Saya Adalah Buddha

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Saya Adalah Buddha

Post by skipper on Mon Feb 16, 2009 4:23 pm


Namo Bhagavate Maha Vairocana Tathagata Arhate SamyakSamBuddha
Namo Bhagavate Amitabha Tathagata Arhate SamyakSamBuddha
Namo Bhagavate Padmakumara Tathagata Arhate SamyakSamBuddha
Namo Bhagavate Padma Prabhasvara Tathagata Arhate SamyakSamBuddha
Namo Bhagavate Bodhi Druma Maha Sravaka Arahatto

Om Ah Hum Guru Pei Ahosasa Maha Lian Shen Siddhi Hum
Buku ke 107
Saya Adalah Budha


Seseorang bertanya kepada saya, " Lu Sheng Yen, apakah Engkau Seorang Buddha?" Saya menjawab,"Andalah Seorang Buddha." Jawaban ini mengkonfirmasi sebuah kalimat dalam Sutra Nirvana yang berbunyi, "Semua insan memiliki Sifat Buddha." Sewaktu seorang sadhaka sejati telah mencapai alam "tanpa ego" dan telah membuang kemelekatan pada diri, ia dapat berkata, "Saya adalah Seorang Buddha." "Begitupula anda." Apakah ke 5 Kebijaksanaan Tathagata?

1. Kebijaksanaan Sejernih Cermin.
2. Kebijaksanaan Persamaan. Segala sesuatu pada hakikatnya kosong belaka.
Tak ada baik dan buruk.
3. Kebijaksanaan Membeda-bedakan. Pada mulanya tak ada sesuatupun di
dunia.
4. Kebijaksanaan Melaksanakan Segala Hal. Tak ada yang bertambah, tak ada
yang berkurang. Mencapai tanpa keinginan.
5. Kebijaksanaan Dharmadhatu. Segala sesuatu tak terungkapkan dengan kata-kata. Bahkan bila diungkapkan, maka tidak akan sesuai.

Saya, Lian Shen Rinpoche, telah memiliki ke 5 jenis Kebijaksanaan Tathagata. Saya juga katakan, "Karena saya memiliki semuanya, saya tidak memiliki sesuatupun. Karena saya tidak memiliki sesuatupun, maka saya dapat memiliki segalanya."

Seseorang bertanya kepada saya, "Apakah wujud yang asli?"
Saya menjawab, "Siapa yang tahu?" Jawaban ini tidak masuk diakal tapi sangat cerdik, sempurna, dan langsung kena sasaran. Ini adalah cara Bijaksana Tertinggi untuk menjadi Seorang Buddha. Ini selalu benar kapan saja, dimana saja, dan siapa saja. Lu Sheng Yen sama sekali bukanlah Lu Sheng Yen. Lian Shen Rinpoche sama sekali bukanlah Lian Shen Rinpoche. Dan, "Buddha Sinar Bunga Yang Leluasa" sama sekali bukanlah "Buddha Sinar Bunga Yang Leluasa"
Sewaktu segala sesuatu menjadi "tiada", kita akan dapatkan "wujud yang asli".

Mengapa Saya datang ke dunia ini? Mengapa para insan tinggal di dunia Saha ini? Ini adalah pertanyaan-pertanyaan yang tidak dipahami banyak orang. Bnayak orang bahkan tidak pernah memikirkan hal-hal itu. Tapi Saya tahu jawabannya. Jawaban dari Saya adalah "Makan dan Tidur".

Sesungguhnya "makan dan tidur" hanyalah fenomena yang palsu. Tugas Saya yang sebenarnya adalah membangun eksistensi supernatural." Tapi, apakah itu "membangun eksistensi supernatural?" Jadi, jawaban ini juga sulit dimengerti karena "eksistensi supernatural" berkaitan dengan "Kekosongan Sejati". Membangun eksistensi supernatural adalah seperti mengikuti alam alam mimpi, mencapai sukses seperti pasir yang mengalir. Membangun eksistensi supernatural adalah memainkan "permainan supernatural".

Apa sih sebenarnya Buddha itu? Sutra Maha Vairocana mengatakan bahwa orang yang telah mencapai Pencerahan disebut Buddha. Samyuktagama mengatakan bahwa orang yang mengetahui kemunculan dan lenyapnya berbagai hal, orang yang telah menjalankan semua latihan yang diperlukan, dan orang yang telah membuang semua yang perlu dibuang, dialah Seorang Buddha. Seorang Buddha di dunia ini adalah bagaikan sebuah Bunga Teratai yang tidak ternoda
oleh kotoran. Ia tinggal di dunia tapi tidak melekat pada dunia ini. Ia telah melepaskan segala jenis kekuatiran dan menyadari bahwa kelahiran dan kematian adalah sama belaka. Sutra Nirvana mengatakan bahwa Buddha adalah seperti Orang yang menemukan pencuri dan menghentikannya dari perbuatan kriminal. Para Buddha dan Mahasattva dapat bertahan dalam menghadapi kekuatiran tanpa henti. Kekuatiran tak lagi dapat mengganggu Mereka. Itu sebabnya Mereka disebut Para Buddha. Sutra Nirvana juga mengatakan bahwa Buddha adalah welas asih dan welas asih adalah Buddha. itu adalah kutipan-kutipan dari berbagai Sutra.

Kata-Kata Dharma Vajra Saya adalah sebagai berikut:

Seorang Buddha adalah Dia yang telah mencapai kekosongan.
Seorang Buddha adalah Dia yang tidak perlu lagi berlatih.
Seorang Buddha adalah Dia yang telah mengatasi tumimbal lahir.
Seorang Buddha adalah Dia yang telah bebas dari kekuatiran.
Seorang Buddha adalah Dia yang mempunyai matri karuna yang tak terhingga.

Penyampaian yang lebih mendalam adalah sebagai berikut:

Orang yang tidak mempunyai loba, dosa, dan moha adalah seorang Buddha. Orang yang menjalankan Sila dan Samadhi serta memiliki Prajna adalah Seorang Buddha. Seperti halnya seorang yang sakit dan seorang yang memakan obat. Di dunia ini, sejak semula tidak ada yang disebut loba, dosa, moha, sila, samadhi, prajna, sakit, atau obat. Orang yang telah mencapai Kesadaran ini dapat dikatakan bahwa Ia telah mencapai Pencerahan Benar Yang Tertinggi. Alam Kesadraan ini adalah Kesadaran yang sempurna dan bebas sepenuhnya.

Seseorang bertanya kepada saya sambil tertawa,"Siapa yang bisa membuktikan bahwa Kau Lian Shen Rinpoche, telah menjadi Buddha?"

Saya menjawab, "Hanya Para Buddha yang dapat mengenali Buddha."

Menurut Sutra Teratai, sangat sulit bagi seorang awam untuk memahami Seorang Buddha. Hanya Para Buddha yang dapat sepenuhnya memahami makna sebenarnya dari berbagai Dharma.

Vairocana Buddha mengenal saya, begitu pula Buddha Locana, dan Padmakumara. Dan, Saya tahu bahwa saya sendiri mengenal saya. Begitu pula dengan Sakyamuni Buddha, Maitreya, dan Padmasambhava. Semua Buddha di 10 penjuru, dari masa lampau, masa sekarang, dan masa yang akan datang, mengenal Saya. Begitu pula semua Bodhisattva mengenal Saya.

"KeBuddhaan" adalah Harta Pribadi Saya.

Saya Sendiri yang menunjukkan Sifat KeBuddhaan.

Saya dapat memahami keadaan semua Insan. Tujuan Saya menulis Buku Ke 107
ini adalah untuk membuat mereka mencerahkan diri sendiri. Membuat para insan mencerahkan diri sendiri adalah menyelamatkan mereka. Sesungguhnya, yang disebut "menyelamatkan mereka" adalah "tidak menyelamatkan mereka", dan karena "tidak menyelamatkan mereka", maka disebut "menyelamatkan mereka".

Saya adalah Vairocana Buddha, Buddha Locana, dan Padmakumara. Seorang Budha dari masa lampau telah menjelma kembali menjadi manusia biasa, Lu Sheng Yen. Saya tidak mau jauh dari para insan. Saya telah terlahir banyak kali, kali ini sebagai Guru Akar dari aliran SatyaBuddha.

Orang yang bisa berenang dapat mengajarkan orang lain cara berenang. Orang yang bisa baca tulis bisa mengajarkan orang lain cara menulis. Orang yang bisa seni dapat mengajarkan orang lain cara melukis. Orang yang bisa memahat dapat mengajarkan orang lain cara memahat.

Saya adalah Seorang Buddha. Jadi, saya dapat mengajar orang lain menjadi Buddha. Di jaman sekarang ini ada banyak orang yang menyebut diri sebagai Acarya Acarya Budhis namun mereka tidak menunjukkan sifat Buddha sama sekali dan tidak memiliki Kebajikan. Apa yang mereka lakukan adalah berusaha meninggikan diri sendiri diatas orang-orang lain dengan mengatas-namakan Dharma Buddha dan dengan menggunakan nama yang enak di dengar seperti "Ajaran Yang Lurus". Mereka hanya menipu diri mereka sendiri dan juga orang lain.

SAYA ADALAH SEORANG BUDDHA, SEORANG BUDDHA SEJATI.

skipper

Jumlah posting : 439
Join date : 27.11.08
Age : 28

Lihat profil user http://aryamahayana.forumup.com

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik