (sarvatathagatakayavakcittasamayavalambanam)" dan "Samaya dari Tubuh, Ucapan dan Pikiran dari semua Vajradhara (sarvavajradharakayavakcittasamayavalambanam)" dan "Samaya dari Tubuh, Ucapan dan Pikiran dari semua Dharmadhara (sarvavajradharakayavakcittasamayavalambanam)", kumpulan dari Mantra ini :

OM AH HUM

Segera setelah ini diucapkan, semua para Buddha bersama-sama dengan anak-anak Mereka gemetar dan jatuh lemah, memusatkan ingatan pada Vajrasattva.

Kemudian, Vajrapani, sang Raja semua Tathagata, mengumumkan hukum suci ini :

Pada tengah pusat dari ruang angkasa visualisasikan susunan Mandala, dan di tengah pusat dari itu visualisasikan huruf 'HUM' di dalam gambar wujud anda sendiri, bayangkan dalam pikiran itu memancarkan sinar-sinar Vajra yang cemerlang dan merebut Tubuh, Ucapan, dan Pikiran dari para Buddha. Pada seluruh saat itu anda akan menjadi Vajrasattva sang pemilik Tubuh Ucapan dan Pikiran Vajra, sang Maha Raja, Yang tertinggi diantara semua (sarvagra), sang Penguasa tertinggi (paramesvara); Anda akan mencapai ritual dari menciptakan Mandala milik anda sendiri dengan Vajra anda sendiri; Ini adalah kumpulan intisari Vajra dari semua Buddha. Setelah menvisualisasikan perwujudan dari Mantra anda, visualisasikan gambar rupa itu di dalam empat penjuru arah, di dalam aspek tiga kepalanya di dalam tiga warna.

Demikian yang dikatakan sang Bhagavan, Vajrasamaya.
Inilah rahasia Vajra yang tertinggi :

Visualisasikan Mandala itu sangat kecil di tengah pusat hati-dada (posisi jantung di dada), dan pada tengah pusat itu visualisasikan Huruf tertinggi. Selalu visualisasikan Vajra besar yang berujung lima, kemudian visualisasikan tiga Vajra dengan latihan dari pengait Vajra, dan bangkitkan devata dengan menghantam jantungnya dengan itu; Ini mencapai Pencerahan Bodhi sang Buddha dari semua Vajra. Meditasi pada pengait Vajra oleh Vajra, Bunga Teratai dan Keluarga yang lainnya disebut kebangkitan di dalam jantung, itu adalah sama seperti penghasilan dari permainan. Jika anda mempraktekkan jalan Vajra tertinggi ini selama tujuh hari, anda akan mencapai tubuh, ucapan dan pikiran rahasia dari mereka yang menguasai kebijaksanaan Vajra. Para Buddha dan para Bodhisattva yang mengikuti praktek Mantra tertinggi, Penganugerah pemberian, melihat kebawah dengan penuh kekaguman, pikiran Mereka dipenuhi ketakutan, dan memberikan seluruh luasnya Siddhi, nafsu keinginan hati dan kepuasan; Tapi jika orang yang tertipu itu melakukan kesalahan, kehidupannya berakhir pada saat itu juga.

Kemudian Vajradhara, sang Raja, Guru tertinggi dari tiga dunia, Vajra tertinggi dari tiga dunia, mengucapkan kata-kata ini :

Sebanyak perwujudan dari Mantra, dipenuhi di dalam kebijaksanaan dari tiga Vajra, visualisasikan semua mahluk ini dengan penyatuan dari dua organ; Ini adalah meditasi pada hukum yang suci dari Mantra dari semua Buddha; Memasuki Ratu Vidya (vidyesvaripravistesu), lakukan meditasi pada penyatuan Vajra (vajrasamyogabhavana), dan lihatlah kegelisahan dia dengan tatapan kegelisahan : Ini adalah Samaya Mandala.

Kemudian Vajradhara, sang Raja, anak dari semua Tathagata (sarvatathagatatmajah), Penyucian semesta, Yang Terutama dari para Buddha, mengucapkan kata-kata ini :

Sebanyak perempuan di dalam semua semua alam-alam dunia, dengan 'praktek dari Simbol besar (mahamudradiyogena)' nikmati semua ini, dan pancarkan disana tempat kediaman Buddha dari jutaan yang tidak terhitung dari para pemilik Vajra (asamkhyakotivajrinam).

Demikian yang dikatakan sang Bhagavan, Bodhisamaya.

Melalui ini, anda akan mencapai Pencerahan Bodhi, Tiga Vajra yang menyerupai langit (trivajrakasasamnibham), dan menjadi Bodhisattva, lautan dari para Jina, dengan kehidupan yang panjang dari Vajrasattva.




BAB XI
Sarvatathagatamantrasamayatattvavajravidyapurusottamapatalah


Kemudian Bhagavan Kayavakcittavajra Tathagata memasuki samadhi yang bernama "Perwujudan Yang Tertinggi Dari Mantra Vajra Dari Semua Tathagata (sarvatathagatavajramantrapurusottamam nama samadhim)", dan mengumumkan babak ini pada Perwujudan dari Vajra Vidya, Mantra dari semua Tathagata.

Kebijaksanaan Vajra harus bermeditasi pada Maha Mudra, yang membawa pada semua Pencerahan Bodhi (sarvabodhisamavaham), dengan Mantra Tertinggi Huruf dari tiga Vajra (trivajraksaramantragrair).
Huruf  'OM'  adalah intisari dari kebijaksanaan yang membawa kepada Tubuh Vajra (OMkaram jnanahrdayam kayavajrasamavaham).
Huruf  'AH'  adalah ketiadaan diri dari Pencerahan Bodhi yang membawa kepada Ucapan Vajra (AHkaram bodhinairatmyam vagvajrasamavaham).
Huruf  'HUM'  adalah tubuh, ucapan, dan pikiran yang membawa kepada tiga Vajra yang tidak bisa dihancurkan (Humkaram kayavakcittam trivajrabhedyasamavaham).

Demikian yang dikatakan sang Bhagavan, Perwujudan dari Mantra dari tubuh, ucapan, pikiran dari semua Tathagata (ityaha bhagavan sarvatathagatakayavakcittamantrapurusah).

Pada tengah pusat dari ruang angkasa visualisasikan Mandala yang tersusun dari semua Vajra, dan di dalamnya bayangkan dalam pikiran Huruf  'BHRUM'  memancarkan awan-awan Vajra.

Disini adalah intisari dari kebijaksanaan Vajra : 'BHRUM'.

Visualisasikan huruf  'HUM'  pada tengah pusat dari Mandala Vajra, huruf  'OM'  pada tengah pusat dari Mandala yang terang, dan huruf  'AH'  pada tengah pusat dari Mandala Dharma, dan bayangkan dalam pikiran huruf  'BHRUM'  sebagai sumber-asal dari tiga Vajra ini muncul.

Demikian yang dikatakan sang Bhagavan, Guhyasamaya.

Intisari dari para Buddha dari tiga masa waktu, menyenangkan tubuh, ucapan, dan pikiran : 'OM'  adalah Tubuh Buddha yang melampaui,  'AH'  adalah Ucapan dari para Buddha,  'HUM'  adalah pikiran, luapan banjir kebijaksanaan, - ini adalah jalan tertinggi dari pencerahan Bodhi, itu adalah ini yang menyempurnakan Pencerahan Bodhi dari semua Buddha, terwujud melalui kebijaksanaan Vajra, penyebab yang buahnya adalah para Buddha; Karena ini tentu saja adalah Penjelmaan para Buddha, yang diketahui sebagai Vidya Mantra, dicapai melalui meditasi pada tiga Vajra yang tidak bisa dihancurkan, dengan hukum suci dari dari penciptaan dan seterusnya.

Samadhi itu disebut "Penyebab Dari Pemberkatan Dari Kebijaksanaan Vajra, Samaya Intisari Dari Tubuh Ucapan Pikiran Dari Semua Tathagata. (sarvatathagatakayavakcittasamayatattvajnanavajradhisthanahetur nama samadhim)"

Praktekkan yoga ini di dalam tempat yang sepi dan yang nyaman, dan di dalam dua minggu Tubuh, Ucapan, dan Pikiran akan tercapai, tidak ada keraguan. Pada tengah pusat ruang angkasa visualisasikan Mandala suci yang terang, dan setelah menciptakan mahkluk Samaya dari Mantra Anda, tempatkan huruf  'OM'  di dalam 'hati-dadanya (daerah jantungnya)'; Bermeditasi pada Vairocana, visualisasikan awan-awan besar dari lima sinar cahaya; Melalui ini, di dalam dua minggu, anda akan mencapai tubuh Buddha, lautan dari Vajra Vairocana, warna dari tubuh Buddha, dan tetap tinggal selama tiga kalpa Vajra melayani sang Pemilik Lima Kebijaksanaan.
 
Demikian yang dikatakan sang Bhagavan, Kayavajraguhyah.

Samadhi itu disebut "Kumpulan Besar Dari Sinar Cahaya Dari Tubuh Vajra Dari Semua Tathagata (sarvatathagatakayavajrarasmivyuho nama samadhih)"

Pada tengah pusat dari ruang angkasa, visualisasikan Mandala Dharma yang suci, dan setelah menciptakan perwujudan dari Mantra Anda, tempatkan huruf 'AH' dalam tenggorokannya; lakukan meditasi pada Lokesvara, visualisasikan Vajra yang besar dalam lima warna; Setelah menciptakan mahkluk Samaya dan makhluk Kebijaksanaan, visualisasikan Samaya dari Ucapan dan Lima Besar; Tinggal berdiam di dalam tenggorokannya, anda akan menjadi seperti Dharma Vajra, dan tetap tinggal selama tiga kalpa Vajra melayani sang Pemilik Lima Kebijaksanaan.

Demikian yang dikatakan sang Bhagavan Vagvajraguhyah (Ucapan Vajra Rahasia). Samadhi itu bernama "Lahir Dari Samaya Ucapan Vajra Dari Semua Tathagata" (sarvatathagatavagvajrasamayasambhavo nama samadhih).

Pada tengah pusat dari ruang angkasa, visualisasikan Mandala Vajra yang suci, dan setelah menciptakan perwujudan dari Mantra Anda, tempatkan huruf 'HUM' dalam jantungnya; 'kebijaksanaan Vajra (jnanavajrena)' harus menvisualisasikan intisari Maha Samaya ini dalam lima warna, sebagai tempat tinggal dari para Jina dari semua Vajra (sarvavajrajinalayam); Dia akan menjadi sama seperti Pikiran Vajra, sang Guru (sasta), Lautan dari kualitas-kualitas kebijaksanaan, dan tetap tinggal selama tiga kalpa Vajra melayani sang Pemilik Lima Kebijaksanaan.

Demikian yang dikatakan sang Bhagavan Vajracittaguhyah (Pikiran Vajra Rahasia). Samadhi itu bernama "Samaya Vajra Dari Tubuh Ucapan Dan Pikiran Dari Semua Tathagata" (sarvatathagatakayavakcittasamayavajra nama samadhih).

Visualisasikan Maha Vajra di dalam tengah pusat dari Mandala Kebijaksanaan, dan visualisasikan huruf 'KHAM' pada semua bentuk, dan anda akan menjadi sama seperti 'Kebijaksanaan Vajra' yang adalah ruang angkasa. Dipuja lagi dan lagi oleh para Buddha dan para Bodhisattva, tetap tinggal selama tiga kalpa, tidak terlihat bahkan oleh para Buddha.

Demikian yang dikatakan sang Bhagavan Khavajrasamayah (Samaya dari Ruang Angkasa Vajra). Samadhi itu bernama "Kalung Karangan Bunga Dari Perwujudan Muncul Dari Tubuh Ucapan Dan Pikiran Yang Tidak Kelihatan" (kayavakcittantardhanasambhavavyuhamali nama samadhih).

Setelah menvisualisasikan perwujudan dari Mantra milik anda di tengah pusat Mandala Vajra, tempatkan Huruf Vajra 'HAM' dalam jantungnya dan visualisasikan sinar-sinar cahaya; Anda akan menjadi Bodhisattva yang terdirikan dalam Sepuluh Tingkat (dasabhumipratisthitah), memiliki Tubuh, Ucapan dan Pikiran Vajra, tubuh kebahagiaan dari Manjusri (manjusrisamayasambhogam kayavakcittavajrinah).

Samadhi itu bernama "Bulan Vajra Dari Samaya Kebijaksanaan Dari Bodhisattva". (bodhisattvajnanasamayacandravajro nama samadhih).

Pada tengah pusat dari ruang angkasa, visualisasikan huruf 'THLIM' menyala berkobar dengan cahaya, dan dengan tubuh anda, senjata Vajra tertinggi, menjadi sama seperti tubuh Vajra.

Samadhi itu bernama "Tempat Tinggal Berdiam Dari Susunan Dari Samaya Vajra Ruang Angkasa". (khavajrasamayavyuhalayo nama samadhih).

Dengan hukum suci tertinggi dari tanggapan Buddha, menjadi sama seperti Vajradhara, ini adalah Sadhana tertinggi dari tanggapan Buddha di antara semua Siddhi. Pada tengah pusat ruang angkasa, visualisasikan Mandala suci dari para Buddha, dan bayangkan Vajrasattva, visualisasikan sang Kebijaksanaan huruf 'OM'; Dengan melakukan meditasi pada Samaya Tiga Vajra menjadi sama seperti Aksobhya, sang Tiga Vajra.

Demikian yang dikatakan sang Bhagavan Aksobhya Vajra.

Memiliki tubuh, ucapan, dan pikiran yang melampaui yang sulit dipahami dari Aksobhya, anda akan di sembah di dalam semua dunia oleh mereka yang dari keluarga Aksobhya.

Samadhi itu disebut "Vajra Yang Menghasilkan Tubuh Sama Seperti Aksobhya (aksobhyasamakayabhisambhavavajro nama samadhih)"

Pada tengah pusat dari ruang angkasa visualisasikan Mandala yang suci dari para Buddha, dan bayangkan ruang angkasa Vajra, visualisasikan sang Permata huruf 'OM'; Dengan melakukan meditasi pada Samaya Tiga Vajra menjadi sama seperti Ratnaketu, sang Tiga Vajra.

Demikian yang dikatakan sang Bhagavan Ratnaketu Vajra.

Dengan tubuh, ucapan dan pikiran Vajra, tampil seperti Ratnaketu, anda akan tinggal berdiam di dalam kebijaksanaan rahasia, ketiadaan diri dari Pencerahan Bodhi.

Samadhi itu disebut "Tubuh Vajra Dari Kebahagiaan Dari Samaya Permata (ratnasamayasambhogavajro nama samadhih)"

Pada tengah pusat dari ruang angkasa visualisasikan Mandala yang suci dari para Buddha, dan bayangkan Lokesvara, visualisasikan sang Dharma huruf 'OM'; Dengan melakukan meditasi pada Samaya Tiga Vajra menjadi sama seperti Amita, sang Tiga Vajra.

Demikian yang dikatakan sang Bhagavan Amita Vajra.

Dengan tubuh, ucapan dan pikiran Vajra, tampil seperti Amitabha (kayavakcittavajrena amitabhasamaprabhah), anda akan menjadi sumber dari jalur Mahayana untuk semua mahkluk (sa bhavet sarvasattvanam mahayanapathodayah).

Samadhi itu disebut "Cahaya Yang Mulia Dari Kualitas-Kualitas Dari Amita (amitagunavajraprabhasasrir nama samadhih)"

Pada tengah pusat dari ruang angkasa visualisasikan Mandala yang suci dari para Buddha, dan bayangkan Bunga Teratai Vajra Malam, visualisasikan sang Samaya huruf 'OM'; Dengan melakukan meditasi pada Samaya Tiga Vajra menjadi sama seperti Amogha, sang Tiga Vajra.

Demikian yang dikatakan sang Bhagavan Amogha Vajra.

Dengan tubuh, ucapan dan pikiran Vajra, tampil seperti Vajra Amogha, anda akan menjadi Lautan Yang Mulia Dari Kebijaksanaan Untuk Menghasilkan Tujuan Dari Semua Mahkluk.

Samadhi itu disebut "Kelahiran Dari Kebijaksanaan Tertinggi, Sinar Cahaya Dari Samaya Amogha (amoghasamayarasmijnanagrasambhavo nama samadhih)"

Pada tengah pusat dari ruang angkasa visualisasikan Mandala yang suci dari para Buddha, dan bayangkan Vairocana Vajra, visualisasikan huruf 'OM' dari Tiga Tubuh; Dengan melakukan meditasi pada Samaya Tiga Vajra menjadi sama seperti Vairocana.

Demikian yang dikatakan sang Bhagavan Vairocana Vajra.

Dengan tubuh, ucapan dan pikiran Vajra, tampil seperti Vairocana, anda akan mencapai Tiga Tubuh Yang Tida Bisa Dihancurkan dan 'Pencerahan Sempurna Dari Kebijaksanaan (Jnanasambodhi)'.

Samadhi itu disebut "Vajra Dari Pencerahan Sempurna Melalui Perenungan Pada Tubuh, Ucapan, Pikiran. (kayavakcittalambanasambodhivajro nama samadhih)"

Kelompok meditasi ini harus dipraktekkan di pegunungan yang sunyi dan dekat sungai yang mengalir dan di tempat seperti tanah pembakaran. Visualisasikan Kebijaksanaan Vajra dari Aksobhya dan seterusnya pada tengah pusat dari ruang angkasa Vajra, dan dengan praktek dari lima tanggapan yang hebat (pancabhjnaprayogena) lakukan meditasi pada para Buddha yang tertinggi di dalam tempat-tempat Mereka.

Demikian yang dikatakan sang Bhagavan, Maha Vajra Samaya. 'Vajrabhijnah (tanggapan Vajra)'.

Dengan menggabungkan Vajra Besar Yang Berujung Lima (pancasulam mahavajram), dihiasi dengan lima kobaran api (pancajvalavibhusitam), pada Lima Tempat, anda akan mencapai Tanggapan Vajra.
Visualisasikan Mantra anda seperti Roda yang secara penuh terisi dengan percikan bunga api, dan menggabungkan itu pada Lima Vajra, anda akan mencapai Tanggapan Vajra.
Visualisasikan Roda yang bersinar dengan kobaran api dari para Buddha pada tengah pusat dari ruang angkasa Vajra, dan dengan jalan masuk dari para Buddha menjadi tempat tinggal Mereka.
Tempatkan Vairocana di dalam tubuh anda pada tengah pusat dari Mandala para Buddha, dan visualisasikan huruf 'OM' di dalam 'hati-Nya (daerah jantung di dada)', lakukan meditasi pada kesadaran anda dalam Mantra itu;
Ketika pikiran anda memasuki keadaan Vajra dari Penghentian, anda akan menjadi 'Permata pengabul keinginan (cintamanih)' yang mulia yang memuat semua Buddha yang tertinggi (sarvabuddhagradharakah).
Visualisasikan Vajra Aksobhya pada tengah pusat dari Mandala para Buddha, dan visualisasikan huruf 'HUM' di dalam hati-Nya, tempatkan pikiran anda disana di dalam bentuk dari tetesan;
Visualisasikan Amitayus pada tengah pusat dari Mandala para Buddha, dan visualisasikan huruf 'AH' di dalam hati-Nya, tempatkan Vajra disana di dalam bentuk dari tetesan;
Ini adalah hukum suci yang sangat tertinggi (idam tat samayagragram), meditasi pada Tiga Vajra Yang Tidak Bisa Dihancurkan (trivajrabhedyabhavanam),
Adalah kebijaksanaan dari hukum suci dari penghentian (nirodhasamayajnanam), yang mencapai Siddhi Buddha (buddhasiddhisamavaham).

Pada tengah pusat dari ruang angkasa visualisasikan Mandala yang terang, dan lakukan meditasi pada huruf 'OM' di dalam tubuh, ucapan, dan pikiran, tetap tinggal selama satu kalpa;
Pada tengah pusat dari ruang angkasa visualisasikan Mandala Dharma, dan lakukan meditasi pada huruf 'AH' di dalam tubuh, ucapan, dan pikiran, tetap tinggal selama satu kalpa;
Pada tengah pusat dari ruang angkasa visualisasikan Mandala Vajra, dan lakukan meditasi pada huruf 'HUM' di dalam tubuh, ucapan, dan pikiran, tetap tinggal selama satu kalpa;

Demikian yang dikatakan sang Bhagavan, Trivajrakalpasamayah.

Dari waktu ketika anda memulsi yoga dari tubuh ucapan dan pikiran Vajra ini, membacanya atau bermeditasi padanya, anda akan menjadi sama seperti Vajradhara.


Samantabhadra Vajradhara


BAB XII
Sarvatathagatavajrayogasamayasadhanagranirdesapatalo


Kemudian sang Vajradhara, sang Guru (Sasta) dan sang Pencipta (Sarsta), Yang Mencapai Kebijaksanaan Tertinggi (Jnanagrasadhakah), mengumumkan dengan ucapan Vajra sang intisari dari Tiga Vajra :

Diantara dharma yang sifat alami intisarinya adalah murni dan terbebas dari pikiran ganda, sama seperti ruang angkasa, permainan ini diciptakan di dalam meditasi. Di dalam hutam belantara terhiasi dengan buah-buahan dan bunga-bunga, atau di atas gunung yang sunyi, semua Siddhi akan dicapai.

MAM

Lakukan meditasi pada Manjuvajra di dalam tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra, dan memancarkan hasil kedalam tubuh, ucapan, dan pikiran, anda akan menjadi sama seperti Manjuvajra;
Dengan sifat alami yang termurnikan, anda akan bersinar dengan cahaya yang cemerlang sepanjang ratusan yojana, terhiasi dengan semua penghiasan, dan tidak pernah bisa terlihat oleh brahma, rudra, dan para dewa yang lainnya.

Samadhi itu disebut "Membuat Tidak Bisa Dilihat Samaya Tertinggi Dari Manjuvajra (manjuvajragrasamayantardhanakari nama samadhih)"

Letakkan kedalam mulut anda tiga logam digabung dengan lima zat suci yang dihasilkan dari Tiga Vajra Yang Tidak Bisa Dihancurkan, dan di dalam itu visualisasikan Pikiran Yang Tidak Bisa Dihancurkan Dari Semua Buddha; Pada seluruh saat itu, anda akan mencapai Keagungan dari Manjuvajra.

Dengan Mantra anda visualisasikan Roda, terang-benderang dengan percikan cahaya, dan bayangkan itu sebagai tempat tinggal dari semua keluarga Buddha, dan anda akan menjadi sama seperti Buddha;
Para pembantu yang banyaknya sama seperti butiran debu di dalam 36 Sumeru akan menjadi milik anda, semua sama seperti Vajradhara.

Samadhi itu disebut "Roda Samaya (cakrasamayo nama samadhih)"

Dengan Mantra anda visualisasikan 'Vajra Besar (Maha Vajra)' berada pada tengah pusat dari Mandala, bayangkan itu sama seperti tempat tinggal dari semua keluarga Vajra, dan anda akan menjadi sama seperti Vajra;
Para perempuan yang banyaknya sama seperti butiran debu di dalam 36 Sumeru akan menjadi milik anda, semuanya penuh kebajikan, dan anda akan menjadi Vajra Besar Dari Tiga Dunia (traidhatukamahavajra), di sembah oleh rudra.

Samadhi itu disebut "Kesamaan Vajra (vajrasamata nama samadhih)"

Dengan Mantra anda visualisasikan Bunga Teratai Besar Berkelopak Delapan, dan bayangkan itu sama seperti tempat tinggal dari semua keluarga Dharma, anda akan menjadi sama seperti Dharma;
Para orang murni yang banyaknya sama seperti butiran debu di dalam 36 Sumeru akan menyucikan anda di dalam Mandala dari Puja Tertinggi dari para Buddha.

Samadhi itu disebut "Kesamaan Bunga Teratai (padmasamata nama samadhih)"

Anda akan menetap selama tiga kalpa melayani sang Pemilik Lima Kebijaksanaan, menyembah tiga rahasia dari semua Buddha dari sepuluh penjuru arah.
Dengan Mantra anda visualisasikan pedang berwarna lima sinar, lalu genggam itu dalam tangan anda, dengan mata terbuka lebar, anda akan menjadi Vidyadhara dari Tiga Vajra;
Anda akan menjadi Pemegang Besar dari Rahasia (guhyadharottamah), sang Pahlawan dari tiga ribu dunia (trisahasraikamahasuro), di sembah oleh semua dalam tiga dunia, di sembah oleh para 'Iblis (Daitya)', para Brahma, para Dewa Indra;
Memiliki tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra, dia memberikan Siddhi apapun sesuka hati, dihasilkan dari pikiran Vajra.

Samadhi itu disebut "Yang Terbaik Dari Semua Pedang (sarvakhadgottamo nama samadhih)"

Visualisasikan huruf 'OM' sebagai tablet-pil seukuran buncis, 'dengan bentuk dari devata anda sendiri (svadevatabimbam)' pada tengah pusat, dan bayangkan pil itu ada didalam mulut anda;
Pada seluruh saat itu, anda akan mencapai kemuliaan dari Bodhisattva, terang-benderang sama seperti matahari terbit, keemasan sama seperti sungai Jambunada.
Visualisasikan huruf 'HUM' sebagai tablet-pil seukuran buncis, dengan bentuk dari devata anda sendiri pada tengah pusat, dan bayangkan pil itu ada didalam mulut anda;
Pada seluruh saat itu, anda akan mencapai kemuliaan dari Tubuh Vajra, terang-benderang sama seperti matahari terbit, keemasan sama seperti sungai Jambunada.

Visualisasikan Vairocana berada pada tengah pusat dari Mandala Yang Terang di dalam ruang angkasa,
dan visualisasikan Roda di dalam tangan anda menjadi Vidyadhara dari Roda (haste cakram prabhavitva cakravidyadharo bhavet);
Visualisasikan Keluarga Roda Besar (mahacakrakulam), menyatu dengan tubuh Buddha, Kebijaksanaan Vajra harus melaksanakan Sadhana dari Kebijaksanaan Tertinggi ini.
Pada tengah pusat dari Mandala Vajra di dalam ruang angkasa, visualisasikan wujud kebijaksanaan dari Aksobhya, dan visualisasikan Vajra di dalam tangan anda menjadi Vidyadhara dari Vajra;
Visualisasikan Keluarga Vajra Besar (mahavajrakulam), menyatu dengan tubuh Vajra, Kebijaksanaan Vajra harus melaksanakan Sadhana dari Vajra Tertinggi ini.
Visualisasikan Ratna Vajra berada pada tengah pusat dari Mandala Permata di dalam ruang angkasa, dan visualisasikan Permata di dalam tangan anda menjadi Vidyadhara dari Permata;
Visualisasikan Keluarga Permata Besar (maharatnakulam), menyatu dengan tubuh Permata, Kebijaksanaan Vajra harus melaksanakan Sadhana dari Permata Tertinggi ini.
Visualisasikan Amitayus berada pada tengah pusat dari Mandala Dharma di dalam ruang angkasa, dan visualisasikan Bunga Teratai di dalam tangan anda menjadi Vidyadhara dari Bunga Teratai;
Visualisasikan Keluarga Bunga Teratai Besar (mahapadmakulam), menyatu dengan tubuh Dharma, Kebijaksanaan Vajra harus melaksanakan Sadhana dari Bunga Teratai Tertinggi ini.
Visualisasikan wujud Kebijaksanaan dari Amogha berada pada tengah pusat dari Mandala Samaya di dalam ruang angkasa,
dan visualisasikan Pedang di dalam tangan anda menjadi Vidyadhara dari Pedang;
Visualisasikan Keluarga Samaya Besar (mahasamayakulam), menyatu dengan tubuh Samaya, Kebijaksanaan Vajra harus melaksanakan Sadhana dari Samaya Tertinggi ini.

Tombak Tiga Mata, Pengait Kebijaksanaan (trisulajnanankusadayah) dan seterusnya dicapai, membedakan diantara Vajra, di dalam meditasi dengan sadhana dari tubuh, ucapan, pikiran.

Demikian yang dikatakan sang Bhagavan, Mahasamayasiddhivajrah.

Di dekat persimpangan jalan atau pohon tunggal, atau di dalam Kuil yang memuat gambar tunggal, sang Sadhaka harus selalu mempraktekkan Penangkapan Vajra.
Visualisasikan perwujudan dari Tiga Mantra yang Menyatu (triyogamantrapurusam), Tiga Vajra menyatu dalam satu,
Pengait Tubuh, Ucapan dan Pikiran dari para Buddha yang pikiran Mereka adalah Kebijaksanaan;
Penangkapan Suci dari para Buddha terjadi di dalam Mandala dari Udara,
Setelah menangkap dengan Vajra para dewi dari sepuluh penjuru arah, lahir dari hukum suci, nikmati mereka.

Penangkapan dari Samaya dari alam dari ruang angkasa (khadhatusamayavajrakarsanam)

Penangkapan suci dari Samaya dilaksanakan melalui menvisualisasikan Roda Besar dari Vairocana, Vajra, Bunga Teratai, dan seterusnya, sebagai Pengait, tempat tinggal dari para Jina.

Penangkapan dari Samaya dari Tiga Alam (traidhatukasamayakarsanam)

Visualisasikan tubuh Buddha memiliki semua bentuk-bentuk ketuhanan (sarvakaravaropetam buddhabimbam vibhavayet),
dan bayangkan di dalam tangan anda 'pengait dari tubuh, ucapan, dan pikiran dan senjata-senjata yang lainnya';
Melalui yoga ini anda akan melaksanakan tindakan dari keadaan Dia.
Visualisasikan tubuh Vajra memiliki semua bentuk-bentuk ketuhanan, dan melalui yoga dari lidah Vajra, anda akan menjadi sama seperti Ucapan Vajra.
Visualisasikan tubuh Buddha memiliki semua bentuk-bentuk ketuhanan, dan visualisasikan di dalam tangan anda objek yang untuk dicapai, anda akan menjadi sama seperti Vajra.
Persembahkan puja tertinggi dari Samaya Tiga Rahasia (triguhyasamayapujagrim), capai keberhasilan,
Ini adalah kumpulan intisari rahasia dari semua Buddha (idam tat sarvabuddhanam saram guhyasamuccayam).

Demikian yang dikatakan sang Bhagavan, Mahaguhyasamayah.

Dengan hukum besar yang suci dari daging manusia, capai Tiga Vajra Yang Tertinggi, (mahamamsasamayagrena sadhayet trivajram uttamam)
Dengan tinja dan kencing menjadi Penguasa Vidyadhara, (vinmutrasamayagrena bhaved vidyadharah prabhuh)
Dengan daging gajah mencapai lima tanggapan ketuhanan, (hastisamayamamsena pancabhijnatvam apnuyat)
Dengan daging kuda menjadi Tuan Yang Tidak Terlihat, (asvasamayamamsena antardhanadhipatir bhavet)
Dengan daging anjing mencapai semua Siddhi, (svanasamayamamsena sarvasiddhiprasadhanam)
dan dengan daging sapi menangkap Vajra (gomamsasamayagrena vajrakarsanam uttamam).
Jika semua jenis dari daging ini tidak bisa ditemukan, mereka harus di bayangkan dalam pikiran;
Dengan Vajra Yoga ini semua Buddha memberikatn pemberkatan Mereka.
Visualisasikan tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra memiliki semua bentuk-bentuk ketuhanan,
Di hati-Nya, makhluk kebijaksanaan dan makhluk Samaya,
Dan diatas Mahkota-Nya, sang Pemegang Vajra Tertinggi;
Sadhaka harus mempraktekkan jalan tertinggi dari hukum suci ini, yang menggembirakan para Buddha dan mencapai semua Siddhi.

Samadhi itu disebut "Makanan Dari Kebijaksanaan Vajra Dari Semua Samaya (sarvasamayajnanavajraharo nama samadhih)"

Visualisasikan pada lidah anda huruf 'HUM' yang adalah milik dari Samaya Vajra Besar, kemudian makan lima 'Nektar (Amrta)' anda akan mencapai sifat alami dari tiga Vajra;
Lakukan hal yang sama dengan huruf 'AH' dan huruf 'OM', ini adalah jalan Vajra yang tertinggi, melalui yoga ini anda akan menjadi sama seperti Vajrasattva.

Samadhi itu disebut "Karangan Bunga Dari Nektar, Samaya Vajra (samayavajramrtamalini nama samadhih)"

Di dalam Siddhi yang tertinggi dari tiga Vajra Samaya, anda akan menjadi Penguasa dari tiga tubuh Vajra, lautan dari permata pengabul keinginan untuk semua mahkluk di dalam sepuluh penjuru arah, dan dengan sifat alami Vajra bersinar dimana-mana di seluruh alam semesta;
Di dalam Siddhi yang tertinggi dari Cakra Samaya, anda menjadi sama seperti tubuh Buddha, dan mencapai semua Siddhi mengembara dimana-mana melalui dunia-dunia yang tidak terbatas seperti pasir sungai gangga;
Di dalam Siddhi yang tertinggi dari semua Samaya, lakukan meditasi pada tubuh Vajra, anda akan menjadi Penguasa Vidyadhara diantara Samaya yang besar;

Di dalam ketidakterlihatan dan seterusnya, anda sendiri akan menyinari ribuan dunia, anda akan mencuri dari semua Buddha dan menikmati para perempuan surga.
Dengan mata Vajra, anda melihat para Buddha tinggal berdiam di dalam tiga Vajra, tidak terbatas seperti pasir sungai gangga, seolah-olah Mereka adalah buah yang digenggam dalam tangan anda;
Dengan kekuatan dari tanggapan super, anda mendengar suara apapun yang diucapkan dalam wilayah-wilayah yang tidak terbatas seperti pasir sungai gangga seolah-olah mereka berada di telinga anda;
Anda mengetahui pikiran dari semua mahkluk dalam wilayah-wilayah yang tidak terbatas seperti pasir sungai gangga, muncul seperti permainan dari tubuh, ucapan dan pikiran;
Seolah-olah itu cuma tiga hari yang lalu, anda mengingat kehidupan masa lampau anda yang terjadi dalam samsara melalui kalpa yang tidak terbatas seperti pasir sungai gangga;
Dengan memiliki kekuatan ajaib Vajra yang besar, anda mengisi kalpa yang tidak terbatas seperti pasir sungai gangga dengan hasil dalam bentuk awan-awan dari para Buddha, yang tidak terbatas seperti pasir sungai gangga.

Demikian yang dikatakan sang Bhagavan, Samayabhijna.

Ini adalah lima tanggapan super : Mata Vajra (Vajracaksur), Telinga Vajra (Vajrasrotam), Pikiran Vajra (Vajracittam), Tempat Tinggal Vajra (Vajranivasam), dan Keajaiban Vajra (Vajrarddhi).

Dalam Siddhi dari lima tanggapan super dari para Buddha, anda akan menjadi sama seperti tubuh Buddha, dikelilingi oleh para pembantu yang tidak terbatas seperti pasir sungai gangga, dan dengan tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra mengembara dimana-mana di dalam alam semesta.
Penyerapan di dalam Samaya dari Seva, kemunculan dari Upasadhana, hukum suci yang objek tujuannya adalah sadhana (sadhanarthasamayam), dan Maha Sadhana yang keempat,
Setelah memahami perbedaannya, kemudian laksanakan perbuatan. Penyerapan di dalam sevasamadhi adalah untuk bermeditasi pada Pencerahan Bodhi yang tertinggi,
Di dalam Siddhi yang besar dari upasadhana, periksa indera Vajra (vajrayatanavicaranam),
Di dalam Sadhana, visualisasikan sang Raja Mantra (mantradhipatibhavanam),
Ini disebut kebangkitan, dan pada saat Maha Sadhana, kebijaksanaan Vajra akan berhasil dengan cara menvisualisasikan gambar dari Vajra dari mantra miliknya (svamantravajrinah) dengan sang Raja di dalam mahkotanya (mukute'dhipatim).
Selalu dan dimana-mana laksanakan 'Seva (Seva artinya 'pelayanan' dan 'penyembahan')' dengan nektar kebijaksanaan (sevajnanamrtenaiva), karena ini akan mencapai arti sejati dari semua Mantra;
Di dalam gurun yang sunyi, di sisi gunung yang berhutan, di tepi sungai, Siddhi akan selalu tercapai.

(Di dalam Anuttara Yoga Mahayana, ada empat 'metode (upaya)' yang dilaksanakan untuk pencapaian Vajrasattva, yakni : Seva, 'Upasadhana (Pembangkitan yang dekat)', 'Sadhana (Pembangkitan)', dan 'Maha-sadhana (Pembangkitan yang besar)'. Seva yang tertinggi atau dikenal sebagai 'Uttama Seva Yoga' berisi Pratyahara, Dhyana, Pranayama, Dharana, Anusmrti, dan Samadhi. Pencapaian dari Shunyata atau Vajrasattva adalah cita-cita tertinggi dari Vajrayana)

Demikian yang dikatakan sang Bhagavan, Mahasadhanavajrah.

Atau mereka yang teguh pada sumpah mereka bisa melakukan Seva dengan empat Vajra, dengan bermeditasi di dalam penyatuan dengan tiga tubuh Vajra, anda akan mencapai Siddhi.
Dengan praktek dari empat waktu (catuhsamdhyaprayogena), pada lima tempat (pancasthanesu), sang orang bijaksana (buddhiman), sang kebijaksanaan Vajra (jnanavajrena), harus menvisualisasikan huruf 'OM' dan mengumumkan sumpah itu (samvara);
Dengan menciptakan Samaya Vajra selama satu minggu, dua minggu, satu bulan, dan setengah, Siddhi segera tercapai.
Saya telah menjelaskan kebangkitan dalam terperinci dengan jumlah yang berbeda dari hari, mereka yang terlahir dari rahasia tertinggi (guhyagrasambhavaih) mengatakan bahwa Siddhi tercapai tidak lebih dari dua minggu.

Sumpah dari Upasadhana.

Semoga sang Pembawa Tubuh Buddha Yang Mulia (buddhakayadharah sriman), yang sifat-alami-Nya adalah Tiga Vajra Yang Tidak Bisa Dihancurkan, Tubuh Vajra, berikan saya hari ini pemberkatan-Nya; Semoga para Buddha yang tinggal berdiam di dalam sepuluh penjuru arah, yang sifat-alami-Nya adalah Tiga Vajra Yang Tidak Bisa Dihancurkan, Vajra Dari Tubuh, berikan saya hari ini pemberkatan Mereka.

Sumpah dari Sadhana.

Semoga sang Pembicara Dharma Yang Mulia (dharmo vai vakpathah sriman), yang sifat-alami-Nya adalah Tiga Vajra Yang Tidak Bisa Dihancurkan, Ucapan Vajra, berikan saya hari ini pemberkatan-Nya; Semoga para Buddha yang tinggal berdiam di dalam sepuluh penjuru arah, yang sifat-alami-Nya adalah Tiga Vajra Yang Tidak Bisa Dihancurkan, Vajra Dari Ucapan, berikan saya hari ini pemberkatan Mereka.

Sumpah dari Maha Sadhana.

Semoga sang Pembawa Pikiran Vajra Yang Mulia (cittavajradharah sriman), yang sifat-alami-Nya adalah Tiga Vajra Yang Tidak Bisa Dihancurkan, Pikiran Vajra, berikan saya hari ini pemberkatan-Nya; Semoga para Buddha yang tinggal berdiam di dalam sepuluh penjuru arah, yang sifat-alami-Nya adalah Tiga Vajra Yang Tidak Bisa Dihancurkan, Vajra Dari Pikiran, berikan saya hari ini pemberkatan Mereka.

Buddha atau Vajradharma atau Vajrasattva, Jika orang yang tertipu melakukan kesalahan, dia akan terbelah menjadi potongan-potongan, tidak ada keraguan. (Jika oleh tidak mendapatkan petunjuk, sang Yogin dari Vairocana, Amitabha, atau Aksobhya berpikir pada pemberkatan dari tubuh, ucapan dan pikiran ini sebagai yang terpisah, dia akan menjadi jauh dari proses pencapaian Siddhi dari Buddha atau Vajradharma atau Vajrasattva)




BAB XIII
Vajrasamayavyuhatattvarthabhavanasambohipatala


Kemudian semua Bhagavan Tathagata yang memiliki kebijaksanaan tertinggi (atha bhagavantah sarvatathagata jnanavajragradharinah),
Para Bodhisattva bijaksana yang ada demi kepentingan semua mahkluk (sarvasattvarthasambhuta bodhisattva ca dhimatah),
Membungkukkan diri dihadapan sang Guru Besar, sang Bijaksana, sang Tujuan Dari Semua, (pranipatya mahasastrim munim sarvarthavajrinam),
Menyembah Dia bijaksana di dalam Samaya Kebenaran dan menyanyikan Lagu Vajra ini (pujya samayatattvajnam vajraghosam udirayan) :

Oh Jalan Kesurgaan Dari Buddha (Aho Buddhanayam divyam) !
Oh Jalan Tertinggi Dari Pencerahan (Aho Bodhinayottamam) !
Oh Jalan Penuh Kedamaian Dari Dharma (Aho Dharmanayam Santam) !
Oh Jalan Pasti Dari Mantra (Aho Mantranayam drdham) !
Ketika dharma adalah tidak timbul (anutpannesu dharmesu), melampaui di dalam sifat alaminya (svabhavatisayesu),
Seluruhnya bebas dari pikiran yang berpindah-pindah, 'kemunculan dari kebijaksanaan' diumumkan.
Ajarkan, Bhagavan, Mandala dari tiga tubuh yang tidak bisa dihancurkan, Japaan Vajra (Vajrajapam), Kebijaksanaan Besar (Mahajnanam), yang penuh kesenangan perkumpulan dari semua Mantra (ramyam sarvamantrasamuccayam);
Dengan bermeditasi pada Tiga Vajra Yang Tidak Bisa Dihancurkan, Kebijaksanaan Buddha tercapai,
Dengan praktek dari Menjapa Vajra (japavajraprayogena), semua Buddha memberikan pemberkatan Mereka (sarvabuddhair adhisthyate).
Jelaskan sekarang bagaimana menjapa rahasia Mantra dari semua keluarga, yang ditandai oleh tubuh, ucapan, dan pikiran,
Semoga 'sang Samudera Kebijaksanaan (jnanasagarah)' mendengar !
Para Buddha terlahir di dalam tiga masa waktu, memiliki tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra,
Bermeditasi pada Mantra Vajra telah mencapai kebijaksanaan yang tiada bandingan (samprapta jnanam atulam vajramantraprabhavanair )!

Kemudian Vajradhara sang Guru, yang lahir dari kebijaksanaan ruang angkasa Vajra (khavajrajnanasambhavah), sang Pembuat (karta), sang Pencipta (srasta), yang Tertinggi dari yang tinggi (varagragryo), berbicara tentang Vajrajapam :

Penjapaan arti dari semua Mantra ditandai oleh Tiga Vajra Yang Tidak Bisa Dihancurkan;
Penempatan Mantra ini di dalam pembagian tiga Vajra disebut tiga Vajra.
Didalam dasar dari tubuh, ucapan, dan pikiran, laksanakan hasil tiga kali lipat,
Melalui Vajrajapam ini anda akan menjadi sama seperti pikiran dari tiga Vajra.
Setelah bermeditasi pada tubuh, ucapan, dan pikiran dari para Buddha, sang Kebijaksanaan Vajra harus mempersembahkan di dalam pikiran pemujaan tertinggi, dan menjadi sama seperti tiga Vajra.
Setelah bermeditasi pada tubuh, ucapan, dan pikiran dari para Buddha, sang Kebijaksanaan Vajra harus mempersembahkan di dalam pikiran pemujaan tertinggi, ini mencapai Pencerahan Bodhi.
Atau yang lainnya, laksanakan hasil di dalam tiga bagian yang terpisah, dengan pemahaman wujudkan ketiadaan diri dari tubuh, ucapan, dan pikiran. Bacakan, pancarkan Vajra - Vajra, dan dalam penyelesaian cabut kembali mereka : Ini membuka mata kebijaksanaan dari semua Buddha.

Lengkapi Pencerahan dari tubuh Vajra (kayavajrabhisambodhir), pemeriksaan pada yang zat dan yang tanpa zat (bhavabhavavicaranam), adalah disebut tubuh Buddha (buddhakaya), itu disebut penjapaan dari tubuh (iti proktah kayajapah sa ucyate);
Lengkapi Pencerahan dari ucapan Samaya (vaksamayabhisambodhih), pemeriksaan pada yang suara dan yang tanpa suara (sabdasabdavicaranam), adalah disebut ucapan Vajra (vagvajra), itu disebut penjapaan dari ucapan (iti prokto vagjapah sa ucyate);
Lengkapi Pencerahan dari pikiran Samaya (cittasamayasambodhih), pemeriksaan pada Vajra yang tetap kukuh (sthitavajravicaranam), adalah disebut pikiran Vajra (Vajracittam), itu disebut penjapaan dari pikiran (iti proktam cittamjapah sa ucyate);
Pemeriksaan pada para Buddha dari tiga masa waktu, dengan penjapaan Mantra yang berhubungan, penuh kesenangan, tanpa kepadatan yang kukuh, ini disebut penjapaan Permata (ratnajapah);
Itu yang artinya adalah 'datang dan pergi', hasil dari awan-awan dari bentuk-bentuk dimana-mana di dalam Buddha-ksetra, ini disebut penjapaan yang tidak terhalangi (amoghajapah);
Dengan kebijaksanaan dari Samaya yang penuh murka (krodhasamayajnanena) dia mendengar huruf-huruf Mantra, Mandala-nya diumumkan oleh Vajra-nya, ini disebut penjapaan penuh murka (krodhajapah);
Dengan menginginkan keselamatan dan kebaikan pada semua, menempatkan para makhluk hidup yang telah menjadi terbingungkan oleh nafsu berahi di dalam tempat tinggal dari angan-angan khayalan, ini disebut penjapaan angan-angan khayalan (mohajapa);
Kata yang muncul dari kegemaran gairah, tinggal berdiam di dalam tubuh, ucapan, dan pikiran, dengan menempatkan para makhluk hidup di dalam lautan dari kegemaran gairah, ini disebut penjapaan kegemaran gairah (ragajapa);
Pikiran yang muncul dari kebencian Vajra, tinggal berdiam di dalam tubuh, ucapan, dan pikiran, menempatkan para makhluk hidup di dalam tempat tinggal dari kebencian, ini disebut penjapaan kebencian (dvesajapah);
Intisari dari tiga Samaya Vajra, sang tengah pusat diantara Samaya Vajra, ini disebut penjapaan netral dari Samaya Vajra (samayavajranam japo napumsaka);





Semua Vajradhipatih, merenungkan arti yang sesungguhnya dari 'kegemaran gairah', menghasilkan Pencerahan Bodhi melalui 'kegemaran gairah' demi kebaikan semua makhluk;
Sang Maha Vidya Locana dan seterusnya, selalu membenamkan di dalam arti yang sesungguhnya dari nafsu keinginan, berhasil dari menikmati sesuka hati kesenangan dari indera;
Sang Vidyaraja Pemilik Vajra, timbul dari Samaya Angan-Angan khayalan, mencapai di dalam keadaan netral, menganugerahi Siddhi tertinggi;
Sang Penuh Murka lahir di dalam tempat tinggal dari kebencian, selalu bermaksud membunuh, mencapai melalui arti sesungguhnya dari membunuh oleh sang Sadhaka dari Dharma tertinggi;

Demikian yang dikatakan sang Bhagavan, Mahapurusa-Samaya.

Pada tengah pusat dari inti, visualisasikan Roda dari Pemilik Roda Kebijaksanaan (hrdi madhyagatam cakram bhavayej jnanacakrinam),
Dan bermeditasi pada arti dari Roda di tengah pusat, didalam tengah-tengah dari Mandala Yang Terang (svacchamandalamadhyastham madhye cakrarthabhavana);
Pada tengah pusat dari inti, visualisasikan Vajra dari Pemilik Vajra Kebijaksanaan (hrdi madhyagatam vajram bhavayej jnanavajrinam),
Dan bermeditasi pada arti dari Mantra Vajra didalam tengah-tengah dari Mandala Vajra (vajramandalamadhyastham vajramantrarthabhavana);
Pada tengah pusat dari inti, visualisasikan Permata dari Pemilik Permata Kebijaksanaan (hrdi madhyagatam ratnam bhavayed ratnajnaninam),
Dan bermeditasi pada arti dari Mantra Permata didalam tengah-tengah dari Mandala Permata (ratnamandalamadhyastham ratnamantrarthabhavana);
Pada tengah pusat dari inti, visualisasikan Bunga Teratai dari Pemilik Bunga Teratai Kebijaksanaan (hrdi madhyagatam padmam bhavayet padmajnaninam),
Dan bermeditasi pada arti dari Mantra Bunga Teratai didalam tengah-tengah dari Mandala Dharma (dharmamandalamadhyastham padmamantrarthabhavana);
Pada tengah pusat dari inti, visualisasikan Pedang dari Pemilik Pedang Kebijaksanaan (hrdi madhyagatam khadgam bhavayet khadgajnaninam),
Dan bermeditasi pada arti dari Mantra Pedang didalam tengah-tengah dari Mandala Samaya (samayamandalamadhyastham khadgamantrarthabhavana);
Buat Lima Buddha mendekati Mandala itu, kemudian pancarkan Mereka keluar dengan cara dari Lima Sinar, dan Pencerahan Bodhi akan tercapai;
Hasil dari semua Mantra adalah dua kali lipat; Hasil dan penarikan kembali harus di kerjakan dengan membedakan antara tiga tubuh Vajra : Menyembah tubuh anda melalui intisari dari tubuh, pikiran anda melalui intisari dari pikiran, dan ucapan anda melalui intisari dari ucapan, anda akan mencapai keadaan dari pemujaan.
Visualisasikan Lima Vajra dengan lingkaran dari Mandala Besar (mahamandalacakrena pancavajravibhavana),
Dan di tengah pusat visualisasikan 'Penguasa (Adhipati)' sebagai bentuk diri anda sendiri yang memiliki tiga tubuh Vajra,
Kemudian setelah membayangkan bentuk dari Mantra Vajra anda di dalam empat Mandala dengan empat warna,
Lakukan meditasi pada arti dari Mantra didalam hati;
Di dalam meditasi Vajra, laksanakan empat perbuatan Vajra, karena ini adalah rahasia abadi dari semua Mantra : Untuk Kedamaian (santike), Locana, Untuk Kemakmuran (paustike), Pemilik Vajra Bunga Teratai (padmavajrinah), Untuk Penaklukan, Vairocana, dan Untuk Perbuatan Ganas Dari Vajra Yang Penuh Murka (vajrakrodho'bhicarake);
Ini adalah rahasia dari semua Vajra, muncul dari tiga tubuh (idam tat sarvavajranam guhyam trikayasambhavam), diwujudkan sebagai permainan dari perbuatan semua Mantra (nirmitam sarvamantranam kriyanatakalaksitam).

Kebangkitan ini harus dilaksanakan melawan mereka yang tidak mempunyai kesetiaan, mereka yang menyalahkan Guru Vajra (nindakacaryavajrinah), dan pelaku kejahatan lainnya.

Demikian yang dikatakan sang Bhagavan, Mahajnanacakravajrah.

Visualisasikan para makhluk dari tiga alam di dalam tubuh Buddha (traidhatukasthitan sattvan buddhakaye vibhavayet),
Dan setelah membayangkan mereka terbunuh oleh musuh, laksanakan perbuatan :
Pada tengah pusat ruang angkasa bayangkan Vajra lima ujung, empat muka, Vajrasattva pemilik semua aspek ketuhanan (sarvakaravaropetam vajrasattvam vibhavayet);
Pada sisi tangan kanan visualisasikan lingkaran para Buddha (buddhacakram) timbul dari Samaya dari tiga masa waktu (tryadhvasamayasambhutam), Ini lingkaran Buddha dari kekuatan besar (buddhacakram mahabalam);
Dengan membedakan antara bentuk-bentuk tubuh para Buddha, gambar bersama-sama para makhluk dari sepuluh penjuru arah kedalam sebuah bola, dan buat mereka memasuki tubuh anda,
Kemudian pancarkan keluar lagi para Buddha dari lingkaran kebijaksanaan (jnanacakrinam), penuh murka (kruddhan), dibuat sangat marah oleh kemarahan (krodhakulan dhyatva), jelek dan mengerikan (vikatotkatabhisanan),
Membawa berbagai macam senjata (nanapraharanahastagran), pikiran Mereka berniat membunuh (maranartharthacintakan), Mereka menghancurkan 'penjahat besar (mahadustan)', bahkan Vajrasattva dirinya sendiri,
Sang Buddha yang menganugerahkan pemberian dari tiga tubuh (buddha trikayavarada), tempat tinggal Mandala dari tiga Vajra (trivajralayamandalah), akan memberikan Siddhi jika ini dikerjakan selama tujuh hari, tapi jika orang yang tertipu itu tidak memberikannya, dia akan mati, tidak ada keraguan.

Samadhi itu disebut "Lingkaran Dari Perintah Dari Kebijaksanaan Dari Samaya Vajra (vajrasamayajnanajnacakro nama samadhih)"

Pada tengah pusat ruang angkasa visualisasikan Roda yang terhiasi dengan nyala api Vajra, Vairocana yang memiliki semua aspek ketuhanan, dan bayangkan Vajrasattva dari ketenaran besar muncul dari Samaya tiga masa waktu, sedang memegang di dalam tangan-Nya Vajra yang memancarkan percikan bunga api;
Dengan membedakan antara bentuk-bentuk Vajra, gambar bersama-sama para makhluk dari sepuluh penjuru arah pada sinar cahaya dan buat mereka memasuki tubuh anda;
Kemudian Teman dari kebijaksanaan tertinggi harus memancarkan semua Vajra : Semoga semua Buddha, para Yogin dari tubuh, ucapan, dan pikiran, mendengar saya ! Saya adalah Vajradhara yang mulia, yang mengatur lingkaran perintah, dengan Vajra yang bernyala api saya menghancurkan hasil dari tiga tubuh, dan jika ada yang tidak mematuhi 'hukum suci (Samaya)' dia akan binasa, tidak ada keraguan !

Samadhi itu disebut "Kebijaksanaan Vajra Dari Samaya Roda (cakrasamayajnanavajro nama samadhih)"

Pada tengah pusat ruang angkasa visualisasikan Mandala Pemilik Vajra dari para Buddha, kemudian bayangkan diri anda sendiri di dalam sifat alami Vajra anda sebagai Yamantaka dengan rombongan penggiring yang besar;
Visualisasikan para Buddha dan para Bodhisattva dari tiga masa waktu, masuk kedalam Mandala dari tiga tubuh, kemudian pancarkan keluar lagi Mereka menyerupai Yamantaka, dan dengan penuh murka bayangkan para musuh yang berpikiran jahat, para makhluk dari tiga masa waktu, terbunuh : Ini adalah Mandala dari Perintah Vajra.

Samadhi itu disebut "Kebijaksanaan Vajra Dari Tiga Tubuh Dari Yamantaka Lahir Dari Semua Samaya (sarvasamayasambhavayamantakatrikayajnanavajro nama samadhih)"

Lingkaran dari Perintah bisa digunakan dengan tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra, melalui kualitas dari Mantra-nya, atau dengan Samaya Usnisa;
Sang Pemilik Kebijaksanaan Vajra Tertinggi harus melakukan itu untuk penjagaan dari semua Mantra;
Ini disebut penjagaan dari pencerahan Bodhi dari semua Vajra.

Demikian yang dikatakan sang Bhagavan, Bodhicittah.

Pada tengah pusat ruang angkasa visualisasikan tubuh Dharma, Samaya dari tiga tubuh muncul dari bentuk yang melampaui dari Vairocana, dan kemudian pikirkan itu sebagai tempat duduk;
Bayangkan ruang angkasa terisi penuh dengan semua Buddha, dan visualisasikan kebijaksanaan makhluk, tempat tinggal dari huruf Mantra anda, di dalam bentuk dari pikiran;
Kemudian gambar bersama-sama para Buddha, lakukan meditasi pada Mereka hanya sebagai pikiran, dan ketika anda telah mengubah Mereka kedalam pikiran Vajra, buatlah Mereka memasuki tiga tubuh.

Demikian yang dikatakan sang Bhagavan, Khavajrasamayah.

Samadhi itu disebut "Penyinar Dari Permata Mantra Vajra (vajramantraratnapradyotakaro nama samadhih)"

Visualisasikan Vajrasattva yang memiliki semua aspek ketuhanan, kemudian setelah menempatkan para Buddha dalam rangka menginjak diatas air, dan bayangkan sedang menginjak atas kepala musuh dengan dua kaki bersama-sama.

Demikian yang dikatakan sang Bhagavan, Svabhavasuddhah (Murni dalam sifat alami).

Samadhi itu disebut "Menginjak Diatas Lautan Vajra (vajrodadhipadakranto nama samadhih)"

Visualisasikan Maha Indra Mandala dan tempatkan Yang Murka (Krodhakulam) di dalamnya, dan bayangkan sedang menginjak atas kepala musuh dengan tanda kaki anda dengan 'Vajra Ganda Menyilang (Karma Vajra)'.

Demikian yang dikatakan.

Samadhi itu disebut "Vajra Yang Menghancurkan Semua Pendapat Yang Salah Dari Para Bida (sarvatitthyaparapravadistambhanavajro nama samadhih)"

Visualisasikan Tiga Vajra Tertinggi (trivajragran) di dalam aspek penuh kemurkaan-nya (krodhakaram), semuanya sebesar raja gunung (giriraja), berwarna kuning serbuk sari, dan bayangkan itu ada di atas kepala musuh; Jika ini menghancurkan bahkan rombongan besar para Buddha, tidak ada keraguan itu akan menghancurkan raja manusia (narapati)

Demikian yang dikatakan sang Bhagavan, Sarvatathagatakayavakcittasambhavah (Lahir Dari Tubuh, Ucapan, dan Pikiran Dari Semua Tathagata).

Samadhi itu disebut "Menghancurkan Semua Pasukan (sarvasainyastambhano nama samadhih)"

Visualisasikan meditasi ini, hukum suci untuk menakuti musuh, dan bahkan jika Buddha tidak mematuhi Dia akan diledakkan menjadi potongan-potongan, tidak ada keraguan.

Demikian yang dikatakan sang Bhagavan, Trivajrasamayah.

Visualisasikan pisau belati Vajra berujung lima muncul dari huruf 'HUM', dan bayangkan itu ada didalam hati musuh; Bahkan rombongan besar yang penuh murka dari para Buddha akan binasa, tidak ada keraguan.

Samadhi itu disebut "Membingungkan Musuh (ripumohapakaro nama samadhih)"

Praktekkan ini di kota, di desa, atau di propinsi, dan itu akan selalu membawa kedamaian, bebas dari semua penyakit jahat.
Visualisasikan Vajra berujung lima di langit, menyala berkobar-kobar sama seperti api yang memusnahkan kalpa, dan gambar semua makhluk kedalamnya;
Kemudian pancarkan mereka keluar lagi sebagai permata-permata yang bersinar dan 'permata pengabul keinginan (cintamani)',
Dan visualisasikan awan-awan dari Dharma melaksanakan 'Penyucian (Abhiseka)'.
Melalui meditasi ini bahkan yang tidak pernah puas menjadi penuh terpuaskan, dia menjadi permata yang mulia yang mengabulkan keinginan (cintamani sriman), bermeditasi pada kemurahan hati Vajra (danavajraprabhavakah).
Memancarkan disana awan-awan dari para Buddha, Mahadharma, dan Vajrasattva, dan tempat itu akan diberkati oleh semua Buddha selama tiga kalpa yang tidak terhitung.

Ini adalah semua tubuh rahasia Buddha yang murni. (idam tat sarvabuddhanam kayaguhyam anavilam)

Samadhi itu disebut "Lahir Dari Vajra Yang Menghapus Semua Penyakit (sarvarogapanayanavajrasambhavo nama samadhih)"

Dimanapun anda mempraktekkan sumpah ini di dalam meditasi, tinggal berdiam disana, melalui yoga dari meditasi ini, anda akan diberkati oleh semua Buddha.
Visualisasikan 'sang Raja Besar Vajra Nektar (Vajramrtamaharajam)', 'sang Pisau Vajra (Vajrakilam)', dan tusuk itu dengan kobaran percikan bunga api kedalam lingkaran dari sepuluh penjuru arah.

Demikian yang dikatakan.

Samadhi itu disebut "Vajra Yang Mengatur Dan Menenangkan Dunia (jagadvinayasantivajro nama samadhih)"

Pada tengah pusat ruang angkasa visualisasikan 'Mandala Kedamaian Tertinggi (santimandalam uttamam)',
Dan visualisasikan bentuk dari Vairocana, tempatkan Pemohon di dalam hati-Nya (di daerah tengah dada atau jantung);
Bayangkan alam-alam dari ruang angkasa terisi penuh dengan para Locana,
Kemudian gambarkan Mereka bersama-sama kedalam sebuah 'bola cahaya (rasmipindena)' dan buatlah itu jatuh kebawah kedalam Pasien itu;
Sang praktisi dari sumpah ini harus memancarkan keluar 'awan-awan para Buddha (buddhameghan)' dari pori-porinya.
Dan pada saat yang sama awan-awan dari para Buddha akan menganugerahkan Penyucian pada Pasien itu,
Dan dengan cara Samaya Vajra ini dia akan menjadi yang mulia pada seluruh saat itu.

Samadhi itu disebut "Vajra Yang Mengatur Dan Menenangkan Dunia (buddhasamayameghavyuho nama samadhih)"

Pada tengah pusat ruang angkasa visualisasikan 'Mandala Indra Besar Yang Terang (mahendra mandalam subham)',
Dan visualisasikan bentuk dari Dharmadhara, tempatkan Pemohon di dalam hati-Nya;
Isi tempat tinggal yang sangat menyenangkan dari ruang angkasa dengan para Pandara,
Kemudian gambarkan Mereka bersama-sama kedalam sebuah bola cahaya yang berwarna permata dan berwarna 'permata pengabul keinginan (cintamani)' dan buatlah itu jatuh kebawah kedalam tubuh, ucapan, dan pikiran Pemohon;
Dan praktisi dari sumpah ini harus memancarkan keluar 'awan-awan permata (ratnameghan)' dari pori-porinya, dan visualisasikan 'awan-awan Dharma (dharmameghan)' melaksanakan Penyucian.
Melalui meditasi ini bahkan yang tidak pernah puas menjadi penuh terpuaskan, dia menjadi permata cintamani yang mulia, menyempurnakan kedermawanan Vajra (danavajraprasadhakah).

Samadhi itu disebut "Susunan Samaya Dari Awan Awan Dharma (dharmameghasamayavyuho nama samadhih)"

Pada tengah pusat ruang angkasa visualisasikan 'Mandala Vajra Setengah Bulan (vajracandrardhamandalam)',
Dan visualisasikan bentuk dari Aksobhya dan Amoghasiddhi, tempatkan Pemohon di dalam hati-Nya;
Bayangkan bidang dari ruang angkasa sepenuhnya terisi dengan para Buddha dan para Bodhisattva,
Dan buat Kecemerlangan Mereka jatuh pada dia dengan lima sinar cahaya;
Pada seluruh saat itu dia akan mengetahui pikiran dari semua Buddha, dan dengan penampilan dari Manjusri laksanakan perbuatan-perbuatan dari keadaan-Nya;
Dengan hati penuh kegembiraan Mereka akan menganugerahkan Penyucian yang membawa kegembiraan besar,
Dan bangkit melalui tampilan saja, dia akan menaklukkan seluruh dunia.

Samadhi itu disebut "Susunan Dari Awan-Awan Dari Samaya Permata (ratnasamayameghavyuho nama samadhih)"

Bayangkan ruang angkasa Vajra terisi dengan para Raksasa, yang ganas, terbakar dalam kemurkaan yang dahsyat, dan dengan berbagai macam serigala, burung gagak, burung bangkai, dan anjing liar;
Selalu menvisualisasikan musuh di dalam Mandala Api, mengganggu semua Buddha, dan kemudian laksanakan yoga : Bayangkan Mereka semua mengalahkan dia, sedang membawa banyak jenis dari senjata,
Dan merobek isi perut, sumsum, darah dan seterusnya, dan musuh itu akan mati. Bahkan jika Buddha atau Vajradhara divisualisasikan dalam cara ini, dia akan mati tidak lebih dari dua minggu, tidak ada keraguan.

Samadhi itu disebut "Susunan Samaya Dari Awan Awan Dharma (vajrameghasamayavyuho nama samadhih)"

Bayangkan Vairocana, warna dari awan musim gugur, berkepala tiga, putih, hitam dan merah gelap, terhiasi dengan tumpukan rambut dan mahkota; (trimukham vairocanam cintet saratkandasamaprabham sitakrsnamaharaktam jatamukutamanditam)
Bayangkan Penguasa Vajra (vajrinam), berkepala tiga, wajah-nya berwarna hitam, merah dan putih, menyala berkobar-kobar, memakai tumpukan rambut dan mahkota, menggoncang alam-alam dunia;
Bayangkan Dia yang penuh nafsu (raginam), berkepala tiga, wajah-nya berwarna merah, hitam dan putih, yang menyenangkan di dalam tumpukan rambut dan mahkota, dan anda akan pasti berhasil;
Bayangkan di dalam tangan kanan Mereka ada Roda, Vajra dan Bunga Teratai Besar;
Bayangkan bentuk Vajra Mereka dengan enam lengan, indah, membawa berbagai macam senjata.

Bayangkan Locana, berkeinginan untuk kebaikan pada semua makhluk, berkepala tiga, berwarna putih, hitam dan merah gelap, sangat cantik dalam bentuk rupa;
Bayangkan selalu sang Ratu Besar Mamaki, berkepala tiga, berwarna hitam, putih dan merah, sangat cantik dalam bentuk rupa;
Bayangkan selalu sang Ratu Besar Pandara, berkepala tiga, berwarna merah, hitam dan putih, sangat cantik dalam warna;
Bayangkan Tara memegang Vajra Bunga Teratai Malam, berkepala tiga, bersinar berseri-seri, berwarna kuning, hitam dan putih, dan anda akan mencapai kebijaksanaan;

Bayangkan sang Murka Besar Yamantaka (Yamantakam Maha Krodham), berkepala tiga, ganas dan bersinar, berwarna hitam, kasar, menakutkan untuk menakuti sendiri;
Bayangkan sang Murka besar Aparajita (Aparajitam Maha Krodham), tertawa keras, berkepala tiga, menyala berkobar-kobar dan memancarkan percikan bunga api;
Sang Yogin harus selalu membayangkan sang Murka Besar Hayagriva (Hayagrivam Maha Krodham), menyala berkobar-kobar seperti api yang memusnahkan kalpa, berkepala tiga, membasmi pelaku kejahatan;
Sang Murka Besar Vajra-Amrta (Vajramrtam Maha Krodham), menggoncang dan memancarkan percikan bunga api, seperti Vajra yang menyala berkobar-kobar, ganas, menakutkan untuk menakuti sendiri;
Bayangkan sang Murka Besar Takkiraja, sang kebijaksanaan dari hasrat keinginan, berkepala tiga, menyebabkan ketakutan tiga kali lipat, empat lengan, sangat luar biasa menakutkan;
Selalu membayangkan sang Vajra Besar Mahabala (Maha Balam Maha Vajram), menghilangkan kebodohan dari tiga dunia, menghancurkan semua pelaku kejahatan, berkepala tiga;
Bayangkan sang Murka Besar Niladanda, menyebabkan ketakutan pada tiga dunia, berkepala tiga, lahir dari tiga Vajra, menyala berkobar-kobar dengan dahsyat;
Sang Praktisi dari sumpah itu harus membayangkan sang Murka Besar Vajra-Acala , lahir dari Vajra, bermata juling (kero), lembut, memegang pedang dan tali jerat, berkepala tiga;
Bayangkan sang Maha Usnisa Ekaksara, memancarkan percikan bunga api di dalam semua penjuru arah, berkepala tiga, menyala berkobar-kobar, memegang Roda, Mandala dari meditasi (dhyanamandalam);
Bayangkan sang Sumbha, pemilik kebijaksanaan tertinggi, ganas, menciptakan lautan dari ketakutan, berkepala tiga, bentuk-Nya bersinar-sinar dengan nyala api, Mandala dari meditasi;
Tejorasi, Jayosnisa, dan Yang LainNya dari Mantra Cakra, harus dibayangkan masing-masing bergantian dengan 'Tubuh Kesenangan (Sambhoga)' Samaya Mereka;
Yang Tidak Ada Batasnya adalah Samadhi dari Mantra yang diajarkan;
Satu demi satu para Yang Penuh Murka naik diatas surga.

Pada tengah pusat dari ruang angkasa, bayangkan 'Mandala Terang yang tertinggi (svacchamandalam uttamam)', dan setelah menvisualisasikan 'bentuk gambar dari Buddha (buddhabimbam)', rubah bentuknya menjadi Vairocana;
Visualisasikan Dia penuh kedamaian, terang tembus cahaya, seperti bulan, warna dari lima sinar cahaya, muncul seperti cermin, Mandala dari tiga dunia (traidhatukasya mandalam), terhiasi dengan semua penghiasan, anda akan melihat Pencerahan Bodhi. Dengan cara ini, melakukan visualisasi di dalam meditasi Vajra, Kebesaran dari Buddha yang mengalahkan semua dunia tercapai di dalam seluruh hidup ini.

Samadhi itu disebut "Vajra Yang Indah, Kelahiran Dari Samaya Vairocana (vairocanasamayasambhavacaruvajro nama samadhih)"


Terakhir diubah oleh skipper tanggal Sat Sep 05, 2015 3:54 pm, total 13 kali diubah

skipper

Jumlah posting : 439
Join date : 27.11.08
Age : 28

Lihat profil user http://aryamahayana.forumup.com

Kembali Ke Atas Go down

Om Vajrapani Hum

Post by skipper on Sat Aug 22, 2015 11:29 pm

Pada tengah pusat dari ruang angkasa, bayangkan Mandala Vajra yang tertinggi (vajramandalam uttamam), dan setelah menvisualisasikan bentuk-gambar Buddha (buddhabimbam), ubah bentuk-Nya menjadi Vajrasattva;
Visualisasikan Dia penuh murka, seolah-olah dengan bentuk yang tembus cahaya, warna dari lima kobaran api, memiliki semua aspek ketuhanan, terhiasi dengan semua penghiasan, tempat tinggal yang penuh kedamaian dari kebijaksanaan, anda akan secara cepat mencapai sifat alami Vajra. Dengan cara ini, terbangkitkan di dalam meditasi Vajra, Kebesaran dari Vajra yang mengalahkan semua makhluk tercapai dalam seluruh hidup ini.

Samadhi itu disebut "Vajra Yang Indah, Kelahiran Dari Samaya Semua Vajra (sarvavajrasamayasambhavacaruvajro nama samadhih)"

Pada tengah pusat dari ruang angkasa, bayangkan Mandala Dharma yang tertinggi (dharmamandalam uttamam), dan setelah menvisualisasikan bentuk-gambar Buddha (buddhabimbam), ubah bentuk-Nya menjadi Dharmasattva;
Visualisasikan Dia penuh kedamaian, tubuh-Nya tembus cahaya, terhiasi dengan semua penghiasan, Roda besar yang memancarkan awan-awan dari sinar cahaya. Dengan cara ini, Kebesaran dari Dharma, lahir dari tiga tubuh yang tidak bisa dihancurkan, terhiasi dengan lautan kebijaksanaan, tercapai dalam seluruh hidup ini.

Samadhi itu disebut "Vajra Yang Indah, Kelahiran Dari Samaya Dharmasattva (dharmasattvasamayasambhavacaruvajro nama samadhih)"

Pada tengah pusat dari ruang angkasa, bayangkan Mandala Bulan yang tertinggi (candramandalam uttamam), dan setelah menvisualisasikan bentuk-gambar Buddha (buddhabimbam), ubah bentuk-Nya menjadi Locana;
Wajah yang cantik, mata yang lebar, terhiasi dengan berbagai macam permata, dilengkapi dengan semua ciri-ciri, yang tertinggi di dalam daya pikat perempuan;
Bayangkan di dalam tangan-Nya ada Roda, yang menaklukkan tiga dunia, kebijaksanaan yang mencapai semua Siddhi, Penganugerah permata cintamani.

Samadhi itu disebut "Memiliki Tanda Dari Samaya Locana (locanasamayahastagravati nama samadhih)"

Pada tengah pusat dari ruang angkasa, bayangkan Mandala Bulan yang tertinggi (candramandalam uttamam), dan setelah menvisualisasikan bentuk-gambar Buddha (buddhabimbam), ubah bentuk-Nya menjadi Khavajra;
Wajah yang cantik, mata yang lebar, warna dari bunga teratai malam yang berwarna biru, dilengkapi dengan semua ciri-ciri, Istri dari ruang angkasa;
Di dalam tangan-Nya ada Bunga Teratai malam yang berwarna merah dan yang berwarna biru, yang disembah oleh tiga dunia, kesurgaan (divyam), menyebabkan Pencerahan Buddha (buddhabodhikaram), rahasia dari Vajra Siddha (rahasyam siddhivajrinam).

Samadhi itu disebut "Ibu Dari Ruang Angkasa, Yang Memberikan Kegembiraan Kepada Awan-Awan Vajra Dari Sinar Permata (khamatrratnarasmimeghavajrahladanavati nama samadhih)"

Pada tengah pusat dari ruang angkasa, bayangkan Mandala Dharma yang tertinggi (dharmamandalam uttamam), dan setelah menvisualisasikan bentuk-gambar Buddha (buddhabimbam), ubah bentuk-Nya menjadi Dharmavajri;
Wajah yang cantik, mata yang lebar, berwarna permata merah, muncul dari khayalan ilusi tertinggi, Kecintaan dari Penguasa Kegemaran Gairah, dilengkapi dengan semua ciri-ciri (sarvalaksanasampurnam), terhiasi dengan semua penghiasan (sarvalamkarabhusitam);
Di dalam tangan-Nya ada Bunga Teratai malam yang berwarna merah, yang dimeditasi oleh semua kesurgaan Buddha (panau raktotpalam divyam sarvabuddhaprabhavitam), sumber dari kebijaksanaan Dharma, rahasia dari Mereka yang memiliki Samaya Vajra.

Samadhi itu disebut "Vajra Yang Mengajar Pencerahan Yang Terang Dan Lengkap, Intisari Dari Samaya Dharma (dharmasamayatattvabhisambodhidarsanavajro nama samadhih)"

Pada tengah pusat dari ruang angkasa, bayangkan Mandala Siddhi yang tertinggi (siddhimandalam uttamam), dan setelah menvisualisasikan bentuk-gambar Buddha (buddhabimbam), ubah bentuk-Nya menjadi Tara;
Bayangkan wajah-Nya yang cantik, mata yang lebar, terhiasi dengan berbagai-macam permata, berwarna kuning, memabukkan dengan anggur dari pesona perempuan;
Di dalam tangan-Nya ada Bunga Teratai malam berwarna kuning yang terang, dihasilkan dari meditasi Vajra, disembah oleh semua makhluk.

Samadhi itu disebut "Memiliki Samaya Tara Yang Agung (samayataragravati nama samadhih)"

Pada tengah pusat dari ruang angkasa, bayangkan Mandala Matahari yang tertinggi (suryamandalam uttamam), dan setelah menvisualisasikan bentuk-gambar Buddha (buddhabimbam), ubah bentuk-Nya menjadi Yamantaka;
Bayangkan Dia menyala berkobar-kobar, memancarkan percikan bunga api, kemurkaan yang panas, Mandala dari ketakutan (bhayamandalam), dengan mata merah dan gigi terlihat, pedang di tangan-Nya.
Bayangkan Vairocana di atas Mahkota-Nya, sang Pemilik Vajra akan bergembira, karena ini adalah 'hukum suci (samaya)' dari semua Yang Penuh Murka, para Pemilik Kebijaksanaan Vajra.

Samadhi itu disebut "Penampilan Dari Hasil Yamantaka (yamantakasphuranavabhasavyuho nama samadhih)"

Pada tengah pusat dari ruang angkasa, bayangkan Mandala Matahari yang tertinggi (suryamandalam uttamam), dan setelah menvisualisasikan bentuk-gambar Buddha (buddhabimbam), ubah bentuk-Nya menjadi Aparajita;
Bayangkan Dia menyala berkobar-kobar, memancarkan percikan bunga api, memakai lilitan ular, mulut-Nya terbuka lebar, menakutkan, berwarna putih.
Bayangkan Aksobhya di atas Mahkota-Nya, sang Pemilik Vajra akan bergembira, karena ini adalah 'hukum suci (samaya)' dari semua Yang Penuh Murka (sarvakrodhanam), para Pemilik Kebijaksanaan Vajra.

Samadhi itu disebut "Penampilan Dari Vajra Aparajita (aparajitavajravyuho nama samadhih)"

Pada tengah pusat dari ruang angkasa, bayangkan Mandala Matahari yang tertinggi (suryamandalam uttamam), dan setelah menvisualisasikan bentuk-gambar Buddha (buddhabimbam), ubah bentuk-Nya menjadi Haya-vajra;
Bayangkan Dia penuh kemurkaan, memancarkan percikan bunga api di semua penjuru arah, membasmi para pelaku kejahatan, berwarna merah.
Bayangkan Amitabha di atas Mahkota-Nya, sang Pemilik Vajra akan bergembira, karena ini adalah 'hukum suci (samaya)' dari semua Yang Penuh Murka (sarvakrodhanam), para Pemilik Kebijaksanaan Vajra.

Samadhi itu disebut "Penampilan Dari Kelahiran Dari Hayagriva (hayagrivotpattisambhavavyuho nama samadhih)"

Pada tengah pusat dari ruang angkasa, bayangkan Mandala Matahari yang tertinggi (suryamandalam uttamam), dan setelah menvisualisasikan bentuk-gambar Buddha (buddhabimbam), ubah bentuk-Nya menjadi Vajra-Amrta;
Bayangkan Dia menyala berkobar-kobar, memancarkan percikan bunga api, dikelilingi oleh awan-awan Vajra, penuh kemurkaan dan panas, berwarna hitam, dengan gigi yang tajam.
Bayangkan Aksobhya di atas Mahkota-Nya, sang Pemilik Vajra akan bergembira, karena ini adalah 'hukum suci (samaya)' yang tidak bisa dihancurkan dari semua Yang Penuh Murka (sarvakrodhanam).

Samadhi itu disebut "Kelahiran Vajra Dari Samaya Nektar (amrtasamayasambhavavajro nama samadhih)"

Pada tengah pusat dari ruang angkasa, bayangkan Mandala Matahari yang tertinggi (suryamandalam uttamam), dan setelah menvisualisasikan bentuk-gambar Buddha (buddhabimbam), ubah bentuk-Nya menjadi Takki-sattva;
Bayangkan Dia murka, dengan penampilan yang mengerikan, menakutkan untuk menakuti sendiri, dilengkapi dengan semua penghiasan, berwarna Vajra.
Bayangkan Aksobhya di atas Mahkota-Nya, kegembiraan akan meningkat, karena ini adalah 'hukum suci (samaya)' yang tidak bisa dihancurkan dari semua Yang Penuh Murka (sarvakrodhanam).

Samadhi itu disebut "Kegembiraan Dari Pencerahan Dalam Meditasi Vajra (dhyanavajrasambodhiratir nama samadhih)"

Pada tengah pusat dari ruang angkasa, bayangkan Mandala Matahari yang tertinggi (suryamandalam uttamam), dan setelah menvisualisasikan bentuk-gambar Buddha (buddhabimbam), ubah bentuk-Nya menjadi Maha Bala;
Bayangkan Dia menyala berkobar-kobar, memancarkan percikan bunga api, tempat tinggal Mandala dari tiga Vajra (trivajralayamandalam), ganas dan murka, memegang tali jerat, Pemilik kekuatan Vajra.
Bayangkan Aksobhya di atas Mahkota-Nya, kegembiraan akan meningkat, karena ini adalah 'hukum suci (samaya)' yang tidak bisa dihancurkan dari semua Yang Penuh Murka (sarvakrodhanam).

Samadhi itu disebut "Vajra Tiga Kekuatan (tribalavajro nama samadhih)"

Pada tengah pusat dari ruang angkasa, bayangkan Mandala Matahari yang tertinggi (suryamandalam uttamam), dan setelah menvisualisasikan bentuk-gambar Buddha (buddhabimbam), ubah bentuk-Nya menjadi Nila-Vajra;
Bayangkan Dia murka, dengan penampilan yang mengerikan, menakutkan untuk menakuti sendiri, tubuh berwarna hitam, ganas, menciptakan lautan hitam (krsnodadhipravardhanam), menyala berkobar-kobar dan memancarkan percikan bunga api (sphulingagahanam diptam), Pembawa tongkat Vajra (dandavajrinam).
Bayangkan Aksobhya di atas Mahkota-Nya, kegembiraan akan meningkat, karena ini adalah 'hukum suci (samaya)' yang tidak bisa dihancurkan dari semua Yang Penuh Murka (sarvakrodhanam).

Samadhi itu disebut "Memiliki Samaya Vajradanda (vajradandasamayagravati nama samadhih)"

Pada tengah pusat dari ruang angkasa, bayangkan Mandala Matahari yang tertinggi (suryamandalam uttamam), dan setelah menvisualisasikan bentuk-gambar Buddha (buddhabimbam), ubah bentuk-Nya menjadi Acala yang agung (acalagram);
Bayangkan Dia murka dan mengerikan, mata juling (kero), menggoncang, memegang tali jerat dan pedang, menyala berkobar-kobar dan memancarkan percikan bunga api (sphulingagahanam diptam), Pemilik Kestabilan Vajra (acalavajrinam).
Bayangkan Aksobhya di atas Mahkota-Nya, kegembiraan akan meningkat, karena ini adalah 'hukum suci (samaya)' yang tidak bisa dihancurkan dari semua Yang Penuh Murka (sarvakrodhanam).

Samadhi itu disebut "Menginjak Samaya Dari Alam Dari Ruang Angkasa Vajra (khavajradhatusamayapadakranto nama samadhih)"

Pada tengah pusat dari ruang angkasa, bayangkan Mandala Matahari yang tertinggi (suryamandalam uttamam), dan setelah menvisualisasikan bentuk-gambar Buddha (buddhabimbam), ubah bentuk-Nya menjadi Vidyacakra;
Bayangkan Dia dilengkapi dengan semua ciri-ciri, dilingkari oleh roda api, memancarkan percikan bunga api, Samaya dari lingkaran Usnisa.
Bayangkan Aksobhya di atas Mahkota-Nya, kegembiraan akan meningkat, karena ini adalah 'hukum suci (samaya)' yang tidak bisa dihancurkan dari semua Yang Penuh Murka (sarvakrodhanam).

Samadhi itu disebut "Samaya Usnisa, Lingkaran Kekuatan Vidya (usnisasamayavidyabalacakro nama samadhih)"

Pada tengah pusat dari ruang angkasa, bayangkan Mandala Matahari yang tertinggi (suryamandalam uttamam), dan setelah menvisualisasikan bentuk-gambar Buddha (buddhabimbam), ubah bentuk-Nya menjadi Vajra Sumbha;
Bayangkan tubuh-Nya menyala berkobar-kobar dengan api yang dahsyat, memancarkan awan-awan Vajra, terbakar terang, Vajra di tangan-Nya, anda akan mencapai Siddhi.
Bayangkan Aksobhya di atas Mahkota-Nya, kegembiraan akan meningkat, karena ini adalah 'hukum suci (samaya)' yang tidak bisa dihancurkan dari semua Yang Penuh Murka (sarvakrodhanam).

Samadhi itu disebut "Kelahiran Dari Samaya Vajra Sumbha (vajrasamayasumbhavajro nama samadhih)"

Melalui Penghentian oleh lingkaran dari para Yang Penuh Murka (nirodhakrodhacakrena),
Dengan bergantung pada Lingkaran dari para Buddha (buddhacakranisevina),
Kebijaksanaan Samadhi Vajra tercapai dari Mandala Vajra (samadhivajrajnanani sidhyante vajramandalat).





BAB XIV
Kayavakcittadbhutamantrakarsanavijrmbhitarajo nama samadhi patala


Kemudian sang Bhagavan Sarvatathagatasamayadhipatir Maha Vajradharah memasuki Samadhi yang bernama "Samaya Tertinggi Dari Kedamaian (santisamayagram nama samadhim)" dan menghasilkan dari Tubuh, Ucapan, dan Pikiran Vajra-Nya 'sang Ratu Agung dari semua Tatthagata (sarvatathagatabharyam)' : OM RU RU SPHURU JVALA TISTHA SIDDHALOCANE SARVARTHA SADHANI SVAHA

Segera setelah ini diucapkan, mereka yang senang di dalam semua kesempurnaan, menjadi terpenuhi dengan kegembiraan dan kesenangan dan merenungkan Buddha Vajra. Dia disebut Ibu Kedamaian dari para Buddha, Dia menyelesaikan semua perbuatan, mengembalikan yang sudah mati menjadi hidup dan membangkitkan Samaya Vajra.

Demikian itu yang dikatakan.

Kemudian sang Bhagavan Trikayasamayakrodhavajrah memasuki Samadhi yang bernama "Vajra Samaya Dari Zat Dan Yang Bukan Zat (bhavabhavasamayavajram nama samadhim)" dan menghasilkan dari Tubuh, Ucapan, dan Pikiran Vajra-Nya 'sang Ratu Besar Tertinggi dari semua Vajradhara (sarvavajradharagramahisim)' ini : OM SANKARE SANTIKARE GHUTTA GHUTTA GHUTTINI GHATAYA GHATAYA GHUTTINI SVAHA

Segera setelah ini diucapkan, para Pemilik Tiga Vajra Yang Tidak Bisa Dihancurkan (trivajrabhedyavajrinah) membuka lebar mata Mereka dengan kegembiraan dan merenungkan Pikiran Vajra. Dia selalu menyelesaikan perbuatan-perbuatan dari perlindungan Vajra dan memberikan kekuatan kepada mereka yang menderita Ketakutan Vajra Besar (mahavajrabhayartanam).

Kemudian sang Bhagavan memasuki Samadhi yang bernama "Penglihatan Dari Samaya Dari Kegemaran Gairah (maharagasamayavalokanam nama samadhim)" dan menghasilkan dari Tubuh, Ucapan, dan Pikiran Vajra-Nya 'sang Ratu Tertinggi dari Tubuh Dharma (dharmakayagrabharyam)' ini : OM KATE VIKATE NIKATE KATAMKATE KAROTAVIRYE SVAHA

Segera setelah ini diucapkan, mereka yang menjunjung tinggi Vajra Dharma Yang Tertinggi, bersuka-cita, menjadi terserap di dalam meditasi, dan merenungkan Dharma Vajra. Gudang Harta Yang Abadi, Dia selalu menciptakan kekuatan untuk memakmurkan Dharma melalui hanya membaca Mantra, sesuai dengan kata dari Ucapan Vajra.

Kemudian sang Bhagavan memasuki Samadhi yang bernama "Kelahiran Dari Samaya Semesta (samantasamayasambhavavajram nama samadhim)" dan menghasilkan dari Tubuh, Ucapan, dan Pikiran Vajra-Nya 'sang Ratu Tertinggi dari Makhluk-Makhluk Samaya (samayasattvagrabharyam)' ini : OM TARE TUTTARE TURE SVAHA

Segera setelah ini diucapkan, semua Buddha yang lahir dari Diri Besar (Mahatmajah), bersuka-cita (harsita), mencapai kebijaksanaan, dan 'merenungkan Tubuh Vajra (vajrakayam anusmaram)'. Seketika itu juga, Dia menaklukkan rombongan besar para Buddha dan para Vajra dan seluruh alam para makhluk hidup (buddhavajramahasainyam sattvadhatum samantatah), membuat Mereka semua memperhamba dan diam tak bergerak (karoti dasavat sarvam niscestam vasakrt ksanat).

Demikian itu yang dikatakan.

Kemudian sang Bhagavan Sarvatathagatakayavakcittavajra Tathagatah memasuki Samadhi yang bernama "Awan Vajra Dari Sinar Yang Tidak Bernoda (vimalarasmimeghavajram nama samadhim)" dan menghasilkan dari Tubuh, Ucapan, dan Pikiran Vajra-Nya 'sang Penuh Murka Besar Yamantaka Vajra (vajrayamantakamahavajrakrodham)' ini :

NAMAH SAMANTAKAYAVAKCITTAVAJRANAM OM KHA KHA KHAHI KHAHI SARVADUSTASATTVADAMAKA ASIMUSALAPARASUPASAHASTA CATURBHUJA CATURMUKHA SATCARANA AGACCHA SARVADUSTAPRANAPAHARINE MAHAVIGHNAGHATAKA VIKRTANANA SARVABHUTABHAYAMKARA ATTATTAHASANADINE VYAGHRACARMANIVASANA KURU KURU SARVA KARMANI CHINDA CHINDA SARVAMANTRAN BHINDA BHINDA PARAMUDRAM AKARSAYA AKARSAYA SARVABHUTANI MATHA MATHA NIRMATHA NIRMATHA SARVADUSTAN PRAVESAYA PRAVESAYA MANDALAMADHYE VAIVASVATAJIVITANTAKARA MAMA SARVAKARYAM KURU KURU DAHA DAHA PACA PACA MA VILAMBA MA VILAMBA SAMAYAM ANUSMARA HUM HUM PHAT PHAT SPHOTAYA SPHOTAYA SARVAN NASAYA RIPUN KARA KARA SARVASAPARIPURAKA HE HE BHAGAVAN KIM CIRAYASI MAMA SARVARTHAN SADHAYA SVAHA

Segera setelah ini diucapkan, semua Buddha Yang Termasyhur Besar (sarva buddha mahayasah), ketakutan dan khawatir di dalam hati Mereka, merenungkan Pikiran Vajra. Dengan mengambil tulang yang tidak rusak, berbentuk bagus dan menyenangkan, injaklah itu dan renungkan Mantra ini; Jika itu diucapkan tiga kali, Locana dan Mamaki dari Keluarga Vajra Besar akan pasti seketika itu juga tertangkap.

Demikian yang dikatakan sang Bhagavan, Cittavajrah (Pikiran Vajra).

Kemudian sang Bhagavan Vairocana Vajra Tathagata memasuki Samadhi yang bernama "Yang Tertinggi Diantara Kumpulan Dari Sinar Samaya (samayarasmigahanagram nama samadhim)" dan menghasilkan dari Tubuh, Ucapan, dan Pikiran Vajra-Nya 'sang Yang Penuh Murka Vajra Amrta Samaya (amrtasamayavajrakrodham)' ini :

NAMAH SAMANTAKAYAVAKCITTAVAJRANAM NAMO VAJRAKRODHAYA MAHADAMSTROTKATABHAIRAVAYA ASIMUSALAPARASUPASAHASTAYA OM AMRTAKUNDALI KHA KHA KHAHI KHAHI TISTHA TISTHA BANDHA BANDHA HANA HANA DAHA DAHA GARJA GARJA VISPHOTAYA VISPHOTAYA SARVAVIGHNAVINAYAKAN MAHAGANAPATIJIVITANTAKARAYA SVAHA

Segera setelah ini diucapkan, semua Buddha Yang Termasyhur Besar (athasmin bhasitamatre sarve buddha mahayasah),
Pingsan dan penuh ketakutan, merenungkan tubuh Vajra (murcchita bhayam apede vajrakayam anusmaram).
Dengan penggunaan dari semua Mantra, Dalam tindakan dari Vajra pengusiran (sarvamantraprayogesu vajroccatanakarmani),
Bahkan rombongan para Buddha Mereka Sendiri akan terusir keluar sesuai dengan ritual (uccatayati vidhina buddhasainyam api svayam).

Kemudian sang Bhagavan Ratnaketu Tathagata memasuki Samadhi yang bernama "Sinar-Sinar Vajra Dari Buddha (buddharasmivajram nama samadhim)" dan menghasilkan dari Tubuh, Ucapan, dan Pikiran Vajra-Nya 'sang Penuh Murka Besar Aparajita Vajra (vajraparajitamahakrodham)' ini :

NAMAH SAMANTAKAYAVAKCITTAVAJRANAM OM HUM JINA RITITTA HUM HUM PHAT PHAT SVAHA

Segera setelah ini diucapkan, semua Buddha yang lahir dari Diri Besar, ketakutan dan khawatir di dalam hati Mereka, merenungkan pikiran dari Pencerahan (bodhicittam anusmaran). Ketika para raksasa yang ganas dan kejam muncul dengan kengerian besar dan kebingungan, Dia melaksanakan perbuatan sesuai dengan ritual.

Kemudian sang Bhagavan Amitayus Tathagata memasuki Samadhi yang bernama "Vajra Lahir Dari Amita (amitasambhavavajram nama samadhim)" dan menghasilkan dari Tubuh, Ucapan, dan Pikiran Vajra-Nya 'sang Penuh Murka Vajra Besar Padmasambhava (padmasambhavamahavajrakrodham)' ini :

NAMAH SAMANTAKAYAVAKCITTAVAJRANAM OM HUM HUM HUM TARULA VIRULA SARVAVISAGHATAKA JVALITASPHULINGA ATTATTAHASA KESARISATATOPATAMKARA VAJRAKHURANIRGHATANA CALITAVASUDHATULA NISVASAMARUTOTKSIPTADHARANIDHARA BHISANATTATTAHASA APARIMITABALAPARAKRAMA ARYAGANABHITABHUTAGANADHYUSITA BUDDHA BUDDHA HAYAGRIVA KHADA KHADA PARAMANTRAN CHINDA CHINDA SIDDHIM ME DISA AVESAYA SARVAJVARAPISACAN SARVAGRAHESVAPRATIHATO BHAVA VAJRADAMSTRA KIM CIRAYASI IDAM DUSTAGRAHAM DUSTASARPAM VA DHUNA DHUNA MATHA MATHA MARDA MARDA PATAYA PATAYA MATA MATA BANDHA BANDHA BUDDHA DHARMA SANGHANUJNATAM KARMA KURU SIGHRAM HAYAGRIVAYA PHAT VAJRAYA PHAT VAJRAGATRAYA PHAT VAJRANETRAYA PHAT VAJRADAMSTRAYA PHAT VAJRAKHURAYA PHAT VAJRAKHURANIRGHATANAYA PHAT PARAMANTRAVINASAYA PHAT TRAILOKYABHAYAMKARAYA PHAT SARVAKARMESVAPRATIHATAYA PHAT VAJRAKULASAMTRASANAYA PHAT HUM HUM HUM PHAT PHAT PHAT SVAHA

Segera setelah ini diucapkan, para Anak yang lahir pertama dari Dharma Vajra, ketakutan dan pingsan, merenungkan sang Raja kebijaksanaan (jnanarajam anusmaran). Membangkitkan sang Raja Yang Penuh Murka, Dia memurnikan seluruh alam ruang angkasa, dipenuhi dengan racun, berwarna Cahaya Vajra Halahala (vajrahalahalaprabham).

Kemudian sang Bhagavan Amoghasiddhi Tathagata memasuki Samadhi yang bernama "Keagungan Vajra Lahir Dari Samaya Amogha (amoghasamayasambhavaketuvajram nama samadhim)" dan menghasilkan dari Tubuh, Ucapan, dan Pikiran Vajra-Nya 'sang Raja Penuh Murka Nila-Vajra-danda (nilavajradandakrodharajam)' ini :

NAMAH SAMANTAKAYAVAKCITTAVAJRANAM OM EHYEHI BHAGAVAN NILAVAJRADANDA TURU TURU HULU HULU HA HA GULU GULU GULAPAYA GULAPAYA KRAMA KRAMA BHAGAVAN VAYUVEGENA BHUTAN SIGHRAM DAHA DAHA DARA DARA VAHA VAHA PACA PACA MATHA MATHA PATAYA PATAYA MATA MATA MOTAPAYA MOTAPAYA SARVAKARMANI CHINDA CHINDA BHAKSAYA BHAKSAYA MEDAM ASYA MEDAMAJJARUDHIRAPRIYA EHYEHI BHAGAVAN SARVAVIGHNANI SARVAVIDYANI SARVAMANTRANI SARVAMULAKARMANI KRTRIMAVISADINI SARVAGRAHAN HANA HANA BHANJA BHANJA MARDA MARDA IDAM ME KARYAM SADHAYA HUM NILAYA NILAVAJRADANDAYA TURU TURU VIGHNAVINAYAKA NASAYA NASAYA HURU HURU DIPTACANDAYA SARVASATRUNAM HRDAYANI PIDAYA CHINDA CHINDA PARAVIDYANAM CHEDAKA HUM VIDYANAM SISTAKA SMARA SAMAYAM VAJRADHARAVACANAM MARMANI NIKRNTAYA HUM HANA HANA DAHA DAHA KURU KURU TURU TURU HURU HURU PHAT PHAT HUM HUM KRTANTAYA DEVARSIVIDRAPAKAYA HANA HANA VAJRADANDENA SVAHA

Segera setelah ini diucapkan, semua Anak yang lahir dari Yang Sangat Jahat, ketakutan dan khawatir di dalam hati Mereka, merenungkan Vajrasattva. Terbangkitkan sesuai dengan ritual dengan 108 kali pembacaan, sang Raja Yang Penuh Murka Yang Termasyhur Besar ini menghancurkan semua Pelaku Kejahatan.

Kemudian sang Bhagavan Aksobhya Tathagata memasuki Samadhi yang bernama "Keagungan Awan Semesta (samantameghasriyam nama samadhim)" dan menghasilkan dari Tubuh, Ucapan, dan Pikiran Vajra-Nya sang Vajra Maha Bala ini :

NAMAH SAMANTAKAYAVAKCITTAVAJRANAM OM HUM HUM HUM PHAT. PHAT PHAT OM UGRASULAPANI HUM HUM HUM PHAT PHAT PHAT OM JYOTINIRNADA HUM HUM HUM PHAT PHAT PHAT OM MAHA BALAYA SVAHA

Segera setelah ini diucapkan, semua Naga yang maha kuat (athasmin bhasitamatre sarve naga mahabalah),
ketakutan dan khawatir di dalam hati Mereka, merenungkan Tiga Tubuh Vajra (bhitah samtrastamanasah trikayavajram anusmaran).
Hanya dengan cara membaca Mantra itu, menyelesaikan semua perbuatan (japamantraprayogena sarvakarmani sadhayet),
dan membuat hujan turun di waktu kekeringan (anavrstisamaye patayed varimandalam).

Kemudian sang Bhagavan memasuki Samadhi yang bernama "Vajra Dari Kehancuran Semesta (samantanirghatavajram nama samadhim)" dan menghasilkan dari Tubuh, Ucapan, dan Pikiran Vajra-Nya sang Murka Besar dari semua Tathagata, Takkiraja (sarvatathagatatakkirajam mahakrodham) ini :

NAMAH SAMANTAKAYAVAKCITTAVAJRANAM OM TAKKI HUM JAH

Segera setelah ini diucapkan, semua Buddha yang lahir dari Diri Besar,
ketakutan, mengambil perlindungan di dalam Samaya dan merenungkan Tiga Tubuh Vajra.
Menginjak pada gambar dengan kaki kanan, di dalam meditasi pada Vajrasattva,
Dengan Mantra dari Tiga Vajra, Penangkapan dari semua Mantra berlangsung.

Kemudian sang Bhagavan memasuki Samadhi yang bernama "Air Vajra Dari Kalung Karangan Bunga Dari Kebijaksanaan (jnanamalambuvajram nama samadhim)" dan menghasilkan dari Tubuh, Ucapan, dan Pikiran Vajra-Nya Samaya Yang Ganas, Acala Vajra (acalavajracandasamayam) ini :

NAMAH SAMANTAKAYAVAKCITTAVAJRANAM OM ACALA KANA CANDA NATTA MATTA MATTA MOTTA MOTTA SATTA SATTA TATTA TATTA HANA HANA DAHA DAHA MOHA MOHA MOHAKARA HASA HASA VAJRA-HASAM KURU HASA HASA MARDARATA MARDARATA GARJA GARJA HANA HANA BANDHA BANDHA TISTHA TISTHA AVISA AVISA MAHAMANTRA-PALAKA DHUNA DHUNA TINI TINI KHADA KHADA VIGHNAN MARAYA MARAYA DUSTAM BHAKSA BHAKSA SARVAN KURU KURU KIRI KIRI MAHAVISAMAVAJRA SPHOTAYA SPHOTAYA HUM HUM HUM TRIBALITARANGANARTAKA AM AM AM HAM HAM HAM ACALACETA SPHOTAYA SPHOTAYA HUM HUM HUM ASAMANTIKA TRATA MAHABALA SATAYA PARAMANTRAN AM AM HAM MAM SUDHYATU LOKAS TUSYATU VAJRI NAMOSTVAPRATIHATABALEBHYAH JVALAYA TRATA ASAHA NAMAH SVAHA

Segera setelah ini diucapkan, semua Dewa bersama-sama dengan rombongan penggiring Mereka,
Pingsan dan khawatir di dalam hati Mereka, merenungkan Tubuh Vajra.
Dengan Mantra dari Yang Penuh Murka ini, Maha Dewa dan para Dewa yang lainnya, ketakutan,
Memiliki kekuatan Riddhi yang besar, tertangkap di dalam yantra yang tergabung (bhitah samputakayena akrsyanti maharddhikah).

Kemudian sang Bhagavan memasuki Samadhi yang bernama "Vajra Hasil Dari Samaya (samayavijrmbhitavajram nama samadhim)" dan menghasilkan dari Tubuh, Ucapan, dan Pikiran Vajra-Nya Yang Murka Besar, Sumbha, Samaya dari semua Vajradhara (sarvavajradharasamayam samayasumbhamahakrodham) ini :

OM SUMBHA NISUMBHA HUM GRHNA GRHNA HUM GRHNAPAYA GRHNAPAYA HUM ANAYA HO BHAGAVAN VIDYARAJA HUM PHAT

Segera setelah ini diucapkan, semua dewi dengan kekuatan rddhi yang besar,
Telanjang, rambut Mereka berhamburan terlepas, merenungkan Vajrasattva.
Terikat dengan pengait Vajra dan jerat Raja dari semua Tathagata,
Terinjak-injak oleh Vajrasattva, semua dewi tertangkap.

Kemudian sang Bhagavan memasuki Samadhi yang bernama "Vajra Yang Timbul Dari Kebenaran Dari Samaya Besar (mahasamayatattvotpattivajram nama samadhim)" dan menghasilkan dari Tubuh, Ucapan, dan Pikiran Vajra-Nya Tempat tinggal dari kebenaran dari ucapan Samaya, rahasia dari tiga Vajra, Samaya besar (mahasamayatrivajraguhyavaksamayatattvapadam) ini :

Lakukan meditasi pada Vajrasattva di dalam tiga tubuh dari Vajra Buddha (buddhavajratrikayesu vajrasattvavibhavana),
Kemudian Buddha akan tertangkap oleh Pembawa jerat dan pengait Vajra (pasavajrankusadharair buddhakarsanam uttamam).
Dengan cara dari Roda Besar, menyatukan tubuh dan ucapan dari Buddha (buddhavakkayayogena mahacakraprayogatah),
Vajrasattva sang Raja Besar selalu pasti tertangkap (vajrasattvo maharaja dhruvam akrsyate sada).
Melalui Roda, Teratai, dan Vajra besar, melakukan meditasi pada tiga Vajra yang tidak bisa dihancurkan (cakrapadmamahavajrais trivajrabhedyabhavanaih),
Semua Mantra akan tertangkap dengan pengait Vajra dan pengait lainnya yang berbeda (vajrankusaprabhedena sarvamantrakarsanam param).


Terakhir diubah oleh skipper tanggal Mon Sep 07, 2015 8:50 pm, total 2 kali diubah

skipper

Jumlah posting : 439
Join date : 27.11.08
Age : 28

Lihat profil user http://aryamahayana.forumup.com

Kembali Ke Atas Go down

Om Vajrapani Hum

Post by skipper on Tue Aug 25, 2015 9:37 pm

Setelah menvisualisasikan perwujudan dari Mantra anda, penuh kedamaian, dengan sifat alami dari semua Vajra, menangkap yang terbaik dari gadis manusia melalui pengait Vajra di dalam hatinya;
Dia akan pasti selalu tertangkap dengan cara dari Mandala udara.
Visualisasikan 'bentuk gambar besar dari Vairocana (vairocanamahabimbam)' di dalam 'Mandala Bulan (candramandalam)' dan bayangkan Saci sedang berdiri disana;
Dengan perbuatan dari Vajra Amrta, jika anda membaca Mantra-Nya lima puluh kali, dia pasti akan terttangkap.
Visualisasikan 'bentuk gambar besar dari Pengait Vajra (vajrankusamahabimbam)', di dalam Mandala Vajra, warna dari Api Vajra yang dahsyat, dan gadis ruang angkasa akan tertangkap.
Visualisasikan Samaya Vajra yang penuh murka (svakrodhavajrasamayam) yang tinggal berdiam di dalam dunia bawah Vajra (vajrapatalavasinam),  
Dan gadis iblis akan tertangkap dengan tombak, pengait Vajra, dan tali jerat.
Letakkan kapur atau tanah merah di dalam mulut anda ketika gerhana bulan, capai keberhasilan dengan cara dari pengait Vajra. Nama Dewa apapun yang anda tulis, Brahma, Rudra dan seterusnya, mereka akan mendekat diatasi dengan ketakutan, sesuai dengan kata dari ucapan Vajra.
Visualisasikan Manjuvajra, memiliki semua aspek ketuhanan, dan bayangkan Yamantaka Maha Krodha, Pengait Vajra (Vajrankusa), kemudian visualisasikan lingkaran besar dari api yang memusnahkan kalpa, nikmati gadis yaksa.

Demikian yang Dia katakan.

Cara dari penangkapan telah dijelaskan dengan Mudra dan Mantra yang berbeda untuk Mereka semua, dan jika itu dikerjakan dengan cara sebaliknya, itu akan gagal.
Vajrasattva Maha Raja harus harus dibangkitkan lagi dan lagi (vajrasattvo maharaja codaniyo muhurmuhuh), karena dia adalah Raja Keabadian Tertinggi dari semua Mantra (sa eva sarvamantranam raja paramasasvatah).

Kemudian sang Bhagavan memasuki Samadhi yang bernama "Kebijaksanaan Vajra Yang Dihasilkan Diseluruh Ruang Angkasa (samantavijrmbhitajnanavajram nama samadhim)" dan menghasilkan dari Tubuh, Ucapan, dan Pikiran Vajra-Nya sang Tuan Putri Dari Raja Samaya Besar Ucapan Vajra (mahasamayarajavagvajragrim), yang bernama Vajra Ekajata (vajraikajatam nama) ini : OM SULINI SVAHA

Segera setelah ini diucapkan, para gadis Naga dengan kekuatan rddhi yang besar,
telanjang dan terbakar, merenungkan Pencerahan Bodhi Buddha,
Dengan Mantra-Vidya ini semua ular naga akan tertangkap;
Menangkap gadis naga bermata lebar, nikmati dia.

Kemudian sang Bhagavan memasuki Samadhi yang bernama "Vajra Yang Lahir Dari Samaya Ruang Angkasa (gaganasamayasambhavavajram nama samadhim)" dan menghasilkan dari Tubuh, Ucapan, dan Pikiran Vajra-Nya Samaya Dharma Besar, Vajra Bhrkuti (mahadharmasamayavajrabhrkutim) ini : OM BHAYANASANI TRASANI TRASA TRASAYA BHRKUTI TATI VAIRATI SVETA SVETA JATINI SVAHA

Segera setelah ini diucapkan, semua putri dari para Vidyadhara, menggigil gemetar dan penuh ketakutan, merenungkan kebijkasanaan Vajra.
Dengan Mantra-Vidya dan Hukum Suci (samayadyena) ini, tangkap gadis Vidyadhara dengan anting-anting emas-nya yang berayun-ayun;
Mereka yang lahir dari tiga kebijaksanaan Vajra adalah segera tertangkap dimana-mana oleh Raja Vajra dari Penekanan, sangat sempurna dan indah.

Lebih lanjut, di tempat-tempat yang tinggi dan sunyi, itu diajarkan bahwa para parktisi Mantra menyelesaikan semua perbuatan dengan seratus-ribu kali pembacaan dari semua Yang Penuh Murka.
Mereka yang menyalahkan guru (acaryanindanapara) dan berbicara buruk kepada Mahayana (mahayanagranindakah) harus dengan rajin dihancurkan dan diusir;
Dengan cara ini, orang mencapai Siddhi dari Mantra dan Pencerahan Bodhi tertinggi.

Demikian yang dikatakan Dia.

Visualisasikan sesuai dengan ritual para musuh yang berpikiran jahat menghancurkan tubuh, ucapan, dan pikiran dari semua makhluk dari sepuluh penjuru arah, kemudian memakai pakaian dibuat basah dengan darah, air atau kencing, injak pada gambar dan mohon pada Raja yang penuh murka dengan seratus delapan kali pembacaan penuh, dan bahkan Buddha pasti akan dihancurkan;
Setelah membasahkan pakaian anda dengan air, ketika yang penuh murka telah mengikat dia, injak gambar itu dengan kaki kiri, dan bahkan Buddha pasti akan dihancurkan;
Memakai pakaian dibuat basah dengan kencing, menjijikkan dan berbau busuk, baca Mantra itu, dan dia akan segera mengerut dan mati;
Memakai pakaian dibasahi dengan abu dan air, secara penuh murka membaca Mantra seratus delapan kali, dan bahkan Vajrasattva akan dihancurkan;
Memakai pakaian dibasahi dengan air, dengan pikiran marah, telanjang dan dengan rambut lepas berhamburan, menakutkan dan liar, injak gambar dnegan kaki, dan bahkan menghancurkan alam ruang angkasa itu sendiri.

Demikian yang dikatakan Dia.

Laksanakan perbuatan ganas di dalam kuil dari para Ibu, di dalam pemakaman, di dalam rumah kosong, di persimpangan jalan, atau dekat gambar tunggal atau pohon tunggal. Baca Mantra itu seratus delapan kali dan sembunyikan pisau yang terbuat dari tulang manusia, delapan jari panjangnya, di dekat pintu musuh : Dalam dua minggu, Buddha, Penganugerah Tiga Tubuh, bebas dari pengetahuan dan ketidaktahuan, akan menghilang dan mati;
Atau lainnya, orang yang bijaksana harus mengambil tengkorak yang tepat dan menulis Mantra disiitu, membaca dengan bahasa Vajra, kemudian sembunyikan itu di dekat pintu musuh atau di dalam desanya, dan dia pasti akan terusir;
Atau lainnya, tulis mantra dari Yang Penuh Murka di daun palem atau beberapa bahan yang lainnya dan sembunyikan itu di dekat rumah musuh atau pintu-nya, dan dia akan mengerut dan mati;

Demikian yang dikatakan sang Bhagavan, Mahasamayaketuvajrah.

Kemudian sang Bhagavan memasuki Samadhi yang bernama "Ikatan Vajra Dari Tubuh, Ucapan dan Pikiran Dari Semua Tathagata (sarvatathagatakayavakcittanibandhanavajram nama samadhim)" dan menghasilkan dari Tubuh, Ucapan, dan Pikiran Vajra-Nya Mantra ini untuk menancapkan tubuh, ucapan dan pikiran dari seluruh tiga alam (sarvatraidhatukakayavakcittakilanamantra) : OM GHA GHA GHATAYA GHATAYA SARVADUSTAN PHAT KILAYA KILAYA SARVAPAPAN PHAT HUM HUM HUM VAJRAKILAYA VAJRADHARA AJNAPAYATI KAYAVAKCITTAVAJRAM KILAYA HUM PHAT

Segera setelah ini diucapkan, semua Buddha yang berkekuatan rddhi besar,
Pingsan dan penuh ketakutan, merenungkan ruang angkasa, pikiran Vajra.
Pisau yang terbuat dari tulang manusia, kayu akasia atau besi akan menghancurkan tiga tubuh Vajra.
Terserap dalam Vajrasattva, bersinar-sinar dan dipenuhi dengan percikan bunga api cahaya,
Visualisasikan bentuk gambar yang memuat tiga tubuh Vajra dan laksanakan ritual;
Visualisasikan simbol besar dari Vairocana (vairocanamahamudram) atau dari Vajra Kegemaran Gairah (athava ragavajrinah),
Bayangkan simbol besar dari Yamantaka (yamantakamahamudram) dan tancapkan tiga Vajra (dhyatva trivajrakilanam);
Dengan cara dari Amrtakundali Vajra potong putus yang jahat dan kejam (kundalamrtavajrena dustakruranikrntanam),
Bahkan Buddha yang dari diri Besar sendiri, dengan yoga Vajra.
Ini adalah visualisasi dari pisau : bayangkan bagian atas sebagai Samaya itu sendiri dan dari 'hati (daerah dada tempat jantung berada)' hingga ke kaki sebagai pisau Vajra.
Dengan cara dari meditasi Vajra bahkan Buddha pasti akan tertancap, ketika Vajrasattva Maha Raja menyambar dengan pisau Dia akan cepat mati.

Kemudian sang Bhagavan Maha Vairocana memasuki Samadhi yang bernama "Vajra Hasil Dari Tubuh (kayavijrmbhitavajram nama samadhim)" dan menghasilkan dari Tubuh, Ucapan, dan Pikiran Vajra-Nya Mantra ini dari pisau Vajra yang menyambar tubuh Samaya (kayasamayaksepavajrakilanamantram) : OM CHINDA CHINDA HANA HANA DAHA DAHA DIPTAVAJRACAKRA HUM PHAT

Gabungkan dasar dari jari-jari jempol di dalam bentuk dari saling merangkul, dan tabrakkan pisau Vajra kedalam tempat tinggal dari Vairocana;
Segera setelah terkena, Maha Sattva yang lahir dari tiga tubuh Vajra akan meninggal atau dihancurkan dengan hukum suci Samaya.

Kemudian sang Bhagavan Lokesvara memasuki Samadhi yang bernama "Vajra Hasil Dari Ucapan (vagvijrmbhitavajram nama samadhim)" dan menghasilkan dari Tubuh, Ucapan, dan Pikiran Vajra-Nya Mantra ini dari pisau yang menyambar ucapan Samaya (vaksamayaksepakilanamantram) : OM HRIH BHUR BHUVAH

Masukkan jari Vajra kedalam bunga teratai yang terbuka mekar dari kebijaksanaan, dan tabrakkan pisau Vajra kedalam tempat tinggal dari Kegemaran Gairah Vajra;
Segera setelah terkena, Maha Vajra yang lahir dari tiga tubuh yang bersih tanpa noda akan meninggal atau dihancurkan.

Kemudian sang Bhagavan Mahavajradhara memasuki samadhi yang bernama "Vajra Hasil Dari Pikiran (cittavijrmbhitavajram nama samadhim)" dan menghasilkan dari Tubuh, Ucapan, dan Pikiran Vajra-Nya Mantra ini dari pisau yang menyambar pikiran Samaya (cittasamayaksepakilanamantram) : OM VAJRA RAJA HUM

Mengikat Vajra lima ujung, visualisasikan itu dipenuhi dengan percikan bunga api cahaya, dan tabrakkan pisau Vajra kedalam tempat tinggal dari Pikiran Vajra;
Segera setelah terkena, Maha Vajra yang lahir dari tiga Vajra yang bersih tanpa noda akan meninggal atau dihancurkan.
Jika ritual itu dilaksanakan secara benar dengan yoga dari tubuh, ucapan dan pikiran, anda bisa menancapkan seluruh luasnya alam Vajra dari ruang angkasa, tidak ada keraguan.

Demikian yang dikatakan sang Bhagavan, Mahavajrakilah.

Kemudian para Buddha dari tiga tubuh yang termashyur, melakukan kebaikan kepada alam-alam dari para makhluk hidup, bersuka-cita, dipenuhi dengan kegembiraan, menyanyikan lagu ini (atha buddhas trikayagrah sattvadhatuhitaisinah tustah pramodyasamprapta idam ghosam akarayan):

Oh Tempat Tinggal Yang Terbaik Dari Rahasia ! Oh Pertemuan Dari Intisari !
Oh Tempat Tinggal Kedamaian Penuh Dari Dharma ! Oh Vajra Penakluk !
Penancapan Dari Semua Buddha Dan Bodhisattva Yang Terkenal,
Penancapan Dari Tubuh, Ucapan, Dan Pikiran Vajra, telah diajarkan;
Ini Adalah Penancapan Dari Semua Mantra, Lahir Dari Kebenaran, Menganugerahkan Tubuh, Ucapan, Dan Pikiran,
Pertemuan Dari Kebenaran Dari Mantra.


VAJRAPANI ADI BUDDHA


namo ratna trayaya nama arya jnana sagara vairocana vyuha rajaya tathagataya arhate samyaksambuddhaya namah sarva
tathagatebhyah arhatebhyah samyaksambuddhebhyah nama arya avalokitesvaraya bodhisattvaya maha sattvaya maha karunikaya
tadyatha om dhara dhara dhiri dhiri dhuru dhuru itte we itte cale cale pracale pracale kusume kusuma vare ili mili cite jvalamapanaya svaha

BAB XV
Sarva Citta Samayasaravajrasambhutir nama patala


Kemudian Vajradhararaja, sang Ruang Angkasa Tidak Berubah Yang Tidak Terbatas, sang Penyucian Semesta, Maha Tahu Semua, mengucapkan ucapan Vajra :

Di dalam tempat yang sunyi, Sadhaka harus selalu melaksanakan praktek khusus dengan gadis candala berumur dua belas tahun yang berpikiran mulia;
Dia harus membuat Mandala empat sisi di sana, sesuai dengan ritual, dengan tinja dan kencing dan zat suci lainnya, lakukan meditasi pada Mandala Vajra;
Dudukkan dia pada pangkuannya -- wajah yang cantik dan sangat indah, termurnikan dengan setiap kualitas, dilengkapi dengan setiap penghiasan,
Dia harus menvisualisasikan bentuk-bentuk para Buddha dengan lingkaran dari lima Mandala, tempat yang penuh kesenangan dari penyembahan, rahasia dari mereka yang mempraktekkan Mantra;
Dengan cara dari Mantra dan meditasi pada bentuk gambar besar dari Vairocana, memiliki Tubuh, Ucapan, dan Pikiran Vajra, dia akan menjadi sama seperti Buddha.
Dengan cara dari Vajrasattva, dia harus selalu melaksanakan praktek dengan gadis dari kasta tukang cuci, yang berpikiran mulia, yang warnanya adalah sama seperti daun bunga dari bunga teratai malam berwarna biru,
Dan setelah melaksanakan ritual penyatuan dengannya dia harus memulai perbuatan, karena ini adalah hukum yang tidak bisa dihancurkan dari semua Mantra : Pada seluruh saat itu dia akan menjadi sama seperti Vajrasattva, seperti Raja dari semua Dharma, yang menyelesaikan hasrat keinginan dan pembebasan.
Dengan meditasi dari Vajra Dharma, sang sadhaka harus selalu melaksanakan praktek dengan gadis penari, indah, wajah yang cantik dan mata yang lebar, dan dia akan menjadi Diri yang sebenarnya dari Vajra Dharma, terdirikan di dasabhumi, sang Raja, Pemilik Samaya Ucapan (vaksamayadharo), Penguasa Tertinggi Atas Semua (sarvagrah paramesvarah).
 
Dengan melaksanakan praktek dengan gadis dari kasta brahmana, ksatriya, vaisya, atau sudra (brahmaksatriyavaisyanam kanyam sudrakulodbhavam),
Dikenal sebagai diri Vajra Dharma, Ini menyelesaikan rahasia (sadhayed vajradharmatma idam guhyasamavaham).
Dia harus memulai sadhana ketika matahari Vajra telah terbenam, dan ketika fajar mulai terang dia akan mencapai keberhasilan melalui sadhana tertinggi.
Visualisasikan istri dari Vajrasattva, dilengkapi dengan semua penghiasan (sarvalamkarasampurnam),
didandani dengan wewangian dan bunga-bunga (gandhapuspavibhusitam), Dia akan dengan cepat memperoleh Siddhi;
Dia akan menjadi sang Penganugerah Tiga Tubuh (sa bhavet trikayavarado), di tandai dengan tanda-tanda Buddha (buddhalaksanalaksitah),
Memancarkan cahaya sejauh ratusan yojana (yojanasatavistaram avabhasam karoty asau).
Dia harus memulai semua Yoga dengan penyatuan dari dua organ (dvayendriyaprayogena sarvayogan samarabhet), karena ini adalah hukum suci yang tidak bisa dihancurkan dari semua Siddhi (eso hi sarvasiddhinam samayo duratikramah);
Dia harus memakan tinja dan kencing Samaya jika dia menginginkan Siddhi dari Pemilik Vajra (vinmutrasamayam bhakset yadicchet siddhim vajrinah),
karena ini adalah hukum suci yang tidak bisa dihancurkan dari semua Siddhi : Dengan tinja, kencing dan zat samaya lainnya, melalui penyatuan dua organ, Kenyataan Tertinggi tercapai, keadaan yang penuh kedamaian dari Pencerahan Bodhi Buddha.

Demikian yang dikatakan sang Bhagavan, Kamamoksasamayavajrah (Samaya Vajra Dari Nafsu Keinginan Dan Pembebasan).

Kemudian sang Bhagavan memasuki Samadhi yang bernama "Vajra Yang Penuh Murka Dari Samaya Besar (mahasamayavajrakrodham nama samadhim)" dan menghasilkan dari Tubuh, Ucapan, dan Pikiran Vajra-Nya Yang Penuh Murka ini yang menakuti semua Tathagata Vajra (sarvatathagatavajrasamtrasanakrodham) : OM HRIH STRIH VIKRTANANA SARVASATRUN NASAYA STAMBHAYA HUM HUM PHAT PHAT SVAHA

Orang yang marah harus membakar garam dan minyak dari biji sesawi hitam, dicampur dengan racun dan darah, bersama-sama dengan nama perempuan, di dalam api dari kayu duri;
Ini adalah selalu penuh tanda baik pada tengah hari atau pada tengah malam, orang yang bijaksana harus membuat persembahan yang terbakar di dalam segitiga dengan seribu delapan kali pembacaan sesuai dengan ritual;
Ini harus dikerjakan selama tiga hari ketika perempuan adalah objek tujuan, karena penekanannya terpengaruh selama tiga kalpa yang tidak terhitung;
Buddha, Dharmadhara, atau Vajrasattva, jika orang yang tertipu itu melanggar hidupnya akan berakhir disana.

Mengambil arang dari tanah kremasi pada malam kedelapan atau keempatbelas dari bulan, jika anda membaca Mantra itu sesuai dengan ritual, anda akan selalu menjadi Penganugerah pemberian.
Di dalam meditasi, buat gambar dari musuh apapun, dan mengetahui Mantra itu, gambar garis melewatinya, dan dia akan mati, tidak ada keraguan;
Hantam dia dengan palu di dalam meditasi, dan dia pasti akan roboh, atau bayangkan Vajra yang menakjubkan dengan nyala api di dalam bentuk dari huruf 'HUM' (humkarajvalasamyuktam diptavajram prabhavayet), Itu menghancurkan semua pelaku kejahatan dan adalah keluarga dari Vajrapani. Setelah menggambar laki-laki atau perempuan dengan kapur, arang dan seterusnya, visualisasikan kapak di tangan anda dan kemudian bayangkan lehernya putus; Dengan cara ini sang Buddha, yang terkemuka dari tiga tubuh permata, yang menginginkan kebaikan pada semua makhluk, akan terjatuhkan atau mati, tidak ada keraguan.

Untuk menghentikan hujan, bayangkan sebuah Vajra di tengah pusat dari sebuah Vajra ganda yang terbakar menyala terang dengan jumlah besar percikan nyala bunga api. Jika badai dan seterusnya muncul ketika Mandala sedang digambar, buat Mudra Gigi Taring (damstramudram) dan bawa kepikiran sang musuh jahat; Segera setelah mereka melihatnya, apapun hasil yang para Buddha atau para Bodhisattva telah ciptakan akan menghilang atau dihancurkan; Para Buddha, para Bodhisattva dan para makhluk jahat yang lainnya akan mati, tidak ada keraguan.

Inilah sang intisari dari Mantra rahasia dari semua Tathagata : PHAT.

Dengan praktek dari makhluk bijaksana (jnanasattvaprayogena), visualisasikan gambar di dalam tengah pusat (madhye bimbam prabhavayet);
Bijaksana dalam Mantra, tempatkan perempuan, lengkap dengan semua penghiasan dan dicirikan dengan semua kualitas, di dalam empat tempat, dan setelah membuka bunga teratai, visualisasikan Mantra ini : HUM.

Visualisasikan sang Penguasa Yoga Vajra, menyala berkobar, warna dari lima sinar, buat Dia turun menghuni kedalam tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra anda, dan anda akan mencapai pencerahan Bodhi;
Pada seluruh saat itu, anda akan menjadi sama seperti Vairocana, Vajrasattva Maha Raja, sang Buddha Pemilik Tiga Tubuh Vajra.

Samadhi ini bernama "Vajra Lahir Dari Semua Makhluk (sarvasattvotpadanavajro nama samadhih)".

Setelah menemukan gadis yang sesuai dengan ritual, berwajah cantik, berkeinginan baik, mulai penyembahan di tempat yang sunyi, dan mengambil dan memakan rahasia;
Pada seluruh saat itu anda akan menjadi sama sebanding di dalam kemuliaan dengan Manjusri, sang Tuan Dari Yang Tidak Terlihat, yang mulia, yang berwarna keemasan sungai Jambu.
Makan makanan, tinja atau daging, membaca Mantra sesuai dengan ritual, dan para Buddha tidak akan melihat anda.

Demikian yang dikatakan sang Bhagavan, Mahavajradharah

Mengambil tinja sesuai dengan ritual, letakkan itu di dalam mangkuk tengkorak yang tertutup,
membaca Mantra seratus delapan kali, para Buddha yang seperti matahari tidak akan melihat anda (satastavaran samcodya buddhasuryair na drsyate);
Mengambil daging dari anjing atau kuda atau manusia sesuai dengan ritual, memakan itu dari tengkorak dengan ritual dari penyatuan, Mereka tidak akan melihat anda;
Sebuah tablet pil dicampur dengan daging anjing dibungkus di dalam tiga logam : dengan penyatuan dari dua organ semua Buddha tidak akan melihat anda;
Sebuah tablet pil dicampur dengan daging manusia dibungkus di dalam tiga logam : dengan penyatuan dari dua organ semua Buddha tidak akan melihat anda;
Sebuah tablet pil dicampur dengan daging sapi dibungkus di dalam tiga logam : dengan penyatuan dari dua organ semua Buddha tidak akan melihat anda;
Menjaga sumpah, buat sebuah tablet pil dari makhluk yang lahir di dalam tinja : dengan penyatuan dari dua organ semua Buddha tidak akan melihat anda;
Sebuah tablet pil dicampur dengan kamper dan kayu cendana : dengan penyatuan dari dua organ semua Buddha tidak akan melihat anda;
Sebuah tablet pil dicampur dengan batu empedu dan kayu gaharu dibungkus di dalam tiga logam : dengan penyatuan dari dua organ anda akan menjadi Vajra Mahabala;
Sebuah tablet pil dicampur dengan kamper dan kunyit dibungkus di dalam tiga logam : dengan penyatuan dari dua organ semua Buddha tidak akan melihat anda;

Demikian yang Dia katakan (ity aha ca).

Setelah mempersuci Mudra besar dari Pemegang Vajra yang manapun (adhistaya mahamudram yasya kasya cid vajrinah),
anda akan menjadi sama seperti Dia, mulia, dengan kekuatan besar dan keberanian (sa bhavet tadrsah sriman mahabalaparakramah) ,
anda akan menjadi memancarkan sinar seperti Buddha, yang mulia, yang jangkauannya membentang sejauh jutaan yojana, mengembara di dalam tiga ribu dunia;
Dengan kekuatan besar dari Mahabala, anda mungkin mencintai gadis dari alam nafsu keinginan, yang mengetahui kesenangan dari para dewa, dan menjaga sumpah keluarga, atau dari alam bentuk-rupa.

Demikian yang dikatakan sang Bhagavan, Samayantardhanamahavajrah (Vajra Besar Dari Samaya Yang Tidak Terlihat).

Kemudian para Buddha yang bijaksana, penuh kegembiraan, pikiran Mereka kebingungan, mata Mereka terbuka lebar dengan keheranan, menyanyikan lagu ini :

Oh Paling Menakjubkan Ini , Oh Tempat Tinggal Dari Rahasia Yang Tidak Berubah ! (aho suvismayam idam aho guhyapadaksaram)
Oh Yang Memurnikan Diri Sendiri ! Oh Dharma Yang Paling Tidak Bernoda ! (aho svabhavasamsuddham aho dharmam sunirmalam)

Kemudian sang Vajradharah, sang Guru (sasta), sang Pencipta (srasta), sang Penyelesai (karta), yang Besar (maha) dan yang Tidak Berubah (aksarah), sang Buddha, sang Vajra, sang Dharma Besar (mahadharmo), mengucapkan ucapan Vajra (vajraghosam akarayat) :

Dengan praktek Vajra dari para makhluk, kebahagiaan timbul untuk para Pemegang Vajra (sattvavajraprayogena tosanam vajradharinam);
Dengan membedakan Pencerahan Bodhi dari Buddha, kebahagiaan timbul untuk Mereka yang dari Buddha Vajra; (buddhabodhiprabhedena tosanam buddhavajrinam)
Itu diajarkan bahwa Usnisa mencapai kegembiraan melalui bentuk-gambar dari Vajra Locana dan yang lainnya, dan melakukan meditasi pada Buddha Vajra adalah yang terbaik untuk para Yang Penuh Murka;
Melakukan meditasi pada Ratnaketu untuk Mereka yang mengikuti Dharma dari Raja Pengetahuan (vidyarajagradharmanam ratnaketuvibhavanam),  
dan Melakukan meditasi pada Amitayus di dalam praktek dari Ratu Pengetahuan (vidyarajniprayogesu amitayurvibhavanam);
Melakukan meditasi pada kebijaksanaan dari Amogha untuk Mantra yang melaksanakan semua perbuatan, dan tentu saja untuk semua meditasi Mantra pada Vajrasattva.

Demikian yang Dia katakan.

Didalam Tantra dari Mantra Yaksini (yaksinimantratantranam), Yamantaka harus divisualisasikan, dan untuk semua Mantra dari Yoga, itu adalah tanda keberuntungan untuk membangkitkan Dia diatas kepala.

Demikian yang dikatakan sang Bhagavan, Mahasamayah

Dengan Meditasi Vajra ini, Mandala dari Mantra kebahagiaan, sadhana dari Maha Samaya, diajarkan demi kebaikan para Sadhaka.

Kemudian sang Vajradhara, sang Guru, Tuan Dari Semua Dharma, sang Penguasa Tertinggi, Yang Murni Tubuh, Ucapan, pikiran, mengucapkan kebijaksanaan Vajra (atha vajradharah sasta sarvadharmesvarah prabhuh kayavakcittasamsuddho jnanavajram udirayan) :

Diatas puncak gunung yang menyenangkan dan di dalam hutan yang sunyi (parvatagresu ramyesu vijanesu vanesu ca),
praktekkan meditasi Vajra melalui cara dari pembacaan Mantra (dhyanavajram prakurvita japamantraprayogatah);
Vajrasattva dan semua yang lain-Nya, dibangkitkan melalui Mantra dan Meditasi, akan melaksanakan berbagai macam perbuatan sesuai dengan kata dari pekerjaan dari Ucapan.
Visualisasikan bentuk-gambar besar dari Vajra Dharma, berwarna merah delima, dan visualisasikan keluarga di dalam tiga tengah-pusat dari Tubuh, Ucapan, dan Pikiran Vajra-Nya.
Melakukan ritual dari keturunan, anda pasti akan berhasil : membangkitkan, perasaan yang mendalam, ketuhanan besar, (stobhastambhamahadivyam) dan tingkat Arya yang keempat (aryabhaumacaturthakam),
harus dilaksanakan dengan Siddhi Vajra, keberhasilan yang demikian itu selalu menang.
Membawa gadis atau pria yang berusia dua belas tahun, dilengkapi dengan semua kualitas, visualisasikan keturunan;
Ketika anda telah melaksanakan semua ritual, perbuatan itu akan berhasil, namun jika sebaliknya, para makhluk dari tiga dunia akan menertawakan anda.

Ini adalah huruf dari intisari Mantra : HUM HAH AH JHAIH.

Bahkan alam ruang angkasa, yang tak bernyawa dan yang sama sekali tanpa semua pikiran, bahkan diri Vajrasattva sendiri, dibuat turun oleh ritual itu.
HUM adalah diri Vajrasattva sendiri (HUMkare vajrasattvatma),
HAH adalah Tubuh Vajra (HAHkare kayavajrinah),
AH adalah sang Raja, sang Pemegang Dharma, ini adalah kata-kata rahasia (AHkare dharmadharo raja idam guhyapadam drdham);
JHAIH disebut sang Pembangkit, ini berarti bergerak dan bergetar (JHAIHkaram stobhanam proktam bhramanam kampanam smrtam),
karena ini adalah rahasia dari semua kebangkitan (eso hi sarvastobhanam rahasyo'yam pragiyate).

Demikian yang Dia katakan.

Dibangkitkan oleh Vajrasattva, mereka akan bangkit naik ke ketinggian dari tangan (hastamatram), atau dua, lima atau delapan tangan, dikuasai dengan ketakutan;
Seperti dengan yang pertama, jadi itu adalah dengan mereka semua : Ini mencapai rahasia.

Kemudian sang Vajradhara, sang Raja, sang Penguasa Tertinggi Dari Semua Tathagata, Tempat Tinggal Yang Murni Dari Tiga Tubuh, mengucapkan kata-kata ini :

Penumpasan semua pelaku kejahatan ini bisa dikerjakan bahkan oleh mereka yang tidak semata-mata terlibat didalamnya, menjaga sumpah, tapi itu tidak bisa dilakukan melalui yoga yang lain : Membuat gambar dari musuh
dengan sekam dan batu bara dari tanah kremasi, telanjang dan dengan rambut anda lepas berhamburan, menghancurkan bahkan tiga dunia;
Membuat gambar dari musuh dengan abu dari tanah kremasi, dengan seratus delapan kali pembacaan dia akan mati, tidak ada keraguan;
Membuatnya dengan berbagai macam jenis daging, daging sapi, kuda dan anjing, di dalam Mandala tiga sudut, bahkan Vajra dengan pasti hancur;
Dengan daging manusia, Penghancuran yang dihasilkan Vajra terhadap semuanya adalah diajarkan, karena ini adalah penghancur yang tidak bisa dilawan terhadap semua musuh;
Membuat gambar dari musuh dengan tinja dan kencing dari mereka yang mengikuti Dharma agung, secara penuh murka membakarnya di dalam api dari kayu berduri, dan bahkan Buddha pasti akan binasa.

Demikian yang Dia katakan.

Biji sesawi hitam, garam, minyak, racun, dan duri apel, ini diajarkan sebagai penghancur tertinggi dari semua Buddha,
Memakai pakaian basah dengan arang, dengan pikiran penuh murka, menginjak gambar, dia pasti akan ditangkap oleh para raksasa;
Membuat gambar dengan bubuk tulang, racun dan darah, bahkan Vajrasattva yang ganas akan dengan cepat tertangkap;
Menginjak gambar yang dipenuhi dengan tinja dan kencing yang bercampur dengan biji sesawi, dia akan dihantam oleh sakit demam yang berkobar;

Demikian yang Dia katakan.

Ini adalah intisari dari Sarva Tathagata Vajra Maha Krodha Samaya Hrdayam : NAMAH SAMANTAKAYAVAKCITTAVAJRANAM OM HULU HULU TISTHA TISTHA BANDHA BANDHA HANA HANA DAHA DAHA GARJA GARJA VISPHOTAYA VISPHOTAYA SARVAVIGHNAVINAYAKAN MAHAGANAPATI JIVITANTAKARAYA HUM PHAT.

Penghancuran dari tubuh, ucapan, dan pikiran, baik dengan persembahan yang dibakar ataupun di dalam meditasi, harus dikerjakan dengan pikiran yang tanpa gangguan, ini adalah pembunuhan yang tertinggi.
Visualisasikan Vajrasattva, penuh Murka Besar, Jelek dan Mengerikan, sedang memegang kapak dan palu di tangan-Nya, kemudian lakukan 'meditasi (dhyana)'.

Ini adalah Hukum Suci Dari Sang Penuh Murka Besar Yang Ganas (tatredam mahakrurakrodhasamayam) :

Visualisasikan alam dari ruang angkasa sepenuhnya dipenuhi dengan semua Buddha, kemudian bayangkan itu dihancurkan oleh orang yang jahat itu dan dia akan mati pada seketika itu juga;
Visualisasikan itu dipenuhi dengan para Buddha dan para Bodhisattva, dihancurkan oleh makhluk yang jahat, dan bahkan diri Vajradhara sendiri akan mati;
Sang praktisi Mantra harus pertama menvisualisasikan sang musuh mengganggu para Buddha, kemudian bayangkan dia ketakutan dan dikuasi dengan ketakutan, dan dia akan mati, tidak ada keraguan;
Bayangkan dia ketakutan oleh berbagai macam jenis dari para raksasa, yang ganas, yang mengamuk, penuh murka yang tidak bisa dilawan, dan bahkan diri Vajradhara sendiri akan mati;
Bayangkan dia ditelan oleh burung hantu, gagak, burung pemakan bangkai, serigala dan burung-burung berparuh panjang. dan bahkan Buddha pasti akan binasa;
Bayangkan ular hitam, sangat marah, menakutkan untuk menakuti sendiri, dengan racun yang mematikan diatas jidatnya, dan bayangkan dia tergigit oleh ular yang istimewa ini, bahkan Buddha pasti akan binasa;
Ini adalah pembangkitan yang tertinggi, ketakutan yang besar, yang menurunkan wabah dan bencana pada para Makhluk dari sepuluh penjuru arah : Dia yang menjaga sumpah ini harus menyerang dada dengan palu yang sangat kuat, dan hidupnya akan berakhir, sesuai dengan kata dari Vajradhara;
Bayangkan membelah dan memotong dengan kapak Vajra dan senjata-senjata yang lainnya, dan bahkan Vajrasattva yang ganas, Penganugerah Tiga tubuh, akan mati;
Tusuk Mantra dari para raksasa, para dewa dan seterusnya, karena ini adalah pembunuhan yang tertinggi, hukum suci yang tidak bisa dihancurkan.
Pikirkan tentang semua makhluk tinggal berdiam di dalam Mandala sebagai Vajra Skandha milik anda sendiri yang anda bunuh;
Demikian dan tidak sebaliknya yang mereka bersukacita.
Buddha, Vajradhara, Sasta, Vajra Dharma dan Pemilik Vajra akan mati oleh yoga dari meditasi ini, sesuai dengan 'kata dari Pikiran Vajra (cittavajravaco)'.

Demikian yang dikatakan sang Bhagavan, Mahakrurasamayavajrakrodhah.

Kemudian sang Vajradhara raja, sang Semua Ruang Angkasa (sarvakaso), sang Bijaksana Besar (maha munih), sang Penyucian Semesta Yang Sempurna Tercerahkan (sarvabhisekasambuddho), berbicara kebijaksanaan Vajra (jnanavajram udirayan) :

Hebat adalah Pemurnian Sendiri, Vajrayana yang tiada tanding ! (aho svabhavasamsuddham vajrayanam anuttaram)
Walapun dharma adalah tidak muncul, para Jina mengajarkan kemunculan ! (anutpannesu dharmesu utpattih kathita jinaih)

Ini adalah rahasia Vajra dari perbuatan kecil (tatredam ksudravajrakarmarahasyam) :

Gambar ular dengan kapur atau arang, jelek dan menimbulkan ketakutan, hitam, marah, diselimuti dalam nyala api, dengan lidah bercabang dua dan deretan gigi taring.

Ini adalah intisari Hrdaya yang membangkitkan ular yang marah : KHAM

Bayangkan racun yang sama seperti halahala di dalam mulutnya, visualisasikan itu bernyala api, warna dari api, dan itu pasti akan bergerak.

Ini adalah intisari Hrdaya yang menarik semua racun : HRIH

Bayangkan bahwa itu menangkap semua racun yang dihasilkan dari berbagai macam sumber di dalam tiga alam, dan visualisasikan itu jatuh : Pada seluruh saat itu, anda akan menjadi lautan racun yang mematikan yang menghancurkan semua makhluk segera setelah itu menyentuh mereka.
Kodok, kalajengking dan seterusnya, dan semua jenis ular, harus diciptakan oleh ritual ini, dengan ciri-ciri dari kemunculan di dalam yoga.

Ini adalah intisari Hrdaya yang menghapus semua racun : OM

Visualisasikan racun dari mata dan seterusnya, dan racun mematikan lainnya, tarik itu dengan kebijaksanaan Vajra dan kirim itu kedalam 'Mandala Ruang Angkasa Vajra (khavajramandale)'.

Demikian yang dikatakan sang Bhagavan, Mahavisasamayavajrah (Samaya Vajra Racun Besar).

Ini adalah intisari Vajra dari hukum suci dari menyembuhkan racun : HUM

Visualisasikan intisari Hrdaya Maha Vajra ini, berwarna putih, awan cahaya, bersinar terang, cantik seperti sinar bulan, gambarkan itu di dalam, dan seketika itu juga itu akan bangkit melalui empat pusat;
Visualisasikan ini dua kali atau tiga kali, bayangkan memuntahkan itu keluar, dan racun yang mengisi alam ruang angkasa akan menjadi bebas dari racun pada seketika itu juga.

Demikian yang Dia katakan.

Ini adalah intisari Hrdaya yang menarik semua racun sekunder : AH

Bisul, borok, cacar, dan penyakit lainnya yang dikenal, lenyap hanya melalui meditasi ini, sesuai dengan kata dari Vajrapani;
Visualisasikan itu pada tengah pusat dari bunga teratai besar dengan delapan daun bunga, murni seperti bulan, terselimuti di dalam lima sinar cahaya;
Untuk menggambar, Samaya itu adalah hitam, dan untuk membangkitkan, itu adalah putih : Ini adalah tempat tinggal rahasia dari meditasi, kebijaksanaan rahasia yang tanpa cacat (idam dhyanapadam guhyam rahasyam jnananirmalam).

Ini adalah huruf Mantra, Vajra Hrdaya yang menyembuhkan penyakit dari dalam dan luar : JINAJIK AROLIK VAJRADHRK

Dengan pembangkitan Vajra dari penyakit, visualisasikan bentuk dari kata yang mana saja yang anda pilih, yang mencapai kebajikan melalui kesetiaan-pembaktian;
Visualisasikan Samaya di dalam bentuk dari monyet atau anjing, datang keluar dari tubuh, ucapan, dan pikiran anda di tengah pusat;
Tetap di dalam keadaan Vajra, visualisasikan Vajra atau roda, dan bayangkan Samaya dari tubuh, ucapan, dan pikiran dihancur-leburkan oleh itu : Pada saat itu para Bodhisattva yang termashyur besar, yang sempurna tercerahkan, akan menganugerahkan dengan pandangan yang penuh kegembiraan keadaan yang suci dari pemberkatan (tatah prabhrti sambuddha bodhisattva mahayasah adhisthanapadam ramyam dadanti hrstacaksusah).

Demikian yang Dia katakan.

Visualisasikan awan-awan dari para Buddha, awan yang besar dari raja Vajra, di dalam tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra anda, untuk kebebasan dari penyakit;
Visualisasikan yang penuh murka para Buddha dan para Bodhisattva dari sepuluh penjuru arah : Pembunuhan Mereka adalah kebenaran yang sepenuhnya mutlak.
Apapun hasil dari perbuatan magis juga akan dihancurkan dalam waktu seminggu melalui yoga dari meditasi ini, melalui cara dari seratus delapan kali pembacaan;
Atau ritual dari meditasi Vajra dikerjakan dengan cara dari 'raja Mantra anda (svamantrarajena)' : Ini adalah hukum suci yang tidak bisa dihancurkan dari semua penyakit.

Kemudian sang Vajradhara, sang raja, sang Pengait Kebijaksanaan, yang bersinar terang, Vajra yang besar dari nafsu keinginan dan pembebasan, mengucapkan kata-kata ini :

Meskipun dharma adalah sama seperti mimpi, yang tidak muncul dalam sifat alami dasarnya, kenyataan yang memurnikan diri sendiri, namun khayalan ilusi Vajra diajarkan : 'Para Sadhaka, berniat pada meditasi dan Mantra, para Buddha dan para Bodhisattva, selalu bermimpi mimpi di dalam dua cara yang berbeda.'

Ini adalah hukum suci besar dari mimpi :

Segera anda bermimpi diri anda sendiri seperti telah mencapai kebijaksanaan tertinggi dari pencerahan Bodhi, dengan sinar dari Buddha, atau seperti tubuh kebahagiaan dari Buddha (buddhasambhogakayam);
Anda bermimpi bahwa anda disembah oleh para Mahasattva dari tiga dunia, anda bermimpi tentang gambar anda, warna dari kebijaksanaan besar, disembah oleh para Buddha dan para Bodhisattva dan lima indera nafsu keinginan;
Di dalam mimpi anda melihat gambar anda seperti bentuk yang besar dari sang Vajrasattva, sang Vajra Dharma dari kemashyuran besar, atau Vajra rahasia yang termashyur;
Para Buddha besar dan para Bodhisattva yang memiliki Vajra membungkukkan diri, anda bermimpi mimpi seperti ini, memberikan Siddhi dari tubuh, ucapan, dan pikiran.
Jika anda bermimpi gadis yang sangat menawan dari para Dewa, lengkap dengan semua penghiasan, atau dari laki-laki muda atau perempuan muda, anda akan mencapai Siddhi;
Anda bermimpi dengan jelas semua Buddha dari sepuluh penjuru arah di dalam 'wilayah (ksetra)' Mereka, dan dengan pikiran dipenuhi kegembiraan mereka menganugerahkan perbendaharaan dari Dharma;
Di dirikan di dalam meditasi Vajra, dengan hukum suci dari yoga anda melihat tubuh anda di dalam roda Dharma, dikelilingi oleh semua Buddha;
Dengan hukum suci dari meditasi, diberkati oleh semua Buddha, anda melihat banyak hutan kesenangan dan taman, terhiasi oleh para gadis dari para dewa;
Anda bermimpi bahwa anda di abhiseka oleh para Buddha dan para Bodhisattva, anda bermimpi bahwa anda disembah oleh Vidyadhara Maha Raja.
Dan Dia berkata : Jika anda bermimpi jenis dari mimpi kelahiran Vajra yang murni ini, anda akan mencapai yang tertinggi, lahir dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra;
Dengan pikiran Vajra, jika anda bermimpi candala, anjing dan seterusnya, anda akan mencapai tempat tinggal pikiran dari Vajrasattva yang bijaksana.

Ini adalah intisari Hrdaya dari hukum suci dari pemeriksaan dari mimpi (tatredam svapnavicaranasamayahrdayam) :

Di dalam perenungan dari pikiran, semua dharma ditemukan ada di dalam pikiran orang, dan pikiran ini tinggal berdiam di dalam ruang angkasa Vajra : Tiada dharma dan tiada sifat alami dharma.

Kemudian semua Bhagavantah Tathagatah, dikuasai dengan keheranan dan ketakjubban, bertanya kepada Vajrasattva yang menghapus keraguan dari Samaya dari tubuh, ucapan, dan pikiran dari semua Tathagatah : 'Bhagavan, apa ini? (kim idam bhagavan)'

Walaupun dharma adalah yang tiada keberadaan zat, kenyataan dari dharma diajarkan : 'O Alangkah hebat meditasi pada ruang angkasa di dalam ruang angkasa ! '

Kemudian sang Bhagavan Kayavakcittavajrapani Tathagatah berkata kepada semua Tathagata : 'Semua Bhagavan Tathagata, ruang angkasa adalah tidak terhubung dengan dharma apapun, tidak juga ia terpisah darinya, tidak juga ia mengetahui dirinya sendiri untuk meliputi semua dan melihat dimana-mana; Di dalam cara yang sama, semua Bhagavan Tathagata, mimpi dan hasil dari mimpi harus dimengerti. Semua Bhagavan Tathagata, sama seperti ruang angkasa adalah tidak terbayangkan, tidak kelihatan dan tidak terhalangi, di dalam cara yang sama, semua Bhagavan Tathagata, semua dharma harus dimengerti. Semua Bhagavan Tathagata, sama seperti Samaya yang adalah tempat tinggal Vajra dari tubuh, ucapan, pikiran dan semua dharma adalah menyerap-meliputi semua dan dari satu sifat alami, yang adalah sifat alami dari pikiran, jadi alam dari tubuh, ucapan dan pikiran dan alam dari ruang angkasa adalah tidak dua kali lipat dan tidak menyebabkan kegandaan. Semua Bhagavan Tathagata, sama seperti semua makhluk ada di dalam ruang angkasa, tapi ruang angkasa tidak ada di dalam alam dari nafsu keinginan (na kamadhatusthito), tidak juga di dalam alam dari bentuk-rupa (na rupadhatusthito),  tidak juga di dalam alam yang tiada bentuk-rupa (narupadhatusthito), dan dharma yang tidak ada di dalam tiga dunia tidak memiliki kemunculan, dan bahwa yang tidak memiliki kemunculan tidak bisa dihasilkan oleh dharma apapun, jadi oleh karena itu, Semua Bhagavan Tathagata, semua dharma adalah tiada keberadaan zat.'

'Semua Bhagavan Tathagata, sama seperti 'Pikiran dari Pencerahan (bodhicittam)' menciptakan tempat tinggal Vajra yang melahirkan kebijaksanaan dari semua Tathagata, tapi 'Pikiran dari Pencerahan (bodhicittam)' tidak ada di dalam tubuh, tidak juga di dalam ucapan, tidak juga di dalam pikiran, dan dharma yang tidak ada di dalam tiga dunia tidak memiliki kemunculan, begitu juga tempat tinggal Vajra ini yang melahirkan kebijaksanaan dari semua Tathagata.'

'Semua Bhagavan Tathagata, 'mimpi' tidak mengetahui dirinya sendiri menjadi mimpi diantara tiga dunia, tidak juga lelaki yang bermimpi mengetahui dirinya sedang bermimpi, dan perbuatan di dalam tiga alam adalah sama seperti mimpi, gambar dari mimpi, hasil dari mimpi : Di dalam cara yang sama, Semua Bhagavan Tathagata, semua Buddha dan Bodhisattva dan semua makhluk hidup di dalam dunia alam dari sepuluh penjuru arah harus dimengerti sebagai yang tanpa diri sama seperti mimpi.'

'Semua Bhagavan Tathagata, sama seperti permata Cintamani adalah penguasa semua permata, diberkahi dengan semua kebajikan, dan apapun yang para makhluk hidup minta -- emas atau permata atau perak -- ia membuat mereka semua muncul sesegera mereka di pikirkan, tapi permata-permata itu dan seterusnya tidak ada di dalam pikiran atau di dalam Cintamani itu, di dalam cara yang sama, Semua Bhagavan Tathagata, semua dharma dan Buddhadharma harus dimengerti.'

Kemudian semua Bhagavantah Tathagata, mata Mereka terbuka lebar dan dengan kegembiraan yang besar, berkata kepada sang Sarvatathagatakayavakcittavajram Tathagata : 'Itu adalah menakjubkan, Bhagavan, bahwa Buddhadharma dan juga dharma meliputi alam dari ruang angkasa !'

Kemudian semua Buddha dan Bodhisattva membungkuk di kaki sang Bhagavato Vajrapani Tathagata dan berkata : 'Bhagavata telah mengajarkan kumpulan dari semua Mantra Vajra Siddhi; Dimanakah semua Mantra Vajra Siddhi berada? '

Kemudian Vajrapani memuji para Tathagata dan para Bodhisattva dan berkata kepada semua Tathagata : 'Semua Bhagavan Tathagata, semua Mantra Siddhi tidak ada di dalam tubuh, ucapan dan pikiran dari semua Mantra, karena Mantra Siddhi dan tubuh, ucapan, dan pikiran tidak memiliki kemunculan di dalam kebenaran mutlak; Dan namun, semua Bhagavantah Tathagata, semua Mantra Siddhi dan semua Buddhadharma memang ada di dalam tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra milik Anda, tapi tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra itu tidak ada di dalam alam dari nafsu keinginan, juga tidak ada di dalam alam dari bentuk-rupa, juga tidak ada di dalam alam yang tanpa bentuk-rupa. Pikiran tidak ada di dalam tubuh; tubuh tidak ada di dalam pikiran; Ucapan tidak ada di dalam pikiran, dan pikiran tidak ada di dalam ucapan; Dan mengapa itu demikian? Karena itu adalah yang memurnikan diri sendiri sama seperti ruang angkasa.'

Kemudian semua Tathagata berkata kepada sang Tathagata Tubuh Ucapan Dan Pikiran Dari Semua Tathagata : 'Bhagavan, dimanakah dharma-dharma dari semua Tathagata berada dan darimanakah mereka berasal?'

Sang Vajrasattva berkata : 'Mereka berasal dari tubuh, ucapan dan pikiran anda.'

Semua Bhagavantah Tathagata berkata : 'Dimanakah pikiran berada?'

Dia menjawab : 'Ia berada di ruang angkasa.'

Mereka bertanya : 'Dimanakah ruang angkasa berada ?'

Dia menjawab : 'Tidak dimanapun juga.'

Kemudian semua Buddha dan semua Bodhisattva terisi dengan keheranan dan ketakjubban, dan masuk kedalam sifat alami dharma dari pikiran Mereka, tetap merenungkan di dalam keheningan diam.


Terakhir diubah oleh skipper tanggal Sun Jan 24, 2016 10:12 pm, total 1 kali diubah

skipper

Jumlah posting : 439
Join date : 27.11.08
Age : 28

Lihat profil user http://aryamahayana.forumup.com

Kembali Ke Atas Go down

Re: Sarva Tathagata Kayavakcittarahasyo Guhya Samaya Nama Maha Kalpa Raja Mahayana Sutra

Post by skipper on Thu Sep 17, 2015 9:59 pm


OM AMOGHA SIDDHI HUM


Kula Vajradhara

BAB XVI
Sarva Siddhi Mandala Vajra Abhisambodhir nama patala


Kemudian semua Bhagavantah Tathagata berkumpul bersama-sama lagi, dan menyapa sang Bhagavanta Sarvatathagatakayavakcittavajra Tathagata, dengan kata-kata dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra dari semua Tathagata, menyembah-Nya dengan sangat banyak persembahan dari permata-permata Vajra dari semua Tathagata.

Kemudian sang Bhagavan Vajrapani Tathagata memasuki Samadhi yang bernama "Raja Samaya, Mandala Yang Seperti Singa Dari Semua Vajra (sarvavajramandalasimhasamayarajavyuham nama samadhim)", dan memunculkan keluar dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Mandala dari tubuh Vajra dari semua Buddha ini :

'Sekarang Saya akan mengumumkan Mandala Yang Tertinggi dari Tubuh, Yang Menyerupai Mandala dari Pikiran, Yang Tertinggi diantara semua Mandala. Buat persegi berukuran 16 hasta, yang sangat indah, sang Mandala dari semua Buddha, yang perintah oleh Tubuh Vajra; Di dalamnya, gambar lingkaran sesuai dengan ritual Vajra, membuat itu tempat dari Mudra Vajra, yang tertinggi dan rahasia diantara semua Mantra; Gambar tempat Vairocana di dalam tengah pusat, kemudian Aksobhya dan Yang Lain-Nya, dan tempatkan para Dewi dari tubuh, ucapan dan pikiran Vajra pada sudut-sudut dan para Krodha yang berkekuatan tidak terkalahkan pada pintu-pintu. Para yang mengetahui Mantra harus mempersembahkan penyembahan di dalam meditasi Vajra rahasia, karena ini adalah Samaya Yang Tidak Bisa Rusak Dari Semua Mantra; Tentu saja dia harus membuat persembahan khusus dari lima nektar, karena ini adalah Samaya dari semua Mantra dari tubuh Vajra.'

Mandala dari Tubuh dari semua Tathagata (sarvatathagatakayamandalam).

Kemudian sang Bhagavan Vajrapani Tathagata memasuki Samadhi yang bernama "Susunan Dari Awan-Awan Dari Samaya Semua Ucapan Vajra (sarvavagvajrasamayameghavyuham nama samadhim)", dan memunculkan keluar dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Mandala dari ucapan Vajra ini :

Sekarang Saya akan mengumumkan Mandala Yang Tertinggi Dari Ucapan, Yang Menyerupai Mandala dari Pikiran, Yang Tertinggi diantara semua Mandala. Buat persegi berukuran 20 hasta sesuai dengan ritual, dan di dalam meditasi Vajra tandai empat sudut dan empat pintu; Di dalam tengah-tengah gambarkan lingkaran bulat yang besar, dan bersungguh-sungguh pada ritual gambarkan semua simbol bersama-sama : Tempatkan Simbol Besar dari Amitayus (amitayur maha mudra) di dalam tengah pusat, dan tempatkan mereka semua di dalam tempat tinggal Vajra yang menyenangkan itu. Setelah membuat Mandala Yang Tertinggi sangat jelas sesuai dengan ritual, kemudian laksanakan penyembahan rahasia : Demikian para Pemilik Vajra akan bergembira; Membuat persembahan dengan lima nektar suci, Siddhi akan tercapai, karena ini adalah Samaya Yang Tidak Bisa Dihancurkan Dari Semua Buddha.

Mandala dari Ucapan dari semua Tathagata (sarvatathagatavanmandalam).

Kemudian sang Bhagavan Vajrapani Tathagata memasuki Samadhi yang bernama "Susunan Dari Awan-Awan Dalam Semua Penjuru-arah (samantameghavyuham nama samadhim)", dan memunculkan keluar dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Yang Paling Tersembunyi Dari Mandala Rahasia (paramaguhyamandalarahasyam) ini :

Gambar yang manapun, seperti Vajradhara, anda menggambarnya di tengah pusat, anda akan menjadi tempat tinggal Mandala-Nya, lahir dari tubuh, ucapan dan pikiran rahasia.

Ini adalah Pengetahuan yang paling tersembunyi rahasia dari tempat tinggal dari tubuh, ucapan dan pikiran Vajra dari semua Tathagata.

Kemudian sang Bhagavan Vajrapani Tathagata memasuki Samadhi yang bernama "Hasil Dari Semua Lingkaran Mandala (sarvamandalacakrasambhavam nama samadhim)", dan memunculkan keluar dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Rahasia dari Tubuh, Ucapan, Pikiran Vajra Dari Semua Mandala ini : Ini adalah intisari Hrdaya, Mantra dari Mandala Vajra, Huruf untuk menempatkan benang : OM AH HUM

Menempatkan 'benang Vajra (vajrasutra)' dan menyalurkan bubuk warna harus tidak dilakukan oleh 'makhluk Mantra (mantrasattva)', atau Pencerahan Bodhi susah tercapai;
Oleh karena itu, dia yang mengetahui cara Samaya, setelah membuat 'dewata Mantra (mantradevata)' turun, visualisasikan tempat dari penyucian (adhisthanapadam) harus membayangkan Mandala.
Buat Vairocana Maharaja dan Locana turun : Mandala yang menyenangkan tempat tinggal dari tubuh, yang menghasilkan kualitas-kualitas dari tubuh Vajra;
Buat Vajradharma Maharaja dan Istri Dharma-Nya turun : Ini adalah rahasia yang abadi dari semua Mantra;
Buat Vajrasattva Maharaja dan Mamaki turun : Ini adalah rahasia yang paling hebat dari semua Mantra;
Jika ini dikerjakan, Mereka datang dengan berkat dan kekuatan, dan dengan penuh kesenangan mengungkapkan rahasia tertinggi;

Dan dia berkata : Mantra Siddha harus melaksanakan rahasia Vajra yang paling hebat : Setelah menangkap semua Buddha melalui Krodharaja, dia harus menyembah Mereka : pada matahari terbit, pada tengah hari dan pada
matahari terbenam, dengan yoga dari tiga Vajra, dia harus melaksanakan Samaya penyembahan dari Tiga Vajra Yang Sempurna Tanpa Cacat, yang mencapai Mantra Siddhi.

Dan dia berkata : persembahkan kepada semua Mantra persembahan yang hebat, -- tinja dan kencing, daging dan minyak, dan kayu cendana, yang kelima, lahir dari pikiran, -- peju memberikan kesenangan pada semua Mantra, itu diajarkan; Ini adalah Samaya tertinggi, mengabulkan Pencerahan Bodhi Buddha (buddhabodhiprapurakah).

Melalui diri anda sendiri laksanakan penempatan benang ini; Setelah menvisualisasikan Vairocana, bayangkan murid sebagai Vajrasattva atau Amrtavajra yang terkenal, cemerlang dengan cahaya Vajra, dan visualisasikan tempat dari ritual, dihadiri oleh semua Buddha; Tempatkan lima Buddha raja besar (pancabuddhamaharaja) di dalam benang Vajra, karena ini adalah rahasia yang paling hebat dari semua Buddha. Tempatkan juga bubuk warna, di dalam 25 bagian, karena ini adalah pencerahan Bodhi tertinggi, rahasia dari semua Vajra. Untuk semua Mantra, visualisasikan huruf Vajra 'HUM' (vajrahumkarabhavana), tubuh, ucapan, dan pikiran surga, di dalam lima tempat; Jika ini dikerjakan, para Anak dari tiga Vajra yang tidak bisa dihancurkan, dikuasai dengan ketakutan, akan menganugerahkan pemberkatan Mereka pada sang Vajrasattva yang bijaksana itu. Dengan pikiran yang tanpa gangguan, tinggal berdiam di dalam Samadhi dari Vajrasattva, visualisasikan tempatkan guci Vajra, diajarkan oleh Penguasa Mantra Tantra (mantratantradhipatih). Yang mengetahui Mantra, menginginkan buah hasil dari semua Siddhi, harus mempersembahkan persembahan api dari tinja, kencing, daging, minyak dan seterusnya; Dia harus mempersembahkan persembahan Vajra yang lengkap kepada tiga Vajra yang tidak bisa dihancurkan dengan menempatkannya kedalam mulut dari gambar dewatanya sendiri (svadevatabimbam) yang dia telah visualisasikan di dalam tengah pusat;

Demikian yang Dia katakan.

Menyatukan dua organ, orang yang bijaksana itu harus membuat persembahan 108 kali, karena ini adalah Samaya yang tidak bisa dihancurkan dari semua Buddha.
Melalui Yoga dari Vairocana, dia harus menvisualisasikan murid itu seperti dihasilkan dari tiga Vajra, huruf 'AH' di dalam tubuh, ucapan, dan pikiran-nya, dan Vajra akan menguasai dirinya;
Vajrasattva Maharaja (raja besar Vajrasattva) dan Vairocana Mahayasah (Vairocana yang terkenal besar) akan melimpahkan Adhisthana pada tubuh, ucapan, dan pikiran.

Ini adalah kata-kata Vajra untuk memasuki Maha Mandala : AH KHAM VIRA HUM. Ini adalah intisari Hrdaya Mantra Vajra dari tubuh, ucapan, dan pikiran dari semua Samaya.

Ini adalah pengetahuan tersembunyi dari rahasia dari penyucian Vajra besar (tatredam mahavajrabhisekaguhyajnanarahasyam) :

Dengan awan-awan dari musik dan wewangian, dia yang memiliki silsilah Vajra harus menvisualisasikan ruang angkasa sepenuhnya terisi dengan semua Buddha. Dan Dia berkata : dengan Mantra dari tiga tubuh Vajra, dia yang menjaga sumpah harus menghantam Mereka dengan biji-biji sesawi, kemudian Mereka akan melimpahkan Abhiseka kepada dia; Atau, dengan Samadhi dari Vajrasattva, orang yang bijaksana itu harus menvisualisasikan para Buddha, dan bayangkan guci-guci diadakan oleh Samaya agung, kemudian Yang mengetahui Mantra harus menvisualisasikan murid, yang pikirannya sungguh tanpa gangguan, sebagai Vajra Vairocana, dan tempatkan guci-guci itu diatas tubuh, ucapan dan pikiran Vajra-nya.

Ini adalah rahasia dari semua penyucian, diucapkan dengan Ucapan Vajra oleh semua Tuan (tatredam sarvabhisekarahasyam sarvacaryavagvajrodiranam) :

Saya menganugerahkan penyucian Vajra besar dari semua Buddha, lahir dari tiga Vajra rahasia, dihormati oleh tiga alam.

Ini adalah ritual rahasia yang mana semua murid meminta Vajra besar (tatredam sarvasisyamahavajraprarthanavidhirahasyam) :

Seperti Vajra dari pencerahan Bodhi menganugerahkan penyembahan tertinggi kepada para Buddha, anugerahkan itu sekarang kepada saya, O Ruang Angkasa Vajra, untuk keselamatan saya.

Kemudian dia harus menganugerahkan 'Abhiseka (penyucian)' kepada dirinya dengan pikiran yang penuh kegembiraan; Dia harus menempatkan sang Penguasa di dalam hatinya melalui penyatuan dengan gambar dewata, dan mengungkapkan Mandala itu kepada Murid Yang Bijaksana itu, dan memberitahu dia Samaya rahasia yang diumumkan oleh semua Buddha : 'mahluk hidup yang terbunuh', 'ucapan kata-kata yang bohong', 'pengambilan apa yang tidak diberikan', 'kesenangan sexual dengan wanita'. Dia harus menasehati semua makhluk dengan jalan Vajra ini, karena ini adalah Samaya abadi dari semua Buddha.

Dan Dia berkata : kemudian dia harus memberinya Mantra, menjelaskan pembangkitan dengan Mantra, dan setelah memberikan Samadhi dari Raja Mantra, dia harus memulai rahasia itu : Membaca Mantra sesuai dengan ritual, dengan pikiran Vajra dia harus membuat dirinya memakan peju atau tinja, Siddhi yang demikian adalah tidak susah dicapai. Ini adalah empat rahasia besar, rahasia dari semua pemilik Vajra, mereka tinggal berdiam di dalam lingkaran Mantra di dalam wujud dari perempuan untuk bertindak demi kebaikan semua makhluk.

Ini adalah rahasia yang memberikan kegembiraan pada semua Mantra dari Mandala Vajra (tatredam sarvavajramandalamantraradhanarahasyam) :

Dia harus mempersembahkan semua Mantra daging dari gajah dan kuda, dan daging manusia, untuk di makan, dengan demikian para Pelindung disenangkan. Setiap hari orang yang bijaksana harus memperlihatkan Mandala itu kepada murid Vajra, dengan ritual dari lima nektar dan lima daging dan kata Vajra rahasia; Menvisualisasikan huruf 'OM' dari semua Mantra, itu dengan segera menyala.

Demikian yang dikatakan sang Bhagavan Maha Mantra Vidya Purusah.

Dengan penuh perhatian berjuang keras demi pencapaian dari semua Siddhi, Sadhana dari Maha Samaya, dan Pencerahan Bodhi Buddha itu sendiri. Tidak kelihatan, kekuatan, energi, dan penangkapan Vajra tertinggi, -- dengan Mandala itu mereka semua dicapai, sesuai dengan kata dari tubuh Vajra. Buat bagian yang sama dari lima nektar dan lima daging dan simpan mereka di dalam mangkuk yang tertutup, dan anda akan tinggal berdiam diantara para Buddha.

Demikian yang Dia katakan.

Ini adalah kata yang unggul untuk Sadhana dari semua Pelayan Vajra rahasia (tatredam sarvaguhyavajrakimkaramahasadhanapadam) :

Pada tengah pusat ruang angkasa visualisasikan huruf 'HRIH' terang dengan nyala api, dan bayangkan alam dari ruang angkasa sepenuhnya terisi dengan semua Buddha;
Buat tempat tinggal dari tubuh, ucapan, dan pikiran Mereka jatuh disana kedalam Mantra.

Ini adalah intisari dari pemberkatan, Mantra Vajra dari tubuh, ucapan, dan pikiran : AH KHAM DHIH

Visualisasikan gambar yang besar dari Vajrapani (vajrapanimahabimbam), cahaya yang besar dari Padmapani (padmapanimahadyutim), dan gambar yang besar dari Aparajita (aparajitamahabimbam), dan meletakkan tempat tinggal dari para Rahasia.

Ini adalah tempat tinggal dari Vajra rahasia (tatredam vajraguhyapadam) :

Visualisasikan Aksobhya pada tengah pusat dari Mandala matahari,
dan lingkaran besar dari Amitayus, dan Vajra Vairocana dalam cara yang sama;
Melalui penderitaan yang sangat, bangkitkan semua yang bersinar terang di dalam hari Mereka;

Ini adalah pembangkitan hrdaya dari semua Vajra (tatredam sarvavajrahrdayasamcodanam) :

Dengan tombak besar, Vajra besar, pengait, dan senjata yang unggul lainnya, bangkitkan Vajra sesuai dengan ritual, dan Pencerahan Bodhi Buddha akan tercapai.

Dan Dia berkata : 'Di gunung yang menyenangkan dan banyak jenis dari pulau, dalam dua minggu 'keadaan Buddha (buddhatvam)' akan tercapai, tidak ada keraguan. Yang Tercerahkan akan memiliki pelayan sebanyak butiran debu di dalam 36 Sumeru, Dia akan mengunjungi Buddhaksetra dari semua Buddha di sepuluh penjuru arah, Dia akan mendengar Dharma yang mendalam dan mencapai Buddhabhumi.'

Demikian yang dikatakan sang Bhagavan Maha Samaya Vajrahasah.

Ini adalah Vajra rahasia, rahasia dari semua pelayan : Selalu membangkitkan para pelayan (kimkara) dengan menempatkan Mantra dari Vajrasattva sang Kebijaksanaan Besar, Pemilik ucapan Vajra, dan tubuh Vajra.

Ini adalah empat kali lipat Samaya dari Mantra dari Lingkaran Kebijaksanaan Vajra : 'Samaya Pembangkitan (samaya codanam)', 'Samaya Pancaran (samaya preranam)', 'Samaya Permohonan (samaya mantranam)', 'Samaya Pengikatan (samaya bandhana)'.

Mereka membuat yang luas, yang murni, alam yang kosong dari ruang angkasa menjadi bola, dengan rupa Vajra yang menakjubkan.

Demikian yang dikatakan sang Bhagavan, sang putra tunggal dari semua Buddha (sarvabuddhaikaputro), Vajramahasattvah.

Jika anda ingin mengatasi Buddha atau Vajrasattva, visualisasikan Pemikul besar yang paling rahasia dari tiga Vajra : Pada tengah pusat dari ruang angkasa visualisasikan Manjuvajra yang berkekuatan besar, dan buat ujung dari Mahkota-Nya menembak keluar lima panah; Yang mengetahui Mantra harus membuatnya jatuh di lima tengah pusat dengan memakai Vajra yang penuh murka, dia harus membayangkannya sedang pingsan dan ketakutan oleh panah-panah yang terkenal itu, pikirannya ditetapkan pada dia yang berusia muda itu. Meditasi ini harus dipraktekkan selama dua minggu, membangkitkan Yang Rahasia : itu disebut rahasia dari semua Mantra oleh dia yang mengerti arti Vajra. Pada tengah pusat ruang angkasa bayangkan Mandala Buddha tertinggi, dan visualisasikan tiga Vajra dan yang lainnya dengan Mantra Vajra 'HUM' dan seterusnya; Visualisasikan 'OM' di dalam matanya, perlihatkan kepadanya ini sesuai dengan ritual, dan dia akan melihat 'gambar dari semua Mantra (sarvamantranam bimbam)', yang memiliki tiga tubuh Vajra. Praktekkan yoga ini di dalam penderitaan yang besar seperti kelaparan dan kehausan, dan semua penderitaan akan dihancurkan, sesuai dengan kata dari pikiran Vajra : Visualisasikan gambar besar dari Vairocana, pengabulan semua keinginan, dan bayangkan huruf 'VAM' di dalam mulut-Nya dan huruf 'OM' di lidah-Nya; Ini adalah sumber dari semua makanan, terhiasi dengan Cintamani, kedamaian yang menghapuskan semua penderitaan, diciptakan oleh Kebijaksanaan Vajra.

Demikian yang dikatakan sang Bhagavan Cintamanivajrah.

Kemudian sang Bhagavan Vajrapani Tathagatah, sang Pahlawan Besar dari Vajra Tathagata (Maha Vira Vajra Tathagatah), memunculkan keluar dari ucapan Vajra kata tertinggi dari meditasi Vajra : VIH.

Pada tengah pusat dari ruang angkasa visualisasikan Mandala Buddha yang bersinar, dan setelah menciptakannya, dengan yoga dari tiga tubuh Vajra, visualisasikan Mantra ini;
Visualisasikan hasil dari Vajra kuning, lengkap dengan semua penghiasan, penuh kedamaian, dengan rambut yang menumpuk keatas dan sebuah Mahkota, mulailah semua perbuatan.

Samadhi itu bernama "Kalung Karangan Bunga Dari Gelombang Dari Pahlawan Vajra (viravajrormimala nama samadhih)"

Kemudian sang Bhagavan Vajradhara memasuki Samadhi yang bernama "Vajra Dari Bunyi Semesta (samantanirghosavajram nama samadhim)", dan memunculkan keluar dari tubuh, ucapan dan pikiran Vajra-Nya kata meditasi Vajra besar ini : CUM

Pada tengah pusat dari ruang angkasa visualisasikan Mandala matahari yang tertinggi, dan sesuai dengan ritual, awan-awan dari para Buddha, tiga Vajra yang paling termashyur; Untuk membuat mereka turun kedalam tubuh, ucapan, dan pikiran, visualisasikan Cundavajri, berwarna putih, lengkap dengan semua penghiasan; Visualisasikan Vajrasattva Maha raja, tempatkan kata Mantra itu.

Samadhi itu bernama "Cahaya Kebijaksanaan Dari Samaya Vajra (vajrasamayajnanarasmir nama samadhih)"

Kemudian sang Bhagavan Vajrapani Tathagata memasuki Samadhi yang bernama "Vajra Kesenangan Dari Semua Harapan (sarvasavajrasambhogam nama samadhih)", dan memunculkan keluar dari tubuh, ucapan dan pikiran Vajra-Nya Jalan dari lingkaran Samadhi ini : JAM

Pada tengah pusat dari ruang angkasa visualisasikan Mandala Buddha tertinggi, dan melalui ritual itu buat semua Buddha turun, dengan meditasi Vajra. Visualisasikan sang Yaksa besar Jambhala, pembawa kekayaan, penuh kedamaian, di dalam rupa Yaksa, dengan rambut menumpuk keatas dan sebuah mahkota Vajra (jatamukutavajrinam); Sesuai dengan ritual itu visualisasikan sang lima Buddha di dalam lima tengah pusat; sedang tinggal berdiam di dalam meditasi, persembahkan kepada dia air dari nektar Vajra; Sesuai dengan ritual itu, visualisasikan Vajrasattva di atas mahkota dia, dalam cara ini Jambhala, sang Penguasa Yaksa yang bersinar terang, bahagiah.

Samadhi itu bernama "Bendera Yang Mulia Yang Membahagiakan Pembawa Kekayaan Mudra Samaya Vajra (vajrasamayamudradravyaradhanaketusrir nama samadhih)"

Kemudian sang Bhagavan Vajrapani Tathagata memasuki Samadhi yang bernama "Kemuliaan Dari Kesenangan Dari Indera Vajra (vajrakamopabhogasriyam nama samadhih)", dan memunculkan keluar dari tubuh, ucapan dan pikiran Vajra-Nya kata Vajra ini, Samaya dari semua Yaksini : KSIM

Pada tengah pusat dari ruang angkasa visualisasikan persegi, sangat indah, tersusun sepenuhnya dari empat permata, terisi dengan bunga-bunga dan wewangian; Bayangkan ruang angkasa sepenuhnya terisi dengan semua Yaksini, dan buat Mereka turun melalui yoga dari tiga Vajra, visualisasikan Mereka sebagai satu gambar; Bermeditasi pada ini dengan kerja dari tiga tubuh Vajra; Tinggal berdiam di dalam meditasi pada Manjuvajra, visualisasikan yang penuh murka ada diatas mahkota-Nya dan kata Mantra di hati-Nya, dan mulailah yoga Vajra.

Samadhi itu bernama "Meditasi Vajra Pada Keadaan Dari Ciri Khas Dengan Semua Yaksini (sarvayaksinisamataviharabhavanavajro nama samadhih)"

Kemudian sang Bhagavan Vajrapani Tathagata memasuki Samadhi yang bernama "Hasil Vajra Dari Siddhi Dari Semua Mantra Vajra (sarvavajramantrasiddhivijrmbhitavajram nama samadhih)", dan memunculkan keluar dari tubuh, ucapan dan pikiran Vajra-Nya Siddhi yang lebih rendah ini : Mereka yang berada pada tingkat dari Siddhi yang lebih rendah tercapai di dalam tubuh, ucapan dan pikiran, memiliki tubuh Buddha yang bersinar, dan berwarna keemasan seperti sungai Jambu; Di dalam Siddhi dari Ketidakterlihatan dan seterusnya, anda menjadi Penguasa Vajradhara; Di dalam Siddhi dari Raja Yaksa, anda menjadi Penguasa Vidyadhara.

Ini adalah Mantra Siddhi rahasia, bentuk rupa dari semua Siddhi Vajra (tatremani sarvavajrasiddhirupaguhyamantrasiddhini) :

Semua bentuk-rupa yang indah yang dicapai melalui Mantra Siddhi memberikan kegembiraan kepada semua alam-alam dunia melalui penglihatan dari mereka sendiri;
Diantara mereka, dia yang mencapai Usnisa Siddhi menjadi Penguasa Cintamani, bermeditasi pada Vajra Buddha, sang Pencipta Pencerahan Bodhi Buddha.

Demikian yang dikatakan sang Bhagavan Sarva Paripuraka Vajrah (Vajra Yang Mengabulkan Semua Harapan).

Kemudian sang Bhagavan Vajrapani Tathagata, sang Penguasa dari semua Tathagata (sarvatathagatadhipatih), memunculkan keluar dari tubuh, ucapan dan pikiran Vajra-Nya praktek dari mengambil sumpah Vidya dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra dari semua Tathagata :

Lakukan meditasi pada tubuh, ucapan, dan pikiran sebagai tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra; Ini harus dikerjakan dengan bentuk-rupa mereka sendiri, dan Siddhi yang demikian akan akan tercapai.

Ini adalah sumpah Vidya dari tubuh, ucapan dan pikiran :

Buat sesuai dengan ritual sebuah gambar yang besar, berwarna putih, dengan rambut yang menumpuk keatas dan sebuah mahkota, terikat dengan sumpah Mantra, dan membawa seorang gadis berusia 16 tahun, berwajah cantik, bermata lebar, dihiasi dengan semua penghiasan, praktekkan sumpah Vidya; Bayangkan dia dengan tanda-tanda Vajra dari tubuh kesenangan dari Locana, mengetahui ritual-ritual dari Mudra dan Mantra, terpelajar dengan baik di dalam Mantra-Tantra; Jadikan dia istri dari Tathagata, terdirikan di dalam Pencerahan Bodhi Buddha (buddhabodhipratisthitam). Dia yang menjaga sumpah yang besar ini harus melaksanakan penyembahan rahasia pada empat waktu, membawa batang, akar dan buah sebagai makanan dan minuman; Di dalam cara ini dia akan segera menjadi Buddha, sang Penguasa (Prabhuh), Lautan Kebijaksanaan Yang Luas (mahajnanodadhih); Di dalam enam bulan dia akan mencapai semua ini, tidak ada keraguan. Selalu mencuri barang-barang yang lain, membunuh, penipuan, menikmati kegemaran Vajra : Ini adalah sumpah yang mengikat dia. Untuk ucapan Vajra dan pikiran tertinggi, itu adalah benar untuk menvisualisasikan gadis itu dengan pengait dari kegemaran Vajra dan Mamaki yang dikelilingi dengan kebajikan; Atau yang lainnya dia harus menvisualisasikan Mudra miliknya sendiri, meditasi dari Vajra dari tiga huruf; Dengan demikian para Buddha yang Maha Tahu Semua akan bergembira, tidak ada keraguan. Dengan pikiran yang tanpa gangguan sang Sadhaka harus selalu memohon sedekah di dalam hutan, dikuasai dengan ketakutan mereka akan mempersembahkan kepada dia makanan surga; Diri dia sendiri adalah tiga Vajra, dia melampaui kematian dan menjadi abadi, sang huruf Vajra. Mengambil perempuan dari para dewa atau para naga atau para yaksa atau para asura atau para manusia, praktekkan sumpah Vidya yang tersimpan oleh kebijaksanaan dari tiga Vajra; Ini adalah yang besar, rahasia dari kenyataan, dari semua Mantra, lahir dari kebijaksanaan dari tiga Vajra, pintu masuk ke pencerahan Bodhi Buddha.

Demikian yang dikatakan sang Bhagavan Sarva Tathagata Vidyavrata Samaya Tattva Vajrah.

skipper

Jumlah posting : 439
Join date : 27.11.08
Age : 28

Lihat profil user http://aryamahayana.forumup.com

Kembali Ke Atas Go down

OM VAJRAPANI HUM

Post by skipper on Thu Sep 17, 2015 10:00 pm



OM VAJRAPANI HUM



Om Ah Ra Pa Ca Na Dhih

BAB XVII
Sarva Tathagata Samaya Samvara Vajra Adhisthana patalah saptadasah


Kemudian semua Bhagavantah Tathagata berkumpul bersama-sama lagi dan memuji sang Bhagavan Sarvatathagatakayavakcittavajram Tathagata :

Aksobhya Vajra, kebijaksanaan besar, alam Vajra, Pertapa besar, (aksobhyavajra mahajnana vajradhatu mahabudha)
Mandala tiga kali lipat, tiga Vajra tertinggi, ucapan rahasia, terpujilah Anda ! (trimandala trivajragra ghosaguhya namo'stu te)

Vairocana, kemurnian besar, kedamaian Vajra, kegembiraan besar, (vairocana mahasuddha vajrasanta maharate)
Bercahaya secara alami, yang tertinggi dari yang tertinggi, guru Vajra, terpujilah Anda ! (prakrtiprabhasvaragragra desavajra namo'stu te)

Ratnaraja, kedalaman yang mendalam, ruang angkasa Vajra tanpa cacat, (ratnaraja sugambhirya khavajrakasanirmala)
Oleh sifat alami murni dan tidak bernoda, tubuh Vajra, terpujilah Anda ! (svabhavasuddha nirlepa kayavajra namo'stu te)

Vajra Amita, raja besar, tanpa pikiran, pembawa ruang angkasa Vajra, (vajramita maharaja nirvikalpa khavajradhrk)
Tercapai di dalam kegemaran Vajra yang melampaui sukar dipahami, ucapan Vajra, terpujilah Anda ! (ragaparamitaprapta bhasavajra namo stu te)

Amogha Vajra, Buddha yang sempurna, Pengabul semua harapan, (amoghavajra sambuddha sarvasaparipuraka)
Lahir dari kemurnian yang hakiki, Vajrasattva, terpujilah Anda !  (suddhasvabhavasambhuta vajrasattva namo'stu te)

Memuji 'tubuh Vajra dari kesenangan (vajrasambhoga)' dengan kata-kata yang penuh kedamaian dari pujian ini, yang diucapkan oleh semua Buddha, dan anda akan menjadi sama seperti para Buddha.

Kemudian sang Vajradhara sang guru, mengasihani semua Buddha, mengumumkan ucapan Vajra, kata yang murni dari rahasia Vajra :

Sangat hebat huruf yang tertinggi itu, alam Dharma dari semua Buddha,
Oleh sifat alami bercahaya dan murni, sempurna tanpa cacat sama seperti alam ruang angkasa !

Kemudian Vajrapani sang Penguasa semua Tathagata, memunculkan keluar dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, 'Samaya (Hukum Suci)' dari tubuh Vajra dari semua Buddha :

'Para Buddha, sinar lautan kebijaksanaan, harus menjaga empat Samaya, Mereka harus selalu makan tubuh manusia : Ini adalah Samaya tertinggi.'

Kemudian Vajrapani sang Penguasa semua Tathagata, memunculkan keluar dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Samaya dari ucapan Vajra dari semua Buddha :

'Huruf Besar dari ucapan Vajra harus menjaga empat Samaya, Mereka harus selalu makan tinja dan kencing : Ini adalah rahasia yang paling hebat.'

Kemudian Vajrapani sang Penguasa semua Tathagata, memunculkan keluar dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Samaya dari pikiran Vajra dari semua Vajradhara ini :

'Vajrasattva yang berkekuatan rddhi besar harus menjaga empat Samaya, teguh di dalam sumpah Mereka, Mereka harus selalu makan darah yang dicampur peju : Samaya yang paling hebat dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra Ini senantiasa milik semua Buddha dan harus dijaga oleh para pengikut Vajradhara. Siapapun yang menjaga Samaya ini, Vajrasattva yang berkemuliaan besar, mencapai wawasan mendalam kedalam tubuh, ucapan, dan pikiran, dan menjadi Buddha pada seketika itu juga.'

Kemudian Vajrapani sang Penguasa semua Tathagata, memunculkan keluar dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Samaya dari Pratyekabuddha ini :

'Milik Mereka adalah ajaran yang berhubungan dengan tubuh, yang didirikan di tubuh Vajra, tingkah laku yang menyebabkan penjelmaan sebagai makhluk hidup, Samaya yang kekal abadi.'

Kemudian Vajrapani sang Penguasa semua Tathagata, memunculkan keluar dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Samaya dari Murid Pendengar (Sravaka) ini :

'Mereka mempraktekkan sepuluh kebajikan (dasakusalan), jalur dari perbuatan (karmapathan), tapi Mereka adalah tanpa kebijaksanaan : Ini adalah Samaya yang hebat dari Mereka yang memiliki keyakinan dalam tingkat yang lebih rendah (hinadhimuktika).'

Kemudian Vajrapani sang Penguasa semua Tathagata, memunculkan keluar dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Samaya dari Brahma ini :

'Perbuatan apapun yang Dia laksanakan melalui jalur dari angan-angan khayalan, ketakutan dan buruk sekali, menjadi panduan menuju Pencerahan Bodhi Buddha, keadaan dari tubuh Vajra.'

Kemudian Vajrapani sang Penguasa semua Tathagata, memunculkan keluar dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Samaya dari Rudra ini :

'Dengan berbagai-macam bentuk, Dia harus mencintai semua perempuan yang tinggal berdiam di dalam tiga dunia, lahir dari tiga Vajra; Ini adalah Samaya yang paling hebat.'

Kemudian Vajrapani sang Penguasa semua Tathagata, memunculkan keluar dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Samaya dari Visnu ini :

'Dengan meditasi Vajra, Dia harus membunuh semua yang lahir dari makhluk hidup, tinggal berdiam di dalam tiga tubuh yang tidak bisa dihancurkan, dan bahkan alam Vajra dari ruang angkasa itu sendiri.'

Kemudian Vajrapani sang Penguasa semua Tathagata, memunculkan keluar dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Samaya dari Tiga Vajra ini :

'Tubuh Vajra menjadi Brahma, ucapan Vajra adalah Mahesvara, dan pikiran, Vajradhara raja, adalah Visnu yang berkekuatan rddhi besar.'

Kemudian Vajrapani sang Penguasa semua Tathagata, memunculkan keluar dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Samaya dari semua Yaksini ini :

'Dengan Maha Vajra Samaya ini, sulit untuk diamati, memberikan sukacita kepada perempuan Yaksini yang makan daging dan darah dan yang selalu berniat pada nafsu keinginan sensual.'

Kemudian Vajrapani sang Penguasa semua Tathagata, memunculkan keluar dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Samaya dari semua ratu dari para penguasa ular (sarvabhujagendrarajnisamayam) ini :

'Dengan Samaya ini capai mereka, mengabdikan untuk kesenangan dan wewangian, para pemfitnah, pengisap susu; Jika sebaliknya, orang pasti tercemar.'

Kemudian Vajrapani sang Penguasa semua Tathagata, memunculkan keluar dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Samaya dari para gadis Asura ini :

'Mereka ganas, dikuasai dengan kebanggaan, sangat menyukai wewangian dan bunga, Samaya Mereka di dalam dunia bawah Vajra adalah menakutkan dan sulit untuk dikuasai.'

Kemudian Vajrapani sang Penguasa semua Tathagata, memunculkan keluar dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Samaya dari perempuan Raksasa ini :

'Tengkorak, tulang, dupa, minyak dan lemak memberikan Mereka kegembiraan besar : Samaya dari semua iblis (Bhuta) ini memurnikan dan menghasilkan tujuan besar.'

Kemudian Vajrapani sang Penguasa semua Tathagata, memunculkan keluar dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Samaya dari semua Dakini Vajra ini :

'Makan tinja, kencing dan darah, dan selalu minum anggur, dan membunuh oleh yoga dari Dakini Vajra, dengan tanda-tanda dari keadaan Mereka; Muncul dari sifat alami anda sendiri Mereka bertindak di dalam tiga alam; Praktekkan seluruh Samaya demi kebaikan semua Makhluk.'

Samadhi itu bernama "Mengikuti Hukum Suci Vajra Dari Semua Makhluk Di dalam Tiga Alam (sarvatraidhatukavajrasamayasamavasarano nama samadhih)".

Kemudian Vajrapani sang Penguasa semua Tathagata, memunculkan keluar dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Samaya dari Siddhi dari tubuh ini :

'Laksanakan semua tiga perbuatan dari tubuh seperti yang lahir dari Vajra : Ini menciptakan tubuh Buddha selalu dan dimana-mana di dalam alam dari para makhluk hidup.'

Kemudian Vajrapani sang Penguasa semua Tathagata, memunculkan keluar dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Samaya dari Siddhi dari ucapan ini :

'Laksanakan semua perbuatan dari ucapan seperti Mandala dari tiga dunia yang tanpa cacat : Ini adalah Samaya yang tidak bisa dihancurkan, Siddhi yang penuh kesenangan dari ucapan.'

Kemudian Vajrapani sang Penguasa semua Tathagata, memunculkan keluar dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Samaya dari Siddhi dari pikiran ini :

'Dengan pikiran tetap tegas pada Vajra, lakukan meditasi pada semua yang memiliki sifat alami dari pikiran, karena ini diajarkan sebagai Samaya dari Mereka yang memiliki tiga Vajra yang tidak bisa dihancurkan.'

Demikian yang dikatakan sang Bhagavan Samantasundara Vajrasattva.

Kemudian Vajrapani sang Penguasa semua Tathagata, memunculkan keluar dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Samaya dari intisari Vajra dari semua Vajra ini :

'Jika anda menyembah Buddha dan Bodhisattva, Pratyekajina dan Sravaka, dengan tubuh, ucapan dan pikiran digabung, anda akan gagal.'

Kemudian Vajrapani sang Penguasa semua Tathagata, memunculkan keluar dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Samaya dari meditasi dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra dari semua Tathagata ini :

'Dimana-mana dengan yoga dari tiga Vajra, praktisi Mantra harus bermeditasi pada Mandala dari tubuh, ucapan dan pikiran seperti yang dari Vajrasattva.'

Kemudian Vajrapani sang Penguasa semua Tathagata, memunculkan keluar dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Samaya dan sumpah dari Sadhana dari semua Mantra ini :

'Dengan meditasi Vajra bangkitkan alam dari makhluk hidup semua sebagai satu : Ini adalah pujian tertinggi dari tiga Vajra, Samaya kelahiran Vajra.'

Kemudian Vajrapani sang Penguasa semua Tathagata, memunculkan keluar dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Samaya dan sumpah dari seva, sadhana, upasadhana, dan mahasadhana ini :

'Bayangkan alam dari ruang angkasa sepenuhnya terisi dengan tinja dan kencing Vajra, dan persembahkan itu kepada para Buddha dari tiga masa waktu : Ini adalah Samaya yang kekal abadi.'

Kemudian Vajrapani sang Penguasa semua Tathagata, memunculkan keluar dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Samaya dari Vajra Yang Tidak Bisa Terlihat :

'Setiap hari pada empat waktu bercinta dengan dewi Vajra sebagai yang tertinggi, dan selalu mencuri kekayaan : ini adalah Samaya dari Vajra-Pengabul'.

Kemudian Vajrapani sang Penguasa semua Tathagata, memunculkan keluar dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Samaya dari Vidyadhara dari ruang angkasa :

'Visualisasikan, tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra di dalam Mahkota, dan Samaya yang murka dari tiga Vajra tidak akan tidak akan mampu mengatasi anda.'

Kemudian Vajrapani sang Penguasa semua Tathagata, memunculkan keluar dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Samaya dari semua praktisi Mantra yang terlibat di dalam tindakan pertama :

'Ketika anda makan, selalu laksanakan penyucian dari tubuh Vajra, dan sebagai Vajradhara di dalam tindakan luar yang lainnya, dan sebagai Vajra-Dharma ketika anda membaca naskah suci.'

Demikian yang dikatakan sang Bhagavan Svabhavasuddhavajrah (Vajra Yang Memurnikan Diri Sendiri).

Kemudian Vajrapani sang Penguasa semua Tathagata, berpikir tentang kesamaan dari intisari Hrdaya dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra dari semua Vajradhara, diam.

Kemudian para Bodhisattva Mahasattva, yang jumlahnya sebanyak bintik dari debu di dalam gunung Sumeru dari Buddha-ksetra seluruhnya diluar ungkapan, membungkuk dihadapan semua Tathagata dan berkata : 'Mengapa sang Bhagavan Sarvatathagatadhipati Vajradhara tetap diam di dalam tengah-tengah dari perkumpulan majelis ini dari para Buddha dan Bodhisattva ?'

Kemudian semua Bhagavan Tathagata berkata kepada semua Bodhisattva : 'Kulaputra, sang Penguasa Tubuh Ucapan Dan Pikiran Vajra Dari Semua Tathagata, setelah memeriksa keadaan yang tidak berubah, yang tidak terbayangkan di dalam sifat alaminya, dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra, yang adalah keadaan yang tidak berubah dari yang bukan berwujud, tetap diam. Kulaputra, ini adalah apa yang sang Sarvatathagatadhipati sedang pikirkan : tubuh, yang belum lahir, yang tidak mati, ucapan dan pikiran tanpa kualitas, muncul dari daya khayal imajinasi di dalam ruang angkasa Vajra, dan secara salah dipahami.'

Kemudian para Bodhisattva Mahasattva yang dipimpin oleh Manjusri berkata kepada semua Tathagata : 'Semua Bhagavan Tathagata, jangan mempertimbangkan kata-kata dari ucapan Vajra sebagai penyebab dari kepalsuan, karena sang Sarvatathagatakayavakcittavajradhipati mengikuti praktek yang sifat alaminya adalah alam Vajra dari semua Tathagata; Untuk para Maha Bodhisattva, Brahma dan seterusnya, yang telah mencapai tanggapan penglihatan surga dan kebijaksanaan tapi tidak tahu sifat alami yang sesungguhnya dari kualitas-kualitas dari semua dharma, berpikir demikian : Apakah sang Sifat Alami Vajra Besar ini mengajarkan huruf rahasia tanpa telah memahami kenyataan Vajra dari dharma dari semua Tathagata ?'

Kemudian semua Bhagavan Tathagata berkata kepada para Bodhisattva itu : 'Tidak hanya Anda, Maha Bodhisattva, tapi Kami juga, yang telah mencapai keabadian rahasia dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra dari semua Tathagata, tidak memahami Pencerahan Bodhi dari tubuh, ucapan, dan pikiran, untuk yang tidak muncul, yang sempurna, Pencerahan Bodhi Vajra terlahir dari yang tidak berubah dan yang bukan berwujud; Namun, Kulaputra, semua makhluk hidup yang ada adalah para Buddha Vajra yang terdirikan di dalam pencerahan Bodhi, karena para makhluk ini telah tentu saja mencapai kebijaksanaan dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra, melalui sifat alami Dharma dari tiga tubuh Vajra.'

Kemudian Vajrapani sang Sarvatathagatakayavakcittavajradhipati berkata kepada semua Tathagata dan Bodhisattva : 'Di dalam alam Dharma yang tiada tempat tinggal, yang memurnikan sendiri, tanpa diri, imajinasi, lahir dari Vajra, adalah diumumkan dan tidak diumumkan.'

Kemudian semua Bhagavan Tathagata membungkuk dihadapan sang Bhagavanta, Maha Vajrapani, Sarva Tathaghata Svaminam (Tuan dari semua Tathagata), dan berkata : 'Bhagavan, dari manakah Siddhi Vajra dari tubuh, ucapan dan pikiran dari semua Tathagata ini muncul, dan dimanakah itu tinggal berdiam?'

Vajradhara Sarvatathagatadhipati menjawab : 'Semua Bhagavan Tathagata, semua Siddhi dan semua kebijaksanaan Vajra dan semua yang ada di dalam tiga alam tinggal berdiam di dalam keadaan Vajra yang terus menerus dari tubuh, ucapan, dan pikiran milik Anda sendiri.'

Semua Tathagata berkata : 'Bhagavan, dimanakah Siddhi dari tubuh, ucapan, dan pikiran dari semua Tathagata dan semua tiga alam tinggal berdiam?'

Sarvatathagatajnanadhipatih (-->salah satu gelar Vajrapani : sang Penguasa Kebijaksanaan Semua Tathagata) menjawab : 'Semua Bhagavan Tathagata, Siddhi dari tubuh, ucapan, dan pikiran dari semua Tathagata dan semua tiga alam tinggal berdiam di dalam alam dari ruang angkasa.'

Semua Tathagata berkata : 'Dimanakah ruang angkasa tinggal berdiam ?'

Vajradhara menjawab : 'Tidak dimanapun juga.'

Kemudian semua Tathagata dan Bodhisattva, dikuasai dengan keheranan dan ketakjubban, menyanyikan lagu ini :

Hebat Vajra, hebat Vajra, hebat ajaran Vajra !
Dimana tiada tubuh, ucapan, dan pikiran, disana bentuk-rupa diciptakan di dalam meditasi !

Kemudian sang Vajradhara, sang Guru, dihormati oleh semua Buddha, yang tertinggi diantara tiga Vajra besar, berbicara tentang meditasi Vidyapurusa dari semua Siddhi :

Pada tengah pusat dari ruang angkasa Vajra bayangkan Mandala Buddha, dan setelah menvisualisasikan tubuh Vajra, bayangkan Vajra diatas kepala-Nya; Visualisasikan Dia berkepala tiga, lahir dari tiga tubuh, memancarkan hasil, memegang roda Vajra, dan anda akan mencapai Pencerahan Bodhi. Membedakan diantara keluarga, visualisasikan rahasia ini dari mereka semua, jika sebaliknya, meditasi mereka tidak akan menghasilkan Siddhi yang tertinggi.

Demikian yang dikatakan sang Bhagavan Vidya Purusa Vajra Guhya.

Visualisasikan Maharajni (sang Ratu besar), lahir dari tiga alam, pemberi kegembiraan; Dengan demikian para Pahlawan, yang memiliki sifat alami dari tiga tubuh Vajra, bergembira. Siapapun yang bermeditasi pada ini, Bodhisattva yang termashyur besar, bersinar terang, akan mencapai Siddhi dari tiga tubuh di dalam tujuh hari.

Kemudian sang Bhagavan Vajrapani Sarvatathagatadhipati, memunculkan keluar lagi dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, rahasia dari pengumpulan dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra ini :

'Lakukan meditasi pada Maha Mudra, Samaya dari tubuh, ucapan, dan pikiran, visualisasikan itu semua sesuai dengan ritual dan seketika itu juga anda akan mencapai sifat alami Buddha.'

Kemudian Vajrapani Sarvatathagatadhipati, memunculkan keluar lagi dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, rahasia dari tubuh, ucapan, dan pikiran dari semua Sadhaka ini :

'Jika anda menginginkan Pencerahan Bodhi jangan melaksanakan Mudra dengan tangan; Bahkan para Jina tidak bisa tidak mematuhi Samaya dari semua Mantra ini.'

Kemudian Vajrapani Sarvatathagatadhipati, memunculkan keluar lagi dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Samaya dari semua Buddha ini :

'Jangan merasa jijik pada tinja dan kencing, peju dan darah, tapi selalu memakan itu sesuai dengan ritual : Rahasia ini lahir dari tiga Vajra.'

Kemudian Vajrapani Sarvatathagatadhipati, memunculkan keluar lagi dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Samaya dari ucapan Vajra ini :

'Cintai semua wanita di dalam jalur yang penuh kesenangan dari tiga dunia, sesuai dengan ritual, dengan ucapan Vajra, dan jangan merasa jijik.'

Kemudian Vajrapani Sarvatathagatadhipati, memunculkan keluar lagi dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Samaya dari pikiran Vajra ini :

'Dengan tiga Samaya Vajra memberikan kegembiraan kepada semua Samaya yang tinggal berdiam di dalam tiga tubuh Vajra, dan jangan memandang rendah pikiran Vajra.'

Kemudian Vajrapani Sarvatathagatadhipati, memunculkan keluar lagi dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Rahasia Vajra dari semua Tathagata ini :

'Lima Buddha, secara ringkas, diumumkan sebagai Lima Skandha, dan Mandala tertinggi dari para Bodhisattva adalah indera Vajra.'

Kemudian Vajrapani Sarvatathagatadhipati, memunculkan keluar lagi dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, Lingkaran dari tiga alam (traidhatukacakram) ini :

'Locana disebut tanah, Mamaki air, Pandara api dan Tara udara, dan Samaya dari alam Vajra dari ruang angkasa adalah adalah diri Vajradhara sendiri.'

Demikian yang dikatakan sang Bhagavan Maha Vajrasattva, sang Pemerintah Dunia dari semua Tathagata (sarvatathagatabhuvanesvaro).

Kemudian sang Bhagavan Sarvatathagatakayavakcittavajra Tathagata memasuki Samadhi yang bernama "Tinggal Berdiam Didalam Tempat Tinggal Dari Kesamaan Dari Semua Tathagata (sarvatathagatasamataviharam nama samadhih)", dan ketika Dia telah memasukinya Dia melihat pada Mandala dari perkumpulan majelis dari semua Tathagata dan diam.

Kemudian sang Bodhisattva Mahasattva Maitreya membungkuk dihadapan semua Tathagata dan berkata : 'Bagaimanakah seharusnya semua Tathagata dan Bodhisattva menganggap sang Bhagavan Sarva Tathagata Kaya Vak Citta Vajra Rahasya Guhya Samaya Abhisikte Vajra Acarya ?'

Semua Tathagata menjawab : 'Kulaputra, semua Tathagata dan Bodhisattva harus menganggap Dia sebagai 'Bodhicittavajra (Pikiran Vajra Pencerahan Bodhi)', karena pikiran Bodhi dan sang Guru adalah satu dan tidak bisa dilihat. Biarlah Kami menjelaskan secara singkat, Kulaputra : Semua Buddha dan Bodhisattva yang tinggal berdiam dan hidup dan menyokong di dalam alam-alam dunia dari sepuluh pejuru arah, muncul di dalam tiga masa waktu, setelah menyembah sang Guru dengan penyembahan dari semua Tathagata, maju lagi ke Buddha-ksetra Mereka dan umumkan kata-kata dari ucapan Vajra seperti ini : Ayah dari kami, semua Tathagata ! Ibu dari kami, semua Tathagata ! Guru dari kami, semua Tathagata ! Tentu saja, Kulaputra, pahala kebaikan dari satu pori dari sang Guru adalah lebih besar dibandingkan seluruh timbunan dari pahala kebaikan muncul dari tubuh, ucapan, dan pikiran dari semua Bhagavan Buddha yang tinggal berdiam di dalam sepuluh penjuru arah, karena Pikiran Bodhi adalah intisari dan sumber dari semua kebijaksanaan Buddha dan asal mula dari kebijaksanaan Maha tahu semua.'

Kemudian sang Bodhisattva Mahasattva Maitreya, ketakutan, pikirannya dipenuhi ketakutan, diam.

Kemudian Aksobhya Tathagata, Ratnaketu Tathagata, Amitabha Tathagata, Amoghasiddhi Tathagata, dan Vairocana Tathagata memasuki Samadhi yang bernama "Perenungan Hukum Suci Dari Siddhi Dari Semua Pemegang Vajra (sarvavajradharasiddhisamayalambanavajram nama samadhih)", dan berkata kepada semua Bodhisattva : 'Semoga semua Bhagavantah Bodhisattva mendengar ! -- Semua Bhagavan Buddha dari sepuluh penjuru arah, lahir dari kebijaksanaan Vajra dari tiga masa waktu, telah datang dihadapan sang Guru dari Guhyasamaja, menyembah dan menghormati Dia, karena Dia adalah Guru dari semua Bodhisattva dan Tathagata, Dia tentu saja adalah sang Bhagavan Maha Vajradhara, sang Penguasa Semua Kebijaksanaan Buddha (sarvabuddhajnanadhipati).'

Kemudian semua Maha Bodhisattva berkata kepada semua Tathagata : 'Bhagavan, dimanakah Siddhi dari tubuh, ucapan dan pikiran dari semua Tathagata berada ? '

Semua Tathagata berkata : 'Mereka berada di dalam tubuh, ucapan, dan pikiran dari Guru Vajra, yang tubuh, ucapan, dan pikiran, tiga tubuh rahasia.'

Para Maha Bodhisattva berkata : 'Dimanakah Vajra dari tubuh, ucapan dan pikiran rahasia berada ? '

'Tidak dimanapun juga.'

Kemudian para Maha Bodhisattva, dikuasai dengan keheranan dan ketakjubban, tetap diam.

Kemudian Bhagavan Vajrapani Tathagata bangun dari Samadhi dari rahasia Vajra dan berkata kepada semua Tathagata dan Bodhisattva : 'Semoga semua Bhagavanta Tathagata dan Bodhisattva mendengar Maha Mandala dari Samadhi yang bernama 'Tempat Kelahiran Dari Pencerahan Bodhi Dari Semua Tathagata (sarvatathagatabodhisambhavavajram nama samadhih)''.

Kemudian semua Tathagata dan Bodhisattva menggabungkan tangan Mereka beranjali dalam penghormatan dan berkata kepada Bhagavanta Vajradhara : 'Semoga Bhagavan mengungkapkan, Sugata, Maha Mandala itu !'

Bayangkan itu pada tengah pusat dari ruang angkasa, empat sisi, sangat indah; Dengan cara dari Mandala Buddha membangkitkan Vajra di dalam meditasi, dan dengan cara bermeditasi pada Mandala Vajra tempatkan semua lingkarannya disana; Orang yang bijaksana harus selalu melaksanakan penyembahan dengan ritual ini. Visualisasikan sang Guru di dalam hati anda, mulailah penyucian (acaryam hrdaye dhyatva abhisekam samarabhet); Bayangkan ruang angkasa sepenuhnya terisi dengan semua Buddha, dan sesuai dengan ritual buat Mereka semua turun kedalam tiga tempat dari penyucian; Dengan cara ini anda akan mencapai Pencerahan Bodhi demi kebaikan semua makhluk, dan semua Siddhi yang hebat dari tubuh, ucapan, dan pikiran.

Mandala dari Meditasi itu bernama "Lingkaran Samaya Dari Semua Buddha Dan Bodhisattva (sarvabuddhabodhisattvasamayacakram nama dhyanamandalam)"  

Kemudian Vajrapani Sarvatathagatadhipati, memunculkan keluar lagi dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya, rahasia dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra ini yang bernama "Yoga Vajra Dari Semua Tathagata (sarvatathagatavajrayogam)" : HUM HRIH KHAM

Pada tengah pusat dari ruang angkasa bayangkan Mandala dari tulang, daging dan seterusnya, dan visualisasikan Vajrasattva, tiga intisari hrdaya dari tubuh, ucapan, dan pikiran; Visualisasikan Dia sesuai dengan ritual, ganas, jelek, sangat murka, berwarna teratai biru, empat lengan, dengan tengkorak ditangan-Nya, Praktisi dari sumpah ini harus membayangkan harus membayangkan lidahnya bersinar dengan lima sinar cahaya, dan melalui cara dari meditasi Vajra, darah ditarik keluar. Dengan cara Yoga Vajra, hantam bahkan tubuh dari Buddha dengan Vajra tiga ujung dan pisau yang mengerikan.

Kemudian Vajrapani Sarvatathagatadhipati, memunculkan keluar lagi dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya Samaya yang berhubungan dengan makanan Vajra ini :

'Praktisi dari sumpah itu harus membayangkan makanan atau minuman apapun yang dia makan sebagai tinja, kencing dan daging, sesuai dengan ritual.'

Kemudian Vajrapani Sarvatathagatadhipati, memunculkan keluar lagi dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya penyembahan tertinggi dari tubuh, ucapan dan pikiran Vajra dari semua Tathagata ini :

'Laksanakan penyembahan tertinggi dengan lima persembahan, karena ini adalah Samaya yang tidak bisa dihancurkan dari semua Vajra.'

Kemudian Vajrapani Sarvatathagatadhipati, memunculkan keluar lagi dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya penyembahan rahasia dari tubuh, ucapan dan pikiran dari semua Tathagata ini :

'Dengan penyatuan dari dua organ, ambil peju anda sendiri sembah Mereka semua sesuai dengan ritual, dan anda akan mencapai Pencerahan Bodhi Buddha.'

Kemudian Vajrapani Sarvatathagatadhipati, memunculkan keluar lagi dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya sumpah dari tubuh, ucapan dan pikiran dari semua Tathagata ini :

'Dengan Samaya tiga Vajra nikmati Ibu dari alam yang tidak terbatas dari para makhluk, sang Pembawa Samaya : Ini adalah sumpah yang hebat.'

Kemudian Vajrapani Sarvatathagatadhipati, memunculkan keluar lagi dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya sumpah Vajra dari semua Sadhaka ini :

'Saya akan mencapai kebaikan, kebahagiaan dari tubuh, ucapan dan pikiran, lahir dari tempat tinggal Vajra dari tiga rahasia. Jika sebaliknya, orang kehilangan segala sesuatu.'

Kemudian Vajrapani Sarvatathagatadhipati, memunculkan keluar lagi dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya sumpah Vajrasattva dari semua Sadhaka ini :

Visualisasikan Mandala pada jarak sejengkal diatas kepala anda, dan bayangkan huruf 'OM' di tengah pusat buat lima nektar turun; Dengan cara Yoga Vajra ini, pada seluruh saat itu anda akan menjadi penuh kemuliaan dan mencapai kesejahteraan dari tubuh, ucapan dan pikiran, tidak ada keraguan.

Kemudian Vajrapani Sarvatathagatadhipati, memunculkan keluar lagi dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya rahasia dari menghapuskan, memadamkan dan menarik keluar semua racun ini : OM

Setelah menempatkan itu ditengah pusat dari roda, memancarkan sinar putih dan terkalungi dengan nyala api, visualisasikan itu berwarna kuning, terselimuti di dalam sinar kuning; Huruf Bija ini dilahirkan dari rahasia tiga kali lipat, dengan cara dari sinar Samaya dari tiga Vajra.

Kemudian Vajrapani Sarvatathagatadhipati, memunculkan keluar lagi dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya Lingkaran dengan Mantra Vajranya ini untuk perlindungan dari tubuh, ucapan, dan pikiran : OM HULU HULU TISTHA TISTHA BANDHA BANDHA HANA HANA DAHA DAHA AMRTE HUM PHAT SVAHA

'Pada sepotong kulit pohon gambar roda di dalam Vajra ganda, dan tempatkan huruf 'HAM' di dalam tengah pusat, tulis nama di dalamnya; Selalu visualisasikan itu sepenuhnya terhiasi dengan huruf-huruf Mantra, karena ini adalah kumpulan dari semua Mantra, tempat tinggal dari tiga rahasia.'

Kemudian Vajrapani Sarvatathagatadhipati, memunculkan keluar lagi dari tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra-Nya salep Vajra ini :

'Pada perempatan jalan, dekat satu pohon tunggal, di dalam kuil suci dari para Ibu atau tempat yang penuh kedamaian, selalu menempatkan salep Vajra disana di dalam tengkorak.'

Pada tengah malam di malam dari bulan muda, orang yang bijaksana harus membuat sumbu dari lemak manusia, darah, tinja, serat teratai, dan tangkai arka, dan buat salep Vajra menetes kebawah; Kemudian baca Mantra pada itu 108 kali, dia akan mencapai Siddhi tiga kali lipat.

Demikian yang dikatakan sang Bhagavan Samantabhadra.

Kemudian semua Bhagavan Tathagata berkata kepada Vajrapani sang Penguasa semua Tathagata : 'Bhagavan, dengan berapa banyak huruf rahasia akan para Bodhisattva Mahasattva ini memiliki keyakinan dan bermeditasi pada praktek Vajra ini, Hukum Rahasia dari semua Tathagata ini ?'

Kemudian Vajrapani Sarvatathagatadhipati berkata kepada semua Tathagata : 'Semua Bhagavan Tathagata, para Bodhisattva Mahasattva itu akan memiliki keyakinan dan bermeditasi pada praktek Vajra dari Pencerahan Bodhi dari semua Tathagata dengan Tiga Huruf Rahasia.'

Semua Tathagata berkata : 'Dengan Tiga apa ?'

Vajradhara berkata : 'Dengan Tiga ini : Tubuh Vajra dari semua Tathagata, Ucapan Vajra dari semua Tathagata, dan Pikiran Vajra dari semua Tathagata.'

Kemudian semua Tathagata membungkukkan diri di kaki Bhagavato Vajrapani dan tetap diam.

Kemudian Vajrapani Sarvatathagatadhipati berkata kepada semua Tathagata dan Bodhisattva : 'Dahulu kala, semua Bhagavanta Tathagata, melalui kalpa masa lampau yang sebanyak bintik debu di dalam gunung sumeru dari Buddha-ksetra seluruhnya melampaui ungkapan, dari sang Bhagavato Dipankara Tathagata Arhata Samyaksambuddha Atikranta hingga sampai pada sang Kasyapa Maha Muni Abhisambuddha, itu tidak diajarkan, karena pada waktu itu dan saat itu, Bhagavantah, para makhluk hidup tidak diperuntukkan untuk makna dari Maha Guhya ini. Tapi di dalam Guhyasamaja ini, semua Bhagavanta Tathagata, mereka mencapai pencerahan Bodhi Buddha dalam sekejap; Pencerahan Bodhi yang para Bodhisattva, mencari dan berjuang melalui banyak Kalpa yang sebanyak butiran pasir di sungai gangga, tidak bisa mencapai, dicapai di dalam seluruh hidup ini oleh Bodhisattva yang senang di dalam Guhyasamaja, dan Dia terhitung sebagai Buddha diantara semua Tathagata.'

Kemudian para Bodhisattva, mendengar kata-kata dari ucapan Vajra ini, menangis, dan semua Tathagata berkata kepada para Bodhisattva : 'Jangan menangis, Bhagavantah Maha Bodhisattva, jangan membangkitkan tiga kali lipat duka.'

Kemudian para Maha Bodhisattva berkata kepada semua Tathagata : 'Semua Bhagavantah Tathagata, bagaimana bisa Kami tidak menangis dan membangkitkan tiga kali lipat duka, karena Kami tidak diperuntukkan bahkan untuk mendengar nama dari Tiga Huruf Rahasia !'

Semua Tathagata berkata : 'Jangan berkata demikian ! Kulaputra, sama seperti anda belum mengetahui atau mendengar Huruf Biasa itu, demikian juga Kami, semua Tathagata dan semua Bodhisattva, belum mencapai atau memahami Huruf Rahasia ini; Dan mengapa ? Karena oleh kemurnian dari Tiga Huruf Rahasia ini (triguhyaksaravisuddhatvat).'

Kemudian semua Bodhisattva tetap diam, dan semua Bhagavan Tathagata tinggal berdiam di dalam Rahim dari Istri Vajra dari tubuh, ucapan, dan pikiran dari semua Tathagata.

Kemudian Mamaki, sang Istri dari tubuh, ucapan, dan pikiran dari semua Tathagata dengan penuh kegembiraan memuji sang Bhagavantam Sarvatathagatadhipati Mahavajradhara,  dengan kata-kata dari penyembahan tertinggi ini, keinginan Vajradhara :

'Anda, Pikiran Vajra, sang Penguasa Dunia, sang Alam Para Makhluk, (tvam vajracitta bhuvanesvara sattvadhato)  
Selamatkan Saya, dengan keinginan untuk tujuan besar dari kegembiraan dan kesenangan (trayahi mam ratimanojnamaharthakamaih);
Cintai Saya, Ayah dan Teman Terbesar dari para makhluk, (kamahi mama janaka sattvamahagrabandho)
Jika Anda menginginkan saya untuk hidup, Penguasa ! ' (yadicchase jivitu mahya natha)

Kemudian Buddha Locana, sang Istri dari tubuh, ucapan, dan pikiran dari semua Tathagata dengan penuh kegembiraan memuji sang Bhagavantam Sarvatathagatadhipati Mahavajradhara, dengan kata-kata dari penyembahan tertinggi ini, kesenangan dari keinginan Vajra :

'Anda, Tubuh Vajra, Yang sayang pada semua makhluk, sang Lingkaran Perintah, (tvam vajrakaya bahusattvapriyajnacakra)  
Guru Kebaikan, sang Tujuan Para Buddha, Pencerahan Tertinggi, (buddharthabodhiparamarthahitanudarsi);
Dengan gairah kegemaran cintai Saya, sang Samaya Gairah Kegemaran (ragena ragasamayam mama kamayasva)
Jika Anda menginginkan saya untuk hidup, Penguasa ! ' (yadicchase jivitu mahya natha)

Kemudian Vajranetri, sang tubuh, ucapan, dan pikiran dari Lokesvara, memuji sang Bhagavantam Sarvatathagatadhipati Mahavajradhara, dengan Samaya dari kenikmatan dari keinginan :

'Anda, Ucapan Vajra, Yang bermurah hati, Yang baik dari semua, (tvam vajravaca sakalasya hitanukampi)  
Yang selalu berniat pada pekerjaan dari tujuan dunia, (lokarthakaryakarane sada sampravrttah);
Cintai Saya, Samantabhadra, Praktek dari kesenangan (kamahi mam suratacarya samantabhadra)
Jika Anda menginginkan saya untuk hidup, Penguasa ! ' (yadicchase jivitu mahya natha)

Kemudian Istri dari Samaya Vajra dari tubuh, ucapan, dan pikiran dari semua Tathagata (sarvatathagatakayavakcittasamayavajradayita) memuji sang Bhagavantam Sarvatathagatadhipati Mahavajradhara, dengan kegembiraan ini dari kebahagiaan dan kesenangan dari semua Tathagata :

'Anda, Keinginan Vajra, Samaya tertinggi, Tujuan dari semua kebaikan besar, (tvam vajrakama samayagra mahahitartha)  
Perhiasan dari barisan para Buddha, Yang bermurah hati tidak memihak, (sambuddhavamsatilakah samatanukampi);
Cintai Saya, Yang adalah Permata Diri dari kebajikan (kamahi mam gunanidhim bahuratnabhutam)
Jika Anda menginginkan saya untuk hidup, Penguasa ! ' (yadicchase jivitu mahya natha)

Kemudian Bhagavan Vajrapani Tathagata memasuki Samadhi yang bernama "Kemuliaan Vajra Dari Kenikmatan Dari Semua Keinginan (sarvakamopabhogavajrasriyam nama samadhih)", dan dengan lingkaran Samaya, menikmati Istri dari semua Tathagata, diam. Lalu seluruh alam dari ruang angkasa menjadi terisi dengan benih dari Samaya tubuh, ucapan dan pikiran Vajra dari semua Tathagata, sama seperti guci penuh dengan air Vajra, dan semua makhluk hidup lahir dari Samaya dari tiga tubuh di dalam alam Vajra dari ruang angkasa itu disentuh oleh Kemuliaan Vajra itu dan menjadi para Tathagata Arhantah Samyaksambuddha, dengan kebijaksanaan dari tiga Vajra, dan dari saat itu semua makhluk hidup di abhiseka sebagai Samantabhadra oleh tubuh, ucapan, dan pikiran Vajra dari semua Tathagata.

Kemudian Vajrapani Tathagata berkata kepada semua Tathagata : 'Semua Bhagavantah Tathagatah, apakah Anda mengerti kesamaan dari semua Buddhadharma ?'

Kemudian semua Tathagata berkata kepada Vajrapani Sarvatathagatadhipati : 'Mengerti, Bhagavan, mengerti, Sugata, Kami memahami praktek dari kebijaksanaan Vajra, kesamaan dari kebijaksanaan dari semua Tathagata.'

Kemudian semua Bhagavantah Tathagatah datang keluar dari rahim dari istri dari semua Tathagata dan berkata kepada Bhagavan Mahavajrapani Sarvatathagatadhipati Tathagata : 'Alangkah menakjubkan Bhagavan, alangkah menakjubkan Sugata, alangkah hebat itu bahwa Pencerahan Bodhi Buddha dimengerti melalui kata-kata dari Gairah Kegemaran !'

Kemudian Vajrapani Sarvatathagatadhipati berkata kepada semua Tathagata : 'Jangan berbicara begitu, semua Bhagavantah Tathagatah, karena semua dharma adalah sama seperti Samaya dari ruang angkasa Vajra; Tidak ada Rupa Skandha, tidak ada Vedana Skandha, tidak ada Samjna Skandha, tidak ada Samskara Skandha, tidak ada Vijnana Skandha, tidak ada indera dan tidak ada bidang indera, tidak ada gairah kegemaran, tidak ada kebencian dan tidak ada angan-angan khayalan, tiada dharma dan tiada yang bukan dharma.'

Kemudian semua Tathagata diam (atha te sarvatathagatas tusnim abhuvan).

Kemudian Bhagavan Vajrapani berkata kepada semua Tathagata dan semua Bodhisattva : 'Semua Bhagavantah Tathagatah, ungkapkan "Rahasia dari Tubuh Ucapan Pikiran Vajra dari semua Tathagata ini" kepada semua alam-alam dunia, untuk para Bodhisattva Mahasattva yang tinggal berdiam di dalam sepuluh penjuru arah yang ditakdirkan untuk ajaran dari Dharma ini.'

Kemudian Vajrapani Sarvatathagatadhipati berkata kepada Vajra Dharma : 'Kulaputra, ambil intisari dari Samaya dari semua Tathagata ini, karena Anda di abhiseka oleh semua Tathagata sebagai 'Dharmesvaravajra (Penguasa Vajra dari Dharma)'.'

Vajradharma berkata : 'Jadi demikianlah' ; Dan Dia diam.

Kemudian semua Tathagata membuat tubuh, ucapan, pikiran Mereka memasuki Tiga Huruf dari Vajrasattva; Kemudian Vairocana Tathagata tinggal berdiam di dalam tubuh Vajra dari tiga alam, dan bermeditasi pada kesamaan dengan tubuh dari semua Tathagata, diam, dan 'Vagvajra Tathagata (Tathagata Ucapan Vajra)' tinggal bediam di dalam Ucapan Vajra dari tiga alam, dan bermeditasi pada kesamaan dengan ucapan dari semua Tathagata, diam, dan Vajrapani Tathagata tinggal berdiam di dalam Pikiran Vajra dari tiga alam, dan bermeditasi pada kesamaan dengan pikiran dari semua Tathagata, diam.

Demikian dikatakan (idam avocat).




Guhya Samaja Maha Tantra Raja Paripurnam


Terakhir diubah oleh skipper tanggal Tue Oct 13, 2015 10:17 pm, total 4 kali diubah

skipper

Jumlah posting : 439
Join date : 27.11.08
Age : 28

Lihat profil user http://aryamahayana.forumup.com

Kembali Ke Atas Go down

HUM

Post by skipper on Thu Sep 17, 2015 10:01 pm



OM AMI DEVA HRIH



Terakhir diubah oleh skipper tanggal Mon Nov 14, 2016 12:09 am, total 1 kali diubah

skipper

Jumlah posting : 439
Join date : 27.11.08
Age : 28

Lihat profil user http://aryamahayana.forumup.com

Kembali Ke Atas Go down

HUM

Post by skipper on Thu Sep 17, 2015 10:02 pm


Sri Hevajra Anuttara Yoga Mahayana Gatha

Orang harus bangkit dari yang mana yang dia jatuh

Dengan dharma apapun yang dunia terikat, dengan itu ikatan itu terlepas

Para makhluk terikat oleh gairah nafsu dan terlepaskan melalui menggunakan gairah nafsu.



Namo Stu Buddhaya

Namah Sarvajna Siddha Tathagata

Maha Siddha Indrabhuti - Dia yang menerima Adhisthana Guhya Samaya dari Sakyamuni dalam wujud Vajradhara

Namo Stu Buddhaya,

Terpujilah Sarvartha Siddhi, sang Bodhisattva di Kalpa kehidupan Kita,
Terpujilah Sakyamuni, sang Buddha di kalpa kehidupan kita,
Terpujilah Mahayana, sang Kereta Tempur Para Bodhisattva menuju Bodhi.

Ini adalah Tathagataguhyaka, yang juga dinamakan sebagai Guhya Samaya, berarti Perkumpulan Rahasia, Rahasia dari Anuttara Yoga Tantra, Yang adalah Praktek Tertinggi Yang Membawa Siddhi, Mahayana yang tiada tanding yang di berikan oleh Vajradhara, sang Adi Buddha (Buddha yang terutama), Vajrapani Tathagata Raja. Diajarkan oleh sang Sakyamuni Buddha, kepada Maha Siddha Indrabhuti, yang mencapai Siddhi tanpa meninggalkan Bidang Kamadhatu, seperti Teratai yang mekar di kolam yang kotor.

Diantara 84000 Pintu Gerbang Dharma dari Mahayana, Anuttara Yoga Tantra dari Guhya Samaya ini adalah Anuttaracarya (praktek tiada tandingan) yang menerangkan bagaimana melakukan praktek Meditasi-Bhavana pada aktifitas dari Lima Nafsu Keinginan untuk mencapai Siddhi. Yang bahkan memurnikan kejahatan pancanantarya, Sungguh Menakjubkan, Sulit Dipercaya, dan Sulit Dimengerti

Di Dalam Sutra Mahayana dari Anuttara Yoga Tantra ini, akan banyak di temukan kata-kata aktifitas kamadhatu (alam nafsu) dan juga yang akan tampak seperti ANOMALI (berlawanan) dari ajaran dari Sutra - Sutra Mahayana yang lainnya yang umumnya menitik beratkan pencapaian Bodhi dari aktifitas yang diluar dari Kamadhatu.

Akan ada ditemui ajaran Bhavana seperti melakukan Meditasi pada pemuasan nafsu indriya, melakukan meditasi dengan menvisualisasikan Vajra untuk menghancurkan para Tathagata, atau melakukan meditasi dengan menvisualisasikan mencuri permata dari para Bhagavan Buddha.

Sekali lagi, ini bagi yang belum memahami akan tampak seperti ANOMALI DARI BUDDHA-DHARMA, bahkan didalam Sutra ini sudah menggambarlan bagaimana sang Maha Bodhisattva Sarvanivaranaviskhambhin dan juga para Bodhisattva yang dipimpin oleh-Nya terkejut keheranan hingga jatuh kedalam ketakutan dan kehilangan pemusatan perhatiannya karena tidak mampu menanggapi Anuttara Yoga Tantra sang Vajradhara.

Tetapi ini adalah Ketiadaan Diri Yang Menakjubkan, Yang Memanifestasikan Praktek Kamadhatu menuju Keberhasilan Siddhi pada Bodhi sang Buddha. Yang Menunjukkan bagaimana Penguasaan sang Tathagata pada bidang dunia nafsu keinginan. Bagaimana menghasilkan Siddhi dari Keduniawian. Ini adalah Menakjubkan bagi yang memahami.


Seperti Teratai yang saat awal pertumbuhannya beraktifitas di dalam kolam yang kotor dan tercelup dalam air rawa yang keruh oleh noda,
Demikian juga Anuttara Yoga Tantra dari Guhya Samaya ini, beraktifitas dalam praktek Hawa Nafsu Indriya yang umum di Kamadhatu, Triloka, dunia kita ini.
Setelah berhasil melampaui kedalaman air rawa, sempurna dalam pertumbuhannya, mekarlah sang Maha Padma,
Dalam cara yang sama, Yogin yang berhasil didalam Sadhana Vajradhara ini, Siddhi yang menakjubkan diperoleh.


Sang Tathagata tidak pernah khilaf dalam berucap.

Namo Stu Buddhaya

OM VAJRA AKSOBHYA HUM

skipper

Jumlah posting : 439
Join date : 27.11.08
Age : 28

Lihat profil user http://aryamahayana.forumup.com

Kembali Ke Atas Go down

Re: Sarva Tathagata Kayavakcittarahasyo Guhya Samaya Nama Maha Kalpa Raja Mahayana Sutra

Post by Sponsored content Today at 7:18 am


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik