Maha Vairocana Vajra Adhyardhasatika Prajna Paramita Paranirmitavasavartin Loka Lamkara Nama Mahayana Sutra

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Maha Vairocana Vajra Adhyardhasatika Prajna Paramita Paranirmitavasavartin Loka Lamkara Nama Mahayana Sutra

Post by skipper on Wed Oct 14, 2015 4:22 pm


OM VAIROCANA HUM

Maha Vairocana Vajra Adhyardhasatika Prajna Paramita Paranirmitavasavartin Loka Lamkara Nama Mahayana Sutra




OM VAJRAPANI HUM

'Demikianlah telah kudengar, pada suatu waktu, sang Bhagavan yang telah mencapai kebijaksanaan suci yang paling unggul dari keagungan Vajra dari semua Tathagata; Yang dengan berkat pencapaian dari mahkota permata suci dari semua Tathagata adalah Penguasa dari tiga alam (traidhatuka); Yang telah mencapai penyatuan, keberadaan alami yang berasal dari semua kebijaksanaan Tathagata 'Yang Maha Mengetahui, yang mampu melakukan berbagai tindakan dari kesamaan dari semua Mudra dari semua Tathagata, sehingga membawa pemenuhan kepuasan semua fungsi dari nafsu keinginan dalam semua alam para makhluk hidup, yang tidak habis-habisnya dan tanpa sisa; Yang pada semua waktu di tiga dunia adalah secara abadi terus-menerus sebagai Vajra dalam fungsi-Nya dari Tubuh, Ucapan dan Pikiran, sang Bhagavan Maha Vairocana Tathagata, sedang berada di dalam istana surga Paranirmitavasavartin di dalam dunia dari nafsu keinginan: Ruang permata yang besar, yang mereka selalu memuji sebagai yang diberkati ketika sedang tinggal berdiam disana.

Itu terhiasi secara beranekaragam, dengan lonceng yang besar dan yang kecil dan banyak spanduk-bendera, yang istimewa dan berkibar di dalam tiupan angin yang lembut; dengan banyak permata, perhiasan untuk kepala dan hiasan kalung leher yang seperti bulan purnama dan, lebih jauh lagi, gemerlapan berseri-seri.

Dia dihadiri oleh rombongan delapan puluh juta koti yang tidak terhitung jumlahnya para Bodhisattva Mahasattva, yang terutama yaitu Vajrapani Bodhisattva Mahasattva, Avalokitesvara Bodhisattva Mahasattva, Akasagarbha Bodhisattva Mahasattva, Vajramusti Bodhisattva Mahasattva, Manjusri Bodhisattva Mahasattva, Sacittotpada-Dharmacakra-pravartin Bodhisattva Mahasattva, Gaganaganja Bodhisattva Mahasattva dan Sarvamara-pramardin Bodhisattva Mahasattva.

Dengan dihadiri oleh rombongan besar dari para Bodhisattva Mahasattva ini, dikelilingi dan dihormati oleh Mereka, Dia menguraikan secara terperinci Ajaran: Yang baik di awal, di tengah dan di akhir; sangat indah
dalam kata-kata-Nya dan pemaknaannya; Dari penyatuan yang murni; Yang secara sempurna memuaskan; Yang murni dan yang tidak terpisahkan.

Dia menjelaskan Pintu Gerbang dari Julukan dari Kemurnian semua dharma (sarvadharmaviśuddhinirhāram), dengan kata-kata ini:
"julukan," kemurnian dari kebahagiaan yang sangat indah" adalah 'tahap dari Bodhisattva (bodhisattvapadam)'.
Julukan, "kemurnian dari panah dari nafsu keinginan" adalah tahap dari Bodhisattva.
Julukan, "kemurnian dari sentuhan" adalah tahap dari Bodhisattva.
Julukan, "kemurnian dari ikatan cinta" adalah tahap dari Bodhisattva.
Julukan, "kemurnian dari kedaulatan alami" adalah tahap dari Bodhisattva.
Julukan, "kemurnian dari melihat" adalah tahap dari Bodhisattva.
Julukan, "kemurnian dari kegairahan" adalah tahap dari Bodhisattva.
Julukan, "kemurnian dari cinta" adalah tahap dari Bodhisattva.
Julukan, "kemurnian dari kebanggaan" adalah tahap dari Bodhisattva.
Julukan, "kemurnian dari perhiasan" adalah tahap dari Bodhisattva.
Julukan, "kemurnian dari kelimpahan batin" adalah tahap dari Bodhisattva.
Julukan, "kemurnian dari kemurnian cahaya" adalah tahap dari Bodhisattva.
Julukan, "kemurnian dari tubuh kebahagiaan" adalah tahap dari Bodhisattva.
Julukan, "kemurnian dari bentuk-rupa" adalah tahap dari Bodhisattva.
Julukan, "kemurnian dari suara" adalah tahap dari Bodhisattva.
Julukan, "kemurnian dari bau" adalah tahap dari Bodhisattva.
Julukan, "kemurnian dari rasa" adalah tahap dari Bodhisattva (rasaviśuddhipadametat yaduta bodhisattvapadam).

"Dan mengapa begitu?(tatkasya hetoh?)

"Karena 'semua dharma di dalam sifat alaminya sendiri adalah murni (sarvadharmāh svabhāvaviśuddhāh)', semua dharma di dalam sifat alaminya sendiri adalah kosong, Prajnń-paramita adalah murni."

"Vajrapani, jika ada orang yang mendengar Prinsip Bimbingan Kebijaksanaan dari Julukan-julukan ini yang mewujudkan kemurnian, sampai dia mencapai tempat Pencerahan Bodhi, semua rintangan - rintangan dari nafsu gairah-kegemaran, rintangan menuju ke Dharma, rintangan pada tindakan - bahkan kumpulan-timbunan yang luas dari kebiasaan tidak akan melemparkan dia ke dalam takdir dari neraka dan sisanya. Ini tidak akan sulit untuk memadamkan dosa kesalahan besar yang telah dilakukan.

Jika orang mampu menerima dan mempertahankan Ajaran ini, membacanya dan mengucapkannya kembali pada setiap hari, mengarahkan pikiran orang untuk itu dan merenungkannya, dalam kehidupan yang sekarang ini sendiri orang akan sepenuhnya mencapai kedaulatan dan menerima kegembiraan yang menjadi bagian tetap dalam kebahagiaan yang tidak terhitung. Melewati kehidupan dari enam belas Maha Bodhisattva, orang akan mencapai tahap dari Tathagata dan dari Vajradhara.

Kemudian sang Bhagavan Vajrapani Bodhisattva Mahasattva, sang Vajradhara yang unggul dari semua Mandala dari semua Tathagata, Janji dari Pencerahan Bodhi Mahayana, Yang menundukkan secara tidak habis-habisnya di dalam tiga alam dan menyempurnakan semua tujuan, mulai menjelaskan makna ini lebih lanjut, mensantaikan penampilan wajah-Nya dan menjadi tersenyum. Dengan tangan kiri-Nya Dia membentuk Mudra dari Kebanggaan Vajra, dengan tangan kanan-Nya Dia menggenggam dan melemparkan Vajra asli yang besar, membangkitkan semangat dari kemajuan berani dan menguraikan secara terperinci intisari suci yang menguntungkan dari Vajra dari Kebahagiaan Besar : HUM

'Lalu Bhagavan Vairocana Tathagata, membahas penjelasan yang terperinci dari prinsip bimbingan dari kebijaksanaan yang mewujudkan kebangkitan Bodhi yang sempurna yang tertinggi pada sifat alami dharma dari keheningan yang tenang semua Tathagata (sarvatathāgataśāntadharmatābhisambodhinirhāram), dengan kata-kata ini:

"Ada Kebangkitan Bodhi yang sempurna pada kesamaan dari Vajra (vajrasamatābhisambodhau), karena Pencerahan Bodhi besar adalah kepadatan Vajra (mahābodhivajradrdhatayā).

Ada Kebangkitan Bodhi yang sempurna pada kesamaan dari akhir (arthasamatābhisambodhau), karena Pencerahan Bodhi besar adalah manfaat yang baik dari yang berakhir (mahābodhirekārthatayā).

Ada Kebangkitan Bodhi yang sempurna pada kesamaan dari dharma (dharmasamatābhisambodhau), karena Pencerahan Bodhi besar adalah kemurnian dari sifat alami diri (mahābodhih svabhāvaśuddhatayā).

Ada Kebangkitan Bodhi yang sempurna pada kesamaan dari semua perbuatan, karena Pencerahan Bodhi besar adalah sifat alami yang tiada perbedaan dari semua perbedaan.

"Vajrapani, jika ada orang yang mendengar Ajaran dari Empat Perwujudan ini, membacanya, menerimanya, mempertahankannya, meskipun dia mungkin melakukan untuk suatu waktu dosa berat yang tanpa jumlah, dia akan tanpa gagal dapat melampaui semua takdir yang menyedihkan dan mengambil tempatnya di tempat Pencerahan Bodhi. Dia akan mampu mendapatkan kemenangan yang cepat dan mencapai Pencerahan Bodhi tertinggi yang sempurna."

Kemudian, setelah demikian memberikan penjelasan-Nya, sang Bhagavan, mulai menjelaskan makna ini lebih lanjut, mensantaikan penampilan wajah-Nya dan tersenyum halus: membentuk Mudra dari Genggaman Kebijaksanaan, Dia menjelaskan intisari dari kesamaan dari sifat alami diri dari semua dharma : AH

Kemudian Bhagavān Sarva-Dusta-Vinaya-Sākyamuni Tathāgatah, membahas penjelasan yang terperinci dari prinsip bimbingan dari kebijaksanaan yang mewujudkan Penaklukan Tertinggi oleh kesamaan dari semua dharma, dengan kata-kata ini:

"Dikarenakan oleh ketiadaan imajinasi yang sia-sia yang berhubungan dengan keserakahan, ada ketiadaan imajinasi yang sia-sia yang berhubungan dengan kebencian.
Dikarenakan oleh ketiadaan imajinasi yang sia-sia yang berhubungan dengan kebencian, ada ketiadaan imajinasi yang sia-sia yang berhubungan dengan angan-angan khayalan.
Dari ketiadaan imajinasi yang sia-sia yang berhubungan dengan angan-angan khayalan, ada ketiadaan dari imajinasi yang sia-sia yang berhubungan dengan semua dharma.
Dari ketiadaan imajinasi yang sia-sia yang berhubungan dengan semua dharma, orang harus mengetahui ketiadaan dari imajinasi yang sia-sia berhubungan dengan 'Kesempurnaan dari Kebijaksanaan (Praj˝ā Pāramitā)'.

"Vajrapani, jika ada orang yang mendengar Prinsip Bimbingan ini, menerima, mempertahankan dan mengucapkannya, meskipun dia mungkin menghancurkan semua makhluk hidup, dia tidak akan jatuh ke dalam takdir-takdir yang menyedihkan. Berpegang pada disiplin itu, dia akan dengan cepat mencapai Pencerahan Bodhi tertinggi yang sesungguhnya."

Kemudian Vajrapani, sang Maha Bodhisattva, mulai menjelaskan makna ini lebih lanjut, membentuk Mudra dari Menaklukkan Tiga Dunia dan sama seperti bunga teratai mekar wajah-Nya tersenyum merekah. Kemudian merajut alis mata-Nya dan menatap secara ganas Dia memamerkan gigi taring-Nya yang seperti pedang, menggunakan sikap penaklukan dan menjelaskan intisari dari huruf Vajra HUM ini : HUM

Kemudian Bhagavān Svabhāvaśuddha Tathāgatah, membahas penjelasan yang terperinci dari prinsip bimbingan dari kebijaksanaan yang mewujudkan Mudra dari Kebijaksanaan yang merenungkan dari keberadaan alami kesamaan dari semua dharma, dengan kata-kata ini:

"Tepat dikarenakan oleh kemurnian dari semua keserakahan duniawi, ada kemurnian dari kebencian;
Tepat dikarenakan oleh kemurnian dari semua kekotoran batin duniawi, ada kemurnian dari semua kejahatan;
Tepat dikarenakan oleh kemurnian dari semua dharma duniawi, ada kemurnian dari semua makhluk;
Tepat dikarenakan oleh kemurnian dari semua pengetahuan duniawi, ada kemurnian dari Prajna Paramita.

Vajrapani, jika ada orang yang mendengar Prinsip Bimbingan ini, menerimanya dan mempertahankannya, mengucapkannya dan mengarahkan pikirannya untuk itu, meskipun dia tinggal berdiam di dalam nafsu keinginan, sama seperti bunga teratai dia tidak akan bergerak antara kekotoran luar atau rintangan, juga dia tidak akan tercemar; dia dengan cepat akan mencapai Pencerahan Bodhi tertinggi yang sesungguhnya."

Kemudian Bhagavan Avalokitesvara, sang Maha Bodhisattva, mulai menjelaskan makna ini lebih lanjut, mensantaikan penampilan wajah-Nya dan menjadi tersenyum. Menciptakan tenaga yang membuka bunga teratai mekar, Dia merenungkan nafsu keinginan sebagai yang murni tanpa noda dan menguraikan secara terperinci intisari dari nafsu keinginan yang bermacam-macam dari semua kumpulan jumlah besar para makhluk: HRIH

'Lalu Bhagavān Sarvatraidhātukādhipati Tathāgatah, membahas penjelasan yang terperinci dari prinsip bimbingan dari kebijaksanaan yang merupakan gudang kebijaksanaan dari penyucian semua Tathagata (sarvatathāgatābhisekasambhavaj˝ānagarbham), dengan kata-kata ini:

"Dikarenakan oleh penganugerahan penyucian, adalah mungkin untuk mencapai peringkat Raja dharma tiga alam;
Dikarenakan oleh penganugerahan manfaat dari akhir, orang mencapai kepuasan semua keinginan;
Dikarenakan oleh penganugerahan dharma, orang mencapai semua dharma, sempurna dan memuaskan;
Dikarenakan oleh penganugerahan kebutuhan praktis, orang mencapai semua kesenangan dari tubuh, ucapan dan pikiran (sarvakāyavākcittasukhapratilambhāya)."

Kemudian Akasagarbha, sang Maha Bodhisattva, mulai menjelaskan makna ini lebih lanjut, mensantaikan penampilan wajah-Nya dan menjadi tersenyum. Mengambil hiasan rambut permata Vajra dan secara spontan mengikatnya ke kepala-Nya, Dia menguraikan secara terperinci intisari dari permata suci dari semua penyucian: TRAM

'Lalu Bhagavān Sāśvata-sarvatathāgata-j˝āna-mudrā-prāptasarvatathāgata-mustidhara Tathāgatah, membahas penjelasan yang terperinci dari prinsip bimbingan dari kebijaksanaan yang merupakan Vajra pemberdayaan dari Mudra dari kebijaksanaan semua Tathagata (sarvatathāgataj˝ānamudrādhisthānavajram), dengan kata-kata ini:

"Membentuk Mudra dari Tubuh dari semua Tathagata adalah dengan sendirinya mempraktekkan Tubuh dari semua Tathagata;
Membentuk Mudra dari Ucapan dari semua Tathagata adalah dengan sendirinya memperoleh Ajaran dari semua Tathagata;
Membentuk Mudra dari Pikiran dari semua Tathagata adalah dengan sendirinya mencapai Samadhi dari semua Tathagata;
Membentuk Mudra Vajra dari semua Tathagata adalah dengan sendirinya mencapai Siddhi yang paling unggul dari fungsi Tubuh, Ucapan dan Pikiran dari semua Tathagata.

"Vajrapani, jika ada orang yang mendengar Prinsip Bimbingan ini, menerima dan mempertahankannya, mengucapkannya dan mengarahkan pikirannya untuk itu, dia akan mencapai kedaulatan atas segala sesuatu, kebijaksanaan dari semua pengetahuan, semua kegiatan, semua pencapaian, dia akan mencapai sifat alami Vajra dari semua (fungsi) tubuh, ucapan dan pikiran, dan semua Siddhi. Dia akan cepat mencapai ke Pencerahan Bodhi tertinggi yang sesungguhnya. "

Kemudian sang Bhagavan, mulai menjelaskan makna ini lebih lanjut, mensantaikan penampilan wajah-Nya dan menjadi tersenyum. Dia membentuk Mudra dari penyucian besar dari kepalan tinju Vajra dan menguraikan secara terperinci intisari alami yang merupakan penyucian dari penyelesaian dari semua yang kuat, Mudra Vajra ini : AH

Kemudian Bhagavān Sarvadharmāprapa˝ca Tathāgatah, membahas penjelasan yang terperinci dari prinsip bimbingan dari kebijaksanaan dari Roda Huruf Yang Berputar (cakrāksaraparivartam), dengan kata-kata ini:

"Dharma adalah kosong karena ia terikat dengan ketiadaan dari sifat alami diri;
Dharma adalah tanpa tanda karena ia terikat dengan ketiadaan dari sifat alami dari tanda;
Dharma adalah tanpa keinginan karena ia terikat dengan ketiadaan dari sifat alami dari keinginan;
Dharma adalah cahaya terang yang tembus karena Prajna Paramita adalah murni. "

Kemudian Manjusri, sang Pangeran, mulai menjelaskan makna ini lebih lanjut, mensantaikan penampilan wajah-Nya dan menjadi tersenyum. Mengambil pedang-Nya Dia mengayunkannya, membelah semua Tathagata, dan menjelaskan intisari yang paling unggul dari Kesempurnaan Kebijaksanaan ini: OM

Kemudian Bhagavān Sarvatathāgata-cakrāntargata Tathāgatah, membahas penjelasan yang terperinci dari prinsip bimbingan dari kebijaksanaan dimana orang memasuki Roda besar (mahācakrapraveśam), dengan kata-kata ini:

"Memasuki kesamaan Vajra adalah dengan sendirinya memasuki Roda Dharma dari semua Tathagata;
Memasuki kesamaan dari akhir adalah dengan sendirinya memasuki Roda dari para Maha Bodhisattva;
Memasuki kesamaan dari semua dharma adalah dengan sendirinya memasuki Roda dari Ajaran yang luar biasa;
Memasuki kesamaan dari semua tindakan adalah dengan sendirinya memasuki Roda dari semua kegiatan. "

Kemudian Sacittotpada-Dharmacakra-pravartin, sang Maha Bodhisattva, mulai menjelaskan makna ini lebih lanjut, mensantaikan penampilan wajah-Nya dan menjadi tersenyum. Memutar Roda Vajra, Dia menjelaskan intisari dari semua penyucian Vajra : HUM

Kemudian Bhagavān Sarvapūjā-vidhivistarabhājana Tathāgatah, membahas penjelasan yang terperinci dari prinsip bimbingan dari kebijaksanaan yang mewujudkan keunggulan tertinggi dari semua pemujaan, dengan kata-kata ini:

"Memulai cita-cita menuju ke Pencerahan Bodhi adalah dengan sendirinya praktek dari memperluas pemujaan besar untuk para Tathagata;
Menyempurnakan keselamatan semua makhluk adalah dengan sendirinya praktek dari memperluas pemujaan besar untuk para Tathagata;
Menerima dan mempertahankan Kitab Suci yang menakjubkan itu adalah dengan sendirinya praktek dari memperluas pemujaan besar untuk para Tathagata;
Dalam Kesempurnaan Kebijaksanaan, memberikan pemujaan dalam berbagai cara - menerima dan mempertahankannya, membacanya, menulisnya dan mengajar orang lain untuk menulisnya, mengarahkan pikiran orang untuk itu dan menerimanya dengan latihan keagamaan - adalah dengan sendirinya praktek dari memperluas pemujaan besar untuk para Tathagata. "

Kemudian Gaganaganja, sang Maha Bodhisattva, mulai menjelaskan makna ini lebih lanjut, mensantaikan penampilan wajah-Nya dan menjadi tersenyum, dan menguraikan secara terperinci intisari dari semua Vajra ini, penyucian yang manjur dari semua perbuatan : OM

Kemudian Bhagavān Sarvavinaya-samartha Tathāgatah, membahas penjelasan yang terperinci dari prinsip bimbingan dari kebijaksanaan yang merupakan gudang kebijaksanaan dimana semuanya ditundukkan oleh 'disiplin (vinaya)', dengan kata-kata ini:

"Dikarenakan oleh kesamaan dari semua makhluk hidup, 'murka adalah kesamaan (krodhasamatā)';
Dikarenakan oleh disiplin dari semua makhluk hidup, 'murka adalah disiplin (krodhavinayanatā)';
Dikarenakan oleh sifat alami dharma dari semua makhluk hidup hidup, 'murka adalah sifat alami dharma (krodhadharmatā)';
Dikarenakan oleh sifat alami Vajra dari semua makhluk hidup (sarvasattvavajratāyām), 'murka adalah sifat alami Vajra (krodhavajratā)'.
Mengapa begitu? - Penaklukan semua makhluk hidup sebenarnya adalah untuk tujuan Pencerahan Bodhi. "

Kemudian Sarvamara-pramardin, sang Maha Bodhisattva, mulai menjelaskan makna ini lebih lanjut, mensantaikan penampilan wajah-Nya dan menjadi tersenyum, Memegang lambang dari Vajrayaksa dan memperlihatkan gigi taring Vajra, Dia menanamkan ketakutan kepada semua Tathagata dan menguraikan secara terperinci intisari dari tertawa besar dari Kemurkaan Vajra : HAH

Kemudian Bhagavān Sarvadharma-samatā-pratisthita Tathāgatah, membahas penjelasan yang terperinci dari prinsip bimbingan dari kebijaksanaan yang mewujudkan keunggulan yang tertinggi dari penyucian dari semua dharma, dengan kata-kata ini:

"Dikarenakan oleh kesamaan dari semua hal, 'kesempurnaan kebijaksanaan adalah kesamaan (praj˝āpāramitāsamatā)';
Dikarenakan oleh sifat alami yang menguntungkan dari semua hal, kesempurnaan kebijaksanaan adalah dari sifat alami yang menguntungkan;
Dikarenakan oleh sifat alami dharma dari semua hal, kesempurnaan kebijaksanaan adalah dari sifat alami dharma;
Karena semua hal adalah dari sifat alami dari kegiatan, kesempurnaan kebijaksanaan adalah dari sifat alami dari kegiatan - ketahuilah itu menjadi demikian ".

Kemudian Vajrapani, memasuki Samadhi dari Kasih Karunia Suci dari semua Tathagata dan Bodhisattva, menguraikan secara terperinci intisari dari semua penyucian yang menguntungkan: HUM

'Lalu Bhagavan Vairocana Tathagata membahas penjelasan yang terperinci dari prinsip bimbingan dari kebijaksanaan yang memberdayakan semua makhluk hidup, dengan kata-kata ini:

"Semua makhluk hidup adalah rahim dari Tathagata (sarvasattvāstathāgatagarbhāh), karena mereka semua adalah diri dari Samantabhadra sang Maha Bodhisattva (samantabhadramahābodhisattvasarvātmatayo);
Semua makhluk hidup adalah rahim dari Vajra, karena mereka adalah penyucian dari rahim Vajra (vajragarbhābhisiktatayā);
Semua makhluk hidup adalah rahim dari dharma yang luar biasa, karena mereka mampu mengubah kata-kata dan pidato;
Semua makhluk hidup adalah rahim dari tindakan, karena mereka di dalam penyatuan dengan yang membuat dan yang dibuat. "

Kemudian para dewata dari bagian Vajra luar, mulai menjelaskan makna ini lebih lanjut, mengangkat suara mereka dalam sukacita dan menguraikan secara terperinci intisari yang sesungguhnya dari keberadaan sifat alami Vajra: TRI

Kemudian tujuh dewi surgawi memberikan penghormatan ke kaki sang Buddha dan mempersembahkan Pengait dan <apa yang> mengumpulkan dan membawa kedalam, dan intisari yang sesungguhnya dari Janji yang memungkinkan kehancuran <kejahatan> dan pencapaian Pencerahan Bodhi: BHYOH

Kemudian tiga laki-laki bersaudara dari surga Madhukara memberi penghormatan ke kaki sang Buddha dan mempersembahkan Mantra dari hati mereka sendiri: SVA

Setelah itu, empat perempuan bersaudara, para dewi itu, mempersembahkan Mantra dari hati mereka sendiri: HAM

Kemudian Bhagavān Anantāparyantānistha Tathāgata, mulai menganugerahkan Ajaran ini dan menyelesaikan untuk mencapai penyempurnaan akhir, membahas penjelasan yang terperinci dari prinsip bimbingan dari kebijaksanaan yang mewujudkan Vajra dari Kesamaan, dengan kata-kata ini:

"Karena kesempurnaan kebijaksanaan adalah tidak terukur, semua Tathagata adalah tidak terukur;
Karena kesempurnaan kebijaksanaan adalah tidak terbatas, semua Tathagata adalah tidak terbatas;
Karena semua dharma adalah dari satu sifat alami, kesempurnaan kebijaksanaan adalah dari satu sifat alami;
Karena semua dharma adalah yang terdalam, kesempurnaan kebijaksanaan adalah yang terdalam.

"Vajrapani, jika ada orang yang mendengar Prinsip Bimbingan ini, menerima dan mempertahankannya dan mengarahkan pikirannya terhadap maknanya, dia akan benar-benar mencapai yang paling dalam praktek dari para Buddha dan Bodhisattva."

'Kemudian Bhagavān Vairocana Tathagata yang telah mencapai sifat alami Dharma dari semua rahasia dan tanpa imajinasi yang sia-sia (sarvatathāgataguhyadharmatāprāptasarvadharmāprapa˝cah), lagi membabarkan secara terperinci Prinsip Bimbingan yang paling unggul dari kebijaksanaan, yang tanpa awal, pertengahan atau akhir, dan yang dari sifat alami dari Dharma Vajra dari Janji Dia Yang Berbahagia Besar, sang Vajra, Yang Tidak Pernah Gagal (mahāsukhavajrāmogha vajrāmoghadharmatāpraj˝āpāramitāmukham paramamanādinidhanamadhyam), dengan kata-kata ini:

"Bodhisattva Mahasattva, dikarenakan oleh pencapaian yang paling unggul dari 'hasrat keinginan besar (maha raga)', mencapai pencapaian yang paling unggul dari 'kebahagiaan besar (maha sukha)';
Bodhisattva Mahasattva, tepat karena Dia mencapai pencapaian yang paling unggul dari kebahagiaan besar, mencapai pencapaian yang paling unggul dari Maha Bodhi semua Tathagata;
Bodhisattva Mahasattva, tepat karena Dia mencapai pencapaian yang paling unggul dari Maha Bodhi semua Tathagata, mencapai pencapaian yang paling unggul dari menghancurkan semua Mara yang besar dan kuat;
Bodhisattva Mahasattva, tepat karena Dia mencapai pencapaian yang paling unggul dari menghancurkan semua Mara yang besar dan kuat, mencapai pencapaian dari kedaulatan dalam keberadaan yang spontan di seluruh tiga alam;
Bodhisattva Mahasattva, tepat karena Dia mencapai pencapaian dari kedaulatan dalam keberadaan yang spontan di seluruh tiga alam, walaupun sedang berada di dalam lingkaran dari pembentukan, mencapai pembebasan yang murni dari semua makhluk di setiap alam tanpa kecuali; Oleh berkat semangat batinnya, terus-menerus berada di dalam kehidupan dan kematian Dia menyelamatkan semua dan memiliki pencapaian yang lengkap dan mutlak dari yang paling unggul terdalam, yang menguntungkan dan penuh kebahagiaan.

"Dan mengapa begitu?"

"Dia yang dari kebijaksanaan yang unggul, sang Bodhisattva, sampai pada pengurasannya pada kehidupan dan kematian, terus bekerja demi kepentingan para makhluk hidup dan maju ke Nirvana."

"Kesempurnaan Kebijaksanaan (Prajna Paramita) dan Cara Terampil (Upaya): melalui kebijaksanaan yang membawa orang ke seberang, orang sepenuhnya diberdayakan, dharma sebagai keberadaan adalah semuanya benar-benar murni."

"Karena hasrat keinginan menaklukkan dunia dan menghasilkan pencapaian dari pemberantasan murni, di puncak keberadaan atau di dalam takdir yang menyedihkan, disiplin vinaya itu menguras habis keberadaan.

"Karena noda-noda dari dasar dari tumbuhan bunga teratai tidak di dalam pengotoran dari kekotoran, demikian juga sifat dari hasrat keinginan adalah juga alami dan -tidak menjadi ternoda- menguntungkan jumlah besar para makhluk.

"Hasrat keinginan besar mencapai kemurnian dan adalah kelimpahan yang penuh dari yang besar, kebahagiaan yang penuh kedamaian: orang mencapai kedaulatan di tiga alam dan mampu menciptakan anugerah Vajra.

"Vajrapani, jika ada orang yang mendengar Prinsip Bimbingan asli dari kebijaksanaan ini, dan bangun pagi di setiap pagi hari membaca atau mendengarnya, dia akan mencapai kebahagiaan yang penuh kedamaian dalam segala hal dan pikiran dari kegembiraan; Pencapaian akhir dari Samaya Vajra yang menguntungkan dari kebahagiaan besar. Dalam kehidupan ini dia akan mencapai kebahagiaan meriah yang berdaulat dari semua dharma, dan maju melalui kehidupan enam belas Maha Bodhisattva dia akan mencapai tahap dari Tathagata Vajradhara : HUM

Kemudian semua Tathagata dan Bodhisattva yang memegang Vajra, para Mahasattva itu, semua-Nya datang dan berkumpul bersama-sama, dan mulai menunjukkan Ajaran ini, yang menguntungkan dan yang tanpa hambatan dan yang membawa pencapaian yang cepat, semua-Nya bersama-sama memuji Vajrapani, dengan mengatakan:

"Kemenangan yang indah, kemenangan yang indah, Mahasattva! Kemenangan yang indah, kebahagiaan besar yang penuh damai!
Kemenangan yang indah, kemenangan yang indah, Mahayana! Kemenangan yang indah, kemenangan yang indah, kebijaksanaan yang besar!
Sangat hebat kemampuan-Nya memberitakan Ajaran dari dharma ini! Pemberdayaan dari Sutra Vajra!
Semua berbagai-macam iblis tidak dapat menghancurkan dia yang mempertahankan Raja yang paling unggul dari Ajaran ini!
Dia mencapai keadaan yang paling unggul dari para Buddha dan Bodhisattva, untuk tinggal berdiam secara berlimpah di dalam pencapaian itu tidak butuh waktu lama! "
Semua Tathagata dan Bodhisattva bersama-sama secara demikian menyempurnakan penjelasan terperinci ini yang unggul, dan semua orang, dibuat menjadi memahami pencapaian ini sepenuhnya, dipenuhi dengan sukacita yang besar, dan percaya, mempertahankan dan mempraktekkannya.







Terakhir diubah oleh skipper tanggal Fri Oct 16, 2015 8:23 pm, total 3 kali diubah

skipper

Jumlah posting : 439
Join date : 27.11.08
Age : 28

Lihat profil user http://aryamahayana.forumup.com

Kembali Ke Atas Go down

Re: Maha Vairocana Vajra Adhyardhasatika Prajna Paramita Paranirmitavasavartin Loka Lamkara Nama Mahayana Sutra

Post by skipper on Sun Jan 03, 2016 3:05 pm

Telah di upload


Buku ke [24] Maha Vairocana Vajra Adhyardhasatika Prajna Paramita Paranirmitavasavartin Loka Lamkara Mahayana Suttram
https://drive.google.com/file/d/0BxccXyKASl7pUlJBTkVsbFdsbEU/view?usp=sharing


Silakan di download, Namo Stu Buddhaya

skipper

Jumlah posting : 439
Join date : 27.11.08
Age : 28

Lihat profil user http://aryamahayana.forumup.com

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik