DHAMMA CAKKAPPAVATTANA SUTTAM

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

DHAMMA CAKKAPPAVATTANA SUTTAM

Post by skipper on Thu Dec 18, 2008 8:09 pm

Namo Sarva BuddhaBodhisattvebhya
Namah Sarva TathagataPratyekaBuddhAryaSravakebhyotitanagatapra tyutpannebhyasca Bodhisattvebhya
Namo Tassa Bhagavato Arahato SamyakSambuddhassa

Sabbapapassa Akaranam

Janganlah berbuat kejahatan
Kusalassaupa sampada
Perbanyak berbuat kebajikan
Sacittapariyodapana
Sucikan hati dan pikiran
Etam Buddhana Sasanam
Inilah Ajaran Semua Buddha

"Om Suddhe Suddhe Maha Suddhe Visuddhe Svaha"

"Om Srutih Srurtih Smrtih Smrtrih Svaha"

"Om Vajra Ha Ho Hum"

"Namo Samanta Buddhanam Om Dhuru Dhuru Prthivi Svaha"

"Namo Buddhaya Namo Dhammaya Namo Sanghaya Namo Sakyamuni Buddhaya"

"Om Amogha Puja Mani Padma Vajre Tathagata Vilokite Samanta Pra-Sara Hum"

"Namo Maha Cakra Vajra Dharani"
"Namo Sitriya Tivikanam Tathagatanam Om Viraji Viraji Maha Cakra Vajri Sada Sada Sarati Sarati Dariyi Dariyi Vidamani Sambajani Tramati Siddha Griya Deram Svaha."


Mantra mensucikan Badan,Mulut,Pikiran,Puja awal,beserta Maha Cakra Vajra merupakan Mantra penolong sejati yang mampu melipat gandakan tenaga Dhamma hasil dari melafalkan Dharani atau Dhamma Sutta.Seseorang hendaknya selalu memulai membaca Mantra Dharani ini sebelum membaca Sutta atau Dharani, karena hasil yang didapat akan gilang-gemilang.

"Pergilah, O Bhikkhu, ajarkanlah Dhamma demi untuk kepentingan orang banyak, untuk kesejahteraan orang banyak, untuk membantu dunia, untuk kebaikan bersama, untuk kesejahteraan para dewa dan manusia, khotbahkanlah Dhamma yang mulia pada awal, mulia pada pertengahannya, dan mulia pada akhirnya. Umumkanlah tentang penghidupan suci yang benar-benar bersih dan sempurna dalam ungkapan dan hakekatnya."
"Mereka mendengar dan membahasNya dengan keyakinan terhadap Ajaran Sang Sugata. Mereka yang melaksanakan Segala AjaranNya memperoleh berkah tertinggi."
(Itivuttaka, Tika Nipata, Vagga V)

"Diri sendiri adalah pelindung bagi diri sendiri, karena siapa pula orang lain yang dapat menjadi pelindung?."
(Dhammapada XII (Atta Vagga),160)

"Namo Ta Yen Ti Chang Wang Pusa Mohosa"
"Namo Dhyana Prajna Bodhisattva Mahasattva"
"Namo Thu Ti Pusa Mohosa"

DHAMMA CAKKAPPAVATTANA SUTTAM

(SUTTA PEMUTARAN RODA DHAMMA)

EVAM ME SUTAM:
DEMIKIANLAH TELAH KUDENGAR:

EKAM SAMAYAM BHAGAVA, BARANASIYAM VIHARATI, ISIPATANE MIGADAYE, TATRA KHO BHAGAVA PANCAVAGGIYE BHIKKHU AMANTESI,
PADA SUATU KETIKA SANG BHAGAVA BERDIAM DI DEKAT KOTA BENARES, DI ISIPATANA, DI TAMAN RUSA. BELIAU LALU BERSABDA KEPADA ROMBONGAN LIMA ORANG BHIKKHU SEPERTI BERIKUT:

DVE ME BHIKKHAVE ANTA PABBAJJITENA NA SEVITABBA, YO CAYAM KAMESU KAMASUKHALLIKANUYOGO, HINO GAMMO POTUJJANIKO ANARIYO ANATTHASANHITO, YO CAYAM ATTAKILAMATHANUYOGO, DUKKHO ANARIYO ANATTHASANHITO. ETE TE BHIKKHAVE UPHO ANTE ANU-PAGAMMA, MAJJHIMA PATIPADA TATHAGATENA ABHI-SAMBUDDHA, CAKKHUKARANI NANAKARANI UPASAMAYA ABHINNAYA SAMBODHAYA NIBBANAYA SAMVATTATI
DUA HAL YANG BERLEBIHAN INI, PARA BHIKKHU, TAK PATUT DIJALANKAN OLEH MEREKA YANG TELAH MENINGGALKAN KEHIDUPAN DUNIAWI. APAKAH YANG DUA ITU? MENURUTI KESENANGAN NAFSU INDRIA YANG RENDAH, YANG TIDAK BERHARGA DAN TAK BERFAEDAH, KEJI DAN DUNIAWI, ATAU MELAKUKAN PENYIKSAAN DIRI YANG BERLEBIH-LEBIHAN, YANG MENYAKITKAN, YANG TAK BERHARGA DAN TAK BERFAEDAH. DENGAN MENGHINDARI KEDUA HAL YANG BERLEBIHAN INI, TATHAGATA TELAH BERHASIL MEMAHAMI JALAN TENGAH, YANG MEMBUKA PANDANGAN, MEMBERI PENGETAHUAN, MEMBAWA KETENANGAN DAN KETENTRAMAN, DAYA BATIN YANG SPESIAL, KESADARAN AGUNG DAN PENCAPAIAN NIBBANA

KATAMA CA SA BHIKKHAVE MAJJHIMA PATIPADA TATHAGATENA ABHISAMBUDDHA, CAKKHUKARANI NANAKARANI UPASAMAYA ABHINNAYA SAMBODHAYA NIBBANAYA SAMVATTATI, AYAMEVA ARIYO ATTHANGIKO MAGGO, SEYYATHIDAM:
SAMMADITTHI
SAMMASANKAPPO
SAMMAVACA
SAMMAKAMMANTO
SAMMA-AJIVO
SAMMAVAYAMO
SAMMASATI
SAMMASAMADHI.

PARA BHIKKHU, APAKAH JALAN TENGAH YANG MEMBUKA PANDANGAN, MEMBERI PENGETAHUAN, MEMBAWA KETENANGAN DAN KETENTRAMAN, DAYA BATIN YANG SPESIAL, KESADARAN AGU NG SERTA PENCAPAIAN NIBBANA ITU? SESUNGGUHNYA ITU ADALAH JALAN MULIA BERJALUR DELAPAN, YAKNI:
PANDANGAN BENAR
PIKIRAN BENAR
UCAPAN BENAR
PERBUATAN BENAR
MATA PENCAHARIAN BENAR
DAYA UPAYA BENAR
PERHATIAN BENAR
KONSENTRASI BENAR

AYAM KHO SA BHIKKHAVE MAJJHIMA PATIPADA TATHAGATENA ABHISAMBUDDHA, CAKKHUKARANI NANAKARANI UPASAMAYA ABHINAYA SAMBODHAYA NIBBANAYA SAMVATTATI
PARA BHIKKHU DEMIKIANLAH JALAN TENGAH YANG MEMBUKA PANDANGAN, MEMBERI PENGETAHUAN, MEMBAWA KETENANGAN DAN KETENTRAMAN, DAYA BATIN YANG SPESIAL, KESADARAN AGUNG DAN PENCAPAIAN NIBBANA

IDAM KHO PANA BHIKKHAVE DUKKHAM ARIYASACCAM, JATIPI DUKKHA MARANAMPI DUKKHAM, SOKAPARIDEVA DUKKHA DOMANASSUPAYASAPI DUKKHA, APPIYEHI SAMPAYOGO DUKKHO PIYEHI VIPPAYOGO DUKKHO YAMPICCHAM NA LABHATI TAMPI DUKKHAM SANKHITTENA PANCUPADANAKKHANDHA DUKKHA
SEKARANG, PARA BHIKKHU, BEGINILAH KEBENARAN MULIA TENTANG DUKKHA: KELAHIRAN ADALAH DUKKHA, UMUR TUA ADALAH DUKKHA, KESAKITAN ADALAH DUKKHA, BEGITUPUN KEDUKAAN DAN KESEDIHAN, KESENGSARAAN, RATAPAN DAN PUTUS ASA. BERKUMPUL DENGAN YANG TAK DISENANGI ADALAH DUKKHA, BERPISAH DENGAN YANG DICINTAI JUGA ADALAH DUKKHA, TIDAK MEMPEROLEH APA-APA YANG DIINGINKAN ADALAH DUKKHA. SINGKATNYA, TUBUH INI, LIMA KELOMPOK KEMELEKATAN ADALAH DUKKHA

IDAM KHO PANA BHIKKHAVE DUKKHASAMUDAYO ARIYASACCAM, YAYAM TANHA PONOBBHAVIKA NANDIRAGASAHAGATA TATRA TATRABHINANDINI, SEYYATHIDAM; KAMATANHA BHAVATANHA VIBHAVATANHA
SEKARANG, PARA BHIKKHU, BEGINILAH KEBENARAN MULIA TENTANG ASAL MULA DUKKHA, YAITU: KEINGINANLAH YANG MENYEBABKAN KELAHIRAN KEMBALI, DISERTAI DENGAN GODAAN DAN NAFSU YANG MERINDUKAN KESENANGAN DI SANA DAN DISINI, YAITU: KEINGINAN AKAN KESENANGAN INDRIA, KEINGINAN UNTUK TERUS HIDUP, KEINGINAN UNTUK MEMUSNAHKAN DIRI

IDAM KHO PANA BHIKKHAVE DUKKHANIRODHO ARIYASACCAM, YO TASSA YEVA TANHAYA ASESAVIRAGANIRODHO CAGO PATINISSAGO MUTTI ANALAYO
SEKARANG, PARA BHIKKHU, BEGINILAH KEBENARAN MULIA TENTANG LENYAPNYA DUKKHA, YAITU: SESUNGGUHNYA BERHENTINYA, DISERAHKANNYA, DILEPASKANNYA, DAN TERBEBASNYA DARI, TAK HADIRNYA KERINDUAN AKAN KEINGINAN TERSEBUT

IDAM KHO PANA BHIKKHAVE DUKKHANIRODHAGAMINI PATIPADA ARIYASACCAM, AYAMEVA ARIYO ATTHANGIKO MAGGO, SEYYATHIDAM:
SAMMADITTHI
SAMMASANKAPPO
SAMMAVACA
SAMMAKAMMANTO
SAMMA-AJIVO
SAMMAVAYAMO
SAMMASATI
SAMMA-SAMADHI.

SEKARANG, PARA BHIKKHU, BEGINILAH KEBENARAN MULIA TENTANG CARA UNTUK MENGAKHIRI DUKKHA. SESUNGGUHNYA ITU ADALAH JALAN MULIA BERJALUR DELAPAN, YAITU:
PANDANGAN BENAR
PIKIRAN BENAR
UCAPAN BENAR
PERBUATAN BENAR
MATA PENCAHARIAN BENAR
DAYA UPAYA BENAR
PERHATIAN BENAR
KONSENTRASI BENAR

IDAM DUKKHAM ARIYASACCANTI ME BHIKKHAVE, PUBBE ANANUSSUTESU DHAMMESU, CAKKHUM UDAPADI NANAM UDAPADI PANNA UDAPADI VIJJA UDAPADI ALOKO UDAPADI
PARA BHIKKHU, SEWAKTU MERENUNGKAN KEBENARAN MULIA TENTANG DUKKHA, TENTANG SEGALA SESUATU YANG BELUM AKU PELAJARI, MUNCULLAH DALAM DIRIKU PANDANGAN, PENGETAHUAN, PENGERTIAN, JUGA MUNCULLAH DALAM DIRIKU KEBIJAKSANAAN, DAN MUNCULLAH DALAM DIRIKU CAHAYA

TAM KHO PANIDAMDUKKHAM ARIYASACCAM PARINNEYYANTI ME BHIKKHAVE, PUBBE ANANUSSUTESU DHAMMESU, CAKKHUM UDAPADI NANAM UDAPADI PANNA UDAPADI VIJJA UDAPADI ALOKO UDAPADI
PARA BHIKKHU, SEWAKTU MERENUNGKAN BAHWA KEBENARAN MULIA TENTANG DUKKHA HARUS DIPAHAMI, TENTANG SEGALA SESUATU YANG BELUM AKU PELAJARI, JUGA MUNCULLAH DALAM DIRIKU PANDANGAN, PENGETAHUAN, PENGERTIAN, MUNCULLAH DALAM DIRIKU PANDANGAN, PENGETAHUAN, PENGERTIAN, JUGA MUNCULLAH DALAM DIRIKU KEBIJAKSANAAN, DAN MUNCULLAH DALAM DIRIKU CAHAYA

TAM KHO PANIDAM DUKKHAM ARIYASACCAM PARINNATANTI ME BHIKKHAVE, PUBBE ANANUSSUTESU DHAMMESU, CAKKHUM UDAPADI NANAM UDAPADI PANNA UDAPADI VIJJA UDAPADI ALOKO UDAPADI
PARA BHIKKHU, SEWAKTU MERENUNGKAN BAHWA KEBENARAN MULIA TENTANG DUKKHA TELAH DIPAHAMI, TENTANG SEGALA SESUATU YANG BELUM AKU PELAJARI, MUNCULLAH DALAM DIRIKU PANDANGAN, PENGETAHUAN, PENGERTIAN, JUGA MUNCULLAH DALAM DIRIKU KEBIJAKSANAAN, DAN MUNCULLAH DALAM DIRIKU CAHAYA

IDAM DUKKHASAMUDAYO ARIYASACCANTI ME BHIKKHAVE, PUBBE ANANUSSUTESU DHAMMESU, CAKKHUM UDAPADI NANAM UDAPADI PANNA UDAPADI VIJJA UDAPADI ALOKO UDAPADI
BEGITU PUN, PARA BHIKKHU, SEWAKTU MERENUNGKAN BAHWA KEBENARAN MULIA TENTANG ASAL MULA DUKKHA, TENTANG SEGALA SESUATU YANG BELUM AKU PELAJARI, MUNCULLAH DALAM DIRIKU PANDANGAN, PENGETAHUAN, PENGERTIAN, JUGA MUNCULLAH DALAM DIRIKU KEBIJAKSANAAN, DAN MUNCULLAH DALAM DIRIKU CAHAYA

TAM KHO PANIDAM DUKKHASAMUDAYO ARIYASACCAM PAHATABBANTI ME BHIKKHAVE, PUBBE ANANUSSUTESU DHAMMESU, CAKKHUM UDAPADI NANAM UDAPADI PANNA UDAPADI VIJJA UDAPADI ALOKO UDAPADI
SEWAKTU MERENUNGKAN ASAL MULA DUKKHA HARUS DILENYAPKAN, TENTANG SEGALA SESUATU YANG BELUM AKU PELAJARI, MUNCULLAH DALAM DIRIKU PANDANGAN, PENGETAHUAN, PENGERTIAN, JUGA MUNCULLAH DALAM DIRIKU KEBIJAKSANAAN, DAN MUNCULLAH DALAM DIRIKU CAHAYA

TAM KHO PANIDAM DUKKHASAMUDAYO ARIYASACCAM PAHATABBANTI ME BHIKKHAVE, PUBBE ANANUSSUTESU DHAMMESU, CAKKHUM UDAPADI NANAM UDAPADI PANNA UDAPADI VIJJA UDAPADI ALOKO UDAPADI
SEWAKTU MERENUNGKAN ASAL MULA DUKKHA TELAH DILENYAPKAN, TENTANG SEGALA SESUATU YANG BELUM AKU PELAJARI, MUNCULLAH DALAM DIRIKU PANDANGAN, PENGETAHUAN, PENGERTIAN, JUGA MUNCULLAH DALAM DIRIKU KEBIJAKSANAAN, DAN MUNCULLAH DALAM DIRIKU CAHAYA

IDAM DUKKHANIRODHO ARIYASACCANTI ME BHIKKHAVE, PUBBE ANANUSSUTESU DHAMMESU, CAKKHUM UDAPADI NANAM UDAPADI PANNA UDAPADI VIJJA UDAPADI ALOKO UDAPADI
BEGITU PUN, PARA BHIKKHU, SEWAKTU MERENUNGKAN BAHWA KEBENARAN MULIA TENTANG LENYAPNYA DUKKHA, TENTANG SEGALA SESUATU YANG BELUM AKU PELAJARI, MUNCULLAH DALAM DIRIKU PANDANGAN, PENGETAHUAN, PENGERTIAN, JUGA MUNCULLAH DALAM DIRIKU KEBIJAKSANAAN, DAN MUNCULLAH DALAM DIRIKU CAHAYA

TAM KHO PANIDAM DUKKHANIRODHO ARIYASACCAM SACCHIKATABBANTI ME BHIKKHAVE, PUBBE ANANUSSUTESU DHAMMESU, CAKKHUM UDAPADI NANAM UDAPADI PANNA UDAPADI VIJJA UDAPADI ALOKO UDAPADI
SEWAKTU MERENUNGKAN BAHWA LENYAPNYA DUKKHA HARUS TERLAKSANA, TENTANG SEGALA SESUATU YANG BELUM AKU PELAJARI, MUNCULLAH DALAM DIRIKU PANDANGAN, PENGETAHUAN, PENGERTIAN, JUGA MUNCULLAH DALAM DIRIKU KEBIJAKSANAAN, DAN MUNCULLAH DALAM DIRIKU CAHAYA

TAM KHO PANIDAM DUKKHANIRODHA ARIYASACCAM SACCHIKATANTI ME BHIKKHAVE, PUBBE ANANUSSUTESU DHAMMESU, CAKKHUM UDAPADI NANAM UDAPADI PANNA UDAPADI VIJJA UDAPADI ALOKO UDAPADI
SEWAKTU MERENUNGKAN BAHWA LENYAPNYA DUKKHA TELAH TERLAKSANA, TENTANG SEGALA SESUATU YANG BELUM AKU PELAJARI, MUNCULLAH DALAM DIRIKU PANDANGAN, PENGETAHUAN, PENGERTIAN, JUGA MUNCULLAH DALAM DIRIKU KEBIJAKSANAAN, DAN MUNCULLAH DALAM DIRIKU CAHAYA

IDAM DUKKHANIRODHAGAMINI PATIPADA ARIYASACCANTI ME BHIKKHAVE, PUBBE ANANUSSUTESU DHAMMESU, CAKKHUM UDAPADI NANAM UDAPADI PANNA UDAPADI VIJJA UDAPADI ALOKO UDAPADI
BEGITU PUN, PARA BHIKKHU, SEWAKTU MERENUNGKAN KEBENARAN MULIA TENTANG CARA MELENYAPKAN DUKKHA, TENTANG SEGALA SESUATU YANG BELUM AKU PELAJARI, MUNCULLAH DALAM DIRIKU PANDANGAN, PENGETAHUAN, PENGERTIAN, JUGA MUNCULLAH DALAM DIRIKU KEBIJAKSANAAN, DAN MUNCULLAH DALAM DIRIKU CAHAYA

TAM KHO PANIDAM DUKKHANIRODHAGAMINI PATIPADA ARIYASACCAM BHAVETABBANTI ME BHIKKHAVE, PUBBE ANANUSSUTESU DHAMMESU, CAKKHUM UDAPADI NANAM UDAPADI PANNA UDAPADI VIJJA UDAPADI ALOKO UDAPADI
SEWAKTU MERENUNGKAN BAHWA LENYAPNYA DAN CARA MELENYAPKAN DUKKHA HARUS DITUMBUHKAN, TENTANG SEGALA SESUATU YANG BELUM AKU PELAJARI, MUNCULLAH DALAM DIRIKU PANDANGAN, PENGETAHUAN, PENGERTIAN, JUGA MUNCULLAH DALAM DIRIKU KEBIJAKSANAAN, DAN MUNCULLAH DALAM DIRIKU CAHAYA

TAM KHO PANIDAM DUKKHANIRODHAGAMINI PATIPADA ARIYASACCAM BHAVITANTI ME BHIKKHAVE, PUBBE ANANUSSUTESU DHAMMESU, CAKKHUM UDAPADI NANAM UDAPADI PANNA UDAPADI VIJJA UDAPADI ALOKO UDAPADI
SEWAKTU MERENUNGKAN BAHWA LENYAPNYA DUKKHA TELAH TERLAKSANA, TENTANG SEGALA SESUATU YANG BELUM AKU PELAJARI, MUNCULLAH DALAM DIRIKU PANDANGAN, PENGETAHUAN, PENGERTIAN, JUGA MUNCULLAH DALAM DIRIKU KEBIJAKSANAAN, DAN MUNCULLAH DALAM DIRIKU CAHAYA

YAVAKIVANCA ME BHIKKHAVE IMESU CATUSU ARIYASACCESU, EVANTIPARIVATTAM DVADASAKARAM YATHABHUTAM NANADASSANAM NA SUVISUDDHAM AHOSI. NEVA TAVAHAM BHIKKHAVE SADEVAKE LOKE SAMARAKE SABRAHMAKE, SASSAMANABRAHMANIYA PAJAYA SADEVA-MANUSSAYA ANUTTARAM SAMMASAMBODHIM ABHISAMBUDDHO PACCANNASIM
SEKARANG, PARA BHIKKHU, SELAMA PENGETAHUAN DAN PENGERTIANKU TENTANG SARI DARI KEBENARAN MULIA YANG MASING-MASING TERDIRI DARI TIGA SEHINGGA SELURUHNYA ADA DUA BELAS BAGIAN INI BELUM SEMPURNA KESUCIANNYA, SEBEGITU JAUH PULA AKU TIDAK YAKIN BAHWA DI DUNIA INI, BESERTA PARA DEWA DAN MARANYA, SERTA BRAHMANYA, DIANTARA PARA PERTAPA DAN BRAHMANA, DI ALAM DEWA DAN MANUSIA, ADA SESEORANG YANG TELAH DICERAHI DENGAN PENERANGAN SEMPURNA


Terakhir diubah oleh sen tanggal Thu Dec 18, 2008 8:10 pm, total 1 kali diubah

skipper

Jumlah posting : 439
Join date : 27.11.08
Age : 28

Lihat profil user http://aryamahayana.forumup.com

Kembali Ke Atas Go down

Namo Bhagavate Sapta Koti Tathagata Arhate SamyakSamBuddha

Post by skipper on Thu Dec 18, 2008 8:09 pm

YATO CA KHO ME BHIKKHAVE IMESU CATUSU ARIYASACCESU, EVANTIPARIVATTAM DVADASAKARAM YATHABHUTAM NANADASSANAM NA SUVISUDDHAM AHOSI. ATHAHAM BHIKKHAVE SADEVAKE LOKE SAMARAKE SABRAHMAKE, SASSAMANABRAHMANIYA PAJAYA SADEVA-MANUSSAYA ANUTTARAM SAMMASAMBODHIM ABHISAMBUDDHO PACCANNASIM. NANANCA PANA ME DASSANAM UDAPADI, AKUPPA ME VIMUTTI AYAMANTIMA JATI, NATTHIDANI PUNABBHAVOTI
TETAPI, PARA BHIKKHU, BEGITU PENGETAHUAN DAN PENGERTIANKU TENTANG SARI DARI KEBENARAN MULIA YANG MASING-MASING TERDIRI DARI TIGA SEHINGGA SELURUHNYA ADA DUA BELAS BAGIAN INI CUKUP SEMPURNA KESUCIANNYA, LALU, PARA BHIKKHU, AKU MERASA YAKIN APA ARTINYA DICERAHI DENGAN PENERANGAN SEMPURNA DI DUNIA INI, BESERTA DENGAN PARA DEWA DAN MARANYA, SERTA BRAHMANYA, DIANTARA PARA PERTAPA DAN BRAHMANA, DI ALAM DEWA DAN MANUSIA. SEKARANG SETELAH PENGETAHUAN DAN PENGERTIAN MUNCUL DALAM DIRIKU SEHINGGA AKU TAHU: PASTILAH BATINKU TERBEBAS. INILAH KELAHIRANKU YANG TERAKHIR. TIADA TUMIMBAL LAHIR LAGI BAGIKU

IDAMAVOCA BHAGAVA, ATTAMANA PANCAVAGGIYA BHIKKHU BHAGAVATO BHASITAM ABHINANDUM
DEMIKIANLAH SABDA SANG BHAGAVA, DAN KELIMA BHIKKHU ITU MERASA PUAS SERTA BERGEMBIRA MENDENGAR KATA-KATA SANG BHAGAVA

IMASMINCA PANA VEYYAKARANASMIM BHANNAMANE, AYASMATO KONDANNASSA VIRAJAM VITAMALAM DHAMMACAKKHUM UDAPADI. YANKINCI SAMUDAYADHAMMAM SABBANTAM NIRODHADHAMMANTI
KETIKA KHOTBAH INI TELAH DIUCAPKAN, MUNCUL MATA DHAMMA YANG BERSIH DAN TANPA NODA DALAM DIRI YANG ARYA KONDANNA; SEGALA SESUATU YANG TABIATNYA MUNCUL ATAU TERBENTUK PASTI AKAN MEMPUNYAI TABIAT UNTUK LENYAP

PAVATTITE CA BHAGAVATA DHAMMACAKKE, BHUMMA DEVA SADDAMANUSSAVESUM
ETAMBHAGAVATA BARANASIYAM ISIPATANE MIGADAYE ANUTTARAM DHAMMACAKKAM PAVATTITAM, APPATIVATTIYAM SAMANENA VA BRAHMANENA VA DEVENA VA MARENA VA BRAHMUNA VA KENACI VA LOKASMINTI

LALU, SETELAH SANG BHAGAVA MEMUTAR RODA DHAMMA, PARA DEWA BUMI BERSERU DENGAN SERENTAK:
DI BENARES, DI ISIPATANA, DI TAMAN RUSA TELAH DIPUTAR OLEH SANG BHAGAVA RODA DHAMMA YANG TANPA BANDINGNYA, YANG TAK DAPAT DIHENTIKAN BAIK OLEH PARA SAMANA, BRAHMANA, DEVA, MARA, BRAHMA, MAUPUN OLEH SIAPA PUN DIDUNIA

BHUMMANAM DEVANAM SADDAM SUTTAVA, CATUMMAHARAJIKA DEVA SADDAMANUSSAVESUM
MENDENGAR KATA-KATA DEWA BUMI, DEWA-DEWA CATUMMAHARAJIKA PUN BERSERU DENGAN SEREMPAK

CATUMMAHARAJIKANAM DEVANAM SADDAM SUTTAVA, TAVATIMSA DEVA SADDAMANUSSAVESUM
MENDENGAR KATA-KATA DEWA-DEWA CATUMMAHARAJIKA, DEWA-DEWA DARI SURGA TAVATIMSA PUN BERSERU DENGAN SEREMPAK

TAVATIMSANAM DEVANAM SADDAM SUTTAVA, YAMA DEVA SADDAMANUSSAVESUM
MENDENGAR KATA-KATA DEWA-DEWA DARI SURGA TAVATIMSA, DEWA-DEWA DARI SURGA YAMA PUN BERSERU DENGAN SEREMPAK

YAMANAM DEVANAM SADDAM SUTTAVA, TUSITA DEVA SADDAMANUSSAVESUM
MENDENGAR KATA-KATA DEWA-DEWA DARI SURGA YAMA, DEWA-DEWA DARI SURGA TUSITA PUN BERSERU DENGAN SEREMPAK

TUSITANAM DEVANAM SADDAM SUTTAVA, NIMMANARATI DEVA SADDAMANUSSAVESUM
MENDENGAR KATA-KATA DEWA-DEWA DARI SURGA TUSITA, DEWA-DEWA DARI SURGA NIMMANARATI PUN BERSERU DENGAN SEREMPAK

NIMMANARATINAM DEVANAM SADDAM SUTTAVA, PARANIMMITAVASAVATTI DEVA SADDAMANUSSAVESUM
MENDENGAR KATA-KATA DEWA-DEWA DARI SURGA NIMMANARATI, DEWA-DEWA DARI SURGA PARANIMMITAVASAVATTI PUN BERSERU DENGAN SEREMPAK

PARANIMMITAVASAVATTINAM DEVANAM SADDAM SUTTAVA, BRAHMAPARSACCA DEVA SADDAMANUSSAVESUM
MENDENGAR KATA-KATA DEWA-DEWA DARI SURGA PARANIMMITAVASAVATTI, DEWA-DEWA DARI SURGA BRAHMAPARSADYA PUN BERSERU DENGAN SEREMPAK

BRAHMAPARSACCANAM DEVANAM SADDAM SUTTAVA, BRAHMAPARONITA DEVA SADDAMANUSSAVESUM
MENDENGAR KATA-KATA DEWA-DEWA DARI SURGA BRAHMAPARSADYA, DEWA-DEWA DARI SURGA BRAHMAPURONITA PUN BERSERU DENGAN SEREMPAK

BRAHMAPARONITANAM DEVANAM SADDAM SUTTAVA, MAHABRAHMA DEVA SADDAMANUSSAVESUM
MENDENGAR KATA-KATA DEWA-DEWA DARI SURGA BRAHMAPURONITA, DEWA-DEWA DARI SURGA MAHABRAHMA PUN BERSERU DENGAN SEREMPAK

MAHABRAHMANAM DEVANAM SADDAM SUTTAVA, PARITTABHA DEVA SADDAMANUSSAVESUM
MENDENGAR KATA-KATA DEWA-DEWA DARI SURGA MAHABRAHMA, DEWA-DEWA DARI SURGA PARITTABHA PUN BERSERU DENGAN SEREMPAK

PARITTABHANAM DEVANAM SADDAM SUTTAVA, APRAMANABHA DEVA SADDAMANUSSAVESUM
MENDENGAR KATA-KATA DEWA-DEWA DARI SURGA PARITTABHA, DEWA-DEWA DARI SURGA APRAMANABHA PUN BERSERU DENGAN SEREMPAK

APRAMANABHANAM DEVANAM SADDAM SUTTAVA, ABHASVARA DEVA SADDAMANUSSAVESUM
MENDENGAR KATA-KATA DEWA-DEWA DARI SURGA APRAMANABHANAM, DEWA-DEWA DARI SURGA ABHASVARA PUN BERSERU DENGAN SEREMPAK

ABHASVARANAM DEVANAM SADDAM SUTTAVA, PARITTASUBHA DEVA SADDAMANUSSAVESUM
MENDENGAR KATA-KATA DEWA-DEWA DARI SURGA ABHASVARA, DEWA-DEWA DARI SURGA PARITTASUBHA PUN BERSERU DENGAN SEREMPAK

PARITTASUBHANAM DEVANAM SADDAM SUTTAVA, APRAMANASUBHA DEVA SADDAMANUSSAVESUM
MENDENGAR KATA-KATA DEWA-DEWA DARI SURGA PARITTASUBHA, DEWA-DEWA DARI SURGA APRAMASUBHA PUN BERSERU DENGAN SEREMPAK

APRAMANASUBHANAM DEVANAM SADDAM SUTTAVA, SUBHAKINHAKA DEVA SADDAMANUSSAVESUM
MENDENGAR KATA-KATA DEWA-DEWA DARI SURGA APRAMASUBHA, DEWA-DEWA DARI SURGA SUBHAKINHAKA PUN BERSERU DENGAN SEREMPAK

SUBHAKINHAKANAM DEVANAM SADDAM SUTTAVA, VEHAPHARA DEVA SADDAMANUSSAVESUM
MENDENGAR KATA-KATA DEWA-DEWA DARI SURGA SUBHAKINHAKA, DEWA-DEWA DARI SURGA VERHAPARA PUN BERSERU DENGAN SEREMPAK

VEHAPHARANAM DEVANAM SADDAM SUTTAVA, AVEHA DEVA SADDAMANUSSAVESUM
MENDENGAR KATA-KATA DEWA-DEWA DARI SURGA VEHAPARA, DEWA-DEWA DARI SURGA AVEHA PUN BERSERU DENGAN SEREMPAK

AVEHANAM DEVANAM SADDAM SUTTAVA, ATAPA DEVA SADDAMANUSSAVESUM
MENDENGAR KATA-KATA DEWA-DEWA DARI SURGA AVEHA, DEWA-DEWA DARI SURGA ATAPA PUN BERSERU DENGAN SEREMPAK

ATAPANAM DEVANAM SADDAM SUTTAVA, SUDARSA DEVA SADDAMANUSSAVESUM
MENDENGAR KATA-KATA DEWA-DEWA DARI SURGA ATAPA, DEWA-DEWA DARI SURGA SUDARSA PUN BERSERU DENGAN SEREMPAK

SUDARSANAM DEVANAM SADDAM SUTTAVA, SUDARSI DEVA SADDAMANUSSAVESUM
MENDENGAR KATA-KATA DEWA-DEWA DARI SURGA SUDARSA, DEWA-DEWA DARI SURGA SUDARSI PUN BERSERU DENGAN SEREMPAK

SUDARSINAM DEVANAM SADDAM SUTTAVA, AKANISTHA DEVA SADDAMANUSSAVESUM:"ETAMETAMBHAGAVATA BARANASIYAM ISIPATANE MIGADAYE ANUTTARAM DHAMMACAKKAM PAVATTITAM, APPATIVATTIYAM SAMANENA VA BRAHMANENA VA DEVENA VA MARENA VA BRAHMUNA VA KENACI VA LOKASMINTI"
MENDENGAR KATA-KATA DEWA-DEWA DARI SURGA SUDARSI, DEWA-DEWA DARI SURGA AKANISTHA PUN BERSERU DENGAN SEREMPAK:"DI BENARES, DI ISIPATANA, DI TAMAN RUSA TELAH DIPUTAR OLEH SANG BHAGAVA RODA DHAMMA YANG TANPA BANDINGANNYA, YANG TAK DAPAT DIHENTIKAN BAIK OLEH PARA PETAPA (SAMANA), BRAHMANA, DEVA, MARA, BRAHMA, MAUPUN OLEH SIAPA PUN DIDUNIA INI

ITIHA TENA KHANENA TENA MUHUTTENA, YAVA BRAHMALOKA SADDO ABBHUGGACCHI AYANCA DASASAHASSI LOKADHATU, SANKAMPI SAMPAKAMPI SAMPAVEDHI, APPAMANO CA OLARO OBHASO LOKE PATURAHOSI, ATIKKAMMEVA DEVANAM DEVANUBHAVAM
DEMIKIANLAH PADA WAKTU ITU JUGA, PADA SAAT ITU JUGA, SEKETIKA ITU JUGA, SUARA ITU MENEMBUS ALAM BRAHMA DAN ALAM SEMESTA INI DENGAN LAKSAAN ALAM-ALAMNYA TERGUGAH DAN BERGOYANG DISERTAI SUARA GEMURUH, DAN CAHAYA YANG GILANG GEMILANG YANG TAK TERBATAS, YANG MELEBIHI CAHAYA DEWA TERLIHAT DI DUNIA INI.

ATHAKHO BHAGAVA UDANAM UDANESI
ANNASI VATA BHO KODANNO
ANNASI VATA BHO KONDANNOTI
ITIHIDAM AYASMATO KONDANNASSA
ANNA KONDANNOTVEVA NAMAM AHOSITI

KEMUDIAN SANG BHAGAVA BERSABDA DENGAN AGUNG:
"KONDANNA SUNGGUH TELAH MENGERTI,
KONDANNA SUNGGUH TELAH MENGERTI."
DEMIKIANLAH, ASAL MULANYA YANG ARIYA KONDANNA MEMPEROLEH JULUKAN "ANNA KONDANNA",YANG BERARTI,"KONDANNA YANG TELAH (PERTAMA) MENGERTI."

"NAMO ARYA SARVAJNA SIDDHA BUDDHAYA"

"SEGALA KEADAAN BATIN DIDAHULUI OLEH PIKIRAN, DIPIMPIN OLEH PIKIRAN, DAN DIBENTUK OLEH PIKIRAN. APABILA SESEORANG BERKATA ATAU BERBUAT DENGAN PIKIRAN JAHAT, OLEH KARENA ITU PENDERITAAN AKAN MENGIKUTINYA SEPERTI RODA PEDATI YANG MENGIKUTI JEJAK LEMBU YANG MENARIKNYA."
(DHAMMAPADA,1)

"ENGKAU SENDIRILAH YANG HARUS BERUSAHA. PARA BUDDHA HANYALAH SEKEDAR PENUNJUK JALAN."
(DHAMMAPADA,20 (MALA VAGGA),276)

"HARUMNYA BUNGA TIDAK DAPAT MELAWAN ARAH ANGIN, BEGITU PULA HARUMNYA CENDANA, BUNGA TAGARA, MELATI. TETAPI HARUMNYA KEBAJIKAN DAPAT MELAWAN ARAH ANGIN, HARUMNYA NAMA ORANG BAJIK MENYEBAR KESEMUA PENJURU."
(DHAMMAPADA,54)

"NAMO TA CHE TA PEI CIU KU CIU NAN KUANG TA LING KAN PEN SHE SE CIA MO NI FO"
"NAMO TA CHE TA PEI CIU KU CIU NAN KUANG TA LING KAN MOHO MU JIEN LIEN PUSA MOHOSA"
"TA CHE TA PEI CIU KU CIU NAN KUANG TA LING KAN WEN SHU SE LI FO PUSA MOHOSA"
"NAMO CU FO PUSA"

"OM SMARA-SMARA VIMALA SARA MAHA CAKRA VAH HUM"

(penyaluran jasa kebajikan untuk semua mahluk)

Semoga Mereka semua yang telah saya salurkan Pahala dari Mahayana Puja, mereka yang telah menderita, yang meninggal dengan tidak bahagiah, dengan Kekuatan Sang Buddha Yang Maha Sempurna, langsung terlahir di Tanah Suci Para Buddha.

Semoga sanak saudara mereka semua, mengetahui akan Kebahagiaan yang telah didapat oleh mereka semua dan berterima kasih pada Sang Triratna, Sang Permata Jagat Tiada Duanya, Permata Buddha, Permata Dharma, Permata Sangha.

Sungguh bahagiah bagi mereka yang telah berlindung pada Buddha Sasana. Saya tidak melihat ada yang sia-sia, berdasarkan kesunyataan ini terucaplah
"Namo Tassa Bhagavato Arahato SamyakSamBuddhassa"
"Om Maha Maitri Maitreya Svaha"
"Namo Arya Vikurvana bala Avalokitesvaraya Bodhisattvaya Mahasattvaya"
"Namo Arya Maha Riddhi Abhijna bala Ksitigarbha Bodhisattvaya Mahasattvaya"
"Namo Arya Ajita Maitreya Bodhisattvaya Mahasattvaya"
"Namo Arya Samantavistara Bodhisattvaya Mahasattvaya"
"Namo Arya Dravyasri Bodhisattvaya Mahasattvaya"
"Namo Arya Sarvajnaya Manjusri Kumara Bodhisattvaya Mahasattvaya"
"Namo Arya Maha Moggalana Bodhisattvaya Mahasattvaya"
"Namo Arya Mega Dharma Mahasthamaprapta Bodhisattvaya Mahasattvaya"
"NAMO ANIMITA BUDDHAYA"
"NAMO SIMHAVIKRIDITA PARIPURNA CARYA BUDDHAYA"
"NAMO PADMA SAMADHI SVARA RAJA BUDDHAYA"
"Namo Amitayus Buddhaya"
"Om Amilida Deka Fadi Svaha:
"Om Ah Hum Guru Pei Aho sasa Maha Lien Sheng Siddhi Hum"
"NAMO TRIRATNA"

skipper

Jumlah posting : 439
Join date : 27.11.08
Age : 28

Lihat profil user http://aryamahayana.forumup.com

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik