Beristrikan Dharmasukha

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Beristrikan Dharmasukha

Post by skipper on Wed Feb 11, 2009 12:22 pm

Buku Dharma Maha Vajracarya Lian Sheng Lu Shen Yen ke-184_Menyalakan Pelita Hatimu

Beristrikan Dharmasukha


Selama 5 tahun bertapa, pertama-tama kebahagiaan sedikit, dalam kehidupan saya kehilangan banyak kebahagiaan. Misalnya:

Lagu Rainbow Villa.

Tarian Rainbow Villa.

Sandiwara Rainbow Villa.

Mala Rainbow Villa.

Pertama-tama saya tidak terlalu terbiasa hari-hari tanpa "siswa yang mengikuti kebaktian", belakangan, saya tahu saya tidak boleh begitu terus, saya harus berjalan dari dunia luar ke dunia dalam.

Saya harus menemukan kebahagiaan saya sendiri di dalam batin atau saya akan mati karena "depresi"!

Dulu, di dalam samadhi saya bisa memperoleh "Dharmasukha", namun, selama menyepi dan bertapa, saya semakin memahami, berikut jawaban yang saya berikan:

"Beristrikan Dharmasukha!"

Pandangan dan pendengaran saya tidak berada pada dunia luar lagi. Melainkan berpusat pada hati sendiri, hati saya telah berubah menjadi sekuntum teratai, di atas teratai, rupanya ada, "Lagu, tarian, sandiwara, dan mala". Keempat kebahagiaan ini bukan kebahagiaan orang awam, melainkan meningkat menjadi semacam Dharmasukha abadi yang "ç¡ä½æ".

"Dharmasukha" semacam ini, saya telah melewati masa pertapaan selama 5 tahun, saya memperoleh semacam pengalaman yang sangat langka, inilah tampang asli seorang pertapa.

Saya berkata:

"Segala sesuatu itu anitya."

"Segala kebahagiaan juga tidak abadi."

"Segala sesuatu akan berlalu."

"Segala-galanya akan musnah."

Namun, ketika saya "beristrikan Dharmasukha", saya baru bisa benar-benar mengerti, Dharmasukha ini barulah istri sejati, jawaban ini terlalu bagus, mengusahakan ke dalam, tidak mengusahakan ke luar, istri sejati tidak berada di luar, melainkan di dalam.

Dunia luar adalah:

Kekerasan.

Kekejaman.

Kejahatan.

Dunia dalam adalah:

Kebahagiaan.

Kesucian.

Tiada tuntutan.

Saya menemukan bahwa kebahagiaan dari luar tidak abadi, hanya kebahagiaan dari dalam yang abadi, apakah yang abadi itu, ternyata "Dharmasukha" barulah abadi.

Saya tidak dapat menahan tawa, manusia di dunia ini benar-benar bodoh, mereka semua mengejar yang bisa lenyap, mengejar sesuatu yang kosong, mengejar sesuatu yang tidak ada, mengejar sesuatu yang sementara, mengejar sesuatu yang sesaat, buta ibarat seekor lalat, atau seekor nyamuk, saya menemukan bahwa semua manusia dunia itu tersesat.

Kebahagiaan semacam ini juga "ilusi mimpi", "bayangan gelembung", "embun pagi", "cahaya kilat".

Saya menemukan bahwa ada beberapa benda yang sangat "kejam", asal tahu saja, kalian jangan terkejut:

1. Uang.

2. Kekuasaan dan kedudukan.

3. Wanita.

4. Rumah.

5. Mobil.

Semua ini bisa membejatkan "jati diri" sadhaka, bisa mencelakai sadhaka untuk "memiliki", "melekat", "untung dan rugi", "menderita", "bahagia".

Saya menyepi dan bertapa, karena saya telah memasuki "samadhi" yang sejati, saya baru tahu "Dharmasukha" barulah kebahagiaan abadi, "Dharmasukha" barulah istri yang abadi.

Acarya, lama, umat se-Dharma. .........

Mengertikah Anda? Dharmasukha barulah kebahagiaan tertinggi!

skipper

Jumlah posting : 439
Join date : 27.11.08
Age : 28

Lihat profil user http://aryamahayana.forumup.com

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik