Amitābhasya Tathāgatasya Sukhāvatī Vyūha Nāma Mahāyāna Ratna Kūta Sūtra

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Amitābhasya Tathāgatasya Sukhāvatī Vyūha Nāma Mahāyāna Ratna Kūta Sūtra

Post by skipper on Sun Feb 12, 2017 11:56 pm

MAHAYANA TRIPITAKA SUTTRAM



Amitābhasya Tathāgatasya Sukhāvatī Vyūha Nāma Mahāyāna Ratna Kūta Sūtra

Om Amitābha Hrīh

sukhāvatīvyūhah vistara mātrkā
(Ibu Dari Ajaran Yang Luas Dari Susunan Kebahagiaan Penuh)


om namah śrīsarvabuddhabodhisattvebhyah

(Om Terpujilah Semua Yang Agung Buddha dan Bodhisattva)

namo daśadiganantāparyantalokadhātupratisthitebhyah sarvabuddhabodhisattvāryaśrāvakapratyekabuddhebhyo 'tītānāgatapratyutpannebhyah

(Terpujilah Yang Menghuni Sistem Dunia Yang Tiada Batas Dan Tiada Akhir Di Sepuluh Penjuru Semua Buddha Bodhisattva Arya Sravaka dan PratyekaBuddha dari Masa Lampau, Masa Sekarang dan Masa Depan)

namo Amitābhāya

(Terpujilah Sang Cahaya Tanpa Batas)

namo 'cintyagunāntarātmane

(Terpujilah Yang Memiliki Kebajikan Tidak Terbayangkan)

Demikianlah telah kudengar, pada satu waktu, sang Bhagavan sedang tinggal berdiam di Rājagrha, di atas puncak gunung Grdhrakūta, bersama-sama dengan perkumpulan besar Bhiksu samgha yang banyaknya tiga puluh dua ribu Bhiksu (dvātrimśatā bhiksusahasraih), yang semuanya adalah para Arhat yang telah melenyapkan emosi yang mengganggu dan arus keluarnya telah dihabiskan (sarvairarhadbhih ksīnāsravairnihkleśairusitavadbhih), yang pikirannya sepenuhnya terbebaskan oleh pengetahuan yang sempurna (samyagāj˝āsuvimuktacittaih), dengan pikiran yang memeriksa (parīksacittaih) - telah menghancurkan belenggu dari keberadaan (pariksīnabhavasamyojana), yang telah memperoleh tujuan mereka sendiri (anuprāptasvakārtha), yang telah memperoleh pengendalian diri tertinggi dan kemenangan (vijitavadbhiruttamadamathaprāptaih), yang pikirannya telah sepenuhnya terbebaskan (suvimuktacittaih), yang kebijaksanaannya telah sepenuhnya terbebaskan (suvimuktapraj˝a), para gajah besar (mahānāgaih), yang memiliki enam pengetahuan, penguasaan, penyerapan pada delapan pembebasan, dan kekuatan (sadabhij˝airvaśībhūtairastavimoksadhyāyibhirbalaprāpta), yang mahir dalam pengetahuan (abhij˝ātābhij˝aih), para Sthavira Mahāśrāvaka, yaitu : Aj˝āta Kaundinya, Aśvajitā, Vāspa, Mahānāmnā, Bhadrajitā, Yaśodeva, Vimala, Subāhu, Pūrna Maitrāyanī putra, Uruvilvā Kāśyapa, Nadī Kāśyapa, Gayā Kāśyapa, Kumāra Kāśyapa, Mahā Kāśyapa, Sāriputra, Mahā Maudgalyāyana, Mahā Kausthilya, Mahā Kaphila, Mahā Cunda, Aniruddha, Nandika, Kampila, Subhūti, Revata, Khadiravanika, Vakula, Svāgata, Amogharāja, Pārāyanika, Patka, Cullapatka, Nanda, Rāhula, Ayusma Ananda, bersama dengan ini ada para Sthavira Mahā Srāvaka yang mahir dalam pengetahuan, kecuali satu orang yang masih harus maju di tingkat pemula yaitu Ayusma Ananda.

Para Bodhisattva Mahāsattva berjumlah besar yang mahir dalam Mahāyāna juga hadir mendampingi sang Buddha, termasuk Mereka semua yang dari Bhadrakalpa ini, yaitu Samantabhadra Bodhisattva, Ma˝juśri Kumārabhūta Bodhisattva, dan Maitreya Bodhisattva.

Ada juga hadir enam belas Bodhisattva perumah tangga seperti Bhadrapāla, juga Gambhīracitta Bodhisattva, Sraddhāprajnā Bodhisattva, Sūnyatā Bodhisattva, Unmādarddhi Bodhisattva, Prabhāvira Bodhisattva, Uttaraprajnā Bodhisattva, Prajnāketu Bodhisattva, Sāntayogyatā Bodhisattva, Prajnapranidhāna Bodhisattva, Gandhastin Bodhisattva, Ratnavira Bodhisattva, Madhyavisthā Bodhisattva, Damācāra Bodhisattva, dan Vimukta Bodhisattva, bersama-sama dengan para Satpurusa, yaitu : Ratnakara, Susarthavaha, Naradatta, Guhyagupta, Varunadatta, Indradatta, Utaramati, Visesamati, Vardhamanamati, Amoghadarsin Susamprasthita, Suvikrantavikramin, Anupamamati, Suryagarbha, dan Dharanidhara. Semua dari para Bodhisattva ini mengikuti jalan dari Samantabadra. Mereka telah memenuhi semua praktek dan sumpah dari Bodhisattvacaryā. Mereka tinggal berdiam dengan kukuh di dalam semua kualitas kebajikan. Pergi dengan bebas di dalam sepuluh penjuru arah dan melakukan upāya kaushalya dari pembebasan. Dia masuk kedalam gudang Dharma dari para Buddha dan mencapai pantai seberang. Di seluruh dunia yang tidak terhitung, Dia pertama mencapai Bodhi, tinggal berdiam di dalam surga Tusita, mengkhotbahkan Saddharma. Setelah meninggalkan istana surga, turun dan masuk ke dalam rahim Ibu-Nya. Segera setelah terlahir dari sisi kanan Ibu-Nya, Dia mengambil tujuh langkah. Saat Dia melakukannya, cahaya berkilau menyinari seluruh sepuluh penjuru arah dan Buddhaksetra yang tidak terhitung jumlahnya berguncang dalam enam cara.


Terakhir diubah oleh skipper tanggal Fri Apr 14, 2017 12:48 am, total 3 kali diubah
avatar
skipper

Jumlah posting : 465
Join date : 27.11.08
Age : 29

Lihat profil user http://aryamahayana.forumup.com

Kembali Ke Atas Go down

Re: Amitābhasya Tathāgatasya Sukhāvatī Vyūha Nāma Mahāyāna Ratna Kūta Sūtra

Post by skipper on Mon Feb 13, 2017 12:04 am

Tolong tidak mereply di postingan Sutra ini hingga selesai. Ini adalah postingan ulang penyempurnaan sutra gunung permata tentang Sukhavati.

Terima kasih.
avatar
skipper

Jumlah posting : 465
Join date : 27.11.08
Age : 29

Lihat profil user http://aryamahayana.forumup.com

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik