Vyakarana Parivartah Dharmaparyaya Suttram

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Vyakarana Parivartah Dharmaparyaya Suttram

Post by skipper on Sat Nov 29, 2008 1:04 pm

SUTTA BUNGA TERATAI DARI KEGAIBAN HUKUM KESUNYATAAN YANG MENAKJUBKAN

BAB VI


Om Vairocana Hum
PENETAPAN PENCAPAIAN PENERANGAN SEMPURNA

Pada saat itu, Sang Buddha setelah mengucapkan Syair ini, kemudian menyapa seluruh Peserta Pesamuan Agung itu sambil bersabda demikian:"Pengikut-Ku, Sang Maha Kasyapa ini, didalam dunia yang mendatang nanti, akan melayani 300 Ribu Koti Para Buddha Yang Maha Agung, mengabdi, memuja, memuliakan dan memuji Mereka serta secara panjang lebar memaklumkan Hukum Kesunyataan Yang Agung dan tak terbatas dari Para Buddha. Dalam Penitisan-Nya yang terakhir, Ia akan menjadi Seorang Buddha yang Bernama Rasmiprabhasa, Yang Telah Datang, Yang Maha Suci, Yang Telah Mencapai Penerangan Agung, Yang Telah Mencapai Kebebasan Yang Sempurna, Sempurna Pikiran dan Perbuatan, Yang Terbahagia, Maha Tahu Dunia, Pemimpin Tiada Tandingan, Guru Dewa dan Manusia, Yang Telah Sadar, Yang Dihormati Dunia, yang Kawasan-Nya disebut Kebajikan Yang Gemerlap (Avabhasapraptaya Lokadhatu) dan Kalpa-Nya disebut Maha Indah (Maha Vyuha Kalpa). Masa Hidup-Nya Sang Buddha itu akan berjumlah 12 Kalpa kecil, Hukum-Nya yang benar akan bergema didunia selama 20 kalpa kecil, dan tiruan Hukum-Nya akan tinggal pula selama 20 kalpa kecil. Kawasan-Nya akan menjadi indah, tiada kotoran, duri-duri, dan noda-noda yang kotor. Tanah-Nya akan rata dan lurus, tanpa ada tempat-tempat yang tidak rata, dan tidak ada pula tempat-tempat yang berlobang-lobang maupun bergunduk-gunduk, Tanah-Nya dari Lapis Lazuli berderetkan pohon-pohonan intan, tali-tali emas membatasi jalanan-jalanan, ditaburi dengan bunga-bunga indah dan Kesucian menggetar dimana-mana. Didalam Kawasan itu Para Bodhisattva hidup langgeng selama beribu-ribu koti yang tak terbatas, dengan Para Sravaka yang tak terhitung. Perbuatan-perbuatan mara tidak akan terjadi disana dan meskipun terdapat para mara dan orang-orang mara, namun mereka semua akan melindungi Hukum Sang Buddha."

Pada saat itu Sang Buddha yang ingin memaklumkan Ajaran ini kembali, kemudian bersabdalah Beliau dengan Syair:

Ketahulah O Para Bhiksu
Bahwa dengan Mata Buddha-Ku
Kulihat Sang Kasyapa ini
Dalam dunia yang mendatang
Sesudah berkalpa-kalpa lamanya
Akan menjadi Seorang Buddha

Disitu dalam Dunia yang mendatang
Dia akan mengabdi dan melayani
300 Ribu Para Buddha Yang Maha Agung

Demi Kebijaksanaan-Nya Sang Buddha
Dia akan melaksanakan Dharma-Nya
Seorang Brahma dengan Hati Tulus
Mengabdi kepada Yang Maha Tinggi
Dan Yang Maha Mulia dari umat manusia
Melaksanakan Kebijaksanaan Tertinggi
Dalam Penitisan Yang Terakhir
Dan kemudian menjadi Buddha

Negeri-Nya akan menjadi Suci
Tanah-Nya berlapiskan Lazuli
Pepohonan Permata berjajar
Di sepanjang jalan Negeri itu
Pita-pita emas membatasi jalanan
Menyenangkan hati yang melihatnya

Bebauan harum semerbak wangi
Bunga-bunga yang jarang ada
Bertumbuhan dimana-mana
Dengan tiap jenisnya nampak aneh
Menambah keindahan dan semarak alam

Tanah akan menjadi rata
Tiada satu gundukan dan lubang
Para Bodhisattva yang begitu banyak
Yang jumlah-Nya tidak dapat dinilai
Dengan Kehalusan Perasaan Mereka,
Akan mencapai Kekuatan Agung
Yang tidak dapat dibayangkan

Para Bodhisattva dengan sujud
Memelihara Sutta-Sutta Kendaraan Besar
Yang telah diberikan Oleh Sang Buddha
Para Sravaka Yang Tak Terhitung banyak-Nya
Dari Penitisan-Nya yang paling akhir
Yang sungguh tidak ada noda dan celanya
Putera-Putera dari Sang Raja Hukum
Akan berjumlah yang tiada terbatas banyak-Nya
Bahkan Mata dari Para Dewa
Tiada dapat mengetahui bilangan-Nya

Masa Hidup-Nya Para Buddha itu
Akan menjadi 12 Kalpa kecil
Hukum-Nya yang benar akan bergema
Berkumandang didalam alam semesta
Selama 20 Kalpa kecil lama-Nya
Demikian pula tiruan Hukum-Nya
Akan bertahan 20 Kalpa kecil pula
Demikianlah Kisah-Nya Sang Buddha
Yang Bercahaya Terang Kemilauan

Kemudian Sang Maha Maudgalyayana, Subhuti, Maha Katyayana dan lain-lain-Nya, dengan Hati gemetar Semua-Nya mengatupkan Tangan Mereka dan memandang ke Wajah Sang Buddha serta tidak sekejappun Mereka memandang kebawah, dan dengan serempak berkata dalam Syair:

O, Pahlawan Besar Yang Maha Agung
Raja Hukum Kesunyataan dari Sakya
Sayangi dan Kasihanilah Kami Semua
Berikanlah Kami Wejangan O Sang Buddha

Seandainya Engkau mengetahui
Apa yang tersirat didalam hati Kami
Maka Kau akan memberitahukan pada Kami
Tentang Kejadian-Kejadian yang akan datang

Wejangan Yang Maha Agung
Akan merupakan embun yang indah
Yang akan merubah panas menjadi dingin
Seperti halnya orang dari daerah paceklik
Yang sekonyong-konyong mendapatkan undangan
Untuk menghadiri suatu jamuan besar
Namun dalam hatinya masih ada keragu-raguan
Rasa takut menyebabkan tidak berani makan
Tetapi setelah diperintah oleh Baginda Raja
Barulah Ia dengan berani meyantap makanan itu

Seperti itulah halnya Kami
Sementara Kami sedang menimbang
Kekeliruan dari Hinayana
Kami belum mengetahui bagaimana caranya
Untuk mendapatkan Kebijaksanaan Agung
Dari Sang Buddha Yang Maha Bijaksana

Meskipun Kami mendengar Ajaran Sang Buddha
Yang Menyatakan Kami akan menjadi Buddha
Namun Hati Kami masih juga takut dan cemas
Seperti mereka yang tidak berani makan

Tetapi jika Kami menerima Sabda Sang Buddha
Barulah Kami merasa bahagia dan tenang
Pahlawan Besar Yang Maha Agung
Engkau benar-benar mempunyai tekad selalu
Untuk menentramkan dunia dan semesta ini
Berkenanlah Yang Maha Agung memberikan Wejangan
Seperti menawari orang lapar untuk berpesta

Kemudian Sang Buddha yang mengetahui Pikiran-Pikiran didalam Hati Para Pengikut-Pengikut lama itu, kemudian menyapa seluruh Para Bhiksu:"Sang Subhuti ini, dalam dunia yang mendatang, akan melayani 300 Ribu Koti Nayuta dari Para Buddha, mengabdi, memuja, memuliakan dan memuji Mereka, menjalankan Kehidupan Brahma, dan menyempurnakan Jalan KeBodhisattvaan. Dalam Penitisan-Nya yang terakhir, Ia akan menjadi Seorang Buddha Yang Bergelar Sasiketu, Yang Telah Datang, Yang Maha Suci, Yang Telah Mencapai Penerangan Agung, Yang Telah Mencapai Kebebasan Yang Sempurna, Sempurna Pikiran dan Perbuatan, Yang Terbahagia, Maha Tahu Dunia, Pemimpin Tiada Tandingan, Guru Dewa dan Manusia, Yang Telah Sadar, Yang Dihormati Dunia, Yang Kawasan-Nya disebut "Penghasil Permata" (Ratnasambhawa) dan Kalpa-Nya disebut "Memiliki Permata" (Ratnavabhasa). Negeri-Nya akan rata dan lurus dengan tanah Kristal, terhiasi dengan Pepohonan Permata, tanpa ada gundukan dan lobang-lobang, batu-batu kerikil, duri-duri, dan noda-noda kotor, bumi terselimuti bunga-bunga berharga, dan Kesucian memerintah dimana-mana. Orang-orang di Negeri itu akan tinggal pada Teras-Teras yang bertahta Manikam dan di Istana yang megah. Para Pengikut Sravaka akan menjadi Tak Terhingga dan Tak Terbilang yang Semua-Nya ini tidak akan dapat diutarakan dalam angka maupun perumpamaan, dan Kelompok Bodhisattva akan menjadi Beribu-Ribu Koti Nayuta Yang Tak Terhitung. Masa Hidup dari Buddha itu akan menjadi 12 Kalpa kecil, Hukum-Nya yang benar akan tinggal dalam dunia selama 20 Kalpa kecil dan tiruan Hukum-Nya akan tinggal juga selama 20 Kalpa kecil. Buddha itu akan tinggal dalam Kasurgan dan mengkhotbahkan Hukum Kesunyataan kepada para mahluk hidup serta menyelamatkan Bodhisattva-Bodhisattva dan Para Sravaka yang tak terhitung."

Pada saat itu Sang Buddha yang ingin mengutarakan Ajaran ini kembali, maka bersabdalah Beliau dalam Syair:

Wahai Perhimpunan Para Bhikku semua
Ada suatu yang hendak Kusampaikan
Kepada Kalian dan dengarkan dengan tekun
Renungkanlah apa yang akan Aku katakan

Pengikut-Ku yang lama Sang Subhuti
Ia akan menjadi Seorang Buddha
Yang Bergelar Sasiketu
Ia akan mengabdi kepada Para Buddha
Yang Ribuan Koti Jumlah-Nya
Ia akan mengikuti jejak Para Buddha
Yang menjadi Sempurna di Jalan Agung

Dalam Penitisan-Nya yang terakhir
Dia akan mendapatkan 32 Tanda-Tanda
Tegak dan Indah ibarat Gunung Permata
Kawasan Para Buddha akan menjadi Indah
Dalam Kemegahan dan Keagungan-Nya
Menyenangkan hati orang melihat-Nya

Sang Buddha ditengah-tengah-Nya
Akan menyelamatkan banyak mahluk
Dengan Hukum KeBuddhaan dari Beliau
Banyak Orang akan menjadi Bodhisattva
Yang mempunyai Kemampuan Yang Besar
Yang memutar Roda Dharma tak pernah surut

Kawasan-Nya selalu terhias Para Bodhisattva
Kelompok Sravaka yang jumlah-Nya tak terhitung
Yang Semua-Nya telah menyelami Hakekat Trikaya
Memuja penyempurnaan dalam Sadparamma
Selalu berjalan diatas Hasta Arya Marga
Selalu penuh dengan perasaan Hikmad dan Sadhu

Ketika Sang Buddha membabarkan Hukum Kesunyataan
Diri-Nya berubah menjelma menjadi suatu yang ghaib
Yang tidak dapat dipikirkan dengan daya pikir
Dari para dewa dan umat manusia.
Yang tersebar luas bagaikan pasir di Sungai Gangga

Semua-Nya dengan Tangan terkatub
Mendengarkan Sabda Sang Buddha dengan tekun
Yang akan hidup selama 12 Kalpa kecil
Hukum-Nya yang benar akan bergema didunia
Selama 20 Kalpa kecil lama-Nya
Dan tiruan Hukum-Nya akan bertahan pula
Selama 20 Kalpa kecil lama-Nya.

skipper

Jumlah posting : 439
Join date : 27.11.08
Age : 28

Lihat profil user http://aryamahayana.forumup.com

Kembali Ke Atas Go down

Namo Bhagavate Loka Vistirna Tejesvara Prabhaya Tathagata Arhate SamyakSamBuddha

Post by skipper on Sat Nov 29, 2008 1:06 pm

Pada saat itu Sang Buddha menyapa seluruh Persidangan Para Bhiksu dengan bersabda :"Sekarang Aku umumkan kepada Kalian bahwa Sang Maha Katyayana ini, didunia yang mendatang nanti, akan memuliakan dan mengabdi 8 Ribu Koti Para Buddha dengan bermacam-macam persembahan pemujaan dan penghormatan kepada Mereka. Sesudah Para Buddha itu Moksha, maka Mereka itu, akan mendirikan Stupa-Stupa setinggi seribu yojana dengan panjang dan lebar yang sama yaitu 500 yojana. Stupa-Stupa itu tersusun dari 7 benda berharga, emas, perak, Lapis Lazuli, batu-batu bulan, batu-batu mulia, mutiara dan cornelian, serta Ia akan menyajikan Stupa-Stupa itu dengan Karangan-Karangan Bunga, Wangi-Wangian, Bubuk Cendana, Dupa, Tirai Sutera, Bendera dan Panji-Panji. Sesudah ini, Dia dengan cara yang serupa pula akan mengabdi pada 2 Ribu Koti Para Buddha, dan sesudah melayani Para Buddha ini maka Ia akan menyempurnakan Jalan Bodhisattva dan menjadi Seorang Buddha dengan Gelar Jambunadaprabhasa, Yang Telah Datang, Yang Maha Suci, Yang Telah Mencapai Penerangan Agung, Yang Telah Mencapai Kebebasan Yang Sempurna, Sempurna Pikiran dan Perbuatan, Yang Terbahagia, Maha Tahu Dunia, Pemimpin Tiada Tandingan, Guru Dewa dan Manusia, Yang Telah Sadar, Yang Dihormati Dunia. Negeri-Nya akan datar dan lurus, dengan Kristal untuk lantai-Nya, terhias dengan Pepohonan Permata bersama dengan Pita-Pita Emas untuk membatasi Jalanan-Jalanan, Tanah-Nya diselimuti dengan Bunga-Bunga Indah, dan Kesucian pun meresap dimana-mana sehingga orang-orang yang melihat menjadi senang. Keempat Keadaan jahat tidak akan ada disana yaitu neraka, jiwa-jiwa yang lapar, binatang dan para asura, tetapi dewa-dewa dan manusia akan menjadi banyak dan ribuan koti Para Sravaka dan Bodhisattva yang tak terbatas akan menghiasi Kawasan-Nya. Masa Hidup-Nya Buddha itu ialah 12 Kalpa kecil, Hukum-Hukum-Nya yang benar akan tinggal di dunia selama 20 Kalpa kecil dan tiruan Hukum-Nya akan tinggal juga selama 20 Kalpa kecil".

Pada waktu itu, Sang Buddha yang ingin memaklumkan Ajaran ini kembali, maka bersabdalah Beliau dalam Syair:

"Kalian Semua Kelompok Bhiksu !
Dengarkanlah Aku dengan penuh Perhatian !
Kata-Kata Yang Aku ucapkan
Adalah Benar dan Sempurna.

Sang Katyayana ini
Akan, dengan bermacam-macam persembahan yang baik sekali,
Menghormat Para Buddha.

Sesudah Para Buddha itu moksha
Ia akan mendirikan Stupa-Stupa dari 7 Benda Berharga
Dan juga dengan bebungaan dan wewangian,
Menghromati Peninggalan-Peninggalan Mereka

Dalam Penitisan-Nya yang terakhir
Ia akan memperoleh Kebijaksanaan Sang Buddha
Dan mencapai Penerangan Agung.

Tanah-Nya yang menjadi suci
Dan Ia akan menyelamatkan
Beribu-ribu koti mahluk yang tak terbilang
Akan dipuja oleh semuanya
Di setiap penjuru.

Keharuman Buddha-Nya
Tiada Seorangpun dapat melampaui,
Dan Gelar Buddha-Nya adalah
Jambunadaprabhasa

Para Bodhisattva dan Para Sravaka
Bebas dari ikatan perwujudan,
Tiada terbilang dan tiada dapat terhitung,
Akan menghiasi Kawasan-Nya."

"Kemudian Sang Buddha menyapa lagi Persidangan Agung itu sambil bersabda:"Sekarang Aku permaklumkan kepada Kalian bahwa Sang Maha Maudgalyayana ini, dengan bermacam-macam persembahan akan mengabdi kepada 8 Ribu Koti Para Buddha, memuja, memuliakan Mereka. Sesudah Para Buddha ini Mencapai Nirwana, maka Mereka masing-masing akan mendirikan Stupa-Stupa setinggi seribu yojana dengan panjang dan lebar yang sama yaitu 500 yojana. Stupa-Stupa itu tersusun dari 7 benda berharga, emas, perak, Lapis Lazuli, batu-batu bulan, batu-batu mulia, mutiara dan cornelian, dan Ia akan menyajikan Stupa-Stupa itu dengan Karangan-Karangan Bunga, Wangi-Wangian, Bubuk Cendana, Asap Dupa, Tirai Sutera, Bendera dan Panji-Panji. Sesudah ini, Dia dengan cara yang serupa akan mengabdi pada 200 Koti Para Buddha, dan kemudian Ia akan menjadi Seorang Buddha dengan Gelar Tamalapatracandanagandha, Yang Telah Datang, Yang Maha Suci, Yang Telah Mencapai Penerangan Agung, Yang Telah Mencapai Kebebasan Yang Sempurna, Sempurna Pikiran dan Perbuatan, Yang Terbahagia, Maha Tahu Dunia, Pemimpin Tiada Tandingan, Guru Dewa dan Manusia, Yang Telah Sadar, Yang Dihormati Dunia. Kawasan-Nya dinamakan "Kegembiraan Batin"(Manobhirama) dan Kalpa-Nya akan disebut "Penuh Kegembiraan"(Ratiprapurna), Tanah-Nya akan datar dan lurus dengan Kristal sebagai lantainya, terhiasi Pepohonan Permata serta tertaburi Bunga-Bunga indah dan Kesucianpun memerintah dimana-mana, sehingga orang-orang yang melihat menjadi gembira. Disana akan terdapat para dewa dan manusia serta Para Bodhisattva dan Sravaka yang jumlah-Nya sangat tak terhitung. Masa Hidup dari Buddha itu ialah selama 24 Kalpa kecil, Hukum-Nya yang benar akan tinggal didunia selama 40 Kalpa kecil, serta tiruan Hukum-Nya akan tinggal selama 40 Kalpa kecil juga."

Kemudian Sang Buddha yang ingin memaklumkan Ajaran ini kembali, maka bersabdalah Beliau dengan Syair:

"Pengikut-Ku ini
Sang Maha Maudgalyayana
Sesudah membuang Tubuh ini,
Akan melihat 8 Ribu
200 Ribuan Koti

Dari Para Buddha Yang Maha Agung,
Dan, demi Jalan KeBuddhaan,
Akan mengabdi dan memuja Mereka.

Diantara Para Buddha,
Selalu menjalankan hidup-Brahma
Selama berkalpa-kalpa yang tak terhitung,
Dia akan memelihara Hukum Sang Buddha.

Sesudah Para Buddha Moksha,
Dia akan mendirikan Stupa-Stupa dari 7 Benda Berharga,
Memperlihatkan menara emas-Nya di kejahuan,
Dan dengan Bebungaan, Wewangian, serta Irama Dendang,
Menghormat pada
Stupa-Stupa dari Para Buddha.

Sesudah mencapai sedikit demi sedikit
Jalan KeBodhisattvaan
Didalam Kawasan Kegembiraan Batin
Dia akan menjadi Seorang Buddha,
Bergelar Sang Tamalapatra,
Berkeharuman Cendana.

Masa Hidup Buddha itu
Akan menjadi 24 Kalpa.
Tiada henti-hentinya kepada para dewa dan manusia
Dia akan mengkhotbahkan Jalan Ke KeBuddhaan
Para Sravaka-Nya akan menjadi tak terhitung
Seperti pasir-pasir Sungai Gangga,

Sesudah mencapai 3 Kesunyataan,
6 Kemampuan yang tak terbayangkan
Dan daya ghaib yang dalam
Para Bodhisattva akan menjadi tak terbilang lagi,
Teguh kemauan-Nya dan bersemangat
Dalam Kebijaksanaan Sang Buddha,
Yang tidak pernah melakukan perbuatan tercela.

Sesudah Buddha ini Moksha,
Hukum-Nya yang benar akan tinggal
Selama 40 Kalpa kecil
Dan selama itu pula Hukum yang palsu juga tinggal.

Kalian semua, Para Pengikut-Ku,
Yang memiliki Kekuatan Yang Sempurna,
Sebanyak Lima Ratus,
Semua-Nya akan menerima Penetapan-Nya
Untuk menjadi Buddha

Didunia yang mendatang.
Dari Perkembangan-Ku dan Kalian Semua
Dalam dunia-dunia yang silam
Sekarang akan Aku tegaskan.
Kalian dengarkanlah dengan baik !"

Demikianlah Sutta Bunga Teratai Dari Kegaiban Hukum Yang Menakjubkan, Tentang Penetapan Pencapaian Penerangan Sempurna, Bab 6.

skipper

Jumlah posting : 439
Join date : 27.11.08
Age : 28

Lihat profil user http://aryamahayana.forumup.com

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik