Pemilihan Dewi

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Pemilihan Dewi

Post by skipper on Wed Feb 11, 2009 12:33 pm

Om Ah Hum Guru Pei Ahosasa Maha Lian Sheng Siddhi hum

Pemilihan Dewi


Saya sedang berada di alam suci Mahadewi Yaochi. Kebetulan alam suci ini sedang sangat meriah. Rupanya sedang mengadakan ‘pemilihan dewi’ untuk penilaian terhadap hasil pertapaan para pertapa.
Pada Buddhisme, upaya bersadhana dinamakan sadparamita. Di Taoisme, dinamakan tiga ribu pahala delapan ratus carya. Di Confusius, disebut empat kedisiplinan seratus perbuatan.
Saya melihat seorang biarawati Taois yang bernama Ma Jing yang upaya pertapaannya sangat sempurna. Mestinya tidak lama lagi bisa berhasil mencapai jalan sejati.
Biarawati Ma Jing ini sejak kecil sudah dimasukkan ke Kuil Qingxu. Sudah tinggal selama empat puluh tahun dan tidak pernah turun gunung.
Ma Jing menyadari, mengolah diri dalam Taois harus secara lahir batin. Dari sisi batin, yakni vipassana, meditasi, melatih pernapasan agar prana terkendali di avadhuti, selalu mawas diri dalam segala tingkah laku. Dari sisi jasmani, yaitu menjauhi perbuatan jahat, melakukan kebajikan, tidak membunuh makhluk hidup, bervegetarian, satwamocana, dan menolong sesama.
Ma Jing sangat arif dan bijak. Ia sadar bahwa pengolahan batin itu hal yang utama, dan pengolahan jasmani itu sebagai aspek pendukung. Yang batin itu primer, yang jasmani itu sekunder.
Pada dasarnya, Ma Jing memiliki ‘kerangka dewa’ yang seharusnya terpilih sebagai dewi.

Tampaknya:
Mega wangi muncul di depan serambi
Unggas indah beterbangan di pepohonan
Menyadari sebagai dewi tanpa kilesa
Selalu sempurna dalam samadhi

Kala itu, Mahadewi Yaochi duduk di atas singgasana. Awan merah sebagai tanah, mega biru sebagai langit. Cahaya kencana berkilauan di mana-mana, lazuli dan mutiara bertebaran, dan pelita emas memenuhi angkasa. Terdengar alunan surgawi membunyikan gita Dharma nan indah.
Mahadewi berkata, “Kerangka dewa Ma Jing sudah terbentuk sempurna, seharusnya terpilih. Namun, dewa sejati butuh moral yang tidak boleh ada cacat sedikit pun. Ma Jing di masa kecil pernah mencuri bahan persembahan berupa dua butir buah persik. Oleh sebab itu, Harus dilahirkan kembali ke dunia saha selama dua tahun.”
Saya sangat terkejut mendengarkan hal ini. Sudah jelas ‘kerangka dewa’ Ma Jing sudah terbentuk, layak terpilih sebagai dewi. Mengapa masih harus terlahir di dunia saha selama dua tahun lagi, apa yang terjadi?
Rupanya masalahnya begini:
Saat Ma Jing di Kuil Qingxu, suatu kali, dewa utama Kuil Qingxu, Tiga Sesepuh Sanqing (Yuqing, Taiqing, Shangqing), sedang mengadakan upacara ritual.
Ma Jing bertugas mengurusi bahan persembahan.
Di kuil tersedia ribuan butir buah persik yang terbuat dari tepung beras. Buah persik tepung beras itu mirip seperti buah persik asli, sangat harum dan enak rasanya.
Ma Jing melihat ini, diam-diam mengambil dua butir persik yang paling bundar dan bagus, lalu disembunyikannya di kamar sendiri. Ia akan menikmatinya saat lapar nanti.
Hal ini tidak ada yang ketahui.
Tetapi, Mahadewi Yaochi mengetahuinya.
Mahadewi berkata, “Menyembunyikan dua butir persik bahan persembahan memang kesalahan yang kecil. Tapi, seorang dewa yang diuji adalah kejujurannya, tidak boleh ada ego sedikit pun. Setelah dipertimbangkan, sedikit saja egoisme akan berakibat
fatal. Oleh sebab itu, harus kembali ke dunia saha dua tahun.”
Setahu saya, manusia pada umumnya menganggap apa yang dilakukannya tidak akan diketahui oleh para dewa. Sebenarnya dewa tahu.
Di dalam tubuh manusia terdapat tiga makhluk.
Makhluk bagian atas disebut Peng Ju, berdiam di bagian kepala manusia, membuat manusia banyak pikiran dan banyak keinginan.
Makhluk bagian tengah disebut Peng Zhi, berdiam di bagian usus manusia, membuat manusia menjadi rakus dan suka makan.
Makhluk bagian bawah disebut Peng Qiao, berdiam di bagian kaki manusia, membuat manusia suka membunuh dan berzinah.
Segala kelakuan tiga makhluk di dalam tubuh manusia tidak ada yang baik. Tujuannya supaya manusia tersebut mati dengan cepat sehingga mereka bisa keluar untuk menikmati sesajen darah.
Di dalam tubuh manusia, masih terdapat tiga puluh enam ribu dewa.
Semua dewa ini akan mencatat segala pikiran, perbuatan, dan perkataan dari manusia tersebut. Jadi, bagaimana mungkin bisa lari dari pantauan para dewa?
Demikianlah saya mengetahui masa depan Ma Jing. Ia akan masuk ke rahim manusia. Setelah terlahir, dua tahun kemudian ia akan meninggal, lalu diangkat menjadi dewi.
Dari kejadian pemilihan dewi atas diri Ma Jing, saya menyadari bahwa ‘hati’ mesti adil tanpa memihak dan sama sekali tidak boleh ternoda sedikit pun. Hanya karena masalah sepele menyembunyikan buah persik bahan persembahan saja, mesti menanggung akibat terlahir di dunia saha selama dua tahun.
Kualitas ibadah orang jaman sekarang sungguh memprihatinkan. Benar-benar harus introspeksi diri, lebih mengendalikan diri, menyucikan hati, dan mengurangi nafsu.
Hendaknya lebih sungguh-sungguh menjalani pertapaan secara lahir batin. Jalanilah misi penyelamatan tanpa rasa ego.
Jangan lagi menipu diri sendiri.

skipper

Jumlah posting : 439
Join date : 27.11.08
Age : 28

Lihat profil user http://aryamahayana.forumup.com

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik