Sri Maha Kala Tantraraja Rudra Kalpa Maha Smasana Nama Mahayana Sutra

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Sri Maha Kala Tantraraja Rudra Kalpa Maha Smasana Nama Mahayana Sutra

Post by skipper on Thu Dec 31, 2015 7:13 pm


Bhaisajya Guru Vaidurya Prabha Raja Tathagata

Sri Maha Kala Tantraraja Rudra Kalpa Maha Smasana Nama Mahayana Sutra

Om Namo Maha Kalaya

BAB I
Devisamputaprccha

Demikianlah telah kudengar, pada suatu waktu, sang Bhagavan sedang tinggal berdiam di dalam tiga bagian prinsip dari tubuh, ucapan, dan pikiran dari Dewi. (evam maya srutam ekasmin samaye bhagavan devitrikonesu kayavakcitta vihareti iti).

Sang Bhagavan berkata : "Kebenaran alami apakah, tentunya, yang tidak dapat diperoleh di dunia dengan cara dari Tubuh Vajra yang kuat ? Walaupun itu adalah yang tidak dapat dikatakan." (vajradehastirena vai tathatam parisevaniyam kim na sidhyati bhutale ? yadyavacaniyam caiva.)

Sang Dewi berkata : "O Bhagavan, sesungguhnya, mengapa itu dikatakan menjadi untuk keuntungan material dan kekecewaan dari para makhluk hidup? Dan, Bhagavan, untuk semua makhluk yang telah mencapai penghentian terakhir, tidak ada penggunaan terlalu banyak kata di dalam Tubuh Vajra yang memiliki bejana." (bho bhagavan kim artham idam bhasate sattvanam amohayarthaya ca vai, bhagavan sarvasattvasya paramaviratipraptasya nasti vada ca kalasair vajradehesu ca)

Sang Bhagavan berkata : "Vajra, penghasil kebahagiaan adalah kebenaran dari angan-angan khayalan tertinggi. Dewi, orang harus tidak mengolah-budidaya keberadaan atau tiada keberadaan ataupun keberadaan (apapun lainnya). Jika ini adalah posisi yang salah, itu akan dirubah oleh orang dengan kebenaran tertinggi. Tubuh sebagai milik pikiran dikatakan menjadi yang tidak terbayangkan bagi para makhluk duniawi." (vajram sukhadam paramohasya tattvam devi bhavam naiva bhavayet, abhavam va na bhavam, saceyam paksajugupsa yadi ta paramarthasattveno hinam, caittikam, sariram aha lokasyacintyam)

Sang Dewi bertanya : "O Bhagavan, bagaimana Anda akan menciptakan ciri-ciri dari cara demi kepentingan para makhluk hidup?" (bho bhagavan sattvartham katham upayasya laksanam karisyasi?)

Sang Bhagavan berkata : "Pertama, setelah berkembang sebagai Sravaka dan seterusnya. Saya memahami diri Saya adalah demi kepentingan para makhluk hidup. Setelah itu, Saya secara bertahap menjadi Guru Mahayana : Tiada pikiran, tentu tiada ciri dari pikiran dan tiada tempat tinggal pikiran. Sesungguhnya, dunia ini adalah berada di dalam sifat alami dari penghancuran." (prathamam sravakadisamsrstya sattvartham kalpio'ham, pascad anukramena mahayanadesako ham, na cittam napicaittikam nalayam jagad idam prahanabhave 'pi yatharthatah)

Sang Dewi bertanya : "Lalu, bagaimana bisa ada tempat dari penciptaan? Dan, apa yang akan menjadi penyelesaian dari penciptaan itu? Bagaimana 'penyatuan Dewi (devimelakam)'  dengan cara dari rasa yang sama menjadi sesuai dengan dua proses (dari penciptaan dan penyelesaian)? Melalui cara apakah penyatuan itu diterapkan untuk penciptaan dan kelanjutan?"  

Sang Bhagavan berkata : "Karena Anda bertanya demi manfaat pada para makhluk hidup, Saya akan mengajarkan (proses dari) penciptaan. O Dewi ! Di dunia jambudvipa ini apa yang akan Saya katakan tentang kekuatan nafsu keinginan? Itu adalah untuk tujuan itu adalah pecinta dari para makhluk hidup."

Sang Dewi bertanya : "Jadi, bagaimana Anda menyadari bahwa mana yang seharusnya diolah sebagai tiada keberadaan atau keberadaan?"

Sang Bhagavan berkata : "Bahkan yang mengemukakan 'tiada keberadaan (nasti)' akan sedang membuat Karma dari tiada keberadaan dan keberadaan. Ketika terhubung, menurut kemampuan orang, mengolah tidak memiliki 'perhatian pikiran (manaskara)'. Di dunia, tiada benih (yang dipahami) tanpa cara."

Sang Dewi bertanya : "Lalu, bagaimana bisa ada proses cara?"

Sang Bhagavan berkata : "Bahwa pikiran bahkan bisa menjadi objek dari pikiran adalah tidak masuk akal seperti misalnya ketika mengacu kepada harimau sebagai singa."

Sang Dewi bertanya :  "Berapa banyak 'saluran (nadi)' di tubuh?"

Sang Bhagavan berkata : "Dewi, saluran itu tidak terhingga."

Sang Dewi berkata : "Jika itu adalah mungkin tolong beritahukan saya sesungguhnya. Karena, Vira, Anda adalah seperti debu dari atom; dan tentu saja, cukup untuk hal yang bodoh ini, di dalam Tubuh Anda tidak ada pembuatan yang bisa dibayangkan."

Sang Bhagavan berkata : "'Roda Dharma (dharmacakra)' dan 'Roda Perwujudan (nirmanacakra)' keduanya bergerak di dalam 'kesenangan (sambhoga)'. Saluran itu timbul di Vajra dari tubuh. Namun, perubahan dari keberadaan Roda ini adalah dalam sifat alami dari pembubaran."

Sang Dewi bertanya : "Lalu, bagaimana bisa ada Mahakala ?"

Sang Bhagavan berkata : "Hanya Dia yang tubuhnya memiliki 'waktu besar' dikenal sebagai 'Mahakala'. 'Kala' disebut perhitungan. Saya adalah Mahakala. Semua didirikan di huruf E dan VAM. Sebagai contoh, huruf E adalah tempat penciptaan yang mana pemahaman di bangkitkan. Jika ini tidak dipahami, tubuh berlangsung lama. Pemahaman adalah bukan pemahaman. Jika ada tata cara tentang tubuh maka akan ada 'lingkaran susunan (cakravyavasthanamiti)'. Benih Vajra adalah yang tidak bisa ditembus. Tentu, ketika (dua bagian dari benih itu) menyatu akan ada timbul kekuatan; Dan, pasti itu berlanjut ke tiada keberadaan. Sesuai dengan tata cara, Dewi yang di dalam 'penyatuan' adalah diwujudkan sebagai keberadaan. Jadi pembentukan dari lingkaran pengaturan dari yogini telah lengkap (samparipurnastu yoginicakralivyavasthah). Dan melalui cara sesuai dengan kebijaksanaan, tentu, hanya ada satu. Jadi, siapapun yang dilahirkan dengan tanpa kekotoran, memperoleh 'intisari kebangkitan (buddhatvam)'. Dan Saya telah menyebutkan satu demi satu di dalam rahim Dewi.  "

Sang Dewi bertanya : "O Bhagavan, berapa banyak jumlah yang disebutkan?"

Sang Bhagavan berkata : "Jumlah itu belum secara angka disebutkan."

Sang Dewi bertanya : "Jadi apa yang bisa menjadi tempat dari yang bukan penciptaan itu?"

Sang Bhagavan berkata : "O Dewi, apapun yang telah Saya katakan disini, ini adalah pandangan yang harus dihormati. O Permaisuri, anggaplah itu memiliki nama bhavana. Ketika ada perjuangan untuk kekuatan itu adalah bhavana. Dan dalam arti lain keberadaan yang terwujudkan adalah bhavana yang demikian. Dan ketika ada penciptaan kebijaksanaan, ada perubahan wujud. Sama seperti ayah kepiting menghabiskan masa mudanya, nafsu besar akan memasuki gairah. (Oleh karena itu) orang harus  menyatu di dalam pengaturan dari barisan lingkaran dari cara keberadaan (upayasthanacakralivyavasthasamputakaraniyah). Karena sang Bhagavan adalah pecinta kebenaran. 'Makhluk perubahan wujud (samayasattva)' dari 'perubahan wujud yang hadir dimana-mana (samayavibho)' adalah bukan berasal dari praktek pikiran."

Bab Pertama, Pertanyaan dari Dewi mengenai antara arti yang berhubungan dengan perkawinan telah lengkap.
(mahakalatantre devisamputaprcchapatalah prathamah paripurnam)




Bhaisajya Guru Vaidurya Prabha Raja Tathagata

Sri Vajra Maha Kalaya

Om Namah Sri Vajra Vira Maha Kalaya
BAB I - II
Tattvarthagamana

Demikianlah telah kudengar, pada suatu waktu, sang Bhagavan dengan sikap yang tanpa hasrat sedang tinggal berdiam di dalam rahim dari sang Dewi. (evam maya srutam ekasmin samaye bhagavan devinam bhagesu yathanartham tatha vijahared iti)

Sang Dewi bertanya : "Bhagavan, cara apakah yang akan digunakan untuk para makhluk yang telah jatuh kedalam keberadaan yang berkondisi? Tuhan, Anda adalah perwujudan dari kenyataan yang mereka akan bahagia." (bhagavan bhuvanesu patitas sattvas tesam kim upayam kartavyam deva yena hi modayanti tattva pracarah)

Sang Bhagavan berkata : "Menurut yoga dari penciptaan dan penyelesaian yang kenyataan berada, itu Saya akan beritahu Anda. Dewi, dengarlah dengan teliti. Penciptaan dipertahankan 'saling berhubungan /relatif' hingga 'pembubaran'. Jalan seperti demikian itu, yoga dari penciptaan dan penyelesaian, mempunyai potensi untuk dilakukan dengan sesuai yang menyediakan buah hasil sama seperti yang dari perempuan. Oleh karena itu, abhiseka harus dilakukan dan yogi harus mempraktekkan sesuai dengan cara disiplin yoga. Ketika bermeditasi sesuai dengan disiplin itu, setelah menyatu dengan laki-laki, jalan yang demikian itu muncul, jalan dari penciptaan."

Sang Dewi bertanya : "Bhagavan, apakah tujuan dari penyelesaian dari penciptaan dari Vajrasattva? Dan apakah kegunaan dari membuatnya sekarang?`"

Sang Bhagavan berkata : "Itu adalah pasti bahwa kehancuran dari penyelesaian dari penciptaan adalah sama seperti kilatan petir di langit. Jika tiada 'diri' maka 'kebahagiaan' adalah sesaat saja. Dan demikian juga 'kota yang telah diselesaikan' dikatakan menjadi dipadamkan oleh kekuatan. Tapi itu adalah sifat alami dari kemunculan."

Sang Dewi bertanya : "Bhagavan, apakah tujuan dari tubuh yang kokoh? Muni telah mengatakan pertemuan (dari darah dan peju) di jalan tersebut. Setelah menjadi terbebaskan oleh khayalan seperti tubuh, penyediaan buah hasil dari pembebasan akan menjadi alasan dari cinta untuk menunjukkan (jalan itu)."

Sang Bhagavan berkata : "Tubuh dikatakan Vajra. Itu dikatakan menjadi pertemuan dari jalan yang adalah dari penyatuan dengan laki-laki; Itu adalah di dalam sifat alami dari 'makhluk maya (mayasattva)' dan secara membeda-bedakan menampilkan dengan saluran kiri, kanan dan tengah pusat di dalam lima bagian susunan tubuh. Pertemuan dari jalan itu (muncul) sebagai Vajra yang dimurnikan oleh Mantra. Siapapun mengolah pelenyapan dari kemunculan yang berbeda-beda dari cinta untuk kemakmuran adalah alasan dari cinta bisa menjadi makmur sesuai dengan pelenyapan itu yang disebut 'Disiplin Besar (Maha Prayukta)'."

Sang Dewi bertanya : "Jika itu adalah untuk kemakmuran dan keuntungan lelaki, apakah Anda bisa memberitahukan cerita dari Dharma itu ? Bisakah Anda memperlihatkan buah hasil dari hasrat itu yang tidak membawa penyakit demi kepentingan dari menciptakan makhluk? "

Sang Bhagavan berkata : "Para makhluk hidup yang berbakti pada Dharma dan yang telah menyelesaikan Mantra itu akan dengan mudah memperoleh kekuatan. Saya akan memberitahu Anda : Delapan kekuatan itu adalah : [1] Pedang, [2] Obat Salep, [3] Pil tablet, [4] Kekuatan Perkawinan, [5] Kekuatan Pengobatan, [6] Dan di dalam lautan dari Mantra ada kekuatan dari kepastian, [7] Merkuri dan [8] Umur Panjang. Ini adalah delapan kekuatan besar. Dengan tiga (yang terakhir), kekuatan yang lainnya dapat terlaksana. Para makhluk hidup yang secara teliti mengikuti Tantra dari Mahakala akan secara mudah memperoleh kekuatan itu."

Sang Dewi berkata : "Kekuatan obat salep itu disebut 'batasan' dan 'ikatan'."

Sang Bhagavan berkata : "Sumpah ini yang diambil secara rahasia adalah seperti suara tapak kuda yang berlari kencang di jalan."

Sang Dewi bertanya : "Bhagavan, berapa banyak saluran dan waktu dari menghembus nafas dan menarik nafas di dalam tubuh?"

Sang Bhagavan berkata : "Ada tiga puluh dua saluran dan itu mengendalikan hidup dari pernafasan yang berasal di dalam tubuh. Penghembusan nafas adalah pergerakan dari matahari dan bulan. Perhitungan dari selang waktu disebutkan : Pergerakan bagian luar adalah dua puluh satu ribu enam ratus. Selama waktu itu adalah waktu dari menghembus nafas dan menarik nafas."

Sang Dewi bertanya : "Bhagavan, apa yang diungkapkan? Apakah itu sama seperti Narayana mengawini Kamadeva? Dan apakah itu ditakdirkan untuk menciptakan Maya dengan Laksmi dan Sarasvati? Disini, di dunia ini apakah itu disebut disiplin yoga bagi ksetrapala untuk mengobarkan ketidakteraturan di antara yang terampas?"

Sang Bhagavan berkata : "Dewi, para makhluk hidup di jambudvipa sedang berputar dalam samsara yang menghasilkan kemalasan, birahi, cemburu, dan umpatan-fitnah. Apapun yang dikatakan oleh Mahakala diserap dengan hormat oleh Narayana, Kamadeva, dan 'paktisi enam puluh empat yogini (catuhsastiyoginyoparisadhyena)."

Sang Dewi bertanya : "O Bhagavan, apakah arti dari Mahakala?"

Sang Bhagavan berkata : "Mahakala adalah yang maha mengerikan (mahakalam maharaudram) untuk penjumlahan dari waktu yang merupakan penyerapan dari masing-masing makhluk dan yang perhitungannya berlanjut setiap hari -- Itu disebut Mahakala. Untuk menjelaskannya dengan cara lain, 'yang memiliki waktu besar adalah Mahakala (mahantam kalam yasya sa mahakalah)'; Dan ini adalah seluruh arti dari Mahakala."

Sang Dewi bertanya : "Apa penunjukkan dari huruf MA serta huruf HA? Dan apa itu KALA?

Sang Bhagavan berkata : "Huruf MA adalah 'belas kasihan dari pikiran (cittakaruna)'. Huruf HA 'menggabungkan kebijaksanaan, hanya kebijaksanaan (prajnasahitam prajnaiva)'. Dari gabungan KA dan LA adalah 'Waktu (kala)'. 'kebijaksanaan (prajna)' dan 'cara (upaya)' dikatakan menjadi terikat bersama-sama (dengan waktu) di dalam 'belas kasihan yang besar (mahakaruna)'. Delapan yogini yang muncul di dalam Tantra ini sesuai dengan aturan dari ratu para yogi yang memiliki kekuatan penahanan, pengeluaran, menahan tentara dan pengusiran. Mereka adalah : Candesvari, Carcika, Kalika, Kulikesvari, Khandarohi, Dantotkati, Pracali, dan Mahesvari, yang muncul untuk siapapun yang mengolah mereka. 'Waktu yang ada sejak permulaan (mulakala)' yang memiliki pengetahuan merebut, yang berhasrat pembebasan, memiliki persamaan dengan masa depan dan masa sekarang. Masa depan tidak diciptakan untuk dia yang kehadirannya tidak diciptakan; Untuk pikirannya, pikiran sang penguasa (prabhucittam) adalah tidak terhubung ataupun tidak terbayangkan. Walapun tubuh dari Vetali terwujud, 'mereka (waktu)' tidak diciptakan. Dalam perkataan yang sama, ketika tinggal berdiam di dalam vihara, orang harus menyusun 'Lima Keluarga (Pancakulam : Lima keluarga - buddha, vajra, ratna, padma, karma)'. Setelah menyadari proses yang telah disebutkan, dan tinggal berdiam di tempat lain dan masih tempat yang lainnya, tentu saja, Saya akan memberitahu Anda hari-hari yang bertanda baik, tujuan dari masa lampau dan masa depan, juga, hasil-hasil yang sangat banyak.

Demikianlah Sri Maha Kala, Sang Raja Tantra Tentang Wawasan Menuju ke Kenyataan, Bab Pertama.
(iti srimahakalatantraraje tattvarthagamanapatalaprathamah)




Terakhir diubah oleh skipper tanggal Mon Jan 04, 2016 9:11 pm, total 2 kali diubah

skipper

Jumlah posting : 439
Join date : 27.11.08
Age : 28

Lihat profil user http://aryamahayana.forumup.com

Kembali Ke Atas Go down

OM AH HUM

Post by skipper on Thu Dec 31, 2015 7:19 pm


Sri Vajra Maha Kalaya


Om Jambhala Jalendraya Svaha

BAB II
Mantra

Sekarang bagian Mantra akan dibahas secara terperinci (atha mantrapatalam vyakhyasyamah). Dewa yang mengendalikan rintangan untuk perlindungan kehidupan manusia adalah dijelmakan di dalam huruf E dan VAM. Jadi, orang harus memperlihatkan Bali kepada Mahakala : OM INDRAJALA MASAKHA PHETTA VAHNISAMA KULAJALE CA SAMJNARATHYA MOHASAMPHUTTA MAHAKALA TINNIBHUVANARATHYASTHITA SA CA KALAMOHI IDAM BALIM PHUNNA DHUPAJAMBUDI MAMSARAKTA KASTURIM, VIGHNA ATTA MARA SVAHA

Para Yogi, demi kepentingan tanda-tanda yang menguntungkan, harus membuat lima bagian persembahan untuk semua Yaksa dan Bhuta; Hanya maka kemudian mereka akan memperoleh keinginan mereka. Dan semua Yaksa di dunia akan terpuaskan. Untuk mendapatkan kendali, 'praktekkan kemagisan (vasyabhicarakam)', hancurkan musuh (satrunasam), usir dan bunuh tentara (sainya mara noccatanam), dan untuk meredakan harus menjadi meningkatkan kebahagiaan; Jika begitu, orang harus mempersembahkan Bali di sepanjang waktu untuk kumpulan para Yaksa.

Sang Dewi bertanya : "Melalui Mudra apakah sang dewi Pingali menjadi ada? Dan apa yang dibuat dari Mudra Carcika? O Bhagavan, pada waktu yang lama, Saya tidak mengerti tentang Mudra, O Prabhu."

Sang Bhagavan berkata : "Menurut penggambaran dari tubuh, ucapan, dan pikiran, Rahasia itu dibuat di tengah pusat dari lingkaran. Keatas dan kebawah itu secara sebanding dibuat di dalam tengah pusat dari lingkaran. Mudra tubuh adalah Pingali. Tentu saja 'Mudra nafsu gairah (ragamudra)' dari dewi Carcika yang tubuhnya disebut Vajrani memiliki pikiran yang berintisari Vajra."

Sang Dewi bertanya : "O Bhagavan, bagaimana bisa ada 'Benih Mantra (bijamantram)' dari Dewi itu, jika Saya memiliki jaring dari kekuatan kebiasaan dan kecendrungan yang berpindah-pindah?"

Sang Bhagavan berkata : "Dengarlah, Dewi, Saya akan memberitahu Anda Mantra itu. Sekarang, dengan kebaikan hati, Bija dari Pingali akan diberitahukan oleh Saya demi kepentingan para makhluk hidup : OM PINGALIKALI MAHANILI HRAM PHAT SVAHA. Dengan cara dari empat belas dan satu setengah huruf itu apa yang tidak bisa dicapai di dunia? Untuk menghentikan, orang harus mengolah (Pingali) yang berwarna hitam (marane krsnavarnam),
untuk memusnahkan, dengan (Pingali) yang berwarna kuning (uccatane tu pitavarnam),
dan untuk mengendalikan, dengan yang berwarna merah (vasye raktavarnam).
Sisanya adalah tidak pasti. Mantra Carcika adalah : OM CARCIKA SARVASIDDHIM PRASADHAYET CAM MAM KALI KARALI VAUM SVAHA. Orang harus menyadari semua dengan huruf tiga bunyi tujuh bija yang sama seperti dalam kasus dari Pingali, itu adalah tentu saja disini (dengan carcika).

Sang Dewi bertanya : "O Prabhu, bagaimana kekuatan dari huruf Bija Anda muncul?"

Sang Bhagavan berkata : "Dengarlah, Dewi, Saya akan memberitahukan Anda Mantra Saya yang baik sehingga semua perbuatan bisa dicapai oleh para makhluk hidup. Tentu saja, siapapun dengan usaha besar mendengar Tantra ini tapi tidak mempraktekkannya tidak akan mengetahui kebahagiaan yang lengkap. Dan, O Dewi, tentu saja Saya akan dengan teliti memberitahu Anda tentang kebahagiaan besar demi kepentingan dan kesejahteraan dari semua makhluk. OM MAM HAM HRIM HRIM HUM PHAT SVAHA : Dengan cara dari sepuluh huruf ini, orang mampu mencapai 'Pelindung dunia yang tinggal berdiam dalam sepuluh penjuru arah (dasadikalokapalan)', deva, asura, manusia, kinnara, raksasa, dan bhutan. Mantra dari Mahakala bertangan empat adalah : OM HRIM HRIM HUM PHAT SVAHA. Orang harus mempraktekkan dengan sangat teliti tujuh huruf ini dan dia akan mencapai segala sesuatu di dunia. Ini adalah Mantra dari Mahakala bertangan delapan : OM MAHAKALA DVADASALOCANA HAM MAM AH KAU HRIM HRAM HRIM KRURADRSTI ASTABHUJAYA SLANJAH PHAT SVAHA. Kekuatan besar dari tiga puluh tiga huruf dan perkembangan dari kenyataan adalah semuanya tercapai dalam dunia ini."

Sang Dewi bertanya : "O Bhagavan, apa waktu, meditasi dan pemberkatan dari Mantra itu?"

Sang Bhagavan berkata : "Ada empat waktu dan mencakup empat kebahagiaan, semua dewi pada saat pengartian kesadaran mereka (pada ritual itu) telah dengan baik mendirikan semua waktu itu. Menurut waktu itu, tiada cacat dari sifat alami diri. Tentu saja, O Dewi, apa yang Anda pikirkan yang sedang Saya bayangkan?"

Sang Dewi berkata : "Pada saat Anda memberitahukan Saya Mantra itu, saya melupakan semuanya."

Sang Bhagavan berkata : "Jika Anda telah melupakan Mantra dari Ratu para dewi itu, maka Anda harus mengolah pada empat belas dan satu setengah huruf : OM CANDAKSI MAHAKAMKALI HAM HAH PHAT SVAHA. Mahakala bertangan enam adalah OM MAHANANDINESVARAH PHAT  "

Mantra ini adalah dari 'Mahakala bertangan dua yang duduk dengan kaki yang terulur (ardhaparyankadvibhujamahakalasya)' :OM AH MAM RAM HUM PHAT. Mantra dari 'Mahakala bertangan sepuluh (dasabhujamahakalasya)' adalah :OM AM MAM HUM PHAT. Mantra dari 'Mahakala bertangan dua belas (dvadasabhujamahakalasya)' adalah :OM HRAM HRIM MAM YAM PHEM HUM PHAT. Mantra dari 'Mahakala bertangan enam belas yang agung (srisodasabhujamahakalasya)' adalah :OM HRAM HRAM HUM HRIM HAM KSAM PEM CAM UM KSAM YAM HANA HANA GHATAYA GHATAYA HAU PHAT SVAHA. Mantra tujuh huruf bija dengan tiga huruf aksara adalah untuk penyucian Maha Raja. Mantra untuk 'penyucian tubuh, ucapan, pikiran (kayavakcittadhisthana)' adalah :OM AH HUM. Mantra untuk memurnikan anggur (madirasodhanamantrah) adalah :OM MAM SUDDHIM KURU OM SARVANASANA HUM PHAT SVAHA. Mantra untuk memurnikan kesucian mekar (malatisodhanamantrah) adalah :OM PHEM BHUM SVAHA. Mantra untuk memurnikan lima nektar (pancamrtasodhana mantrah) adalah :OM KRPATA DA HAUH. Mantra untuk memurnikan minuman darah (peyaraktasodhanamantrah) adalah :OM RAM HUM. Mantra untuk memurnikan seluruh perkumpulan majelis (sarvaganasodhanamantrah) adalah :OM SARVASADHAYA HRIM HUM PHAT. Mantra untuk menyucikan janji samaya pada waktu merangkul kebijaksanaan (prajnalinganasamayadhisthanamantrah) adalah :HUM HRIH HRIH KANIDEVI MAM RAM RATIMOHAVAJRANI SAMAYA PALAYA DRDHO ME BHAVA SUTOSYA ME BHAVA SARVAM KURA HRIH HA HA HA HUM SVAHA. Mantra untuk menawarkan kepada Bali pada waktu merangkul (alinganakale balidanamantrah) adalah :OM SARVABALIM PUSPADHUPAGANDHAMAMSAPURNAM DEYAM RAM HUM PHAT SVAHA. Orang harus memberikan setiap hari persembahan ini demi kepentingan beberapa orang yang baik sesuai dengan ajaran dari Buddha : bunga, dupa, salap wewangian, kalung karangan bunga, lima nektar, sapi, anjing, gajah, rusa, dan manusia, dan seterusnya; Dan dengan semua persembahan daging rubah.OM AH HUM PHEM RAKSA RAKSA PALAYA PALAYA BUDDHASASANOPAKARINE KHA KHA KHAHI KHAHI PHAT HUM SIGHRAM MARAYA MARAYA TODAYA TODAYA NASAYA NASAYA PHEM VAM MAM MAHAKALAYA SVAHA.

Ini adalah Mantra untuk pembentukan janji samaya ketika merangkul dengan lima dewi pingali (pancapingalyalinganasamayadhisthanamantrah) :OM CANDAKSI MAHANANDINI SARVASU SANTIM KURU KURU UH HOH HUM PHAT SVAHA. Ini adalah Mantra untuk pembentukan janji samaya ketika merangkul ibu (matalinganasamayadhisthanamantrah) :OM MAM MATRADHISTHAYA HUM. Ini adalah Mantra untuk pembentukan janji samaya ketika merangkul saudara perempuan (bhaginyalinganasamayadhisthanamantrah) :OM BHAM BHAGAM SODHAYA SODHAYA JAH HUM HUM PHAT. Ini adalah Mantra untuk pembentukan janji samaya ketika merangkul keponakan perempuan (bhagineyakalinganasamayadhisthanamantrah) :OM BHAM GAM PUTI SOHAM SODHAYA HRAM HUM PHAT SVAHA.

Dengan Mantra ini, Bali yang bundar akan diberkati dengan semua ajaran :OM DHIM PEM MAHA KSA HUM.

Samsara adalah bentuk dari Mahakala,
Sang Pahlawan yang menyelamatkan dunia.
Dengarlah, Dewi, tentang penampilan-Nya, Saya akan memberitahu.
Mata merah-Nya adalah dengan kebaikan hati;
Anggota tubuh hitam-Nya adalah pikiran dari persahabatan.
Empat kaki dengan empat perhiasan adalah empat waktu.
Delapan pembebasan-Nya adalah delapan pembebasan.
Enam belas lengan adalah 'Kekosongan (Sunyatah)'.
Mudra adalah 'Lima Buddha (Pancabuddha)'.
Wajah yang penuh murka adalah untuk menyulap kotoran;
Pingali terbentuk oleh daging.
Carcika tercipta oleh darah.
Candesvari disebut peju.
Para dewi adalah lemak dan sumsum.

Sang Dewi bertanya : "Penguasa Maha Sukha, tolong beritahukan saya bagaimana mengucapkan Mantra itu, yang mana kegiatan dari manusia menjadi berhasil baik?"

Sang Bhagavan berkata : "O Vajri besar, Tubuh Saya adalah intisari Vajra (vajrasarasariro). Itu adalah sangat bagus. O Dewi yang memiliki wawasan bijaksana yang besar, Saya akan memberitahukan Anda Mantra itu. Mantra itu adalah penyatuan dari dua rahasia yang adalah Yoga dari 'dupa (bola)' dan 'wewangian (kamkola)'; Bentuk dari Maha Sukha. Jelasnya adalah :OM SAMBHARI AH HUM.

Demikianlah Maha Kala Tantra Tentang Mantra, Bab Dua.
(iti mahakalatantre mantrapatalodvitiyah)


Terakhir diubah oleh skipper tanggal Fri Feb 12, 2016 9:47 pm, total 1 kali diubah

skipper

Jumlah posting : 439
Join date : 27.11.08
Age : 28

Lihat profil user http://aryamahayana.forumup.com

Kembali Ke Atas Go down

OM AH HUM

Post by skipper on Mon Jan 04, 2016 9:13 pm


BAB II-II
Kundabhinayapatala
(Pembangunan Tungku Perapian)

Saya akan menjelaskan bagian mengenai pembangunan tungku perapian.

Sang Dewi bertanya : "Dan, Bhagavan, kapankah delapan kekuatan Siddhi didirikan demi kepentingan makhluk hidup yang mana tiada penderitaan?

Sang Bhagavan berkata : "Ketika bulan berada di jalurnya, setelah mengekang pernafasan, itu adalah pasti bahwa orang akan berhasil pada pendirian delapan kekuatan Siddhi yang besar (astamahasiddhi sidhyatiti dhruvam). Segera setelah orang telah mengerjakan ini dengan keinginan untuk mencapai pematangan yang lengkap, delapan kekuatan gaib akan tercapai. Oleh karena itu, untuk pengorbanan, orang harus melakukan pengorbanan api dengan bunga-bunga berwarna hitam di dalam sebuah tungku tanah liat yang berkedalaman satu tangan dan dengan empat sudut. Untuk pengekangan, itu harus bulat dan berkedalaman dua tangan; Untuk pengendalian, itu adalah segitiga dengan kedalaman satu tangan. Memurnikan tanah bumi setelah menggalinya hingga kedalaman satu tangan, orang harus melaksanakan pengorbanan dengan bunga-bunga berwarna merah. Lelaki bijaksana yang duduk di atas kulit beruang tentu saja harus melakukan 'pekerjaan besar (mahakaryam)' ini. Untuk menyempurnakan penerapan bagian bawah, Saya akan memberitahu Anda ciri-ciri dari tungku pengorbanan yang bulat itu. Setelah menggali lingkaran yang berdiameter lima tangan dan berkedalaman satu tangan, orang harus memurnikan tanah bumi itu. Dan disini pengorbanan salap akan diberitahukan : Itu adalah menggali kedalaman satu setengah tangan dalam bentuk seekor ular; tanah bumi itu harus dimurnikan. Jika orang menggalinya (kurang lebih) tujuh tangan, kita memiliki salap tungku api pengorbanan. Untuk membuat pil tungku api pengorbanan, itu digali (bulat) sepuluh tangan dalam bentuk dari sebuah kaki gajah; orang harus memurnikan permukaan tanah itu. Untuk merkuri, itu harus satu dan satu setengah tangan kedalamannya dan tiga tangan di sekeliling dalam bentuk dari sebuah anting-anting; Orang harus memurnikan permukaan tanah itu. Menggali delapan tangan (satu lubang) adalah untuk mempraktekkan kekuatan-kekuatan itu; Melalui disiplin ini, kekuatan itu adalah pasti. Jika orang mengorbankan dengan bunga-bunga berwarna putih sesuai dengan segala sesuatu yang telah dikatakan, hasil dari semua kekuatan itu akan menjadi tercapai.

Demikianlah Sri Maha Kala Tantra Tentang Pembangunan Tungku Perapian, Bab Dua.
(iti srimahakalatantre kundabhinayapatala dvitiyah)




BAB III
Japa

Sekarang Kita akan membicarakan bagian dari Japa. Mahakala, yang memiliki semua dharma, disebut Vajrasattva. Setelah mencium Dewi, tata cara dari japa akan juga diberitahukan. Untuk pengendalian, orang harus mengucapkan dengan menggunakan tasbih dari kayu cendana merah. Kuarsa (sphatika) adalah untuk penekanan. Dalam cara yang sama, menyulap dan menyebabkan pertikaian dilakukan melalui tasbih dari buah busa dan tulang. Tasbih dari gigi kuda digunakan untuk mengusir. Tasbih dari tulang brahmana digunakan untuk menarik perhatian. Tasbih dari tulang gajah adalah untuk menghasilkan hujan. Tasbih dari gigi harimau; atau, gigi gajah adalah untuk membunuh. Tasbih dari mutiara adalah untuk penekanan. Tasbih dari mutiara harus digunakan untuk membawa (musuh) dibawah kendali keinginan orang. Dan tasbih dari kotoran adalah untuk menarik perhatian. Untuk menciptakan pertikaian, orang harus menggunakan beras. Untuk mengusir, orang harus menggunakan wewangian dari rusa jantan; Atau, dalam cara ini, sang pembunuh harus membuat tasbih dari tulang kuda, gajah, dan seterusnya. Itu disebutkan bahwa ini adalah tata cara dari tasbih.

Setelah mengambil keputusan, dengan satu arti dari Mudra, pada dua tata cara, seperti yang 'bukan pikiran (amanasi)' dan 'yang pikiran (manasi)', bulatan bola tasbih harus dibuat dengan serat dari rami dicampur dengan tanah liat dan getah wangi. Orang yang menginginkan kekuatan harus mencampur lima nektar. Untuk tujuan dari cinta kasih, Mantra ini akan berhasil dengan baik. Siapapun yang telah bermeditasi seperti yang baru dikatakan itu harus menggunakan tasbih dari gigi kerbau. Dan, seperti itu, orang harus mulai dari satu hari hingga hari ke dua. Untuk tujuan dari mengusir, tasbih dari gigi kuda digunakan pada saat hari kesepuluh penanggalan bulan; Hari minggu, hari rabu, atau hari kamis.

Untuk kekuatan dari Mudra, tulang dari brahmana harus digunakan pada saat hari keempatbelas penanggalan bulan dari separuh kedua dari bulan; atau, pada hari pertama. Tasbih dari gulingan tebu dicampur dengan lima nektar harus digunakan pada hari senin yang jatuh pada hari kesebelas penanggalan bulan. Juga, di hari jumat atau hari sabtu dari hari kelima penanggalan bulan, orang harus menggunakan tasbih dari gigi gajah. Ketika ada gerhana matahari, orang bisa menggunakan semua (dari tiga ini) tasbih. Jika sebaliknya, di dunia, selama waktu yang lama orang tidak akan mencapai kekuatan Siddhi dari Mudra.

Demikianlah Maha Kala Tantra Tentang Tasbih, Bab Tiga.
(iti mahakalatantre japapatala trtiyah)



BAB III-II
Mantra

Sekarang adalah mengenai Mantra. Saya akan memberitahukan Anda dua jenis dari Mantra yang tata cara sesuai dengan Mantra kedamaian yang memiliki huruf OM dan yang diungkapkan di dalam Tantra. Saya adalah 'Yang Menguntungkan Ajaran Buddha Melalui Mantra dari Sukacita dan Kedamaian (sivanandamantrabuddhasasanopakarako'ham)'.

Demi kepentingan dari janji, sang Buddha memberitahukan kata, yaitu 'Mantra dari Pengetahuan Suci Yang Besar (Mahajnanamantrapadam)'. Mantra dari Mahakala bertangan dua adalah :OM MAHAKALA HUM HUM PHAT SVAHA. Mantra dari Mahakala bertangan empat adalah :OM HRAM HRIM HUM HUM PHAT PHAT. Mantra dari Mahakala bertangan enam adalah :OM MAHABHAIRAVA SARVASIDDHIDAYAKA HAM HUM HRAM DHYET. Mantra dari Mahakala bertangan delapan adalah :OM A HUM PHAT HRI HAH. Mantra dari Mahakala bertangan sepuluh adalah :OM HRI KAM HUM KILI KILI MAHANADE KARALAVIKARALAKSI GRI HAH DAHA DAHA PACA PACA SIDDHIDAYA KAYA SVAHA. Mantra dari Mahakala bertangan duabelas yang 'menyelesaikan semua pekerjaan (sarvakarmakarah)', 'disembah oleh semua Buddha (sarvabuddhanamaskrtam)', menghasilkan keberhasilan di tiga dunia, dan apapun yang orang inginkan dia akan memperoleh adalah :OM YAMAYA YAMAYA KSOBHAYA KSOBHAYA CALA CALA PATALA KHA KHA KHAHI KHAHI GRHNA GRHNA BALI HAH GRHNA GRHNA MUNCA MAHABHAIRAVAYA SVAHA. Mantra untuk melindungi diri adalah :OM MAM MAM RAM HUM MAM RAKSAYA PALAYA HUM VAJRA PHAT. Mantra untuk melindungi orang lain adalah :OM DHARANI DHARA DHARA HUM HUM AMUKASYA RAKSA HURU SVAHA. Mantra dari Mahakala bertangan enam belas adalah :OM HRAM HRIM HUM MAM KARALAVIKARALAKSA MAHAYOGESVARI SARVAKAMADAYA SVAHA.

Dengan mengucapkan Mantra berikut ini setiap hari pada malam hari, orang harus memberikan kepada Bali penuh denagn kacang-kacang berwarna gelap, minuman anggur, daging dan darah. Dalam dua puluh satu hari Mahakala akan meramalkan apa yang menguntungkan dan apa yang tidak menguntungkan :OM SRI KSIM GRHNA GRHNA BALI HUM PHAT MADYAMAMSAPUSPADHUPARAKTATALAPATALE ASTANAGADEVA YAKSA RAKSASA GRHNA GRHNA IDAM BALIM HAHA HUM KHAHI KHAHI KHA KHA HUM JAH PHEM PHEM MAHABHUTA TRASA GARJAYA GARJAYA KRSNAVARNAYA PHEM SVAHA.

Dalam satu bulan Mahakala memberikan kekuatan dan dalam satu tahun apapun yang orang inginkan untuk dikerjakan Dia akan mengerjakan; Hanya dengan mengucapkan Raja Mantra :OM HRAM HRIM HUM PHAT semua yang jahat akan dihancurkan. Dengan mengucapkannya terus-menerus orang akan dengan mudah memperoleh semua kekuatan.

Setelah mengucapkannya lima ribu kali, orang akan pasti mendapatkan kuasa. Setelah mengucapkannya sepuluh ribu kali, orang akan mendapatkan kekuasaan atas perempuan. Dan jika orang mengucapkannya seratus ribu kali, orang akan mendapatkan kekuasaan atas raja. Jika itu diucapkan lima ratus ribu kali, orang akan pasti memiliki kuasa atas semua yaksa dan dewa. Bahkan jika orang ingin memikat, dengan kepastian, lelaki manapun dan perempuan manapun yang orang inginkan untuk lihat atau untuk berbicara, ini adalah Mantra untuk kuasa itu.

Mantra yang umum (sadharanamantrah) adalah :OM MAHAKALA HUM HUM PHAT SVAHA. Mantra Api adalah (agnimantrah) :OM MAHANANDESVARA HUM PHAT. Dan setelah merenungkan mulut dengan api, dia akan mati. Mantra untuk pembunuhan (maranamantrah) adalah :OM KSIM SRI HAM KSAH DEVADATTA MAMSAMARAYA PHAT. Mantra dari Ratu Keganasan (candesvarimantrah) adalah :OM KSIM PHEM CANDESVARI HUM SRI SVAHA. Mantra dari Ratu Petir (kulesvarimantrah) adalah :OM LAM KAM KULISESVARI KAM SVAHA.

Mantra dari Ratu Besar (mahesvarimantrah) adalah :OM MAM MAHESVARI HUM SRIM PHEM. Mantra dari Ratu hitam (kalikamantrah) adalah :OM KALIVIKARALAKSI SRIM KSAM KSIM PHAT SVAHA. Mantra dari Dewi Carcika adalah :OM CARCAYA CARCAYA HUM HRIM. Mantra Bali dari Dewi Kandarohi (kandarohidevibalimantrah) adalah :OM CAMUNDE DAHA DAHA PACA PACA IDAM BALIM GRHNA GRHNA HUM HUM PHAT SVAHA. Mantra Bali dari Dewi (devyabalimantrah) adalah :OM HRIM HUM PHAT SVAHA. Mantra dari Umadevi (umadevyabalimantrah) adalah :OM HRIH HAM PHAT SVAHA. Mantra dari ritual pemberkatan tubuh, ucapan, pikiran (kayavakcittadhisthanamantrah) adalah :OM AH HUM.

Setelah mengucapkan Mantra ini jutaan kali, orang harus membentuk patung orang dengan abu dari tanah kremasi dan menyembunyikannya di dalam tanah kremasi itu.

Setelah mengucapkan tujuh kali Mantra dari mengusir, itu akan menyebabkan musuh menjadi terusir. Mantra yang melenyapkan musuh (satrustambhanamantrah) adalah :OM MAM JAM KSAM. Setelah membaca Mantra berikut tujuh kali dengan ekor tikus itu akan di hantam :OM JAH HUM HASTISTAMBHAYA PHAT. Itu adalah Mantra untuk melenyapkan gajah. OM KHAH HAKATI adalah untuk melenyapkan kuda. Setelah mengucapkan Mantra pada daging sapi, jika terhantam, kuda itu akan tertindas. Ini adalah untuk menghentikan kuda.

Setelah mengucapkan tujuh kali Mantra berikut pada kulit harimau, harus di pukul; dan pasti banteng, kuda, gajah, sapi, harimau dan beruang akan tertindas. OM MUH HAH SARVAPASAN STAMBHAYA MOHAYA HUM PHAT.

Mantra untuk melenyapkan perkataan orang (naramukha-stambhanamantrah) adalah :OM MUKHAM STAMBHAYA AMUKASYA VAM PHAT. Mantra yang melenyapkan pedang dan seterusnya (khadgadistambhanamantrah) adalah :OM HRIM MAM RAM CAMUNDE HAH SRI HUM PHAT. Setelah mengolah tujuh kali :OM MAHANANDE HUM PHAT. Orang harus menghantam. Ini adalah pelenyapan segala sesuatu (sarvastambhanam). Untuk melenyapkan penjudi (stambhanadyutakarasya) :OM MAHINIRBHINIR MAHINIRBHINIR HA HO. Mantra untuk memabukkan perempuan :OM GHAM HUM. Dan dengan Mantra Bali yang besar berikut setelah meletakkan daging di dalam tengkorak laki-laki yang telah diisi dengan makanan, para makhluk yang membentengi ajaran Buddha harus membuat persembahan itu pada hari kedelapan dari setengah hitam dari bulan yang setelah itu (musuh tersebut) akan segera mati :OM HAH KAHA KAHA MALINIM UPASODHAYA UPASODHAYA MAHAKALA BUDDHAJNA SAMPRAHINO ISI MARAYA MARAYA OM SARVADUSTAPRADUSTAN GRHNA GRHNA MARAYA MARAYA KHA KHA KHAHI KHAHI SIGHRAM DAHA DAHA PACA PACA HURA HURA MAM RAM HUM PHAT IDAM BALIM GRAHA GRAHA SRI SVAHA. Dan pasti musuh itu akan menjadi demam panas, dia akan ditangkap oleh api dari Agni, dan kepalanya akan meledak.

Kemudian tentu saja Mantra seratus huruf. Dan Mantra untuk membunuh (maranamantrah) adalah :OM CAMUNDE HANA HANA DAHA DAHA HUM PHAT. Mantra untuk membunuh musuh (satrumaranamantrah) adalah :OM HUM MAMSA MARAYA SVAHA. Dan setelah membaca Mantra berikut tujuh kali setiap hari ketika sedang mencuci wajah, orang akan menjadi yang tercinta dari semua orang :ATHA BHAGAVAN BODHISATTVA MAHASATTVA MAHA KARUNIKAH TADYATHA OM KARALAVIKARALA VIKATESVARA RUNDHA RUNDHA KILI KILI MAHAKAMKALA HALA SRI VAM MAM HAM HUM HUM MAHANANDESVARAYA HUM PHAT SVAHA. Dan semua musuh akan menjadi termabukkan. Dan untuk dia yang berkeinginan mempraktekkan, semua pekerjaan akan menjadi dihargai dua kali lipat. Itu adalah Mantra dari Mahakala yang Dharani-Nya sangat menggembirakan dalam semua Sadhana. Serta Maha Nanda Dharani Mahakala Mantrah adalah :OM MAHAKALA HRAM HRIM HUM PHAT SVAHA. Setelah mempraktekkan agar untuk mencapai semua pekerjaan, hasil itu akan di hasilkan.

Demikianlah Sri Maha Kala Tantra Tentang Mantra, Bab Tiga.
(iti srimahakalatantre mantrapatala strtiyah)



BAB IV
Vajrabhiseka

Kemudian Sang Dewi bertanya : "O Bhagavan, berapa banyak kegembiraan yang disebutkan; Dan, ada berapa banyak susunan? Dan, mengenai Sambhoga, tolong beritahukan Saya, karena Saya ingin mendengar.

Sang Bhagavan berkata :

"Praktek rahasia (guhyacarya) adalah : Pertama kegembiraan adalah sesuai dengan 'keanekaragaman (vicitre)'; Kegembiraan tertinggi adalah sesuai dengan 'pematangan (vipaka)'; Kegembiraan besar dari penghentian adalah 'penyempurnaan (vimarde)'; Dan kegembiraan yang lahir bersama-sama adalah sesuai dengan 'tanpa tanda pembeda (vilaksana)'. Sesudah itu, pengucapan japa (dilakukan); atau, dalam cara (yang telah disebutkan) orang harus secara teratur mempraktekkan empat kegembiraan dengan cara dari empat waktu.

Ada disebutkan empat jenis dari upcara permulaan (catuhsecana). Sang murid secara ritual mandi dan mencapai keberhasilan Siddhi untuk tujuan dari keberhasilan diantara semua makhluk hidup; Dan tubuh secara tepat dimurnikan. (Ketika) bermeditasi dengan cara ini, itu adalah tradisional. Ini adalah bagaimana meditasi membayangkan dalam pikiran itu dilakukan : Merangkul dengan dua tangan terhadap gadis berusia enam belas tahun, orang harus mempraktekkan sesuai dengan Yoga dari Vajra dan Lonceng (Ghanta). Itu disebutkan bahwa Dewi yang terhiasi dengan usia muda dan kecantikan; Dan yang memiliki tanda-tanda keberuntungan yang lengkap, dihampiri oleh Vajracarya. (Kemudian Vajracarya itu) harus masuk ke lingkaran sang murid dengan cara menggabungkan jari manis dan jempol. Setelah berdiskusi, Vajracarya harus menyembah 'wawasan bijaksana (prajna)', kemudian, tentu saja Dia harus mengajukan jari yang digabung itu. '(O Murid) Demi kebahagiaan, pahamilah ritual dalam aturan kegiatan ini, dan mudra dari mahasattva.' Vajracarya setelah mengetahui tanpa iri terhadap murid tersebut, menjadi hebat dan mengaum dengan ganas; Dan, mengajari sang murid. 'Anda memiliki Vajra, laksanakan Yoga dari 'dupa (bola)' dan 'wewangian (kamkola)'. Saya akan memberitahukan anda pekerjaan dari murid. Dan dalam cara ini upacara permulaan anda terselesaikan.' (Sang Murid), setelah menyadari sangVajracarya, harus secara tepat melaksanakan penyembahannya dari kegembiraan.

Sang Dewi bertanya : "O Bhagavan, tentu saja, siap untuk Yoga dari penyatuan. Oleh karena itu, abhiseka yang melampaui semua penunjukkan nama harus dilaksanakan. Setelah mengetahui sang Vajracarya dan murid untuk di puja, orang harus mempraktekkan sesuai dengan aturan. Jadi semua dari Anda adalah besar, tolong jadilah penghancur mengetahui semua dari Saya. Bahkan itu adalah kebaikan hati Saya; Karena Anda melepaskan penderitaan dari makhluk hidup. Bhagavan, jika itu adalah demi kepentingan orang-orang, tolong beritahukan Saya sesuai dengan Jalan itu. Kemudian, abhiseka akan secara bertahap diketahui sama seperti Dia Yang Mengetahui Waktu mengetahui janji Samaya.

Demikianlah Maha Kala Tantra Bab Empat Tentang Penyucian Vajra.
(iti mahakalatantre vajrabhisekacaturthah patalah)



BAB IV-II
Vajrabhiseka

Kemudian, Kita akan menjelaskan bagian dari abhiseka. Pertama-tama, setelah mengucapkan sepuluh ribu kali Mantra dari Mahakala bertangan dua, orang harus 'menyucikan dengan memercikkan air (sincanam)' kepada sang murid. Anda 'lonceng (ghanta)' dan seterusnya; Dan memercikkan air dengan cara dari bejana air. Ada tentu saja lima abhiseka dengan perkataan bersama dengan Vajra. Abhiseka keenam adalah jalan dari Vajra. Ketika ada abhiseka ketujuh, ada perubahan bentuk perkawinan dengan 'wawasan bijaksana (prajna)'. Yang kedelapan adalah kesenangan yang abadi dengan yogini. Yang kesembilan adalah kelahiran pikiran dari orang. Yang kesepuluh adalah dengan air langit. Yang kesebelas adalah mengejar di setiap langkah 'kekuatan Siddhi' yang melekat dalam tindakan. Sama seperti sang Muni yang berwarna kuning, orang harus mempraktekkan secara rahasia dalam langkah-langkah 'cara bijaksana dari pengetahuan Siddhi (siddhijnana upayakramair)'. Cara bijaksana (upaya) dan wawasan bijak (prajna) harus dilaksanakan dengan lima nektar. Oleh karena itu, orang harus mempraktekkan dengan Ibu, kakak, perempuan yang kakinya seperti kaki burung gagak, orang yang pendek, dan perempuan yang lumpuh. Dan, saat disucikan, abhiseka itu melampaui semua penunjukkan nama.


BAB V
Devatabhiseka

Sekarang, Kita akan membahas bagian dari abhiseka dewata. Pertama, ketika para Dewi sedang membuat upacara peminyakan suci mereka dengan botol labu yang berisi nektar, 'wadah persembahan (arghapatra)' itu diberikan dan dipuji oleh delapan Dewi; Itu secara ritual di berkati dengan Mantra, 'OM KALASABHINAYANAM SNANAM. OM SUNYATADHISTHITUM SVAHA. (OM MANDI DENGAN KEGIATAN DARI BOTOL LABU. OM DIBERKATI DENGAN KEKOSONGAN SVAHA).' Air permulaan upacara itu diberikan oleh lima nektar dan sepenuhnya tergabung dengan 'enam kesempurnaan (sadparamita)'; dan, dari para Dewi itu, menjadi hujan bunga-bunga, serta juga, wewangian rusa jantan, dan bau wewangian. Kemudian itu diberkati oleh Narayana dan yang lainnya. Semua dewa yang melindungi janji Samaya kemudian berangkat memberi hormat.

Demikianlah Maha Kala Tantra Tentang Penyucian Dewata, Bab Lima.
(iti mahakalatantre devatabhisekapatala pancamah)



BAB VI
Paricarya

Sang Ratu dari para Devi (devipramukhah) diantara semua makhluk Vajra, sedih dengan perasaan ragu, memohon sang Bhagavan Vajrasattva :

Bhagavan, tolong hilangkan keraguan kami.
Dalam bagian ini disebutkan : Ada lagu dan tarian yang menghasilkan kekuatan.
Pada itu, saya memiliki keraguan. Untuk tujuan apa lagu dan tarian itu?
Proses dari Abhiseka Devata telah disebutkan (namun) sesuai dengan praktek Abhikseka dari Devata, apa itu Mudra Kebencian (dvesa mudra)?
Dan untuk siapakah Mudra itu menjadi simbol?
Dan apa huruf bija dari semua Mantra yang disebutkan di bagian Mantra?
Apa yang menciptakan keraguan mengenai huruf bija dari Dewi?
Apa bentuk yang memiliki kekuatan dari huruf bija?
O Bhagavan, tolong beritahukan saya bagaimana kami harus praktekkan sesuai dengan janji Samaya?

Sang Bhagavan menyanyikan :

Perut yang gemuk dimiliki oleh Dia yang dipanggil sebagai Mahakala,
Timbul dengan suara hā hā,
Yang tersenyum dan bermain dengan gendang magis yang besar.
Berbelas Kasih memiliki kalung karangan dari kepala,
Dengan gairah sedang memakan daging dan sedang minum,
Bersuara sukacita dengan pikiran yang tegas,
Dia mencintai Dewi Kālinjara.
Sedang memukul gendang,
Wewangian rusa jantan, wangi dupa dan kemenyan turun.
Dewi Mamaki Saya mengambil persembahan
Bernyanyi-menari dengan pikiran terkonsentrasi,
Memakai kalung karangan dari tulang,
Memainkan gendang,
Dia timbul dalam rangkulan yang abadi.

Menari di dalam bentuk rupa Sri Mahakala yang pikirannya terangsang dengan 'konsentrasi (dhyana)', Yoga dari sukacita dipraktekkan secara pikiran di dalam penahanan kesadaran. Para Ibu dan para Buddha, dengan semua dharma, dengan cara dari lagu dan tarian bernyanyi dan menari; Perasaan sukacita tertinggi dihasilkan : Oleh karena itu, diri (atma), lingkaran upacara, dan lima nektar menjadi terlindungi. Sehingga melalui lagu dan tarian ketika kesenangan dalam kendali; Ketika Mantra itu timbul, tentu, kegiatan dalam dunia menjadi tanpa kesukaran. Oleh karena itu, Sarvajna, itu dinyanyikan dengan penuh hormat. Mereka menari untuk mengikuti Jalan Tengah. Pelaku ritual dari lingkaran upacara itu setelah merangkul istri lagi dan lagi, dengan demikian, pertama-tama, memperoleh 'wangi dari burung bangkai (grdhasya gandham)'. Di tempat kedua, wangi dari Laksmi dan Nārāyana. Ketiga, akan ada timbul campuran dari berbagai macam wewangian seperti wewangian rusa jantan, kunyit, dan seterusnya. Tentu saja, Penguasa para Yogi (yogisvara) itu mendengar suara pemberkatan dari lagu itu, beruang hitam, angsa, burung kokila dan musik surga.''

Jika semua memulai 'tarian (nrtya)', permulaan itu harus diberkati oleh 'lagu (song)' tersebut. Ketika para 'penyanyi surga (kinnara)' bernyanyi, Nārāyana dan seterusnya memainkan alat musik diantara permulaan itu. Di pinggir kota, di dalam taman atau di dalam hutan, orang tentu harus melaksanakan semua Mudra itu. Kemudian orang pasti akan memperoleh kekuatan Siddhi.

Sang Dewi bertanya : "O Bhagavan, di dalam dunia ada para makhluk hidup yang menginginkan kekayaan dan yang menginginkan kekuasaan. Untuk para makhluk hidup ini, tolong beritahukan saya cara itu?"

Sang Bhagavan berkata : "Dewi, karena (Anda) telah mengetahui tempat dari Mudra itu; Semua cara itu akan disebutkan."

Sang Dewi bertanya : "Jika itu adalah demi kepentingan para makhluk hidup, sekarang tolong beritahukan saya, secara bertahap, apa yang harus diketahui?"

Sang Bhagavan berkata : "Di bagian kedelapan, Saya akan memberitahu Anda, Maya Dewi. Jika orang tinggal berdiam setiap hari di dalam 'Lima Keluarga (pancakula)', kekuatan Siddhi-nya tentu akan dihasilkan.

Demikianlah Maha Kala Tantra Tentang Hiburan, Bab Enam.
(iti mahakalatantre paricaryapatalah sastah)



BAB VII
Devatatthana

Pertama dengan persembahan puja setelah mengungkapkan dosa pelanggaran dan seterusnya (prathamam pujopaharena papadidesanadikam); Setelah mengolah empat kediaman brahma (cinta kasih, belas kasih, simpati, keseimbangan batin), (caturbrahmaviharim sesatah) : "OM SUNYATA JNANA VAJRA SVABHAVATMAKO'HAM (OM Saya Menegakkan Pengetahuan Dari Kekosongan Yang Sifat Alami Dirinya Adalah Vajra)." Orang harus memurnikan semua selama waktu yang panjang (iti krtva prayacirena sarvam sodhaniyam).

Orang yang menguasai Yoga harus mempraktekkan dengan cara dari Yoga sikap tubuh sesuai dengan Mahakala bertangan delapan, misal, sang Bhagavan Mahakala sedang merangkul dewi yang dikelilingi oleh empat Yogini dalam cara dari makna perkawinan :
(1) Dengan tiga muka (trimukham) dan jenggot berwarna kuning dan rambut yang ternaikkan keatas (kedalam bentuk dari) Vajra.
(2) Dia memiliki gigi mengerikan yang seperti taring.
(3) Muka-Nya yang pertama adalah sangat mengerikan dan berwarna hitam.
(4) Muka-Nya yang kedua ada di sebelah kiri adalah berwarna merah.
(5) Muka-Nya yang di sebelah kanan berwarna hijau.
(6) Dia berpakaian kulit harimau (vyaghracarmambaram).
(7) Dan terhiasi dengan kalung karangan untaian kepala manusia (mundamalapralambitam).
(Cool Seperti Orang kerdil dengan perut gendut yang menggantung (kharvalambadaram) dan terhiasi dengan perhiasan dari ular-ular (nagabharanabhusitam).
(9) Dia memiliki delapan tangan (astabhujam).
(10) Tangan kiri dan tangan kanan sedang merangkul dewi.
(11) Yang kedua sedang memegang golok (dvitiye karttikam).
(12) Yang ketiga memegang Vajra (trtiye bhuje vajram).
(13) Dan yang keempat memegang gendang (cathurthe kupitam).
(14) Tangan kiri yang kedua sedang memegang mangkok tengkorak yang terisi dengan darah (dvitiye vamabhuje raktapurnakapalam).
(15) Yang ketiga memegang lonceng (tritiye ghantam).
(16) Yang keempat memegang palu (cathurthe mudgara).
(17) Dia sedang mengendarai mayat.
(18) Dalam sikap dari kaki kiri-Nya terulur.
(19) Dan dikelilingi oleh empat yogini.
(20) Di arah timur adalah Candesvari yang berwarna putih kekuningan.
(21) Rambut Ia kusut dan memiliki gigi mengerikan yang seperti taring.
(22) Dan memegang golok dan mangkuk tengkorak.
(23) Di ruang angkasa penjuru arah selatan adalah Carcika yang telanjang dan berwarna hitam.
(24) Sedang memegang golok dan mangkuk tengkorak, Ia berdiri dengan kaki kirinya terulur;
(25) Ia memiliki rambut yang kusut dan gigi mengerikan yang seperti taring.
(26) Di arah barat adalah Kalika yang berwarna biru hitam.
(27) Ia memiliki rambut yang kusut dan memegang tombak tiga ujung dan seterusnya.
(28) Di utara adalah dewi Kulikesvari yang tangannya terulur keatas.
(29) Di tangan kirinya ada mangkuk tengkorak dan seterusnya.
(30) Semua Dewi itu memiliki tiga mata.

Pertama, setelah menghasilkan huruf HUM, orang harus memikat para Devata, Guru, Buddha dan Bodhisattva yang tinggal berdiam di tiga dunia (prathamam humkaram niscarya traidhatukasthitan devatan gurubuddhabodhisattvan akarset). Orang harus merenungkan seluruh dunia dengan cara sifat alami diri dari OM kekosongan dan seterusnya (OM sunyatadisvabhavena sarvam bhavayej jagat). Setelah menciptakan huruf HUM, kemudian orang harus memikat (para devata itu). Setelah sang Yogi mengolah (tubuhnya sendiri sebagai) tulang kerangka Vajra, dia harus terus menerus mengolah sang Empat Muka (Caturmukham Mahakala) yang sikap kedewataan-Nya memiliki sifat alami diri dalam kebahagiaan tertinggi, yang muncul dari suara HA HA dan yang besar PHET, yang memiliki bentuk Kilikilaya. Yang adalah sang Pelindung dengan jalan dari kebahagiaan besar yang adalah dunia ini yang tujuannya adalah untuk memadamkan (kekuatan jahat) dalam alam semesta; Dan sesuai dengan Yoga dari karangan bunga dari Mantra HILI KILI adalah diperindah dengan ajaran dari Buddha.

Muka yang pertama berwarna hitam. Yang kanan berwarna merah. Yang kiri berwarna putih. Dan pada sisi belakang adalah muka dari babi jantan. Empat kaki kiri-Nya terulur keluar. Warnanya adalah hitam; Dia memiliki perut gendut yang menggantung. Setiap kepala memiliki tiga mata dengan rambut yang kusut. Muka pertama memiliki jenggot. Dia memiliki dua belas tangan.




skipper

Jumlah posting : 439
Join date : 27.11.08
Age : 28

Lihat profil user http://aryamahayana.forumup.com

Kembali Ke Atas Go down

Re: Sri Maha Kala Tantraraja Rudra Kalpa Maha Smasana Nama Mahayana Sutra

Post by skipper on Fri Feb 12, 2016 9:50 pm

Sri Maha Kala Tantra ini merupakan tantra yang mengajarkan pencapaian Siddhi duniawi, yang juga adalah salah satu cabang dari Guhya Mahayana Tantra yang mencakup tata cara pencapaian delapan kekuatan dalam dunia.



Salah satu Tantraraja yang menganugerahkan kemakmuran seperti yang dilakukan oleh Sri Vasudhara Dharani, yang mengalahkan semua praktek Mantra dan ritual dari kaum tirthika dan para iblis Mara tidak akan bisa menyerang dia yang menjalankan Sadhana ini.



Sri Maha Kala adalah penguasa samsara, sang Vira yang menyelamatkan dan melindungi para makhluk di dalam kamadhatu dengan upaya dari kamadhatu, seperti yang juga dilakukan oleh Bhaisajya Guru Vaidurya Prabha Raja Tathagata.



Tantraraja sutra ini sedang dalam proses posting mohon bantuannya jangan di reply.



Terima kasih banyak.

skipper

Jumlah posting : 439
Join date : 27.11.08
Age : 28

Lihat profil user http://aryamahayana.forumup.com

Kembali Ke Atas Go down

Re: Sri Maha Kala Tantraraja Rudra Kalpa Maha Smasana Nama Mahayana Sutra

Post by Sponsored content Today at 7:13 am


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik