Upaya Kausalya Parivartah Dharmaparyaya Suttram

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Upaya Kausalya Parivartah Dharmaparyaya Suttram

Post by skipper on Thu Nov 27, 2008 11:27 pm

SUTTA BUNGA TERATAI DARI KEGHAIBAN HUKUM KESUNYATAAN YANG MENAKJUBKAN

BAB II


UPAYA KAUSALYA


Pada saat itu, Sang Buddha menyapa Sang Sariputra setelah Beliau bangkit dari Perenungan-Nya dengan tenang dan damai :"Kebijaksanaan Para Buddha sangat dalam dan tak terbatas. Latihan Kebijaksanaan Mereka sungguh sulit untuk dimengerti dan ditembusi sehingga Para Sravaka dan PratyekaBuddha tidak mampu memahami-Nya. Karena betapapun juga Para Buddha itu telah bersahabat dengan Ratusan Ribu Koti yang tak terhitung dari Para Buddha yang telah dengan Sempurna melaksanakan Hukum Agung dari Para Buddha, dan yang dengan berani serta penuh semangat telah bergerak maju yang membuat Kemashuran Mereka menggema keseluruh semesta alam. Mereka telah menyempurnakan Hukum Agung yang belum pernah ada serta mengkhotbahkan-Nya setiap mendapat kesempatan, yang artinya sangat sulit untuk dimengerti. Wahai Sariputra ! Semenjak Aku menjadi Buddha, telah Aku bentangkan dan ajarkan secara panjang lebar dengan berbagai cara dan perumpamaan yang tak terhitung lagi jumlah-Nya dan telah Aku bimbing para umat agar mereka terlepas dari segala belenggu. Betapapun juga, Keluhuran dan Kebijaksanaan Paramita dari Sang Tathagata semuanya tiada cela.

Wahai Sariputra ! Kebijaksanaan Sang Tathagata sungguh Luas dan Agung, begitu dalam dan diluar jangkauan pikiran, Jiwa-Nya tiada bertepi, Ajaran-Nya tiada terhalangi, Kekuasaan-Nya, Keberanian-Nya, Meditasi-Nya, Penyelamatan-Nya, dan Perenungan-Nya, semua-Nya telah membuat Beliau mampu memasuki alam yang tiada berbatas serta menyempurnakan segala Hukum Kesunyataan.

Wahai Sariputra ! Sang Tathagata mampu membedakan segala sesuatu, mengkhotbahkan semua Hukum Kesunyataan dengan Sempurna, mampu mempergunakan Kata-Kata yang Lembut serta mampu membangkitkan Kegembiraan di dalam hati setiap umat. Wahai Sariputra ! Pada Hakekatnya, Sang Buddha telah menyempurnakan semua Hukum Kesunyataan yang belum pernah dilaksanakan sebelumnya yang begitu dalam dan tak berbatas. Cukuplah wahai Sariputra, tiada gunanya Aku berkata lebih jauh lagi, karena Hukum Kesunyataan yang telah disempurnakan oleh Sang Buddha adalah Hukum Kesunyataan utama yang belum pernah ada, dan sulit untuk dipahami. Hanya Seorang Buddha dengan Seorang Buddha saja yang mampu menyelami Kenyataan Dari Segala Perwujudan, yaitu segala perwujudan yang memiliki bentuk sedemikian rupa, memiliki sifat sedemikian rupa, memiliki pengejawantahan sedemikian rupa, memiliki Kekuatan dan Fungsi yang sedemikian rupa, memiliki sebab utama dan sebab sekunder yang sedemikian rupa, memiliki akibat dan pahala yang sedemikian rupa serta memiliki dasar keseluruhan yang lengkap yang sedemikian rupa."

Pada saat itu, Sang Buddha yang berhasrat untuk memaklumkan Ajaran ini sekali lagi, bersabdalah Beliau dengan Syair:

"Betapa banyak-Nya Pahlawan-Pahlawan Dunia.
Yang mengabdi kepada Para Dewa dan manusia di alam ini.
Sesungguhnya semua mahluk hidup,
Tiada seorangpun mampu mengetahui,
Kekuatan dan Keberanian Sang Buddha,
Penyelamatan dan Perenungan Sang Buddha.

Meskipun Para Bodhisattva yang baru saja berPrasetya
Yang telah memuliakan Para Buddha yang tak terhitung.
Yang telah menyelami segala makna dan hakekat.
Yang mampu mengkhotbahkan Hukum dengan Sempurna,
Melimpah seperti padi dan jerami, bambu dan ilalang,
Memenuhi segala penjuru dunia dan semesta ini.

Seandainya, dengan Kebijaksanaan Ghaib yang berpadu dalam pikiran,
Selama berkalpa-kalpa yang jumlahnya seperti pasir Sungai Gangga,
Mereka semua bersama-sama merenungkan,
Merekapun tidak mampu memahami Kebijaksanaan Sang Buddha.
Meskipun Para Bodhisattva yang telah mencapai kesempurnaan,
Yang banyak-Nya seperti pasir Sungai Gangga.

Dengan pikiran bersatu Mereka menyelami bersama,
Namun Mereka tidak akan mampu mengerti.
Aku bersabda lagi kepada Sariputra:
'Hukum Yang Ghaib Dan Tiada Cela, dalam dan pelik
Telah Aku peroleh seluruh-Nya.
Hanya Aku yang mengetahui Kesunyataan-Kesunyataan ini,
Begitupun Para Buddha di alam semesta ini.

Ketahuilah, wahai Sariputra !
Ajaran-Ajaran dari Para Buddha tidaklah berbeda.
Di dalam Hukum-Hukum Kesunyataan yang telah dikhotbahkan Sang Buddha
Engkau harus menaruh Iman Kepercayaan yang dalam,
Karena sejauh itu setelah Ajaran pertama dari Sang Buddha
Beliau harus mengumandangkan Kebenaran Yang Sempurna'.

Aku menyapa seluruh Para Sravaka
Dan Para Pencahari Kendaraan KePratyekaBuddhaan,
Mereka yang telah Aku selamatkan dari belenggu-belenggu kesengsaraan
Dan yang telah mencapai Nirvana
'Sang Buddha senantiasa mempergunakan Kekuatan-Kekuatan Kebijaksanaan-Nya,
Beliau menunjukkan Jalan Agung dengan Ajaran Tiga Vahana,
Semua umat yang mempunyai berbagai ikatan,
Beliau bimbing agar mencapai Kebebasan."

Di dalam Persidangan Agung itu terdapat Para Sravaka dan Para Arahat yang telah mencapai Kesempurnaan, yaitu Sang Ajnata Kaundinya beserta yang lain-lainnya yang berjumlah 1200 Orang, Para Bhikku, Bhikkuni, Upasaka dan Upasika yang telah berprasetya untuk menjadi Sravaka dan PratyekaBuddha, yang mereka Semua ini berpikir demikian : "Mengapa sekarang ini Sang Buddha benar-benar memuji Jalan Yang Bijaksana itu dengan begitu tulusnya dan mengutarakan Kata-Kata ini:'Hukum Kesunyataan yang telah diperoleh Sang Buddha sangat begitu dalam-Nya dan sulit untuk dimengerti. Apapun yang Beliau khotbahkan itu mempunyai makna yang sukar ditembus sehingga Para Sravaka dan PratyekaBuddha tidak mampu untuk memahami-Nya'. Namun demikian, Sang Buddha telah menyatakan bahwa hanya ada satu pembebasan yang tunggal dan Kamipun setelah memperoleh Hukum Kesunyataan ini dapat mencapai Nirvana. Tetapi Kami sekarang tidak mengerti kearah mana Prinsip itu menuju."

Pada saat itu, Sang Sariputra yang menyadari akan adanya keraguan di dalam Hati Keempat Kelompok dan menyadari akan Diri-Nya Sendiri yang tidak memahami maksud itu, maka berkatalah Beliau kepada Sang Buddha:"Yang Maha Agung ! Apakah kiranya yang menjadi sebab serta alasan mengapa Hukum Kesunyataan yang begitu dalam dan pelik dari Para Buddha yang dipuja dengan tulus sulit dipahami? Dari dahulu Hamba belum pernah mendengar Khotbah semacam itu dari Sang Buddha. Pada saat ini Keempat Kelompok Semua-Nya berada di dalam keraguan Hati, oleh karenanya berkenanlah kiranya Yang Maha Agung menjelaskan Hal ini, mengapa Yang Maha Agung memuji dengan sedemikian tulus terhadap Hukum Kesunyataan yang sangat begitu dalam dan pelik, yang sulit untuk dimengerti ini?"

Kemudian Sang Sariputra yang ingin mengulangi maksud ini sekali lagi, berkatalah Beliau dengan Syair :

"Duhai Mentari Kebijaksanaan ! Yang Maha Agung !
Sejauh ini Engkau telah mengkhotbahkan Hukum Kesunyataan ini,
Dan telah menyatakan bahwa Engkau telah mencapai
Kekuatan, Keberanian dan Perenungan,
Meditasi, Kebebasan serta Hukum-Hukum Kesunyataan
Yang sulit dimengerti oleh orang lain.

Tentang Hukum Kesunyataan yang diperoleh pada Tahta Kebijaksanaan,
Tiada seorangpun yang mengajukan pertanyaan.
Tanpa Kami mohon, Engkau Sendiri telah bersabda,
Dengan memuji Jalan yang telah Engkau tempuh,

Bahwa Kebijaksanaan-Mu sangat Pelik
Yang telah diperoleh para Buddha, para Arahat
Dan Mereka yang sedang mencari Nirvana
Saat ini telah terjatuh kedalam jaring kebimbangan.
Mengapa Sang Buddha bersabda demikian itu ?

Para Pencahari kePratyekaBuddhaan,
Para Bhikku dan Bhikkuni,
Para Dewa, Naga dan Yaksa, Gandharva, Mahoraga
Para umat yang lain,
Saling mengulas dalam kebingungan,
Mengharapkan penjelasan Yang Maha Agung,
Apakah kiranya makna-Nya Hal ini ?
Kami berharap agar Sang Buddha menjelaskan-Nya.
Di dalam Persidangan Para Sravaka ini.

Sang Buddha bersabda Akulah Ketua dari Para Pengikut,
Tetapi sekarang Aku berada di dalam Kebijaksanaan-Ku Sendiri.
Berada di dalam keraguan dan tiada mampu memahami
Apakah ini merupakan Hukum Kesunyataan Yang Terakhir
Ataukah merupakan Jalan Yang Menuju Ke Sana.

Para Putra yang terlahir dari Mulut Sang Buddha
Dengan Tangan terkatub menanti dengan penuh harap.
Sudilah Sang Buddha mengumandangkan Suara Ghaib
Serta memaklumkan Kesunyataan itu sekarang juga.
Para Dewa, Naga, Yaksa, Raksasa, dan yang lainnya,
Yang banyaknya seperti pasir Sungai Gangga,
Para Bodhisattva yang telah berketetapan
Untuk menjadi Para Buddha.

Sejumlah Delapan Ribu Orang,
Juga, dari ribuan koti Negeri,
Para Raja Pemutar Roda Suci (Cakravatin) yang berada disini,
Dengan Tangan terkatub dan Hati yang takzim,
Berkeinginan untuk mendengar Jalan Sempurna."

Pada saat itu, Sang Buddha bersabda kepada Sang Sariputra :"Cukuplah, cukuplah, tiada gunanya berkata-kata lebih jauh lagi. Jika Aku membentangkan hal ini, maka seluruh dunia para dewa dan manusia semuanya akan terkejut dan bingung."

Sang Sariputra berkata lagi kepada Sang Buddha : "Yang Maha Agung ! Berkenanlah untuk membentangkan-Nya ! Sudilah untuk memaparkan-Nya ! Karena betapapun juga di dalam Persidangan Agung ini telah hadir ratusan ribu laksa koti asamkhyeya umat yang telah bertemu dengan Para Buddha yang Berindera Tajam dan BerKebijaksanaan Luhur. Jika saja mereka mendengar akan Ajaran Sang Buddha, maka mereka akan mampu mempercayai-Nya dengan takzim."

Kemudian Sang Sariputra mengutarakan lagi maksud ini, berkatalah Beliau dengan Syair :

"Duhai Raja Hukum Kesunyataan, Yang Maha Agung !
Sudilah kiranya menerangkan tanpa ragu-ragu !
Di dalam Persidangan Agung ini
Dimana hadir Para Umat tak terhitung jumlah-Nya.
Yang dapat meyakini-Nya dengan penuh Iman."

Sang Buddha bersabda lagi : "Cukuplah wahai Sariputra ! Jika Aku membentangkan hal ini, maka seluruh alam para dewa, manusia dan asura akan terkejut serta bingung dan para bhikku yang tinggi hati akan terjatuh kedalam neraka yang besar."

skipper

Jumlah posting : 439
Join date : 27.11.08
Age : 28

Lihat profil user http://aryamahayana.forumup.com

Kembali Ke Atas Go down

Namo Bhagavate Ruchira Tathagata Arhate SamyakSamBuddha

Post by skipper on Thu Nov 27, 2008 11:29 pm

Kemudian Sang Buddha bersabda lagi dengan Syair :

"Cukuplah, sudah, tiada gunanya berkata lagi,
Hukum Kesunyataan-Ku sangat dalam dan sulit diselami;
Mereka yang tinggi hati, ketika mendengar-Nya,
Tidak akan mempercayai-Nya dengan sungguh hati."

Kemudian Sang Sariputra berkata sekali lagi kepada Sang Buddha :"Yang Maha Agung ! Berkenanlah untuk membentangkan-Nya ! Sudilah untuk memaparkan-Nya ! Di dalam Persidangan sekarang ini telah hadir Orang-Orang yang setingkat dengan Hamba sejumlah ratusan ribu laksa koti yang di dalam kehidupan-Nya yang silam Mereka telah mengikuti Sang Buddha serta telah di bina oleh-Nya. Orang-Orang seperti ini sudah tentu dapat mempercayai-Nya dengan sesungguh hati dan sepanjang malam Mereka akan dapat beristirahat dengan tenang dan dalam banyak hal Mereka akan merasa mendapatkan Karunia Yang Besar."

Kemudian Sang Sariputra yang ingin mengutarakan lagi maksud ini, berkatalah Beliau dalam Syair :

"Yang Maha Agung dan Yang Maha Mulia !
Berkenanlah kiranya membentangkan Hukum Kesunyataan ini !
Hamba adalah Putera Tertua Sang Buddha.
Sudilah memaparkan-Nya secara berbeda.
Di dalam Persidangan ini telah hadir
Para Umat yang tak terhitung jumlahnya.
Yang mampu meyakini Hukum Kesunyataan ini dengan sepenuh hati.

Di dalam Kehidupan Sang Buddha yang silam, Beliau telah mengajar mahluk-mahluk ini.
Semuanya dengan sepenuh hati mengatupkan Tangan-Nya,
Ingin mendengar Sabda Sang Buddha.
Kami seluruhnya berjumlah 1200 Orang
Serta lain-lain-Nya yang bertetap hati untuk menjadi Para Buddha.
Semoga, demi Para Umat ini,
Berkenan untuk menjelaskan-Nya secara berbeda-beda.
Jika Mereka semua mendengar Hukum Kesunyataan ini,
Mereka akan sangat bergembira."

Pada saat itu Sang Buddha menyapa Sang Sariputra :"Karena Engkau dengan tulus hati telah tiga kali mengulangi Permohonan-Mu, maka bagaimana mungkin Aku dapat menolak untuk mengatakan-Nya. Sekarang dengarkanlah dengan sepenuh hati, renungkan dan ingat-ingatlah ! Aku akan membeda-bedakan-Nya dan menjelaskan-Nya untuk-Mu."

Ketika Beliau selesai bersabda demikian ini, kemudian di dalam Persidangan itu bangkitlah 5000 bhiksu, bhiksuni, upasaka dan upasika dari tempat duduknya dengan segera bersujud kepada Sang Buddha, setelah itu mereka mengundurkan diri. Karena akar kedosaan yang ada di dalam diri orang-orang ini sangat begitu dalam dan sifat sombongnya sangat besar sehingga mereka berpendapat bahwa mereka telah memperoleh apa yang sebenarnya belum mereka dapatkan dan telah membuktikan apa yang sebenarnya belum mereka buktikan. Karena kedosaan-kedosaan seperti ini maka mereka tidak ingin tetap berada disitu dan Sang Buddha sendiri diam dan tidak menghentikan mereka.

Kemudian Sang Buddha menyapa Sang Sariputra : "Sekarang di dalam Persidangan ini Aku bersih dari segala ranting dan daun yantg tidak berguna dan tidak memiliki sesuatupun lagi kecuali Kebenaran dan Kesunyataan Yang Murni. Merupakan sesuatu hal yang baik wahai Sariputra, bahwa orang-orang yang amat tinggi hati itu telah pergi. Sekarang dengarkanlah dengan cermat dan Aku membentangkan hal itu kepada-Mu."

Sang Sariputra berkata:"Begitulah Yang Maha Agung, dan Hamba ingin mendengarkan-Nya dengan hati penuh gembira."

Sang Buddha menyapa Sang Sariputra:"Hukum Kesunyataan Yang Mengagumkan seperti ini hanya dikhotbahkan oleh Para Buddha Tathagata pada kesempatan yang langka terjadi, seperti halnya Bunga Udumbara yang hanya terlihat sekali saja dalam jangka waktu yang panjang. Wahai Sariputra, dan Kalian Semua, percayalah Pada-Ku bahwa di dalam Ajaran Sang Buddha tidak terdapat satupun Ajaran yang palsu. Wahai Sariputra, makna dari Hukum-Hukum Kesunyataan yang telah diterangkan oleh Para Buddha pada setiap kesempatan itu, sangatlah sulit diselami, karena Aku membentangkan segala Hukum Kesunyataan dengan cara Yang Bijaksana yang tak terhitung jumlah-Nya serta dengan berbagai alasan dan pengutaraan yang penuh dengan peribaratan. Hukum-Hukum Kesunyataan ini tidak dapat dijangkau dengan daya pikir pembedaan, dan hanyalah Para Buddha saja yang mampu memahami-Nya. Karena Para Buddha Yang Agung itu hanya muncul di dunia ini karena sebab-sebab yang luar biasa saja. Wahai Sariputra, tahukah Engkau sebab-Nya mengapa Aku katakan bahwa Para Buddha Yang Agung ini hanya muncul di dunia ini hanya karena Satu Alasan yang penting saja ? Hal itu karena Para Buddha Yang Agung ini berkehendak untuk membuat semua mahluk hidup agar membuka matanya terhadap Pengetahuan Sang Buddha sehingga mereka dapat mencapai Jalan Yang Suci. Oleh karena Itulah Mereka muncul di dunia, karena Mereka ingin membuat para mahluk hidup memasuki Jalan Kebijaksanaan Sang Buddha, maka Mereka muncul di dunia. Wahai Sariputra, inilah sebabnya mengapa Para Buddha itu muncul di dunia ini hanya karena sebab-sebab yang sangat besar saja."

Sang Buddha menyapa Sang Sariputra:"Para Buddha Tathagata itu hanya mengajar Para Bodhisattva saja. Apapun yang Mereka lakukan senantiasa hanya untuk satu tujuan, yaitu untuk mengambil Pengetahuan Sang Buddha dan membentangkan-Nya kepada semua umat. Wahai Sariputra ! Sang Tathagata hanya dengan sarana atau vahana Buddha saja mengkhotbahkan Hukum Kesunyataan kepada seluruh mahluk hidup, jadi tidak terdapat Kendaraan lainnya, baik Kendaraan kedua maupun yang ketiga. Hukum-Hukum Kesunyataan dari Semua Para Buddha di alam semesta ini juga demikian hal-Nya. Wahai Sariputra ! Pada masa yang silam Para Buddha itu telah mengkhotbahkan Hukum-Hukum Kesunyataan ini dengan banyak cara dan dengan berbagai alasan serta ungkapan-ungkapan ibarat demi semua mahluk hidup. Seluruh Hukum-Hukum Kesunyataan ini hanya diperuntukkan bagi Satu Kendaraan Buddha sehingga para mahluk hidup yang telah mendengar Hukum dari Para Buddha itu pada akhirnya dapat memperoleh Pengetahuan Yang Sempurna.

"Wahai Sariputra ! Para Buddha yang akan datang harus turun ke dunia ini juga akan membentangkan Hukum-Hukum Kesunyataan dengan banyak Cara Yang Bijak yang tak terhitung jumlah-Nya serta dengan berbagai macam alasan dan ungkapan-ungkapan perumpamaan, demi semua umat. Semua Hukum-Hukum Kesunyataan ini hanya bagi Satu Kendaraan Buddha sehingga para mahluk hidup yang mendengar Hukum Kesunyataan dari Para Buddha itu akan dapat memperoleh Pengetahuan Yang Sempurna pada akhirnya.

"Wahai Sariputra ! Para Buddha Yang Maha Agung yang berjumlah Ratusan Ribu Laksa Koti itu saat ini berada di dalam Kawasan Buddha di alam semesta, yang Mereka itu sedang menyelamatkan dan menggembirakan hati semua umat, Para Buddha ini juga membentangkan Hukum-Hukum Kesunyataan demi semua mahluk hidup dengan banyak Cara Yang Bijaksana yang tak terhitung jumlah-Nya dan dengan berbagai alasan serta ungkapan-ungkapan peribaratan. Semua Hukum Kesunyataan ini hanya untuk Satu Kendaraan Buddha sehingga semua mahluk hidup yang mendengar Hukum Kesunyataan dari Para Buddha itu dapat memperoleh Pengetahuan Yang Sempurna pada akhirnya.

"Wahai Sariputra ! Para Buddha ini hanya mengajar Para Bodhisattva saja karena ingin untuk menunjukkan pada mahluk hidup akan Pengetahuan Sang Buddha, karena ingin untuk membuat seluruh mahluk hidup mengetahui tentang Pengetahuan Sang Buddha, dan karena ingin untuk membuat semua umat agar memasuki Jalan Pengetahuan Sang Buddha. Wahai Sariputra ! Saat ini, Akupun juga seperti Mereka. Karena mengetahui bahwa semua umat memiliki berbagai ragam keinginan yang melekat dalam-dalam di dalam jiwa mereka, maka sesuai dengan kemampuannya, Aku telah membentangkan Hukum-Hukum Kesunyataan dengan berbagai macam Alasan, Ungkapan-Ungkapan, Peribaratan dan Kekuatan-Kekuatan Yang Bijak. Wahai Sariputra ! Semua Ajaran-Ajaran itu dimaksudkan untuk memantapkan Pengetahuan Yang Sempurna dari Satu Kendaraan Buddha. Wahai Sariputra ! Diseluruh alam semesta ini sesungguhnyalah tidak terdapat 2 Kendaraan, apalagi yang ketiga.

"Wahai Sariputra ! Para Buddha selalu turun di dalam masa yang jahat dari 5 kehancuran, yaitu kehancuran kalpa, kehancuran karena kesengsaraan, kehancuran semua mahluk hidup, kehancuran pendapat dan kehancuran usia hidup. Dengan demikian wahai Sariputra ! Karena di dalam masa kehancuran kalpa yang menggelisahkan itu semua umat menjadi begitu bernoda karena rasa tamak dan iri yang membawa mereka kearah kedewasaan setiap akar kejahatan, maka Para Buddha dengan segala Kekuatan-Kekuatan Yang Penuh Kebijaksanaan dan di dalam Satu Kendaraan Buddha menerangkan dan memperbeda-bedakan ke-Tiga Kendaraan. Wahai Sariputra ! Jika Para Pengikut-Ku yang menyebut dirinya sebagai Arhat ataupun PratyekaBuddha, maka mereka tidak akan mendengar ataupun mengerti bahwa Para Buddha Tathagata hanya mengajar Para Bodhisattva saja dan orang-orang ini bukanlah pengikut Sang Buddha maupun Arahat ataupun PratyekaBuddha.

"Lagu, Wahai Sariputra ! Jika Para Bhiksu dan Bhiksuni yang menyatakan bahwa mereka telah menjadi Arhat dan berkata, 'Inilah penitisan kami yang terakhir, sebelum mencapai Nirvana,' dan kemudian mereka tidak berusaha lagi untuk mencari Penerangan Agung, maka ketahuilah bahwa golongan ini semuanya sangat sombong. Karena betapapun juga tidak ada hal yang seperti itu sebagai seorang bhikku yang telah benar-benar mencapai KeArhatan meskipun Ia tidak meyakini Hukum Kesunyataan ini. Tetapi terdapat perkecualian jika setelah Kemokshaan Sang Buddha tidak terdapat Seorang Buddha lagi yang hadir. Karena sesudah Kemokshaan Sang Buddha nanti, sangatlah begitu sulit untuk mencari seseorang yang dapat menerima dan memelihara, membaca dan menghafalkan serta menjelaskan makna dari Sutta-Sutta semacam ini. Hanya jika mereka bertemu dengan Para Buddha yang lain, barulah mereka dapat memperoleh pemecahan masalah di dalam Hukum Kesunyataan yang sama ini. Wahai Sariputra ! Dengan sepenuh hati engkau harus meyakini dan meresapi, menerima dan memelihara Ajaran Sang Buddha. Tiada satupun Ajaran Para Buddha Tathagata yang palsu dan tidak terdapat Kendaraan lain kecuali Satu Kendaraan Buddha."

Pada saat itu Yang Maha Agung ingin untuk memaklumkan Ajaran ini sekali lagi, maka bersabdalah Beliau dengan Syair:

"Para Bhikku dan Bhikkuni
Yang pikirannya penuh kesombongan,
Para Upasaka yang dihinggapi keangkuhan,
Para Upasika yang terselimuti rasa ketidak-percayaan,
Keempat Kelompok seperti ini,
Berjumlah 5000 orang,
Yang tidak menyadari kesalahannya
Dan kekeliruan akan Titah-Titah Ajaran,
Hanya terpancang pada pendapat-pendapatnya yang salah saja,
Kecerdasan-kecerdasan kecil yang mereka tunjukkan itu,
Merupakan sampah Persidangan, yang tak berguna.
Karena Kebijaksanaan Agung dari Sang Buddha terpancar
Mereka malahan mengundurkan diri.
Orang-orang yang memiliki rasa kesadaran yang kecil ini,
Tiada mampu menerima Hukum Kesunyataan ini.
Sekarang Persidangan tidak lagi mempunyai ranting dan daun,
Kecuali Mereka yang setia dan beriman.
Wahai Sariputra ! Dengarkanlah dengan cermat.
Hukum-Hukum yang telah diperoleh Para Buddha,
Dengan Kekuatan-Kekuatan Agung-Nya Yang Bijaksana,
Mereka khotbahkan bagi semua umat.

Pikiran-Pikiran apapun yang ada di dalam batin mereka,
Segala jalan yang mereka tempuh
Betapapun ragam keinginan mereka,
Serta karma-karma mereka yang silam, baik maupun buruk,
Sang Buddha mengetahui semuanya dengan sempurna.
Dengan berbagai ragam alasan dan perumpamaan,
Cara dan Kekuatan-Kekuatan Yang Bijak,
Beliau membuat mereka semua bergembira,

skipper

Jumlah posting : 439
Join date : 27.11.08
Age : 28

Lihat profil user http://aryamahayana.forumup.com

Kembali Ke Atas Go down

Namo Bhagavate Vajradharma Tathagata Arhate SamyakSamBuddha

Post by skipper on Thu Nov 27, 2008 11:31 pm

Dengan mengkhotbahkan segala Sutta-Sutta,
Atau gatha, atau sesuatu yang terdahulu,
Atau kisah kelahiran, atau hal-hal yang belum pernah ada,
Dan juga mengkhotbahkan dengan alasan-alasan,
Dengan perumpamaan dan gaya
Serta dengan tulisan-tulisan upadesa.
Orang-orang bodoh yang menyukai hukum-hukum hina,
Yang dengan serakah mendambakan diri pada kebendaan,
Yang dibawah asuhan Para Buddha yang tak terhitung,
Tidak berjalan diatas Hukum Kesunyataan Yang Dalam dan Ghaib,
Yang tertimpa oleh segala jenis kesengsaraan.

Karena hal ini, Aku mengkhotbahkan tentang Nirvana.
Aku telah menerapkan Cara-Cara Yang Penuh Kebijaksanaan
Untuk mempermudah mereka memasuki Kebijaksanaan Sang Buddha.
Tetapi belum pernah Aku Sabdakan, 'Kalian semua akan mencapai Jalan KeBuddhaan.'
Alasan mengapa Aku tidak pernah bersabda demikian itu.
Ialah bahwa waktu untuk mengatakannya belumlah tiba.

Tetapi sekarang inilah masanya,
Dan Aku telah berketetapan untuk mengkhotbahkan Kendaraan Agung
Sembilan bagian Hukum Kesunyataan-Ku ini
Dikhotbahkan menurut kemampuan semua umat
Yang semuanya merupakan Pengenalan akan Kendaraan Agung,
Oleh karenanya Aku khotbahkan Sutta ini.

Terdapat para Putera Buddha yang berpikiran suci,
Yang berwatak lembut dan cerdas,
Dan yang, di dalam Kawasan-Kawasan Buddha yang tak terhitung jumlah-Nya,
Telah menempuh Jalan Yang Agung dan Ghaib,
Atas nama para Putera Buddha ini
Atau berkhotbah tentang Sutta Kendaraan Agung ini.
Dan Aku tetapkan bahwa orang-orang seperti ini
Di dalam dunia yang mendatang akan mencapai Jalan KeBuddhaan.
Atas Kepercayaan Mereka yang dalam akan Sang Buddha,
Dan pemeliharaan Titah-Titah Suci,
Mereka ini, ketika mendengar bahwa Mereka akan menjadi Para Buddha,
Semuanya dihinggapi kegembiraan yang besar.
Sang Buddha mengetahui batin dan tindak Mereka,
Karenanya Beliau mengkhotbahkan Kendaraan Agung kepada Mereka.
Jika Para Sravaka maupun Bodhisattva
Mendengar Hukum Kesunyataan yang Aku khotbahkan,
Meskipun hanya sebait Syair saja,
Tanpa ragu-ragu lagi Mereka semua akan menjadi Buddha,
Di dalam Kawasan Sang Buddha di alam semesta ini
Hanya terdapat Satu Kendaraan Hukum Kesunyataan saja,
Tidak ada yang kedua maupun yang ketiga,
Kecuali Ajaran-Ajaran Yang Bijaksana dari Sang Buddha.

Tetapi dengan ungkapan-ungkapan sementara
Beliau telah membimbing semua mahluk hidup,
Dengan membentangkan Kebijaksanaan Sang Buddha.

Pada saat munculnya Para Buddha di dunia
Hanya inilah satu-satunya yang benar,
Karena dua yang lain tidaklah benar.
Mereka tiada pernah dengan Kendaraan kecil
Menyelamatkan semua mahluk hidup.

Sang Buddha Sendiripun berada di dalam Kendaraan Agung,
Sesuai dengan Hukum yang telah Beliau peroleh,
Terhiasi dengan daya Meditasi dan Kebijaksanaan,
Dan dengan itu Beliau menyelamatkan semua umat.

Aku, setelah menyatakan Jalan Agung,
Kendaraan Agung, Hukum seluruh alam,
Seandainya Saya bertukar Kendaraan kecil
Meskipun hanya seorang manusia,
Aku akan terjatuh dalam penyesalan,
Sesuatu hal yang tidak boleh terjadi.
Jika seseorang berubah kepercayaan
Untuk kemudian percaya pada Sang Buddha,
Sang Tathagata tidak akan menipu mereka,
Karena Beliau tidak memiliki perasaan serakah dan iri,

Dan Beliaupun bebas dari segala akibat Hukum.
Jadi Sang Buddha, di alam semesta,
Merupakan Manusia yang benar-benar tiada cela.
Aku, dengan Tanda-Tanda yang menghiasi Tubuh-Ku,
Dengan Sinar-Nya menerangi dunia,
Dan Aku dimuliakan oleh para umat yang tak terhitung jumlahnya,
Kepada mereka Aku khotbahkan tentang Rahasia Kesunyataan.

Ketahuilah wahai Sariputra !
Dahulu kala Aku berPrasetya,
Karena ingin membuat seluruh mahluk
Menduduki Tingkatan yang sama dengan-Ku tanpa ada perbedaan,
Sesuai dengan Prasetya yang Aku ucapkan dahulu,
Sekarang Seluruh-Nya telah terpenuhi,
Untuk merubah semua para umat
Dan membimbingnya memasuki Jalan KeBuddhaan.
Bilamanapun juga Aku bertemu dengan setiap umat
Aku ajar mereka dengan Jalan keBuddhaan.

Tetapi orang bodoh tetap saja bingung
Dan tersesat karena tidak pernah menerima Ajaran-Ku.
Aku tahu bahwa mahluk-mahluk ini semua
Tiada pernah menjalankan dasar-dasar Kebajikan,
Terpancang kokoh pada kelima keinginan,
Dan melalui kebodohan, mereka berada dalam kesengsaraan,
Karena alasan-alasan nafsu-nafsu keinginan ini,
Mereka terjatuh kedalam tiga jalan iblis,
Pada perpindahan dalam 6 bentuk perwujudan,
Mereka menderita kesengsaraan yang hebat,
Diterima di dalam rahim dalam bentuk yang hina,
Kehidupan demi kehidupan mereka berkembang
Berkepribadian nista dan berkebahagiaan kecil,
Mereka tertindih oleh segala penderitaan,
Mereka telah memasuki pandangan yang salah,
Seperti 'ada' dan 'tiada',
Bersandar pada 62 pandangan-pandangan yang keliru ini,

Mereka terbenam dalam-dalam pada pandangan yang keliru ini,
Memeganginya dengan kuat tanpa mampu melepaskannya.
Keangkuhan dan kesombongan,
Rasa curiga, tidak jujur dan rasa tidak percaya,
Selama ribuan dan jutaan kalpa
Mereka tidak mendengar Hukum Yang Benar,

Orang-orang seperti ini sukar untuk diselamatkan.
Oleh karena alasan ini wahai Sariputra !
Aku tetapkan Cara Yang Bijaksana bagi mereka,
Dengan memaklumkan jalan untuk mengakhiri penderitaan,
Mengajarkannya melalui Ajaran Nirvana.
Meskipun Aku menyatakan tentang Nirvana,
Namun itu bukanlah Kemokshaan Yang Sejati.
Segala perwujudan, dari permulaan,
Senantiasa bersifat Nirvana.

Jika Seorang Putera Buddha telah memenuhi Tugas-Nya,
Di dalam dunia mendatang Ia akan menjadi Seorang Buddha.
Hanya dengan Cara-Ku Yang Penuh Kebijaksanaan saja,
Benar-benar Aku wujudkan/maklumkan Tiga Kendaraan Hukum.
Karena Semua Para Yang Maha Agung
Semua-Nya membentangkan Satu Kendaraan Agung.

Sekarang biarlah di dalam Persidangan Agung ini
Semuanya terlepas dari rasa ragu dan bingung.
Para Buddha tidaklah berbeda Pernyataan-Nya,
Hanyalah ada Satu Kendaraan dan tidak ada yang kedua.
Berkalpa-kalpa yang tak terhitung jumlahnya yang telah lalu,
Para Buddha yang telah moksha yang tanpa bilangan banyak-Nya,
Beratus, beribu, dan berjuta,
Jumlah-Jumlah itu tidak dapat dihitung.

Semua Para Yang Maha Agung seperti ini,
Dengan berbagai alasan dan perumpamaan,
Dengan Kekuatan Kebijaksanaan yang banyak sekali,
Telah memaklumkan beraneka ragam Hukum Kesunyataan.
Tetapi semua Yang Maha Agung ini
Memaklumkan Satu Kendaraan Hukum Kesunyataan,
Dengan merubah para umat yang tak terhitung jumlahnya,
Untuk memasuki jalan KeBuddhaan.

Lebih-lebih lagi, Para Yang Maha Mulia itu,
Mengetahui seluruh alam-alam
Alam Para Dewa, manusia dan mahluk-mahluk lainnya
Yang benar-benar memiliki hasrat di dalam hatinya,

Dengan berbagai Kebijaksanaan,
Membantu membentangkan prinsip yang pertama itu.
Jika ada mahluk-mahluk hidup
Yang telah bertemu dengan Para Buddha yang terdahulu
Seandainya setelah mendengar Hukum Kesunyataan itu,
Mereka sudah memberikan dana,
Jika Mereka menjaga Titah-Titah dan memelihara-Nya,
Bersifat penuh semangat, Meditasi dan Bijaksana,
Karena telah memiliki bermacam Jalan Kebahagiaan dan Keluhuran ini,
Mahluk-mahluk seperti ini
Semuanya telah mencapai Jalan KeBuddhaan.

Setelah Kemokshaan Para Buddha,
Orang-orang yang berjiwa Welas asih dan Lembut
Umat yang telah menegakkan Kebenaran
Semuanya telah memperoleh Jalan KeBuddhaan.
Setelah Kemokshaan Para Buddha,

Mereka yang memuliakan Peninggalan-Peninggalan-Nya,
Dan mendirikan berkoti macam Stupa,
Dengan emas, perak dan kristal,
Dengan batu bulan dan lapis lazuli,
Dengan indahnya menghiasi setiap Stupa,
Mereka yang membangun Candi-Candi batu,
Kayu Cendana dan Kayu Gaharu,
Kayu elang dan kayu-kayu lainnya,
Dari bata, genteng dan tanah liat,
Ataupun mereka yang di dalam hutan belantara
Mengonggok tanah untuk Candi Para Buddha,
Bahkan anak-anak, dalam permainannya,
Yang mengumpulkan pasir untuk membuat sebuah Stupa Buddha,
Mereka ini telah mencapai Jalan KeBuddhaan.

Jika para manusia, demi Buddha,
Telah mengembangkan cita-citanya,
Yang terhiasi dengan tanda-tanda khusus,
Semuanya telah mencapai Jalan KeBuddhaan.
Ataupun mereka yang dengan 7 benda berharga,
Dengan kuningan, tembaga merah dan putih,
Dengan lilin, timah hitam dan timah putih,
Dengan kayu besi dan tanah liat,
Ataupun dengan olesan pernis,
Telah menghiasi dan membuat gambaran dari Para Buddha,
Mereka ini telah mencapai Jalan KeBuddhaan.

skipper

Jumlah posting : 439
Join date : 27.11.08
Age : 28

Lihat profil user http://aryamahayana.forumup.com

Kembali Ke Atas Go down

Namo Bhagavate Vajrasattva Tathagata Arhate SamyakSamBuddha

Post by skipper on Thu Nov 27, 2008 11:32 pm

Bahkan anak-anak yang pada saat bermain,
Yang, baik dengan rerumputan, kayu maupun pena,
Ataupun dengan kuku jari,
Telah menggambar Lukisan Buddha,
Orang-Orang ini semua
Sedikit demi sedikit mengumpulkan Pahala,
Dan menyempurnakan Jiwa Welas Asih Yang Agung,
Semuanya telah mencapai Jalan KeBuddhaan,

Sesungguhnyalah, dengan mempengaruhi Para Bodhisattva,
Untuk menyelamatkan umat yang tak terhitung jumlahnya.
Jika Seseorang, memuliakan dengan hati sujud,
Gambar-Gambar Lukisan Buddha indah, Stupa-Stupa dan Candi
Dengan bebungaan, dedupaan, bendera dan payung,
Atau menyuruh orang lain untuk memainkan musik,
Menabuh genderang, meniup terompet tanduk dan siput,
Seruling tiup dan peluit, memainkan kecapi, dan harpa,
Gitar, gong dan canang,
Seluruh bunyi-bunyi ghaib seperti ini,
Semuanya dimainkan sebagai penghormatan;
Atau dengan hati yang penuh kegembiraan,
Dengan bernyanyi, telah memuji jasa-jasa Para Buddha
Meskipun dengan suara pelan,
Merekapun juga telah mencapai Jalan KeBuddhaan.

Bahkan Seseorang yang, dengan pikiran yang kacau,
Hanya dengan sekuntum bunga,
Telah memuliakan Lukisan Sang Buddha itu,
Sedikit demi sedikit Ia akan melihat Para Buddha,
Ataupun Mereka yang telah mempersembahkan puja dan puji,
Seandainya hanya dengan merangkapkan tangannya saja,
Ataupun bahkan mengangkat satu tangannya,
Ataupun dengan sedikit menundukkan kepala,
Dengan itu Ia melihat Para Buddha,
Mencapai Jalan Agung,

Menyelamatkan para umat yang begitu besarnya,
Dan memasuki Nirvana yang tak berwujud,
Seperti halnya jika kayu bakar habis maka matilah sang api.
Jika terdapat seseorang dengan pikiran kalut
Memasuki Stupa ataupun Candi
Dan menangis meskipun hanya mengucapkan 'Namah Buddha,'
Ia telah mencapai jalan KeBuddhaan.

Jika terdapat Seseorang, dari Para Buddha yang telah silam,
Baik masih hidup maupun sudah moksha,
Telah mendengar Hukum Kesunyataan ini,
Mereka semua telah mencapai Jalan KeBuddhaan.
Semua Para Buddha yang akan datang,
Yang berjumlah tak terbatas,
Seluruh Tathagata-Tathagata ini
Juga mengkhotbahkan Hukum Kesunyataan dengan Cara-Cara Yang Bijak
Menyelamatkan semua mahluk hidup
Agar memasuki Kebijaksanaan Buddha Yang Tiada Cela

Dari Mereka yang mendengar Hukum Kesunyataan
Tidak ada seorangpun yang gagal menjadi seorang Buddha.
Inilah Prasetya asli dari Para Buddha,
'Dengan Jalan Buddha yang Aku tempuh,
Aku ingin membuat semua mahluk di alam semesta
Untuk mencapai Jalan yang sama berbarengan dengan-Ku.'
Meskipun Para Buddha di masa-masa yang akan datang
Memaklumkan ratusan, ribuan, berkoti-koti,
Rentetan Ajaran yang tak terhitung jumlah-Nya,
Pada nyatanya hanya terdapat satu Kendaraan.
Para Buddha, Yang Maha Agung,
Mengetahui bahwa tidak ada sesuatupun yang memiliki perwujudan yang bebas

Bahwa benih-benih KeBuddhaan timbul dari suatu sebab,
Sehingga Mereka membentangkan Satu Kendaraan.
Segala sesuatu berada pada susunannya yang tertentu,
Oleh karena itu dunia ada selama-lamanya.

Setelah mengetahui hal ini atas Tahta Kebijaksanaan,
Para Pemimpin memaklumkan-Nya dalam Cara Yang Bijak.
Pada siapa para dewa dan manusia memuliakan,

Para Buddha sekarang yang berada di alam semesta,
Yang Jumlah-Nya seperti pasir-pasir Sungai Gangga,
Dan yang muncul di dunia
Untuk menjadi Relief segala mahluk hidup,
Merekapun memaklumkan Hukum Kesunyataan seperti ini.
Karena mengetahui KeAgungan Nirvana,
Meskipun karena Kekuatan-Kekuatan Mereka Yang Bijak,
Mereka melakukan berbagai macam Cara,
Sesungguhnya Cara-Cara itu hanyalah Satu Kendaraan Buddha.

Karena mengetahui tingkah semua umat,
Apapun yang telah mereka kembangkan di masa yang silam,
Kecendrungannya dan Semangatnya,
Dan kemampuan mereka, cerdas maupun bodoh,
Dengan berbagai macam cara,
Perumpamaan dan kisah-kisah,
Sehingga mereka dapat menerima
Demikianlah Mereka telah mengajar dengan Bijak.

Pun pula Aku sekarang, dengan cara yang sama,
Demi keselamatan para mahluk hidup,
Melalui berbagai Ajaran,
Memaparkan Jalan KeBuddhaan.
Aku, dengan Kekuatan-Ku Yang Bijak,
Mengetahui sifat dan kecendrungan semua umat,
Secara Bijaksana Aku maklumkan Hukum-Hukum Kesunyataan
Yang membuat semua mahluk memperoleh Kebahagiaan.

Ketahuilah wahai Sariputra !
Aku karena mengamati dengan Mata Buddha,
Mengetahui para umat yang berada dalam 6 bentuk perwujudan,
Sengsara serta tanpa Kebahagiaan dan Kebijaksanaan,
Berada di dalam jalan kebinasaan yang berbahaya,
Dalam penderitaan yang terus menerus yang tiada berujung,
Dengan eratnya terikat pada kelima keinginan
Seperti lembu yang mengurus ekornya,
Tercekik oleh keserakahan dan kebirahian,
Terbutakan dan tiada mampu melihat apapun jua,
Mereka tidaklah mencari Sang Buddha, Yang Maha Kuasa,
Serta Hukum Kesunyataan untuk mengakhiri kesengsaraan.
Sebaliknya dengan dalamnya terjatuh kedalam bidah-bidah,
Dan mencari dengan penuh penderitaan agar terhindar dari penderitaan.

skipper

Jumlah posting : 439
Join date : 27.11.08
Age : 28

Lihat profil user http://aryamahayana.forumup.com

Kembali Ke Atas Go down

Namo Bhagavate Aditya Sambhava Tathagata Arhate SamyakSamBuddha

Post by skipper on Thu Nov 27, 2008 11:34 pm

Demi seluruh mahluk ini,
Hati-Ku merasa sangat Kasihan.
Pada pertama kali Aku duduk diatas Tahta Kebijaksanaan,
Dengan memandang Pohon itu dan berjalan mengitari-Nya,
Selama 3 kali 7 hari,
Aku merenungkan masalah-masalah seperti ini;

'Kebijaksanaan yang telah Aku peroleh sangat begitu Menakjubkan dan begitu Agung.
Tetapi semua umat begitu rendah kemampuannya,
Terikat oleh nafsu dan terbutakan oleh ketidak tahuan.
Golongan mahluk-mahluk seperti ini,
Bagaimana mereka dapat diselamatkan ?'

Kemudian semua Raja Brahma
Dan Sang Sakra dari seluruh Para Dewa,
Keempat Mahluk Dewa yang menjaga dunia,
Juga Dewa Sang Maha Raja Agung Mahesvara dan Isvara,
Dan seluruh Mahluk-Mahluk Surga yang lain,
Beserta ratusan ribu laksa pengikut,
Dengan takzimnya menghormati dengan Tangan terkatub,
Dengan memohon-Ku agar memutar Roda Hukum Kesunyataan.

Kemudian Aku merenung dalam Diri-Ku Sendiri:
'Seandainya Aku hanya memuja Kendaraan Buddha saja,
Semua umat yang jatuh kedalam kesengsaraan,
Tidak akan mampu mempercayai Hukum Kesunyataan ini,
Dan dengan melanggar Hukum Kesunyataan lewat ketidak percayaan,
Akan terjatuh kedalam 3 jalan iblis.
Lebih baik Aku tidak mengkhotbahkan Hukum Kesunyataan itu,
Tetapi masuk Nirvana saja dengan segera.

Namun ketika Aku ingat akan apa yang telah dilakukan oleh
Para Buddha Yang Terdahulu dengan Kekuasaan-Kekuasaan Mereka Yang Bijak,
Aku berpikir : Jalan yang telah Aku capai
Harus Aku khotbahkan sebagai Tiga Kendaraan.'
Sementara Aku sedang merenung demikian itu,
Seluruh Para Buddha di alam semesta bermunculan
Dan dengan Suara Yang Maha Mulia, Mereka menggembirakan Aku

'Bagus sekali ! Wahai Sang Sakyamuni Buddha !
Pemimpin Utama Tiada Tandingan !
Setelah mencapai Hukum Kesunyataan Yang Agung ini,
Engkau telah mengikuti Semua Para Buddha
Dalam mempergunakan Kekuatan-Kekuatan Yang Bijaksana.
Kamipun juga telah memperoleh,

Hukum Kesunyataan Yang Maha Menakjubkan dan Agung ini,
Tetapi demi beberapa golongan mahluk,
Kami membagi dan mengkhotbahkan-Nya dalam 3 Kendaraan.
Mereka yang berkebijaksanaan rendah, yang menyukai hukum-hukum hina,
Tidaklah percaya bahwa mereka dapat menjadi Para Buddha,
Oleh karenanya, dengan Cara-Cara Yang Arif,
Kami membagi dan mengkhotbahkan hasil-hasil yang wajar.
Meskipun Kami juga memaklumkan KeTiga Kendaraan,
Hal itu hanyalah untuk Ajaran Para Bodhisattva saja.'

Ketahuilah wahai Sariputra !
Demi mendengar Ajaran-Ajaran dari Para Singa Mulia itu,
Yang begitu Jelas dan Ghaib,
Aku menghormati Mereka, 'Terpujilah Para Buddha.'
Dan kembali merenungkan begini,
'Karena telah terjun kedalam dunia yang jahat dan menggelisahkan,
Aku, sesuai dengan Titah Para Buddha,
Akan melanjutkan-Nya juga dengan Patuh.'

Setelah selesai merenungkan hal ini,
Dengan segera Aku pergi ke Varanasi.
Alam Nirvana dari segala perwujudan,
Yang Tiada Dapat Diutarakan,
Aku, dengan kemampuan-Ku Yang Bijaksana,
Berkhotbah kepada Kelima Bhikku.
Inilah yang disebut Pemutaran Roda Dharma Yang Pertama.
Sesudah mana terdapatlah kabar tentang Nirvana
Dan juga tentang Nama-Nama Arahat yang terpisah,
Nama Dharma dan Nama Samgha.
Selama berkalpa-kalpa yang panjang
Aku telah memuja dan menunjukkan Hukum Nirvana
Untuk Penghentian Yang Abadi dari kesengsaraan para mahluk;
Oleh karena itu telah Aku sabdakan dengan tiada henti-hentinya.

Ketahuilah wahai Sariputra !
Ketika Aku melihat Para Putera Buddha
Yang bertekad untuk mencari Jalan KeBuddhaan,
Selama ribuan dan laksaan koti yang tanpa hitungan,
Semuanya dengan hati takzim,
Mendekati Sang Buddha;
Mereka telah mendengar dari Para Buddha
Hukum Kesunyataan yang telah Mereka terangkan dengan Sempurna.

Kemudian Aku menyadari Pikiran ini:
'Alasan mengapa Sang Tathagata muncul ialah
Untuk mengkhotbahkan Kebijaksanaan Sang Buddha,
Sekaranglah saatnya.'

Ketahuilah wahai Sariputra !
Orang-orang yang bodoh, yang tolol,
Orang-orang yang terikat pada keduniawian dan kesombongan
Tidak akan dapat mempercayai Hukum Kesunyataan ini.

Tetapi sekarang Aku gembira dan tiada bimbang,
Di tengah-tengah Para Bodhisattva,
Dengan jujur menyingkirkan Kebijaksanaan
Dan hanya memaklumkan Jalan Agung.

Kalian Para Bodhisattva yang mendengar Hukum Kesunyataan ini,
Semuanya telah tersingkirkan dari jaring-jaring keraguan,
Kalian Para Arahat yang berjumlah 1200
Semua-Nya akan menjadi Para Buddha.

Dengan cara yang sama bahwa Para Buddha yang silam, sekarang dan yang mendatang, mengkhotbahkan Hukum Kesunyataan,
Begitu juga Aku sekarang,
Mengkhotbahkan Hukum yang tidak dapat dibagi-bagi.

Munculnya Para Buddha di dunia
Adalah berjauhan dan jarang terjadi
Ketika Mereka benar-benar turun di dunia,
Pun dengan kelangkaan Mereka mengkhtobahkan Hukum Kesunyataan ini.
Bahkan sampai berkalpa-kalpa yang tak terhitung banyaknya,
Jaranglah Hukum Kesunyataan ini dapat di dengar,
Dan Mereka yang mampu mendengar Hukum Kesunyataan ini,
Orang-Orang seperti ini juga jarang.
Hal ini seperti Bunga Udumbara
Yang semua umat menyenangi dan menikmati,
Jarang terlihat oleh para dewa dan manusia,
Yang muncul sekali dalam waktu yang panjang.
Begitulah Dia yang setelah mendengar Hukum Kesunyataan ini.
Kemudian memuja-Nya dengan penuh kegembiraan,

Serta mengucapkan-Nya meskipun hanya sepatah kata saja,
Dia yang telah memuliakan
Semua Para Buddha di dalam KeTiga Dunia.
Orang seperti ini sangatlah jarang,
Lebih jarang dari Bunga Udumbara.
Bebaskanlah dirimu dari kebimbangan;

Akulah Raja Hukum Kesunyataan
Dan menyatakan pada seluruh Persidangan;
'Aku, hanya dengan Satu Kendaraan Agung,
Mengajar Para Bodhisattva,
Dan tidak memiliki Seorang Pengikut Sravakapun.'

Ketahuilah kalian semua, wahai Sariputra,
Para Sravaka dan Bodhisattva,
Bahwa Hukum Kesunyataan Yang Menakjubkan ini
Adalah misteri seluruh Buddha.
Karena dunia yang jahat dari kelima kebobrokan
Hanya menyukai ikatan-ikatan keduniawian,
Mahluk-mahluknya yang seperti ini
Tiada pernah mencari Jalan KeBuddaan.
Generasi-generasi jahat yang mendatang,
Yang mendengar Kendaraan Tunggal
Yang dikhotbahkan oleh Sang Buddha
Di dalam khayalan dan ketidak percayaan mereka,
Akan melanggar Hukum Kesunyataan itu dan terjatuh kedalam jalan-jalan jahat.
Tetapi terdapatlah Mahluk-Mahluk yang Rendah Hati dan Suci,
Yang mencurahkan Diri untuk mencari Jalan KeBuddhaan;

Bagi Mereka semua-Nya ini,
Kupuji dengan panjang lebar akan Jalan Kendaraan Tunggal.
Ketahuilah wahai Sariputra !
Hukum Kesunyataan dari Para Buddha adalah demikian:
Dengan laksaan koti dari Cara-Cara Yang Bijaksana
Mereka memaklumkan Hukum Kesunyataan ketika ada kesempatan.
Namun Mereka yang tidak ingin mempelajari-Nya
Semuanya tidak akan mampu menyelami-Nya.

Tetapi Engkau telah mengetahui
Jalan-Jalan Bijaksana yang sangat berguna dari
Para Buddha, Pemimpin-Pemimpin Dunia,
Tidak memiliki keragu-raguan yang lebih lanjut lagi,
Bergembiralah senangkanlah Hati-Mu,
Karena mengetahui bahwa Engkau akan menjadi Para Buddha."

Demikianlah Sutta Bunga Teratai Dari Kegaiban Hukum Kesunyataan Yang Menakjubkan, Tentang Upayakausalya, Bab 2.

Namo Bhagavate Vajradhara Sagaragarjine Tathagata SamyakSamBuddhassa

Semoga Hyang Arya Bhikku Hai Tao Mencapai Kesucian Arahat Patisambhidapato sebelum meninggalkan dunia ini.

Namo Bhagavate Vipula Garbhe Maniprabhe Tathagata SamyakSamBuddhassa

NAMO TRIRATNA

skipper

Jumlah posting : 439
Join date : 27.11.08
Age : 28

Lihat profil user http://aryamahayana.forumup.com

Kembali Ke Atas Go down

Re: Upaya Kausalya Parivartah Dharmaparyaya Suttram

Post by Sponsored content Today at 7:17 am


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik