Mahā Vaipulya Buddhāvatamsaka Nāma Mahāyāna Sūtra

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Mahā Vaipulya Buddhāvatamsaka Nāma Mahāyāna Sūtra

Post by skipper on Wed May 03, 2017 11:50 pm

MAHAYANA TRIPITAKA SUTTRAM

AVATAMSAKA SUTRA
Sutra Hiasan Bunga

Mahā Vaipulya Buddhāvatamsaka Nāma Mahāyāna Sūtra

Maha Vairocana Rasmi Pratimandita Raja Buddha

Sattva Vajra

Samantabhadra Mahakala Maha Bodhisattva

Bab 1
nidāna parivartah


Demikianlah telah kudengar, pada satu waktu, sang Bhagavān sedang tinggal berdiam di Māgadha, dalam keadaan kemurnian di Bodhimandā, baru saja mencapai pengetahuan yang sesungguhnya. Permukaan tanahnya padat dan kukuh terbuat dari Vajra, terhiasi dengan lingkaran permata yang sangat indah, dan sangat banyak bunga-bunga berharga, dengan permata Mani yang tanpa noda, lautan ciri-ciri dari berbagai jenis warna muncul dalam perwujudan yang tidak terbatas. Spanduk-bendera yang berpermata Mani terus-menerus memancarkan sinar dan menghasilkan suara yang indah. Jaring dari permata yang sangat banyak dan karangan bunga wangi yang indah tergantung di sekelilingnya. Raja Permata Mani muncul secara spontan, menurunkan hujan permata dan bunga-bunga indah yang tidak habis-habisnya di seluruh bumi. Ada deretan pohon permata, dahan dan dedaunannya berkilauan dan berlimpah. Melalui kekuatan Buddha, menyebabkan semua hiasan dari Bodhimandā ini tercermin di sana. Pohon Bodhi itu tinggi dan luar biasa langka. Batangnya terbuat dari Vajra, dahannya dari Vaidūrya, cabang dan rantingnya dari berbagai jenis permata. Daun permatanya menyebar di semua penjuru arah, menyediakan naungan seperti kumpulan awan. Bunga-bunga permata beraneka warna dengan cabang rantingnya menyebarkan bayangannya.

Lagi, buah yang terbuat dari permata Mani berkobar dengan kilauan sinar, bersama-sama dengan susunan besar dari bunga-bunga itu. Seluruh lingkaran Pohon itu memancarkan cahaya; Dalam cahaya itu, menurunkan hujan permata Mani, dan di dalam setiap permata Mani itu ada para Bodhisattva berjumlah besar yang sama seperti awan, secara bersamaan muncul.

Lagi, disebabkan oleh kekuatan yang menakjubkan dari sang Tathāgata, Pohon Bodhi itu selalu tetap mengeluarkan suara menakjubkan yang memberitakan berbagai macam Dharma dengan tanpa akhir.

Di dalam istana (vimāna) dari sang Tathāgata, menara dan paviliun yang sangat besar, indah, dan terhias membentang di seluruh sepuluh penjuru arah, terbuat dari permata Mani, beraneka warna, terhiasi dengan jalinan berbagai jenis bunga-bunga permata. Dari semua hiasan itu memancarkan cahaya yang seperti awan, membentuk spanduk-bendera dari bentangan pantulannya di dalam istana itu. Para Bodhisattva yang tidak terhitung jumlahnya, para majelis di Bodhimandā, semuanya berkumpul bersama di sana. Ada terpancar keluar sinar dari semua Buddha dan suara-suara yang tidak terbayangkan, membentuk jaring dari raja permata Mani. Semua keadaan ini yang muncul di dalam Bodhimandā disebabkan oleh kekuatan yang tanpa kesukaran dari sang Tathāgata. Gambaran rupa tempat tinggal dari semua makhluk hidup juga tampil disana.

Lagi, melalui bantuan kebajikan dari kekuatan semua Buddha, mencakup seluruh dharmadhātu di dalam satu pikiran. Tahta Singa itu sangat tinggi, luas, dan indah. Mimbarnya terbuat dari permata Mani. Jaringnya terbuat dari bunga teratai. Permata murni dan menakjubkan membentuk roda, bunga beraneka warna membentuk karangan bunga. Ruang besar dan paviliun, menara dan ruang kecil, tangga dan pagar, pintu dan jendela, semua objek apapun, sepenuhnya terhiasi.

Cabang dan buah dari pohon permata itu tersebar secara teratur, awan dari cahaya permata Mani bersinar satu sama lain. Para Buddha dari sepuluh penjuru arah memunculkan Raja Mani. Semua Bodhisattva datang memancarkan cahaya silau dari permata yang sangat indah di jambul Mereka.

Lagi, melalui bantuan kekuatan dari semua Buddha, Mereka mengumumkan keadaan yang besar dan luas dari para Tathāgata. Kefasihan dan suara Mereka yang menjangkau luas menembus semua.

Pada waktu itu, sang Bhagavān Buddha, duduk di atas tahta ini, telah mencapai yang tertinggi, pengetahuan yang sesungguhnya tentang semua gejala kejadian, kebijaksanaan-Nya memasuki tiga masa waktu, sepenuhnya tenang dan seimbang. Tubuh-Nya berisi semua dunia. Suara-Nya mencapai semua wilayah di sepuluh penjuru arah. Sama seperti ruang angkasa mengandung segala sesuatu, namun tidak membeda-bedakan diantaranya, atau, ruang angkasa yang menyerap meliputi semua, dengan tidak memihak memasuki semua wilayah, Bentuk-rupa-Nya secara abadi dan muncul dimana-mana, duduk di semua Bodhimandā.

Di tengah-tengah dari rombongan Bodhisattva, sang Buddha memancarkan cahaya cemerlang yang menakjubkan, sama seperti saat matahari terbit menyinari seluruh dunia. Lautan besar dari Kebajikan yang sangat banyak yang di olah di dalam tiga masa waktu telah termurnikan, dan namun Dia terus menerus mewujudkan kelahiran di dalam semua Buddhaksetra. Tanda-tanda yang tidak terbatas dari bentuk-rupa-Nya sepenuhnya sempurna. Pancaran cahaya-Nya menyerap meliputi dharmadhātu dengan sama rata dan tanpa perbedaan. Dia mengumumkan semua Dharma, sama seperti menyebarkan awan besar. Setiap ujung rambut-Nya menampung semua dunia dengan tanpa halangan. Di setiap itu, Dia mewujudkan penembusan yang tidak terbatas untuk mengajar, mengubah, menjinakkan, dan menundukkan semua makhluk hidup. Tubuh-Nya mengisi sepuluh penjuru arah, tidak datang dan tidak pergi. Kebijaksanaan-Nya menembus semua gejala kejadian dan memahami kekosongan dan keheningan dari semua gejala kejadian. Setiap perubahan wujud magis dari semua Buddha dari tiga masa waktu tanpa pengecualian bisa terlihat di dalam cahaya itu, dan semua hiasan dari ksetra dari semua Buddha selama kalpa yang tidak terbayangkan sepenuhnya terwujudkan disana.

Sang Buddha dikelilingi oleh para Bodhisattva Mahasattva yang jumlahnya sebanyak butiran debu di dalam sepuluh Buddhaksetra. Nama-namanya yaitu : Samantabhadra Bodhisattva Mahasattva, Samantagunaparamadipaprabha Bodhisattva Mahasattva, Samantaprabhasimhadhvaja Bodhisattva Mahasattva, Samantaratnajvalasuksmaprabha Bodhisattva Mahasattva, Samantasvaragunasagaradhvaja Bodhisattva Mahasattva, Samantajnanatejabuddhaksetra Bodhisattva Mahasattva, Samantaratnasikhapuspadhvaja Bodhisattva Mahasattva, Samantajnanapramuditasvara Bodhisattva Mahasattva, Samantavisuddhanyagunaprabha Bodhisattva Mahasattva, Samantaprabhalaksana Bodhisattva Mahasattva, Mahacandraprabhasagarapratibhasa Bodhisattva Mahasattva, Meghasvarasagaraprabhavimalakosa Bodhisattva Mahasattva, Gunalamkrtaprajnasambhavaratnasikha Bodhisattva Mahasattva, Mahamuktigunaprabha Bodhisattva Mahasattva, Parakramapadmasikha Bodhisattva Mahasattva, Samantajnanameghasuryadhvaja Bodhisattva Mahasattva, Mahavajraviryadrdha Bodhisattva Mahasattva, Gandhajvalaprabhadhvaja Bodhisattva Mahasattva, Tejasrigunasukvana Bodhisattva Mahasattva, Mahagunaprabhaprajnasambhava Bodhisattva Mahasattva. Mereka ini adalah beberapa dari Pemimpin, dan jumlah Mereka sebanyak butiran debu di dalam sepuluh Buddhaksetra.

Semua para Bodhisattva ini di masa lampau telah mengumpulkan akar-akar kebajikan dan mengolah bodhisattvacārya bersama dengan Vairocana Tathāgata, dan semua dari Mereka dilahirkan dari lautan akar kebajikan dari para Tathāgata. Mereka telah sepenuhnya menyempurnakan semua Pāramitā. Mata kebijaksanaan Mereka jelas dan menembus, dan mengamati tiga masa waktu dengan sama. Mereka telah mencapai kemurnian yang sepenuhnya di dalam semua Samadhi. Kefasihan Mereka yang seperti lautan adalah yang tidak habis-habisnya dan sangat luas. Dipenuhi dengan kualitas kebajikan Buddha, Mereka patut dimuliakan dan bermartabat. Mereka mengetahui indera dari para makhluk hidup, menjinakkannya, dan merubahnya dengan sesuai. Mereka telah masuk ke dalam garbha dari dharmadhatu melalui kebijaksanaan yang tidak membeda-bedakan. Mereka telah mencapai pembebasan dari para Buddha, yang sangat dalam dan sangat luas. Mereka mampu masuk ke dalam satu bhumi melalui upāya-kausalya, namun mempertahankan kebajikan dari semua bhumi, didukung oleh lautan dari semua pranidhāna, selalu disertai dengan kebijaksanaan terus hingga akhir masa. Mereka telah sepenuhnya memahami pencapaian yang sangat langka, alam rahasia yang sangat luas dari semua Buddha. Mereka mengenal dengan baik kesamaan dari semua Buddhadharma. Mereka telah menapak di Samantaprabha Buddhabhumi. Mereka telah memasuki pintu menuju ke lautan dari Samadhi yang tanpa batas. Di dalam semua tempat, Mereka mewujudkan tubuh yang sesuai, mengikuti kebiasaan duniawi, bekerja sama dan menyesuaikan diri terhadap yang di sekitar. Kekuatan ingatan Mereka sangat besar, mampu menyatukan dan menegakkan kumpulan dari lautan dari semua Dharma. Dengan kefasihan dan upāya-kausalya, Mereka memutar Roda yang tanpa kemunduran. Lautan besar dari kualitas kebajikan dari semua Tathāgata masuk seluruhnya kedalam tubuh Mereka. Dengan mengikuti pranidhāna, Mereka pergi ke semua ksetra dimana para Buddha berada. Diseluruh kalpa terdahulu yang banyaknya tidak terbatas, Mereka telah membuat persembahan kepada semua Buddha dengan senang hati dan tanpa lelah. Mereka selalu tinggal berdiam di Bodhimandā dari para Tathāgata, mendekatinya dan tidak pernah meninggalkannya. Melalui pencapaian dari lautan pranidhāna dari Samantabhadra, Mereka selalu memungkinkan semua makhluk hidup untuk menyempurnakan tubuh kebijaksanaan (prajnakaya). Para Bodhisattva itu telah menyelesaikan kualitas kebajikan yang tidak terukur seperti ini.

Lagi, ada para Vajradhara yang jumlahnya sebanyak butiran debu di dalam Buddhaksetra, Mereka ini yaitu : Vicitra Narayana Vajradhara (sang Pemegang Vajra - Tubuh Kekar Yang Menakjubkan), Suryaturandhvaja Vajradhara (sang Pemegang Vajra - Bendera Yang Cepat Dari Matahari), Sumeru Giri Puspa Prabha Vajradhara (sang Pemegang Vajra - Cahaya Bunga Dari Gunung Sumeru), Vimala Meghagarjana Vajradhara (sang Pemegang Vajra - Awan Guntur Yang Tanpa Noda), Sumahasindriya Vajradhara (sang Pemegang Vajra - Indera Yang Sangat Agung), Abhiramabhasa Vajradhara (sang Pemegang Vajra - Cahaya Yang Menyenangkan), Mahavrksa Meghanirghosa Vajradhara (sang Pemegang Vajra - Suara Petir Pohon Besar), Simharajabhasa Vajradhara (sang Pemegang Vajra - Cahaya Raja Singa), Jvalamangalacaksu Vajradhara (sang Pemegang Vajra - Mata Keberuntungan Dari Kobaran Api), Padmaprabharatnasikha Vajradhara (sang Pemegang Vajra - Jambul Permata Cahaya Bunga Teratai). Mereka ini adalah para Pemimpin, dan jumlah Mereka sebanyak butiran debu di dalam Buddhaksetra. Mereka semua telah senantiasa membuat Maha Pranidhāna selama kalpa yang tidak terhitung di masa lampau, berikrar untuk selalu mendekati dan memuja semua Buddha. Prakteknya yang sesuai dengan Pranidhāna telah terpenuhi, dan Mereka telah mencapai kesempurnaan ke pantai seberang (paramita). Mereka telah mengumpulkan perbuatan kebajikan murni yang tidak terbatas, dan telah sepenuhnya memahami keadaan dari praktek dari semua Samadhi. Mereka telah mencapai Bala pāramitā dan tinggal berdiam bersama dengan para Tathāgata. Mereka telah memasuki keadaan dari pembebasan yang tidak terbayangkan. Di tengah-tengah perkumpulan majelis, cahaya Mereka yang mempesona lebih-lebih lagi menembus. Mereka mewujudkan tubuh-tubuh yang sesuai untuk menjinakkan semua makhluk hidup. Dimanapun ada perwujudan para Buddha, Mereka semua pergi ke sana secara ajaib. Dimanapun para Tathāgata tinggal berdiam, Mereka selalu dengan rajin menjaga dan melindungi tempat itu.

Lagi, ada para Ganakayaka (dewa bertubuh banyak) yang jumlahnya sebanyak butiran debu di dalam Buddhaksetra, Nama-namanya yaitu : Puspalamkrtasikha, Dasadiksavirajatiprabha, Samudrasvaradamaka,
Vimalapuspalamkrtasikha, Anantabhimaparicarya, Paramaprabhavyuha, Vimalaprabhagandhamegha, Dharapalaka, Sarvagatapalaka, Avikaraprabha. Mereka ini adalah para Pemimpin, dan jumlah Mereka sebanyak butiran debu di dalam Buddhaksetra. Mereka semua telah di masa lampau memenuhi Maha Pranidhāna dan telah memuja dan melayani semua Buddha.

Lagi, ada para Padanyasa deva (dewa pejalan kaki) yang jumlahnya sebanyak butiran debu di dalam Buddhaksetra, Nama-namanya yaitu : Ratnamudra, Padmaprabha, Vimalapuspasikha, Sarvasudarsanavikurvana, Vicitranaksatraratnadhvaja, Sukhamrsvasvaravaca, Candanavrksaprabha, Padmatejas, Suksmaprabha, Vicitrapuspasamgraha, dan seterusnya. Mereka ini adalah para Pemimpin, dan jumlah Mereka sebanyak butiran debu di dalam Buddhaksetra. Selama kalpa masa lampau yang tidak terhitung, Mereka semua telah mendekati para Tathāgata, dan dengan penuh keyakinan mengikuti Mereka.

Lagi, ada para Bodhimanda deva (dewa penjaga tempat kebangkitan) yang jumlahnya sebanyak butiran debu di dalam Buddhaksetra, Nama-namanya yaitu : Vimalalamkaradhvaja, Sumeruratnasubha, Meghagarjanalaksanadhvaja, Divyacaksupuspavarsa, Vimalajvalarupa, Malaprabhasikha, Ratnalamkaravarsa, Suragandhacaksu, Vajravarnamegha, Padmaprabha, Nistarkyarasmiprabha, dan seterusnya. Mereka ini adalah para Pemimpin, dan jumlah Mereka sebanyak butiran debu di dalam Buddhaksetra. Di masa lampau, Mereka telah bertemu para Buddha yang tidak terbatas jumlahnya, dan telah memenuhi Pranidhāna untuk membuat persembahan yang luas kepada Mereka.

Lagi, ada para Bhumi deva (dewa tanah) yang jumlahnya sebanyak butiran debu di dalam Buddhaksetra, Nama-namanya yaitu : Samantagunavimalapuspa, Drdhapunyalamkara, Supuspalamkaradruma, Samantaratnadana, Vimalacaksukaladarsin, Paramasubhacaksu, Gandhakesaprabha, Pramodikasvara, Supuspavartasikha, Vajralamkarakaya, dan seterusnya. Mereka ini adalah para Pemimpin, dan jumlah Mereka sebanyak butiran debu di dalam semua Buddhaksetra. Mereka semua di masa lampau telah bersungguh-sungguh membuat ikrar yang mendalam untuk selalu mendekati semua Buddha dan mengolah tindakan kebajikan.

Lagi, ada para Parvatasura (dewa gunung) yang jumlahnya tidak terbayangkan, Nama-namanya yaitu : Pusparatnakuta, Puspavanasusikha, Samantarocanuccadhvaja, Vimalaratnasikha, Dasadiksavirajatiprabha, Mahabalaprabha, Sarvanirjayativicitraprabha, Suksmavikramacakra, Samantacaksupratyaksadrsi, Guhyavajracaksu. Mereka ini adalah Pemimpin dari para Parvatasura yang jumlahnya tidak terhitung, dan Mereka semua telah memperoleh mata yang murni sehubungan dengan semua gejala kejadian.

Lagi, ada para Vana deva (dewa hutan) yang jumlahnya tidak terbayangkan, Nama-namanya yaitu : Meghapuspavistara, Vipatakarasmipuskalaskandha, Tejamucavitapadhara, Vimalabhadrapattra, Vilagnajvalaratna, Vimalaprabha, Pramodikameghanirghosa, Sarvavyapigandhaprabha, Prthupajasuksmaprabha, Puspaphalarasaprabha, dan seterusnya. Mereka ini adalah Pemimpin dari para Vana devata yang jumlahnya tidak terhitung, dan Mereka semua memiliki cahaya terang yang menyenangkan dan tanpa batas.

Lagi, ada para Ausadhisura (dewa tumbuhan obat) yang jumlahnya tidak terbayangkan, Nama-namanya yaitu : Mangala, Candanavana, Vimalaprabha, Samantayasa, Jvalakupa, Samantabhaisajyavisuddha, Nardana, Suryavirocaterasmiketu, Dasadiksasphatadrsti, Viryavrddhilocana, dan seterusnya. Mereka ini adalah Pemimpin dari para Ausadhisura yang jumlahnya tidak terhitung, dan sifat alami Mereka terbebas dari semua kekotoran batin. Mereka menolong para mahkluk dengan kebaikan dan belas kasih.

Lagi, ada para Sasyasura (dewa panen) yang jumlahnya tidak terbayangkan, Nama-namanya yaitu : Komalasurasa, Kalakusumavimalaprabha, Vikrantaviryarogyakaya, Prayus, Samantamulaphalajanati, Vicitralamkaramandalasikha, Prakledanavimalapuspa, Sugandhanispadana, Sampreksakapramodin, Vimalasuddhaprabha, dan seterusnya. Mereka ini adalah Pemimpin dari para Sasyasura yang jumlahnya tidak terhitung, dan Mereka semua telah mencapai Maha Sukha.

Lagi, ada para Nadisura (dewa sungai) yang jumlahnya tidak terbayangkan, Nama-namanya yaitu : Samantajavarayakara, Samantajalakarasrotasvisuddha, Virajamalacaksu, Dasadiksanadin, Sattvaraksa, Ataptavimalaprabha, Samantapramodakara, Mahagunaparamadhvaja, Sarvalokadyutikaraprabha, Sagaragunaprabha. Mereka ini adalah Pemimpin dari para Nadisura yang jumlahnya tidak terhitung, dan Mereka semua secara rajin fokus pada menguntungkan para makhluk hidup.

Lagi, ada para Samudrasuradhipati (dewa penguasa lautan) yang jumlahnya tidak terbayangkan, Nama-namanya yaitu : Ratnaprabhakara, Vajraketu, Vimala, Sarvajalamadi, Subharatnacandra, Supuspanagasikha, Samantaprabharasadhara, Puspaprabharatnajvala, Suvajrasikha, Samudravelameghanada. Mereka ini adalah Pemimpin dari para Samudrasura yang jumlahnya tidak terhitung, dan Mereka semua telah memenuhi tubuh mereka dengan lautan besar dari kebajikan dari para Tathāgata.

Lagi, ada para Jalasuradhipati (dewa penguasa air) yang jumlahnya tidak terbayangkan, Nama-namanya yaitu : Samantameghadhvaja, Samudravelameghanada, Abhiramacakrasikha, Upayakausalyavarta, Vimalagandhasamgraha, Punyasetuprabhasvara, Tosamukti, Suddhanandapriyasvara, Samantavicitraprabhaprakata, Samudrapradhavagarjitasvara. Mereka ini adalah Pemimpin dari para Jalasura yang jumlahnya tidak terhitung, dan Mereka menguntungkan semua makhluk hidup, dengan rajin menyelamatkan dan melindungi mereka.

Lagi, ada para Agnisuradhipati (dewa penguasa api) yang jumlahnya tidak terbayangkan, Nama-namanya yaitu : Samantaprabhajvalakosa, Samantaprabhasamajadhvaja, Mahasamantarasmiprabha, Vicitramadi, Amitabhasikha, Anekajvalacaksu, Dasadiksamadisumeruparvatayati, Vicitraprabhadhipa, Tamoghnaprabha, Meghanadasani. Mereka ini adalah Pemimpin dari para Agnisura yang jumlahnya tidak terhitung, dan Mereka semua menampakkan berbagai jenis kecemerlangan, menghalau dan membakar penderitaan para makhluk hidup.

Lagi, ada para Vayusuradhipati (dewa penguasa angin) yang jumlahnya tidak terbayangkan, Nama-namanya yaitu : Avartaprabha, Samantavikramakarmaprakata, Meghadhvajapraharavata, Prabhavyuha, Jalasosabala, Samantamahanadavasita, Sakhavilagnasikha, Avighnayasa, Nanaharmya, Mahasamantarasmiprabha. Mereka ini adalah Pemimpin dari para Vayusura yang jumlahnya tidak terhitung, dan Mereka semua rajin melenyapkan pikiran sombong.

Lagi, ada para Akasasuradhipati (dewa penguasa langit) yang jumlahnya tidak terbayangkan, Nama-namanya yaitu : Samantavimalatejavabhasa, Samantavistaraduraparyatati, Mangalavatakara, Anivaritakseminasthita, Vistirnapadasusikha, Avartaprabhajvala, Apratihatajayabala, Vimalaprabha, Gambhiravibhvamanjughosa, Dasadiksavyaprabha. Mereka ini adalah Pemimpin dari para Akasasura yang jumlahnya tidak terhitung, dan pikiran Mereka terbebas dari kekotoran, sangat luas, terang, dan murni.

Lagi, ada para Diksasuradhipati (dewa penguasa penjuru) yang jumlahnya tidak terbayangkan, Nama-namanya yaitu : Samantasthita, Samantaprabha, Rasmiprabhavyuha, Samantanivaritaviharin, Atyantamohapariccheda, Samantavimalakasaviharin, Mahameghanadadhvaja, Avighnacaksusikha, Samantalokakarmavalokate, Samantavalokiteviharin. Mereka ini adalah Pemimpin dari para Diksasura yang jumlahnya tidak terhitung, dan melalui upaya-kausalya Mereka memancarkan cahaya ke semua penjuru arah, selalu menyinari sepuluh penjuru arah terus-menerus tanpa halangan.

Lagi, ada para Ratrasuradhipati (dewa penguasa malam) yang jumlahnya tidak terbayangkan, Nama-namanya yaitu : Samantagunavimalaprabha, Lokavalokitesukhacaksu, Lokasusasararaksa, Santasamudrasvara, Samantamangalanimittakara, Samantavrksapuspavikasakara, Samaraksapusita, Surataviharin, Sasvatanandindriya, Vimalavaratanoti. Mereka ini adalah Pemimpin dari para Ratrasura yang jumlahnya tidak terhitung, dan Mereka semua dengan rajin mempraktekkan dan bergembira di dalam Dharma.

Lagi, ada para Divasuradhipati (dewa penguasa siang) yang jumlahnya tidak terbayangkan, Nama-namanya yaitu : Harmyavikasata, Prajnagandhasuti, Paramanandalamkara, Gandhapuspavicitraprabha, Sarvausadhicayana, Phullanetravardhayati, Sarvatadisasandarsana, Mahakarunaprabha, Kusalamularasmiprabha, Supuspamala. Mereka ini adalah Pemimpin dari para Divasura yang jumlahnya tidak terhitung, dan Mereka semua membangkitkan keyakinan dan pemahaman tentang Saddharma, bersama-sama terus-menerus dan penuh semangat menghiasi Istana (vimāna) dari sang Tathāgata.

Lagi, ada para Asurendra (Pemimpin Asura) yang jumlahnya tidak terbayangkan, Nama-namanya yaitu : Rahu, Vemacitri, Kausalamaya, Mahaparivara, Maha Balin, Sarvavyaprabha, Kharaskandha, Drdhacarascaryalamkara, Mahahetuprajna, Atigunabhati, Rsvasvara. Mereka ini adalah Pemimpin dari para Asura yang jumlahnya tidak terhitung, dan Mereka semua dengan rajin melenyapkan kebanggaan dan penderitaan yang lainnya.

Lagi, ada para Garudendra (Pemimpin Garuda) yang jumlahnya tidak terbayangkan, Nama-namanya yaitu : Mahavegabala, Anucchedaratnasikha, Vimalavega, Avaivartibuddhi, Samudralambyabala, Acalavimalaprabha, Siksalamkrtasikha, Sarvatrasadyaprakata, Sagaradarsana, Samantasvaravisalanetra. Mereka ini adalah Pemimpin dari para Garuda yang jumlahnya tidak terhitung, dan Mereka semua telah menyempurnakan Maha Upayakausalya dari Pembebasan (vimoksha) dan mampu menyelamatkan semua makhluk hidup.

Lagi, ada para Kinnararaja (Raja Kinnara) yang jumlahnya tidak terbayangkan, Nama-namanya yaitu : Suksmajnanabhasaloka, Supuspadhvaja, Nanalamkara, Tosanada, Ratnadrumaprabha, Preksakamanorama, Paramabhasalamkara, Supuspadhvaja, Bhumikampabala, Duhsattvanirjayati.. Mereka ini adalah Pemimpin dari para Kinnara yang jumlahnya tidak terhitung, dan Mereka semua dengan rajin dan penuh semangat merenungkan semua gejala kejadian, memiliki pikiran yang selalu bahagia, gembira, dan bebas.

Lagi, ada para Mahoragaraja (Raja Mahoraga) yang jumlahnya tidak terbayangkan, Nama-namanya yaitu : Upakaraprajna, Sphutapratapasvara, Paramajnanalamkarasikha, Sundaranetrisvara, Dipadhvaja, Kotisarana, Paramaprabhaketu, Simhavaksa, Bahulalamkarasvara, Sumerudrdha, Pramodikaprabha. Mereka ini adalah Pemimpin dari para Mahoraga yang jumlahnya tidak terhitung, dan Mereka semua dengan rajin mengolah Maha Upayakausalya yang luas, menyebabkan para makhluk hidup mengoyak jaring angan-angan khayalan.

Lagi, ada para Yaksaraja (Raja Yaksa) yang jumlahnya tidak terbayangkan, Nama-namanya yaitu : Vaisravana, Anayasenasvara, Alaghumudrayudhadhara, Mahaprajna, Jvalanetrisvara, Vajranetra, Balinbhuja, Mahasenasurabadhati, Prabhutartha, Mahaparvatasamsryabala. Mereka ini adalah Pemimpin dari para Yaksa yang jumlahnya tidak terhitung, dan Mereka semua dengan rajin menjaga dan melindungi semua makhluk hidup.

Lagi, ada para Mahanagaraja (Raja Naga Besar) yang jumlahnya tidak terbayangkan, Nama-namanya yaitu : Virupaksha, Sagara, Meghanadasuksmadhvaja, Jvalavaktasagaraprabha, Jvalanetra, Samantoccameghadhvaja, Takshaka, Anantavikrama, Suddhavarna, Mahanadasarvatravaha, Nirosniklesa. Mereka ini adalah Pemimpin dari para Naga yang jumlahnya tidak terhitung, dan tiada seorangpun dari Mereka yang gagal untuk dengan rajin membentuk awan dan menurunkan hujan untuk memadamkan kobaran api penderitaan dari semua makhluk hidup.

Lagi, ada para Kumbhandaraja (Raja Kumbhanda) yang jumlahnya tidak terbayangkan, Nama-namanya yaitu : Vrddhi, Nagadhipati, Dhvajalamkarakausala, Samantahitakara, Rudrastha, Sumanasulocana, Tungasikharamati, Balinbhuja, Anantavimalapuspanetra, Asuranetradivyamahamukha. Mereka ini adalah Pemimpin dari para Kumbhanda yang jumlahnya tidak terhitung, dan Mereka semua dengan rajin mengolah pintu gerbang Dharma yang tiada rintangan dan yang memancarkan cahaya cemerlang.

Lagi, ada para Gandharvaraja (Raja Pemain Musik Surga) yang jumlahnya tidak terbayangkan, Nama-namanya yaitu : Rastralamba, Drumatejasa, Vimalanetra, Puspamukuta, Samantasvara, Pramodalasyasulocana, Vicitrasvarasimhadhvaja, Samantaratnabhasavyuha, Vajravrksapuspadhvaja, Samantalamkaravyuha. Mereka ini adalah Pemimpin dari para Gandharva yang jumlahnya tidak terhitung, dan Mereka semua memiliki keyakinan yang mendalam dan memahami Maha Dharma, senang padanya, menghormatinya, rajin tanpa mengenal lelah mempraktekkannya.

Lagi, ada para Candra deva (Dewa Bulan) yang jumlahnya tidak terbayangkan, Nama-namanya yaitu : Candradeva, Pusparajasikhamandala, Anantacitravimalateja, Lokamadhyasantikarin, Drumarajanetraprabha, Vimalaprabhavyuha, Samantaviharavikaraprabha, Naksatradhipati, Visuddhabodhicandra, Mahadyutiprabha. Mereka ini adalah Pemimpin dari para Candra devaputra yang jumlahnya tidak terhitung, dan Mereka semua dengan rajin menyinari permata pikiran dari para makhluk hidup.

Lagi, ada para Surya deva (Dewa Matahari) yang jumlahnya tidak terbayangkan, Nama-namanya yaitu : Suryadeva, Subhajvalanetra, Sumeruprabhasapsaradhvaja, Vimalaratnavyuha, Avaivartikavikrama, Supuspamalatejasa, Paramadhvajaprabha, Ratnasikhasamantaprabha, Prabhanetra, Punyadhara, Samantavivartaprabha. Mereka ini adalah Pemimpin dari para Surya devaputra yang jumlahnya tidak terhitung, dan Mereka semua dengan rajin mengolah praktek menguntungkan para makhluk hidup dan meningkatkan akar kebajikan mereka.

Lagi, ada para Trayatrimsa devendra (Pemimpin Dewa Surga Tiga Puluh Tiga) yang jumlahnya tidak terbayangkan, Nama-namanya yaitu : Sakra Devendra, Samantapurnasvaraprarcati, áKarunanetraratnasikha, Ratnaprabhayasadhvaja, Pramodakarasikha, Vapusasamyaksmrtih, Sumeruparamasvara, Sampannasmrtih, Anandanapuspaprabha, Jnanasuryanetra, Bodhanayasenaprabha. Mereka ini adalah Pemimpin dari para Trayatrimsa devaraja yang jumlahnya tidak terhitung, dan Mereka semua dengan rajin melakukan perbuatan besar di semua dunia.

Lagi, ada para Suyama devendra (Pemimpin Dewa Surga Yang Terkendali Dengan Baik) yang jumlahnya tidak terbayangkan, Nama-namanya yaitu : Suyama, Manjuprabha, Aksayaprajnagunadhvaja, Vikurvanakausalya, Smrtimahaprabha, Acintyaprajna, Cakranabhi, Tejojvala, Pradiptaprabha, Samantavilokitamahayasas. Mereka ini adalah Pemimpin dari para Suyama devaraja yang jumlahnya tidak terhitung, dan Mereka semua dengan rajin mengolah akar kebajikan yang besar (mahakusalamula), dan pikiran Mereka selalu bahagia dan puas.

Lagi, ada para Tusita devendra (Pemimpin Dewa Surga Kegembiraan) yang jumlahnya tidak terbayangkan, Nama-namanya yaitu : Tusita, Nandasikhasagara, Paramagunadhvaja, Acalatusniprabha, Tosasundaranetra, Vimalacandraratnakuta, Paramavikrantabala, Suksmavajraprabha, Naksatravyuhaprabha, Tosalamkara. Mereka ini adalah Pemimpin dari para Tusita devaraja yang jumlahnya tidak terhitung, dan Mereka semua dengan rajin mengingat nama dan julukan dari semua Buddha.

Lagi, ada para Nirmanarati devendra (Pemimpin Dewa Surga Kesenangan didalam Kemunculan) yang jumlahnya tidak terbayangkan, Nama-namanya yaitu : Nirmanakausalya, Tusniprabha, Nirmanabala, Alamkaraprabhu, Smrtiprabha, Utkramanameghanirghosa, Prabhutavismayaparamaprabha, Vicitrasikhaprabha, Pramodaprajnanispadana, Puspaprabhasikha, Samantadasadiksadarsin. Mereka ini adalah Pemimpin dari para Nirmanarati devaraja yang jumlahnya tidak terhitung, dan Mereka semua dengan rajin menjinakkan semua makhluk hidup, menyebabkan mereka mencapai pembebasan.

Lagi, ada para Paranirmitavasavartin devendra (Pemimpin Dewa Surga Memanfaatkan Kemunculan Orang Lain) yang jumlahnya tidak terbayangkan, Nama-namanya yaitu : Vasibhuta, Vicitranetre, Vicitrasikhadhvaja, Dhiraprajna, Rsvasvaravaca, Suksmaprabhadhvaja, Santadhatudvara, Subhacakradhvajavyuha, Puspavananayattaprajna, Indrabalasubhalamkaraprabha. Mereka ini adalah Pemimpin dari para Paranirmitavasavartin devaraja yang jumlahnya tidak terhitung, dan Mereka semua dengan rajin mengolah Maha Vaipulya Dharmaparyaya Tentang Upayakausalya Yang Tidak Terhalang.

Lagi, ada para Maha Brahma devendra (Pemimpin Dewa Surga Maha Brahma) yang jumlahnya tidak terbayangkan, Nama-namanya yaitu : Sikhin, Prajnaprabha, Hitaprajnaprabha, Samantameghasvara, Lokavaksvaralocaka, Acalaprabhanetra, Dasadiksavyapaprabha, Vikurvanasvara, Jvalanetri, Catusagarasvara. Mereka ini adalah Pemimpin dari para Maha Brahma devaraja yang jumlahnya tidak terhitung, dan dengan Maha Karuna, Mereka semua mengasihi para makhluk hidup, memancarkan cahaya yang menyinari semua tempat, menyebabkan para makluk berbahagia dan bergembira.

Lagi, ada para Abhasvara devendra (Pemimpin Dewa Surga Suara Cahaya) yang jumlahnya tidak terbayangkan, Nama-namanya yaitu : Catuprabha, Vimalasuksmaprabha, Vimuktisvara, Paramajnanaprajna, Ranvasuddhasuksmasvara, Vaisaradadhyanasvara, Samantasvaravisvavirocate, Gambhiratamaprabhasvara, Vimalakirtitejasa, Paramasuddhaprabha. Mereka ini adalah Pemimpin dari para Abhasvara devaraja yang jumlahnya tidak terhitung, dan Mereka semua tinggal berdiam di dalam Maha Vaipulya Dharma yang tidak terhalang, yang hening-tenang dan sukacita.

Lagi, ada para Subhakritsna devendra (Pemimpin Dewa Surga Seluruhnya Murni) yang jumlahnya tidak terbayangkan, Nama-namanya yaitu : Vimalakirti, Paramadarsin, Santaguna, Sumerusvara, Vimalasmrtinetra, Anandinrsvaprabha, Lokapatisvara, Ksemajvalaprabha, Dharmakriyapritidhyana, Vikurvanadhvaja, Naksatrasvarasubhavyuha. Mereka ini adalah Pemimpin dari para Subhakritsna devaraja yang jumlahnya tidak terhitung, dan Mereka semua tinggal berdiam dengan damai di dalam Maha Vaipulya Dharma dan dengan rajin menguntungkan para makhluk di semua dunia.

Lagi, ada para Brihatphala devendra (Pemimpin Dewa Surga Buah Hasil Yang Luas) yang jumlahnya tidak terbayangkan, Nama-namanya yaitu : Dharmapramodyaprabhadhvaja, Vimalamkarasamudra, Paramaprajnaprabha, Anayattaprajnadhvaja, Santaharsa, Samantajnananetra, Prajnavyavartaharsa, Gunavapitajnanaprabha, Vimalasantaprabha, Vistirnasuddhatejasa. Mereka ini adalah Pemimpin dari para Brihatphala devaraja yang jumlahnya tidak terhitung, dan tidak seorangpun dari Mereka yang gagal dalam Dharma dari Keheningan Yang Tenang sebagai Istana Mereka, dan tinggal berdiam dengan penuh kedamaian di sana.

Lagi, ada para Maha Mahesvara devendra (Pemimpin Dewa Surga Maha Isvara Yang Besar) yang jumlahnya tidak terbayangkan, Nama-namanya yaitu : Suksmajvalasamudra, Svatanyakirtiprabha, Vimalapunyanetra, Mahajnanaharsa, Svatanyavikaraprabha, Rsvalamkaranetra, Kausaladhyanaprabha, Mahajnanaharsa, Samantasvaravyuhadhvaja, Agraviryakirti. Mereka ini adalah Pemimpin dari para Maha Mahesvara devaraja yang jumlahnya tidak terhitung, dan Mereka semua dengan rajin bermeditasi pada Dharma dari tiada tanda, dan tidak membeda-bedakan dalam prakteknya.

Pada waktu itu, lautan rombongan besar di Bodhimanda dari sang Tathāgata semuanya telah berkumpul seperti awan. Para makhluk dari berbagai macam jenis yang tidak terbatas itu memenuhi sekeliling Bodhimanda, masing-masing berbeda wujudnya dan rombongannya. Dari setiap penjuru arah, mereka ikut mendekati sang Bhagavan untuk memuji-Nya dengan satu hati. Kumpulan majelis besar ini telah menyingkirkan berbagai jenis penderitaan, kekotoran batin, dan sisa kebiasaan mereka. Setelah menghancurkan gunung penghalang yang berat, mereka melihat sang Bhagavan Buddha dengan tanpa halangan. Para makhluk ini adalah yang sang Vairocana Tathāgata, saat Dia mengolah Bodhisattvacaryā disepanjang lautan kalpa, telah kumpulkan dengan menggunakan empat cara penarikan (catur-samgraha-vastu) dari ber-dana, ucapan ramah, perbuatan yang menguntungkan dan kesamaan derajat, di dalam berbagai macam upaya-kausalya telah digunakan untuk secara terampil mengumpulkan, mengajar, dan mematangkan para makhluk ini seperti mereka menanam akar kebajikan di hadapan setiap Buddha, sehingga mereka menjadi kukuh terdirikan di jalan 'Sarvaj˝a-jnana (pengetahuan yang mengetahui semua)'. Mereka telah mempraktekkan kebaikan yang tidak terbatas dan menuai jumlah besar dari berkah yang sangat banyak. Mereka semua telah sepenuhnya memasuki lautan cara terampil dari pembebasan dan menjalankan sumpah. Perbuatan mereka adalah yang sepenuhnya murni. Mereka secara terampil memperoleh pelampauan dengan cara jalan dari Prātimokṣa (jalan pembebasan). Mereka selalu melihat sang Buddha dengan sangat jelas. Melalui kekuatan dari pemahaman tertinggi, mereka masuk kedalam lautan besar dari kualitas kebajikan dari para Tathāgata. Mereka memperoleh jalan menuju pembebasan dari semua Buddha, dan bebas berkelana melalui kekuatan batin mereka.

Yakni, Suksmajvalasamudra, sang Maha Mahesvara devendra (devendra = deva-indra = raja dewa), memperoleh jalan menuju pembebasan melalui menggunakan kekuatan dari keheningan tenang dan upaya-kausalya di seluruh dharmadhatu dan ruang angkasa. Svatanyakirtiprabha devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui merenungkan secara menyeluruh semua gejala kejadian (sarva-dharma = segala sesuatu atau fenomena) dengan mudah. Vimalapunyanetra devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mengetahui praktek yang tanpa usaha bahwa semua gejala kejadian adalah yang tidak muncul, maupun yang tidak binasa, dan yang tidak datang maupun yang tidak pergi. Mahajnanaharsa devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui menggunakan lautan kebijaksanaan di dalam memperhatikan ciri-ciri kenyataan dari semua gejala kejadian secara langsung masa kini. Svatanyavikaraprabha devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui 'Maha-upaya samadhi (meditasi dari cara bijaksana yang besar)' dari menganugerahkan kedamaian dan kebahagiaan yang tidak terbatas kepada para makhluk hidup. Rsvalamkaranetra devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui menyebabkan pengamatan pada 'shunyata Dharma (kebenaran dari kekosongan)' dan melenyapkan semua ketidaktahuan dan ketakutan. Kausaladhyanaprabha devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui memasuki alam-alam yang tidak terbatas tanpa menghasilkan 'karma (perbuatan)' apapun yang berpikir tentang keberadaan. Mahajnanaharsa devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui berkelana kemana-mana di seluruh sepuluh penjuru arah untuk mengkhotbahkan Dharma, namun tanpa bergerak dan tidak tergantung kepada apapun. Samantasvaravyuhadhvaja devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui masuk kedalam keheningan-tenang dari alam Buddha dan dimana-mana mewujudkan cahaya yang besar. Agraviryakirti devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui tinggal berdiam di dalam Bodhi (pencerahan) dirinya sendiri, namun meliputi kondisi dari keadaan yang besar, luas, dan tidak terbatas.

Pada waktu itu, Suksmajvalasamudra devendra, melalui kekuatan sang Buddha (buddhānubhāvena), memeriksa seluruh rombongan besar para Maha Mahesvara Deva, dan mengucapkan syair-gatha ini :

Tubuh sang Buddha membentang meliputi seluruh perkumpulan majelis besar:
Ia mengisi Dharmadhatu tanpa akhir,
Diam, tanpa intisari, tidak bisa di genggam,
Namun muncul demi menyelamatkan semua makhluk.

Tathāgata, sang Dharmaraja, muncul di dunia,
Menyalakan lampu Saddharma yang menerangi dunia;
Keadaan-Nya adalah yang tidak terbatas dan tidak habis-habisnya.
Inilah kebebasan yang Svatanyakirtiprabha telah capai.

Alangkah tidak terbayangkannya sang Buddha, melampaui perbedaan,
Yang memahami bentuk-rupa di sepuluh penjuru sebagai yang tiada.
Demi kepentingan dunia, Dia membuka lebar jalan ke kemurnian;
Inilah yang bisa dilihat oleh Vimalapunyanetra.

Kebijaksanaan sang Tathāgata adalah yang tidak terikat,
Tiada seorangpun di dunia yang bisa mengukurnya.
Ia selamanya melenyapkan ketidaktahuan dan kebingungan para makhluk:
Mahajnanaharsa telah memasuki ini secara mendalam dan tinggal berdiam disana dengan damai.

Kebajikan sang Tathāgata adalah yang tidak terbayangkan;
Saat makhluk hidup melihat-Nya, penderitaan mereka berhenti.
Ia menyebabkan semua dunia menemukan kedamaian.
Svatanyavikaraprabha bisa melihat ini.

Para makhluk hidup, di dalam kegelapan dari ketidaktahuan, selalu tertipu;
Sang Tathāgata menjelaskan ke mereka ajaran tentang kelenyapan nafsu dan keheningan-tenang,
Inilah lampu kebijaksanaan yang menerangi dunia.
Rsvalamkaranetra mengetahui upaya-kausalya ini.

Tubuh sang Tathāgata yang berbentuk halus dan murni,
Diwujudkan dimana-mana dan tiada bandingannya;
Tubuh ini tanpa intisari dan tanpa tempat istirahat;
Ini diamati oleh Kausaladhyanaprabha.

Suara sang Tathāgata melampaui batas dan halangan,
Tiada seorangpun yang siap untuk diajar gagal mendengarnya.
Namun sang Buddha tetap diam, selamanya tidak bergerak.
Ini adalah 'kebebasan (vimoksa)' dari Mahajnanaharsa.

Yang hening-tenang, yang bebas, sang Tuan atas dewa dan manusia,
Tiada tempat manapun di sepuluh penjuru yang Dia tidak muncul.
Sinar cahaya-Nya mengisi dunia:
Ini dilihat oleh Samantasvaravyuhadhvaja.

Disepanjang lautan yang tidak terbatas dari maha-kalpa, sang Buddha,
Mencari Bodhi demi menyelamatkan para makhluk hidup.
Dengan banyak jenis kekuatan batin, Dia mengajar semuanya:
Agraviryakirti telah menyadari Dharma ini.

Selanjutnya, Dharmapramodyaprabhadhvaja devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mengamati secara menyeluruh indera dari semua makhluk hidup, menjelaskan Dharma secara terperinci kepada mereka, dan memotong habis keraguan mereka. Vimalamkarasamudra devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui menyebabkan penglihatan pada Buddha teringat di pikiran kapanpun dan dimanapun. Paramaprajnaprabha devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui menyadari tubuh hiasan yang tiada landasan dan yang setara dengan sifat alami dari gejala kejadian. Anayattaprajnadhvaja devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui memahami 'semua gejala kejadian duniawi (sarva-laukya-dharma)' dan dalam satu pikiran dengan sekejap menciptakan lautan hiasan yang tidak terbayangkan. Santaharsa devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mewujudkan banyak Buddhaksetra yang tidak terbayangkan di dalam satu pori-pori dengan tanpa halangan. Samantajnananetra devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui memasuki aspek semesta yang memungkinkan untuk mengamati Dharmadhatu. Prajnavyavartaharsa devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui terus-menerus muncul dihadapan para makhluk hidup di dalam berbagai macam perwujudan di sepanjang kalpa yang tidak terbatas. Gunavapitajnanaprabha devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mengamati semua keadaan duniawi dan memasuki Dharma yang tidak terbayangkan. Vimalasantaprabha devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui memperlihatkan kepada semua makhluk hidup kualitas yang penting dari yang unggul melampaui. Vistirnasuddhatejasa devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mengamati semua makhluk hidup yang siap untuk dirubah dan membimbing mereka memasuki Buddhadharma.

Pada waktu itu, Dharmapramodyaprabhadhvaja devendra, melalui kekuatan sang Buddha, secara menyeluruh mengamati rombongan besar dari surga Parittabrihat, surga Apramanabrihat, surga áBrihatphala, dan mengucapkan syair-gatha ini :

Keadaan dari Buddha adalah yang tidak terbayangkan:
Tiada makhluk hidup yang bisa mengukurnya.
Dia secara luas membangkitkan keyakinan dan pemahaman,
Cita-cita-Nya yang besar dan menggembirakan adalah yang tiada akhir.

Jika para makhluk hidup mampu menerima Dharma,
Kekuatan Buddha yang menakjubkan akan membimbing mereka,
Menyebabkan mereka selalu melihat para Buddha dihadapan:
Vimalamkarasamudra melihat dalam cara ini

Sifat alami dari semua gejala kejadian adalah yang tanpa tempat peristirahatan
Kemunculan dari para Buddha di dunia adalah yang sama seperti itu juga.
Mereka pergi ke semua alam keberadaan, namun tanpa tempat peristirahatan:
Paramaprajnaprabha merenungkan makna ini.

Apapun yang diinginkan oleh hati para makhluk hidup,
Bisa diwujudkan oleh kekuatan batin sang Buddha.
Masing-masing berbeda dan yang tidak terbayangkan:
Ini adalah lautan pembebasan dari Anayattaprajnadhvaja

Semua 'wilayah (ksetra)' yang ada di masa lampau,
Muncul di dalam satu pori-pori,
Ini adalah kekutan batin yang besar dari para Buddha:
Santaharsa mengumumkan ini.

Lautan yang tidak habis-habisnya dari semua pintu Dharma,
Berkumpul menjadi satu Dharma di dalam Dharmasala.
Ini adalah sifat alami Dharma yang dikatakan oleh para Buddha,
Samantajnananetra memahami cara bijaksana ini.

Tinggal berdiam di semua tempat di sepuluh penjuru,
Menjelaskan Dharma di setiap tempat itu,
Namun tubuh sang Buddha tidak datang maupun tidak pergi.
Ini adalah keadaan dari Prajnavyavartaharsa.

Sang Buddha menatap gejala kejadian dunia sebagai pantulan,
Masuk kedalam aspek rahasianya yang paling mendalam,
Menjelaskan bahwa sifat alami dari semua gejala kejadian adalah yang selalu diam.
Gunavapitajnanaprabha melihat ini.

Sang Buddha mengetahui semua gejala kejadian.
Sesuai dengan indera para makhluk hidup, menurunkan hujan Dharma.
Membukakan pintu gerbang dari pembebasan yang melampaui, yang tidak terbayangkan.
Vimalasantaprabha memahami ini.

Dengan maha-maitri dan karuna, sang Bhagavan,
Muncul dalam rangka untuk menguntungkan para makhluk hidup,
Dengan sama-rata menurunkan hujan Dharma untuk mengisi penuh setiap bejana.
Vistirnasuddhatejasa mengumumkan ini.

Selanjutnya, Vimalakirti devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui memahami upaya-kausalya dari jalan yang mengarah ke pembebasan dari semua makhluk hidup. Paramadarsin devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui secara menyeluruh mewujudkan bayangan dan cahaya yang disenangi oleh semua rombongan dewa. Santaguna devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui menggunakan upaya-kausalya yang secara menyeluruh menghias dan memurnikan alam dari semua Buddha. Sumerusvara devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mengikuti semua makhluk hidup yang terus-menerus berputar dalam siklus kelahiran dan kematian. Vimalasmrtinetra devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mengingat cara sang Tathāgata menjinakkan dan menenangkan para makhluk hidup. Anandinrsvaprabha devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mengalir keluar dari pintu semesta dari lautan dharani. Lokapatisvara devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui menyebabkan para makhluk hidup untuk bertemu para Buddha dan menghasilkan permata keyakinan. Ksemajvalaprabha devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui menyebabkan semua makhluk hidup menjadi bergembira dan penuh keyakinan mendengar Dharma, yang oleh karena itu memperoleh keunggulan yang melampaui. Dharmakriyapritidhyana devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui masuk kedalam semua praktek penjinakan dari para Bodhisattva yang adalah tidak terbatas dan tidak habis-habisnya seperti ruang angkasa. Vikurvanadhvaja devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui menggunakan belas kasihan yang menyeluruh (samanta-karuna) dan kebijaksanaan untuk mengamati penderitaan yang tidak terhitung dari para makhluk hidup. Naksatrasvarasubhavyuha devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui memancarkan cahaya dan mewujudkan pemutaran tiga roda Dharma (Tridharmacakra) dari Buddha untuk mengumpulkan dan mengubah para makhluk hidup.

Pada waktu itu, Vimalakirti devendra, melalui kekuatan sang Buddha, secara menyeluruh mengamati rombongan besar dari surga Parittasubha, surga Apramanasubha, surga Subhakritsna, dan mengucapkan syair-gatha ini :

Dia yang memahami bahwa sifat alami dari gejala kejadian adalah yang tidak terhalang,
Muncul dimana-mana dalam wilayah yang tidak terhitung dari sepuluh penjuru arah.
Dia menjelaskan alam-alam Buddha yang tidak terbayangkan,
Membawa semua makhluk kembali ke lautan pembebasan.

Para Tathāgata di dunia tidak tinggal berdiam dimanapun (tanpa tempat istirahat),
Sama seperti pantulan cahaya, Dia muncul di banyak wilayah.
Gejala kejadian pada yang tertinggi adalah yang tiada keberadaan.
Jalan ini dimasuki oleh Paramadarsin.

Selama lautan kalpa yang tidak terhitung, Dia telah mengolah upaya-kausalya,
Yang telah memurnikan semua wilayah di sepuluh penjuru arah.
Dharmadhatu tinggal berdiam di 'Tathatā (Kenyataan apa adanya yang sesungguhnya)', selamanya tidak bergerak,
Ini dicapai oleh Santaguna.

Para makhluk hidup terselubung oleh ketidaktahuan.
Buta di dalam kegelapan, terus di dalam kelahiran dan kematian.
Sang Tathāgata menunjukkan kepada mereka jalan menuju kemurnian.
Sumerusvara terbebaskan oleh itu.

Jalan tiada tanding yang dijalani semua Buddha,
Tidak bisa diukur oleh setiap makhluk hidup.
Itu ditunjukkan oleh berbagai jenis pintu cara bijaksana.
Vimalasmrtinetra memahaminya melalui pengamatan yang teliti.

Sang Tathāgata terus menggunakan cara dari Dharani,
Yang berlimpah seperti banyaknya butiran debu dari lautan wilayah,
Mengajar para makhluk hidup, mencakup semua.
Anandinrsvaprabha memasuki ini.

Kemunculan sang Tathāgata di dunia adalah yang sangat sulit ditemukan.
Itu terjadi hanya sekali di dalam lautan kalpa yang tidak terhitung.
Dia mampu menimbulkan keyakinan dan pemahaman pada para makhluk.
Pencapaian ini dicapai oleh Lokapatisvara.

Sang Buddha berkata bahwa sifat alami dari gejala kejadian adalah yang tiada sifat alami;
Mendalam, luas, besar, Itu adalah yang tidak terbayangkan.
Dia menyebabkan semua makhluk hidup menimbulkan keyakinan murni dimanapun.
Ksemajvalaprabha memahami ini dengan baik.

Para Tathāgata dari tiga masa waktu sempurna kebajikannya.
Mereka mengubah alam para makhluk hidup dalam cara yang tidak terbayangkan.
Merenungkan ini mendatangkan kegembiraan.
Inilah yang diumumkan oleh Dharmakriyapritidhyana.

Para makhluk hidup tenggelam kedalam lautan penderitaan.
Ketidaktahuan dan pandangan keruh mereka adalah yang mengkhawatirkan.
Berbelas kasihan, sang Maha Sasta menolong mereka meninggalkan itu selamanya.
Vikurvanadhvaja mengamati keadaan ini.

Sinar dari sang Tathāgata senantiasa terang.
Para Buddha yang tidak terhitung muncul di setiap sinar itu.
Masing-masing mewujudkan diri dan mengubah para makhluk hidup.
Jalan ini dimasuki oleh Naksatrasvarasubhavyuha.

Selanjutnya, Catuprabha devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui selalu menikmati kebahagiaan dari keheningan tenang namun mampu muncul di dunia dalam rangka melenyapkan penderitaan para makhluk. Vimalasuksmaprabha devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui menggunakan lautan dari tanggapan yang dipancarkan dari hati Maha Karuna untuk menganugerahkan permata kebahagiaan kepada semua makhluk hidup. Vimuktisvara devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mewujudkan secara menyeluruh dalam pikiran tunggal kekuatan kebajikan dari semua makhluk hidup di sepanjang kalpa yang tidak terbatas. Paramajnanaprajna devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui menyebabkan secara menyeluruh dunia yang mengalami pembentukan, keberadaan, dan kehancuran semuanya menjadi murni seperti ruang angkasa. Ranvasuddhasuksmasvara devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui penuh kegembiraan dan penuh keyakinan menerima Dharma dari semua Muni. Vaisaradadhyanasvara devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui menjelaskan secara terperinci selama waktu kalpa makna dari semua 'Bhumi (tingkat keBuddhaan)' dan 'Upaya-kausalya (cara bijaksana Buddha)'. Samantasvaravisvavirocate devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui secara bijaksana membuat pemujaan yang besar kepada semua Bodhisattva ketika Mereka turun dari istana surga Tusita untuk mengambil kelahiran. Gambhiratamaprabhasvara devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui merenungkan lautan dari kekuatan batin dan kebijaksanaan yang tidak habis-habisnya. Vimalakirtitejasa devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mengamati bagaimana kekuatan pemenuhan dari lautan jasa kebajikan memungkinkan para Buddha untuk muncul di dunia dan menggunakan kekuatan kebijaksanaan. Paramasuddhaprabha devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui membangkitkan permata dari keyakinan yang mendalam dan kegembiraan di dalam ikrar masa lampau yang berkekuatan besar dari para Tathāgata.

Pada waktu itu, Catuprabha devendra, melalui kekuatan sang Buddha, secara menyeluruh mengamati rombongan besar dari surga Parittabha, surga Apramanabha, surga Abhasvara, dan mengucapkan syair-gatha ini :

Saya ingat praktek masa lampau dari sang Tathāgata,
Melayani dan memuja para Buddha yang tidak terhitung,
Semua karma murni yang berasal dari keyakinan asli-Nya,
Sekarang semuanya bisa terlihat melalui kekuatan sang Buddha.

Tubuh sang Buddha, tiada bentuk, terbebas dari semua kotoran,
Selamanya tinggal berdiam di dalam belas kasihan,
Menghapus duka dari semua dunia.
Ini adalah pembebasan dari Vimalasuksmaprabha.

Buddhadharma luas dan tanpa batas,
Muncul di dalam lautan seluruh wilayah.
Tingkat dari pembentukan dan kerusakan masing-masing berbeda.
Ini adalah kekuatan pembebasan dari Vimuktisvara.

Sang Buddha, dengan kekuatan batin-Nya yang tiada tandingan,
Muncul dimana-mana di wilayah yang luas di sepuluh penjuru,
Menyebabkan wilayah-wilayah itu selamanya jelas, terhiasi, dan murni.
Ini adalah cara bijaksana dari pembebasan dari Paramajnanaprajna.

Dengan hormat memuja semua Tathāgata,
Yang banyak-Nya seperti butiran debu dari lautan wilayah.
Tidak kehilangan kesempatan mendengar Dharma, menyingkirkan kotoran, tidak bertindak sia-sia,
Pintu gerbang Dharma dari Ranvasuddhasuksmasvara adalah seperti begitu.

Sang Buddha, di sepanjang lautan yang tidak terukur dari maha kalpa,
Menjelaskan secara terperinci Bhumi dengan upaya-kausalya yang tiada banding.
Yang telah Dia katakan tetap terus ada tidak terbatas dan tanpa akhir.
Vaisaradadhyanasvara memahami makna ini.

Perubahan wujud sang Tathāgata membuka pintu yang tidak terbatas.
Dalam sekejap satu pikiran muncul di semua tempat.
Wujud-Nya turun, mencapai Bodhi, membuat maha upaya-kausalya.
Samantasvaravisvavirocate mencapai pembebasan ini.

Ditopang oleh kekuatan yang menakjubkan, mampu menjelaskan,
Dan mempertunjukkan perbuatan dari kekuatan batin Buddha,
Memurnikan para makhluk sesuai dengan indera dan keinginan mereka.
Ini adalah jalan pembebasan dari Gambhiratamaprabhasvara.

Kebijaksanaan sang Tathāgata adalah yang tanpa batas,
Dia tiada tandingan di dunia dan tanpa kemelekatan.
Menanggapi dengan kebaikan hati, Dia muncul dihadapan semua makhluk.
Vimalakirtitejasa terbangkitkan pada Dharma (jalan kebenaran) ini.

Di masa lampau, sang Buddha mempraktekkan Bodhisattvacārya,
Membuat pemujaan kepada semua Buddha di sepuluh penjuru,
Dihadapan masing-masing Buddha itu, Dia membuat Praṇidhāna (ikrar).
Saat mendengar ini, Paramasuddhaprabha mengalami kegembiraan besar.

Selanjutnya, Sikhin devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui secara dimana-mana tinggal berdiam di Bodhimanda di sepuluh penjuru, mengkhotbahkan Dharma, dan menjadi murni dan terbebas dari semua kemelekatan dalam semua tindakan. Prajnaprabha devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui menyebabkan semua makhluk hidup memasuki dhyana dan tinggal menetap di dalam samadhi. Hitaprajnaprabha devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui dimana-mana memasuki dharma yang tidak terbayangkan. Samantameghasvara devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui memasuki lautan ucapan dari semua Buddha. Lokavaksvaralocaka devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mengingat bagaimana para Bodhisattva mengajar dan mengubah semua makhluk hidup dengan upaya-kausalya. Acalaprabhanetra devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui memperlihatkan ciri-ciri yang berbeda dari ganjaran karma dunia. áDasadiksavyapaprabha devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui muncul dihadapan para makhluk hidup yang berbeda jenis dengan sesuai, untuk menjinakkan dan menundukkan mereka. Vikurvanasvara devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui tinggal berdiam di dalam kemurnian dari semua gejala kejadian dan keadaan dari praktek keheningan yang tenang. Jvalanetri devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui menjadi tidak melekat pada apapun, tanpa batas, tanpa ketergantungan dan selalu dengan rajin muncul di tengah-tengah semua keberadaan. Catusagarasvara devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui dengan tidak henti-hentinya merenungkan dan memeriksa gejala kejadian yang tidak habis-habisnya.

Pada waktu itu, Mahabrahma Sikhin devendra, melalui kekuatan sang Buddha, secara menyeluruh mengamati rombongan besar dari Brahmakayika : surga Brahmaparisadhya, surga Brahmapurohita, surga Mahabrahma, dan mengucapkan syair-gatha ini :

Tubuh sang Buddha adalah yang murni dan selalu hening-tenang.
Cahaya-Nya menyinari semua orang di semua dunia.
Tanpa bentuk-rupa, tanpa perbuatan, tanpa gambaran atau pantulan apapun,
Sama seperti awan di langit, begitulah Dia terlihat.

Keadaan Samadhi dari tubuh Buddha,
Tidak dapat diukur oleh makhluk hidup apapun,
Itu diperlihatkan kepada mereka melalui upaya-kausalya yang tidak terbayangkan.
Ini adalah Bodhi dari Prajnaprabha.

Lautan Pintu Dharma, yang sebanyak butiran debu di dalam Buddhaksetra,
Di umumkan sepenuhnya di dalam satu kata.
Namun lautan kalpa tidak akan cukup untuk menjelaskannya semua.
Hitaprajnaprabha terbebaskan pada itu.

Suara yang sempurna dari Buddha secara sama-rata mencapai semuanya di dunia.
Setiap makhluk hidup mencapai wawasan menurut jenisnya.
Namun suara itu tidak menyebabkan perbedaan.
Samantameghasvara terbangkitkan pada itu.

Semua Tathāgata di dalam tiga masa waktu,
Maju berkembang dalam Bodhi melalui upaya-kausalya.
Semuanya berujung pada pencapaian Buddhatva.
Lokavaksvaralocaka terbebaskan pada itu.

Semua makhluk hidup memiliki karma sendiri.
Menurut penyebabnya, berbagai jenis hasil timbul.
Para Buddha menjelaskan ini adalah sifat alami dunia.
Acalaprabhanetra terbangkitkan pada itu.

Secara mudah dengan pintu Dharma yang tidak terhitung,
Dia menjinakkan para makhluk hidup diseluruh sepuluh penjuru,
Tanpa membeda-bedakan diantara mereka.
Ini adalah keadaan dari Dasadiksavyapaprabha.

Tubuh sang Buddha adalah yang tidak terbatas seperti ruang angkasa,
Tiada bentuk-rupa, tidak terhalangi, meliputi sepuluh penjuru.
Semua perwujudan-Nya menyerupai ilusi.
Vikurvanasvara terbangkitkan pada jalan ini.

Tubuh sang Tathāgata adalah yang tanpa batas,
Demikian juga dengan Kebijaksanaan-Nya dan suara-Nya.
Tinggal berdiam di dunia, menampilkan wujud-Nya, namun tanpa kemelekatan.
Jvalanetri memasuki jalan ini.

Sang Dharmaraja menetap di dalam Istana Dharmadhatu dari Akanishtha.
Cahaya dari Dharmakaya-Nya menyinari semua.
Sifat alami gejala kejadian adalah yang tiada bandingan dan tanpa bentuk.
Ini adalah pembebasan dari Catusagarasvara.

Selanjutnya, Vasibhuta devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui menggunakan permata dari kebebasan dan kemudahan dalam muncul dihadapan para makhluk hidup yang tidak terhitung dan mematangkan mereka. Selanjutnya, Vicitranetre devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui memeriksa kegembiraan dari semua makhluk hidup dan lalu membantu mereka untuk mengalami kegembiraan yang di temukan di alam para Muni. Selanjutnya, Vicitrasikhadhvaja devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui membangkitkan para makhluk hidup untuk memulai praktek menurut berbagai jenis kehendak dan pemahaman mereka. Dhiraprajna devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui secara menyeluruh mengumpulkan semua makhluk hidup dan menjelaskan Dharma kepada mereka. Rsvasvaravaca devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui maju berkembang dalam prakeknya sendiri melalui mengingat 'kasih sayang yang besar (maha-karuna)' dari para Tathāgata. Suksmaprabhadhvaja devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui memperlihatkan pintu maha-karuna yang bisa menundukkan kesombongan dari beberapa makhluk, yang dipakai seperti bendera. Santadhatudvara devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui menaklukkan semua kebencian diantara para makhluk di dunia. Subhacakradhvajavyuha devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mampu melalui mengingat para Buddha yang tidak terhitung di sepuluh penjuru, datang kepada dia. Puspavananayattaprajna devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui dimana-mana mewujudkan pencapaian SamBodhi menurut pikiran para makhluk hidup. Indrabalasubhalamkaraprabha devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui memasuki semua dunia dengan cara kekuatan besar yang menakjubkan dan upaya-kausalya.

Pada waktu itu, Vasibhuta devendra, melalui kekuatan sang Buddha, secara menyeluruh mengamati rombongan besar dari surga Paranirmitavaśavartīn dan mengucapkan syair-gatha ini :

Tubuh sang Buddha adalah yang meliputi semua, setara dengan Dharmadhatu.
Secara menyeluruh menanggapi para makhluk, Dia muncul dihadapan mereka semua,
Memberikan berbagai macam cara memasuki Dharma saat Dia membimbing mereka,
Sehingga mereka akan mencapai kemudahan dalam Dharma dan mencapai Bodhi.

Diantara berbagai macam kesenangan di dunia,
Kesenangan dari keheningan tenang para Muni adalah yang tertinggi.
Tinggal berdiam di dalam sifat alami gejala kejadian yang sangat luas,
Vicitranetre melihat hal ini.

Sang Tathāgata muncul di seluruh sepuluh penjuru arah,
Memberitakan Dharma dengan menanggapi hati orang banyak,
Semua keraguan dipotong putus:
Ini adalah jalan menuju pembebasan dari Vicitrasikhadhvaja.

Para Buddha di semua dunia berbicara dengan suara yang menakjubkan.
Dharma yang diucapkan sepanjang kalpa yang tidak terhitung,
Bisa seluruhnya diungkapkan dalam satu kata,
Dhiraprajna terbebaskan begitu.

Semua kebajikan yang besar di dunia,
Tidak bisa sebanding dengan satu ujung rambut sang Buddha.
Sama seperti ruang angkasa, kebajikan sang Buddha tidak bisa habis.
Ini adalah pencapaian dari Rsvasvaravaca.

Kesombongan dari para makhluk hidup, meninggi seperti gunung,
Sepenuhnya termusnahkan tanpa sisa oleh Dasabala.
Ini adalah pekerjaan dari Maha-karuna dari sang Tathāgata.
Jalan ini dipraktekkan oleh Suksmaprabhadhvaja.

Cahaya kebijaksanaan yang murni mengisi semua dunia,
Mereka yang melihatnya menjadi terbebas dari ketidaktahuan,
Memungkinkan untuk meninggalkan takdir jahat:
Santadhatudvara terbangkitkan pada Dharma ini.

Cahaya yang memancar keluar dari pori-pori sang Buddha mengumumkan,
Nama para Buddha yang banyaknya seperti para makhluk hidup.
Sesuai dengan yang disenangi, mereka semua bisa mendengarnya.
Subhacakradhvajavyuha terbebaskan begitu.

Kebebasan sang Tathāgata tidak bisa diukur,
Itu sepenuhnya mengisi ruang angkasa dan Dharmadhatu.
Semua perkumpulan majelis melihatnya dengan jelas:
Puspavananayattaprajna memasuki jalan menuju pembebasan ini.

Di sepanjang lautan maha-kalpa yang tidak terbatas dan tidak terhitung,
Muncul dimana-mana dan mengkhotbahkan Dharma,
Namun sang Buddha tidak pernah terlihat datang atau pergi.
Indrabalasubhalamkaraprabha terbangkitkan pada ini.

Selanjutnya, Nirmanakausalya devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui kekuatan perubahan wujud yang mempertunjukkan semua karma. Tusniprabha devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui meninggalkan semua kemelekatan pada objek. Nirmanabala devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui memusnahkan ketidaktahuan dan kebingungan pikiran dari semua makhluk hidup, dan menyebabkan mereka menyempurnakan kebijaksanaan. Alamkaraprabhu devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mewujudkan suara menyenangkan yang tanpa batas. Smrtiprabha devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui memahami ciri-ciri kebajikan yang tidak terbatas dari semua Buddha. Utkramanameghanirghosa devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui sepenuhnya mengetahui pembentukan dan perusakan dari semua kalpa masa lampau dan juga urutannya. Prabhutavismayaparamaprabha devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui kebijaksanaan yang membangkitkan semua makhluk. Vicitrasikhaprabha devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui memancarkan cahaya yang dengan cepat mengisi ruang angkasa di sepuluh penjuru arah. Pramodaprajnanispadana devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui semangat kuat yang pencapaiannya tidak bisa dihancurkan. Puspaprabhasikha devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mengetahui ganjaran yang dialami oleh semua makhluk hidup yang disebabkan oleh karma mereka. Samantadasadiksadarsin devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mewujudkan perbedaan di dalam bentuk dan jenis yang tidak terbayangkan dari para makhluk hidup.

Pada waktu itu, Nirmanakausalya devendra, melalui kekuatan sang Buddha, secara menyeluruh mengamati rombongan besar dari surga Nirmanarati dan mengucapkan syair-gatha ini :

Sifat alami dari karma di dunia adalah yang tidak terbayangkan.
Untuk orang banyak yang bingung, sang Buddha membuat pengungkapan yang menyeluruh.
Dia dengan terampil menjelaskan arti sebenarnya dari sebab dan kondisi yang mendasar,
Serta bagaimana karma berbeda dengan setiap makhluk.

Mencoba memvisualisasikan sang Buddha dengan berbagai cara, namun sia-sia.
Mencari-Nya di seluruh sepuluh penjuru, namun tidak dapat menemukan-Nya.
Dharmakaya diperlihatkan, namun tidak nyata;
Tusniprabha melihat dharma ini.

Sepanjang lautan kalpa, sang Buddha mengolah banyak praktik,
Demi memadamkan ketidaktahuan dan kebingungan di dunia.
Oleh karena itu, kemurniannya bersinar paling terang.
Nirmanabala tercerahkan begitu.

Semua suara yang sangat indah di dunia,
Tidak dapat menandingi suara sang Tathāgata.
Sang Buddha meliputi sepuluh penjuru dengan suara tunggal.
Alamkaraprabhu memasuki pembebasan ini.

Kekuatan kebajikan yang dihimpun oleh yang di dunia,
Tidak dapat menandingi bahkan satu ciri-ciri saja dari sang Tathāgata.
Kualitas kebajikan sang Tathāgata adalah sama seperti ruang angkasa.
Smrtiprabha melihat hal ini.

Kalpa yang tidak terhitung di seluruh tiga masa waktu,
Juga berbagai jenis aspek tentang pembentukan dan perusakannya,
Sepenuhnya ditampilkan di dalam satu pori-pori dari sang Buddha.
Utkramanameghanirghosa mengetahui tingkat ini.

Luas ruang angkasa di sepanjang sepuluh penjuru bisa diketahui,
Namun luas pori-pori sang Buddha tidak bisa dipahami.
Keadaan tanpa halangan yang tidak terbayangkan ini,
Dipahami oleh Vicitrasikhaprabha.

Sepanjang kalpa lampau yang tidak terukur di dunia,
Sang Buddha secara menyeluruh mengolah Maha Paramita yang luas,
Tanpa kenal lelah selalu rajin berlatih dengan semangat penuh.
Pramodaprajnanispadana mengetahui pintu gerbang Dharma ini.

Penyebab dan kondisi yang menghasilkan karma adalah yang sulit dipahami,
Namun Sang Buddha menjelaskannya kepada semua orang di dunia ini.
Sifat alami gejala kejadian pada dasarnya adalah yang murni dan tanpa noda.
Inilah tempat masuknya Puspaprabhasikha.

Anda harus merenungkan pori-pori tunggal sang Buddha,
Karena semua makhluk ditemukan di dalamnya,
Namun mereka tidak datang ataupun pergi.
Samantadasadiksadarsin mengerti hal ini.

Selanjutnya, Tusita devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui menghadiri pemutaran Roda Dharma yang sempurna setiap kali sang Buddha muncul di dunia.





________________________________________________________________________________

Dharani dalam sanskrit berarti "menyatukan dan menjunjung". Ia menyatukan semua gejala kejadian dan menjunjung semua makna. Menyatukan semua gejala kejadian, berarti mengumpulkan di dalam tubuh, ucapan, dan pikiran sehingga tiada karma jahat terlaksana; Tiga karma itu dimurnikan. Ini adalah cara dari Dharani. Jika Anda menciptakan karma dengan tubuh, ucapan, dan pikiran, dan ketiga jenis karma ini tidak murni, maka Anda tidak menjunjung tinggi cara Dharani.

"menyatukan semua gejala kejadian" berarti Anda berhati-hati dalam kata-kata dan berhati-hati dalam tindakan. Anda kurangi bicara.

"menjunjung semua makna," berarti Anda melakukan segala macam perbuatan berpahala dan kebajikan untuk menghiasi diri Anda sendiri. Inilah alasan lainnya mengapa permata ini dikatakan sebagai yang tidak habis-habisnya.


Terakhir diubah oleh skipper tanggal Sat Dec 09, 2017 11:05 pm, total 73 kali diubah
avatar
skipper

Jumlah posting : 467
Join date : 27.11.08
Age : 29

Lihat profil user http://aryamahayana.forumup.com

Kembali Ke Atas Go down

Om Vairocana Hum

Post by skipper on Fri Sep 22, 2017 11:41 pm

Nandasikhasagara devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui memperoleh tubuh murni yang terang, yang meluas meliputi ruang angkasa. Paramagunadhvaja devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui membuat lautan 'panidhana (ikrar)' yang memadamkan penderitaan dunia. Acalatusniprabha devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mewujudkan tubuh dimana-mana untuk membabarkan Dharma. Tosasundaranetra devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui secara menyeluruh memurnikan alam dari semua makhluk. Vimalacandraratnakuta devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui memasuki garbha yang tidak habis-habisnya, yang digunakan untuk mengubah orang di dunia dengan sering muncul dihadapan mereka. Paramavikrantabala devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui menampakkan keadaan 'Bodhi (kebangkitan)' dari semua Buddha. Suksmavajraprabha devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui menguatkan tekad semua makhluk hidup pada Bodhi, menjadikannya tidak dapat dihancurkan. Naksatravyuhaprabha devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mendekati semua Buddha semasa Mereka di dunia, dan mengamati upaya-kausalya yang Mereka gunakan untuk menjinakkan para makhluk hidup. Tosalamkara devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mengetahui pikiran para makhluk hidup dalam sekejap satu pikiran dan mewujudkan sesuai dengan kesanggupan mereka.

Pada waktu itu, Tusita devendra, melalui kekuatan sang Buddha, secara menyeluruh mengamati rombongan besar dari surga Tusita dan mengucapkan syair-gatha ini :

Sang Tathāgata, yang luas dan besar, meliputi seluruh Dharmadhatu.
Terhadap semua makhluk, Dia benar-benar menyamainya.
Di mana-mana menanggapi orang banyak, Dia menjelaskan pintu keajaiban,
Menyebabkan mereka memasuki dharma yang tidak terbayangkan.

Tubuh sang Buddha muncul di mana-mana di dalam sepuluh penjuru.
Tanpa keterikatan, tanpa halangan, tidak bisa dipahami.
Mereka yang di dunia bisa melihat berbagai wujud-Nya.
Ini adalah jalan masuk dari Nandasikhasagara.

Di masa lampau, sang Tathāgata mengolah berbagai praktik.
Ikrar-Nya yang murni dan luar biasa dalam seperti lautan.
Semua Buddhadharma disempurnakan.
Paramagunadhvaja mengetahui upaya-kausalya ini.

Dharmakaya sang Tathāgata adalah yang tidak terbayangkan,
Mencerminkan bentuk-bentuk tersendiri, yang sebanding dengan Dharmadhatu.
Di mana-mana Dia menjelaskan semua gejala kejadian.
Acalatusniprabha memperoleh pembebasan ini.

Para makhluk hidup terbelenggu dan ditutupi oleh karma dan angan-angan khayalan.
Merasa bangga, sombong, dan gemar, pikiran mereka mengembara.
Sang Tathāgata menjelaskan Dharma yang hening-tenang dan diam kepada mereka.
Tosasundaranetra mengetahui ini dari merenungkan, dan hatinya bersukacita.

Guru Sejati dari semua orang di semua dunia
Tampil untuk menyelamatkan para makhluk, memberikan perlindungan,
Memperlihatkan kediaman surga Santusita.
Vimalacandraratnakuta memasuki ini dengan mendalam.

Sang Guru Sejati semua orang di semua dunia
Tampil untuk menyelamatkan para makhluk, memberikan perlindungan,
Memperlihatkan kediaman surga Santusita.
Vimalacandraratnakuta memasuki ini dengan mendalam.

Keadaan Buddha adalah yang tidak terbayangkan,
Meliputi seluruh Dharmadhatu,
Memasuki semua gejala kejadian, dan mencapai pantai seberang.
Paramavikrantabala melihat ini dan bergembira.

Jika makhluk hidup siap menerima Dharma,
Dan, setelah mendengar kebajikan Buddha, berjuang untuk Bodhi,
Dia menyebabkan mereka tinggal berdiam di lautan kebajikan, selamanya murni.
Suksmavajraprabha merenungkan ini.

Di lautan wilayah yang sebanyak butiran debu di sepuluh penjuru arah,
Semua makhluk datang ke sang Buddha dan berkumpul,
Untuk memuja-Nya dan mendengar Dharma.
Naksatravyuhaprabha melihat ini.

Pikiran dari lautan para makhluk hidup adalah tidak terbayangkan.
Tidak tinggal berdiam, tidak bergerak, tanpa tempat tinggal,
Dalam sekejap satu pikiran, sang Buddha melihat semuanya dengan jelas.
Tosalamkara memahami ini dengan baik.

Selanjutnya, Suyama devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui menumbuhkan kebajikan semua makhluk hidup, menyebabkan mereka selamanya terbebas dari kegelisahan dan ápenderitaan. Manjuprabha devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui memasuki semua alam. Aksayaprajnagunadhvaja devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui melenyapkan semua kemalangan melalui cara Roda belas kasih yang besar. Vikurvanakausalya memperoleh jalan menuju pembebasan melalui memahami pikiran semua makhluk hidup di tiga masa waktu. Smrtimahaprabha memperoleh jalan menuju pembebasan melalui memasuki cahaya pintu gerbang dharani yang mana dengan kukuh mengingat semua Dharma tanpa melupakannya. Acintyaprajna memperoleh jalan menuju pembebasan melalui upaya-kausalya yang tidak terbayangkan masuk kedalam sifat alami dari semua karma. Cakranabhi memperoleh jalan menuju pembebasan melalui secara bijaksana mematangkan para makhluk dengan memutar roda Dharma. Tejojvala memperoleh jalan menuju pembebasan melalui dimana-mana mengamati para makhluk hidup dengan mata besar yang luas dan kemudian menjinakkan mereka. Pradiptaprabha memperoleh jalan menuju pembebasan melalui melampaui semua rintangan karma dan menjauhi perbuatan jahat. Samantavilokitamahayasas memperoleh jalan menuju pembebasan melalui membimbing rombongan para deva, mendorong mereka untuk memurnikan pikiran dengan praktek.

Pada waktu itu, Suyama devendra, melalui kekuatan sang Buddha, secara menyeluruh mengamati rombongan besar dari surga Suyama dan mengucapkan syair-gatha ini :

Sang Buddha, selama kalpa yang tidak terukur jauh di masa lampau,
Telah mengeringkan lautan penderitaan dunia,
Membuka jalan kemurnian yang tanpa noda,
Bertindak sebagai lampu kebijaksanaan yang senantiasa menerangi makhluk hidup.

Dharmakaya sang Tathāgata adalah yang sangat besar,
Hingga batas dari sepuluh penjuru, tidak bisa dipahami.
Upaya-kausalya-Nya adalah yang tidak terbatas.
Manjuprabha memasuki ini dengan kebijaksanaan.

Penderitaan dari lahir, usia tua, sakit, mati, dan kesedihan,
Menindas para makhluk tanpa istirahat.
Sang Guru besar, dengan belas kasih, berikrar untuk menghapusnya.
Aksayaprajnagunadhvaja tercerahkan begitu dan memahaminya.

Tanpa rintangan, seperti khayalan, adalah kebijaksanaan Buddha,
Memahami semua gejala kejadian di tiga masa waktu,
Secara menyeluruh menembus pikiran para makhluk hidup.
Ini adalah keadaan dari Vikurvanakausalya.

Batas dari Dharani tidak bisa ditemukan.
Lautan kefasihan-Nya adalah juga yang tidak terbatas.
Dia mampu memutar Roda Saddharma yang murni.
Ini adalah pembebasan Smrtimahaprabha.

Sifat alami dari karma adalah yang luas dan tidak habis-habisnya.
Terbangkitkan kebijaksanaan, Dia menjelaskannya dengan cekatan.
Upaya-kausalya-Nya adalah yang tidak terbayangkan.
Acintyaprajna memasuki ini.

Memutar Roda Dharma yang tidak terbayangkan,
Menampilkan pengolahan jalan Bodhi,
Selamanya menghapus penderitaan makhluk hidup:
Ini adalah tingkat upaya-kausalya dari Cakranabhi.

Dharmakaya sang Tathāgata pada dasarnya adalah yang tiada duanya.
Menanggapi para makhluk sesuai dengan bentuknya, Dia memenuhi dunia.
Setiap makhluk melihat sang Buddha muncul di hadapannya.
Ini adalah keadaan Tejojvala.

Sekali para makhluk hidup melihat sang Buddha,
Itu akan membersihkan diri mereka dari semua rintangan karma,
Dan selamanya meninggalkan semua karma jahat, tanpa sisa.
Pradiptaprabha berjalan mengikuti jalan ini.

Di antara semuanya di dalam perkumpulan majelis yang seluas samudra,
Sang Buddha adalah yang paling mengagumkan dan mempesona.
Dia menurunkan hujan Dharma dimana-mana untuk memberi makan makhluk hidup.
Samantavilokitamahayasas memasuki jalan ini menuju pembebasan.

Selanjutnya, Sakra devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mengalami kebahagiaan besar dari mengingat kemunculan para Buddha di tiga masa waktu dan dengan jelas melihat semua gejala kejadian termasuk pembentukan dan kerusakan wilayahnya. Samantapurnasvaraprarcati devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mampu menyadari bagaimana tubuh sang Buddha menjadi yang paling murni, luas dan tiada bandingan di dunia. Karunanetraratnasikha devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui awan kasih sayang yang menutupi semua. Ratnaprabhayasadhvaja devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui selalu melihat para Buddha dan menampilkan berbagai bentuk tubuh yang agung dihadapan para Lokanatha. Pramodakarasikha devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mengetahui karma baik (punya karma) yang menghasilkan kota, desa, dan istana semua makhluk hidup. Vapusasamyaksmrtih devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui memperlihatkan perbuatan dari semua Buddha yang mematangkan para makhluk hidup. Sumeruparamasvara devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mengetahui ciri-ciri perubahan dari kalpa serta pembentukan dan perusakannya di semua dunia. Sampannasmrtih devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui merenungkan praktek para Bodhisattva masa depan dalam menjinakkan para makhluk hidup. Anandanapuspaprabha devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui memahami penyebab yang mendasari kegembiraan dari semua dewa. Jnanasuryanetra devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui memperlihatkan kepada semua dewa, akar kebajikan yang mencapai kelahiran kembali yang terbebas dari 'angan-angan khayalan (moha)'. Bodhanayasenaprabha devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mencerahkan semua rombongan dewa, selamanya memotong habis keraguan mereka.

Pada waktu itu, Sakra devendra, melalui kekuatan sang Buddha, secara menyeluruh mengamati rombongan besar dari surga Trayatrimsa dan mengucapkan syair-gatha ini :

Saya merenungkan para Buddha dari tiga masa waktu,
Bagaimana semua keadaan Mereka yang sebanding dan setara.
Peluruhan dan pembentukan ksetra Mereka.
Kekuatan sang Buddha yang menakjubkan membuatnya bisa terlihat bagi semua orang.

Tubuh sang Buddha, luas dan besar, meliputi sepuluh penjuru.
Bentuk-Nya yang tidak terbayangkan dan tak tertandingi menguntungkan semua makhluk.
Kecemerlangan-Nya menyinari semua dan mencapai di mana-mana.
Samantapurnasvaraprarcati merenungkan jalan ini.

Upaya-kausalya sang Tathāgata datang dari samudra belas kasih,
Di kalpa masa lalu, peraktek-Nya sangat murni.
Dia mengubah dan membimbing para makhluk hidup yang tidak terbatas.
Karunanetraratnasikha tercerahkan begitu.

Sewaktu saya mengingat lautan kebajikan sang Dharma-raja,
Yang tertinggi dan tiada bandingnya di seluruh dunia,
Menghasilkan kebahagiaan yang luar biasa luas:
Inilah pembebasan Ratnaprabhayasadhvaja.

Sang Buddha mengetahui lautan karma baik para makhluk hidup,
Berbagai macam penyebab unggul yang menghasilkan berkat yang besar.
Semuanya diperlihatkan, tanpa sisa.
Pramodakarasikha melihat ini.

Para Buddha muncul di sepanjang sepuluh penjuru,
Di mana-mana meliputi seluruh dunia.
Mengamati pikiran makhluk hidup, tampil untuk menjinakkannya.
Vapusasamyaksmrtih mencapai jalan ini.

Mata yang luas dan besar pada tubuh kebijaksanaan sang Tathāgata,
Melihat semua butiran debu di seluruh dunia tanpa kecuali,
Secara menyeluruh meliputi sepuluh penjuru.
Inilah pembebasan Sumeruparamasvara.

Praktek bodhi dari semua murid sang Buddha,
Sepenuhnya diperlihatkan di satu pori-pori sang Tathāgata,
Dalam semua kesempurnaannya yang tidak terukur.
Sampannasmrtih melihat hal ini dengan jelas.

Semua peristiwa kedamaian dan kebahagiaan di dunia,
Timbul disebabkan oleh sang Buddha.
Yang tertinggi dan tiada bandingannya adalah kebajikan sang Tathāgata.
Anandanapuspaprabha memasuki tempat pembebasan ini.

Jika orang mengingat kembali bagian terkecil dari kebajikan sang Tathāgata,
Atau bahkan menghasilkan satu pemikiran kekaguman pada itu,
Ketakutan pada semua jalan jahat akan selamanya terhalau.
Jnanasuryanetra menyadari ini dengan sangat mendalam.

Dalam gejala kejadian yang hening-tenang, kekuatan batin yang besar
Menanggapi pikiran semua makhluk di mana-mana.
Semua keraguan dan angan-angan khayalan menjadi putus.
Inilah pencapaian Bodhanayasenaprabha.

Selanjutnya, Surya devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui secara menyeluruh memancarkan cahaya murni kepada para makhluk hidup di sepuluh penjuru, terus menguntungkan mereka selamanya. Subhajvalanetra devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mewujudkan tubuh yang sesuai dengan semua golongan, mencerahkan para makhluk hidup, menyebabkan mereka memasuki lautan kebijaksanaan. Sumeruprabhasapsaradhvaja devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui menjadi pemimpin semua makhluk hidup, menyebabkan mereka dengan rajin mengolah kualitas kebajikan yang murni dan tidak terbatas. Vimalaratnavyuha devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui kebulatan tekad yang mendalam bersukacita mengolah semua praktek pertapaan. Avaivartikavikrama devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui secara menyeluruh memancarkan cahaya yang tidak terhalang, menyebabkan semua makhluk meningkatkan kekuatan dan semangat. Supuspamalatejasa devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui secara menyeluruh memancarkan cahaya yang murni ke tubuh para makhluk hidup, yang membangkitkan lautan kegembiraan dan keyakinan. Paramadhvajaprabha devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui cahaya yang menyinari para makhluk di dunia, sehingga mereka berhasil menyempurnakan semua jenis kualitas kebajikan. Ratnasikhasamantaprabha devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui ábelas kasih besar yang mewujudkan berbagai macam bentuk dan warna dari permata di alam-alam yang tanpa batas. Prabhanetra devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui memurnikan mata dari semua makhluk hidup, menyebabkan mereka bisa melihat garbha dari dharmadhatu. Punyadhara devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mengembangkan perhatian yang murni tanpa henti, yang tidak pernah hilang atau rusak. Samantavivartaprabha devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui membawa istana matahari beredar dimana-mana, menyinari semua makhluk hidup di sepuluh penjuru, sehingga mereka berhasil menyelesaikan pekerjaan.

Pada waktu itu, Surya devendra, melalui kekuatan sang Buddha, secara menyeluruh mengamati rombongan besar Suryadevaputra dan mengucapkan syair-gatha ini :

Cahaya kebijaksanaan besar sang Tathāgata,
Secara menyeluruh menerangi wilayah sepuluh penjuru.
Semua makhluk hidup melihat sang Buddha.
Dengan menggunakan banyak jenis upaya-kausalya, mereka dijinakkan.

Bentuk sang Tathāgata adalah yang tidak terbatas.
Dia mewujudkan tubuh yang sesuai dengan para makhluk hidup,
Dimana-mana membuka samudra kebijaksanaan untuk semua orang di dunia:
Subhajvalanetra merenungkan sang Buddha dengan cara ini.

Tubuh sang Buddha tiada taranya dan tidak dapat dibandingkan.
Kilauan cahaya-Nya membanjiri sepuluh penjuru,
Melampaui segalanya, yang tertinggi:
Pintu Dharma ini dicapai oleh Sumeruprabhasapsaradhvaja.

Demi memberi manfaat kepada dunia, Dia mengolah praktik pertapaan,
Melintasi semua alam keberadaan selama kalpa yang tidak terhingga.
Murni dan meliputi semua seperti ruang angkasa adalah pancaran cahaya-Nya.
Vimalaratnavyuha mengetahui upaya-kausalya ini.

Tidak terhalang, sang Buddha mengeluarkan suara yang indah,
Meliputi semua wilayah di sepuluh penjuru.
Dengan rasa Dharma, Dia menguntungkan semua makhluk.
Avaivartikavikrama mengetahui upaya-kausalya ini.

Dia memancarkan jaring cahaya yang tidak terbayangkan,
Secara menyeluruh memurnikan semua makhluk hidup,
Membangkitkan keyakinan mendalam dan pemahaman pada setiap orang:
Supuspamalatejasa memasuki pintu ini.

Semua cahaya di dunia,
Tiada yang bisa menandingi cahaya di dalam satu pori sang Buddha.
Ini adalah cahaya Buddha yang tidak terbayangkan:
Inilah pembebasan Paramadhvajaprabha.

Dharma dari semua Buddha adalah demikian:
Mereka duduk di bawah Bodhi, sang Raja Pohon,
Menyebabkan yang menyimpang untuk tinggal di jalur.
Ratnasikhasamantaprabha melihat ini.

Para makhluk hidup buta, tidak tahu, dan terjebak dalam penderitaan.
Sang Buddha menawarkan membuka mata murni mereka.
Dan juga menyalakan lampu kebijaksanaan untuk mereka.
Prabhanetra merenungkan ini secara mendalam.

Bhagavan yang menguasai cara pembebasan.
Jika makhluk hidup melihat Dia sekali dan memuja-Nya,
Mereka akan dibuat mengolah parktek hingga berbuah:
Ini adalah kekuatan kebijaksanaan Punyadhara.

Pintu Dharma tanpa batas di dalam satu ajaran,
Melalui ribuan kalpa yang tidak terukur telah diajarkan.
Makna yang mencakup luas dari Dharma telah diumumkan.
Ini dipahami oleh Samantavivartaprabha.

Selanjutnya, Candra devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui secara menyeluruh memancarkan cahaya murni di seluruh dharmadhatu, mengumpulkan dan mengubah para makhluk hidup. Pusparajasikhamandala devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mengamati alam-alam dari semua makhluk hidup, menyebabkan mereka secara menyeluruh memasuki Dharma yang tanpa batas. Anantacitravimalateja devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mengetahui berbagai macam kondisi dari melekat pada objek di dalam lautan pikiran dari semua makhluk hidup. Lokamadhyasantikarin devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui menganugerahkan kebahagiaan yang tidak terbayangkan kepada semua makhluk hidup, sehingga mereka menari gembira. Drumarajanetraprabha devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui sepanjang waktu melindungi pekerjaan petani, seperti pertumbuhan bibit, tunas, batang, dan sebagainya, menyebabkannya berhasil tumbuh subur. Vimalaprabhavyuha devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui dengan belas kasih menyelamatkan dan melindungi semua makhluk hidup, menyebabkan mereka menyaksikan pengalaman dari peneritaan dan kebahagiaan.
Samantaviharavikaraprabha devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui secara menyeluruh muncul di sepuluh penjuru sambil memegang bulan yang murni. Naksatradhipati devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui memperlihatkan semua gejala kejadian adalah yang tidak nyata, dan sama seperti ruang angkasa, tanpa ciri-ciri dan sifat alami yang melekat. Visuddhabodhicandra devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui melaksanakan perbuatan yang besar demi memberi manfaat kepada semua makhluk hidup. Mahadyutiprabha devendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui dimana-mana memotong putus semua keraguan dan angan-angan khayalan.

Pada waktu itu, Candra devendra, melalui kekuatan sang Buddha, secara menyeluruh mengamati rombongan besar para devaputra di istana bulan dan mengucapkan syair-gatha ini :

Sang Buddha memancarkan cahaya yang meliputi seluruh dunia,
Menyinari wilayah di sepuluh penjuru,
Mengumumkan Maha Vaipulya Dharma yang tidak terbayangkan,
Menghancurkan selamanya kegelapan dari ketidaktahuan makhluk hidup.

Keadaan-Nya adalah yang tidak terbatas dan tanpa akhir.
Di sepanjang kalpa yang tidak terhingga, Dia terus mengajar,
Mengubah semua makhluk hidup dengan berbagai cara penguasaan diri.
Pusparajasikhamandala merenungkan Sang Buddha dengan cara ini.

Lautan pikiran para makhluk hidup bervariasi dari waktu ke waktu.
Kebijaksanaan sang Buddha yang luas mengetahui semua ini.
Di mana-mana membabarkan Dharma, memberikan kebahagiaan:
Inilah pembebasan Anantacitravimalateja.

Makhluk hidup, tidak memiliki kebahagiaan dari keheningan-tenang para Muni,
Dan terperosok ke jalan jahat, menanggung semua kesengsaraan.
Sang Tathāgata menunjukkan pintu sifat alami gejala kejadian.
Lokamadhyasantikarin melihat dan merenungkan hal ini.

Sungguh langka Maha Maitri dan Karuna dari sang Tathāgata.
Demi memberi manfaat kepada makhluk hidup, memasuki semua alam keberadaan,
Membabarkan Dharma, menganjurkan kebajikan, membantu keberhasilan:
Inilah yang Drumarajanetraprabha pahami.

Sang Bhagavan mengungkapkan cahaya Dharma,
Memeriksa sifat alami dari semua karma di dunia,
Perbuatan baik dan jahat dengan tanpa kesalahan.
Saat melihat ini, Vimalaprabhavyuha bersukacita.

Sang Buddha adalah landasan dari segala berkat,
Sama seperti bumi yang besar menopang istana.
Dengan terampil Dia menunjukkan jalan kedamaian, terbebas dari kegelisahan:
Samantaviharavikaraprabha mengetahui cara bijaksana ini.

Kecemerlangan dari api kebijaksanaan sang Buddha meliputi Dharmadhatu.
Dia mewujudkan tubuh yang tidak terhitung, yang sama dengan semua makhluk.
Di mana-mana, untuk semua, Dia membuka kenyataan yang sesungguhnya.
Naksatradhipati terbangkitkan di jalan ini.

Sang Buddha, sama seperti ruang angkasa, tidak memiliki sifat alami yang melekat.
Demi memberi manfaat kepada makhluk hidup, Dia muncul di dunia,
Ciri-ciri dan kemurnian-Nya sama seperti pantulan.
Visuddhabodhicandra melihat ini.

Dari semua pori-pori tubuh sang Buddha mengeluarkan suara ke semesta.
Awan Dharma-Nya menyelimuti seluruh dunia.
Mereka yang mendengarnya menjadi bahagia tanpa kecuali.
Mahadyutiprabha telah terbangkitkan pada pembebasan ini.

Selanjutnya, Rastralamba Gandharvaraja memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mengumpulkan semua makhluk hidup dengan cara bijaksana yang berkuasa. Drumatejasa Gandharvaraja memperoleh jalan menuju pembebasan melalui dimana-mana melihat hiasan dari semua kebajikan. Vimalanetra Gandharvaraja memperoleh jalan menuju pembebasan melalui memotong putus kesedihan dan penderitaan semua makhluk hidup selamanya, menghasilkan gudang kebahagiaan. Puspamukuta Gandharvaraja memperoleh jalan menuju pembebasan melalui memotong putus semua pandangan salah dan angan-angan khayalan dari semua makhluk hidup selamanya. Samantasvara Gandharvaraja memperoleh jalan menuju pembebasan melalui membentang dimana-mana seperti awan, menaungi dan menyegarkan semua makhluk hidup. Pramodalasyasulocana Gandharvaraja memperoleh jalan menuju pembebasan melalui ámewujudkan tubuh indah yang sangat besar, menyebarkan kedamaian dan kebahagiaan kepada semua. Vicitrasvarasimhadhvaja Gandharvaraja memperoleh jalan menuju pembebasan melalui menyebarkan semua permata yang terkenal di seluruh sepuluh penjuru. Samantaratnabhasavyuha Gandharvaraja memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mewujudkan tubuh murni yang terang, dan membuat setiap orang sangat berbahagia. Vajravrksapuspadhvaja Gandharvaraja memperoleh jalan menuju pembebasan melalui dimana-mana menyuburkan semua pohon, menyebabkan yang melihatnya menjadi bahagia. Samantalamkaravyuha Gandharvaraja memperoleh jalan menuju pembebasan melalui secara terampil memasuki semua Buddhadhatu dan menganugerahkan kedamaian dan kebahagiaan pada semua makhluk hidup.

Pada waktu itu, Rastralamba Gandharvaraja, melalui kekuatan sang Buddha, secara menyeluruh mengamati rombongan besar para Gandharva dan mengucapkan syair-gatha ini :

Pintu yang tidak terhitung banyaknya menuju alam semua Buddha,
Adalah yang para makhluk hidup masih belum bisa masuk.
Murni di dalam sifat alami, sang Sugata sama seperti ruang angkasa.
Di mana-mana Dia membuka jalan yang benar pada semua dunia.

Masing-masing dari pori-pori sang Tathāgata,
Penuh dengan lautan kualitas kebajikan,
Memberi manfaat dan kebahagiaan kepada semua orang di dunia.
Drumatejasa melihat hal ini.

Lautan luas dari kesedihan dan penderitaan dunia
Dikeringkan oleh sang Buddha, tiada setetespun yang tersisa.
Belas-kasihan dari sang Tathāgata melakukan banyak upaya-kausalya.
Vimalanetra memahami hal ini dengan mendalam.

Lautan wilayah di sepuluh penjuru arah adalah tidak terbatas,
Cahaya kebijaksanaan sang Buddha menyinari itu semua,
Secara menyeluruh membersihkan semua pandangan salah.
Puspamukuta memasuki jalan ini.

Selama kalpa yang tidak terhingga, sang Buddha,
Mengolah upaya-kausalya berdasarkan Maha Karuna.
Dia menentramkan semua orang di dunia ini.
Samantasvara memasuki jalan ini.

Semua bersukacita melihat tubuh sang Buddha yang tanpa noda.
Dia menghasilkan kegembiraan tanpa henti di dunia.
Sebab dan akibat yang mengarah pada pembebasan secara bertahap tercapai.
Pramodalasyasulocana dengan terampil mempertunjukkan hal ini.

Para makhluk hidup, bingung, selamanya berputar dalam perpindahan,
Rintangan dari ketidaktahuan mereka adalah yang paling kuat dan padat.
Untuk mereka, sang Tathāgata menjelaskan Maha Vaipulya Dharma.
Vicitrasvarasimhadhvaja menyampaikan hal ini.

Sang Tathāgata secara dimana-mana mewujudkan tubuh yang menakjubkan,
Dengan keanekaragaman yang tidak terukur, setara dengan semua makhluk.
Berbagai upaya-kausalya-Nya bersinar di seluruh dunia.
Samantaratnabhasavyuha melihat hal ini.

Pintu yang tidak terbatas dari pengetahuan dan cara bijaksana,
Sang Buddha membukakannya kepada semua makhluk hidup,
Untuk memasuki praktik sejati dari Anuttara Samyaksambodhi.
Vajravrksapuspadhvaja dengan terampil merenungkannya.

Dengan sekejap, mengandung ratusan ribu kalpa.
Kekuatan batin sang Buddha bisa mewujudkan hal ini dengan tanpa usaha.
Menganugerahkan kedamaian dan sukacita secara setara kepada semua makhluk.
Inilah pembebasan Samantalamkaravyuha.

Selanjutnya, Vrddhi Kumbhandaraja memperoleh jalan menuju pembebasan melalui melenyapkan semua kekuatan kebencian. Nagadhipati Kumbhandaraja memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mengolah lautan praktek yang tanpa batas. Dhvajalamkarakausala Kumbhandaraja memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mengetahui apa yang menyenangkan pikiran dari semua makhluk hidup. Samantahitakara Kumbhandaraja memperoleh jalan menuju pembebasan melalui secara menyeluruh menyelesaikan karma yang dihasilkan oleh cahaya murni. Rudrastha Kumbhandaraja memperoleh jalan menuju pembebasan melalui memperlihatkan kepada semua makhluk hidup jalan tanpa takut menuju kedamaian. Sumanasulocana Kumbhandaraja memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mengeringkan lautan dambaan nafsu dari semua makhluk hidup. Tungasikharamati Kumbhandaraja memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mewujudkan awan cahaya di semua alam makhluk. Balinbhuja Kumbhandaraja memperoleh jalan menuju pembebasan melalui memancarkan cahaya dan menghancurkan rintangan berat yang seperti gunung. Anantavimalapuspanetra Kumbhandaraja memperoleh jalan menuju pembebasan melalui memperlihatkan permata dari belas kasih besar yang tanpa kemunduran. Asuranetradivyamahamukha Kumbhandaraja memperoleh jalan menuju pembebasan melalui dimana-mana mewujudkan tubuh yang menjelajahi berbagai alam makhluk.

Pada waktu itu, Vrddhi Kumbhandaraja, melalui kekuatan sang Buddha, secara menyeluruh mengamati rombongan besar para Kumbhanda dan mengucapkan syair-gatha ini :

Sang Loka Vinayaka mencapai kekuatan kesabaran dan,
Demi para makhluk, mengolah selama kalpa yang tidak terhingga.
Selamanya meninggalkan angan-angan duniawi dan kesombongan,
Oleh sebab itu, tubuh-Nya adalah yang paling murni terhiasi.

Di masa lalu, di semua tempat, sang Buddha mengolah lautan praktek,
Mengajar dan mengubah orang banyak yang tidak terhingga di sepuluh penjuru.
Dengan berbagai cara bijaksana, menguntungkan semua makhluk hidup.
Nagadhipati mencapai jalan menuju pembebasan ini.

Dengan kebijaksanaan yang besar, sang Buddha menyelamatkan makhluk hidup.
Dengan jelas mengerti semua pikiran mereka tanpa kecuali.
Dia menjinakkan mereka dengan berbagai macam upaya kausalya.
Dhvajalamkarakausala melihat ini dan bersukacita.

Tanggapan dari kekuatan batin-Nya yang diwujudkan seperti pantulan cahaya,
Roda Dharma yang Dia putar kenyataannya sama dengan ruang angkasa,
Tinggal berdiam di dunia begitu selama kalpa yang tidak terhitung.
Inilah yang dicapai Samantahitakara.

Para makhluk hidup dibutakan oleh ketidaktahuan, menjadi bingung.
Sinar sang Buddha menerangi jalan menuju kedamaian,
Demi menyelamatkan dan membebaskan mereka dari penderitaan.
Inilah pintu Dharma yang direnungkan oleh Rudrastha.

Penuh kesengsaraan, hanyut dan tenggelam di dalam lautan nafsu keinginan,
Sang Cahaya Kebijaksanaan yang menyinari semua melenyapkan ini semua.
Dengan melenyapkan penderitaan itu, Dia lalu memberitakan Dharma.
Inilah pencapaian dari Sumanasulocana.

Tubuh sang Buddha menanggapi semua, tiada satupun yang tidak bisa melihat-Nya.
Dia mengubah orang banyak, menggunakan berbagai macam upaya-kausalya.
Dengan suara seperti guntur, Dia menurunkan hujan Dharma.
Tungasikharamati memasuki pintu Dharma ini.

Sinar murni yang terang tidaklah dipancarkan dengan sia-sia.
Dengan menjumpainya, hambatan yang berat akan terhalau.
Itu mengumumkan kebajikan Buddha yang tidak terbatas.
Balinbhuja memahami prinsip yang mendalam ini.

Demi memberikan kedamaian dan sukacita kepada semua makhluk hidup,
Dia mengolah maha-karuna selama kalpa yang tidak terhingga.
Dengan berbagai upaya-kausalya, menghapuskan sakit mereka:
Anantavimalapuspanetra melihat hal ini.

Kekuatan batin-Nya yang tanpa ketergantungan dan tidak terbayangkan,
Tubuh-Nya muncul secara menyeluruh di sepuluh penjuru arah,
Namun tidak datang maupun tidak pergi:
Asuranetradivyamahamukha memahami hal ini.

Selanjutnya, Virupaksha Nagaraja memperoleh jalan menuju pembebasan melalui memadamkan semua api penderitaan dari kehidupan naga. Sagara Nagaraja memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mewujudkan banyak tubuh makhluk hidup yang tidak terbatas jumlahnya dengan mengubah wujud tubuh naganya sendiri dalam sekejap satu pikiran. Meghanadasuksmadhvaja Nagaraja memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mengucapkan lautan nama para Buddha yang tidak terbatas jumlahnya dengan suara murni yang jelas di semua alam para makhluk. Jvalavaktasagaraprabha Nagaraja memperoleh jalan menuju pembebasan melalui muncul di semua tempat di dalam banyak Buddhaksetra yang dibuat berbeda-beda. Jvalanetra Nagaraja memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mempelajari bagaimana belas kasih sang Tathāgata melenyapkan belenggu kebencian dan angan-angan khayalan semua makhluk hidup. Samantoccameghadhvaja Nagaraja memperoleh jalan menuju pembebasan melalui memperlihatkan kepada semua makhluk hidup lautan kebahagiaan yang besar. Takshaka Nagaraja memperoleh jalan menuju pembebasan melalui menghancurkan semua ketakutan dengan suara murni penyelamatan. Anantavikrama Nagaraja memperoleh jalan menuju pembebasan melalui memperlihatkan semua tubuh Buddha dan juga urutan kalpa Mereka. Suddhavarna Nagaraja memperoleh jalan menuju pembebasan melalui menghasilkan lautan kesenangan besar dan kebahagiaan dari semua makhluk hidup. Mahanadasarvatravaha Nagaraja memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mewujudkan suara menyenangkan yang tidak terhalang dan yang setara dengan semua. Nirosniklesa Nagaraja memperoleh jalan menuju pembebasan melalui melenyapkan semua penderitaan dunia dengan awan belas kasih besar yang melindungi semua.

Pada waktu itu, Virupaksha Nagaraja, melalui kekuatan sang Buddha, secara menyeluruh mengamati rombongan besar para Naga dan mengucapkan syair-gatha ini :

Lihatlah Dharma sang Tathāgata yang selalu demikian,
Memberi manfaat kepada semua makhluk hidup,
Dengan kekuatan belas kasih besar dan kebaikan,
Menyelamatkan mereka yang telah jatuh ke dalam jalan yang menakutkan.

Makhluk hidup dengan semua perbedaan mereka,
Seluruhnya diperlihatkan pada satu ujung rambut-Nya.
Perubahan wujud dari kekuatan batin-Nya memenuhi dunia.
Sagara merenungkan sang Buddha dalam jalan ini.

Sang Buddha, dengan kekuatan batin-Nya yang tidak terbatas,
Secara luas memberitakan julukan-Nya yang setara dengan jumlah makhluk hidup.
Dia menyebabkan semua orang mendengarnya sesuai dengan kesenangan mereka.
Meghanadasuksmadhvaja memahami hal ini.

Para makhluk yang tidak terbatas dari wilayah yang tanpa batas,
Sang Buddha mencakupnya di dalam satu pori.
Sang Tathāgata duduk dengan hening-tenang di tengah-tengah majelis.
Ini dilihat oleh Jvalavaktasagaraprabha.

Pikiran kebencian dari semua makhluk hidup,
Belenggu ketidaktahuan mereka yang sedalam lautan,
Sepenuhnya dilenyapkan oleh belas kasih sang Tathāgata.
Jvalanetra mengamati hal ini dengan jelas.

Kekuatan kebajikan dari semua makhluk hidup,
Sepenuhnya diwujudkan di dalam pori-pori sang Buddha.
Setelah memperlihatkan ini, Dia mengembalikannya semua ke lautan kebajikan:
Ini dilihat oleh Samantoccameghadhvaja.

Pori-pori sang Buddha memancarkan cahaya kebijaksanaan.
Cahaya itu memberitakan suara menakjubkan ke mana-mana.
Mereka yang mendengarnya menjadi bebas dari kekhawatiran dan ketakutan.
Takshaka menyadari jalan ini.

Semua Tathāgata dari tiga masa waktu,
Ksetra, hiasan, dan urutan kalpa Mereka
Diwujudkan di dalam tubuh sang Buddha.
Anantavikrama melihat kekuatan batin ini.

Saya mengamati praktek masa lampau sang Tathāgata,
Yang membuat persembahan kepada lautan seluruh Buddha,
Meningkatkan kebahagiaannya dengan Mereka semua:
Inilah jalan masuk Suddhavarna.

Upaya kausalya sang Buddha menyesuaikan suara,
Memberitakan Dharma ke orang banyak, membahagiakan mereka.
Suara-Nya murni dan menakjubkan, disenangi semua pendengar.
Mahanadasarvatravaha terbangkitkan dari mendengar ini dimana-mana.

Para makhluk hidup tertindas di dalam semua alam keberadaan.
Berputar dalam karma dan angan-angan, tiada yang menyelamatkannya.
Sang Buddha membebaskan mereka dengan belas kasih yang besar.
Nirosniklesa menyadari hal ini.

Selanjutnya, Vaisravana Yaksaraja memperoleh jalan menuju pembebasan melalui menyelamatkan para makhluk jahat dengan upaya-kausalya yang tidak terbatas. Anayasenasvara Yaksaraja memperoleh jalan menuju pembebasan melalui secara menyeluruh merenungkan para makhluk hidup, menyelamatkan mereka dengan upaya-kausalya. Alaghumudrayudhadhara Yaksaraja memperoleh jalan menuju pembebasan melalui memberikan makanan kepada semua makhluk jahat yang kelaparan. Mahaprajna Yaksaraja memperoleh jalan menuju pembebasan melalui memuji lautan kualitas kebajikan dari semua Muni. Jvalanetrisvara Yaksaraja memperoleh jalan menuju pembebasan melalui merenungkan semua makhluk hidup dengan kebijaksanaan dari belas kasihan yang besar. Vajranetra Yaksaraja memperoleh jalan menuju pembebasan melalui menggunakan berbagai upaya-kausalya untuk memberikan manfaat dan kedamaian kepada semua makhluk.
Balinbhuja Yaksaraja memperoleh jalan menuju pembebasan melalui secara menyeluruh memasuki makna dari semua Dharma. Mahasenasurabadhati Yaksaraja memperoleh jalan menuju pembebasan melalui menjaga semua makhluk hidup, menyebabkan mereka tinggal berdiam di dalam Dharma, tiada satupun yang sia-sia. Prabhutartha Yaksaraja memperoleh jalan menuju pembebasan melalui meningkatkan himpunan kualitas kebajikan semua makhluk dan menyebabkan mereka selalu gembira. Mahaparvatasamsryabala Yaksaraja memperoleh jalan menuju pembebasan melalui dengan mudah mengingat dan menghasilkan cahaya kebijaksanaan dari kekuatan sang Buddha.

Pada waktu itu, Vaisravana Mahayaksaraja, melalui kekuatan sang Buddha, secara menyeluruh mengamati rombongan besar para Yaksa dan mengucapkan syair-gatha ini :

Kejahatan para makhluk hidup sangat parah dan mengerikan.
Selama ratusan ribu kalpa, mereka gagal melihat sang Buddha.
Mengalir dalam kehidupan dan kematian, mereka mengalami banyak penderitaan.
Demi menyelamatkan mereka, sang Buddha muncul di dunia ini.

Sang Tathāgata menyelamatkan dan melindungi semua di dunia.
Dia muncul dihadapan semua makhluk hidup,
Menghentikan kesengsaraan mereka di jalur perpindahan yang mengerikan.
Anayasenasvara memasuki pintu Dharma ini.

Karma jahat menciptakan hambatan berat bagi makhluk hidup.
Sang Buddha mengungkapkan sila yang luhur untuk menerobosnya.
Dia adalah lampu terang yang menerangi dunia.
Alaghumudrayudhadhara melihat Dharma ini.

Melampaui lautan kalpa, sang Buddha mengolah setiap praktek.
Dan memuji semua Buddha dari sepuluh penjuru.
Oleh sebab itu, kemuliaan-Nya menyebar jauh dan luas.
Mahaprajna memahami hal ini.

Kebijaksanaan-Nya tidak terbatas seperti ruang angkasa.
Dharmakaya-Nya sangat luas, besar, dan tidak terbayangkan.
Dengan demikian, Dia muncul di sepanjang sepuluh penjuru.
Jvalanetrisvara merenungkan hal ini.

Di tengah-tengah semua alam, Dia mengeluarkan suara yang menakjubkan,
Mengumumkan Dharma untuk menguntungkan para makhluk.
Ke mana pun suara-Nya tiba, penderitaan yang sangat banyak menjadi lenyap.
Vajranetra menyelami upaya-kausalya ini.

Semua makna yang mendalam dan luas,
Bisa diungkapkan dalam satu ucapan oleh sang Tathāgata.
Dharma ini secara meluas memenuhi dunia.
Balinbhuja tercerahkan begitu.

Para makhluk hidup berada di jalan yang menyimpang,
Sang Buddha mengungkapkan jalan yang benar dan tidak terbayangkan,
Membuat semua dunia menjadi wadah Dharma.
Mahasenasurabadhati memahami hal ini.

Semua tindakan kebajikan di dunia,
Berasal dari cahaya sang Buddha.
Lautan kebijaksanaan sang Buddha tidak bisa dipahami.
Prabhutartha terbebaskan karenanya.

Mengingat kalpa yang tidak terhitung jumlahnya di masa lalu,
Sang Buddha mengolah sepuluh kekuatan
Dan mampu menyempurnakan semua Bala;
Mahaparvatasamsryabala memahami hal ini.

Selanjutnya, Upakaraprajna Mahoragaraja memperoleh jalan menuju pembebasan melalui menggunakan semua kekuatan batin dan upaya-kausalya untuk menyebabkan para makhluk hidup mengumpulkan kebajikan. Sphutapratapasvara Mahoragaraja memperoleh jalan menuju pembebasan melalui menyebabkan semua makhluk hidup menyingkirkan penderitaan dan mencapai kegembiraan yang sejuk. Paramajnanalamkarasikha Mahoragaraja memperoleh jalan menuju pembebasan melalui menyebabkan semua makhluk hidup yang berpikiran baik ataupun buruk untuk memasuki gejala kejadian yang murni. Sundaranetrisvara Mahoragaraja memperoleh jalan menuju pembebasan melalui memahami kesamaan dari semua kekuatan kebajikan tanpa kemelekatan. Dipadhvaja Mahoragaraja memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mengajar semua makhluk hidup dan menyebabkan mereka meninggalkan kegelapan yang menakutkan. Paramaprabhaketu Mahoragaraja memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mengetahui kebajikan dari semua Buddha dan bergembira. Simhavaksa Mahoragaraja memperoleh jalan menuju pembebasan melalui keberanian dan tenaga menjadi penyelamat semua makhluk hidup. Bahulalamkarasvara Mahoragaraja memperoleh jalan menuju pembebasan melalui menyebabkan semua makhluk hidup menimbulkan kegembiraan yang tanpa batas kapanpun dipikirkan. Sumerudrdha Mahoragaraja memperoleh jalan menuju pembebasan melalui tetap teguh tidak bisa diguncang dalam menghadapi semua kondisi, hingga akhirnya mencapai pantai seberang. Pramodikaprabha Mahoragaraja memperoleh jalan menuju pembebasan melalui memperlihatkan jalan kesamaan kepada semua makhluk yang tidak sama.

Pada waktu itu, Upakaraprajna Mahoragaraja, melalui kekuatan sang Buddha, secara menyeluruh mengamati rombongan besar para Mahoraga dan mengucapkan syair-gatha ini :

Renungkanlah sifat alami yang murni dari sang Tathāgata,
Yang mewujudkan cahaya agung dimana-mana untuk menguntungkan semua jenis makhluk.
Yang memperlihatkan jalan embun yang manis, membuat mereka jelas dan sejuk.
Semua penderitaan hilang selamanya, tanpa landasan.

Semua makhluk hidup yang menghuni lautan keberadaan,
Terperangkap dan tertutupi oleh angan-angan khayalan dan karma buruk.
Dia memperlihatkan kepada mereka praktek dari gejala kejadian yang hening-tenang.
Sphutapratapasvara dengan cekatan memahami hal ini.

Kebijaksanaan sang Buddha tanpa tandingan, tidak terbayangkan.
Dia sepenuhnya mengetahui pikiran semua makhluk.
Dia menjelaskan Dharma yang murni kepada mereka.
Paramajnanalamkarasikha tercerahkan begitu.

Para Buddha yang tidak terhitung muncul di dunia,
Menjadi lapangan kebajikan bagi semua makhluk hidup.
Lautan besar dari kebajikan Mereka sangat dalam tidak terukur.
Sundaranetrisvara sepenuhnya melihat hal ini.

Semua makhluk menderita kesedihan dan ketakutan.
Para Buddha muncul dimana-mana, menyelamatkan mereka,
Membentang di mana-mana di seluruh dharmadhatu dan ruang angkasa.
Ini adalah dunia dari Dipadhvaja.

Kebajikan dari satu pori sang Buddha,
Tidak bisa diukur dengan menyatukan semua makhluk di dunia ini.
Itu adalah yang tidak terbatas dan tidak habis-habisnya, seperti ruang angkasa.
Ini dilihat oleh Paramaprabhaketu.

Sang Tathāgata menembus semua gejala kejadian,
Menyadari sifat alami dari semua gejala kejadian.
Tidak tergoyahkan, Dia diam seperti gunung sumeru.
Simhavaksa masuk kedalam pintu Dharma ini.

Sepanjang kalpa yang luas di masa lalu, sang Buddha,
Menghimpun lautan kebahagiaan yang dalam tanpa akhir.
Oleh sebab itu, mereka yang melihat-Nya menjadi sangat senang.
Bahulalamkarasvara memasuki Dharma ini.

Memahami dharmadhatu merupakan yang tidak berbentuk,
Lautan paramita sepenuhnya disempurnakan.
Cahaya-Nya yang hebat dimana-mana menyelamatkan makhluk hidup.
Sumerudrdha mengetahui upaya-kausalya ini.

Merenungkan kekuatan berdaulat dari sang Tathāgata.
Secara tetap Dia muncul di mana-mana di sepuluh penjuru,
Menyinari dan mencerahkan semua makhluk hidup.
Pramodikaprabha memasuki ini dengan mahir.

Selanjutnya, Suksmajnanabhasaloka Kinnararaja memperoleh jalan menuju pembebasan melalui secara menyeluruh membangkitkan kebahagiaan melalui semua perbuatan. Supuspadhvaja Kinnararaja memperoleh jalan menuju pembebasan melalui menghasilkan kebahagiaan Dharma yang tiada tandingan, dan menyebabkan semua makhluk mengalami kesenangan dan kegembiraan. Nanalamkara Kinnararaja memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mencapai gudang keyakinan murni yang sangat besar, yang dihasilkan dari kesempurnaan kebajikan. Tosanada Kinnararaja memperoleh jalan menuju pembebasan melalui selalu menghasilkan suara yang menyenangkan, menyebabkan mereka yang mendengarnya terbebas dari kesedihan dan ketakutan. Ratnadrumaprabha Kinnararaja memperoleh jalan menuju pembebasan melalui dengan belas kasih mendirikan semua makhluk hidup di dalam pemahaman yang tercerahkan dari objek pikiran. Preksakamanorama Kinnararaja memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mewujudkan tubuh dengan banyak bentuk yang sangat indah. Paramabhasalamkara Kinnararaja memperoleh jalan menuju pembebasan melalui memahami karma yang menghasilkan penyempurnaan semua jenis hiasan terunggul. Supuspadhvaja Kinnararaja memperoleh jalan menuju pembebasan melalui merenungkan ganjaran yang dihasilkan dari semua karma dunia. Bhumikampabala Kinnararaja memperoleh jalan menuju pembebasan melalui selalu melakukan perbuatan yang menguntungkan para makhluk hidup. Duhsattvanirjayati Kinnararaja memperoleh jalan menuju pembebasan melalui sepenuhnya mengetahui pikiran dari semua Kinnara dan dengan mahir mengendalikan mereka.

Pada waktu itu, Suksmajnanabhasaloka Kinnararaja, melalui kekuatan sang Buddha, secara menyeluruh mengamati rombongan besar para Kinnara dan mengucapkan syair-gatha ini :

Semua kegembiraan di dunia
Timbul dari melihat sang Buddha.
Sang Guru menguntungkan semua makhluk,
Menjadi penyelamat dan tempat perlindungan bagi semua.

Dia menghasilkan semua kebahagiaan dan sukacita,
Yang para makhluk terima tanpa akhir.
Dia menyebabkan semua yang melihat tidak sia-sia.
Supuspadhvaja tercerahkan begitu.

Lautan kebajikan sang Buddha tidak habis-habisnya,
Tiada ujung atau batas yang dapat ditemukan.
Cahaya-Nya menerangi seluruh sepuluh penjuru.
Inilah pembebasan Nanalamkara.

Suara sang Tathāgata yang indah selalu dipancarkan,
Mengungkapkan Dharma sejati yang tiada kekhawatiran.
Makhluk hidup yang mendengarnya bersukacita dengan senang.
Tosanada percaya, dan menerimanya.

Saya merenungkan kekuatan berdaulat dari sang Tathāgata,
Yang timbul dari pengolahan-Nya di masa lalu.
Dengan belas kasih yang besar, Dia menyelamatkan makhluk, memurnikan mereka.
Ratnadrumaprabha memahami hal ini.

Kesempatan untuk melihat sang Tathāgata adalah sulit.
Para makhluk mungkin menemui Satu di dalam jutaan kalpa.
Yang dihiasi mahā-purusa-laksanah dengan lengkap.
Preksakamanorama melihat hal ini.

Mengamati pengetahuan dan kebijaksanaan besar dari sang Tathāgata,
Menanggapi keinginan semua makhluk hidup.
Memberitakan kepada semua orang jalan sarvaj˝aj˝ānā.
Paramabhasalamkara memahami hal ini.

Lautan karma sangat luas tidak terbayangkan.
Penderitaan dan sukacita makhluk hidup timbul darinya.
Sang Buddha menunjukkan kebenaran ini.
Supuspadhvaja mengetahui hal ini.

Kekuatan batin sang Buddha tidak henti-hentinya.
Di semua penjuru arah, bumi terus berguncang.
Meskipun tidak ada makhluk hidup yang menyadarinya,
Bhumikampabala memahami hal ini.

Menunjukkan kekuatan batin-Nya diantara orang banyak.
Dia memancarkan sinar untuk membangunkan mereka,
Memperlihatkan semua keadaan dari Tathāgata.
Duhsattvanirjayati bisa mengamati ini.

Selanjutnya, Mahavegabala Garudendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui dengan mata yang tanpa kemelekatan dan yang tidak terhalang mengamati segala sesuatu di alam para makhluk hidup. Anucchedaratnasikha Garudendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui tinggal berdiam di dharmadhatu dan mengajar para makhluk hidup. Vimalavega Garudendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mencapai kekuatan semangat yang menyempurnakan semua paramita. Avaivartibuddhi Garudendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mengembangkan kekuatan keberanian yang mendatangkan keadaan dari Tathāgata. Samudralambyabala Garudendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui memasuki lautan kebijaksanaan yang luas dari perbuatan Buddha. Acalavimalaprabha Garudendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui menolong para makhluk hidup yang berbeda-beda dan yang tidak terhitung untuk menyempurnakan kebijaksanaan mereka. Siksalamkrtasikha Garudendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui menghiasi tempat perlindungan Buddhadharma. Sarvatrasadyaprakata Garudendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mencapai kekuatan yang tidak bisa dihancurkan dari kesabaran. Sagaradarsana Garudendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mengetahui bentuk fisik dari semua makhluk hidup dan mewujudkan bentuk untuk mereka dengan sesuai. Samantasvaravisalanetra Garudendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui kebijaksanaan yang memahami kegiatan semua makhluk hidup dari kelahiran dan kematian.

Pada waktu itu, Mahavegabala Garudendra, melalui kekuatan sang Buddha, secara menyeluruh mengamati rombongan besar para Garuda dan mengucapkan syair-gatha ini :

Mata sang Buddha sangat luas dan tanpa batas,
Melihat semua wilayah di seluruh sepuluh penjuru.
Para makhluk hidup di dalamnya tidak terhitung banyaknya.
Menampilkan penembusan batin yang hebat, Dia menjinakkan mereka semua.

Kekuatan penembusan batin sang Buddha tidak terhalang.
Dia duduk di bawah Pohon Bodhi di seluruh sepuluh penjuru,
Memberitakan Dharma seperti awan yang mengisi semua tempat.
Anucchedaratnasikha mendengar ini dan tidak menolaknya.

Di masa lalu, sang Buddha mengolah berbagai praktek,
Secara menyeluruh memurnikan maha-paramita yang luas.
Memberikan persembahan kepada semua Tathāgata.
Vimalavega percaya dengan mendalam.

Di setiap pori-pori dari sang Tathāgata,
Praktek yang tidak terbatas secara menyeluruh muncul di dalam satu pikiran,
Keadaan Buddhatva yang tidak terbayangkan adalah seperti ini.
Avaivartibuddhi dengan jelas melihat semuanya.

Praktek sang Buddha sangat luas dan tidak terbayangkan.
Para makhluk hidup tidak bisa mengukur kedalamannya.
Lautan kualitas kebajikan dan kebijaksanaan sang Guru
Adalah tempat latihan untuk Samudralambyabala.

Cahaya kebijaksanaan sang Tathāgata yang tidak terbatas,
Dapat menghancurkan jaring ketidaktahuan dan angan-angan para makhluk hidup,
Melindungi mereka di semua dunia.
Acalavimalaprabha mempertahankan ini.

Tempat perlindungan dari Dharma sangatlah luas, dan tanpa batas,
Pintu gerbangnya berbagai jenis dan tidak bisa dihitung.
Sang Tathāgata muncul di dunia untuk membukanya lebar-lebar.
Siksalamkrtasikha mengerti dan memasukinya.

Dharmakaya dari semua Buddha adalah satu.
'Tathātā (kenyataan)' adalah yang sama dan tidak berbeda.
Sang Buddha selalu tinggal berdiam melalui kekuatan ini.
Sarvatrasadyaprakata mengajarkan ini sepenuhnya.

Di masa lalu, sang Buddha menyelamatkan para makhluk di semua alam,
Memancarkan cahaya di seluruh dunia.
Menggunakan berbagai upaya-kausalya, dia menunjukkan penjinakan dan penaklukkan.
Sagaradarsana tercerahkan pada pintu Dharma tertinggi ini.

Sang Buddha melihat semua wilayah,
Semuanya menetap di lautan karma.
Dia menurunkan hujan Dharma pada mereka semua.
Pembebasan dari Samantasvaravisalanetra seperti ini.

Selanjutnya, Rahu Asurendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui muncul sebagai pemimpin yang dihormati oleh orang banyak. Vemacitri Asurendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui memunculkan kalpa yang tidak terhitung. Kausalamaya Asurendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui memadamkan penderitaan semua makhluk hidup dan memurnikan mereka. Mahaparivara Asurendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui menghiasi diri sendiri dengan mengolah semua praktek pertapaan. Maha Balin Asurendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui menyebabkan alam-alam yang tidak terbatas di sepuluh penjuru berguncang. Sarvavyaprabha Asurendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui menggunakan berbagai jenis upaya-kausalya untuk dengan aman mendirikan semua makhluk hidup. Drdhacarascaryalamkara Asurendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui dimana-mana mengumpulkan akar kebajikan yang tidak bisa dihancurkan dan memurnikan semua kemelekatan. Mahahetuprajna Asurendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui menjadi pemimpin dengan kekuatan belas kasih yang besar dan terbebas dari keraguan. Atigunabhati Asurendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui menyebabkan semua makhluk dimana-mana melihat para Buddha, melayani dan membuat persembahan, dan mengolah akar kebajikan. Rsvasvara Asurendra memperoleh jalan menuju pembebasan melalui praktek kesamaan tidak memihak yang memasuki semua alam makhluk.

Pada waktu itu, Rahu Asurendra, melalui kekuatan sang Buddha, secara menyeluruh mengamati rombongan besar para Asura dan mengucapkan syair-gatha ini :

Di semua perkumpulan majelis besar di sepuluh penjuru,
Sang Buddha yang paling unik diantara mereka.
Pancaran cahaya-Nya setara dengan ruang angkasa,
Dimana-mana muncul dihadapan semua makhluk hidup.

Buddhaksetra dalam ratusan juta kalpa,
Secara jelas muncul dalam ruang angkasa dengan sekejap,
Memancarkan cahaya dimana-mana untuk mengubah para makhluk.
Vemacitra sangat memuji hal ini dengan bersukacita.

Alam dari Tathāgata adalah yang tidak tertandingi.
Terus-menerus memberikan manfaat dengan berbagai pintu Dharma,
Melenyapkan penderitaan makhluk hidup.
Kausalamaya melihat hal ini.

Mempraktekkan pertapaan selama kalpa yang tidak terhitung,
Dia menolong para makhluk hidup dan memurnikan dunia.
Dengan demikian, kebijaksanaan Muni sepenuhnya tersempurnakan.
Mahaparivara melihat sang Buddha begitu.

Tanpa hambatan, tiada bandingannya, penembusan batin yang hebat,
Mengguncang semua wilayah di sepanjang sepuluh penjuru,
Tanpa menimbulkan ketakutan pada makhluk hidup.
Maha Balin memahami hal ini.

Sang Buddha muncul di dunia untuk menyelamatkan semua makhluk.
Mengungkapkan jalan menuju 'sarvaj˝aj˝ānā (kebijaksanaan yang mengetahui semua)',
Menyebabkan semua makhluk untuk membuang penderitaan dan mencapai kebahagiaan.
Sarvavyaprabha menjelaskan makna ini.

Semua lautan kebajikan di dunia
Secara menyeluruh dimurnikan, terwujud melalui kekuatan sang Buddha.
Sang Buddha memperlihatkan tempat pembebasan.
Drdhacarascaryalamkara memasuki jalan ini.

Tubuh belas kasih sang Buddha tidak tertandingi,
Membentang kemana-mana tanpa halangan, terlihat oleh semua orang.
Seperti pantulan bayangan, Dia muncul di dunia.
Mahahetuprajna mengumumkan kualitas kebajikan ini.

Langka, tiada bandingannya, kekuatan penembusan batin yang besar,
Menampilkan tubuh-tubuh-Nya di dharmadhatu.
Masing-masing duduk di bawah pohon Bodhi.
Atigunabhati menjelaskan makna ini.

Sang Tathāgata telah mengolah praktek selama tiga masa waktu,
Melewati semua alam keberadaan hingga memutar 'Dharmacakra (Roda Dharma)'.
Dia membebaskan semua makhluk dari penderitaan tanpa mengabaikan seorangpun.
Rsvasvara memuji hal ini.

Selanjutnya, Harmyavikasata Divasuradhipati memperoleh jalan menuju pembebasan melalui dimana-mana memasuki semua dunia. Prajnagandhasuti Divasuradhipati memperoleh jalan menuju pembebasan melalui dimana-mana mengamati semua makhluk hidup, menolong dan menguntungkan mereka semua, membuat mereka bahagia dan puas. Paramanandalamkara Divasuradhipati memperoleh jalan menuju pembebasan melalui secara tanpa batas memancarkan sinar cahaya yang menyenangkan. Gandhapuspavicitraprabha Divasuradhipati memperoleh jalan menuju pembebasan melalui membangkitkan keyakinan murni dan pemahaman pada pikiran makhluk hidup yang tidak terbatas. Sarvausadhicayana Divasuradhipati memperoleh jalan menuju pembebasan melalui kekuatan untuk mengumpulkan dan menyusun cahaya yang meliputi semua. hullanetravardhayati Divasuradhipati memperoleh jalan menuju pembebasan melalui secara menyeluruh mencerahkan semua makhluk hidup yang menderita ataupun yang bahagia, menyebabkan mereka memperoleh 'Dharmasukha (Kegembiraan Pada Dharma)'. arvatadisasandarsana Divasuradhipati memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mewujudkan berbagai jenis tubuh di dalam dharmadhatu di sepuluh penjuru. Mahakarunaprabha Divasuradhipati memperoleh jalan menuju pembebasan melalui menyelamatkan semua makhluk hidup, dan membuat mereka penuh kedamaian dan bahagia. Kusalamularasmiprabha Divasuradhipati memperoleh jalan menuju pembebasan melalui membangkitkan kekuatan yang meliputi semua yang menghasilkan kesenangan dan menyempurnakan kualitas kebajikan. Supuspamala Divasuradhipati memperoleh jalan menuju pembebasan melalui kemasyhuran dimana-mana dan menguntungkan semua makhluk yang melihatnya.

Pada waktu itu, Harmyavikasata Divasuradhipati, melalui kekuatan sang Buddha, secara menyeluruh mengamati rombongan besar para Divasura dan mengucapkan syair-gatha ini :

Seperti ruang angkasa, kebijaksanaan sang Buddha tidak habis-habisnya.
Cahaya-Nya bersinar secara menyeluruh sepanjang sepuluh penjuru.
Dia sepenuhnya mengetahui pola pikiran semua makhluk hidup.
Tidak ada dunia yang tidak Dia masuki.

Terhadap semua makhluk, Dia tahu kesukaan mereka masing-masing.
Dengan sesuai, Dia membabarkan lautan Dharma kepada mereka.
Ungkapan dan makna, yang luas dan menjangkau jauh, masing-masing berbeda,
Prajnagandhasuti sepenuhnya melihat hal ini.

Sang Buddha memancarkan cahaya yang menerangi dunia.
Mereka yang melihatnya bersukacita, tiada yang sia-sia.
Itu memperlihatkan alam yang sangat luas mendalam dari keheningan-tenang.
Paramanandalamkara memahami hal ini.

Sang Buddha menurunkan hujan Dharma tanpa batas,
Yang membawa kebahagiaan bagi semua yang menyaksikannya.
Akar kebaikan tertinggi dilahirkan dari ini.
Gandhapuspavicitraprabha tercerahkan begitu.

Pintu dharma yang membawa masuk semua dan kekuatan kebangkitan,
Yang telah diolah sejak kalpa masa lalu, semuanya termurnikan.
Semua ini adalah demi keselamatan para makhluk hidup:
Sarvausadhicayana memahami hal ini.

Dengan berbagai upaya-kausalya mengubah makhluk hidup,
Semua yang melihat atau mendengar mendapatkan manfaat,
Menyebabkan mereka semua menari sukacita!
Phullanetravardhayati melihat hal ini.

Muncul dalam menanggapi seluruh dunia,
Meliputi sepuluh penjuru dharmadhatu.
Zat-Nya adalah yang tiada keberadaan ataupun yang tidak:
Sarvatadisasandarsana memasuki ini.

Makhluk hidup berkelana dalam bahaya dan kesulitan.
Dengan belas-kasih, sang Tathāgata muncul di dunia ini,
Membuat mereka menyingkirkan segala jenis penderitaan:
Mahakarunaprabha tinggal berdiam di dalam jalan pembebasan ini.

Makhluk hidup terselubung dalam kegelapan, tenggelam dalam malam tanpa henti.
Sang Buddha mengkhotbahkan Dharma kepada mereka, mendatangkan fajar,
Sehingga mereka menemukan kebahagiaan dan menyingkirkan penderitaan:
Kusalamularasmiprabha memasuki pintu ini.

Luas kebajikan sang Tathagata menyerupai ruang angkasa:
Dari itu, semua kebajikan di dunia muncul keluar.
Tiada yang dilakukan-Nya yang pernah dilakukan dengan sia-sia:
Supuspamala mencapai pembebasan ini.

Selanjutnya, Samantagunavimalaprabha Ratrasuradhipati memperoleh jalan menuju pembebasan melalui keberanian besar yang dihasilkan dari kegembiraan dalam Dhyana-samadhi yang hening tenang. Lokavalokitesukhacaksu Ratrasuradhipati memperoleh jalan menuju pembebasan melalui kualitas kebajikan besar yang murni dan yang menyenangkan. Lokasusasararaksa Ratrasuradhipati memperoleh jalan menuju pembebasan melalui dimana-mana mewujudkan diri di dunia untuk menjinakkan para makhluk hidup. Santasamudrasvara Ratrasuradhipati memperoleh jalan menuju pembebasan melalui menghimpun kebahagiaan besar di dalam pikiran. Samantamangalanimittakara Ratrasuradhipati memperoleh jalan menuju pembebasan melalui suara dari ucapan menyenangkan yang bebas dan mendalam. Samantavrksapuspavikasakara Ratrasuradhipati memperoleh jalan menuju pembebasan melalui gudang kegembiraan yang penuh cahaya. Samaraksapusita Ratrasuradhipati memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mencerahkan para makhluk hidup dan mematangkan akar kebajikan mereka. Surataviharin Ratrasuradhipati memperoleh jalan menuju pembebasan melalui belas kasih yang tanpa batas menyelamatkan dan melindungi para makhluk hidup. Sasvatanandindriya Ratrasuradhipati memperoleh jalan menuju pembebasan melalui dimana-mana mewujudkan pintu belas kasih besar yang indah. Vimalavaratanoti Ratrasuradhipati memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mengabulkan keinginan semua makhluk hidup.

Pada waktu itu, Samantagunavimalaprabha Ratrasuradhipati, melalui kekuatan sang Buddha, secara menyeluruh mengamati rombongan besar para Ratrasura dan mengucapkan syair-gatha ini :

Anda harus merenungkan praktek sang Buddha:
luas seperti ruang angkasa, yang dicirikan dengan keheningan-tenang.
Lautan nafsu keinginan yang tanpa batas telah Dia murnikan sepenuhnya,
Keagungan-Nya yang tanpa noda menerangi sepuluh penjuru.

Semua makhluk senang melihat sang Buddha,
Meskipun dalam lautan kalpa yang tidak terhitung, mungkin hanya terlihat sekali.
Dengan belas kasih besar, memperhatikan semua makhluk, Dia menjangkau semua.
Pintu pembebasan ini dilihat oleh Lokavalokitesukhacaksu.

Sang Nayaka menyelamatkan dan melindungi semua dunia,
Semua makhluk melihat-Nya dihadapan mereka.
Dia mampu memurnikan semua alam keberadaan.
Lokasusasararaksa mengamati hal ini.

Di masa lalu, sang Buddha mengolah samudra kegembiraan,
Yang sangat luas, tidak terbatas, dan tidak terukur.
Karena itu, orang-orang yang melihat-Nya bersukacita:
Santasamudrasvara memahami hal ini.

Keadaan sang Tathāgata tidak dapat diukur.
Meski diam, Dia bisa berbicara diseluruh sepuluh penjuru,
Menyebabkan pikiran semua makhluk menjadi murni:
Samantamangalanimittakara mendengarnya dan bersukacita.

Di tengah-tengah para makhluk hidup yang tidak memiliki kebajikan,
Susunan hiasan kebajikan besar sang Buddha bersinar dengan indah,
Memperlihatkan kepada mereka Dharma hening-tenang yang terbebas dari debu dunia.
Samantavrksapuspavikasakara tercerahkan pada Dharma ini.

Menampilkan kekuatan batin yang hebat di seluruh sepuluh penjuru,
Menjinakkan semua makhluk hidup,
Dia menyebabkan mereka melihat berbagai ciri bentuk-Nya:
Samaraksapusita merenungkan hal ini.

Di masa lampau, Sang Tathāgata menggunakan setiap waktu,
Memurnikan samudra upaya-kausalya dan belas kasihan,
Demi menyelamatkan dunia, tiada tempat yang Dia gagal jalani:
Surataviharin terbebaskan oleh ini.

Para makhluk hidup tidak tahu, selalu kacau.
Kegigihan pikiran mereka yang beracun memang mengerikan.
Sang Tathāgata dengan belas kasih muncul di dunia demi mereka.
Sasvatanandindriya tercerahkan oleh ini dan bergembira.

Dulu, sang Buddha mengolah praktek demi semua makhluk,
Untuk memuaskan cita-cita mereka.
Oleh karena itu, Dia berhasil mengembangkan ciri-ciri kualitas kebajikan.
Vimalavaratanoti memasuki hal ini.

Selanjutnya, Samantasthita Diksasuradhipati memperoleh jalan menuju pembebasan melalui dimana-mana menyelamatkan para makhluk. Samantaprabha memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mengubah semua makhluk hidup dan menolong mereka mencapai karma penembusan batin. Rasmiprabhavyuha memperoleh jalan menuju pembebasan melalui memancarkan cahaya yang besar yang menghancurkan semua rintangan kegelapan dan mendatangkan kegembiraan. Samantanivaritaviharin memperoleh jalan menuju pembebasan melalui muncul di semua tempat dengan tanpa usaha yang sia-sia. Atyantamohapariccheda memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mengungkapkan nama dan julukan dari Buddha yang setara dengan jumlah semua makhluk hidup, yang menghasilkan pahala kebajikan. Samantavimalakasaviharin memperoleh jalan menuju pembebasan melalui terus-menerus menghasilkan suara yang sangat indah, menyebabkan semua yang mendengarnya menjadi bahagia. Mahameghanadadhvaja memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mendatangkan hujan dimana-mana seperti Naga, menyebabkan para makhluk hidup bergembira. Avighnacaksusikha memperoleh jalan menuju pembebasan melalui kekuatan berdaulat untuk memperlihatkan karma dari semua makhluk hidup tanpa membeda-bedakan. Samantalokakarmavalokate memperoleh jalan menuju pembebasan melalui memeriksa berbagai jenis karma dari para makhluk di dalam semua alam keberadaan. Samantavalokiteviharin memperoleh jalan menuju pembebasan melalui menggembirakan semua makhluk hidup dengan membuat semua usaha keras mereka membuahkan hasil.

Pada waktu itu, Samantasthita Diksasuradhipati, melalui kekuatan sang Buddha, secara menyeluruh mengamati rombongan besar para Diksasura dan mengucapkan syair-gatha ini :

Sang Tathāgata muncul di dunia ini dengan bebas,
Untuk mengajar semua makhluk hidup,
Mengungkapkan pintu Dharma, membuat mereka paham dan masuk,
Menempattkan mereka untuk mencapai kebijaksanaan yang tidak tertandingi.

Dengan penembusan batin yang tidak terbatas, sebanyak jumlah makhluk hidup,
Menampilkan berbagai bentuk sesuai dengan keinginan mereka.
Dan semua yang meihat-Nya menjadi lolos dari penderitaan.
Inilah kekuatan pembebasan Samantaprabha.

Sang Buddha, di lautan para makhluk yang terhalang oleh kegelapan,
Mewujudkan cahaya besar dari lampu Dharma kepada mereka.
Cahaya itu bersinar di mana-mana dan dilihat oleh semua orang.
Rasmiprabhavyuha terbebaskan begitu.


Terakhir diubah oleh skipper tanggal Fri Oct 27, 2017 11:25 pm, total 33 kali diubah
avatar
skipper

Jumlah posting : 467
Join date : 27.11.08
Age : 29

Lihat profil user http://aryamahayana.forumup.com

Kembali Ke Atas Go down

Om Samantabhadra Hum

Post by skipper on Fri Sep 22, 2017 11:47 pm

Memiliki berbagai jenis suara di semua dunia,
Dia memutar roda Dharma, dan tiada yang tidak mengerti.
Penderitaan para makhluk hidup yang mendengar-Nya menjadi berhenti.
Samantanivaritaviharin tercerahkan begitu.

Sebanyak jumlah nama yang ada di semua dunia,
Nama para Buddha muncul sebanding banyaknya,
Menyebabkan semua makhluk hidup terbebas dari ketidaktahuan.
Ini adalah bidang dari Atyantamohapariccheda.

Jika ada makhluk hidup yang datang kehadapan sang Buddha,
Dan mendengar suara sang Tathāgata yang indah,
Kegembiraan besar tidak akan gagal memenuhi pikiran mereka.
Samantavimalakasaviharin memahami Dharma ini.

Sang Buddha, di dalam setiap ksana (ksana=satuan waktu tercepat),
Dimana-mana menurunkan hujan Dharma yang tidak terbatas,
Memadamkan penderitaan semua makhluk hidup sepenuhnya.
Mahameghanadadhvaja mengetahui hal ini.

Lautan karma di seluruh dunia
Diperlihatkan oleh sang Buddha dengan sama tanpa perbedaan.
Menyebabkan semua makhluk menyingkirkan karma angan-angan khayalan.
Avighnacaksusikha memahami hal ini.

Tingkat dari sarvaj˝aj˝ānā tidak ada batasnya.
Semua berbagai jenis pikiran para makhluk hidup,
Sang Tathāgata sepenuhnya melihatnya dengan jelas.
Pintu yang sangat luas ini dimasuki oleh Samantalokakarmavalokate.

Sang Buddha mengolah berbagai macam praktek di masa lalu.
Sepenuhnya menyempurnakan paramita yang tidak terbatas.
Dengan belas kasih menolong semua makhluk hidup.
Samantavalokiteviharin terbebaskan begitu.

Selanjutnya, Samantavimalatejavabhasa Akasasuradhipati memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mengetahui pikiran para makhluk hidup di dalam semua alam keberadaan. Samantavistaraduraparyatati memperoleh jalan menuju pembebasan melalui dimana-mana memasuki dharmadhatu. Mangalavatakara memperoleh jalan menuju pembebasan melalui memahami bentuk-bentuk fisik dari objek yang tidak terbatas. Anivaritakseminasthita memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mampu menghilangkan rintangan dari angan-angan khayalan pada semua makhluk yang disebabkan oleh karma. Vistirnapadasusikha memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mengamati dan merenungkan lautan yang luas dari praktek besar. Avartaprabhajvala memperoleh jalan menuju pembebasan melalui memancarkan cahaya belas kasih besar untuk menolong semua makhluk hidup dari kesusahan. Apratihatajayabala memperoleh jalan menuju pembebasan melalui masuk kedalam kekuatan dari semua kebajikan yang terbebas dari kemelekatan. Vimalaprabha memperoleh jalan menuju pembebasan melalui menyebabkan pikiran dari semua makhluk terbebaskan dari selubung dan menjadi murni. Gambhiravibhvamanjughosa memperoleh jalan menuju pembebasan melalui secara menyeluruh melihat sepuluh penjuru dengan cahaya kebijaksanaan. Dasadiksavyaprabha memperoleh jalan menuju pembebasan melalui muncul dimana-mana di semua dunia tanpa berpindah dari tempatnya.

Pada waktu itu, Samantavimalatejavabhasa Akasasuradhipati, melalui kekuatan sang Buddha, secara menyeluruh mengamati rombongan besar para Akasasura dan mengucapkan syair-gatha ini :

Mata sang Tathagata yang luas,
Murni seperti ruang angkasa,
Melihat semua makhluk hidup,
Dan sepenuhnya jelas.

Cahaya besar dari tubuh sang Buddha,
Menerangi sepuluh penjuru arah.
Mewujudkan diri tinggal berdiam di semua tempat.
Samantavistaraduraparyatati mengamati Jalan ini.

Tubuh sang Buddha sama seperti ruang angkasa.
Tidak dilahirkan, tidak melekat pada apapun.
Tidak bisa dimengerti dan kosong oleh sifat alaminya.
Mangalavatakara melihat hal ini.

Selama kalpa yang tidak terbatas, sang Tathagata,
Telah secara luas mengajarkan jalan dari semua Muni,
Demi menghapuskan hambatan pada semua makhluk hidup.
Anivaritakseminasthita tercerahkan di Pintu ini.

Saya merenungkan praktek Bodhi,
Yang dihimpun oleh sang Buddha di masa lalu,
Semuanya demi mendamaikan dunia.
Vistirnapadasusikha mempraktekkan keadaan ini.

Di semua alam makhluk hidup,
Yang berputar dalam lautan kelahiran dan kematian,
Sang Buddha memancarkan cahaya yang mengakhiri semua penderitaan.
Avartaprabhajvala melihat hal ini.

Gudang kebajikan murni-Nya,
Adalah lapangan berkah bagi dunia,
Dengan kebijaksanaan mencerahkan semua.
Apratihatajayabala tercerahkan begitu.

Para makhluk hidup terselubung dalam ketidaktahuan,
Mengembara di jalan yang berbahaya.
Sang Buddha memancarkan cahaya kepada mereka.
Vimalaprabha juga menyaksikannya.

Kebijaksanaan-Nya tidak terbatas,
Muncul di semua wilayah,
Cahaya-Nya menerangi dunia.
Gambhiravibhvamanjughosa melihat sang Buddha begitu.

Demi menyelamatkan makhluk hidup, sang Buddha,
Mengolah praktek di sepanjang sepuluh penjuru.
Itulah pranidhana-Nya yang luar biasa.
Dasadiksavyaprabha merenungkan hal ini.

Selanjutnya, Avartaprabha Vayusuradhipati memperoleh jalan menuju pembebasan melalui ámasuk kedalam semua 'ajaran Buddha (Buddhadharma)' dan semua dunia. Samantavikramakarmaprakata Vayusuradhipati memperoleh jalan menuju pembebasan melalui membuat persembahan yang luas kepada semua Buddha yang muncul di wilayah yang tidak terhitung. Meghadhvajapraharavata Vayusuradhipati memperoleh jalan menuju pembebasan melalui melenyapkan penyakit dari semua makhluk hidup dengan angin yang wangi. Prabhavyuha Vayusuradhipati memperoleh jalan menuju pembebasan melalui menghasilkan akar kebajikan di dalam semua makhluk hidup dan menyebabkan mereka menghancurkan gunung rintangan yang berat. áJalasosabala Vayusuradhipati memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mengalahkan tentara mara yang tidak terbatas jumlahnya. Samantamahanadavasita Vayusuradhipati memperoleh jalan menuju pembebasan melalui melenyapkan ketakutan semua makhluk hidup. Sakhavilagnasikha Vayusuradhipati memperoleh jalan menuju pembebasan melalui kekuatan dari lautan 'kefasihan (pratibhana)', masuk kedalam ciri-ciri yang sesungguhnya dari semua gejala kejadian. Avighnayasa Vayusuradhipati memperoleh jalan menuju pembebasan melalui gudang upaya-kausalya untuk menjinakkan dan menaklukkan semua makhluk hidup. Nanaharmya Vayusuradhipati memperoleh jalan menuju pembebasan melalui masuk kedalam pintu dhyana-samadhi yang hening-tenang dan melenyapkan kegelapan dari ketidaktahuan yang dalam. Mahasamantarasmiprabha Vayusuradhipati memperoleh jalan menuju pembebasan melalui kekuatan yang tidak terhalang untuk selaras dengan semua makhluk hidup.

Pada waktu itu, Avartaprabha Vayusuradhipati, melalui kekuatan sang Buddha, secara menyeluruh mengamati rombongan besar para Vayusura dan mengucapkan syair-gatha ini :

Dharma dari semua Buddha adalah yang paling mendalam.
Dengan upaya-kausalya yang tidak terhalang, masuk kemana-mana.
Muncul selalu di semua dunia,
Tiada tanda, tanpa bentuk, tanpa gambar.

Mengamati sang Tathagata di masa lalu,
Dalam sekejap satu pikiran, memuja para Buddha yang tidak terhitung.
Praktik Bodhi yang berani seperti ini,
Samantavikramakarmaprakata memahaminya.

Tidak terbayangkan penyelamatan sang Tathagata terhadap dunia,
Tidak satu pun cara yang digunakan-Nya sia-sia.
Sepenuhnya membebaskan semua makhluk dari semua kesengsaraan.
Meghadhvajapraharavata terbebaskan begitu.

Para makhluk hidup yang tanpa kebajikan menderita banyak kesakitan,
Selubung yang berat dan penghalang yang tebal selalu menipu mereka.
Sang Buddha membawa mereka semua mencapai pembebasan.
Prabhavyuha mengetahui hal ini.

Kekuatan batin sang Tathagata yang luas;
Menaklukkan semua tentara mara..
Dia memiliki berbagai upaya-kausalya untuk penaklukkan.
Jalasosabala merenungkan hal ini.

Sang Buddha memancarkan suara yang halus dari pori-pori-Nya,
Yang membentang dimana-mana di seluruh dunia,
Menyebabkan semua penderitaan dan ketakutan berakhir:
Samantamahanadavasita memahami hal ini.

Sang Buddha, di lautan semua wilayah,
Terus berkhotbah selama kalpa yang tidak terbayangkan.
Kefasihan yang luar biasa dari tingkat Tathagata ini,
Di pahami oleh Sakhavilagnasikha.

Kebijaksanaan sang Buddha memasuki semua jalan upaya-kausalya,
Sepenuhnya terbebas dari hambatan.
Keadaan-Nya dalah yang tidak terbatas dan tiada bandingannya.
Inilah pembebasan Avighnayasa.

Keadaan sang Tathagata adalah yang tanpa batas.
Dimana-mana, Dia memperlihatkannya dengan uapaya-kausalya,
Namun tubuh-Nya hening tenang dan tanpa bentuk.
Inilah pintu pembebasan Nanaharmya.

Sang Tathagata mengolah praktek selama lautan kalpa,
Dan telah menyempurnakan kekuatan sepenuhnya.
Dia menyesuaikan cara duniawi untuk menanggapi makhluk hidup.
Mahasamantarasmiprabha mengamati hal ini.

Selanjutnya, Samantaprabhajvalakosa Agnisuradhipati memperoleh jalan menuju pembebasan melalui melenyapkan kegelapan di semua dunia. Samantaprabhasamajadhvaja Agnisuradhipati memperoleh jalan menuju pembebasan melalui melenyapkan angan-angan khayalan para makhluk hidup dan penderitaan mereka dari berkelana tanpa tujuan dan terik yang menyiksa. Mahasamantarasmiprabha Agnisuradhipati memperoleh jalan menuju pembebasan melalui gudang belas kasih besar dan kekuatan berkat meningkat yang kukuh. Vicitramadi Agnisuradhipati memperoleh jalan menuju pembebasan melalui merenungkan kekuatan penembusan batin sang Tathagata yang perwujudan-Nya tidak terbatas. Amitabhasikha Agnisuradhipati memperoleh jalan menuju pembebasan melalui menemukan cahaya yang bersinar di seluruh alam ruang angkasa yang tanpa batas. Anekajvalacaksu Agnisuradhipati memperoleh jalan menuju pembebasan melalui menyadari cahaya yang hening-tenang yang berasal dari semua jenis berkat. Dasadiksamadisumeruparvatayati Agnisuradhipati memperoleh jalan menuju pembebasan melalui memadamkan api penderitaan semua makhluk hidup di semua dunia. áVicitraprabhadhipa Agnisuradhipati memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mencerahkan semua makhluk hidup di semua dunia dengan mudah. Tamoghnaprabha Agnisuradhipati memperoleh jalan menuju pembebasan melalui selamanya menghancurkan semua ketidaktahuan dan kemelekatan pandangan. Meghanadasani Agnisuradhipati memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mengeluarkan auman gemuruh yang besar sebagai hasil terpenuhinya ikrar.

Pada waktu itu, Samantaprabhajvalakosa Agnisuradhipati, melalui kekuatan sang Buddha, secara menyeluruh mengamati rombongan besar para Agnisura dan mengucapkan syair-gatha ini :

Renungkan kekuatan semangat sang Tathagata:
Selama koti kalpa yang luas dan tidak terbayangkan,
Dia muncul di dunia untuk menolong para makhluk hidup,
Menghilangkan semua kegelapan yang menghalang.

Para makhluk hidup dalam kebodohan membuat berbagai pandangan,
Nafsu mereka sama seperti arus deras dan kobaran api;
Dengan upaya kausalya, sang Nayaka menghapuskannya.
Samantaprabhasamajadhvaja memahami hal ini.

Berkat dan kebajikan-Nya seperti ruang angkasa, tidak pernah berakhir.
Tiada batasnya yang bisa ditemukan.
Inilah kekuatan belas kasih sang Buddha yang tidak berubah.
Mahasamantarasmiprabha menyadari hal ini dan sangat senang.

Saya merenungkan praktek sang Tathagata:
Yang membentang melalui kalpa tanpa batas,
Dan mewujudkan kekuatan batin.
Vicitramadi memahami hal ini.

Tidak terbayangkan, praktek yang disempurnakan-Nya selama koti kalpa;
Yang tiada seorangpun yang bisa menemukan batasnya.
Sang Buddha memberitakan ciri-ciri yang sesungguhnya dari semua gejala kejadian, membahagiakan semua.
Ini di lihat oleh Amitabhasikha.

Seluruh perkumpulan majelis besar di sepuluh penjuru,
Melihat sang Buddha muncul di hadapan mereka.
Cahaya yang hening-tenang menerangi dunia.
Anekajvalacaksu memahami hal ini.

Sang Muni muncul di seluruh dunia.
Duduk di dalam setiap istana-Nya.
Menurunkan hujan Maha Vaipulya Dharma yang tanpa batas.
Ini adalah keadaan batin dari Dasadiksamadisumeruparvatayati.

Kebijaksanaan Buddha adalah yang paling mendalam.
Berdaulat atas segala sesuatu, Dia muncul di dunia ini.
Mampu menjelaskan semua kebenaran sejati.
Vicitraprabhadhipa menyadari ini dan bergembira.

Kebodohan pandangan menghasilkan selubung kegelapan.
Para makhluk hidup yang tertipu, mengembara tanpa henti.
Untuk mereka,sang Buddha membuka pintu Dharma yang menakjubkan.
Tamoghnaprabha masuk dan tercerahkan begitu.

Pintu gerbang dari ikrar para Buddha sangat Luas dan tidak terbayangkan.
Bala dan Paramita-Nya telah dibudidayakan dan dimurnikan.
Semua-Nya muncul di dunia sesuai ikrar masa lampau-Nya.
Meghanadasani memahami hal ini.

Selanjutnya, Samantameghadhvaja Jalasuradhipati memperoleh jalan menuju pembebasan melalui belas kasih sama-rata menguntungkan semua makhluk hidup. Samudravelameghanada Jalasuradhipati memperoleh jalan menuju pembebasan melalui terhiasi dengan Dharma yang tanpa batas. Abhiramacakrasikha Jalasuradhipati memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mengamati mereka yang bisa diajar dan mengumpulkan mereka dengan upaya-kausalya. Upayakausalyavarta Jalasuradhipati memperoleh jalan menuju pembebasan melalui dimana-mana mengumumkan keadaan yang paling mendalam dari para Buddha. Vimalagandhasamgraha Jalasuradhipati memperoleh jalan menuju pembebasan melalui dimana-mana mewujudkan cahaya murni yang terang. Punyasetuprabhasvara Jalasuradhipati memperoleh jalan menuju pembebasan melalui memurnikan dharmadhatu sehingga tiada ciri-ciri dan sifat alami. Tosamukti Jalasuradhipati memperoleh jalan menuju pembebasan melalui membagikan lautan belas kasih besar yang tidak habis-habisnya. Suddhanandapriyasvara Jalasuradhipati memperoleh jalan menuju pembebasan melalui menjadi tambang kebahagiaan besar diantara rombongan para Bodhisattva di Bodhimanda. Samantavicitraprabhaprakata Jalasuradhipati memperoleh jalan menuju pembebasan melalui muncul dimana-mana dengan kekuatan kebajikan yang sangat luas dan tidak terhalang. Samudrapradhavagarjitasvara Jalasuradhipati memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mengamati semua makhluk hidup dan menghasilkan upaya kausalya seperti kekosongan untuk menjinakkan dan menaklukkan mereka.

Pada waktu itu, Samantameghadhvaja Jalasuradhipati, melalui kekuatan sang Buddha, secara menyeluruh mengamati rombongan besar para Jalasura dan mengucapkan syair-gatha ini :

Pintu gerbang dari belas kasih yang murni, sebanyak butiran debu disemua wilayah,
Bersama-sama diungkapkan di dalam satu tanda menakjubkan dari sang Tathagata;
Hal yang sama berlaku untuk setiap tanda-tanda-Nya.
Oleh karena itu, mereka yang memandang-Nya tidak pernah bosan.

Saat sang Bhagavan mengolah praktek di masa lalu,
Dia mengunjungi semua tempat tinggal Tathagata.
Dia mempraktekkan dalam berbagai cara, tidak pernah lalai:
Upaya-kausalya ini dimasuki oleh Samudravelameghanada.

Sang Buddha di seluruh sepuluh penjuru arah,
Diam, tidak bergerak, tidak datang atau pergi.
Namun mengajar para makhluk dengan tepat, membuat mereka semua bisa melihat.
Ini di pahami oleh Abhiramacakrasikha.

Keadaan dari sang Tathagata adalah yang tanpa batas, tidak terukur.
Semua makhluk hidup tidak dapat memahaminya.
Suara-Nya yang menakjubkan terdengar sepanjang sepuluh penjuru:
Inilah bidang keterampilan dari Upayakausalyavarta.

Cahaya sang Bhagavan tiada akhir.
Tidak terbayangkan, ia mengisi dharmadhatu.
Dia mengkhotbahkan Dharma, mengajar dan membebaskan makhluk hidup.
Vimalagandhasamgraha mengamati ini dengan baik.

Sang Tathagata murni seperti ruang angkasa,
Tanpa bentuk, tanpa tanda, muncul di sepuluh penjuru,
Namun menyebabkan semua makhluk melihat-Nya:
Punyasetuprabhasvara merenungkan hal ini.

Di masa lalu, sang Buddha mengembangkan maha-karuna,
Pikiran-Nya luas, menembus, menyesuaikan dengan makhluk hidup.
Oleh karena itu, Dia muncul di dunia sama seperti awan:
Jalan pembebasan ini dipahami Tosamukti .

Semua wilayah di sepuluh penjuru,
Terlihat sang Tathagata sedang duduk di kursi-Nya,
Dengan jelas terbangkitkan pada Maha Bodhi.
Suddhanandapriyasvara memasuki ini.

Tindakan sang Tathagata terbebas dari semua rintangan.
Dia mencakup semua wilayah di sepuluh penjuru.
Dimana-mana Dia menampilkan penembusan batin yang hebat.
Samantavicitraprabhaprakata tercerahkan begitu.

Dia mengolah upaya-kausalya yang tidak terbatas,
Setara dengan dunia makhluk hidup, mengisinya semua.
Tindakan yang halus dari penembusan batin-Nya tidak pernah berhenti.
Samudrapradhavagarjitasvara memasuki ini.

Selanjutnya, Ratnaprabhakara Samudrasuradhipati memperoleh jalan menuju pembebasan melalui tidak membeda-bedakan dalam menganugerahkan lautan berkat kepada para makhluk hidup sehingga tubuh mereka terhiasi, seperti dengan permata yang sangat banyak. Vajraketu Samudrasuradhipati memperoleh jalan menuju pembebasan melalui menggunakan upaya-kausalya untuk melindungi akar kebajikan para makhluk hidup. Vimala Samudrasuradhipati memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mengeringkan lautan penderitaan semua makhluk hidup. Sarvajalamadi Samudrasuradhipati memperoleh jalan menuju pembebasan melalui menyebabkan semua makhluk hidup keluar dari jalan kejahatan. Subharatnacandra Samudrasuradhipati memperoleh jalan menuju pembebasan melalui dimana-mana menghancurkan kegelapan dari ketidaktahuan. Supuspanagasikha Samudrasuradhipati memperoleh jalan menuju pembebasan melalui memadamkan penderitaan semua alam makhluk hidup dan menganugerahkan kebahagiaan dan kedamaian. Samantaprabharasadhara Samudrasuradhipati memperoleh jalan menuju pembebasan melalui memurnikan semua makhluk hidup dari pandangan dan sifat alami ketidaktahuan mereka. Puspaprabharatnajvala Samudrasuradhipati memperoleh jalan menuju pembebasan melalui menghasilkan tekad mencapai Bodhi, yang adalah benih sifat alami yang menghasilkan semua permata. Suvajrasikha Samudrasuradhipati memperoleh jalan menuju pembebasan melalui lautan kualitas kebajikan dari pikiran yang tidak terguncangkan. Samudravelameghanada Samudrasuradhipati memperoleh jalan menuju pembebasan melalui memasuki samadhi yang menjadi pintu gerbang semesta untuk masuk ke dharmadhatu.

Pada waktu itu, Ratnaprabhakara Samudrasuradhipati, melalui kekuatan sang Buddha, secara menyeluruh mengamati rombongan besar para Samudrasura dan mengucapkan syair-gatha ini :

Selama lautan kalpa yang tidak terbayangkan dan luas,
Dia memberikan persembahan kepada semua Tathagata,
Menyalurkan kebajikan ini kepada semua makhluk di mana-mana.
Inilah sebabnya kemuliaan-Nya tiada bandingannya.

Dia muncul di semua sistem dunia,
Mengetahui sifat dan keinginan setiap makhluk.
Demi mereka, Dia mengkhotbahkan lautan Maha Dharma.
Vajraketu tercerahkan pada ini dengan sukacita.

Tidak terbayangkan, hujan deras dari awan Dharma
Yang dianugerahkan oleh sang Nayaka di seluruh dunia.
Ini mengeringkan lautan penderitaan yang tidak terbatas:
Vimala memasuki pintu Dharma ini.

Makhluk hidup terselubung dalam penderitaan,
Mengembara dalam semua kondisi, tunduk pada semua kesengsaraan.
Untuk mereka, Dia mengungkapkan 'tingkat keBuddhaan (Buddhatva)'.
Sarvajalamadi memasuki pintu ini.

Sang Buddha selama lautan kalpa yang tidak terbayangkan,
Mengolah semua praktek yang tidak habis-habisnya,
Memotong putus selamanya jaring khayalan para makhluk.
Subharatnacandra mengerti dan memasuki ini.

Sang Buddha melihat para makhluk hidup yang selalu takut,
Berputar di lautan kelahiran dan kematian.
Untuk mereka, dia menunjukkan Jalan Tathagata yang tiada tanding:
Supuspanagasikha memahaminya dan bergembira.

Tingkat Buddha adalah yang tidak terbayangkan,
Itu setara dengan ruang angkasa dan seluruh dharmadhatu,
Dia bisa membersihkan semua jaring khayalan para makhluk:
Samantaprabharasadhara mampu memberitakannya.

Mata Buddha sungguh murni dan tidak terbayangkan,
Melihat segala sesuatu dengan lengkap.
Dia menunjukkan kepada makhluk hidup jalan yang unggul.
Puspaprabharatnajvala memahami hal ini.

Pasukan mara yang besar dan tidak terhitung jumlahnya
Semuanya dihancurkan dalam sekejap.
Pikiran-Nya tidak terganggu dan tidak terbayangkan.
Suvajrasikha memiliki upaya-kausalya ini.

Mengkhotbahkan suara yang menakjubkan di sepuluh penjuru,
Itu meliputi seluruh dharmadhatu.
Inilah keadaan samadhi dari sang Tathagata.
Samudravelameghanada mempraktekkan tingkat ini.

Selanjutnya, Samantajavarayakara Nadisura memperoleh jalan menuju pembebasan melalui dimana-mana menurunkan hujan Dharma yang tanpa batas. Samantajalakarasrotasvisuddha Nadisura memperoleh jalan menuju pembebasan melalui muncul dihadapan semua makhluk hidup dan menyebabkan mereka selamanya terbebas dari semua penderitaan. Virajamalacaksu Nadisura memperoleh jalan menuju pembebasan melalui menggunakan upaya-kausalya dari belas kasih besar untuk membersihkan debu angan-angan khayalan semua makhluk hidup. Dasadiksanadin Nadisura memperoleh jalan menuju pembebasan melalui terus memancarkan suara yang menguntungkan para makhluk. Sattvaraksa Nadisura memperoleh jalan menuju pembebasan melalui selalu baik hati dan tidak pernah menyusahkan makhluk hidup. Ataptavimalaprabha Nadisura memperoleh jalan menuju pembebasan melalui menampilkan semua akar kebajikan yang murni dan menakjubkan. Samantapramodakara Nadisura memperoleh jalan menuju pembebasan melalui menyempurnakan praktek memberi dan membebaskan semua makhluk dari kekikiran dan kemelekatan. Mahagunaparamadhvaja Nadisura memperoleh jalan menuju pembebasan melalui menjadi lapangan berkat yang membahagiakan semua. Sarvalokadyutikaraprabha Nadisura memperoleh jalan menuju pembebasan melalui menyebabkan semua makhluk yang tercemar menjadi murni dan yang marah menjadi bergembira. Sagaragunaprabha Nadisura memperoleh jalan menuju pembebasan melalui menyebabkan semua makhluk hidup memasuki lautan pembebasan dan terus mengalami kebahagiaan penuh.

Pada waktu itu, Samantajavarayakara Nadisura, melalui kekuatan sang Buddha, secara menyeluruh mengamati rombongan besar para Nadisura dan mengucapkan syair-gatha ini :

Dahulu, sang Tathagata, demi semua makhluk hidup,
Mengolah praktek yang tidak terbatas dari lautan Dharma.
Sama seperti hujan deras yang menghapus terik-panas,
Dia memadamkan panas penderitaan makhluk hidup.

Sang Buddha, di kalpa masa lalu yang tidak terhitung,
Memurnikan dunia dengan cahaya panidhana-Nya,
Menyebabkan mereka yang telah matang mencapai Bodhi:
Samantajalakarasrotasvisuddha tercerahkan pada ini.

Dengan maha-karuna dan upaya-kausalya terhadap banyak makhluk,
Dia muncul di hadapan mereka, terus membimbing,
Membersihkan kotoran dari penderitaan.
Virajamalacaksu melihat ini dan bergembira dengan mendalam.

Sang Buddha mengucapkan suara yang menakjubkan, membuat semua mendengar.
Dengan senang hati, para makhluk hidup dipenuhi sukacita,
Penderitaan mereka yang tidak terhingga menjadi lenyap.
Dasadiksanadin terbebaskan begitu.

Dahulu, sang Buddha mengolah Bodhisattvacarya,
Demi menolong para makhluk hidup selama kalpa yang tidak terhingga.
Oleh sebab itu, cahaya-Nya yang cemerlang meliputi dunia.
Sattvaraksa mengingatnya dengan sukacita.

Di masa lalu, sang Buddha mengolah praktek demi makhluk hidup,
Menerapkan berbagai upaya-kausalya untuk mematangkan mereka.
Di mana-mana, memurnikan lautan berkat, melenyapkan semua penderitaan.
Ataptavimalaprabha melihatnya dengan sukacita.

Pintu gerbang dari berdana.adalah yang tidak habis-habisnya,
Yang memberikan manfaat bagi semua makhluk,
Membuat mereka yang menyaksikannya terbebas dari kemelekatan.
Samantapramodakara tercerahkan begitu.

Dahulu, sang Buddha mengolah upaya-kausalya demi Bodhi,
Mengembangkan lautan kebajikan yang tidak terbatas.
Membuat mereka yang menyaksikannya menjadi gembira.
Mahagunaparamadhvaja menyadarinya dengan bergembira.

Dia sepenuhnya membersihkan kekotoran makhluk hidup,
Dengan belas kasih yang sama-rata bahkan terhadap yang jahat.
Oleh sebab itu, cahaya-Nya memancar ke seluruh ruang angkasa.
Sarvalokadyutikaraprabha melihatnya dengan gembira.

Sang Buddha adalah lapangan berkat, lautan kebajikan,
Memimpin semua untuk berpisah dengan kejahatan,
Bahkan memimpin semua ke Maha Bodhi.
Ini adalah pembebasan Sagaragunaprabha.

Selanjutnya, Komalasurasa Sasyasura memperoleh jalan menuju pembebasan melalui memberikan rasa Dharma kepada semua makhluk hidup sehingga mereka mengembangkan tubuh Buddha. Kalakusumavimalaprabha Sasyasura memperoleh jalan menuju pembebasan melalui menyebabkan semua makhluk hidup mengalami kegembiraan besar dan kebahagiaan. Vikrantaviryarogyakaya Sasyasura memperoleh jalan menuju pembebasan melalui menggunakan pintu Dharma yang sempurna untuk memurnikan semua alam keberadaan. Prayus Sasyasura memperoleh jalan menuju pembebasan melalui melihat kekuatan penembusan batin tanpa batas yang dengan belas kasih di gunakan oleh sang Buddha untuk menunjukkan pengajaran. Samantamulaphalajanati Sasyasura memperoleh jalan menuju pembebasan melalui dimana-mana memperlihatkan lapangan berkat dari Buddha, dan menyebabkan para makhluk menanam benih yang tidak bisa dihancurkan. Vicitralamkaramandalasikha Sasyasura memperoleh jalan menuju pembebasan melalui menyebabkan bunga dari keyakinan murni mekar di dalam para makhluk hidup. Prakledanavimalapuspa Sasyasura memperoleh jalan menuju pembebasan melalui dengan belas kasih menyelamatkan para makhluk hidup dan meningkatkan lautan berkat dan kebajikan mereka. Sugandhanispadana Sasyasura memperoleh jalan menuju pembebasan melalui secara luas mempertunjukkan semua cara dari praktek Bodhi. Sampreksakapramodin Sasyasura memperoleh jalan menuju pembebasan melalui menyebabkan semua makhluk di dharmadhatu meninggalkan kemalasan dan kegelisahan sehingga mereka semua menjadi murni. Vimalasuddhaprabha Sasyasura memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mengamati akar kebajikan dari semua makhluk hidup, menjelaskan Dharma dengan cara yang sesuai, mendatangkan kegembiraan dan kepuasan kepada orang banyak.

Pada waktu itu, Komalasurasa Sasyasura, melalui kekuatan sang Buddha, secara menyeluruh mengamati rombongan besar para Sasyasura dan mengucapkan syair-gatha ini :

Lautan kebajikan sang Tathagata yang tidak tertandingi,
Muncul di mana-mana sebagai lampu terang yang menyinari dunia.
Menyelamatkan dan melindungi semua makhluk hidup,
Dia memberikan kedamaian pada semua, tidak mengabaikan satu pun.

Kebajikan sang Bhagavan adalah yang tanpa batas.
Tiada makhluk yang mendengarnya dengan sia-sia.
Itu menyebabkan mereka meninggalkan penderitaan dan selalu bahagia.
Kalakusumavimalaprabha memahami hal ini.

Kekuatan sang Sugata seluruhnya tersempurnakan,
Muncul di dunia, dihiasi dengan kualitas kebajikan.
Semua makhluk hidup benar-benar dijinakkan.
Vikrantaviryarogyakaya memahami dan mencapai Dharma ini.

Dulu, sang Buddha mengolah lautan belas kasih yang besar.
Pikiran-Nya ditujukan pada setiap makhluk di dunia.
Oleh sebab itu, kekuatan penembusan batin-Nya tiada batas.
Prayus melihat hal ini.

Sang Buddha terus muncul di seluruh dunia.
Tiada satu pun dari upaya-kausalya-Nya yang digunakan sia-sia.
Dia sepenuhnya memurnikan angan-angan dan penderitaan para makhluk:
Samantamulaphalajanati terbebaskan begitu.

Sang Buddha adalah lautan kebijaksanaan besar di dunia,
Yang memancarkan cahaya murni yang mencapai dimana-mana.
Oleh karena itu, semuanya melahirkan keyakinan besar dan tekad kuat.
Vicitralamkaramandalasikha memahami dan memasuki ini.

Sang Tathagata, mengamati dunia, memunculkan belas kasihan.
Muncul demi memberi manfaat kepada makhluk hidup,
Memperlihatkan jalan tertinggi dari ketenangan dan kebahagiaan:
Prakledanavimalapuspa terbebaskan begitu.

Praktek murni yang diolah oleh sang Sugata,
Sepenuhnya diberitakan di bawah pohon Bodhi.
Ajaran pengubahan seperti itu memenuhi sepuluh penjuru arah:
Sugandhanispadana mendengar dan menerimanya.

Untuk yang ada di dunia, Sang Buddha menampakkan kemunculan,
Membebaskan dari kesusahan, membangkitkan sukacita besar,
Dia memurnikan semua sifat dan cita-cita.
Sampreksakapramodin tercerahkan begitu.

Sang Tathagata muncul di banyak dunia,
Mengamati kecenderungan semua makhluk,
Dan mematangkan mereka dengan berbagai upaya-kausalya.
Ini adalah jalan menuju pembebasan Vimalasuddhaprabha.

Selanjutnya, Mangala Ausadhisura memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mengamati pikiran dari semua makhluk dan dengan rajin mengumpulkannya. Candanavana Ausadhisura memperoleh jalan menuju pembebasan melalui menggunakan cahaya untuk mengumpulkan semua makhluk hidup dan menyebabkan mereka yang melihatnya tidak sia-sia. Vimalaprabha Ausadhisura memperoleh jalan menuju pembebasan melalui menggunakan upaya- kausalya yang murni untuk memadamkan penderitaan semua makhluk hidup. Samantayasa Ausadhisura memperoleh jalan menuju pembebasan melalui menggunakan kemasyhuran untuk memperluas lautan akar kebajikan. Jvalakupa Ausadhisura memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mengangkat bendera belas kasih besar yang dengan cepat meringankan semua penyakit. Samantabhaisajyavisuddha Ausadhisura memperoleh jalan menuju pembebasan melalui menyembuhkan semua makhluk hidup yang buta dan menyebabkan mata kebijaksanaan mereka menjadi jelas. Nardana Ausadhisura memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mengumumkan ucapan Buddha dan menjelaskan makna-makna yang berbeda dari semua gejala kejadian. Suryavirocaterasmiketu Ausadhisura memperoleh jalan menuju pembebasan melalui menjadi penasehat semua makhluk hidup, menyebabkan mereka yang melihatnya menghasilkan akar kebajikan. Dasadiksasphatadrsti Ausadhisura memperoleh jalan menuju pembebasan melalui tambang dari belas kasih besar yang murni, yang membangkitkan keyakinan dan tekad para makhluk hidup dengan cara upaya-kausalya. Viryavrddhilocana Ausadhisura memperoleh jalan menuju pembebasan melalui menyebabkan para makhluk mengingat Buddha, yang dengan jalan itu melenyapkan semua penyakit mereka.

Pada waktu itu, Mangala Ausadhisura, melalui kekuatan sang Buddha, secara menyeluruh mengamati rombongan besar para Ausadhisura dan mengucapkan syair-gatha ini :

Kebijkasanaan sang Tathagata adalah yang tidak terbayangkan.
Dia sepenuhnya memahami pikiran semua makhluk.
Dan dengan segala macam kekuatan dari upaya-kausalya,
Memadamkan angan-angan dan kesengsaraan yang tidak terukur dari orang banyak.

Upaya-kausalya dari sang Maha Vira adalah yang tidak bisa diukur.
Tidak ada yang Dia lakukan dengan sia-sia.
Tanpa berhenti menyebabkan penderitaan para makhluk menjadi lenyap.
Candanavana tercerahkan begitu.

Renungkan Dharma semua Buddha dengan cara ini:
Setelah mengolah dengan tekun selama kalpa yang tidak terbatas,
Tiada kemelakatan pada apapun.
Vimalaprabha memasuki jalan ini.

Sang Buddha sulit ditemukan dalam ratusan ribu kalpa.
Jika ada orang yang bisa melihat-Nya atau mendengar nama-Nya,
Ini pasti akan memberikan keuntungan.
Samantayasa memahami hal ini.

Sang Tathagata, dari setiap pori-pori-Nya,
Memancarkan cahaya terang yang memadamkan semua bencana,
Menyebabkan semua penderitaan dunia berakhir.
Jvalakupa memasuki jalan ini.

Semua makhluk hidup dibutakan oleh ketidaktahuan.
Khayalan dan karma mereka menyebabkan penderitaan yang tiada habisnya.
Sang Buddha menyingkirkan ini dan mengungkapkan kebijaksanaan yang mencerahkan.
Samantabhaisajyavisuddha mengamati hal ini.

Suara tunggal sang Tathagata adalah yang tidak terbatas.
Ini bisa membuka semua lautan pintu Dharma.
Makhluk hidup yang mendengarnya mendapatkan pemahaman yang lengkap.
Ini adalah pembebasan Nardana.

Amati kebijaksanaan Buddha yang tidak terbayangkan.
Secara menyeluruh muncul di semua alam untuk menyelamatkan semua makhluk,
Semua yang melihat Dia menjadi mengikuti ajaran-Nya.
Inilah wawasan mendalam Suryavirocaterasmiketu.

Lautan belas kasih besar dan upaya-kausalya sang Tathataga,
Dihasilkan demi menguntungkan orang-orang di dunia.
Membuka lebar jalan yang benar kepada makhluk hidup.
Dasadiksasphatadrsti memahami hal ini.

Sang Tathagata memancarkan cahaya cemerlang ke mana-mana,
Menerangi semua makhluk di sepuluh penjuru tanpa gagal,
Menyebabkan mereka mengingat sang Buddha dan melakukan kebajikan.
Inilah jalan menuju pembebasan Viryavrddhilocana.

Selanjutnya, Meghapuspavistara Vana deva memperoleh jalan menuju pembebasan melalui gudang yang luas dari lautan kebijaksanaan yang tanpa batas. Vipatakarasmipuskalaskandha Vana deva memperoleh jalan menuju pembebasan melalui dimana-mana secara luas mengolah kemurnian. Tejamucavitapadhara Vana deva memperoleh jalan menuju pembebasan melalui menyebabkan tunas dari berbagai jenis keyakinan murni menjadi tumbuh. Vimalabhadrapattra Vana deva memperoleh jalan menuju pembebasan melalui menghimpun semua jenis hiasan murni dari kualitas kebajikan. Vilagnajvalaratna Vana deva memperoleh jalan menuju pembebasan melalui terus melihat seluruh dharmadhatu melalui pintu gerbang semesta dari kebijaksanaan murni. Vimalaprabha Vana deva memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mengetahui lautan kegiatan dari semua makhluk hidup dan menyebarkan awan Dharma. Pramodikameghanirghosa Vana deva memperoleh jalan menuju pembebasan melalui menanggung semua suara yang tidak menyenangkan dan mengucapkan suara yang murni. Sarvavyapigandhaprabha Vana deva memperoleh jalan menuju pembebasan melalui memperlihatkan di sepuluh penjuru praktek yang luas, yang diolah di masa lampau. Prthupajasuksmaprabha Vana deva memperoleh jalan menuju pembebasan melalui menggunakan semua kualitas kebajikan untuk menguntungkan mereka yang di dunia. Puspaphalarasaprabha Vana deva memperoleh jalan menuju pembebasan melalui menyebabkan semua orang melihat sang Buddha muncul di dunia, selalu mengingat dengan hormat dan tidak pernah lupa, dan menghias sang Tambang Kebajikan.

Pada waktu itu, Meghapuspavistara Vana deva, melalui kekuatan sang Buddha, secara menyeluruh mengamati rombongan besar para Vanasura dan mengucapkan syair-gatha ini :

Di masa lalu, sang Buddha mengolah praktek Bodhi,
Kebajikan, dan kebijaksanaan-Nya sepenuhnya sempurna.
Memiliki semua Bala yang siap digunakan,
Dia muncul di dunia dengan memancarkan cahaya cemerlang.

Aspek belas-kasih-Nya adalah yang tidak terbatas seperti jumlah makhluk.
Sang Tathagata memurnikan mereka semua di kalpa masa lampau.
Oleh sebab itu, Dia bisa memberikan keuntungan kepada makhluk di dunia.
Vipatakarasmipuskalaskandha memahami hal ini.

Jika makhluk melihat sang Buddha meski satu kali,
Dia pasti akan membawa mereka kedalam lautan keyakinan yang dalam,
Secara menyeluruh menunjukkan kepada mereka jalan Tathagata.
Inilah pembebasan Tejamucavitapadhara.

Kualitas kebajikan yang terkumpul dalam satu pori tunggal,
Tidak bisa sepenuhnya dijelaskan di dalam lautan kalpa.
Upaya-kausalya dari para Buddha adalah yang tidak terbayangkan,
Vimalabhadrapattra memahami makna yang mendalam ini.

Saya ingat bagaimana sang Tathagata di masa lampau,
Memuja para Buddha yang jumlah-Nya seperti butiran debu ksetra.
Dihadapan setiap dari Mereka, kebijaksanaan-Nya secara bertahap tumbuh cemerlang.
Vilagnajvalaratna memahami hal ini.

Lautan perbuatan dari semua makhluk hidup,
Diketahui sang Bhagavan dalam sekejap satu pikiran.
Kebijaksanaan yang luas dan tidak terhalang ini,
Dipahami oleh Vimalaprabha.

Selalu melantunkan suara yang indah dan hening-tenang dari sang Tathagata,
Membangkitkan kebahagiaan yang tanpa bandingan dimana-mana,
Menyebabkan semua menjadi tercerahkan sesuai dengan kecenderungan dan pemahaman mereka.
Ini adalah metode praktek dari Pramodikameghanirghosa.

Sang Tathagata memperlihatkan kekuatan batin yang besar,
Yang membentang diseluruh sepuluh penjuru,
Menyebabkan semua perbuatan masa lampau-Nya menjadi terlihat.
Sarvavyapigandhaprabha memasuki jalan ini.

Para makhluk hidup tidak jujur dan tidak melakukan kebajikan,
Tersesat dan terpedaya, mereka tenggelam dan menggelepar di kelahiran dan kematian.
Kepada mereka, Dia dengan jelas membuka jalan kebijaksanaan.
Prthupajasuksmaprabha melihat hal ini.

Sang Buddha, demi para makhluk yang tertimpa penghalang karma,
Muncul sekali di dunia setiap ratusan juta kalpa.
Menyebabkan mereka selalu melihat-Nya selama sisa waktu.
Puspaphalarasaprabha mengamati hal ini.

Selanjutnya, Pusparatnakuta Parvatasura memperoleh jalan menuju pembebasan melalui memasuki cahaya samadhi dari keheningan-tenang yang besar. Puspavanasusikha Parvatasura memperoleh jalan menuju pembebasan melalui membawa para makhluk hidup yang jumlahnya tidak terbayangkan ke kematangan melalui pengolahan akar kebajikan dari 'kebaikan (maitri)'. Samantarocanuccadhvaja Parvatasura memperoleh jalan menuju pembebasan melalui melihat kedalam pikiran dan kecenderungan semua makhluk, kemudian memurnikan indera mereka. Vimalaratnasikha Parvatasura memperoleh jalan menuju pembebasan melalui rajin berjuang penuh semangat selama lautan kalpa yang tidak terbatas tanpa lelah dan lalai. Dasadiksavirajatiprabha Parvatasura memperoleh jalan menuju pembebasan melalui menggunakan cahaya dari kualitas kebajikan yang tanpa batas untuk mencerahkan para makhluk. Mahabalaprabha Parvatasura memperoleh jalan menuju pembebasan melalui memperoleh kematangan diri yang sepenuhnya dan menyebabkan para makhluk hidup meninggalkan tingkah laku sesat. Sarvanirjayativicitraprabha Parvatasura memperoleh jalan menuju pembebasan melalui melenyapkan semua penderitaan tanpa menyisakan satupun. Suksmavikramacakra Parvatasura memperoleh jalan menuju pembebasan melalui menyebarkan cahaya Dharma, memperlihatkan kebajikan semua Tathagata. Samantacaksupratyaksadrsi Parvatasura memperoleh jalan menuju pembebasan melalui menyebabkan semua makhluk hidup menumbuhkan akar kebajikan, bahkan didalam mimpi mereka. Guhyavajracaksu Parvatasura memperoleh jalan menuju pembebasan melalui menampilkan lautan makna yang besar.

Pada waktu itu, Pusparatnakuta Parvatasura, melalui kekuatan sang Buddha, secara menyeluruh mengamati rombongan besar para Parvatasura dan mengucapkan syair-gatha ini :

Setelah mengolah praktik tertinggi yang tanpa batas di masa lalu
Sekarang Dia mencapai kekuatan batin yang tidak terbatas.
Secara luas membuka lebar pintu Dharma yang jumlahnya seperti butiran debu,
Menyebabkan semua makhluk hidup memahami dengan mendalam dan bergembira.

Tubuh-Nya, dihiasi dengan berbagai keistimewaan, muncul di seluruh dunia.
Memancarkan cahaya dari pori-pori-Nya, memurnikan semuanya.
Dengan upaya-kausalya dari maha-maitri, Dia mengajar semuanya.
Puspavanasusikha tercerahkan di jalan ini.

Tubuh sang Buddha muncul di mana-mana, tanpa batas,
Mengisi semua dunia di sepuluh penjuru.
Semua indera-Nya murni, menyenangkan semua orang yang melihat-Nya.
Samantarocanuccadhvaja memahami dan memasuki Dharma ini.

Selama kalpa, dengan rajin mengolah tanpa lalai.
Tidak terpengaruh hal-hal duniawi, menyerupai ruang angkasa.
Dengan berbagai upaya-kausalya, Dia mengubah para makhluk.
Vimalaratnasikha tercerahkan di pintu Dharma ini.

Buta dalam kegelapan, makhluk hidup memasuki jalan yang berbahaya.
Dengan belas-kasihan, sang Buddha memancarkan cahaya-Nya,
Membangunkan semua makhluk di dunia ini dari tidur mereka.
Setelah menyadari hal ini, Dasadiksavirajatiprabha sangat bergembira.

Secara luas mengolah praktek di semua alam keberadaan,
Dia memuja para Buddha yang banyaknya seperti butiran debu ksetra.
Menyebabkan para makhluk yang melihat-Nya lalu membuat Maha-Pranidhana.
Mahabalaprabha memasuki tingkat ini dengan jelas.

Melihat kesengsaraan makhluk hidup dalam perpindahan,
Yang selalu terjebak dalam semua rintangan karma mereka,
Dengan pancaran kebijaksanaan, Dia memadamkan kesengsaraan mereka.
Sarvanirjayativicitraprabha terbebaskan begitu.

Setiap pori-pori-Nya memancarkan suara yang halus,
Yang memuji para Buddha sesuai dengan batin para makhluk hidup,
Meliputi sepuluh penjuru, selama kalpa yang tidak terhitung.
Suksmavikramacakra memasuki jalan ini.

Sang Buddha muncul di seluruh sepuluh penjuru.
Menjelaskan Dharma yang halus dengan berbagai upaya-kausalya.
Dengan lautan praktek, menolong semua makhluk.
Samantacaksupratyaksadrsi tercerahkan begitu.

Pintu Dharma adalah yang tidak terbatas seperti lautan,
Dia menjelaskannya dengan suara tunggal, namun dimengerti oleh semua orang.
Sang Buddha mengkhotbahkan tanpa henti setiap hari.
Guhyavajracaksu menyelami upaya-kausalya ini.

Selanjutnya, Samantagunavimalapuspa Bhumi-deva memperoleh jalan menuju pembebasan melalui terus mengamati semua makhluk hidup dengan 'cinta-kasih (maitri)' dan 'belas-kasih (karuna)'. Drdhapunyalamkara Bhumi-deva memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mewujudkan kekuatan berkat dan kebajikan dari semua makhluk hidup. Supuspalamkaradruma Bhumi-deva memperoleh jalan menuju pembebasan melalui memasuki semua gejala-kejadian dan menghasilkan hiasan untuk semua Buddhaksetra. Samantaratnadana Bhumi-deva memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mengolah berbagai jenis samadhi, menyebabkan para makhluk hidup menyingkirkan kotoran yang menghalang. Vimalacaksukaladarsin Bhumi-deva memperoleh jalan menuju pembebasan melalui menyebabkan semua makhluk hidup selalu berjalan dengan gembira. Paramasubhacaksu Bhumi-deva memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mewujudkan semua jenis tubuh yang murni untuk menjinakkan para makhluk hidup. Gandhakesaprabha Bhumi-deva memperoleh jalan menuju pembebasan melalui memahami lautan kualitas kebajikan dan kekuatan besar yang menakjubkan dari semua Buddha. Pramodikasvara Bhumi-deva memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mengumpulkan lautan ucapan suara dari semua makhluk hidup. Supuspavartasikha Bhumi-deva memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mengetahui sifat alami tanpa noda yang meliputi semua Buddhaksetra. Vajralamkarakaya Bhumi-deva memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mengungkapkan semua yang terkandung di dalam Roda Dharma dari semua Buddha.

Pada waktu itu, Samantagunavimalapuspa Bhumi-deva, melalui kekuatan sang Buddha, secara menyeluruh mengamati rombongan besar para Bhumi-deva dan mengucapkan syair-gatha ini :

Pintu gerbang belas kasih yang dibuka oleh sang Tathagata,
Dalam setiap saat di masa lampau, tidak mampu di ceritakan semuanya.
Dia mengolah praktek itu tanpa henti,
Oleh sebab itu, Dia mencapai tubuh Vajra.

Gudang kebajikan dari semua makhluk hidup,
Dan juga dari para Bodhisattva di tiga masa waktu,
Semuanya muncul di pori-pori sang Tathagata.
Drdhapunyalamkara melihat hal ini dan bersukacita.

Keadaan samadhi-Nya yang luas dan hening-tenang,
Adalah yang tidak lahir, tidak binasa, tidak datang atau pergi,
Namun Dia memurnikan ksetra dan mengajar para makhluk.
Inilah pembebasan Supuspalamkaradruma.

Sang Buddha mengolah berbagai jenis praktek di masa lalu,
Membantu makhluk hidup menghancurkan semua rintangan berat.
Samantaratnadana melihat pembebasan ini,
Menghasilkan kegembiraan.

Alam dari sang Tathagata tidak ada batasnya.
Dia muncul setiap saat di seluruh dunia.
Vimalacaksukaladarsin merenungkan waktu,
Mengamati perbuatan sang Buddha dan bergembira.

Suara-Nya yang indah, tidak terbatas dan tidak terbayangkan,
Dimana-mana memadamkan penderitaan makhluk hidup.
Paramasubhacaksu tercerahkan pada ini,
Dan melihat kualitas kebajikan tertinggi sang Buddha yang tanpa batas.

Sang Buddha mewujudkan perubahan bentuk dari segala wujud,
Mengisi sepuluh penjuru dharmadhatu.
Gandhakesaprabha selalu mengamati sang Buddha,
Dimana-mana mengubah makhluk hidup dengan cara ini.

Suara-Nya yang menakjubkan membentang ke sepuluh penjuru,
Menjelaskan kepada para makhluk selama kalpa yang tidak terbatas.
Pramodikasvara setelah memahami hal ini,
Dengan penghormatan yang mendalam dan sukacita mendengar sang Buddha.

Cahaya awan harum keluar dari pori-pori sang Buddha,
Sesuai dengan keinginan makhluk hidup, meliputi dunia.
Semua yang melihat ini berkembang menjadi matang.
Supuspavartasikha merenungkan hal ini.

Kokoh dan tidak bisa dihancurkan seperti Vajra,
Tidak tergoyahkan seperti gunung Sumeru,
Demikianlah tubuh sang Buddha tinggal berdiam di dunia ini.
Vajralamkarakaya melihat hal ini dan bergembira.

Selanjutnya, Ratnasikhaprabha Nigama-deva memperoleh jalan menuju pembebasan melalui menguntungkan para makhluk hidup dengan upaya-kausalya. Subhapratimanditamadi Nigama-deva memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mengetahui indera para makhluk hidup, mengajar dan mematangkan mereka. Vimalasukharatna Nigama-deva memperoleh jalan menuju pembebasan melalui selalu dengan senang hati menyebabkan semua makhluk hidup menerima berbagai berkat kebajikan. Apasokavisuddhi Nigama-deva memperoleh jalan menuju pembebasan melalui menjadi tambang belas kasih besar yang menyelamatkan para makhluk dari ketakutan. Puspadipajvalacaksu Nigama-deva memperoleh jalan menuju pembebasan melalui kebijaksanaan besar dan pengetahuan semua. Jvaladhvajasampradarsitavyuha Nigama-deva memperoleh jalan menuju pembebasan melalui muncul dimana-mana dengan upaya-kausalya. Punyaprabha Nigama-deva memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mengamati semua makhluk hidup dan menyebabkan mereka mengolah lautan kebajikan yang luas. Vimalaprabha Nigama-deva memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mencerahkan semua makhluk hidup dari kegelapan ketidaktahuan. Gandhasikhalamkara Nigama-deva memperoleh jalan menuju pembebasan melalui merenungkan bagaimana kuasa kekuatan sang Tathagata secara menyeluruh menjinakkan para makhluk hidup di semua dunia. Subharatnaprabha Nigama-deva memperoleh jalan menuju pembebasan melalui dengan cahaya besar menghancurleburkan gunung penghalang yang merintangi para makhluk hidup.

Pada waktu itu, Ratnasikhaprabha Nigama-deva, melalui kekuatan sang Buddha, secara menyeluruh mengamati rombongan besar para Nigama-deva dan mengucapkan syair-gatha ini :

Sang 'Nayaka (Pembimbing)' sungguh tidak terbayangkan,
Dengan cahaya-Nya menyinari sepuluh penjuru arah.
Semua makhluk hidup melihat sang Buddha dihadapan,
Yang sedang mengajar dan mematangkan para makhluk yang tidak terhitung.

Indera dari setiap makhluk hidup berbeda-beda,
Sang Buddha mengetahui itu semua.
Subhapratimanditamadi memasuki pintu Dharma ini,
Dan hatinya bergembira.

Sang Tathagata mengolah praktek selama kalpa tanpa batas,
Melindungi Dharma para Buddha masa lampau,
Pikiran-Nya selalu dengan senang menerimanya.
Vimalasukharatna menyadari jalan ini.

Sang Tathagata di masa lampau telah memiliki kemampuan,
Untuk menyingkirkan ketakutan semua makhluk,
Dan selalu berkebaikan dan berbelas kasihan terhadap mereka.
Apasokavisuddhi memahami ini dengan bergembira.

Pengetahuan sang Buddha sangat luas dan tidak terbatas.
Sama seperti ruang angkasa, itu tidak bisa diukur.
Puspadipajvalacaksu menyadari ini, bersukacita,
Dan mempelajari kebijaksanaan sang Tathagata yang tidak terbayangkan.

Bentuk rupa sang Tathagata sama dengan jumlah makhluk hidup.
Sesuai dengan kecenderungan, mereka semua dibuat bisa melihat-Nya.
Jvaladhvajasampradarsitavyuha menyadari hal ini,
Dan mempraktikkan jalan ini, menjadi bahagia.

Sang Tathagata mengolah lautan kebajikan yang sangat banyak,
Yang murni, luas, dan tanpa batas.
Punyaprabha mengambil jalan ini,
Merenungkan dan memahaminya dengan sukacita.

Para makhluk hidup dalam ketidaktahuan mengembara melalui berbagai keberadaan,
Sama seperti yang terlahir buta di dunia tidak melihat apapun sama sekali.
Demi menolong mereka, sang Buddha muncul di dunia ini.
Vimalaprabha memasuki pintu ini.

Kekuatan sang Tathagata adalah yang tidak terbatas,
Sama seperti awan yang meliputi seluruh dunia.
Dia bahkan muncul di dalam mimpi untuk mengajar.
Gandhasikhalamkara mengamati hal ini.

Para makhluk hidup yang tergelapkan dalam ketidaktahuan seolah buta dan bisu,
Mereka tertutup oleh berbagai jenis selubung rintangan.
Cahaya sang Buddha menembus dan membukanya.
Subharatnaprabha memasuki jalan ini.

Selanjutnya, Vimalalamkaradhvaja Bodhimanda-deva memperoleh jalan menuju pembebasan melalui kekuatan ikrar yang besar untuk membuat pemujaan dari penghiasan yang luas kepada sang Buddha. Sumeruratnasubha Bodhimanda-deva memperoleh jalan menuju pembebasan melalui muncul dihadapan semua makhluk hidup dan menyempurnakan praktek 'Maha-Bodhi (Pencerahan yang besar).' Meghagarjanalaksanadhvaja Bodhimanda-deva memperoleh jalan menuju pembebasan melalui menyebabkan para makhluk hidup melihat sang Buddha sedang mengajarkan Dharma kepada mereka didalam mimpi sesuai dengan keinginan mereka. Divyacaksupuspavarsa Bodhimanda-deva memperoleh jalan menuju pembebasan melalui menurunkan hujan semua jenis perhiasan berharga yang sulit ditinggalkan. Vimalajvalarupa Bodhimanda-deva memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mewujudkan Bodhimanda yang terhiasi dengan sangat indah demi mengajar banyak makhluk dan mematangkan mereka. Malaprabhasikha Bodhimanda-deva memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mengajarkan Dharma sesuai dengan indera para makhluk, menyebabkan mereka mengembangkan kesadaran yang benar. Ratnalamkaravarsa Bodhimanda-deva memperoleh jalan menuju pembebasan melalui kefasihan dimana-mana menurunkan hujan Dharma kebahagiaan yang tanpa batas. Suragandhacaksu Bodhimanda-deva memperoleh jalan menuju pembebasan melalui melalui dimana-mana memuji kebajikan para Buddha. Vajravarnamegha Bodhimanda-deva memperoleh jalan menuju pembebasan melalui memunculkan pohon dengan bentuk dan warna yang tidak terbatas untuk menghiasi Bodhimanda. Padmaprabha Bodhimanda-deva memperoleh jalan menuju pembebasan melalui diam dan tenang dibawah pohon Bodhi namun hadir di sepuluh penjuru arah. Nistarkyarasmiprabha Bodhimanda-deva memperoleh jalan menuju pembebasan melalui menampilkan berbagai jenis kekuatan Tathagata.

Pada waktu itu, Vimalalamkaradhvaja Bodhimanda-deva, melalui kekuatan sang Buddha, secara menyeluruh mengamati rombongan besar para Bodhimanda-deva dan mengucapkan syair-gatha ini :

Saya ingat, sang Tathagata di masa lalu,
Praktek yang Dia lakukan selama kalpa tanpa batas.
Membuat persembahan kepada semua Buddha yang muncul di dunia,
Sehingga Dia memperoleh jasa kebajikan seluas ruang angkasa.

Sang Buddha mempraktekkan 'pemberian (dana)' yang tanpa batas,
Yang banyaknya seperti butiran debu di wilayah yang tidak terbatas.
Dengan mengingat sang Tathagata,
Sumeruratnasubha menjadi penuh kegembiraan.

Bentuk-rupa sang Tathagata tidak ada habisnya.
Perwujudan-Nya meliputi semua wilayah.
Selalu muncul bahkan di dalam mimpi.
Meghagarjanalaksanadhvaja sangat senang melihat ini.

Dalam praktek pemberian selama kalpa yang tidak terukur di masa lalu,
Memberikan mata-Nya, yang sangat sulit diberikan, yang cukup memenuhi lautan,
Dia mempraktekkan pemberian dengan cara ini demi semua makhluk hidup.
Divyacaksupuspavarsa bersukacita memahaminya.

Bentuk-Nya yang tidak terbatas,
Seperti awan permata yang berkilau,
Muncul di Bodhimanda di seluruh dunia.
Vimalajvalarupa bergembira mengamati kekuatan batin sang Buddha.

Lautan kegiatan makhluk hidup adalah yang tanpa batas.
Sang Buddha mengisinya dengan hujan Dharma,
Menghilangkan keraguan sesuai dengan indera dan pemahaman mereka.
Malaprabhasikha menyadari ini dengan senang.

Pintu Dharma yang tidak terukur,
yang masing-masing berbeda makna,
Dia menyelaminya dengan kefasihan-Nya yang seluas samudera.
Ratnalamkaravarsa selalu mengingatnya.

Di seluruh wilayah, yang jumlahnya tidak terkatakan,
Dia memuji semua Buddha dalam semua bahasa,
Oleh sebab itu, mencapai kemasyhuran dan kebajikan yang besar.
Suragandhacaksu mengingatnya.

Pohon yang tanpa batas dengan berbagai bentuk,
Semuanya muncul di bawah raja pohon Bodhi.
Vajravarnamegha menyadari dan membuat jalan ini,
Dan dengan sukacita, selalu melihat sang Pohon Dharma.

Sama seperti batas dari sepuluh penjuru tidak dapat ditemukan,
Demikian juga, pengetahuan sang Buddha yang sedang duduk di Bodhimandha.
Padmaprabha menimbulkan keyakinan yang murni,
Dan memasuki pembebasan ini dengan sangat senang.

Segala sesuatu di bodhimandha menghasilkan suara yang luar biasa,
Yang memuji kekuatan sang Buddha yang murni dan tidak terbayangkan,
Dan juga keberhasilan semua praktek sebab-akibat.
Ini bisa didengar oleh Nistarkyarasmiprabha.

Selanjutnya, Ratnamudra Padanyasa-deva memperoleh jalan menuju pembebasan melalui menurunkan hujan permata dimana-mana dan menghasilkan kegembiraan yang luas. Padmaprabha Padanyasa-deva memperoleh jalan menuju pembebasan melalui memperlihatkan sang Buddha sedang duduk di atas takhta bunga teratai dengan semua warna dan cahaya, menyenangkan yang melihat. Vimalapuspasikha Padanyasa-deva memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mendirikan Bodhimanda dan perkumpulan majelis dari semua Tathagata di dalam setiap saat dari pikiran. Sarvasudarsanavikurvana Padanyasa-deva memperoleh jalan menuju pembebasan melalui menenangkan para makhluk hidup yang tidak terhitung dalam setiap langkah kakinya. Vicitranaksatraratnadhvaja Padanyasa-deva memperoleh jalan menuju pembebasan melalui dalam setiap saat dari pikiran mewujudkan berbagai jenis jaring cahaya berbentuk bunga teratai yang menurunkan hujan permata yang menghasilkan suara yang menakjubkan. Sukhamrsvasvaravaca Padanyasa-deva memperoleh jalan menuju pembebasan melalui menghasilkan lautan kebahagiaan yang tanpa batas. Candanavrksaprabha Padanyasa-deva memperoleh jalan menuju pembebasan melalui menggunakan tiupan angin wangi untuk mencerahkan perkumpulan majelis di semua Bodhimanda. Padmatejas Padanyasa-deva memperoleh jalan menuju pembebasan melalui memancarkan cahaya dari setiap pori-porinya yang melantunkan suara Dharma yang halus. Suksmaprabha Padanyasa-deva memperoleh jalan menuju pembebasan melalui membuat tubuhnya memancarkan berbagai macam jaring cahaya yang menerangi segala sesuatu. Vicitrapuspasamgraha Padanyasa-deva memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mencerahkan semua makhluk hidup dan menyebabkan mereka mengembangkan lautan akar kebajikan.

Pada waktu itu, Ratnamudra Padanyasa-deva, melalui kekuatan sang Buddha, secara menyeluruh mengamati rombongan besar para Padanyasa-deva dan mengucapkan syair-gatha ini :

Sang Buddha mengolah praktek selama kalpa tak terukur,
Membuat pemujaan kepada semua Tathagata.
Pikiran-Nya selalu bergembira, tidak pernah bosan.
Kegembiraan-Nya sedalam dan seluas samudra.

Dalam setiap pikiran, kekuatan batin-Nya yang tak terhingga,
Menghasilkan bunga teratai dengan wewangiannya yang beranekaragam,
Para Buddha duduk diatas itu, pergi kemana-mana.
Padmaprabha melihat itu semua.

Demikian ini adalah Dharma dari para Tathagata,
Perkumpulan majelis-Nya yang luas meliputi sepuluh penjuru.
Menampilkan kekuatan batin yang tidak terbayangkan dimana-mana.
Vimalapuspasikha memahami ini dengan jelas.

Di semua tempat di sepuluh penjuru,
Dalam setiap langkah kaki-Nya,
Dia mengembangkan semua makhluk.
Sarvasudarsanavikurvana menyadarinya dengan sukacita.

Dia mewujudkan tubuh yang sebanyak jumlah makhluk hidup.
Setiap tubuh itu mengisi dharmadhatu.
Semua itu memancarkan cahaya murni dan menurunkan hujan permata.
Vicitranaksatraratnadhvaja memasuki pembebasan ini.

Alam dari sang Tathagata adalah yang tidak terbatas.
Dia menurunkan hujan Dharma yang memenuhi semua tempat.
Dengan melihat sang Buddha, banyak orang bergembira.
Sukhamrsvasvaravaca melihat hal ini.

Suara Buddha sebanding dengan luas ruang angkasa.
Semua jenis suara tercakup didalamnya.
Itu menundukkan semua makhluk tanpa kecuali.
Candanavrksaprabha mendengar ini.

Semua pori-pori-Nya memancarkan suara ajaib,
Yang mengumumkan nama semua Buddha dari tiga masa waktu.
Semua yang mendengarnya dipenuhi dengan kebahagiaan.
Padmatejas melihat ini.

Perwujudan tubuh sang Buddha adalah yang tidak terbayangkan.
Dalam setiap langkah bentuk-rupanya seperti lautan.
Mewujudkan diri-Nya sesuai dengan keinginan makhluk hidup.
Inilah pencapaian Suksmaprabha.

Menampilkan kekuatan batin yang hebat di sepuluh penjuru,
Sang Buddha membawa semua makhluk menuju pencerahan.
Vicitrapuspasamgraha melihat Dharma ini,
Mengalami kegembiraan besar.

Selanjutnya, Puspalamkrtasikha Ganakayakasura memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mengingat lautan ikrar masa lampau sang Buddha. Dasadiksavirajatiprabha Ganakayakasura memperoleh jalan menuju pembebasan melalui memancarkan cahaya di seluruh dunia yang tanpa batas. Samudrasvaradamaka Ganakayakasura memperoleh jalan menuju pembebasan melalui suara besar yang mencerahkan semua makhluk dan menyebabkan mereka bahagia dan hening-tenang. Vimalapuspalamkrtasikha Ganakayakasura memperoleh jalan menuju pembebasan melalui tubuh yang sama seperti ruang angkasa, muncul dimana-mana. Anantabhimaparicarya Ganakayakasura memperoleh jalan menuju pembebasan melalui memperlihatkan kepada semua mahluk hidup alam para Buddha. Paramaprabhavyuha Ganakayakasura memperoleh jalan menuju pembebasan melalui menyebabkan semua makhluk hidup yang kelaparan menjadi sehat dan kuat. Vimalaprabhagandhamegha Ganakayakasura memperoleh jalan menuju pembebasan melalui membersihkan kotoran penderitaan semua makhluk hidup. Dharapalaka Ganakayakasura memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mengubah ketidaktahuan dan karma buruk semua makhluk hidup. Sarvagatapalaka Ganakayakasura memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mewujudkan hiasan-hiasan di dalam istana para Lokanatha. Avikaraprabha Ganakayakasura memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mengumpulkan semua makhluk hidup dan menyebabkan mereka menghasilkan akar kebajikan yang murni.

Pada waktu itu, Puspalamkrtasikha Ganakayakasura, melalui kekuatan sang Buddha, secara menyeluruh mengamati rombongan besar para Ganakayakasura dan mengucapkan syair-gatha ini :

Saya ingat di kalpa masa lampau sebanyak butiran debu di Sumeru,
Rsvaprabha Buddha muncul di dunia ini.
Sang Bhagavan, di hadapan sang Tathagata itu,
Berikrar mencapai Samyaksambodhi dan memuja semua Buddha.

Tubuh sang Tathagata memancarkan cahaya terang.
Yang memenuhi seluruh dharmadhatu.
Saat makhluk hidup menjumpainya, pikiran mereka dijinakkan.
Dasadiksavirajatiprabha melihat ini.

Suara sang Tathagata mengguncang daratan di sepuluh penjuru,
Semua ucapan suara-Nya sepenuhnya sempurna,
Mencerahkan semua makhluk tanpa kecuali.
Mendengar ini, Samudrasvaradamaka bergembira di dalam hatinya.

Tubuh sang Buddha murni dan selalu tenang,
Menampilkan berbagai bentuk-rupa di mana-mana namun tiada tanda.
Dengan cara ini, Dia tinggal berdiam di seluruh dunia.
Vimalapuspalamkrtasikha memasuki ini.

Sang Nayaka sungguh tidak terbayangkan,
Menyebabkan semua yang melihat-Nya sesuai dengan keinginan mereka,
Kadang duduk, atau berjalan, atau sedang berdiri.
Anantabhimaparicarya tercerahkan di jalan ini.

Sulit bertemu dengan seorang Buddha dalam koti kalpa.
Dia datang untuk memberi manfaat kepada para makhluk dengan kemudahan,
Menyelamatkan semua makhluk dari kesengsaraan kemiskinan.
Paramaprabhavyuha memasuki keadaan ini.

Dari antara gigi sang Tathagata,
Memancarkan awan cemerlang yang menyala seperti lampu wangi,
Yang memadamkan angan-angan khayalan semua makhluk.
Vimalaprabhagandhamegha mengamati ini.

Kemelekatan angan-angan makhluk hidup menjadi penghalang berat,
Mereka terus terlibat dan mengembara di sepanjang jalan kejahatan.
Sang Tathagata memperlihatkan jalan pembebasan.
Dharapalaka tercerahkan dan memasuki ini.

Saya merenungkan kekuatan berdaulat dari sang Tathagata.
Cahaya-Nya menyebar dan memenuhi seluruh dharmadhatu.
Tinggal di istana kerajaan, Dia mengubah makhluk hidup.
Inilah keadaan dari Sarvagatapalaka.

Para makhluk hidup yang tertipu, mengalami banyak kesengsaraan.
Sang Buddha berada di tengah-tengah, terus menyelamatkan mereka,
Melenyapkan angan-angan khayalan dan melimpahkan kebahagiaan.
Avikaraprabha mengamati ini.

Selanjutnya, Vicitra Narayana Vajradhara memperoleh jalan menuju pembebasan melalui melihat sang Tathagata mewujudkan tubuh dari bentuk-rupa yang tanpa batas. Suryaturandhvaja Vajradhara memperoleh jalan menuju pembebasan melalui melihat setiap helai rambut di tubuh sang Buddha memancarkan berbagai macam awan cahaya yang sama seperti matahari. Sumeru Giri Puspa Prabha Vajradhara memperoleh jalan menuju pembebasan melalui kekuatan magis besar yang mewujudkan tubuh yang tidak terhitung. Vimala Meghagarjana Vajradhara memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mengucapkan suara tanpa batas yang sesuai dengan jenis makhluk hidup. Sumahasindriya Vajradhara memperoleh jalan menuju pembebasan melalui muncul sebagai Pemimpin di semua dunia dan mencerahkan para makhluk hidup. Abhiramabhasa Vajradhara memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mengungkapkan semua jalan masuk yang berbeda-beda kedalam Buddhadharma sehingga sepenuhnya dipahami. Mahavrksa Meghanirghosa Vajradhara memperoleh jalan menuju pembebasan melalui menggunakan perhiasan yang menyenangkan untuk mengumpulkan semua Vrksasura (dewa pohon). Simharajabhasa Vajradhara memperoleh jalan menuju pembebasan melalui terberkahi dengan dan sepenuhnya memahami hiasan yang dihimpun dari kebajikan yang luas. Jvalamangalacaksu Vajradhara memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mengamati pikiran para makhluk hidup yang berada pada jalan yang berbahaya, dan mewujudkan tubuh yang terhiasi dengan menakjubkan di hadapan mereka. Padmaprabharatnasikha Vajradhara memperoleh jalan menuju pembebasan melalui menurunkan hujan permata mani dimana-mana untuk menghiasi jambul semua Bodhisattva Mahasattva.

Pada waktu itu, Vicitra Narayana Vajradhara, melalui kekuatan sang Buddha, secara menyeluruh mengamati rombongan besar para Vajradhara dan mengucapkan syair-gatha ini :

Renungkanlah sang Dharma-raja,
Dharma dari sang Dharma-raja adalah demikian,
Penampilan tubuh-Nya tidak ada batasnya,
Menampilkan wujud dimana-mana di semua dunia.

Setiap rambut di tubuh sang Buddha,
Memancarkan jaring cahaya yang tidak terbayangkan,
Yang, seperti matahari, murni dan terang,
Menerangi wilayah di sepuluh penjuru.

Kekuatan batin sang Tathagata,
Meliputi seluruh dharmadhatu.
Dihadapan semua makhluk hidup,
Dia mewujudkan banyak tubuh yang tanpa batas.

Suara sang Tathagata yang mengajarkan Dharma,
Terdengar di seluruh sepuluh penjuru.
Sesuai dengan jenis makhluk hidup,
Dia memuaskan pikiran mereka semua.

Orang banyak melihat sang Bhagavan Muni,
Tinggal berdiam di istana-Nya di dunia.
Demi semua makhluk hidup,
Dia menjelaskan Maha Dharma

Di pusaran dari lautan Dharma,
Dengan semua makna yang berbeda-beda,
Dan berbagai macam pintu bijaksana,
Di jelaskan-Nya tanpa henti.

Dengan Maha-Upaya-Kausalya yang tanpa batas,
Dia menanggapi orang-orang di semua wilayah.
Mereka yang menjumpai cahaya murni sang Buddha,
Semuanya melihat tubuh sang Tathagata.

Setelah melayani semua Buddha,
Yang sebanyak butiran debu dari miliaran ksetra,
Kebajikan-Nya luas seperti ruang angkasa.
Dan Dia dihormati oleh semua orang.

Kekuatan batin-Nya tidak memihak.
Dia muncul di semua wilayah,
Dengan damai tinggal di Bodhimandha yang agung,
Dia tampil dihadapan semua makhluk hidup.

Awan-Nya yang berkilau bersinar di seluruh dunia,
Terbentuk sempurna dari berbagai jenis cahaya.
Membentang di seluruh dharmadhatu,
Menampilkan aspek dari praktek sang Buddha.

Selanjutnya, Samantabhadra Bodhisattva masuk kedalam lautan upaya-kausalya dari pintu pembebasan yang tidak terbayangkan, dan masuk kedalam lautan kebajikan sang Buddha, yaitu : ada Pintu Pembebasan yang bernama memurnikan semua Buddhaksetra, menentramkan makhluk hidup, dan menyebabkan mereka semua pada akhirnya terbebaskan. Ada Pintu Pembebasan yang bernama pergi ke semua alam dari kebajikan sempurna yang diolah semua Tathagata. Ada Pintu Pembebasan yang bernama lautan Maha Pranidhana yang menjelaskan Bhumi dari semua Bodhisattva. Ada Pintu Pembebasan yang bernama dimana-mana mewujudkan tubuh yang tidak terbatas yang sebanyak butiran debu di lokadhatu. Ada Pintu Pembebasan yang bernama menjelaskan jumlah yang tidak terbayangkan dari nama yang berbeda-beda diseluruh wilayah. Ada Pintu Pembebasan yang bernama memperlihatkan semua keadaan yang tidak terbayangkan dari kekuatan tubuh Bodhisattva di dalam butiran debu. Ada Pintu Pembebasan yang bernama memperlihatkan peristiwa dari pembentukan dan peluruhan dari masa lampau, masa sekarang dan masa depan di ruang angkasa dengan sekejap. Ada Pintu Pembebasan yang bernama memperlihatkan lautan indera dari semua Bodhisattva, masing-masing memasuki dunianya sendiri. Ada Pintu Pembebasan yang bernama kemampuan untuk membuat berbagai jenis tubuh muncul melalui kekuatan magis di seluruh lokadhatu yang tanpa batas. Ada Pintu Pembebasan yang bernama memperlihatkan proses dari parktek semua Bodhisattva, masuk kedalam Maha-Upaya-kausalya dari 'Pengetahuan Semesta (Samantajnana)'.


Terakhir diubah oleh skipper tanggal Wed Nov 22, 2017 11:02 pm, total 22 kali diubah
avatar
skipper

Jumlah posting : 467
Join date : 27.11.08
Age : 29

Lihat profil user http://aryamahayana.forumup.com

Kembali Ke Atas Go down

Om Samantabhadra Hum

Post by skipper on Sun Nov 05, 2017 2:12 pm

Pada waktu itu, Samantabhadra Bodhisattva, melalui kebajikan dari pencapaian-Nya sendiri, dan juga menerima kekuatan batin dari sang Buddha, setelah menyeluruh mengamati lautan dari semua perkumpulan majelis, mengucapkan syair-gatha ini :

Lapangan besar yang luas, yang dihiasi oleh sang Buddha,
Sebanding dengan jumlah semua butiran debu;
Para Anak yang murni dari sang Buddha mengisinya semua,
Menurunkan hujan Dharma yang paling indah, yang tidak terbayangkan.

Seperti dalam perkumpulan majelis ini kita melihat sang Buddha duduk,
Demikian juga di dalam setiap butiran debu;
Tubuh sang Tathagata tidak datang maupun pergi,
Dan dengan jelas muncul di semua wilayah yang ada.

Memperlihatkan praktek yang diolah oleh para Bodhisattva,
Berbagai macam cara pendekatan yang tidak terhitung ke Bhumi,
Juga menjelaskan secara terperinci Dharma yang tidak terbayangkan,
Dia menyebabkan para anak Buddha masuk kedalam dharmadhatu.

Menghasilkan penjelmaan para Buddha sebanyak butiran debu,
Menyesuaikan dengan kecenderungan pikiran semua makhluk,
Pintu yang tidak terbayangkan menuju ke Dharmadhatu yang mendalam,
Secara tanpa batas dan luas, Dia menjelaskannya semua.

Nama sang Buddha sebanding dengan dunia,
Mengisi semua wilayah di sepuluh penjuru.
Tiada satupun cara yang dikerjakan-Nya sia-sia,
Dia menjinakkan para makhluk hidup dan memurnikan semua.

Sang Buddha, di dalam setiap butiran debu,
Menampilkan kekuatan batin besar yang tidak terbatas,
Duduk di setiap Bodhimanda,
Dia mengucapkan perbuatan Bodhi dari para Buddha masa lampau.

Seluruh kalpa yang luas dari masa lalu, sekarang dan masa depan,
Sang Buddha menampakkannya dalam sekejap,
Semua peristiwa dari pembentukan dan peluruhannya,
Pengetahuan-Nya yang tidak terbayangkan mencakupnya.

Perkumpulan majelis anak-anak Buddha luasnya tidak habis-habisnya,
Walaupun mereka mencoba bersama-sama mengukur keadaan Buddha,
Dharma dari Buddha tidak memiliki batas.
Untuk seluruhnya mengetahuinya semua adalah yang paling sulit.

Para Buddha sama seperti ruang angkasa, tanpa perbedaan,
Sebanding dengan dharmadhatu, tanpa tempat tinggal,
Penjelmaan magis beredar dimana-mana,
Semuanya duduk di Bodhimanda mencapai pengetahuan yang sesungguhnya.

Sang Buddha mengajarkan secara luas, dengan suara menakjubkan,
Semua tingkat Bodhi sepenuhnya menjadi jelas.
Muncul dihadapan setiap makhluk hidup,
Dia memberikan semua Buddhadharma yang sama.

Selanjutnya, Vimalagunarsvaprabha Bodhisattva memperoleh jalan menuju pembebasan melalui pergi ke semua perkumpulan majelis para Bodhisattva di sepuluh penjuru dan menghiasi Bodhimanda. Samantagunaparamadipaprabha Bodhisattva memperoleh jalan menuju pembebasan melalui dalam sekejap memperlihatkan pintu masuk ke pencapaian Samyaksambodhi, mengajar dan mengembangkan dunia para makhluk hidup yang tidak terbayangkan. Samantaprabhasimhadhvaja Bodhisattva memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mengolah penghiasan kualitas kebajikan Bodhisattva, menghasilkan semua Buddhaksetra. Samantaratnajvalasuksmaprabha Bodhisattva memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mengamati keadaan kekuatan magis sang Buddha dengan tanpa kebingungan. Samantasvaragunasagaradhvaja Bodhisattva memperoleh jalan menuju pembebasan melalui memperlihatkan penghiasan semua Buddhaksetra di dalam satu perkumpulan majelis di Bodhimanda. Samantajnanatejabuddhaksetra Bodhisattva memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mengikuti sang Buddha memeriksa yang paling dalam, Garbha yang sangat besar dan luas dari dharmadhatu. Samantavisuddhanyagunaprabha Bodhisattva memperoleh jalan menuju pembebasan melalui memasuki semua kegiatan duniawi dan menghasilkan praktek Bodhisattva yang tanpa batas. Samantaparamaprabha Bodhisattva memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mewujudkan semua alam Buddha di dalam dharmadhatu yang tanpa bentuk.

Pada waktu itu, Vimalagunarsvaprabha Bodhisattva, sang Vira, di adhisthana oleh sang Buddha, mengamati lautan pintu pembebasan dari semua Bodhisattva, mengucapkan syair-gatha ini :

Semua wilayah yang ada di sepuluh penjuru,
Terperindah dan termurnikan semuanya dalam sekejap,
Oleh Suara yang agung dari pemutaran roda Dharma,
Di seluruh dunia, yang tanpa bandingannya.

Alam sang Buddha tidak memiliki batas,
Dalam sekejap dharmadhatu menjadi penuh;
Di setiap butiran debu, Dia mendirikan Bodhimanda,
Membuktikan Samyaksambodhi, menciptakan pertunjukan magis.

Sang Buddha mengolah praktek di masa lalu,
Membentang luas melewati kalpa yang tidak terhitung.
Menghiasi semua Buddhaksetra,
Muncul tanpa hambatan, seperti ruang angkasa.

Kekuatan batin sang Buddha tidak terbatas,
Mengisi wilayah tanpa batas di sepanjang waktu.
Bahkan jika terus-menerus menghabiskan kalpa yang tidak terhitung,
Orang yang mengamatinya tidak akan pernah letih atau bosan.

Amati keadaan dari kekuatan magis sang Buddha,
Semua wilayah di seluruh penjuru termurnikan dengan indah:
Dia muncul di dalamnya, di setiap itu,
Dengan sekejap berubah dalam bentuk yang tidak terbatas.

Jika mengamati sang Tathagata selama kalpa yang tidak terhitung,
Anda tidak akan memahami-Nya bahkan sejauh satu rambut,
Pintu upaya-kausalya-Nya yang tidak terbatas,
Menyinari banyak wilayah yang tidak terbayangkan.

Sang Buddha, di masa lalu di dunia,
Melayani lautan para Tathagata yang tidak terbatas;
Oleh sebab itu, semua makhluk yang seperti sungai deras,
Datang untuk membuat pemujaan kepada sang Bhagavan.

Sang Buddha muncul dimana-mana,
Di wilayah yang tidak terbatas di setiap butiran debu,
Alam di dalamnya juga tidak terbatas;
Dalam semua itu Dia tinggal selama kalpa yang tanpa batas.

Sang Buddha di masa lampau, demi semua makhluk,
Mengolah lautan belas kasih yang tidak terbatas,
Memasuki Kelahiran dan Kematian bersama dengan semua makhluk,
Mengajar orang banyak, memurnikan mereka.

Para Buddha tinggal di dalam garbha dharmadhatu dari 'tathātā (kenyataan yang sesungguhnya)'.
Tiada tanda, tanpa bentuk-rupa, bebas dari semua noda.
Saat para makhluk mengamati berbagai macam tubuh sang Buddha,
Semua masalah dan penderitaan mereka menjadi lenyap.

Selanjutnya, Mahacandraprabhasagarapratibhasa Bodhisattva, sang Maha Vira, memperoleh jalan menuju pembebasan melalui menghasilkan Upaya Paramita tentang setiap Bhumi dari SamyaksamBodhi, dengan cara itu mengubah para makhluk hidup dan memurnikan semua Buddhaksetra. Meghasvarasagaraprabhavimalakosa Bodhisattva memperoleh jalan menuju pembebasan melalui dalam sekejap dari kesadaran masuk kedalam berbagai macam perbedaan dari semua alam tujuan. Gunalamkrtaprajnasambhavaratnasikha Bodhisattva memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mengungkapkan kebajikan besar yang murni kepada semua makhluk hidup ketika mereka pertama kali tiba di Bodhimanda. Parakramapadmasikha Bodhisattva memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mengungkapkan semua 'ajaran Buddha (Buddhadharma)' kepada para makhluk hidup sesuai dengan indera dan pemahaman mereka yang tidak terhitung. Samantajnanameghasuryadhvaja Bodhisattva memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mengembangkan pengetahuan 'keBuddhaan (Buddhatva)', tinggal berdiam di dalam itu selamanya. Mahavajraviryadrdha Bodhisattva memperoleh jalan menuju pembebasan melalui kekuatan untuk memasuki semua Mudra yang tanpa batas dari Dharma. Gandhajvalaprabhadhvaja Bodhisattva memperoleh jalan menuju pembebasan melalui memperlihatkan bagaimana semua Buddha masa sekarang pertama kali memulai praktek Bodhi, dan hingga penyempurnaan akhir dari tubuh pengetahuan dan kebijaksanaan. Tejasrigunasukvana Bodhisattva memperoleh jalan menuju pembebasan melalui dengan damai tinggal berdiam di dalam lautan dari semua Maha Pranidhana dari Vairocana, sang Penerang. Mahagunaprabhaprajnasambhava Bodhisattva memperoleh jalan menuju pembebasan melalui mengungkapkan keadaan Buddha yang paling dalam, yang meliputi dharmadhatu.

Pada waktu itu, Mahacandraprabhasagarapratibhasa Bodhisattva, di adhisthana oleh sang Buddha, mengamati lautan susunan hiasan dari semua rombongan Bodhisattva, mengucapkan syair-gatha ini :

Paramita dan Bhumi dari SamyaksamBodhi,
Yang luas, tidak terbayangkan, semuanya tercapai:
Para makhluk hidup ditundukkan dan diselaraskan,
Semua Buddhaksetra menjadi murni.

Saat sang Buddha mengajar di dunia para makhluk,
Semua wilayah di sepuluh penjuru terisi penuh:
Dalam sekejap pikiran, Dia memutar Dharmacakra,
Memuaskan semua keadaan pikiran.

Sang Tathagata, melewati maha kalpa yang tidak terhitung,
Telah muncul dimana-mana dihadapan para makhluk hidup;
Sesuai dengan pengolahan praktek masa lalu-Nya,
Dia menunjukkan keadaan perbuatan-Nya yang dimurnikan.

Saya melihat dimana-mana di sepuluh penjuru,
Dan melihat para Buddha memperlihatkan kekuatan guhya,
Semuanya duduk di Bodhimanda mencapai Samyaksambodhi,
Dikelilingi oleh rombongan para Sravaka.

Pancaran yang luas dari Dharmakaya sang Tathagata,
Bisa muncul di dunia melalui Upaya-Kausalya.
Sesuai dengan kecenderungan pikiran semua makhluk,
Dia menurunkan hujan Dharma untuk memuaskan indera mereka.

Yang sama, yang tanpa tanda, tubuh dari kenyataan yang sesungguhnya,
Dharmakaya yang murni dari cahaya yang tanpa noda,
Dengan kebijaksanaan dan ketenangan, dengan tubuh yang tidak terhitung,
Dia mengkhotbahkan Dharma, menyesuaikan pada semua.

Kekuatan dari sang Dharma-raja adalah yang sepenuhnya murni,
Pengetahuan dan Kebijaksanaan-Nya seperti ruang angkasa, tanpa batas.
Dia mengungkapkan semua tanpa penyembunyian,
Menyebabkan semua makhluk menjadi tercerahkan.

Sesuai dengan apa yang diolah oleh sang Tathagata,
Hingga kesempurnaan semua pengetahuan-Nya,
Sekarang Dia memancarkan cahaya di seluruh dharmadhatu,
Memperlihatkan itu semua disana.

Sang Buddha memperlihatkan kekuatan guhya melalui ikrar-Nya,
Menyinari semua di seluruh sepuluh penjuru;
Apa yang dipraktekkan oleh sang Tathagata di masa lampau,
Semuanya diperlihatkan secara lengkap di dalam jaring cahaya ini.

Tiada ujung dari dunia di seluruh sepuluh penjuru,
Tidak sama, tiada batas, masing-masing berbeda,
Kekuatan sang Buddha yang tanpa halangan memancarkan cahaya besar,
Dengan jelas menampakkan semua ksetra itu.

Pada saat itu, Simhasana sang Tathagata, Mandala dari bunga-bunga yang indah dari banyak permata, lantainya, tangganya, pintunya, dan semua hiasannya, masing-masing menghasilkan para Bodhisattva Mahasattva yang banyaknya sama seperti butiran debu didalam Buddhaksetra. Nama-nama Mereka yaitu : Samudraprajna Bodhisattva Mahasattva, Guhyabaladhipati Bodhisattva Mahasattva, Sarvakampameghagarjana Bodhisattva Mahasattva, Nanaratnaprabhasikha Bodhisattva Mahasattva, Jnanasuryadhiramati Bodhisattva Mahasattva, Acintyagunaratnamayajnanamudra Bodhisattva Mahasattva, Satanetrapadmasikha Bodhisattva Mahasattva, Suvarnajvaladiptamandala Bodhisattva Mahasattva, Dharmadhatusamantasvara Bodhisattva Mahasattva, Vimalacandrameghasvara Bodhisattva Mahasattva, Upakaravikramaprabhaketu Bodhisattva Mahasattva. Mereka ini adalah para Pemimpin dari para Bodhisattva yang jumlahnya seperti banyaknya butiran debu di dalam banyak Buddhaksetra.

Pada waktu yang bersamaan ketika Mereka muncul, para Bodhisattva ini masing-masing menghasilkan berbagai macam awan puja, yaitu : awan dari bunga semua permata, awan dari semua wewangian halus bunga teratai, awan dari mandala cahaya permata, awan dari api wangi dari alam yang tanpa batas, awan dari mandala cahaya permata dari gudang matahari, awan dari semua suara musik yang menyenangkan, awan dari api cahaya dari semua lampu permata dengan warna dan bentuk yang tanpa batas, awan dari ranting-bunga-buah dari pohon dari permata yang banyak, awan dari raja permata dengan sinar murni yang tidak habis-habisnya, awan dari semua hiasan permata yang halus, dan berbagai macam awan puja yang jumlahnya seperti banyaknya butiran debu di dalam Buddhaksetra. Masing-masing dari para Bodhisattva itu menghasilkan awan-awan puja seperti itu yang tidak henti-hentinya, menurunkan hujan di atas lautan perkumpulan majelis di semua Bodhimanda. áSetelah mewujudkan awan-awan ini, Mereka ber-pradaksina kepada sang Buddha, berputar mengelilingi-Nya sebanyak ratusan ribu kali yang tidak terhitung. Dari penjuru manapun Mereka datang, disana, tidak jauh dari tempat sang Bhagavan, Mereka secara ajaib menghasilkan Simhasana bunga teratai dari berbagai jenis permata, dan masing-masing duduk dengan kaki bersilang (vyatyastapadena - duduk sikap bunga teratai).

Bidang karma dari para Bodhisattva ini murni dan seluas lautan. Mereka telah mencapai keadaan dari keseluruhan cahaya dari pengetahuan dan kebijaksanaan. Dengan mengikuti sang Bhagavan, tindakan Mereka menjadi tidak terhalang. Mereka mampu memasuki lautan dari semua landasan dari kecerdasan dan kefasihan menjelaskan, dan telah menguasai Dharma pembebasan yang tidak terbayangkan. Mereka tinggal berdiam di dalam keadaan dari semua sisi para Tathagata. Mereka telah menguasai semua cara Dharani, dan mampu memuat lautan semua Dharma. Mereka tinggal berdiam di dalam tingkat dari pengetahuan yang seimbang dari masa lampau, sekarang, dan masa depan. Mereka telah mencapai kebahagiaan yang besar dari keyakinan yang mendalam. Gudang kebajikan mereka yang tanpa batas adalah yang paling murni. Mereka mengamati seluruh ruang angkasa disepanjang dharmadhatu. Mereka dengan rajin memuja semua Buddha yang muncul di setiap ksetra di semua dunia.

Pada waktu itu, Samudraprajna Maha Bodhisattva, sang Guhyakadhipati, sang Maha Vira, di adhisthana oleh sang Buddha, mengamati lautan perkumpulan majelis di Bodhimanda, mengucapkan syair-gatha ini :

Sang Bhagavan mengetahui semua pencapaian Tathagata,
Tanpa rintangan seperti ruang angkasa, Dia menyinari semua,
Cahaya-Nya meliputi ksetra yang tidak terhitung dimana-mana.
Dia duduk di tengah-tengah rombongan, semuanya murni dan indah.

Kebajikan para Buddha tidak bisa diukur,
Mereka memenuhi seluruh dharmadhatu di sepuluh penjuru.
Duduk dibawah setiap pohon Bodhi,
Semua Yang Berkekuatan Besar berkumpul seperti awan.

Sang Tathagata memiliki kekuatan seperti demikian,
Mewujudkan bentuk-rupa yang tidak terhitung dalam seketika.
Alam Buddha adalah yang melampaui batas,
Setiap orang melihat sesuai dengan pembebasannya.

Sang Tathagata melewati lautan kalpa,
Bekerja di semua alam para makhluk,
Mengajar makhluk hidup dengan upaya-kausalya,
Menyebabkan mereka menerima dan mempraktekkan jalan Bodhi.

Vairocana, dipenuhi dengan kemurnian yang indah,
Duduk diatas simhasana dari tumpukan bunga teratai.
Seluruh rombongan majelis yang murni,
Dengan diam menatap-Nya penuh hormat.

Tumpukan permata itu memancarkan cahaya,
Memancarkan awan dari api yang wangi, yang tanpa batas;
Kalung karangan bunga tersusun secara luas.
Di kursi seperti itulah sang Bhagavan duduk.

Berbagai jenis hiasan menghiasi bagian luarnya yang agung,
Terus memancarkan awan bercahaya dari api yang wangi,
Sangat luas, menyala, menyinari semua.
Sang Muni duduk diatas hiasan tertinggi.

Kisi-kisi yang indah dari berbagai jenis permata,
Terbungkus dengan bunga teratai dari permata yang sangat indah,
Selalu menghasilkan suara yang indah, yang menyenangkan semua pendengar.
Diatasnya sang Bhagavan duduk, yang paling terang diantara semua.

Permata berbentuk bulan sabit menyokong kursi itu,
Vajra sebagai alasnya, warnanya menyala terang.
Para Bodhisattva terus berputar mengelilingi-Nya,
Sang Bhagavan yang paling terang diantara Mereka.

Berbagai macam tampilan guhya-Nya memenuhi sepuluh penjuru,
Memberitakan Ikrar yang luas dari sang Buddha,
Semua pantulan gambar muncul didalamnya;
Di tempat duduk seperti itulah sang Bhagavan duduk dengan tenang.

Pada waktu itu, Sarvakampameghagarjana Maha Bodhisattva, di adhisthana oleh sang Buddha, mengamati lautan perkumpulan majelis di Bodhimanda, mengucapkan syair-gatha ini :

Sang Bhagavan telah menghimpun praktek Bodhi,
Memberikan pemujaan kepada para Tathagata yang tidak terbatas dimana-mana.
Ditopang oleh kekuatan dari para Tathagata,
Tiada seorangpun yang tidak melihat-Nya duduk di kursi-Nya.

Permata dari api yang wangi, sang Cintamani,
Menutupi Simhasana Bunga Teratai sang Bhagavan.
Berbagai macam hiasan, semuanya tampil seperti pantulan,
Dengan jelas terlihat oleh semua rombongan majelis.

Takhta sang Bhagavan menampilkan bentuk yang sangat indah.
Dalam setiap sekejap, warna dan bentuknya menjadi berbeda-beda.
Sesuai dengan perbedaan pemahaman para makhluk,
Masing-masing melihat sang Bhagavan duduk diatasnya.

Cabang permata menjurai kebawah jaring dari bunga teratai,
Saat bunga-bunga itu terbuka, para Bodhisattva muncul,
Masing-masing menghasilkan suara agung yang menyenangkan,
Memuji sang Bhagavan yang sedang duduk di atas takhta.

Kebajikan sang Tathagata seluas ruang angkasa,
Semua hiasan terlahir dari itu.
Corak hiasan dari setiap keadaan keistimewaan,
Tiada makhluk hidup yang bisa memahaminya.

Vajra adalah permukaannya, yang tidak bisa hancur,
Yang luas, murni, rata, dan datar.
Jaring permata mani tergantung di langit,
Semuanya ada di sekeliling pohon Bodhi.

Warna yang tidak terbatas dari permukaan seluruhnya berbeda-beda.
Butiran debu emas tersebar diseluruh sekeliling,
Bunga dan permata bertebaran di sekitar,
Semuanya memperindah takhta sang Bhagavan.

Para Dewa Bhumi menari dengan penuh gembira,
Dengan perwujudan yang tidak terbatas dalam sekejap,
Menciptakan awan-awan hiasan dimana-mana,
Sambil tetap dengan penuh hormat menatap sang Bhagavan.

Lampu permata, yang sangat besar, bersinar dengan sangat terang,
Api yang wangi dan cahaya yang berputar-putar tidak pernah berakhir,
Perwujudan ini berbeda-beda sesuai dengan waktu.
Para Dewa Bhumi membuat pemujaan dari ini.

Semua hiasan yang ada,
Di dalam setiap ksetra,
Muncul di Bodhimanda ini,
Melalui kekuatan magis sang Buddha.

Kemudian, Nanaratnaprabhasikha Maha Bodhisattva, di adhisthana oleh sang Buddha, mengamati lautan perkumpulan majelis di Bodhimanda, mengucapkan syair-gatha ini :

Ketika sang Tathagata sedang mengolah praktek di masa lampau,
Dia melihat berbagai macam Buddhaksetra, semuanya sepenuhnya sempurna.
Ksetra yang Dia lihat dalam cara ini adalah yang tidak habis-habisnya,
Semua itu tampil di Bodhimanda ini.

Kekuatan batin sang Tathagata yang sangat besar,
Memancarkan cahaya, menurunkan hujan permata dimana-mana.
Permata-permata ini tersebar luas di Bodhimanda,
Memperindah permukaan diseluruh sekelilingnya.

Kebajikan dan kekuatan batin sang Bhagavan,
Menghiasi mana-mana dengan permata-permata berkualitas.
Permukaan dan pohon Bodhi,
Secara berganti-ganti memancarkan cahaya dan suara yang mengungkapkan Dharma.

Lampu permata yang tidak terbatas berhujanan turun dari langit,
Terhiasi dengan vaidurya yang megah,
Semuanya memancarkan suara halus memberitakan Dharma.
Ini dimunculkan oleh para Dewa Bhumi.

Permukaan permata mewujudkan awan cahaya dimana-mana,
Lampu permata menyala terang seperti kilat,
Jaring permata tergantung jauh menutupi atas,
Cabang permata yang terhiasi dengan berbagai cara menjadi hiasan.

Lihatlah seluruh permukaan itu,
Yang terhiasi dengan berbagai permata yang indah,
Itu memperlihatkan kepada para makhluk lautan karma,
Menyebabkan mereka memahami sifat alami yang sesungguhnya dari gejala kejadian.

Pohon Bodhi di semua dunia,
Yang dari semua Tathagata dimana-mana,
Semuanya muncul di Bodhimanda,
Memberitakan Dharma sang Buddha yang murni.

Sesuai dengan kecenderungan pikiran para makhluk,
Permukaan itu menghasilkan suara yang menakjubkan,
Menyesuaikan dengan yang akan dikhotbahkan oleh sang Bhagavan di kursi-Nya,
Masing-masing dari Dharma-Nya dijelaskan sepenuhnya.

Permukaan itu terus menghasilkan cahaya wangi yang halus,
Di dalam cahaya itu menyanyikan suara jelas yang murni.
Jika ada makhluk yang mampu menerima Dharma,
Itu menyebabkan mereka mendengar, dan penderitaan pun terlenyapkan.

Setiap penghiasan itu sepenuhnya sempurna,
Dan tidak dapat di jelaskan dalam koti kalpa.
Kekuatan magis sang Buddha membentang dimana-mana,
Itulah mengapa permukaan menjadi indah dan murni.

Kemudian, Jnanasuryadhiramati Maha Bodhisattva, di adhisthana oleh sang Buddha, mengamati lautan perkumpulan majelis di Bodhimanda, mengucapkan syair-gatha ini :

Sang Bhagavan duduk di dalam Dharmasala dengan tatapan kukuh,
Dengan cemerlang menyinari istana itu.
Sesuai dengan sifat semua makhluk,
Tubuh-Nya muncul diseluruh ksetra.

Istana sang Tathagata melampaui gambaran,
Terhiasi dengan gudang permata yang berkualitas.
Setiap hiasan memancarkan cahaya,
Duduk disana, sang Bhagavan yang paling jelas diantara semua.

Dengan pilar permata dari berbagai macam warna,
Bunyi lonceng emas bergantungan seperti awan,
Tangga permata dalam barisan di empat sisi,
Pintu gerbang terbuka di setiap penjuru.

Susunan bendera hiasan dari sutera berbunga-bunga,
Pohon permata dengan dahan dan cabang yang terhiasi,
Karangan bunga dari permata mani menghiasi semua sisi.
Sang Samudera Kebijaksanaan duduk dengan tenang di dalamnya.

Dimana-mana Dia mewujudkan tampilan awan magis,
Awan-awan itu mengajar seluruh dunia,
Menyelaraskan dan menenangkan semua makhluk hidup.
Semua ini muncul dari istana sang Tathagata.

Pohon permata berkembang dengan bunga yang sangat baik,
Tiada yang sebanding dalam semua dunia.
Penghiasan di ksetra itu dari semua waktu,
Menampakkan pantulannya didalam itu.

Dimana-mana ada tumpukan permata.
Cahayanya menyala dalam warna yang tidak terhitung.
Pintu gerbang terbuka dalam selang waktu disekeliling.
Tiang dan plafonnya sungguh sangat indah.

Istana sang Tathagata adalah yang tidak terbayangkan,
Pancaran sinar-Nya yang murni mengandung semua bentuk,
Di dalamnya muncul semua istana,
Dengan para Bhagavan Buddha duduk disetiap itu.

Istana sang Tathagata adalah yang tanpa batas,
Mereka Yang Tercerahkan secara alami tinggal didalam.
Semua rombongan besar dari sepuluh penjuru,
Datang berkumpul di sekeliling sang Tathagata.

Kemudian, Acintyagunaratnamayajnanamudra Maha Bodhisattva, di adhisthana oleh sang Buddha, mengamati lautan perkumpulan majelis di Bodhimanda, mengucapkan syair-gatha ini :

Sang Bhagavan mengolah lautan kebajikan,
Yang sebanyak butiran debu di semua ksetra,
Yang dihasilkan dari kekuatan pikiran dan tekad-Nya,
Bodhimanda itu murni, tanpa noda.

Permata cintamani adalah akar dari pohon itu,
Vajra adalah batangnya.
Jaring permata menutupinya,
Dan wewangian beraneka ragam mengelilingi.

Cabang pohon itu dihiasi dengan semua jenis permata.
Dahannya dari batu permata, yang membubung tinggi.
Cabang dan rantingnya menggantung dengan rimbun, seperti awan yang tebal.
Dibawahnya duduk sang Tathagata di Bodhimanda.

Bodhimanda itu luasnya tidak terbayangkan,
Pohon-pohon mengelilinginya, menutupi semua.
Dedaunan yang rimbun dan bunga-bunga yang megah saling menutupi dan memantulkan,
Sedangkan didalam bunga-bunga itu tumbuh batu permata.

Dari antara semua cabang itu memancarkan cahaya yang indah,
Menerangi seluruh Bodhimanda itu,
Yang murni, cemerlang, dan tidak habis-habisnya,
Ini muncul melalui kekuatan ikrar sang Tathagata.

Tumpukan dari bunga-bunga permata itu,
Pantulannya bersinar seperti pola awan.
Lingkaran pohon-pohon itu mewangikan sekeliling.
Bodhimanda itu terhiasi dimana-mana.

Lihatlah di Bodhimanda dari sang Tathagata,
Bunga teratai dan jaring permata, semuanya murni.
Cahaya api dalam lingkaran muncul dari sini,
Musik dari lonceng genta datang dari awan itu.

Semua pohon yang terhiasi dengan sangat indah,
Yang berada di semua ksetra,
Muncul di dalam Bodhimanda itu,
Sang Tathagata, dibawahnya, melenyapkan semua kekotoran batin.

Bodhimanda itu terbuat dari kebajikan yang sangat luas,
Cabang pohon itu menurunkan hujan permata tanpa henti.
Di dalam permata itu muncul para Bodhisattva,
Yang pergi kemana-mana untuk memuja para Buddha.

Alam dari para Buddha adalah yang tidak terbayangkan,
Mereka menyebabkan semua pohon disana menghasilkan musik,
Sesuai dengan jalan Bodhi yang dikembangkan oleh sang Tathagata,
Rombongan para makhluk, mendengar musik itu, bisa melihatnya semua.

Kemudian, Satanetrapadmasikha Maha Bodhisattva, di adhisthana oleh sang Buddha, mengamati lautan perkumpulan majelis di Bodhimanda, mengucapkan syair-gatha ini :

Semua permata itu memancarkan suara yang indah,
Memuji nama-nama para Buddha dari tiga masa waktu.
Perbuatan dari kekuatan magis para Tathagata itu,
Semuanya bisa dilihat didalam Bodhimanda ini.

Bunga mekar dalam jumlah berlimpah, seperti kain warna-warni.
Awan bercahaya mengalir di sepuluh penjuru.
Para Bodhimanda deva membawa ini kepada sang Tathagata.
Dengan satu pikiran membaktikan pemujaan kepada-Nya.

Cahaya api permata semuanya membentuk bendera,
Dari bendera itu memancar keluar wewangian yang agung.
Wewangian itu mewangikan seluruh perkumpulan majelis.
Oleh sebab itu, tempat itu seluruhnya murni dan indah.

Bunga teratai menggantung kebawah, dengan cahaya berwarna emas,
Cahaya itu melantunkan suara awan Buddha yang menakjubkan,
Menutupi seluruh wilayah di sepuluh penjuru,
Memadamkan api kesengsaraan para makhluk.

Kekuatan yang berdaulat dari sang raja pohon Bodhi,
Terus memancarkan cahaya yang sangat murni.
Perkumpulan majelis yang sangat banyak di sepuluh penjuru itu tanpa batas,
Namun mereka semua muncul tercermin di dalam Bodhimanda itu.

Cahaya api dari cabang permata itu seperti lampu yang terang,
Cahayanya memancarkan suara yang mengumumkan maha pranidhana.
Praktek yang diolah oleh sang Tathagata di masa lampau di dalam semua alam makhluk,
Dijelaskan secara terperinci didalam sana.

Dibawah pohon ada para sura, sebanyak butiran debu di ksetra,
Semuanya tinggal bersama di Bodhimanda ini,
Masing-masing dihadapan pohon Bodhi sang Tathagata
Terus-menerus memberitakan pintu pembebasan.

Sang Bhagavan mengolah banyak praktek di masa lampau,
Membuat pemujaan kepada semua Buddha.
Praktek-Nya dan juga kemasyhuran-Nya,
Semuanya muncul didalam permata-permata itu.

Segala sesuatu di tempat itu menghasilkan suara yang menakjubkan.
Suara itu luas meliputi seluruh sepuluh penjuru.
Jika ada makhluk yang bisa mendengar Dharma itu,
Itu mendidik dan memurnikan mereka.

Sang Bhagavan dimasa lalu mempraktekkan,
Semua penghiasan yang tanpa batas.
Hiasan dari semua jenisnya yang tidak terhitung,
Ada di setiap pohon Bodhi.

Kemudian, Suvarnajvaladiptamandala Maha Bodhisattva, di adhisthana oleh sang Buddha, mengamati lautan perkumpulan majelis di Bodhimanda, mengucapkan syair-gatha ini :

Sang Bhagavan mengolah praktek Bodhi,
Memahami segala sesuatu,
Menjelaskan yang benar dan yang salah.
Ini adalah Buddhabala yang pertama dari pengetahuan.

Karena dimasa lampau Dia mengamati sifat alami dari segala sesuatu dengan sama,
Dia menjelaskan lautan dari semua karma.
Jadi, sekarang di dalam jaring cahaya,
Dia dapat memberitahukannya semua, di seluruh penjuru.

Di kalpa masa lampau, Dia mengembangkan upaya-kausalya,
Untuk membimbing para makhluk sesuai dengan indera mereka,
Menyebabkan pikiran mereka semua menjadi murni.
Jadi, sang Bhagavan mampu menyempurnakan pengetahuan mereka yang sanggup.

Karena pemahaman dari para makhluk hidup tidak sama,
Dan kecenderungan tindakan mereka berbeda-beda,
Dia mengajar sesuai dengan kebutuhan mereka.
Sang Bhagavan bisa melakukan ini melalui kekuatan kebijaksanaan-Nya.

Memahami lautan wilayah di sepuluh penjuru,
Semua alam para makhluk yang dikandung,
Pengetahuan sang Bhagavan sebanding dengan ruang angkasa.
Semuanya Dia bisa perlihatkan di dalam satu pori-pori.

Sang Tathagata mengetahui hasil dari semua karma,
Memahami masa lampau, sekarang dan masa depan dengan sekejap,
Ksetra, usia, makhluk, dan waktu dari semua wilayah.
Semuanya Dia bisa ungkapkan dan menjelaskannya.

Samadhi, pembebasan, dan kekuatan-Nya tidak terbatas,
Demikian juga dengan Dhyana dan Upaya-kausalya-Nya.
Sang Bhagavan memperlihatkan semuanya kepada para makhluk, menggembirakan mereka,
Menyebabkan mereka semua melenyapkan kegelapan penderitaan.

Pengetahuan sang Buddha tidak terhalang, meliputi semua waktu.
Semuanya Dia perlihatkan dalam sekejap, di dalam pori-pori rambut-Nya.
Buddhadharma, ksetra, dan para makhluk hidup,
Semua ini muncul dari kekuatan ingatan-Nya.

Mata sang Buddha seluas ruang angkasa,
Dia melihat seluruh dharmadhatu.
Di dalam keadaan tanpa rintangan, dengan fungsi yang tiada bandingnya,
Semua Tathagata bisa ditunjukkan melalui mata-Nya.

Semua makhluk hidup sepenuhnya melekat,
Pada kebiasaan mereka yang beracun.
Sang Bhagavan muncul di seluruh dunia,
Menyebabkan itu dilenyapkan melalui keterampilan-Nya.

Kemudian, Dharmadhatusamantasvara Maha Bodhisattva, di adhisthana oleh sang Buddha, mengamati lautan perkumpulan majelis di Bodhimanda, mengucapkan syair-gatha ini :

Kekuatan batin sang Buddha yang hebat meliputi sepuluh penjuru,
Pertunjukan-Nya yang menakjubkan tanpa ada pembedaan.
Keterampilan yang melampaui (Upaya Paramita), praktek kebangkitan (Bodhisattvacarya),
Yang dipraktekkan-Nya di masa lampau, semuanya di perlihatkan.

Dari dahulu kala, Dia berbelas kasihan kepada para makhluk,
Dan mempraktekkan memberi yang melampaui (Dana Paramita).
Oleh sebab itu, tubuh-Nya adalah yang paling agung,
Menyenangkan semua yang melihat-Nya.

Di dalam kalpa masa lampau yang tidak terbatas,
Dia mengolah disiplin pengendalian diri yang melampaui (Sila Paramita),
Sehingga memperoleh tubuh murni yang meliputi semua,
Memadamkan berbagai macam kesengsaraan di dunia.

Dia mengolah kesabaran yang melampaui (Ksanti paramita), yang murni,
Penuh keyakinan pada Dharma, tanpa pembedaan.
Sehingga bentuk tubuh-Nya sempurna,
Memancarkan cahaya di sepuluh penjuru.

Dia berjuang keras (Virya paramita) di kalpa masa lampau yang tidak terbatas,
Mampu meruntuhkan rintangan dari para makhluk hidup.
Oleh sebab itu, Dia bisa mewujudkan tubuh di sepuluh penjuru,
Semuanya muncul dibawah pohon Bodhi.

Sang Bhagavan menguasai lautan praktek,
Mencapai Kebijaksanaan yang melampaui (Prajna paramita).
Oleh sebab itu, Dia memancarkan cahaya yang menyinari semua,
Menghancurkan kegelapan dari ketidaktahuan.

Mengubah para makhluk melalui cara bijaksana yang melampaui (Upaya paramita),
Dia menyebabkan praktek mereka menjadi berhasil.
Mengembara dimana-mana di sepuluh penjuru,
Selama kalpa yang tanpa akhir, Dia tidak pernah beristirahat.

Sang Tathagata mengolah praktek selama kalpa tanpa batas,
Memurnikan dan menguasai Ikrar yang melampaui (Pranidhana paramita).
Oleh karena itu, Dia muncul di seluruh dunia,
Terus-menerus menyelamatkan para makhluk.

Sang Tathagata secara luas mengolah praktek selama kalpa tak terhitung,
Dengan kekuatan yang melampaui (Bala paramita) merincikan semua Dharma.
Jadi, Dia telah menyempurnakan kekuatan batin,
Muncul di seluruh ksetra.

Sang Buddha mengolah pengetahuan yang melampaui (Jnana paramita),
Sifat alami dari Sarvajnajnana-Nya adalah seperti ruang angkasa.
Oleh sebab itu, Dia memiliki kekuatan yang tidak terhalang,
Menyinari semua ksetra di sepuluh penjuru.

Kemudian, Vimalacandrameghasvara Maha Bodhisattva, di adhisthana oleh sang Buddha, mengamati lautan perkumpulan majelis di Bodhimanda, mengucapkan syair-gatha ini :

Alam dari kekuatan batin-Nya sebanding dengan ruang angkasa,
Tiada makhluk yang tidak melihatnya.
Bhumi yang Dia sempurnakan di dalam praktek masa lampau,
Sepenuhnya di jelaskan di dalam permata itu.

Berjuang keras dengan murni selama kalpa yang tidak terhitung,
Dia memasuki Bhumi pertama, yaitu penuh kegembiraan (pramudita).
Menghasilkan pengetahuan yang luas dari dharmadhatu,
Dia melihat para Bhagavan Buddha yang tidak terhitung di sepuluh penjuru.

Di tingkat tanpa kekotoran (vimalabhumi) ditengah-tengah segala sesuatu,
Dia mengamati sila kemurnian yang sebanyak jumlah makhluk hidup.
Setelah mempraktekkan secara luas selama banyak kalpa,
Dia melayani lautan para Bhagavan Buddha yang tidak terbatas jumlah-Nya.

Mengumpulkan kebajikan di tingkat pemancar cahaya (prabhakarabhumi),
Gudang ketenangan-Nya kukuh dan bertahan;
Awan Dharma yang luas yang telah Dia pelajari,
Jadi, itu di ceritakan didalam permata itu.

Tingkat kecerdasan yang menyala (arcismatibhumi) yang tiada bandingan,
Memahami situasi, Dia menimbulkan belas kasih.
Dengan bentuk rupa yang sama, Dia hadir di semua ksetra.
Pencapaian dari sang Tathagata ini seluruhnya di beritakan.

Gudang semesta dari kesamaan, tingkat yang sulit ditaklukkan (sudurjayabhumi)
Sesuai dengan karma dan keheningan, tanpa pertentangan,
Alam dari Buddhadharma sepenuhnya sama.
Bagaimana sang Buddha memurnikannya, permata itu bisa memberitahukan.

Praktek yang menjangkau luas, tingkat dari lautan kebijaksanaan (dari bhumi keenam - abhimukha),
Sepenuhnya memahami semua aspek dari Dharma.
Muncul di semua ksetra seperti ruang angkasa,
Suara Dharma ini datang dari pohon itu.

Tubuh ruang angkasa, meliputi dharmadhatu,
Sang Lampu kebijaksanaan, menyinari semua makhluk,
Semua cara terampil sepenuhnya termurnikan.
Perjalanan jauh-Nya di masa lampau (saat di Bhumi ke tujuh - durangama) dibuat-Nya diberitakan.

Dihiasi dengan pelaksanaan semua ikrar,
Lautan ksetra yang tidak terbatas seluruhnya murni.
Tidak terganggu oleh pembedaan apapun,
Bhumi yang tiada bandingannya ini (bhumi ke delapan - acala) sepenuhnya dijelaskan.

Kekuatan guhya dengan jangkauan yang tanpa batas,
Memasuki kekuatan bercahaya dari Dharma.
Tingkat kecerdasan unggul (sadhumatibhumi) yang murni ini,
Dan praktek-Nya selama kalpa sepenuhnya diperlihatkan.

Tingkat kesepuluh, awan dari ajaran (dharmamegha) yang menjangkau luas,
Menelan segala sesuatu, meliputi seluruh ruang angkasa.
Alam Buddha diceritakan di dalam suara itu,
Suara itu adalah kekuatan batin sang Tathagata.

Kemudian, Upakaravikramaprabhaketu Maha Bodhisattva, di adhisthana oleh sang Buddha, mengamati sepuluh penjuru arah, mengucapkan syair-gatha ini :

Para makhluk hidup yang tidak terhitung ada di dalam perkumpulan,
Pikiran dari keyakinan mereka yang beranekaragam semuanya murni.
Semuanya bisa masuk kedalam pemahaman pada kebijaksanaan sang Buddha,
Dan memahami semua keadaan yang menghiasi-Nya.

Masing-masing memulai ikrar yang murni dan mempraktekkannya.
Semuanya telah membuat persembahan kepada para Sattva yang tidak terhitung.
Mereka bisa melihat tubuh sang Buddha yang sesungguhnya,
Juga semua perwujudan guhya-Nya.

Beberapa orang bisa melihat Dharmakaya sang Tathagata,
Yang tiada bandingan, tidak terhalang, meliputi semua tempat.
Sifat alami dari semua gejala kejadian yang tidak terbatas,
Ada di dalam Tubuh itu sepenuhnya.

Beberapa orang melihat bentuk tubuh indah sang Buddha,
Ciri-ciri tubuh-Nya yang tanpa batas menyala dengan cahaya.
Sesuai dengan pemahaman yang berbeda-beda dari berbagai jenis makhluk,
Dia merubah wujud-Nya menjadi berbagai penampilan dimana-mana.

Beberapa orang melihat tubuh dari pengetahuan yang tidak terhalang,
Sama di semua waktu, seperti ruang angkasa.
Sesuai dengan perubahan kecenderungan para makhluk,
Dia menyebabkan mereka melihat semua jenis dari perbedaan.

Beberapa orang bisa memahami suara sang Tathagata,
Yang meliputi semua ksetra di sepuluh penjuru.
Sesuai dengan kemampuan pemahaman para makhluk hidup,
Dia menghasilkan suara ucapan untuk mereka, tanpa halangan.

Beberapa orang melihat berbagai jenis cahaya dari sang Tathagata,
Dengan berbagai cara menyinari seluruh dunia.
Dan beberapa juga melihat di dalam cahaya sang Tathagata,
Ada para Bhagavan Buddha menampilkan kekuatan guhya mereka.

Beberapa orang melihat lautan awan cahaya sang Buddha,
Yang dipancarkan dari pori-pori-Nya, dengan warna yang bersinar,
Memperlihatkan jalan yang Dia praktekkan di masa lampau,
Menyebabkan para makhluk percaya dan memasuki pengetahuan sang Bhagavan.

Beberapa orang melihat tanda-tanda hiasan kebajikan sang Tathagata,
Dan melihat dari mana kebajikan itu berasal.
Lautan Upaya Paramita yang Dia praktekkan dulu,
Dengan jelas terlihat di dalam ciri-ciri sang Bhagavan.

Kualitas sang Buddha tidak bisa diukur.
Itu memenuhi dharmadhatu, tanpa batas.
Ini dan bentangan kekuatan batin sang Bhagavan,
Para makhluk ini bisa menjelaskannya melalui kekuatan sang Buddha.

Kemudian, lautan dunia beserta susunan tumpukan bunganya, melalui kekuatan sang Buddha, semuanya berguncang dalam enam cara, di dalam delapan belas gaya, yaitu : bergetar, bergetar di semua wilayah, bergetar di semua wilayah di semua penjuru. Menaik, menaik di semua wilayah, menaik di semua wilayah di semua penjuru. Bergelombang, bergelombang di semua wilayah, bergelombang di semua wilayah di semua penjuru. Berguncang, berguncang di semua wilayah, berguncang di semua wilayah di semua penjuru. Bergemuruh, bergemuruh di semua wilayah, bergemuruh di semua wilayah di semua penjuru. Berdentam, berdentam di semua wilayah, berdentam di semua wilayah di semua penjuru.

Berbagai para Pemimpin Dunia ini masing-masing menyebabkan awan-awan puja yang tidak terbayangkan muncul, menghujani di atas lautan para makhluk di Bodhimanda : awan hiasan dari semua bunga yang wangi; awan hiasan dari semua batu permata; awan jaring bunga dari api semua permata; awan dari bola cahaya permata dengan keanekaragaman yang tanpa batas; awan dari permata mani dengan semua warna; awan dari semua kayu candana harum yang berharga; awan dari payung yang terbuat dari semua jenis zat berharga; awan dari vajra dengan suara gema yang murni; awan dari kalung permata yang bersinar seperti matahari; awan dari tumpukan semua batu permata yang bercahaya; awan dari semua jenis perhiasan; Awan-awan hiasan ini tidak terbatas, banyaknya tidak terbayangkan. Para Pemimpin Dunia ini masing-masing menghasilkan awan-awan puja seperti itu, menebarkannya diatas lautan para makhluk di Bodhimanda sang Tathagata, semuanya mencapai dimana-mana.

Sama seperti di dunia ini para Pemimpin Dunia dengan gembira menghasilkan persembahan seperti itu, demikian juga semua Pemimpin Dunia di dalam semua dunia dari lautan dunia dari susunan tumpukan bunga membuat persembahan seperti itu. Di dalam masing-masing dunia mereka, ada sang Tathagata sedang duduk di Bodhimanda. Setiap dari para Pemimpin Dunia itu dengan beranekaragam keteguhan keyakinan, samadhi, dhyana, praktek yang membantu pencerahan, pencapaian, kegembiraan, pendekatan, pemahaman pada Dharma, jalan masuk ke alam kekuatan batin Buddha, jalan masuk ke alam kemampuan Buddha, jalan masuk ke pembebasan Buddha adalah yang sama dengan Mereka yang di lautan tumpukan bunga dari dunia-dunia di dalam lautan dunia di seluruh ruang angkasa dari seluruh dharmadhatu.


Terakhir diubah oleh skipper tanggal Sat Dec 09, 2017 10:42 pm, total 19 kali diubah
avatar
skipper

Jumlah posting : 467
Join date : 27.11.08
Age : 29

Lihat profil user http://aryamahayana.forumup.com

Kembali Ke Atas Go down

Avatamsaka Sutra

Post by skipper on Mon Nov 27, 2017 10:48 pm


Sri Vajra Aksobhya Tathagata

Karmapa Mahakala Puja

Sri Vajra Mahakala Vajrasattva

Bab 2
Buddhasandarsana parivartah

Pada waktu itu, para Bodhisattva dan para Lokanatha dari semua dunia membentuk pemikiran ini :
Seperti apakah tingkat (bhumi) dari Buddha?
Seperti apakah keadaan dari Buddha?
Seperti apakah adhisthana dari Buddha?
Seperti apakah praktek dari Buddha?
Seperti apakah kekuasaan dari Buddha?
Seperti apakah keberanian dari Buddha?
Seperti apakah samadhi dari Buddha?
Seperti apakah kekuatan batin dari Buddha?
Seperti apakah jenis dari penguasaan diri yang dimiliki Buddha?
Seperti apakah jenis dari yang tidak bisa dihancurkan yang dimiliki Buddha?
Seperti apakah mata Buddha?
Seperti apakah telinga Buddha?
Seperti apakah hidung Buddha?
Seperti apakah lidah Buddha?
Seperti apakah tubuh Buddha?
Seperti apakah pikiran Buddha?
Seperti apakah cahaya dari tubuh Buddha?
Seperti apakah lingkaran cahaya dari Buddha?
Seperti apakah suara Buddha?
Seperti apakah kebijaksanaan Buddha?
Tolong, Bhagavan, berbelas kasihlah kepada kami dan jelaskanlah ini kepada kami.


Terakhir diubah oleh skipper tanggal Sat Dec 09, 2017 11:46 pm, total 1 kali diubah
avatar
skipper

Jumlah posting : 467
Join date : 27.11.08
Age : 29

Lihat profil user http://aryamahayana.forumup.com

Kembali Ke Atas Go down

Avatamsaka Sutra

Post by skipper on Tue Dec 05, 2017 11:11 pm

Om Muni Muni Maha Muni Svaha


Terakhir diubah oleh skipper tanggal Fri Dec 08, 2017 10:35 pm, total 1 kali diubah
avatar
skipper

Jumlah posting : 467
Join date : 27.11.08
Age : 29

Lihat profil user http://aryamahayana.forumup.com

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mahā Vaipulya Buddhāvatamsaka Nāma Mahāyāna Sūtra

Post by skipper on Sat Dec 09, 2017 11:51 pm

Namo Ta Pei Kuan Yin Pu Sa
Namo Maha Karuna Avalokitesvara Bodhisattva
avatar
skipper

Jumlah posting : 467
Join date : 27.11.08
Age : 29

Lihat profil user http://aryamahayana.forumup.com

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mahā Vaipulya Buddhāvatamsaka Nāma Mahāyāna Sūtra

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik