Susiddhikara Mahā Tantra Sādhana Upāyika Patala Vidya Yoga Siddhi Nāma Mahāyāna Sutra

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Susiddhikara Mahā Tantra Sādhana Upāyika Patala Vidya Yoga Siddhi Nāma Mahāyāna Sutra

Post by skipper on Tue Apr 26, 2016 11:25 pm

MAHAYANA TRIPITAKA SUTTRAM
 
Vajradhara


Kundali Vidyaraja
Susiddhikara Mahā Tantra Sādhana Upāyika Patala Vidya Yoga Siddhi Nāma Mahāyāna Sutra

Bab I
Kundalipariprccha (Pertanyaan Kundali)

Demikianlah telah kudengar, pada suatu waktu, Sri Bhagavān Vajradhara, sang Vajrasattva, sang Mahāsattva, sang Mahāyāna, sang Diri Yang Besar (mahātmaka), sang Cahaya Pemenang (jinaprabha), sang Cahaya Yang Besar (mahāprabha), sang Kemurnian Yang Besar (mahāśuddha), sang Penguasa Yang Besar (mahānātha), sang Raja Vajra (vajrarāja), Sang Vajra Yang Besar (mahāvajra), sang Vajra, sang Semua Tathāgata (sarvatathāgata), sang Semangat Yang Besar (mahāvīrya), sang Cara Bijaksana Yang Besar (mahopāya), sang Nafsu Vajra (vajrarāga), sang Semua Kesenangan (sarvasaukhya), sang Kebahagiaan Yang Besar (mahāsukha), sang Waktu Yang Besar (mahākāla), sang Pidato Vajra (vajrabhāsa), sang Pidato Yang Besar (mahābhāsa), Yang Terbebas Dari Penggandaan (nisprapaρca), sang Huruf Besar (mahāksara), sang Huruf Yang Tidak Bisa Diungkap (anaksara), sang Pembacaan Yang Besar (mahājāpa), sang Ucapan Buddha (buddhavāca), sang Penyatuan Yang Besar (mahāsandhi), sang Segel Yang Besar (mahāmudra), sang Pengikat Samaya Yang Besar (mahāsamayabandhaka), sang Tinju Yang Besar (mahāmuste), sang Segel Yang Tertinggi (samudrāgrya), sang Tinju Vajra (vajramuste), sang Permata Vajra (vajraratnā), sang Samantabhadra, sang Vajrapāni, mengajarkan ritual Mahayana yang tiada tandingan, pencapaian Siddhi yang tidak bisa digagalkan, penyelesaian Vidyaraja yang menakjubkan.

Pada saat itu, sang Bodhisattva Vajra Krodha Kundalin menggabungkan kedua telapak tangannya beranjali dan mensujudkan dirinya ke Kaki dari sang Bhagavan Vajradhara, lalu bertanya : "Pada satu saat di masa lampau, saya mendengar dari Anda, Bhagavān, ritual dan tatacara untuk Mandala dari semua Vidyaraja. Saya juga mendengar tentang kebajikan dari kemanjuran ajaib dari para Vidyaraja dan para pelayan Mereka. Demi kepentingan para makhluk di masa depan, Saya memohon Anda, Bhagavān, jelaskanlah itu dengan terperinci. Melalui aturan apakah orang membaca Mantra agar dengan cepat memperoleh keberhasilan? Walaupun huruf dari Mantra itu adalah yang dari satu intisari, ritual yang diselesaikannya adalah yang tidak terbatas jumlahnya."

Kemudian dia bertanya dalam syair-gatha berikut ini:

Apa ciri-ciri dari Mantra dan ciri-ciri dari Acarya?
Apa ciri-ciri dari keahliannya?
Jelaskanlah ciri-ciri dari temannya!
Tempat yang bagaimanakah yang unggul?
Di tempat manakah yang mudah untuk mencapai keberhasilan dengan cepat?
Apa ciri-ciri dari pengendalian?
Dan apa yang patut dan yang tidak patut untuk dilakukan?
Apa cara bijaksana dan tata cara untuk membaca Mantra?
Bunga yang bagaimanakah yang mendatangkan keberhasilan dengan mudah?
Bagaimanakah cara menggunakan wewangian?
Bagaimanakah cara membuat persembahan makanan?
Dupa yang bagaimanakah yang dibakar?
Apa ciri-ciri dari lampu yang menyala?
Apa itu Santika?
Apa itu Paustika?
Apa itu Abhicarika?
Apa jenis-jenis hal yang dicapai dari masing-masing tiga jenis ini?
Apa ciri-ciri dari keberhasilan di dalam tata cara yang lebih tinggi, yang menengah, dan yang lebih rendah?
Melalui ritual apakah untuk melakukan pemanggilan?
Bagaimanakah cara melakukan penyembahan?
Bagaimanakah cara melindungi diri sendiri?
Apa cara lengkap untuk pembacaan?
Apa ciri-ciri dari pembacaan Mantra?
Bagaimanakah cara melaksanakan Abhiseka?
Apa ciri-ciri dari percobaan Mantra?
Bagaimanakah cara menerimanya?
Bagaimanakah huruf-huruf itu dilengkapkan?
Bagaimanakah cara meningkatkannya?
Bagaimanakah cara melaksanakan Homa?
Apa tata caranya dari ritualnya?
Apa perlengkapan yang digunakan untuk mendatangkan keberhasilan yang cepat?
Apa ciri-ciri dari menyelenggarakan obat-obatan?
Apa ciri-ciri dari menerima obat-obatan?
Apa cara untuk memurnikan obat-obatan?
Apa ukuran dan jumlah untuk obat-obatan?
Obat-obatan itu, penampilannya, saya memohon Anda, Bhagavān, yang berbelas kasihan,
untuk menjelaskan masing-masing itu kepada saya dengan nyata!
Bagaimanakah cara melindungi perlengkapan untuk penyelenggaraannya?
Bagaimanakah cara membedakan pembagiannya?
Bagaimanakah cara menggunakan perlengkapan untuk penyelenggaraannya?
Tolong bentuklah untuk menjelaskan ciri-cirinya secara terpisah!
Bagaimanakah cara menyebabkan perlengkapan yang telah hilang menjadi kembali?
Ketika dibahayakan, bagaimanakah cara mengembalikannya?
Apa ciri-ciri dari mengetahui para penghalang lebih dahulu?
Apa Mandala dari penyelenggaraan?
Apa Mandala untuk menyelesaikan perbuatan?
Apa Mandala Abhiseka?
Demi kepentingan para makhluk hidup, saya memohon Anda untuk membabarkannya dengan terperinci,
untuk pertanyaan-pertanyaan ini, sesuai dengan apa yang penting.


Terakhir diubah oleh skipper tanggal Mon Jun 06, 2016 12:21 am, total 4 kali diubah

skipper

Jumlah posting : 439
Join date : 27.11.08
Age : 28

Lihat profil user http://aryamahayana.forumup.com

Kembali Ke Atas Go down

Om Ratnasambhava Tram

Post by skipper on Tue Apr 26, 2016 11:29 pm




Bab II
Mantralaksana (Ciri-ciri Mantra)

Kemudian sang Vajradhara, Yang terhiasi dengan pertanda baik (subhamanditam), Yang layak disembah oleh semua Vidyādhara dan Bodhisattva yang berbelas kasih besar, menyapa sang Mahāvīrya Vajra Krodha Kundalin dengan berkata : "Sangat baik, sangat baik, Maha Krodha! Anda telah melakukan dengan sangat baik untuk bertanya kepada Saya pertanyaan seperti itu. Dengarlah dengan konsentrasi dan penuh perhatian pada Hukum tertinggi yang mulia ini. Penghasil Siddhi yang menakjubkan (susiddhikara) ini memiliki lima jenis penghiasan (pancalamkara dharma) : yang pertama disebut Semangat Yang Besar (mahāvīrya); yang kedua disebut Raja Pengetahuan (vidyārāja); yang ketiga disebut Melenyapkan Rintangan (avaranapraksina); yang keempat di sebut Menyelesaikan Semua Perbuatan Yang Berani (sarvabhayakarmakrta); yang kelima disebut Melakukan Semua Mantra (sarvamantravartayati); Susiddhi ini adalah demikian bahwa jika anda tidak berhasil ketika menjalani Ritual Mantra yang lain, anda harus membaca Mantra dari Ajaran ini, yang dalam hal ini anda akan memperoleh keberhasilan dengan cepat. Diantara Tiga Keluarga (trikula: Buddha, Padma, Vajra), Ajaran ini adalah Rajanya. Ia juga mampu menyelesaikan semua cara dari perbuatan, yaitu : perbuatan dari perlindungan diri, mengikat perbatasan (menetapkan garis batas Mandala dalam ritual Mantrayana), penarikan (akarsana), juga perbuatan dari penyembahan, pertolongan, hukuman, pengajaran, dan semua Mantra menjadi berhasil."

"Selanjutnya, diantara Hrdaya Mantra, yang memiliki tiga huruf HUM adalah yang juga mampu menyelesaikan semua perbuatan ritual seperti yang telah dijelaskan tadi."

"Hrdaya Mantra dengan tiga huruf HUM adalah: OM KRODHANA HUM JAH (OM Yang Murka HUM JAH)."


"NAMO RATNA -TRAYĀYA, NAMAHS CANDA - VAJRA-PĀNIYE - MAHĀ -YAKSA - SENAPATĀYE, OM - SUSIDDHIYA SIDDHIYA - SĀDHAYA, SUSIDDHI KARA – HŪM HŪM HŪM – PHAT PHAT PHAT (Menyembah hormat kepada Tiga Permata, Terpujilah Vajrapani Yang Murka, Sang Jenderal Besar Atas Para Yaksa, OM Jadilah Keberhasilan Yang Menakjubkan, Buatlah Keberhasilan, Hasilkanlah Siddhi Yang Menakjubkan HUM HUM HUM PHAT PHAT PHAT)."

"OM SRUTI SMRTI DHARANI HUM HAH   (OM Dengarlah Penuh Perhatian DHARANI HUM HAH)."
Gunakan Hrdaya Mantra ini, sang Raja Tiga Huruf HUM, percikkan air untuk membersihkan tubuh.

"Selanjutnya, ritual untuk Siddhi yang lebih tinggi, menengah, atau yang lebih rendah adalah yang sama seperti yang telah dijelaskan di dalam Ajaran Sutra lainnya. Dia yang menginginkan keberhasilan Siddhi harus memahami ritual Mantra yang lebih tinggi, menengah, atau yang lebih rendah. Ajaran ini merangkul ritual Mandala yang dilaksanakan di dalam seluruh Tiga Keluarga. Mantra dari Keluarga Buddha (Buddha-kulāya-mantra) adalah untuk Pelenyapan Bencana (Śāntika); Mantra dari keluarga Avalokiteśvara (Avalokiteśvara-kulāya-mantra) adalah untuk Peningkatan Keuntungan (Paustika); Mantra dari Keluarga Vajra (Vajra-kulāya-mantra) adalah untuk Penaklukkan (Abhicārika). Dari ketiak (kaksa) sampai hingga puncak mahkota kepala (mukuta) adalah yang sesuai dengan tingkat yang tinggi [dari Siddhi]; Dari pusar perut (nami) sampai hingga ke ketiak adalah yang sesuai dengan tingkat yang menengah; Dari telapak kaki (pada) hingga sampai ke pusar perut adalah yang sesuai dengan tingkat yang lebih rendah; Diantara Mantra, anda juga harus membedakan tiga jenis pencapaian, dan tiga keluarga adalah masing-masing dibagi menjadi tiga, ini, anda harus memahami sepenuhnya. Diantara Mantra dari tiga keluarga, yang dari Vidyaraja adalah untuk pencapaian yang lebih tinggi. Mantra dari para utusan (dhuta), pelayan laki-laki (ceta), pelayan perempuan (ceti) dan seterusnya adalah untuk pencapaian yang lebih rendah. Mantra yang dibabarkan oleh para Dewata lainnya adalah untuk pencapaian yang menengah. Ritual untuk tiga jenis perbuatan yang pertama adalah ritual Śāntika, yang kedua adalah ritual Paustika, yang ketiga adalah ritual Abhicārika. Semua ritual ini ditemukan di dalam masing-masing dari tiga keluarga, anda harus sepenuhnya mengetahui bagaimana membedakan tata cara mereka."

Didalam Keluarga Buddha, gunakanlah Mantra dari Ibu Buddha (Buddha-matrka-mantra), yang bernama Buddhalocanā (mata Buddha), gunakan Mantranya untuk Śāntika. Mantranya adalah :
NAMO BHAGAVATE USNĪSĀYA OM – RURU SPHURU JVALA TISTA SIDDHA LOCANI, SARVA ARTHA SĀDHANI – SVĀHĀ (Menyembah hormat kepada sang Bhagavati Mahkota OM, mengaum ! bercahaya ! menyala ! menghuni ! Mata yang terang ! Mencapai semua tujuan ! SVAHA). Ini dibaca tiga kali.

Didalam Keluarga Padma, gunakanlah Mantra dari Ibu Avalokiteśvara (Avalokiteśvara-matrka-mantra), yang bernama Pāndaravāsinī (berjubah putih),  gunakan Mantranya untuk Śāntika. Mantra dari Ibu Avalokiteśvara adalah : Darsanasparsanabhyavasravasmaranena ca syam aham sarvasattvanam sarvavyadhicikitsaka, tadyatha : (Dengan melihat, menyentuh, mendengar, dan mengingat, semoga saya menjadi penyembuh semua penyakit dari semua makhluk ! Yaitu : )

NAMO RATNA -TRAYĀYA OM – KATE VIKATE KAMKATE – KATA VIKATE KAMKATE BHAGAVATI VIJAYE – SVĀHĀ. (Menyembah hormat kepada Tiga Permata, OM KATE VIKATE KAMKATE - KATA VIKATE KAMKATE, Bhagavati Yang Menang ! SVAHA). Ini dibaca tiga kali.

Didalam Keluarga Vajra, gunakanlah Mantra dari Ibu Vajradhāra (Vajradhāra-mātrka-mantra), yang bernama Māmakī,  gunakan Mantranya untuk Śāntika. Mantra dari Ibu Vajra adalah :
NAMO RATNA -TRAYĀYA NAMAHŚ CANDA -VAJRA-PĀNIYE MAHĀ -YAKSA -SENAPATĀYE NAMO LOKATHĀ ŚRĪYE NAMAH ŚANKARE ŚĀNTI KARE – TRĪM TRĪM – KUŚINA GANDAYA DUTINĀM – SVĀHĀ.

NAMO RATNA -TRAYĀYA NAMAHŚ CANDA -VAJRA-PĀNIYE MAHĀ -YAKSA -SENAPATĀYE, OM KULAMDHARI BANDHA BANDHA HUM PHAT (Menyembah hormat kepada Tiga Permata, Terpujilah Vajrapani Yang Murka, Sang Jenderal Besar Atas Para Yaksa, OM, Pemegang Keluarga ! Ikat, ikat ! HUM PHAT). Ini dibaca tiga kali.

Selanjutnya, didalam Keluarga Buddha, gunakanlah Mantra dari Vidyārāja, sang Vidyārāja itu bernama Vijayosnisa (Mahkota Kemenangan), gunakan Mantranya untuk Paustika. Mantra dari sang Vidyārāja adalah :

NAMO APRATIHATA USNĪSĀYA – SARVATRA APARĀJITĀYA – SAMAYA SAMAYA – ŚĀNTI DADE – DHARMA-RĀJA BHASITE MAHĀ- MANIYE – SARVA-ARTHA-SĀDHAYA – SVĀHĀ. (Terpujilah Mahkota Yang Tidak Bisa Dihalangi, Yang Tidak Terkalahkan Dimanapun, Sang Samayanya Samaya, Sang Pemberi Kedamaian, Sang Pembicara Raja Dharma, Sang Permata Besar, Yang Mencapai semua tujuan ! SVAHA)

NAMAH SAMANTA BUDDHANAM, OM BHRUM NAMAH (Menyembah hormat kepada semua Buddha! OM, BHRUM, Terpujilah !)

Didalam Keluarga Padma, gunakanlah Vidyārāja yang bernama Hayagriva (leher kuda), gunakan Mantranya untuk Paustika. Mantra dari sang Vidyārāja adalah :

OM – AMRTA-UDBHAVA – NAMAH SVAHA (OM, Yang Lahir Dari Nektar, Terpujilah ! SVAHA)

Didalam Keluarga Vajra, gunakanlah Vidyārāja yang bernama Sumbha, gunakan Mantranya untuk Paustika. Mantra dari sang Vidyārāja adalah :

NAMO RATNA -TRAYĀYA NAMAHŚ CANDA-VAJRA-PĀNAYE OM – SUMBHA NISUMBHA HŪM – GRHNA GRHNA HŪM – GRHNA APAYA HŪM – ĀNAYA HOH – BHAGAVAM VIDYĀ-RĀJA HŪM PHAT NAMAH. (Menyembah hormat kepada Tiga Permata, Terpujilah Vajrapani Yang Murka, OM SUMBHA, NISUMBHA HUM, Tangkap ! Tangkap ! HUM ! Tangkap Dengan Keras ! HUM ! Bawalah ! HOH ! Bhagavan Raja Pengetahuan HUM PHAT ! Terpujilah !).

NAMO RATNA -TRAYĀYA, NAMAHS CANDA - VAJRA-PĀNIYE - MAHĀ -YAKSA - SENAPATĀYE, OM SUMBHA NISUMBHA HŪM – GRHNA GRHNA HŪM – ĀNAYA HUM – BHAGAVAM VIDYĀ-RĀJA HŪM PHAT NAMAH.

Lalu, didalam Keluarga Buddha, gunakanlah Mahā Krodha yang bernama Aparajita (tidak terkalahkan), gunakan Mantranya untuk Abhicārika. Mantranya adalah :

OM – HULU HULU CANDARI MATANGI – SVĀHĀ

HUM PHAT VAK VAK CINA SICIK HUM PHAT


Didalam Keluarga Padma, Mahā Krodha bernama Sivāvaha, gunakan Mantranya untuk Abhicārika. Mantranya adalah :

NAMO RATNA-TRAYĀYA, NAMO MAHĀ-ŚRĪYĀYE, OM– ŚAKTIYE RĀMAYE – SAUME SIDDHI – SIDDHI SĀDHAYA – ŚIVE ŚIVE _ ŚIVAM ME_ ŚIVAṂ KARE – ABHAHA – SARVA-ARTHA-SĀDHANI – SVĀHĀ.

HUM PHAT HRIH HUM PHAT

Didalam Keluarga Vajra, Mahā Krodha bernama Kundalin (Amrtakundalin), gunakan Mantranya untuk Abhicārika. Mantranya adalah :

NAMO RATNA-TRAYĀYA, NAMAHŚ CANDA MAHĀ-VAJRA-KRODHĀYA, OM– HULU HULU – TISTA TISTA – BANDHA BANDHA – HANA HANA – AMRTE HŪM PHAT. (Menyembah hormat kepada Tiga Permata, Terpujilah Yang Murka, sang Kemurkaan Vajra Yang Besar, OM, Hantam, hantam ! Menetaplah, menetaplah ! Ikat, ikat ! Bunuh, bunuh ! Yang abadi ! HUM PHAT !)

NAMO RATNA -TRAYĀYA, NAMAHS CANDA - VAJRA-PĀNIYE - MAHĀ -YAKSA - SENAPATĀYE, OM AMRTA KUNDALI KHA KHA KHA KHA, KHAHI KHAHI, TISTA TISTA, BANDHA BANDHA, HANA HANA, GARJA VIGARJA, VISPHOTAYA SPHOTAYA, SARVAVIGHNAVINAYAKAN MAHAGANAPATI JIVITANTAKARAYA HUM PHAT. (Menyembah hormat kepada Tiga Permata, Terpujilah Vajrapani Yang Murka, Sang Jenderal Besar Atas Para Yaksa, OM, sang Kundali yang abadi ! Telan, telan, telan, telan ! Telanlah, telanlah ! Menetaplah, menetaplah ! Ikat, ikat ! Bunuh, bunuh ! Mengaum, mengaumlah ! Belah berkeping-keping, belah semua rintangan ! sang Pelenyap rintangan ! Dia yang membunuh penguasa besar ! HUM PHAT !)

Selanjutnya lagi, mungkin ada Mantra yang tidak termasuk Tiga Keluarga. Orang membedakan tiga jenis dari perbuatan ritual - Śāntika dan seterusnya - sesuai dengan kata dari Mantra. Jika Mantra memiliki kata 'Śanti Kuru (membuat keberuntungan)', kata 'Susiddhi Kuru (membuat Siddhi yang menakjubkan)', kata 'Sama (menghapus)', kata 'Prasama (murni)', kata 'Upasama (menghapus lebih jauh)', atau kata 'Svaha (berseru)', Anda harus menyadari bahwa itu adalah Mantra untuk Śāntika.

Jika ia memiliki kata 'Pusti (meningkatkan keuntungan)', kata 'Laksmin (pertanda baik)', 'Dada (memberi)', atau 'Urja (kuat)', atau kata 'Bala (kekuatan)', 'Vrddhi (meningkatkan)', 'Rupa (bentuk)', 'Medhā (kecerdasan)', 'Dhana (harta kekayaan)', 'Dhanya (gudang gandum)', 'Hiranya (emas)', 'Grama (desa)', 'Nagara (kota)', 'Rāstra (wilayah)', 'Rājya (Penguasa)' atau 'Dada (menyumbang)', Anda harus menyadari bahwa itu adalah Mantra untuk Paustika.

Jika ia memiliki kata 'Hum' atau kata 'Hana (bunuh)', 'Phat (patahkan)', 'Matha (hancurkan)', 'Bhānja (remukkan)', 'Uccātaya (hukum)', 'Utsāhaya (tahan)', 'Sosaya (keringkan)', 'Māraya (bunuh)', 'Khādaya (telan)', 'Kilaya (tusuk)', 'Chedaya (belah)', 'Bhasmi (jadikan debu)' atau 'Kuru (lakukan)', Anda harus menyadari bahwa itu adalah Mantra untuk Abhicārika.

Selanjutnya, jika ada Mantra yang memiliki arti 'Belas-kasih' atau 'Kebaikan', Anda harus menyadari bahwa itu untuk digunakan di dalam Śāntika; jika ada Mantra yang memiliki arti 'Kekerasan' atau 'Kemurkaan', Anda harus menyadari bahwa itu untuk digunakan di dalam Abhicārika; dan jika ada Mantra yang memiliki arti bukan 'Belas-kasih' maupun 'Kekerasan', Anda harus menyadari bahwa itu untuk digunakan di dalam Paustika.

Lagi, jika ingin cepat menyelesaikan Śāntika, Anda harus menggunakan Mantra dari Keluarga Buddha; jika ingin cepat menyelesaikan Paustika, Anda harus menggunakan Mantra dari Keluarga Padma (Bunga Teratai : Avalokiteśvara); Dan jika ingin cepat menyelesaikan Abhicārika, Anda harus menggunakan Mantra dari Keluarga Vajra.

Selanjutnya, Sutra ini adalah yang mendalam dan yang menakjubkan, sama seperti Devanya para deva, Ia adalah yang terbaik diantara Mantra yang terbaik. Jika Anda tinggal berdiam dengan aturannya, tidak akan ada perbuatan yang tidak bisa Anda selesaikan. Walaupun Sutra ini milik Vajra-kulā yang lebih rendah, karena dengan menjunjung titah dari Buddha-Dharma, Ia menyelesaikan segala sesuatu. Ia juga mampu menyelesaikan ritual dari dua kulā yang lebih tinggi. Itu adalah, sebagai contoh, sama seperti Raja yang bertindak sesuai dengan titah; Aturannya adalah yang sama dan harus dipahami sesuai dengan makna itu.



Terakhir diubah oleh skipper tanggal Sat Oct 08, 2016 10:47 pm, total 10 kali diubah

skipper

Jumlah posting : 439
Join date : 27.11.08
Age : 28

Lihat profil user http://aryamahayana.forumup.com

Kembali Ke Atas Go down

Re: Susiddhikara Mahā Tantra Sādhana Upāyika Patala Vidya Yoga Siddhi Nāma Mahāyāna Sutra

Post by skipper on Sat Apr 30, 2016 12:47 am

Masih dalam tahap posting jangan di reply disini.

Terima kasih

skipper

Jumlah posting : 439
Join date : 27.11.08
Age : 28

Lihat profil user http://aryamahayana.forumup.com

Kembali Ke Atas Go down

Re: Susiddhikara Mahā Tantra Sādhana Upāyika Patala Vidya Yoga Siddhi Nāma Mahāyāna Sutra

Post by Sponsored content Today at 7:11 am


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik