Suramgama Usnisa Sitatapatra Suttram

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Suramgama Usnisa Sitatapatra Suttram

Post by skipper on Fri May 11, 2012 2:05 pm



Namo Sarvajna Siddha Tathagata

Namo Bhagavate Aksobhya Tathagata Arhate SamyakSamBuddha
Namo Bhagavate Amitabha Tathagata Arhate SamyakSamBuddha
Namo Bhagavate Amoghasiddhi Tathagata Arhate SamyakSamBuddha
Namo Bhagavate Ratnasambhava Tathagata Arhate SamyakSambuddha

Suramgama Usnisa Sitatapatra Mahayana Suttram

Di terjemahkan oleh Shramana Paramiti dari India ke China di jaman Dinasti Tang

Sang wujud Di Dalam wujud itu sendiri dari dalam Gudang Tathagata

Demikianlah telah Ku dengar. Pada suatu ketika, Sang Buddha tinggal di dalam Vihara Jetavana, dekat Sravasti, bersama dengan 1250 Bhikkhu yang merupakan Para Arhat yang telah menyeberangi arus perpindahan. Mereka menjunjung tinggi Ajaran-Nya dengan tegas, dapat melompati semua alam kehidupan perwujudan dan telah mencapai tingkah laku sikap terhormat yang patut dicontoh, yang diselenggarakan dalam penghormatan agung di seluruh Negeri. Mereka mengikuti Sang Buddha untuk memutar Roda Hukum dan telah memenuhi syarat untuk meneruskan Dharma-Nya. Menjadi disiplin diri, Mereka menetapkan contoh yang baik didalam tiga dunia dimana mereka muncul didalam perubahan wujud tubuh yang tak terhitung jumlahnya untuk mengantarkan para mahluk hidup dan untuk menyelamatkan generasi mendatang dari kekotoran batin. Mereka dipimpin oleh Sang Bijaksana Sariputra, Maha Maudgalyayana, Maha Kausthila, Purna Maitrayani Putra, Subhuti, dan Upanisad.

Ada juga yang tak terhitung jumlahnya Para Pratyeka Buddha yang sejak Mereka telah menaklukkan kebiasaan lama mereka sudah tidak memiliki sesuatu yang lebih untuk dipelajari, namun datang ke Vihara Sang Buddha bertekad untuk mencari Kebenaran Pokok.

Sekarang, Pertapaan musim panas baru saja selesai ketika Para Bhikkhu mencabut kekeliruan-kekeliruan dan kesalahan-kesalahan dan ketika Para Bodhisattva dari sepuluh penjuru bertekad untuk menghapus sisa-sisa keraguan dan kecurigaan Mereka, dengan takjim penuh hormat menunggu Ajaran itu didalam pencarian Mereka demi makna batin esoteriknya. Dan Jadi, Sang Tathagata mengatur tempat duduk-Nya dan duduk bersila untuk mengumumkan Ajaran yang amat sangat mendalam itu. Dharma yang demikian menyenangkan untuk memurnikan para kelompok yang berkumpul tidak pernah terjadi sebelumnya dan suara merdu-Nya yang sulit ada disepuluh penjuru. Dipimpin oleh Manjusri, sejumlah Para Bodhisattva yang tak terhitung jumlahnya seperti butiran pasir di dalam sungai Gangga telah datang ke Tempat Suci itu.

Sementara itu, Raja Prasenajit yang sedang menjaga peringatan kematian Ayahnya dengan mempersembahkan makanan vegetarian kepada-Nya, datang secara pribadi untuk mengundang Sang Tathagata kedalam Istana kerajaan untuk sebuah pesta makanan lezat terbaik dan paling langka, yang Ia juga mengundang Para Bodhisattva Agung didalam perkumpulan. Didalam kota, para ketua dan para pemuja juga mempersembahkan makanan kepada golongan anggota dan dengan takjim penuh hormat menunggu kedatangan Sang Buddha.

Kelemahan Ananda - Alasan untuk Khotbah ini

Diperintahkan oleh Sang Buddha, Manjusri membawa Para Bodhisattva dan Para Arhat ke pesta kerajaan.Ananda, namun, belum juga kembali dari keterlibatan jauh, dan sehingga tidak berada diantara yang diundang. Dia sedang pulang kembali ke Vihara sendirian tanpa kepala biara atau Guru, dan dengan mangkuk di tangan pergi mengumpulkan makanan dari pintu ke pintu di kota terdekat. Dia bermaksud untuk memanggil pertama kali dermawan yang belum memberikan makanan kepada Para Bhikkhu di hari itu, tanpa memperhatikan apakah atau tidak dia berbudi luhur, mulia, atau orang yang terbuang. Didalam praktek kasih sayang semesta-Nya, Dia tidak secara khusus memilih orang miskin sebagai penyokong-Nya. Dia ingin menolong semua mahluk hidup memperoleh pahala yang tidak terhitung, karena Dia telah melihat Sang Buddha menegur Subhuti dan Mahakasyapa yang meskipun menjadi Arhat tidak dapat menyadari pikiran semesta saat mengumpulkan makanan. Dia sungguh sangat mengagumi Ajaran-Nya yang telah menghilangkan semua keraguan dan kecurigaan-Nya (Ananda) dalam hal ini.

Jadi ketika Dia mencapai gerbang kota, Dia berjalan dengan pelan menyesuaikan sikap-Nya terhadap aturan-aturan disiplin. Ketika Dia pergi mengumpulkan makanan, Dia datang ke rumah pelacur dimana Matangi (seorang wanita kasta rendah) yang mewarisi. Dengan cara sihir kapila, menarik Dia dekat ke tubuh wanita sensual di tikar, sehingga Dia berada di arah pelanggaran aturan dari kehidupan suci. Tapi Sang Buddha menyadari semua ini dan setelah pesta kerajaan, Dia kembali ke Vihara dengan sang raja, pangeran dan para ketua yang ingin mendengar tentang Dharma penting. Dia lalu mengirimkan keluar dari puncak Kepala-Nya Cahaya yang cemerlang dan yang banyak warna-warni keberhasilan didalam yang memunculkan perwujudan Buddha duduk dengan bersila diatas ribuan daun bunga teratai. Sang Buddha lalu mengulangi Mantra yang amat sukar dipahami dan memerintahkan Manjusri menggunakannya untuk mengatasi sihir dan membawa Ananda dengan Matangi ke Vihara.

Belajar meditasi semua sebagai kekosongan

Ketika Ananda melihat Sang Buddha, Dia mensujudkan tubuh-Nya dengan lemah di Kaki-Nya (Kaki Sang Buddha), menangis dengan sedih dan berkata bahwa, sejak waktu tanpa awal, meskipun Dia telah banyak mendengar tentang Dharma, Dia masih tidak sanggup mendapatkan kekuatan yang amat sukar dipahami dari jalan kebenaran Tao. Dengan sungguh-sungguh Dia meminta Sang Buddha untuk mengajarkan awal pendahuluan jalan bijaksana yang membantu mendapatkan sesuatu didalam latihan samatha (kesunyian dan mengistirahatkan pikiran yang aktif), samapatti, dan dhyana yang menyebabkan penerangan sempurna semua Buddha di dalam sepuluh penjuru.

Ada juga hadir sejumlah besar Para Bodhisattva seperti butiran pasir yang tak terhitung di dalam sungai Gangga, dan Para Arhat dan PratyekaBuddha agung yang telah datang ingin mendengar tentang Dharma itu. Mereka semua menunggu dengan diam dan dengan penuh hormat demi Ajaran Suci itu.


Menghapus lima kumpulan dan delapan kesadaran untuk menampakkan ketidaknyataan dari diri
Menyelidiki kedalam pikiran salah untuk menghapuskan dua kumpulan pertama dan lima kesadaran pertama

Sang Buddha berkata kepada Ananda: 'Kamu dan Saya adalah kerabat dekat.' Beritahukan kepada Saya apa yang Kamu lihat didalam perkumpulan ketika Kamu membuat pikiran Kamu untuk memberikan semua perasaan duniawi dari kasih sayang dan cinta (untuk mengikuti Saya)?

Ananda menjawab : 'Saya melihat 32 ciri-ciri yang sangat baik dan bentuk Tubuh Buddha yang bersinar seperti Kristal. Saya berpikir bahwa semua ini tidak bisa hasil dari keinginan dan cinta, untuk keinginan menciptakan kotoran busuk dan berbau busuk seperti nanah dan darah yang bercampur aduk dan tidak dapat menghasilkan kecemerlangan yang menakjubkan dari warna-warni Tubuh Emas-Nya, dalam kekaguman itulah yang Saya mencukur Kepala Saya untuk mengikuti Dia.'

Sang Buddha berkata : 'Ananda dan kalian semua harus tahu bahwa para mahluk hidup, sejak waktu tanpa awal, telah dikenakan kelahiran dan kematian yang terus menerus karena mereka tidak tahu pkiran benar permanen (tetap tidak berubah) yang zatnya adalah oleh alami, murni dan cerah cemerlang. Mereka telah mengandalkan pada pemikiran salah yang tidak nyata sehingga Roda Samsara (dunia kelhiran dan kematian) berputar. Sekarang jika Anda ingin mempelajari Penerangan Bodhi tertinggi yang tak tertandingi untuk menyadari sifat terang alami ini, Kamu harus menjawab pertanyaan-pertanyaan Saya dengan jujur. Semua Buddha di dalam sepuluh penjuru menginjak jalan yang sama untuk melarikan diri dari kelahiran dan kematian karena Pikiran-Pikiran Jujur Mereka, dengan Pikiran Jujur yang sama dan kemampuan bicara yang sama dari awal hingga selesai tanpa jejak kebengkokan.

Ananda, ketika Kamu mengembangkan Pikiran itu karena 32 ciri-ciri Buddha yang sangat baik, beritahukan Saya apa yang terlihat dan mencintai Mereka.'

Ananda menjawab : 'Yang dimuliakan dunia, cinta Saya datang dari penggunaan pikiran Saya, mata Saya melihat dan pikiran Saya mengagumi Mereka, sehingga itu ditetapkan pada melepaskan kelahiran dan kematian.'

Sang Buddha melanjutkan : 'Seperti yang baru saja Kamu katakan, cinta Kamu disebabkan oleh pikiran dan mata Kamu tapi jika Kamu tidak tahu dimana pikiran dan mata Kamu sebenarnya, Kamu tidak akan pernah mampu menghancurkan angan-angan. Sebagai contoh, ketika negara itu dijajah oleh penjahat, sang Raja, sebelum mengirim tentaranya untuk menghancurkan mereka, pertama-tama harus tahu dimana mereka berada. Itu yang menyebabkan Kamu berpindah tanpa gangguan, datang dari cela cacat didalam pikiran dan mata Kamu. Sekarang beritahukan Saya dimana pikiran dan mata Kamu berada.'

Ananda menjawab : 'Yang dimuliakan dunia, semua mahluk hidup terlahir dalam dunia melalui sepuluh jenis kelahiran berpendapat bahwa pikiran yang mengetahui ini ada didalam tubuh. Saat Saya melihat mata berwarna teratai biru dari Sang Buddha, Saya melihat bahwa Mereka (Mata Sang Buddha) ada di Wajah-Nya (ada di Wajah Sang Buddha). Oleh karena itu, pemahaman Saya bahwa mata Saya ada di wajah Saya sementara pikiran saya yang mengetahui ada didalam tubuh Saya.'

Sang Buddha bertanya : 'Sekarang Kamu duduk didalam ruangan ini, dimana Kamu melihat taman Jetavana?'

Ananda menjawab : 'Yang dimuliakan dunia, ruangan besar ini ada didalam taman Jetavana yang, oleh karena itu, diluar ruangan.'

Sang Buddha bertanya : 'Apa yang pertama Kamu lihat didalam ruangan ini?'

Ananda menjawab : 'Yang dimuliakan dunia, dalam ruangan ini,  Saya pertama melihat Sang Tathagata, lalu Perkumpulan, dan hanya ketika melihat luar Saya melihat taman itu.'

Sang Buddha bertanya : 'Ketika Kamu melihat Taman itu, apa yang menyebabkan Kamu untuk melakukannya?'

Ananda menjawab : 'Itu karena pintu dan jendela terbuka bahwa Saya, meskipun duduk didalam ruangan ini, lihat taman itu diluar.'

Sang Buddha lalu membentangkan Lengan Emas Warna-Warni-Nya dan menyentuh Kepala Ananda dengan Tangan-Nya, berkata : 'Ada sebuah samadhi (ketenangan dalam yang terbebas dari semua perasaan luar yang merupakan pendahuluan pencapaian Ke-Buddhaan.) yang bernama "Semua Yang Mencakup Surangama (Yang tahan lama dan tidak dapat dihancurkan) ", sebuah pintu gerbang melalui yang Semua Buddha didalam sepuluh penjuru capai ke Jalan Agung Yang Menakjubkan. Ananda, dengarkan dengan penuh perhatian sekarang.'

Ananda mensujudkan diri-Nya di Kaki Sang Buddha dan berlutut untuk menerima Pengajaran Suci.

Sang Buddha berkata : 'Jika Kamu benar bahwa, sambil duduk dalam ruangan ini, Kamu melihat taman diluar melalui pintu dan jendela yang terbuka akan mungkin bagi seseorang yang sedang duduk disini untuk hanya melihat hal-hal diluar tanpa melihat Sang Buddha didalam.'

Ananda menjawab : 'Orang tidak dapat melihat hutan belukar kecil dan sungai diluar tanpa melihat Sang Buddha disini.'

Sang Buddha berkata : 'Ananda, itu sama dengan Kamu (Jika pikiran Kamu tidak tertipu) Maka akan menjadi jelas tentang semua ini. Namun, jika pikiran berpengetahuan Kamu sungguh didalam tubuh Kamu, Kamu pertama harus jelas tentang segala sesuatu di dalamnya. Kamu harus, oleh karena itu, melihat segala sesuatu di dalam tubuh Kamu sebelum hal-hal diluar dari itu. Bahkan jika Kamu tidak dapat melihat jantung, hati, limpa, dan perut Kamu, setidaknya Kamu harus jelas tentang kuku dan rambut Kamu yang bertumbuh, tentang itu yang bergerak sepanjang syaraf-syaraf Anda dan denyutan dari pembuluh darah Anda. Mengapa Kamu tidak jelas tentang semua ini? Jika Kamu tidak melihat hal-hal yang di dalam, bagaimana Kamu dapat melihat itu diluar? Oleh karena itu, pendapat Anda bahwa pikiran berpengetahuan Kamu ada didalam tubuh Kamu adalah tak beralasan.'

Ananda membungkuk dan berkata : 'Setelah mendengar Suara Dharma Buddha, Saya sekarang mengerti bahwa pikiran Saya adalah sungguh diluar dari tubuh Saya. Misalnya, sebuah lampu harusnya menyala menerangi segala sesuatu didalam ruangan sebelum halaman luar melalui pintu yang terbuka. Jika Saya tidak melihat apa yang ada didalam tubuh Saya tapi melihat hal-hal diluarnya, ini seperti sebuah lampu yang diletakkan diluar ruangan yang tidak dapat menerangi apa yang ada didalamnya. Hal ini menjadi begitu jelas bahwa tidak mungkin diragukan lagi, apakah Saya masih salah tentang apa yang Sang Buddha maksudkan?'

Sang Buddha berkata : 'Semua Bhikkhu yang mengikuti Saya ke Sravasti untuk mengumpulkan makanan dan sekarang telah kembali ke taman Jetavana. Saya telah mengambil makanan Saya, tapi sebagaimana seorang Bhikkhu masih sedang makan, apakah semua himpunan masyarakat cukup makan?'

Ananda menjawab : 'Tidak, Yang dimuliakan dunia, meskipun Mereka Arhat, Mereka tidak memiliki tubuh yang sama atau rentang kehidupan yang sama maka bagaimana bisa seorang yang dengan makan menyebabkan semua yang lainnya memuaskan rasa lapar mereka?'

Sang Buddha berkata : 'Jika pikiran berpengetahuan milik Kamu adalah diluar dari tubuh Kamu, keduanya terpisah. Jadi ketika pikiran Kamu mengetahui sesuatu, tubuh Kamu tidak seharusnya merasakannya dan ketika tubuh Kamu merasakan sesuatu, pikiran Kamu seharusnya tidak menyadarinya. Sekarang saat Saya memperlihatkan Tangan Saya kepada Kamu, ketika mata Kamu melihat-Nya (Tangan Sang Buddha), apakah pikiran Anda memahami-Nya (memahami Tangan Sang Buddha) ?'

Ananda menjawab : 'Ya, Yang dimuliakan dunia, pikiran Saya memahami-Nya.'

Sang Buddha berkata : 'Jika demikian, bagaimana bisa pikiran Kamu diluar dari tubuh? Oleh karena itu, pendapat Kamu bahwa pikiran yang berpengetahuan dan yang memahami milik kamu berada diluar tubuh Kamu adalah tak beralasan.'

Ananda berkata : 'Yang dimuliakan dunia, seperti yang Anda telah katakan, Jika pikiran Saya tidak melihat apa yang ada didalam tubuh Saya, itu tidak ada didalamnya, dan jika tubuh dan pikiran Saya saling mengenal, mereka tidak terpisah dan pikiran Saya adalah, oleh karena itu, tidak diluar dari tubuh Saya. Sekarang setelah berpikir tentang ini, Saya tahu dimana pikiran Saya berada.'

Sang Buddha bertanya : 'Dimana itu?'

Ananda menjawab : 'Karena pikiran berpengetahuan dari Saya tidak melihat apa yang ada didalam tubuh Saya tetapi dapat melihat hal-hal diluar, Saya pikir itu tersembunyi didalam organ indera perasaan Saya. Misalnya, Jika seseorang menutup matanya dengan sebuah mangkok kristal, yang terakhir itu tidak menghalangi organ indera perasaan ini, yang hanya mengikuti indera penglihatan untuk membedakan semua hal yang terlihat. Jadi jika pikiran berpengetahuan Saya tidak melihat apa yang ada didalam tubuh, itu karena itu ada didalam organ indera perasaan dan jika itu melihat dengan jelas apa yang ada diluar tanpa terhalangi,
itu karena dia tersembunyi didalam organ tersebut.'

Sang Buddha bertanya : 'Seperti yang baru Kamu katakan, pikiran tersembunyi dalam cara yang sama dengan mata yang tertutup oleh mangkok kristal : sekarang ketika seorang menutup matanya demikian dan melihat gunung dan sungai, apakah orang juga melihat mangkok itu?'

Ananda menjawab : 'Ya, Yang dimuliakan dunia, orang juga melihat mangkok itu.'

Sang Buddha berkata : 'Jika pikiran Kamu seperti mangkok Kristal itu, ketika Kamu melihat gunung dan sungai, mengapa Kamu tidak melihat mata Kamu sendiri? Jika Kamu tahu mereka seharusnya ada diluar dan tidak seharusnya mengikuti indera penglihatan Kamu. Jika mereka tidak bisa dilihat, bagaimana bisa Kamu katakan bahwa pikiran yang berpengetahuan ini tersembunyi di dalam organ indera perasaan, seperti mata yang ditutupi mangkok kristal? Oleh karena itu, pendapat Kamu bahwa pikiran berpengetahuan milik kamu berada tersembunyi didalam organ indera perasaan adalah tak beralasan.'

Ananda bertanya : 'Yang dimuliakan dunia, Saya sekarang berpikir tentang isi perut yang tersembunyi di dalam tubuh dan tentang lubang-lubang di atas permukaannya. Oleh karena itu, dimana ada persembunyian disana ada kegelapan dan dimana ada pembukaan disana ada cahaya. Karena Saya sekarang dihadapan Sang Buddha, Saya membuka mata Saya dan melihat dengan jelas dan ini dinamakan penglihatan luar, dan ketika Saya menutup mata, Saya hanya melihat kegelapan, dan ini dinamakan penglihatan dalam. Apa yang Sang Buddha pikirkan tentang hal ini?'

Sang Buddha berkata : 'Ketika Kamu menutup mata Kamu dan melihat kegelapan, apakah kegelapan ini berhadapan dengan mata Kamu atau tidak? Jika iya, itu adalah didepan mereka, maka bagaimana bisa ini menjadi penglihatan dalam? Bahkan jika sungguh ada penglihatan dalam seperti itu, ketika Kamu duduk di ruangan yang gelap tanpa cahaya dari matahari, bulan, atau lampu, kegelapan ini harusnya juga ada didalam isi perut Kamu. jika itu tidak berhadapan dengan mata Kamu, bagaimana bisa ada penglihatan? Sekarang mari Kita lupakan yang Kamu sebut penglihatan luar dan menganggap bahwa ada penglihatan dalam, maka ketika Kamu menutup mata Kamu dan hanya melihat kegelapan, yang Kamu sebut melihat apa yang ada di dalam tubuh Kamu, mengapa ketika Kamu membuka mata dan melihat dengan jelas, Kamu tidak melihat wajah Kamu? Jika Kamu tidak, tidak ada penglihatan dalam itu. Sekarang anggaplah bahwa Kamu dapat melihat wajah Kamu, pikiran berpengetahuan dan organ penglihatan Kamu seharusnya ada didalam udara, maka bagaimana bisa ada penglihatan dalam? Jika mereka berada di udara, mereka seharusnya bukan milik tubuh Kamu, dan Sang Buddha yang sekarang melihat wajah Kamu, seharusnya adalah tubuh Kamu juga. Jadi ketika mata Kamu melihat sesuatu, tubuh Kamu seharusnya tidak memiliki perasaan lagi,  Jika Kamu bersikeras bahwa baik tubuh dan pikiran Kamu memiliki perasaan yang terpisah, harusnya ada dua tanggapan terpisah dan kemudian tubuh Kamu harusnya menjadi dua Buddha. Oleh karena itu, pendapat Kamu bahwa melihat kegelapan adalah penglihatan dalam adalah tak beralasan.'

Ananda berkata : 'Saya selalu mendengar Sang Buddha saat sedang mengajar biarawan, biarawati, dan umat pemuja laki-laki dan perempuan berkata : "Ketika pikiran membangkitkan semua macam hal diciptakan, dan kemudian semua jenis dari pikiran muncul." Saya sekarang berpikir bahwa zat dari pikiran Saya adalah sifat alami dari pikiran yang muncul ketika itu bersatu dengan luar dan yang bukan didalam atau bukan diluar atau bukan juga diantara.'

Sang Buddha berkata : 'Kamu baru saja mengatakan bahwa karena rangkaian peristiwa yang dapat diamati (fenomena) tercipta, semua jenis dari pikiran muncul ketika bersatu dengan mereka (bersatu dengan fenomena). Jadi pikiran ini tidak memiliki zat dan tidak dapat bersatu dengan apapun. Jika itu yang tidak memiliki zat dapat bersatu dengan luar, ini adalah persatuan dari dunia ke 19 dari indera dengan fakta indera ke 7. Ini adalah omong kosong belaka. Jika pikiran memiliki zat, ketika tangan Kamu menggenggam tubuh Kamu, apakah pikiran Kamu merasakan (sentuhan) ini datang dari dalam atau luar? Jika dari dalam, Kamu harusnya melihat apa yang ada didalam tubuh Kamu dan jika itu dari luar, kamu harusnya melihat wajah Kamu.'

Ananda berkata : 'Itu adalah mata yang melihat dan pikiran yang mengetahui bukan mata: mengatakan bahwa itu melihat adalah salah.'

Sang Buddha berkata : 'Jika mata dapat melihat, ketika Kamu berada didalam ruangan, apakah Kamu melihat pintu itu (diluar)? Mereka yang telah meninggal dan masih memiliki mata, seharusnya melihat benda-benda jika mereka masih melihat, bagaimana bisa mereka mati? Ananda, jika pikiran berpengetahuan milik Kamu memiliki zat, apakah zat tersebut tunggal atau bermacam-macam? Seperti itu ada didalam tubuh Kamu, apakah itu menyebar ke setiap bagian dari itu atau tidak? Jika itu adalah satu zat, ketika Kamu memegang anggota tubuh, semua empat harusnya merasakan bahwa mereka dipegang. Jika demikian, tidak akan ada genggaman (di setaip anggota tubuh tertentu). Jika ada, pendapat tentang zat tunggal tidak bertahan baik. Jika itu adalah  bermacam-macam zat harusnya ada banyak orang; maka zat manakah milikmu jika itu menyebar ke setiap bagian dari tubuh Kamu, ini sama seperti kasus genggaman sebelumnya. Jika itu tidak menyebar, maka ketika Kamu menyentuh kepala Kamu dan kaki Kamu di saat yang bersamaan, sementara kepala Kamu merasakan dipegang, Kaki kamu harusnya tidak, tapi ini tidak begitu. Oleh karena itu, pendapat Kamu bahwa pikiran muncul dimana ada persatuan dengan luar adalah tak beralasan.'

Ananda berkata : 'Yang dimuliakan dunia, Saya telah mendengar Sang Buddha membicarakan kenyataan dengan Anak-Anak lain dari Raja Hukum (dalam kata lain: Para Bodhisattva); Dia juga mengatakan bahwa pikiran adalah bukan didalam juga bukan diluar. Saya sekarang menarik kesimpulan bahwa jika pikiran ada didalam tubuh, ia (pikiran) tidak melihat apapun yang didalam, dan jika ia (pikiran) ada diluar, mereka (tubuh dan pikiran) berdua berhenti saling merasakan. Mengatakan bahwa ia ada didalam adalah salah sebab ia tidak mengetahui apapun didalam tubuh. Mengatakan bahwa ia ada diluar juga salah karena tubuh dan pikiran dapat saling merasakan,.Seperti mereka (tubuh dan pikiran) demikian dan karena tidak ada yang terlihat didalam tubuh, pikiran harusnya berada diantara dua itu (antara didalam dan diluar).'

Sang Buddha berkata : 'Jika pendapat Kamu tentang pikiran "berada diantara" adalah benar, itu berarti sebuah posisi untuknya (untuk pikiran). Sekarang menurut kesimpulan Kamu, dimanakah posisi menengah ini? Apakah maksud Kamu itu adalah (dalam atau luar) tubuh? Jika ia ada di atas permukaan tubuh, ia tidak dapat berada di pusat tengah, dan pendapat tentang pikiran berada di pusat tengah tidaklah berbeda dengan pikiran didalam tubuh (yang ditolak sebelumnya). (Selain itu), apakah posisinya nyata atau tidak? Jika tidak, ia tidak ada. Jika iya, ia tidak tetap. Mengapa? Sebagai contoh, Jika sebuah tiang ditancapkan kedalam tanah untuk menandai pusat tengah, ketika terlihat dari timur itu ada di barat dan ketika terlihat dari selatan itu ada di utara. Seperti tiang ini yang hanya dapat mengakibatkan kebingungan, jadi apakah (pemahaman kamu tentang) pikiran berada diantara benar-benar kacau-balau?'

Ananda berkata : 'Posisi menengah yang saya sebutkan bukanlah dua ini. Seperti Yang dimuliakan dunia telah katakan, mata dan bentuk adalah penyebab dari gagasan muncul. Sementara mata dapat membedakan, bentuk tidak mengikuti apapun dan gagasan terletak diantara mereka (mata dan bentuk); maka pikiran muncul.'

Sang Buddha berkata : 'Jika pikiran terletak diantara organ indera dan data keterangan indera, apakah ia termasuk keduanya atau tidak? Jika ia demikian, zatnya dan apa yang ada diluar akan bercampur bersama-sama, dan karena pikiran merasakan sementara objeknya (benda tujuannya) tidak, dua yang berlawanan akan dibentuk; maka bagaimana bisa ada (posisi) menengah? Jika ia tidak inklusif, (yaitu jika ia bebas tidak tergantung kepada organ indera dan data keterangan indera),  dengan menjadi bukan sebagai yang tahu (subjek) dan bukan juga sebagai yang diketahui (objek), ia tidak memiliki zat, lalu apa itu menengah? Oleh karena itu, pendapat Kamu bahwa ia berada diantara adalah tak beralasan.'

Ananda berkata : 'Yang dimuliakan dunia, sebelumnya ketika Saya melihat Sang Buddha, dengan Empat Murid Utama-Nya, Maha-Maudgalyayana, Subhuti, Purnamaitrayaniputra dan Sariputra, memutar Roda Hukum Kesunyataan, Dia selalu bilang bahwa sifat alami dari pikiran yang mengetahui dan membedakan adalah bukan didalam bukan diluar bukan juga diantara keduanya (bukan diantara luar dan dalam), tidak ada dimanapun juga, tidak menempel pada apapun, karena itu dinamakan pikiran. Apakah yang tidak menempel pada wujud disebut pikiran?'

Sang Buddha menjawab : 'Kamu baru saja berkata bahwa sifat alami dari pikiran yang mengetahui dan membedakan tidak ada dimanapun juga. Sekarang dalam dunia ini, segala sesuatu yang di udara, didalam air, dan di tanah, termasuk mereka yang terbang dan berjalan, membuat seluruhnya ada. Oleh yang tidak menempel (melekat) ke apapun, apakah maksud Kamu ia ada atau tidak? Jika ia tidak, itu hanya rambut seekor kura-kura atau tanduk dari seekor kelinci, maka bagaimana bisa ada tidak melekat? Jika tidak dapat dikatakan tidak ada bahwa yang tidak hanya tidak ada dan bahwa yang harus memiliki posisi; maka bagaimana bisa tidak ada kemelekatan? Oleh karena itu, pendapat Kamu bahwa yang tidak menempel pada apapun adalah pikiran berpengetahuan adalah tak beralasan.'


Menyangkal pikiran salah untuk menghilangkan kumpulan ketiga
dan menampakkan ketidaknyataan dari kesadaran keenam

Kemudian Ananda bangkit dari tempat duduk-Nya, mengangkat jubah di sebelah bahu kanan-Nya, berlutut dengan kaki kanan-Nya, dengan hormat merangkapkan kedua telapak tangan-Nya dan berkata kepada Sang Buddha : 'Saya adalah Sepupu termuda dari Tathagata dan karena Kasih-Sayang-Nya yang besar, Saya telah diijinkan untuk menjadi Murid-Nya, tetapi Saya menyalahgunakan Kasih-Sayang-Nya. Dan meskipun Saya telah mendengar banyak khotbah-Nya, Saya telah gagal menghindari duniawi dan tidak mampu untuk mengatasi sihir yang merubah Diri-Ku seluruhnya, menyebabkan Saya mengunjungi sebuah rumah tuna susila. Semua ini karena Saya gagal mencapai kawasan nyata. Semoga Yang dimuliakan dunia berbelas kasih secukupnya untuk mengajari Kami Jalan Samatha (Jalan kedamaian, kekuatan untuk mengakhiri nafsu) demi kepentingan mereka yang sedikit keyakinannya dan yang memiliki pikiran menyimpang.'

Setelah mengatakan ini, Dia mensujudkan Diri-Nya Sendiri dengan lutut, siku dan kepala ke tanah. Lalu Dia berdiri dengan diam penuh hormat, dengan seluruh Perkumpulan dengan bersemangat menunggu Ajaran itu.

Mengungkapkan Samadhi Terang

Dengan Kekuatan Buddha yang sukar dipahami, segala macam sinar dan cahaya, secemerlang ratusan dan ribuan matahari, bersinar dari dahi-Nya, menerangi semua tanah Buddha yang berguncang dengan enam cara. Sejumlah Dunia demikian, yang tak dapat dihitung seperti debu, muncul secara bersamaan dan (melalui kekuatan yang sama) bersatu menjadi satu dunia dimana masing-masing Para Bodhisattva Agung, selama tinggal di wilayah-Nya sendiri, merangkapkan telapak tangan-Nya untuk mendengarkan Dharma.


Asal dari Pembalikan

Sang Buddha berkata :'Sejak waktu tanpa awal, semua mahluk hidup telah menimbulkan segala macam pembalikan disebabkan oleh benih karma (dari ketidaktahuan) yang seperti semak belukar aksa. Inilah sebabnya mengapa para pencari kebenaran gagal mencapai Pencerahan Tertinggi, tetapi hanya mencapai (keadaan) Sravaka, Pratyeka-Buddha, bidaah, dewa dan mahluk halus.semata-mata karena mereka tidak tahu dua Pembalikan dasar, sehingga berlatih secara salah seperti mereka yang tidak bisa mendapatkan makanan dengan memasak pasir meskipun berlalunya Kalpa (masa waktu antara penciptaan,kehancuran dan penciptaan ulang dunia atau alam semesta) yang tak terhitung seperti debu. Apakah kedua Pembalikan dasar ini? Ananda, yang pertama adalah akar dasar dari penyebab kelahiran dan kematian, sejak waktu tanpa awal, dengan penggunaan salah dari kemelekatan pikiran yang orang-orang keliru dengan sifat alami mereka, dan yang kedua adalah kemelekatan mereka terhadap kondisi sebab akibat (yang menutupi) pada dasarnya inti sari cerah dari kesadaran yang merupakan pada dasarnya zat Pencerahan Nirvana yang murni dan bersih. Dengan demikian mereka mengabaikan kecemerlangan kecerahan dasar dan sehingga berpindah melalui dunia kehidupaan perwujudan tanpa menyadari kegagalan dari latihan (salah) mereka.


Pembalikan Sesungguhnya

Pikiran yang terbalik

Penyelidikan kedalam pikiran salah.

'Ananda, karena Kamu telah bertanya tentang pintu gerbang Samatha yang digunakan untuk meloloskan diri dari kelahiran dan kematian, Saya harus bertanya kepada Kamu sebuah pertanyaan,.'

Sang Buddha kemudian mengangkat lengan emas warna warni-Nya dan membungkukan jari-jari-Nya, berkata: 'Ananda, apakah Kamu melihat ini?'

Ananda menjawab : 'Ya.'

Sang Buddha bertanya :'Apa yang Kamu lihat?'

Ananda menjawab : 'Saya melihat Sang Buddha mengangkat lengan-Nya dan membungkukkan jari-jari-Nya.menunjukkan genggaman tangan bersinar yang silau mempesona pikiran dan mata Saya.'

Sang Buddha bertanya :'Bagaimana Kamu melihat-Nya?'

Ananda menjawab : 'Saya dan semua yang ada disini menggunakan mata untuk melihat-Nya.'

Sang Buddha bertanya :'Kamu mengatakan bahwa Saya menekuk jari-jari Saya untuk menunjukkan sebuah genggaman tangan bersinar yang silau mempesona pikiran dan mata Kamu, sekarang katakan kepada Saya, seperti Kamu melihat genggaman tangan Saya, Pikiran apa itu yang mengetahui kecemerlangan itu?'

Ananda menjawab : 'Seperti Sang Tathagata bertanya tentang pikiran dan karena Saya sedang menggunakan Saya sendiri mencari itu secara mendalam, Saya menyimpulkan bahwa itu yang mencari adalah Pikiran Saya.'


Pikiran adalah tidak nyata.

Sang Buddha berkata :'Hey! Ananda, ini bukanlah pikiran Kamu.'

Ananda menatap dengan heran, merangkapkan kedua telapak tangan-Nya, bangkit dari tempat duduk-Nya, dan bertanya : 'Jika ini bukan pikiran Saya, apa itu?'

Sang Buddha menjawab : 'Ananda, ini adalah pikiran salah Kamu yang muncul dari objek wujud luar, menipu sifat alami sejati Kamu dan menyesatkan Kamu kedalam kesalahan, sejak waktu tanpa awal, pencuri untuk Anak Kamu Sendiri,  dengan demikian kehilangan (penglihatan) bahwa yang pada dasarnya permanen tetap, oleh karena itu lingkaran kelahiran dan kematian.'


Kesadaran keenam adalah kosong.

Ananda berkata: 'Saya adalah Sepupu Tercinta Yang Paling Muda dari Sang Buddha yang memiliki pikiran begitu sangat mengagumi Dia bahwa Saya meninggalkan rumah untuk melayani dan membuat persembahan kepada Sang Tathagata dan kepada semua Para Buddha dan Para Guru Yang Tercerahkan didalam tanah yang tak terhitung seperti butiran pasir didalam sungai Gangga. Jika Saya bertekad untuk melakukan semua tugas Dharma yang sulit, itu karena Saya menggunakan pikiran ini, dan bahkan Jika Saya sekarang menfitnah Dharma, menyebabkan kualitas Saya yang unggul sangat baik menjadi melemah untuk selamanya, itu juga karena pikiran ini. Jika itu bukan pikiran, Saya tidak akan memiliki pikiran dan akan menjadi seperti bumi atau sebatang kayu untuk tiada apapun ada diluar apa yang Saya rasakan dan ketahui. Mengapa Sang Buddha sekarang berkata bahwa itu bukanlah pikiran? Ini menakuti Saya dan juga Perkumpulan ini dan tiada seorangpun dari Kami disini dapat menghindar menjadi ragu-ragu dan curiga tentang itu. Akankah Kamu menjadi sangat berbelas kasih untuk mencerahkan Kami ?'

Dari tempat duduk singa-Nya agar mengajari Ananda dan Perkumpulan itu sehingga Mereka semuanya dapat mencapai 'Daya tahan Kesabaran dari Yang Tidak Diciptakan (Anutpattika-dharmaksanti)', mengulurkan tangan-Nya untuk menyentuh kepala Ananda, mengatakan : 'Sang Tathagata selalu mengatakan bahwa semua fenomena adalah penjelmaan pikiran dan bahwa semua sebab dan akibat termasuk (segala sesuatu dari) dunia hingga debunya, terbentuk (hanya) karena pikiran. Ananda, jika Kita melihat semua dunia dan semua yang ada (benda-benda) bahkan termasuk rumput dan daun, dan menyelidiki akar-akarnya, mereka semua terbuat dari unsur zat dan memiliki kualitas, dan bahkan kekosongan yang hampa memiliki nama dan penampilannya. lalu bagaimana bisa pikiran murni dan bersih cerah mendalam yang (mendasari) sifat alami setiap pikiran (yang membeda-bedakan) menjadi tanpa zat pokok miliknya sendiri? Jika Kamu memahami dengan teguh pengetahuan yang berasal dari pembeda-bedaan Kamu antara merasakan dan melihat sebagai pikiran sejati Kamu, itu harusnya memiliki sifat alami miliknya yang bebas tidak tergantung kepada semua (data indera seperti) bentuk, bau, rasa dan sentuhan.Seperti Kamu sekarang mendengar khotbah Saya pada Dharma itu, Kamu membeda-bedakan karena Kamu mendengar suara Saya.'

Kesadaran ketujuh adalah tidak nyata.

Bahkan jika Kamu (berhasil dalam) mengakhiri semua penglihatan, pendengaran, perasaan dan pengetahuan, dan juga mempertahankan ketenangan batin, bayangan dari pembeda-bedaan hal wujud (Dharma milikmu) masih tetap. Saya tidak ingin Kamu menganggap bahwa ini bukanlah pikiran, tapi Kamu harus memeriksanya dengan cermat dan teliti itu yang terus memiliki sifat cerdas alami bahkan dalam ketiadaan data indera adalah sungguh pikiran Kamu.(disisi lain) jika sifat cerdas alami ini berhenti dengan data indera, ini hanyalah bayangan dari pembeda-bedaan (milik Kamu) terhadap mereka, karena mereka tidak tetap permanen, dan ketika mereka tidak ada lagi, demikian juga (yang dinamakan) pikiran ini, seperti rambut seekor kura-kura dan tanduk seekor kelinci. Jika Dharmakaya milik Kamu bisa begitu mudah berhenti menjadi, siapa yang akan kemudian berlatih dan mencapai Daya tahan Kesabaran dari Yang Tidak Diciptakan?

Setelah mendengar ini, Ananda dan semua yang hadir benar-benar menjadi bingung.


Menyangkal semua pembalikan.

Sang Buddha berkata :'Murid yang sedang berlatih, bahkan setelah mereka telah memahami sembilan tingkat Dhyana berturut-turut, masih tidak bisa melangkah keluar dari arus perpindahan dan juga gagal menjadi Arhat, karena mereka melekat pada pikiran samsara (dunia dari kelahiran dan kematian) salah yang mereka samakan dengan kenyataan. Inilah sebabnya, meskipun Kamu telah mendengar banyak (dari Dharma Saya), Kamu telah gagal memenangkan Buah Suci itu.



Tanggapan yang terbalik


Setelah mendengar ini, Ananda, didalam, air mata pahit, bersujud dengan kepala, lutut, dan siku-Nya ketanah, berlutut dan merangkapkan kedua telapak tangan-Nya, dengan mengatakan : 'Setelah saya meninggalkan rumah untuk mengikuti Sang Buddha, Saya hanya mengandalkan kekuatan-Nya yang amat sukar dipahami dan selalu berpikir bahwa Saya bisa tanpa memerlukan latihan karena Dia akan melimpahkan samadhi (Keadaan didalam yang tenang, bebas dari semua perasaan luar.) diatas Saya.Saya tidak tahu bahwa Dia tidak dapat menjadi pengganti Saya dan sehingga kehilangan (penglihatan) pikiran pokok Saya. Inilah sebabnya, meskipun Saya mengikuti Perintah, pikiran Saya tidak bisa memasuki Tao (Sang Jalan).Saya seperti seorang Anak miskin yang melarikan diri dari Ayah-Nya. Saya hanya sadar sekarang bahwa, meskipun banyak mendengar (Dharma), jika Saya tidak berlatih, Saya akan sia-sia seolah-olah Saya tidak mendengar-Nya, seperti seorang laki-laki yang tidak bisa memuaskan rasa laparnya, dengan hanya berbicara tentang makanan. Yang Dimuliakan Dunia, Saya tertangkap oleh dua rintangan karena Saya tidak tahu sifat nyata alami dari pikiran tetap dan permanen. Semoga Sang Tathagata cukup berbelas kasih penuh untuk mengungkapkan kepada Saya, Pikiran yang cerah menakjubkan dan juga membuka mata Tao Saya.'



Sebuah Cahaya Terang untuk mengungkapkan kenyataan seseorang.

Kemudian Sang Tathagata,  dari Sauvastika (Putaran Svastika dengan lengannya ke arah kiri, Tanda di pusat dada Sang Buddha) di dada-Nya, memancarkan cahaya indah berseri-seri yang menerangi tanah-tanah Buddha dalam sepuluh penjuru yang jumlahnya tak terhitung seperti debu dan yang, setelah bersinar diatas kepala semua Buddha dimana-mana, berbelok ke arah Ananda dan Perkumpulan itu. Sang Buddha lalu berkata kepada Ananda : 'Saya sekarang mengibarkan bendera Dharma Agung sehingga Kamu dan semua mahluk hidup dalam sepuluh penjuru dapat mewujudkan pikiran murni dan cerah dari sifat alami Kamu yang halus dan mendalam serta memenangkan mata yang murni dan jelas.'


Tanggapan kembali terhadap pikiran.

'Ananda, beberapa saat yang lalu Kamu mengatakan bahwa Kamu melihat genggaman tangan Saya bersinar. katakan pada Saya, bagaimana kecerahannya terjadi, apa yang menyebabkannya menjadi bentuk genggaman tangan dan dengan apa Kamu melihatnya?'

Ananda menjawab : 'Tubuh Buddha berwarna emas adalah seperti bukit indah berharga dan menunjukkan kemurnian dan kebersihan, sehingga genggaman tangan bersinar. Itu benar-benar mata Saya yang melihat Dia membungkukan jari-jari dan membentuk sebuah genggaman yang diperlihatkan untuk Kami semua.'

Sang Buddha berkata: "Sesungguhnya orang-orang bijak harus dibangunkan oleh contoh dan persamaan (analogi). Ananda, jika Saya tidak memiliki tangan, Saya tidak akan memiliki genggaman dan jika Kamu tidak memiliki mata, Kamu tidak akan memiliki penglihatan. Apakah ada hubungan antara organ alat tubuh penglihatan Kamu dan genggaman Saya?"

Ananda menjawab : 'Ya, Yang Dimuliakan Dunia. Jika Saya tidak memiliki mata, Saya tidak akan memiliki penglihatan, jadi ada persamaan dasar antara  organ alat tubuh penglihatan dan genggaman Sang Buddha.'

Sang Buddha berkata: 'Penalaran Kamu tidak benar. Misalnya, seorang laki-laki yang tidak memiliki tangan tidak memiliki genggaman, tapi seorang laki-laki tanpa mata masih memiliki (kemampuan) penglihatannya. Ketika Kamu bertemu dengan laki-laki yang buta dan bertanya kepadanya apa yang dilihatnya, dia akan memberitahu Kamu tidak ada apapun tapi kegelapan yang ada dihadapannya. Oleh karena itu, meskipun hal-hal mungkin ditutupi dari (kemampuan) penglihatan, penglihatan terus berlanjut.'



Ananda berkata : 'Jika seorang laki-kali buta yang melihat tiada apapun tapi kegelapan dihadapannya, bagaimana dapat ini disebut penglihatan?

Sang Buddha bertanya : 'Apakah ada perbedaan apa saja antara kegelapan yang dilihat lelaki buta dihadapannya dan yang dilihat oleh lelaki yang tidak buta ketika dia di dalam sebuah ruangan gelap?'

(Ananda menjawab) : 'Yang Dimuliakan Dunia, tidak ada perbedaan.'

Sang Buddha berkata: 'Ananda, ketika lelaki buta yang biasanya melihat hanya kegelapan tiba-tiba sembuh memperoleh kembali penglihatannya dan melihat segala sesuatu dengan jelas, Jika Kamu mengatakan bahwa itu adalah mata dia yang melihat, lalu ketika seorang laki-laki yang melihat kegelapan didalam sebuah ruangan gelap tiba-tiba menyalakan lampu yang memungkinkan dia untuk melihat apa yang ada disana, Kamu akan mengatakan bahwa itu adalah lampu yang melihat. Jika lampu dapat melihat sesuatu, dia seharusnya memiliki organ penglihatan dan seharusnya tidak dinamakan sebuah lampu; Jika dia sungguh melihat, dia tidak memiliki hubungan dengan Kamu. Oleh karena itu, Kamu seharusnya tahu bahwa saat lampu dapat menampakkan wujud, penglihatan berasal dari mata tapi bukan dari lampu. Demikian juga, saat mata Kamu dapat menampakkan wujud, sifat alami dari penglihatan berasal dari pikiran tapi bukan dari mata.'

Orang-orang yang terbalik

Walaupun Ananda dan Perkumpulan telah mendengarkan Kata-Kata ini, Mereka tinggal tanpa berkata apapun. Seperti Mereka tidak terbangunkan oleh Ajaran itu,  Mereka merangkapkan kedua telapak tangan Mereka bersama-sama dan menunggu untuk pelajaran lebih lanjut dari Sang Buddha dengan akal pikiran Mereka terpusat untuk mendengarkan itu.


Pandangan umat duniawi yang terbalik

Sang Buddha kemudian mengangkat tangan-Nya yang bersinar, menegakkan jari-Nya untuk memberikan (lebih lanjut) pengajaran kepada Ananda dan perkumpulan majelis dan bertanya: 'Setelah Saya mencapai Pencerahan (Bodhi), Saya pergi ke taman Mrgadava di mana Saya memberitahukan ajnata-kaundinya dan kelompok dia yang terdiri dari lima bhiksu begitu juga anda para bhiksu, bhiksuni dan umat, bahwa semua makhluk hidup yang gagal mencapai Pencerahan dan gagal menjadi Arahat karena mereka disesatkan oleh debu asing yang menciptakan angan-angan khayalan dan tertekan kesukaran (dengan memasuki pikiran mereka). Apa yang pada saat itu menyebabkan anda terbangun sehingga anda sekarang dapat memenangkan buah suci?

Ajnata-kaundinya kemudian bangkit dari kursinya dan menjawab kepada sang Buddha: 'Saya sekarang seorang yang lebih tua dalam perkumpulan majelis di mana saya satu-satunya yang telah memperoleh seni menafsirkan karena saya telah terbangun pada (arti dari) ungkapan: "debu asing", sehingga saya memenangkan buah (suci) itu. Bhagavan, (debu asing) adalah seperti seorang tamu yang berhenti di sebuah penginapan di mana ia melewati malam atau makan sesuatu dan kemudian membungkus dan meneruskan perjalanannya karena ia tidak bisa tinggal lebih lama. Adapun tuan rumah penginapan itu, ia tidak memiliki tempat manapun untuk pergi. Kesimpulan saya adalah bahwa orang itu yang tidak tinggal menetap adalah tamu dan orang yang tinggal menetap adalah tuan rumah. Oleh karena itu, suatu wujud adalah "asing"  ketika dia tidak tinggal menetap. Sekali lagi, saat ketika matahari terbit di langit yang cerah dan cahayanya masuk (rumah) melalui tempat terbuka, debu terlihat menari dalam sinar cahaya sedangkan ruang kosong tidak bergerak. Saya menyimpulkan bahwa yang tetap adalah kekosongan dan yang bergerak adalah debu. Oleh karena itu, suatu wujud adalah "Debu" ketika dia bergerak.'

Sang Buddha berkata: 'Benar.'


Pandangan umat Hinayana yang terbalik

Sang Buddha kemudian membungkukkan, menegakkan dan membungkukkan lagi jari-jari-Nya dan bertanya kepada Ananda: 'Apa yang kamu lihat?'

Ananda menjawab: 'Saya melihat sang Buddha membuka dan menutup kepalan tangan-Nya.?'

Sang Buddha bertanya: 'Anda mengatakan bahwa Anda melihat kepalan tangan Saya membuka dan menutup, apakah itu kepalan tangan-Ku atau penglihatan Anda yang dibuka dan ditutup?'

Ananda menjawab: 'Seperti kepalan tangan sang Buddha dibuka dan ditutup, Saya melihat begitu dan bukan sifat alami dari penglihatan Saya melakukannya dengan sendirinya.'

Sang Buddha bertanya: 'Yang mana yang bergerak dan yang tetap?'

Ananda menjawab: 'Tangan sang Buddha tidak tetap; seperti dengan sifat penglihatan Saya yang sudah melampaui keadaan keheningan, itu tidak bisa bergerak.'

Sang Buddha berkata: 'Benar.'

Kemudian sang Buddha mengirim keluar dari telapak Nya pancaran sinar cahaya ke arah kanan Ananda, dan sang murid berbalik untuk melihat itu. Kemudian Dia mengirim keluar sinar lain ke arah kiri Ananda dan sang murid berbalik untuk melihat itu. Sang Buddha kemudian bertanya: 'Mengapa kepala Anda bergerak?'

Ananda menjawab: 'Saya melihat sang Buddha mengirim keluar pancaran sinar cahaya ke arah kanan dan kiri Saya, Saya berpaling untuk melihatnya dan sehingga kepala Saya bergerak.'

(Sang Buddha berkata : ) 'Ketika Anda berbelok ke arah kanan dan kiri untuk melihat cahaya sang Buddha, apakah itu kepala Anda atau penglihatan Anda yang bergerak?'

(Ananda menjawab : ) 'Bhagavan, itu adalah kepala Saya yang berpaling; seperti dengan sifat penglihatan Saya yang sudah melampaui keadaan keheningan, bagaimana bisa itu bergerak?'

Sang Buddha berkata: 'Benar.'

Sang Buddha kemudian menyatakan kepada perkumpulan majelis: 'Jadi setiap orang duniawi mengetahui bahwa apa yang bergerak adalah debu. dan bahwa dia yang tidak tinggal menetap adalah tamu. Anda telah melihat Ananda yang kepalanya bergerak dengan sendirinya sedangkan penglihatan-nya tidak dapat bergerak. Anda juga telah melihat kepalan tangan Saya yang terbuka dan tertutup dengan sendirinya sedangkan penglihatan dia tidak meluas atau menguncup. Mengapa Anda masih menganggap yang bergerak sebagai tubuh Anda dan lingkungan sekeliling, dan jadi, dari awal sampai akhir, membebaskan pikiran Anda untuk naik dan turun tanpa gangguan, dengan demikian kehilangan (penglihatan dari) sifat alami sejati Anda dan puas terlibat dalam tindakan mundur belakang? Dengan kehilangan pikiran (benar) dari sifat alami sejati Anda dan dengan keliru (ilusi) mempersamakan objek untuk diri Anda, Anda membebaskan diri Anda sendiri untuk terjebak ke dalam roda (dari samsara) dengan demikian memaksa diri Anda sendiri untuk melalui perpindahan.'


Pandangan terbalik dari para bidah mengenai penghancuran

Setelah Ananda dan seluruh perkumpulan majelis telah mendengar perkataan sang Buddha, tubuh dan pikiran mereka menjadi tenang dan tersusun. Mereka berpikir bahwa, sejak waktu tanpa awal, mereka telah kehilangan (penglihatan dari) pikiran mereka sendiri dengan secara salah melekat pada bayang-bayang kondisi sebab-musabab yang berbeda milik mereka dan bahwa mereka telah hanya sekarang terbangun terhadap semua ini, seperti bayi (lapar) yang belum mendapat susu selama beberapa waktu dan tiba-tiba melihat ibunya yang penuh kasih sayang. Mereka merangkapkan telapak tangan  mereka bersama-sama mengucapkan terima kasih kepada Sang Buddha dan berharap untuk mendengar ajaran-Nya pada tingkat ganda dari kenyataan dan ketidaknyataan, ada dan tiada dan kematian dan keabadian dari tubuh dan pikiran.

Kemudian Raja Prasenajit bangkit dan berkata kepada Sang Buddha: 'Sebelum saya menerima pengajaran dari sang Buddha, saya bertemu (Kakuda) Katyayana dan (Sanjaya) Vairatiputra yang keduanya mengatakan bahwa ketika tubuh mati, pemusnahan itu disebut Nirvana. Meskipun saya sekarang telah bertemu Sang Buddha, saya masih belum jelas tentang hal ini. Semua orang di sini yang masih berada dalam arus perpindahan ingin tahu bagaimana untuk menyadari pikiran itu dan membuktikan bahwa itu berada di luar kelahiran dan kematian.'

Sang Buddha berkata kepada Raja Prasenajit: 'Raja Agung, sekarang saya bertanya kepada Anda tentang tubuh Anda yang dari daging dan darah: apakah itu bersifat tetap dan tidak bisa dihancurkan seperti berlian, atau apakah itu berubah dan rusak membusuk?'

(Sang Raja menjawab : ) 'Tubuhku akan membusuk dan pada akhirnya hancur.'

Sang Buddha bertanya: 'Raja Agung, Anda belumlah meninggal, bagaimana Anda tahu bahwa tubuh Anda akan hancur?'

Sang Raja menjawab: 'Bhagavan, meskipun ketidakkekalan, perubahan dan pembusukan tubuh saya belum mati, saya mengamati bahwa dia berubah dan rusak tanpa jeda sesaatpun dan terikat untuk "pergi keluar" seperti api yang secara bertahap membakar keluar dan akan dikurangi hingga tiada apapun.'

Sang Buddha bertanya: 'Ya, Raja Agung, Anda sudah tua sekarang tapi bagaimana penampilan Anda dibandingkan dengan ketika Anda masih kecil?'

Sang Raja menjawab: 'Bhagavan, ketika saya masih kecil, kulit saya bersinar dan ketika saya tumbuh dewasa, saya penuh semangat, tapi sekarang saya berusia lanjut dan melemah, saya tumbuh tipis dan semangat saya memudar, rambut saya memutih dan wajahku berkerut sehingga saya tahu saya tidak akan hidup lebih lama lagi, tidak ada perbandingan antara sekarang dan ketika saya penuh semangat hidup.'

Sang Buddha berkata: 'Raja Agung, penampilan Anda tidak harus menurun.'

Sang Raja menjawab: 'Bhagavan, itu telah berubah sepanjang waktu terlalu kentara bagi saya untuk menyadarinya. Dengan perubahan tetap dari musim, saya telah menjadi apa yang saya sekarang. Kenapa? Karena ketika saya berusia dua puluh, meskipun masih muda, saya sudah tampak lebih tua daripada ketika saya berusia sepuluh tahun, sementara pada tiga puluh saya masih lebih tua. Karena saya sekarang enam puluh dua, saya lebih tua dari pada lima puluh ketika saya masih lebih kuat. Bhagavan, saya melihat perubahan tak terlihat di setiap dasawarsa (masa 10 tahun), tapi ketika saya melihat ke dalamnya dengan dekat, (saya melihat bahwa) itu tidak hanya terjadi tahunan, bulanan dan harian, tetapi dalam setiap saat dari berpikir. Itu sebabnya saya tahu bahwa tubuh saya ditakdirkan untuk kehancuran akhir.'

Sang Buddha berkata: 'Raja Agung, Anda mengamati perubahan tanpa henti dan tahu bahwa Anda akan mati, tetapi apakah Anda tahu bahwa ketika Anda melakukannya, ada terdapat yang ada di dalam tubuh Anda dan tidak mati?'

Raja merangkapkan kedua telapak tangan (anjali) dan berkata: 'Aku benar-benar tidak tahu.'

Sang Buddha melanjutkan: 'Sekarang Saya akan menunjukkan sifat alami diri yang berada di luar kelahiran dan kematian. Raja Agung, berapa usia Anda ketika Anda pertama kali melihat Gangga?'

Sang Raja menjawab: 'Ketika saya berusia tiga tahun, Ibu saya membawa saya untuk menyembah deva Jiva. Waktu kami menyeberangi sungai, aku tahu itu adalah Sungai Gangga.'

Sang Buddha bertanya: 'Raja Agung, seperti yang Anda katakan, Anda lebih tua pada saat dua puluh dari pada sepuluh, dan sampai Anda enam puluh, seperti hari, bulan dan tahun berganti satu sama lain, (tubuh) Anda berubah dalam setiap saat ingatan. Ketika Anda melihat Gangga pada saat berusia tiga tahun, apakah air-nya (sama seperti itu) ketika Anda masih berusia tiga belas?'

Sang Raja menjawab: 'Itu adalah sama ketika saya berumur tiga dan tiga belas, dan masih sekarang bahwa saya berumur enam puluh dua.'

Sang Buddha berkata: 'Seperti sekarang Anda memperhatikan rambut putih dan wajah berkerut Anda, pasti ada lebih banyak keriput daripada ketika Anda masih anak kecil. Hari ini ketika Anda melihat Gangga, apakah Anda memperhatikan bahwa penglihatan Anda adalah "tua" sekarang sementara itu masih "muda" setelah itu?'

Sang Raja menjawab: 'Itu selalu sama, Bhagavan.'

Sang Buddha berkata: 'Raja Agung, meskipun wajah Anda berkerut, sifat alami dari intisari ini dari penglihatan Anda adalah tidak. Oleh karena itu, apa yang keriput berubah dan apa yang bebas dari keriput tidak berubah. Perubahan ini tunduk pada kehancuran sedangkan yang tidak berubah secara asasi mendasar berada di luar kelahiran dan kematian; bagaimana bisa itu tunduk pada kelahiran dan kematian? Mengapa Anda membawa keluar ajaran salah dari Maskari Gosaliputra tentang kehancuran total pada akhir kehidupan ini?'

Setelah mendengar ini, sang raja menyadari bahwa setelah kematian, akan ada hidup kembali (tidak ada pemusnahan tapi) di perpindahan lainnya. Dia dan seluruh perkumpulan majelis merasa senang dan menjadi bersemangat pada Pengajaran yang belum pernah mereka dengar sebelumnya.


Perilaku yang terbalik

Setelah mendengar ini, Ananda bangkit dari tempat duduknya, bersujud di hadapan Buddha, merangkapkan dua telapak tangan (anjali) dan berlutut sambil berkata:. 'Bhagavan, jika kedua dari 'melihat' dan 'mendengar' berada di luar kelahiran dan kematian, mengapa sang Buddha berkata bahwa kami telah kehilangan (penglihatan dari) sifat alami Sejati kami dan oleh sebab itu bertindak secara terbalik? Akankah Anda cukup penuh kasih untuk mencerahkan kami, sehingga membersihkan debu yang mengotori batin kami?.'

Kemudian Sang Buddha menurunkan lengan-Nya yang bewarna emas dengan jari menunjuk ke bawah dan bertanya kepada Ananda:. 'Seperti yang Anda lihat tangan Saya,  apakah itu berada dalam (posisi) yang benar atau terbalik?'

Ananda menjawab: 'Semua orang duniawi menganggap ini sebagai terbalik tapi saya sendiri tidak tahu mana posisi yang benar atau terbalik '

Sang Buddha bertanya:. 'Jika mereka percaya bahwa itu terbalik, posisi mana yang mereka anggap tegak lurus?'

Ananda menjawab:. 'Jika sang Buddha mengangkat tangan-Nya ke atas menunjuk ke langit, maka itu akan jadi tegak lurus .'

Sang Buddha kemudian mengangkat tangan-Nya ke atas dan berkata:. 'Jika orang duniawi sangat membeda-bedakan antara tangan tegak lurus dan terbalik, mereka akan dengan cara yang sama membedakan antara tubuh Anda dan yang murni dan bersih dari Dharmakaya (tubuh dharma) sang Buddha dan akan mengatakan bahwa tubuh sang Tathāgata.benar-benar tercerahkan sedangkan tubuh Anda terbalik ke bawah. Jika Anda melihat secara dekat ke dalam tubuh Anda dan tubuh Buddha, di mana ini yang disebut pembalikan?'

Setelah mendengar ini, Ananda dan perkumpulan majelis itu bingung dan menatap tajam pada Sang Buddha tanpa mengetahui apakah tubuh dan pikiran mereka benar-benar terbalik.

Angan-angan khayalan dan Pencerahan adalah dari sumber yang sama

Sang Buddha tergerak oleh belas kasihan dan mengasihani Ananda dan perkumpulan majelis, berkata dengan suara-Nya yang sekuat gelombang pasang samudera: 'Pria yang baik, Saya selalu menyatakan bahwa Bentuk dan Pikiran dan semua penyebab timbul dari sini, semua kondisi batin dan semua gejala kejadian sebab musabab adalah melainkan penjelmaan wujud dari pikiran. Tubuh dan pikiran kamu adalah hanya penampilan di dalam keindahan, kecerahan dan kemurnian Pikiran yang sangat mendalam. Mengapa Anda menyimpang dari kealamian sifat mulia, cerah dan halus dari Pikiran yang secara asasi mendasar tercerahkan dan sangat mengakui angan-angan khayalan dalam Pencerahan?'

Kesuraman (Pikiran) menciptakan kekosongan (yang kusam pudar) dan keduanya, di dalam kegelapan, bersatu dengan itu menjadi bentuk. Percampuran bentuk dengan pikiran yang salah menyebabkan yang terakhir untuk mengambil bentuk tubuh, diaduk oleh sebab-sebab yang terkumpul di dalam dan tertarik ke luar di luar. Gangguan dalam batin tersebut secara keliru disamakan untuk sifat alami pikiran, oleh karena itu pandangan salah dari pikiran itu menetap tinggal di dalam tubuh fisik dan kegagalan untuk menyadari bahwa tubuh ini dan juga gunung-gunung diluar, sungai, ruang dan bumi yang besar adalah melainkan gejala kejadian didalam Pikiran Benar yang terang menakjubkan. Seperti seorang pria bodoh yang tidak memperhatikan samudera laut besar tetapi menggenggam gelembung yang mengambang dan menganggapnya sebagai seluruh tubuh air dalam hamparan bentangannya yang sangat besar, Anda adalah dua kali lipat yang tertipu diantara yang tertipu. Ini adalah yang sama persis dengan angan-angan yang sama seperti ketika Saya menurunkan tangan Saya ke bawah, dan sehingga sang Tathagata mengatakan bahwa Anda adalah orang-orang yang paling patut dikasihani.

Menyangkal tanggapan penglihatan yang salah untuk menghilangkan kumpulan keempat dan mengungkapkan tidak adanya kesadaran ketujuh

Memusnahkan Ketidaknyataan
Tidak adanya tanggapan penglihatan yang berbeda

pandangan ananda yang salah


Ananda menangis terharu oleh cinta kasih sang Buddha dan Pengajaran yang mendalam, merangkapkan dua telapak tangannya bersama dan berkata:

"Setelah mendengar Dharma sang Buddha yang indah, Saya telah menyadari bahwa Pikiran yang terang menakjubkan pada dasarnya sempurna, sehingga Saya selalu menghuni didalam dasar pikiran Saya. Tetapi jika kebangkitan Saya telah dikarenakan khotbah sang Buddha, Saya telah (benar-benar) mengunakan, pikiran sebab akibat Saya untuk mendengarnya dengan hormat, sehingga dengan hanya menyadari pikiran itu. Saya tidak berani berpura-pura bahwa itu adalah Pikiran-dasar yang pokok. Akankah Anda cukup penuh kasih untuk mencerahkan Saya sehingga menghapus keraguan Saya (yang tersisa) agar Saya bisa kembali ke Jalan Kebenaran Tertinggi?



Ketidaknyataan yg ditimbulkan oleh sebab-sebab angan-angan khayalan

Sang Buddha berkata:. Anda masih menggunakan pikiran Anda yang melekat untuk mendengarkan Dharma, karena, bagaimanapun, Dharma ini juga adalah sebab akibat, Anda gagal untuk menyadari sifat alami Dharma. Ini seperti orang yang menunjuk jarinya ke bulan untuk memperlihatkan kepada orang lain yang harus mengikuti arah jari untuk melihat bulan. Jika mereka melihat ke jari itu dan keliru mempersamakan itu untuk bulan, mereka kehilangan (penglihatan dari) bulan dan jari. Kenapa? Karena bulan yang terang itu sebenarnya yang ditunjuk, mereka berdua kehilangan penglihatan dari jari dan gagal untuk membedakan antara (keadaan) kecerahan dan kegelapan. Kenapa? Karena mereka keliru mempersamakan jari itu untuk bulan yang terang itu dan tidak jelas tentang terang dan gelap.

Demikian juga, jika Anda keliru mempersamakan (kepandaian) Anda yang mendengar suara khotbah Saya untuk  (pikiran benar) Anda, sifat alami cerdas terakhir itu akan bebas berdiri sendiri terhadap suara yang dibedakan itu. Misalnya, ketika seorang pejalan menghabiskan malam di sebuah rumah penginapan, ia melakukannya selama satu waktu dan kemudian pergi meninggalkan, tidak tinggal di sana selama-lamanya: untuk sang penjaga penginapan, ia tidak memiliki tempat lain untuk pergi karena ia memiliki penginapan. Ini adalah sama dengan pikiran Anda.

Ketidakbenaran dari alat indera dan kesadaran

Jika itu adalah Pikiran Benar Anda, dia tidak memiliki tempat untuk pergi. Lalu mengapa dalam ketiadaan pembicaraan itu tidak memiliki sifat cerdas alami sendiri? (Kepandaian) yang berbeda-beda ini tidak muncul hanya ketika Saya berbicara, tetapi juga ketika Anda melihat penampilan Saya; itu tidak memiliki kecerdasan. Sifat alami dari itu sendiri ketika tidak ada bentuk. (Itu bukanlah Pikiran Benar) bahkan ketika Anda mencapai keadaan di mana semua perbedaan berhenti, keadaan yang tiada bentuk maupun kekosongan, yang para bidah menyebutnya Kegelapan Awal.


Semua gejala kejadian yang bisa dikembalikan ke penyebab adalah tidak nyata

Jika itu yang tidak memiliki sifat cerdas alami sendiri berhenti berada dalam ketiadaan kondisi sebab akibat, bagaimana bisa (yang disebut) sifat alami pikiran Anda dapat menjadi tuan rumah (yang bebas berdiri sendiri) jika ia menghilang saat kembali ke penyebab (angan-angan khayalannya)?



Meminjam Intisari Pokok Dari Tanggapan Penglihatan Untuk Menemukan Sebab Akibat Luar

Ananda bertanya: 'Jika setiap keadaan pikiran saya dapat dikembalikan ke penyebabnya, mengapa sang Buddha berbicara tentang Pikiran asli yang terang menakjubkan yang tidak dapat dikembalikan ke mana pun? Akankah Anda cukup penuh belas kasih untuk mencerahkan saya?'

Menyiapkan intisari pokok dari tanggapan penglihatan

Sang Buddha berkata: 'Seperti Anda melihat Saya sekarang, intisari pokok penglihatan Anda aslinya jelas. Walaupun itu bukan Pikiran terang yang mendalam, itu adalah seperti bulan kedua tetapi bukan merupakan pantulan bayangan dari bulan (di air). Sekarang dengarkan dengan penuh perhatian penjelasan Saya tentang hal yang tidak dapat kembali di mana pun.

Menemukan sebab akibat luar

'Ananda, pintu dan jendela ruangan ini terbuka lebar dan menghadap ke timur. Ada cahaya saat matahari terbit di langit dan ada kegelapan di tengah malam ketika bulan memudar atau disembunyikan oleh kabut atau awan. Penglihatan Anda leluasa tanpa rintangan melalui pintu dan jendela terbuka namun terhambat di mana ada dinding atau rumah. Dimana ada perbedaan, Anda merasakan (pengadukan) penyebab dan kekosongan yang membosankan, Anda hanya melihat kekosongan. Suatu kondisi tidak sadar, hasil dari luar yang membingungkan sedangkan sebaliknya 'keadaan terbangun' mengarah pada tanggapan penglihatan yang jelas. Ananda, lihat sekarang bagaimana Saya. mengembalikan masing-masing dari keadaan yang berubah ini ke kondisi sebab akibat nya. Sebab akibat asli apakah ini? Ananda, dari kondisi-kondisi yang berubah ini, cahaya dapat dikembalikan ke matahari. Kenapa? Karena tidak ada cahaya tanpa matahari dan karena cahaya datang dari matahari, dia dapat dikembalikan ke itu (yaitu, asal-usulnya). 'Kegelapan' dapat dikembalikan ke 'bulan yang memudar'; 'kejelasan' ke 'pintu dan jendela yang terbuka', 'halangan' ke 'dinding dan rumah', 'penyebab' ke 'pembedaan', 'kekosongan' ke 'kekosongan yang saling berhubungan'; 'Luar yang membingungkan' ke 'ketidaksadaran' dan 'tanggapan penglihatan yang jelas' kepada 'keadaan terbangun'. Tidak ada di dunia yang melampaui kondisi ini. Sekarang ketika initsari pokok tanggapan penglihatan Anda menghadapi delapan keadaan ini, di manakah hal itu dapat dikembalikan? Jika pada kecerahan Anda tidak akan melihat kegelapan ketika tidak ada cahaya. Meskipun keadaan-keadaan ini seperti cahaya, kegelapan, dan seterusnya, berbeda satu sama lain, penglihatan Anda tetap tidak berubah.

Sifat alami dari tanggapan penglihatan

'Semua keadaan yang bisa dikembalikan ke penyebab luar adalah jelas bukan Anda, tapi yang tidak dapat dikembalikan ke mana pun, jika itu bukan Anda, apakah itu? Oleh karena itu, Anda harus tahu bahwa Pikiran Anda pada dasarnya adalah indah, cerah dan murni dan bahwa dikarenakan oleh 'angan-angan khayalan' dan 'kebodohan' Anda, Anda telah melewatkan hal itu dan akhirnya terjerat pada roda perpindahan, tenggelam dan mengambang di laut samsara. Inilah sebabnya mengapa sang Tathagata mengatakan bahwa Anda adalah orang yang paling patut dikasihani.

Sifat alami dari tanggapan penglihatan (mendasar) adalah bukan intisari pokok dari tanggapan penglihatan

Ananda bertanya: 'Sekarang saya mengerti bahwa sifat alami dari tanggapan penglihatan tidak dapat dikembalikan kepada penyebab luar apapun tapi bagaimana saya bisa tahu bahwa itu adalah Sifat Alami Sejati saya?'


Terakhir diubah oleh skipper tanggal Sun Feb 02, 2014 4:36 pm, total 5 kali diubah

skipper

Jumlah posting : 439
Join date : 27.11.08
Age : 28

Lihat profil user http://aryamahayana.forumup.com

Kembali Ke Atas Go down

Suramgama Usnisa Sitatapatra Mahayana Suttram

Post by skipper on Sun May 19, 2013 11:14 pm

Daya tampung dari tanggapan penglihatan

Sang Buddha berkata: 'Ananda, meskipun Anda belum mencapai keadaan melampaui diluar arus perpindahan, Anda sekarang dapat menggunakan 'kekuatan Buddha yang sangat sulit dipahami' untuk melihat 'Surga Dhyana pertama' tanpa halangan, seperti Aniruddha yang melihat dunia ini (Jambudvipa) sejelas buah yang dipegang tangannya sendiri. Para Bodhisattva dapat melihat ratusan dan ribuan dunia. Para Buddha di sepuluh penjuru dapat melihat semua tanah Murni yang tidak terhitung seperti debu. Bagi makhluk hidup, jangkauan penglihatan mereka (kadang-kadang) terbatas jarak inci.'

Menemukan objek-objek sebab akibat

'Ānanda, seperti Anda dan Saya melihat istana yang dihuni oleh empat raja surgawi dengan semua yang ada di dalam air, di tanah dan di udara, meskipun ada berbagai macam wujud dan bentuk dalam terang dan gelap, mereka adalah melainkan gangguan rintangan yang dihasilkan dari perbedaan Anda terhadap tujuan gejala kejadian. Di sini Anda harus membedakan antara diri Anda sendiri dan objek-objek yang diluar. Dari, apa yang Anda lihat, sekarang Saya menemukan apa yang diri Anda sendiri dan mereka yang melainkan hanya gejala kejadian. Ananda, jika Anda sepenuhnya memakai bidang penglihatan Anda, dari matahari dan bulan hingga jarak tujuh gunung dengan semua macam cahaya, semua yang Anda lihat adalah gejala kejadian yang bukan Anda. Ketika Anda (memperpendek jarak Anda), Anda melihat awan yang sedang lewat berlalu dan burung yang sedang terbang, angin naik dan debu, pohon, gunung, sungai, rumput, manusia dan binatang, mereka semuanya adalah yang diluar dan bukan Anda.'

Intisari pokok dari tanggapan penglihatan

'Ananda, banyak berbagai macam hal, jauh dan dekat, ketika dilihat oleh intisari pokok penglihatan Anda, muncul berbeda sementara sifat alami dari penglihatan Anda adalah seragam. Intisari pokok yang cerah menakjubkan ini adalah benar-benar sifat alami dari tanggapan penglihatan Anda.'


Intisari pokok dari tanggapan penglihatan yang keliru mempersamakan yang diluar

Menyangkal kesalahpahaman ini

"Jika penglihatan adalah benda (objek), Anda seharusnya juga melihat penglihatan Saya. Jika Anda dapat melakukannya mengapa ketika Saya tidak melihat suatu hal, Anda tidak melihat 'tiada penglihatan Saya'? (Bahkan) jika Anda melakukannya itu tidak akan menjadi nyata tetapi merupakan penglihatan salah Anda. Jika Anda tidak melihat 'tiada penglihatan Saya', itu memahami bahwa penglihatan Anda dan Saya adalah bukan benda. Jika demikian, mengapa penglihatan Anda tidak bisa menjadi Anda? Sekali lagi, jika ketika Anda melihat sebuah benda Anda memegangnya begitu saja, itu seharusnya juga melihat Anda; jika demikian, benda itu dan sifat alami dari penglihatan akan berbaur dan Kamu, Aku dan Dunia akan berada dalam kebingungan sepenuhnya.'

Tanggapan penglihatan yang benar

'Ānanda, ketika Anda melihat (benda), penglihatan ini adalah milik-Mu dan bukan milik-Ku, dan sifat alaminya menembus kemana-mana; jika itu bukan Anda, apakah itu? Mengapa Anda masih ragu tentang sifat alami sejati yang dimiliki Anda dan meminta Saya untuk menegaskan bahwa itu tidak salah?'


Menghapus daya tampung Tanggapan Penglihatan untuk mengungkap Pikiran Sejati

Daya tampung dari Penglihatan

Ananda bertanya: 'Bhagavan, jika saya adalah sifat alami dari penglihatan, mengapa ketika sang Buddha dan saya melihat istana dari empat raja surgawi dan matahari dan bulan, apakah penglihatan ini pertama terlebih dahulu menembus seluruh dunia dan kemudian kembali ke Vihara ini, kemudian ke kuil-nya dan sekarang ke ruangan ini beserta dengan atap-nya dan koridor-nya? Apakah penglihatan ini yang pertama kali menjalar meliputi alam semesta sekarang kembali dan mengisi hanya ruangan ini; apakah skala-nya yang sebelumnya tidak menyusut, atau dipotong oleh dinding dari ruangan ini? Saya tidak tahu di mana "arti" dari semua ini benar-benar "terletak"; Akankah Anda cukup penuh belas kasih untuk mencerahkan saya?'

Menghentikan daya tampung dari penglihatan

Sang Buddha menjawab: 'Ananda, segala sesuatu di dunia ini, baik besar atau kecil, dalam atau luar, serta dalam kondisi-kondisi lain, adalah yang bersifat di luar; Anda seharusnya tidak mengatakan bahwa penglihatan Anda mengembang dan menyusut. Ambil contoh sebuah kotak persegi dalamnya yang dipandang sebagai mengandung "persegi" udara. Sekarang, katakan pada-Ku, apakah udara itu terlihat sebagai "Persegi" dalam kotak persegi itu, benar-benar persegi atau tidak? Jika demikian, itu seharusnya tidak bulat ketika "dituangkan" ke dalam kotak bulat. Jika tidak, maka seharusnya tidak ada 'persegi' udara dalam kotak persegi. Anda mengatakan bahwa Anda tidak tahu di mana "arti" dari semua ini benar-benar "terletak," (Tapi) 'artinya' begitu, di mana Anda ingin itu "diletakkan"? Ananda, jika Anda ingin, udara menjadi tidak persegi atau bulat, buang saja kotak itu. Karena udara tidak memiliki tempat letak, Anda tidak perlu lagi bersikeras menghapus tempat di mana itu "terletak". Jika, seperti yang Anda katakan, ketika Anda memasuki ruangan ini, penglihatan Anda menyusut kedalam batas lingkungan kecil, maka ketika Anda melihat matahari, apakah Anda mengangkatnya ke atas untuk mencapai matahari yang ada di atas langit? Jika dinding bisa memotong penglihatan Anda, dapatkah Anda mencegahnya dari mengintip melalui lubang di dinding? Oleh karena itu, anggapan pendapat Anda adalah salah.'


Mengungkap Kebenaran asli

'Semua makhluk hidup, dari waktu tanpa awal, telah mengabaikan diri mereka sendiri dengan melekat pada benda-benda luar, sehingga dengan cara demikian kehilangan dasar pokok pikiran mereka. Jadi mereka sedang dibalikkan oleh benda dan menganggap ukuran besar dan kecil. Jika mereka bisa mengubah benda seluruhnya, mereka akan menjadi seperti sang Tathagata, dan tubuh dan pikiran mereka akan berada dalam keadaan sempurna bercahaya; dari tempat suci abadi mereka, ujung dari masing-masing rambut mereka akan berisi semua tanah lapang dalam sepuluh penjuru.'

Menghapus intisari pokok tanggapan penglihatan untuk melenyapkan kumpulan kelima dan kesadaran kedelapan

Pemberantasan Kemelekatan Diri untuk Mengungkap Suatu Kenyataan

Ananda bertanya: 'Jika intisari pokok dari penglihatan ini adalah sifat alami yang menakjubkan milik saya, yang terakhir harus mewujudkan di depanku. Jika 'penglihatan' adalah diri saya yang sebenarnya, lalu apakah tubuh dan pikiran saya? Namun pada kenyataannya tubuh dan pikiran saya bisa membedakan (hal-hal), sedangkan 'penglihatan' itu tidak dapat membedakan tubuh saya. Jika tanggapan penglihatan adalah pikiran saya dan menyebabkan saya untuk melihat (hal-hal), maka tanggapan penglihatan ini adalah diri saya sedangkan tubuh saya bukan, ini adalah sama persis apa yang sebelumnya sang Buddha bantahkan (dengan alasan bahwa) benda-benda seharusnya melihat saya. Apakah Anda cukup penuh belas kasih untuk mencerahkan saya?'

Membasmi Kesalahpahaman Ananda terhadap Benda Menjadi dan Tidak Menjadi Tanggapan Penglihatan

Kesalahpahaman pada benda menjadi tanggapan penglihatan

Sang Buddha menjawab: 'Ananda, gambaran pengartian Anda terhadap tanggapan penglihatan berada di depan Anda adalah tidak benar karena jika itu demikian, intisari pokok dari tanggapan penglihatan seharusnya memiliki posisi yang dapat ditunjukkan. Ketika Anda duduk di taman Jetavana, anda melihat pohon-pohon dan gunung-gunung serta ruangan ini, dengan matahari atau bulan diatas dan Sungai Gangga di kejauhan. Seperti Anda sekarang, di depan kursi singa Saya, menggerakkan tangan Anda untuk menunjuk ke sekeliling, seperti dedaunan gelap dari hutan, matahari yang cerah, dinding yang menghalangi dan ruang yang terbuka jelas serta rumput, tanaman dan benda yang sangat kecil, meskipun mereka berbeda ukuran, masing-masing dari mereka dapat ditunjukkan. Jika
mereka adalah benar-benar penglihatan Anda yang terwujud di depan Anda, Anda seharusnya mampu menunjukkan mana yang adalah penglihatan Anda.'

'Ananda, Anda seharusnya tahu bahwa jika kekosongan adalah penglihatan Anda, karena itu sudah menjadi tanggapan penglihatan Anda, maka bagaimana itu bisa kosong? Jika benda (yang diluar) adalah penglihatan anda dan sudah menjadi tanggapan penglihatan Anda, bagaimana itu bisa yang diluar? Jadi, setelah membedah segala sesuatu di depan Anda, temukan asas prinsip yang cerah dan murni dari tanggapan penglihatan Anda dan tunjukkan hal itu (kepada Saya) untuk membuktikan bahwa itu adalah jelas dan tak terbantahkan sama persis dengan yang diluar.'

Ananda berkata: 'Dari ruangan ini, sekarang saya melihat Gangga di kejauhan, matahari atau bulan berada diatas dan semua yang saya dapat tunjukkan dengan jari saya dan melihat dengan mata saya, mereka semua adalah benda-benda (yang diluar) tetapi tiada satupun dari mereka adalah tanggapan penglihatan saya. Bhagavan, karena sang Buddha telah mengatakan, tidak hanya seorang pemula di dalam tahap sravaka, seperti saya sendiri, yang masih berada di dalam arus perpindahan, tetapi bahkan seorang Bodhisattva, tidak bisa membedah hal-hal dan menunjukkan intisari pokok dari penglihatan yang memiliki sifat alami yang bebas terpisah dari gejala kejadian.'

Sang Buddha berkata: 'Benar, benar.'



Kesalahpahaman Benda Tidak Menjadi Tanggapan Penglihatan

Sang Buddha berkata: 'Seperti yang telah Anda katakan, tidak ada "intisari pokok dari penglihatan" dengan "sifat alami yang bebas tidak bergantung" pisah terlepas dari "gejala kejadian". Sekarang jika tidak ada "tanggapan penglihatan" dalam hal yang Anda tunjukkan, sekarang Saya bertanya lagi: waktu Anda dan sang Tathagata duduk di taman Jetavana, ketika Anda melihat hutan dan semua yang diluar termasuk matahari atau bulan, jika tidak ada intisari pokok dari penglihatan yang dapat dipilih dari mereka, katakan pada-Ku mana yang bukan penglihatan?'

Ananda menjawab: 'Dari semua hal yang terlihat di taman Jetavana, saya tidak tahu mana yang bukan penglihatan. Kenapa? Karena jika pohon-pohon adalah bukan penglihatan, mengapa saya melihat mereka? Jika mereka adalah penglihatan, mengapa mereka pohon? Jika kekosongan adalah bukan penglihatan, mengapa saya melihatnya? Jika kekosongan adalah penglihatan, mengapa itu kosong? Saya juga telah berpikir dengan hati-hati tentang semua ini dan sekarang menyimpulkan bahwa masing-masing dari mereka adalah penglihatan."

Sang Buddha berkata: 'Benar, benar. "

Dalam pertemuan itu, semua orang yang belum mencapai tahap di luar penelitian, sangat terkejut saat mendengar sang Buddha mengatakan ini. Mereka gagal untuk memahami makna-Nya dan telah terganggu dan kehilangan keseimbangan. Sang Buddha menyadari kebingungan dan kegelisahan mereka dan berbelas kasihan kepada mereka, mengatakan: 'orang budiman, kata-kata dari Raja Hukum Kesunyataan Agung adalah benar, sesuai dengan kenyataan dan tidak menipu atau salah, tidak seperti orang-orang dari bidah yang khotbahnya sewenang-wenang dan tanpa tujuan. Sekarang dengarlah dengan penuh perhatian, keyakinan Anda kepada Saya tidak akan sia-sia .'

Setelah itu, Manjusri Bodhisattva, yang berbelas kasihan kepada empat Varga (empat kelompok yang terdiri dari bhiksu,bhiksuni,upasaka, dan upasika), bangkit dari tempat duduknya, bersujud di kaki sang Buddha, merangkapkan kedua telapak tangan (anjali) dan berkata: 'Yang dimuliakan dunia (Bhagavan), orang-orang ini tidak mengerti dua kali lipat pembukaan pemberitahuan sang Tathagata tentang kenyataan dan ketidaknyataan dari intisari pokok dari tanggapan penglihatan dalam "bentuk" dan "kekosongan". Mereka berpikir bahwa jika bentuk sebab akibat dan kekosongan adalah penglihatan, harusnya ada tanda petunjuk dari itu, dan jika itu tidak ada, harusnya tidak ada penglihatan. Mereka tidak memahami ajaran Anda dan, oleh karena itu, terkejut dan bingung, tetapi mereka tidak seperti orang-orang yang akarnya sembrono dan kurang cerdas. Semoga sang Tathagata cukup penuh belas kasih untuk mencerahkan mereka (sehingga, bahwa mereka tahu) benda apa dan intisari pokok dari tanggapan penglihatan ini adalah pada pokoknya dan bahwa ada yang tidak "adalah" maupun "bukan" di antara itu. "

Sang Buddha mengumumkan kepada Manjusri dan perkumpulan majelis: 'Untuk semua Tathagata dan para Bodhisattva dari sepuluh penjuru, tinggal berdiam dalam keadaan samadhi, penglihatan dan penyebabnya (yang terjadi bersama-sama), serta semua bentuk yang dapat dibayangkan, adalah seperti bunga di langit yang pada pokoknya tidak ada. Penglihatan ini dan penyebabnya adalah pada dasarnya yang mendalam, zat murni dan cerah dari Pencerahan, bagaimana bisa ada "adalah" dan "bukan" di dalamnya? Manjusri, sekarang Saya bertanya ini kepada Anda; Anda sudah Manjusri yang asli, bisakah ada Manjusri lain yang pertama "adalah" dan kemudian "bukan"'?

Manjusri menjawab:'Tidak, Bhagavan, saya adalah Manjusri yang asli dan tidak mungkin ada yang lain. Kenapa? Karena jika ada, maka akan ada dua Manjusri, tetapi kehadiran saya di sini tidak berarti bahwa tidak ada Manjusri, dengan pengertian (yang berubah-rubah) dari "adalah" dan "bukan" di antara.'

Sang Buddha berkata: 'Demikian juga penglihatan yang jelas ini serta obyek benda (yang terlihat) dan kekosongan adalah pada pokoknya "sempurna, murni, pikiran sejati yang indah, cerah, Bodhi tertinggi" secara salah dianggap sebagai "bentuk" dan "kekosongan" serta "pendengaran" dan "penglihatan", seperti "bulan kedua" dianggap dengan kesalahpahaman yang menyertai dari "bulan nyata" dan "tidak nyata". Manjusri, hanya ada satu bulan nyata yang berada di luar kondisi dari "adalah" dan "bukan". Oleh karena itu, jika Anda melihat penglihatan
dan objek benda itu dan menimbulkan semua jenis penciptaan (batin), ini adalah pemikiran yang salah yang akan mencegah Anda keluar dari kondisi ganda ini dari "adalah" dan "bukan". (Jika Anda melihat ke dalam mereka dengan cara) ini benar, penting, indah, cerah, dan sifat alami yang tercerahkan, itu akan memungkinkan Anda untuk menghindari kegandaan ini.'

Memusnahkan Gudang Kesadaran kedelapan (Alaya) pembuktian diri untuk Mengungkapkan Satu Kenyataan

Pembedaan Ananda

Ananda berkata: 'Bhagavan, Raja Hukum Kesunyataan telah memberitakan sifat pencerahan sebab akibat (Bodhi) yang selalu hadir di sepuluh penjuru dan yang berada di luar dari kelahiran dan kematian; apakah hal ini berbeda dari gagasan kedalaman yang awal, menurut ajaran kepercayaan Kapila dan bahwa Diri sejati meresap meliputi dimana-mana menurut pertapa bidah (pertapa yang menyimpang dari ajaran benar) yang menutupi kepala mereka dengan abu dan debu? Sang Buddha, ketika berada di gunung Lanka, pernah berkata kepada Mahamati: "Pertapa bidah selalu berbicara tentang keberadaan alami tetapi Aku memberitakan sebab dan kondisi yang berada di luar dari tingkat yang mereka telah capai." Sekarang ketika saya melihat ke dalam sifat alami dari Pencerahan ini, itu adalah ada diri, diatas kelahiran dan kematian dan diluar dari semua kepalsuan dan pembalikan. Tampaknya menjadi tiada sebab dan kondisi (Anda) maupun keberadaan alami mereka. Maukah Anda mengajari kami sehingga kami tidak akan jatuh ke dalam ajaran sesat, tetapi memenangkan sifat cerah indah tercerahkan dari Pikiran Benar.'

Memusnahkan Pembedaan Ananda

Membasmi diri seperti itu

Sang Buddha berkata: 'Saya secara bijaksana mengungkapkan kebenaran kepada Anda, namun Anda tidak terbangun untuk itu tetapi keliru mempersamakan itu untuk menjadi diri seperti itu. Ananda, jika itu adalah diri seperti itu, itu seharusnya memperlihatkan dengan jelas bahwa zat pokoknya adalah diri. Sekarang melihat kedalam penglihatan yang menakjubkan ini dan melihat apa yang diri itu sendiri; apakah Anda mengartikan cahaya, kegelapan, kejelasan atau halangan itu adalah diri itu sendiri? Ananda, jika cahaya adalah diri itu sendiri, Anda seharusnya tidak melihat kegelapan dan jika kekosongan, Anda seharusnya tidak melihat halangan. Jika kegelapan adalah diri itu sendiri, sifat alami dari penglihatan Anda seharusnya tidak ada lagi ketika ada cahaya; jika demikian, mengapa Anda masih melihat cahaya?'

Ananda berkata: 'Jika demikian, sifat alami dari penglihatan yang menakjubkan ini adalah bukan diri seperti itu. Sekarang saya menebak bahwa itu diciptakan oleh sebab dan kondisi tetapi aku masih belum jelas tentang hal itu. Saya berdoa Tathagata mengajar saya bagaimana ini cocok sesuai dengan sifat penyebab dan kondisi.'

Menghilangkan penyebab dan kondisi

Sang Buddha berkata: Anda sekarang berbicara tentang sebab dan kondisi Mari Saya menanyakan kamu ini: Ketika Anda melihat sesuatu, sifat alami dari penglihatan mewujud, apakah penglihatan ini ada karena cahaya, kegelapan, kejelasan atau halangan? Ananda, jika itu ada karena cahaya, Anda seharusnya tidak melihat kegelapan dan jika karena kegelapan, Anda seharusnya tidak melihat cahaya; itu adalah sama dengan kejelasan dan halangan. Sekali lagi, apakah penglihatan ini di dalam kondisi terang, gelap, jelas atau terhalang? Ananda, jika itu jelas, Anda seharusnya tidak melihat halangan dan jika terhalangi Anda seharusnya tidak melihat bahwa itu adalah jelas, itu adalah sama dengan cahaya dan kegelapan.

Mengungkap sifat dasar Bodhi

'Oleh karena itu, Anda harus tahu bahwa sifat dasar Bodhi adalah menakjubkan dan cerah, menjadi tiada sebab maupun kondisi, tiada diri seperti itu maupun bukan diri seperti itu, tiada ketidaknyataan maupun bukan ketidaknyataan, dan tiada kenyataan maupun bukan kenyataan, untuk itu adalah di luar dari semua bentuk dan sama persis dengan segala sesuatu (dharma). Bagaimana sekarang Anda dapat berpikir tentang itu dan menggunakan istilah yang sembrono tak karuan dari dunia untuk mengungkapkannya? Ini adalah seperti mencoba menangkap atau menyentuh kekosongan dengan tangan Anda; Anda hanya akan melelahkan diri Anda sendiri, untuk bagaimana Anda dapat menangkap kekosongan?'

Menyeka pasangka anggapan yang salah

Ananda bertanya: 'Bhagavan, jika sifat alami dari Pencerahan yang indah menakjubkan memiliki tiada sebab maupun kondisi, mengapa sang Buddha selalu mengatakan kepada para bhiksu tentang sifat alami dari penglihatan yang ada dikarenakan oleh empat kondisi dari kekosongan, cahaya, pikiran dan mata; apa artinya semua ini?'

Sang Buddha menjawab: 'Saya berbicara tentang sebab dan kondisi duniawi yang tidak ada hubungannya dengan Kenyataan Tertinggi.'


Menghilangkan intisari pokok dari tanggapan penglihatan untuk Mengungkapkan Pencerahan yg baru jadi

Memusnahkan Pembedaan Ananda

'Ananda, sekarang Saya menanyakan kepada Anda ini: 'Ketika seorang duniawi mengatakan bahwa ia bisa melihat hal-hal, apa yang ia maksud dengan "melihat" dan "tidak melihat"?

Ananda menjawab: 'Ketika seorang duniawi melihat bentuk-bentuk oleh cahaya matahari, bulan dan lampu, ini disebut melihat tetapi dalam ketiadaan cahaya tersebut, ia tidak dapat melihat (apapun).'

(Sang Buddha bertanya): 'Ananda, jika itu disebut "tidak melihat" ketika tidak ada cahaya, dia seharusnya tidak melihat kegelapan. Jika dia melihat, hal ini karena tidak ada cahaya; bagaimana maka dapat tidak ada penglihatan? Ananda, dalam kegelapan, jika hal ini disebut tidak melihat hanya karena ia tidak melihat cahaya, maka ketika ada cahaya, jika dia tidak melihat kegelapan, ini sekali lagi disebut "tidak melihat"; dengan demikian tidak akan ada penglihatan didalam, kedua kasus. Tapi didalam kedua keadaan yang saling menggantikan ini, sifat alami dari penglihatan Anda tidak berhenti untuk sesaat. Oleh karena itu, (sesungguhnya) ada penglihatan didua keadaan, jadi bagaimana bisa ada "tiada penglihatan"?

Mengungkap Bodhi yang baru jadi

'Oleh karena itu, Ananda, engkau harus tahu bahwa ketika Anda melihat cahaya, penglihatan Anda tidak jelas, ketika Anda melihat kegelapan, penglihatan Anda tidak tersembunyi; ketika Anda melihat kekosongan, itu tidak kosong, dan ketika Anda melihat halangan, itu tidak terhalang. Setelah Anda telah memahami keempat keadaan ini, Anda juga harus tahu bahwa ketika Anda (sepenuhnya mutlak) melihat merasakan intisari pokok dari penglihatan, yang terlebih dahulu bukanlah yang terakhir yang masih berbeda dari itu; bagaimana bisa penglihatan (salah) Anda menjangkau penglihatan (sepenuhnya mutlak) itu?'

Bagaimana Anda bisa berbicara tentang sebab dan kondisi, dari diri yang ada seperti itu dan dari (yang disebut) penyatuan? Kalian semua adalah bodoh dan pendengar (srāvakā) berpikiran sempit dan tidak dapat memahami kenyataan yang murni dan bersih. Sekarang Saya mengajar Anda (Kebenaran) kedalam yang harus Anda perhatikan dengan teliti; jadi jangan biarkan kemalasan dan kelalaian menghalangi jalan Anda menuju ke Bodhi yang sangat mendalam.'

Mengungkap ketidaknyataan dari dua alam untuk menampakkan tiada keberadaan dari Dharma (benda-benda)

Ananda berkata kepada sang Buddha: 'Bhagavan, meskipun sang Buddha telah mengajarkan kepada kami tentang sebab dan kondisi, keadaan diri seperti itu, dari percampuran dan penyatuan dan dari tiada percampuran dan tiada penyatuan, pikiran kami masih belum terbuka untuk pengajaran. Ketika kami mendengarkan petunjuk-Nya yang lebih lanjut pada melihat yang bukan melihat, kami menjadi lebih terkecoh dan bingung. Tolong penuh berbelaskasih yang cukup untuk membuka mata kebijaksanaan kami untuk mencerahkan kami.' Setelah mengatakan ini, Dia meneteskan air mata pahit, mensujudkan diri di kaki sang Buddha dan menunggu ajaran suci itu.

Sang Buddha kasihan kepada Ananda dan perkumpulan majelis dan hendak mengajarkan praktik mendalam dari Samadhi dari Dharani besar ketika Dia berkata kepada Ananda: 'Meskipun Anda telah mencoba untuk menghafal (Dharma Saya), Anda hanya memperluas pendengaran (dari pengetahuan) Anda dan masih tidak terlalu jelas tentang wawasan pengertian yang mendalam kedalam ketentraman bebas nafsu (samatha). Sekarang dengarkan dengan memperhatikan apa yang sekarang saya beritahu Anda secara penuh (untuk kepentingan Anda) dan mereka yang masih berada dalam arus perpindahan sehingga Anda dapat seluruhnya memenangkan buah bodhi.

'Ananda, semua makhluk hidup tunduk pada perpindahan melalui berbagai dunia dikarenakan oleh dua pembalikan, 'pandangan membeda-beda' dan 'pandangan salah' yang, dimanapun itu terjadi, menyebabkan orang tertangkap dalam perputaran roda samsara. Apa yang menyebabkan dua pandangan yang salah ini? Mereka adalah karena karma perseorangan dan gabungan bersama milik mereka.




Karma Perseorangan

'Karma perseorangan apakah yang menyebabkan pandangan salah? Ananda, itu adalah seperti orang yang, karena matanya meradang, melihat pada malam hari lingkaran lima warna mengelilingi cahaya lampu. Apakah lingkaran ini adalah warna dari api atau dari penglihatan-nya? Jika itu adalah warna api, mengapa hanya pria dengan mata buruk yang melihatnya sementara yang lainnya tidak? Jika itu adalah warna dari penglihatan-nya, karena penglihatan-nya sudah warna itu, apa yang Anda sebut lingkaran itu? Selain itu, Ananda, jika lingkaran ini tidak tergantung kepada lampu, orang itu seharusnya melihatnya ketika melihat di dekat tirai, meja dan tikar; jika itu tergantung kepada penglihatan, itu seharusnya tidak terlihat oleh mata, tapi mengapa orang dengan mata yang buruk melihatnya? Oleh karena itu, Anda harus tahu bahwa warna ini diungkapkan oleh cahaya lampu dan menjadi lingkaran ketika dilihat dengan penglihatan cacat; Kedua-duanya baik lingkaran (bentuk) dan penglihatan (tanggapan penglihatan) adalah dikarenakan oleh mata buruk, tapi bahwa yang mengenali penyakit ini adalah tidak sakit . Dengan demikian Anda seharusnya tidak (membedakan dan) mengatakan bahwa itu adalah lampu ataupun penglihatan, dengan gambaran ide yang lebih jauh dari itu menjadi bukan lampu maupun bukan penglihatan. Hal ini seperti 'bulan kedua' yang bukan bulan nyata maupun bukan bayangan nya. Kenapa? Karena penglihatan dari bulan kedua ini adalah ciptaan khayalan ilusi. Jadi orang-orang bijak seharusnya tidak mengatakan bahwa khayalan ilusi ini "Adalah" atau "Bukan" bentuk atau bahwa itu ada berpisah dari melihat atau tidak melihat. Dengan cara yang sama bagaimana Anda dapat membuktikan bahwa khayalan ilusi yang disebabkan oleh mata yang buruk adalah (dikarenakan oleh) lampu atau penglihatan Anda? Masihkah kurang dapat Anda menetapkan bahwa itu adalah (dikarenakan oleh) bukan lampu maupun bukan penglihatan Anda.


Karma Bersama

Karma Bersama apakah yang menyebabkan pandangan salah? Ananda, alam semesta Jambudvipa ini terdiri dari, di samping lautan besar maha samudera, 3.000 benua, dengan yang terbesar di pusat tengah, mengandung pada keseluruhannya, dari timur ke barat, 2.300 negara dan benua kecil lainnya masing-masing terdiri dari 1, 2, 30, 40, 50 , 200, atau 300 negara. Ananda, di benua kecil di sana (mungkin) hanya dua negara, salah satunya dihuni oleh orang-orang yang, sebagai akibat dari karma jahat mereka, mungkin menyaksikan semua macam keadaan jahat, sedangkan penduduk dari negara lain tidak melihat ataupun bahkan tidak mendengar nya.

'Ananda, mari kita bandingkan dua kondisi karma (pertama berurusan dengan pandangan salah yang disebabkan oleh "karma perseorangan" yang mirip dengan yang dengan "karma bersama"). Ananda, semua makhluk hidup yang karma perseorangan mereka menyebabkan mereka untuk melihat secara salah, adalah seperti orang yang karena matanya meradang, melihat putaran cahaya lampu lingkaran yang tampaknya berada di luar sana di depannya, namun pada kenyataannya ada karena penglihatannya terganggu, lingkaran ini tidak diciptakan oleh bentuk . Namun (indera) penglihatan melalui mana ia menyadari masalah ini, adalah bebas dari itu. Demikian pula jika Anda sekarang melihat gunung, sungai dan negara dengan penduduknya, mereka semua diciptakan oleh gangguan dalam penglihatan Anda sejak waktu tanpa awal. Meskipun penglihatan ini dan sebab-musabab luar yang tampaknya (gejala kejadian) seperti di depan Anda, mereka awalnya muncul dari (pokok) kesadaran Anda dari kecerahan (dari kenyataan) itu yang mengarah kepada tanggapan penglihatan (salah) dari kepalsuan sebab-musabab tujuan. Jadi kesadaran dan tanggapan penglihatan itu (menyebabkan) penglihatan salah, tapi Pikiran benar yang cerah dari dasar Bodhi yang melihat dengan jelas keadaan-keadaan sebab-musabab ini adalah bebas dari semua penyakit. Bahwa yang menyadari kesadaran ini sebagai kesalahan cacat tidak akan jatuh kedalam angan-angan khayalan. Ini adalah (apa yang saya maksud dengan benar) penglihatan yang tidak (membeda-bedakan dan tentang apa yang Anda minta penjelasan). Bagaimana ini dapat dipahami oleh penglihatan (yang membeda-bedakan), pendengaran, perasaan dan pengetahuan Anda? Oleh karena itu, penglihatan yang sebenarnya dari Anda yang melihat diri sendiri, Saya dan makhluk hidup dari sepuluh jenis kelahiran adalah merupakan gangguan dari penglihatan Anda dan tentu saja bukan apa yang disadari oleh penglihatan salah Anda. Untuk sifat dasar intisari sejati dari tanggapan penglihatan adalah di luar dari semua penyakit: karena itu tidak disebut "penglihatan".


Mengungkap Bodhi Dasar yang berdiri sendiri tidak bergantung untuk menampakkan kemutlakan yang tidak terbelenggu (Bhutatathatā)

'Dia yang bisa menghindari campuran (angan-angan yang menyesatkan) dan persatuan dan bukan campuran dan bukan persatuan dari penyebab yang terjadi bersama-sama, akan mampu menghancurkan semua penyebab kelahiran dan kematian, dengan demikian menyempurnakan sifat alami Pencerahan yang sukar dipahami dan mewujudkan Bodhi dasar yang tetap permanen dari "Pikiran diri" yang murni dan bersih.


Memusnahkan Semua Jejak Yang Salah untuk Memasuki "Yang Sukar Dipahami dan Mendalam" untuk Mengungkapkan Bhutatathatā


'Ananda, meskipun Anda telah memahami sifat alami yang mendalam dan terang dari Bodhi dasar baik "yang tidak bersifat sebab-musabab", maupun "yang tidak bersyarat", maupun "yang bukan diri" yang seperti itu, Anda masih belum jelas tentang isi pokok yang tercerahkan ini, baik yang bukan "campuran dan persatuan" maupun yang bukan "bukan campuran dan bukan persatuan" dapat menciptakan.

'Ananda, Saya sekarang harus mengajukan pertanyaan kepada Anda. Karena Anda masih berpendapat bahwa "semua pikiran yang salah" bercampur dan bersatu dengan "sebab-sebab dan kondisi-kondisi", Anda berada dalam keragu-raguan dan kekhawatiran tentang (pikiran dari) pikiran Bodhi yang timbul dari campuran dan persatuan yang seperti itu. Jika demikian, apakah intisari pokok dari tanggapan penglihatan Anda bercampur dengan cahaya atau kegelapan, dengan kejelasan jernih atau gangguan halangan? Jika dia bercampur dengan cahaya, ketika yang terakhir muncul dan Anda melihat nya, dimanakah dia bercampur dengan penglihatan Anda? Karena penglihatan Anda jelas, di manakah Anda dapat menemukan campuran yang seperti itu? Jika itu bukan penglihatan, mengapa Anda melihat cahaya? Jika itu adalah penglihatan, bagaimanakah Anda dapat melihat "penglihatan sendiri"? Karena penglihatan Anda melengkapi dengan sendirinya, bagaimanakah dia dapat dicampur dengan cahaya? Karena cahaya melengkapi dengan sendirinya, di manakah dia dapat memuat penglihatan Anda? Oleh karena itu, penglihatan dan cahaya adalah berbeda, dan jika mereka bercampur, bahkan kata "Cahaya" akan tidak ada lagi, dengan kata lain, campuran yang seperti itu akan menekan cahaya. Oleh sebab itu, gagasan pengartian Anda tentang campuran dari penglihatan dengan cahaya adalah salah, dan demikian juga dengan campuran dari penglihatan dengan kegelapan, kejelasan jernih dan gangguan halangan.

'Sekali lagi, Ananda, apakah intisari pokok dari tanggapan penglihatan Anda bersatu dengan cahaya, kegelapan, kejelasan jernih dan gangguan halangan? Jika dia menyatu dengan cahaya, maka ketika cahaya menghilang dan digantikan oleh kegelapan, penglihatan seharusnya tidak bersatu dengan yang terakhir, tapi kenapa Anda masih melihat kegelapan? Ketika Anda melihat kegelapan, jika penglihatan Anda tidak bersatu dengan nya, maka ketika dia menyatu dengan cahaya, Anda seharusnya tidak akan melihat cahaya juga. Jika cahaya tidak terlihat, maka ketika ada cahaya, apakah Anda tahu bahwa itu adalah cahaya dan bukan kegelapan? Demikian juga, persatuan dari penglihatan dengan kegelapan, kejelasan jernih dan gangguan halangan adalah sama-sama salah.'

Ananda bertanya: Bhagavan, saya berpikir lagi tentang isi pokok yang tercerahkan ini, apakah dia tidak bercampur maupun tidak bersatu dengan sebab-musabab yang diluar dan dengan pemikiran pikiran dan kecerdasan?

Sang Buddha menjawab: 'Sekarang Anda berbicara tentang tidak bercampur dan tidak menyatu. Apakah Anda bermaksud bahwa intisari pokok dari penglihatan ini tidak bercampur dengan cahaya, kegelapan, kejelasan jernih dan gangguan halangan? Jika demikian, maka ketika Anda melihat cahaya itu, seharusnya ada garis pembatas antara penglihatan dan cahaya. Sekarang perhatikan dengan teliti (dan beritahu Saya) di mana bidang cahaya dan bidang penglihatan Anda, dan di mana batas-batas mereka: Ananda, jika Anda tidak melihat di mana cahaya, maka penglihatan Anda tidak akan mencapai nya; jika demikian, Anda bahkan tidak akan tahu di mana cahaya berada, dan bagaimana bisa ada garis pembatas? Ini adalah sama dengan kegelapan, kejelasan jernih dan gangguan halangan.

'Sekali lagi, apakah Anda bermaksud bahwa intisari pokok dari penglihatan ini tidak bercampur dengan cahaya, kegelapan, kejelasan jernih dan gangguan halangan? Jika dia tidak bersatu dengan cahaya, maka baik penglihatan dan cahaya sama-sama berada berlawanan, seperti telinga Anda dan cahaya yang bisa tidak pernah bertemu. Jadi penglihatan Anda tidak akan melihat apa pun di mana ada cahaya; maka bagaimana Anda dapat menyebabkan mereka baik untuk bersatu maupun tidak? Ini adalah sama dengan kegelapan, kejelasan jernih dan gangguan halangan.

Langsung Menunjuk ke Satu Pikiran


'Ananda, Anda masih belum jelas tentang penampilan angan-angan khayalan dari semua gejala kejadian yang lewat, yang hilang di mana pun mereka muncul. "Angan-angan khayalan ini di dalam bentuk dari bentuk-bentuk" muncul dari (dasar sifat alami mereka yang) isi pokok dari Bodhi yang indah. Begitu juga enam pintu masuk (bagian tubuh), dua belas bidang "dvadasa-ayatana" (enam alat indera dan enam benda tujuan) dan delapan belas bidang alam indera "astadasa-dhatu" yang secara palsu muncul dari campuran dan penyatuan dari sebab dan kondisi dan yang secara palsu menghilang ketika penyebab dan kondisi yang sama itu terputus. Mereka adalah melainkan penciptaan dan kehancuran muncul dan menghilang didalam yang tetap permanen, yang sangat terang indah, yang kekal abadi, semua cakupan dan Bhutatathatā (mutlak sepenuhnya nyata) yang mendalam dari Tathagatagarbha (kandungan sifat alami sejati yang tidak dapat dihancurkan dari Tathagata) dimana tidak datang maupun tidak pergi, tiada angan-angan khayalan maupun tiada pencerahan, dan tiada pula lahir maupun tiada mati dapat ditemukan.



Menyatukan Berjuta-juta Benda dengan Mutlak Sepenuhnya Nyata untuk Mengungkapkan Ciri-Ciri "Gejala kejadian yang dapat dirasakan alat indera" dengan "Benda didalam dirinya sendiri yang tidak dapat dirasakan"


Menyatukan Lima Kumpulan (=>Panca Skandha: terdiri dari Rupa (Bentuk tubuh jasmani),Vinnana (Kesadaran),Sanna (Pencerapan),Sankhara (bentuk-bentuk pikiran),Vedana (Perasaan))) keseluruhan

Kumpulan Pertama, Bentuk Tubuh Jasmani (Rupa Skandha)

'Ananda, mengapa Lima Kumpulan pada pokoknya sifat alami yang menakjubkan dari KeMutlakan Sepenunya Nyata dari Tathagatagarbha? Ananda, misalnya, ketika seorang pria melihat ke langit yang cerah dengan mata yang jelas, ia hanya melihat kekosongan yang berisi tiada apapun. Jika tiba-tiba tanpa alasan yang jelas ia menenangkan penglihatnya, itu akan terganggu dan dia akan melihat bunga-bunga sedang menari dan benda-benda lain yang bergerak di langit. Ini adalah sama dengan Rupa Skandha. Ananda, bunga-bunga yang sedang menari ini datang tidak dari kekosongan maupun tidak dari matanya. Jika mereka datang dari kekosongan, mereka akan kembali ke sana, jika benar-benar ada seperti kedatangan dan kepergian dari bunga-bunga ini, kekosongan itu tidak akan kosong. Jika kekosongan itu benar-benar tidak kosong (sebagai contoh jika itu bersifat padat), maka mereka tidak bisa muncul dan lenyap di dalamnya. Ini adalah seperti tubuh (padat) Ananda yang tidak memungkinkan Ananda (yang lain) untuk memasukinya. Jika bunga-bunga ini berasal dari mata, mereka seharusnya bisa kembali ke mata, dan karena mereka berasal dari (indera) penglihatan, mereka seharusnya dapat melihat (benda-benda). Jadi demikian ketika mereka meninggalkan mata, mereka menjadi bunga-bunga di langit dan ketika mereka kembali, mereka seharusnya melihat organ penglihatan. Jika mereka tidak bisa melihat (benda-benda), maka ketika mereka pergi, mereka seharusnya menutupi langit dan ketika mereka kembali, mereka seharusnya menyelubungi mata; tetapi ketika orang itu melihat bunga-bunga ini, matanya tidak terselubung. Lalu mengapa Anda menunggu sampai langit menjadi cerah (dari bunga-bunga ini) untuk mengatakan bahwa mata Anda benar-benar jelas? Oleh karena itu, Anda harus tahu bahwa Rupa Skandha adalah tidak nyata untuk itu bukanlah sebab-musabab maupun bukan bersyarat ataupun bukan ada dengan sendirinya.


Kumpulan Kedua, Perasaan (Vedana Skandha)

'Ananda, ketika, misalnya, seorang pria dalam keadaan sehat dan tubuhnya berada dalam kondisi baik, ia tidak merasakan apa-apa. Tapi jika tiba-tiba, tanpa alasan apapun, ia menggosok/mengusap telapak tangannya bersama, ia merasakan kekasaran, kehalusan, dingin dan kehangatan. Ini adalah sama dengan yang kedua, Vedana Skandha. Ananda, perasaan ini berasal bukan dari kekosongan maupun bukan dari telapak tangannya. Jika mereka berasal dari kekosongan, mengapa mereka hanya dirasakan oleh telapak tangannya saja dan bukan oleh tubuhnya? Itu Seharusnya tidak terserah pada kekosongan untuk memilih telapak tangannya untuk merasakannya. Jika mereka berasal dari telapak tangannya, mereka seharusnya tidak menunggu telapak tangan untuk dibawa bersama-sama untuk dirasakan. Apalagi, jika mereka benar-benar berasal dari telapak tangannya dan dirasakan ketika yang terakhir dibawa bersama-sama, ketika mereka terpisah, perasaan ini seharusnya ulang masuk kembali ke telapak tangan, lengan, bahu, tulang dan sumsum yang seharusnya juga merasakan mereka yang ulang masuk kembali. Mereka seharusnya juga dirasakan oleh pikiran ketika datang dan keluar, seolah-olah sesuatu telah pindah masuk dan keluar dari tubuh. Jika demikian, tidak ada kebutuhan untuk mengusap dua telapak tangan bersama-sama untuk merasakan perasaan ini. Oleh karena itu, Anda harus tahu bahwa Vedana Skandha adalah tidak nyata dan tidak bersifat sebab-musabab maupun tidak bersyarat ataupun tidak ada dengan sendirinya.

Kumpulan Ketiga, Wawasan Tanggapan Pencerapan (samjņā/Sanna Skandha)

'Ananda, jika seseorang berbicara tentang plum yang rasanya asam, mulut Anda akan ber-air, dan jika Anda berpikir sedang berjalan di atas tebing yang menjorok curam, Anda akan memiliki perasaan menggigil di telapak kaki Anda. Ini adalah sama dengan yang ketiga Sanna Skandha. Ananda, pembicaraan tentang rasa asam ini tidak berasal dari plum, juga tidak dia masuk ke mulut Anda. Jika dia berasal dari plum, itu seharusnya dibicarakan oleh plum itu sendiri; lalu mengapa dia menunggu seseorang untuk berbicara tentang hal itu? Jika dia masuk ke dalam mulut Anda, itu seharusnya mulut Anda yang benar-benar berbicara tentang hal itu; lalu mengapa dia menunggu sampai telinga Anda mendengarnya? Jika itu adalah telinga Anda sendiri yang mendengarnya, mengapa tidak ada air yang keluar dari mereka? Ini adalah sama dengan pikiran Anda (yang berjalan di atas) tebing menjorok curam. Oleh karena itu, Anda harus tahu bahwa yang ketiga, Sanna Skandha tidak bersifat sebab-musabab maupun tidak bersyarat ataupun tidak ada dengan sendirinya..


Terakhir diubah oleh skipper tanggal Sat Jan 18, 2014 6:15 pm, total 1 kali diubah

skipper

Jumlah posting : 439
Join date : 27.11.08
Age : 28

Lihat profil user http://aryamahayana.forumup.com

Kembali Ke Atas Go down

Suramagama Usnisa Sitatapatra Suttram

Post by skipper on Sat Jun 29, 2013 5:38 pm

Kumpulan Keempat, Bentuk-Bentuk Pikiran (Samskara/Sankhara Skandha)

'Ananda, kumpulan keempat Samskara Skandha adalah seperti air yang mengalir didalam semburan arus deras tanpa henti dan dalam urutan yang baik selama musim gugur. Ananda, aliran ini tidak berasal dari kekosongan juga bukan karena air; ini adalah bukan air itu sendiri juga tidak ada terpisah dari kekosongan dan air. Jika dia diciptakan oleh kekosongan, ruang angkasa yang tak terbatas akan menjadi aliran yang tak henti-hentinya dari air dan seluruh dunia akan tenggelam. Jika itu adalah karena air, maka itu seharusnya bukan air dan seharusnya memiliki bentuk dirinya sendiri dan lokasi yang seharusnya jelas. Jika itu adalah air, maka air yang diam dan jernih seharusnya bukan air. Jika dia ada terpisah dari kekosongan dan air, (ini adalah tidak mungkin karena) ruang angkasa (adalah seluruhnya tak berujung dan) memiliki (tiada apapun) di luar (nya) dan karena tidak ada aliran tanpa air. Oleh karena itu, Anda harus tahu bahwa Kumpulan keempat Samskara Skandha adalah palsu dan tidak bersifat sebab-musabab ataupun tidak bersyarat ataupun tidak ada dengan sendirinya.

Kumpulan Kelima, Kesadaran Perasaan (Vijnana/viņņāṇa Skandha)

'Ananda, kumpulan kelima kesadaran perasaan (Vinana Skandha) adalah seperti kekosongan didalam kendi kosong dengan dua lubang mulut. Jika seseorang menutup kedua lubang mulut dan membawanya ke negara lain, kekosongan itu tidak pergi dari satu tempat ke tempat lain. Jika kekosongan berasal dari suatu tempat, tempat itu seharusnya kehilangan sebagian dari kekosongan nya, dan pada saat tiba di tempat lain, ketika lubang mulut dibuka dan kendi nya terbalik, orang seharusnya melihat kekosongan tercurahkan keluar dari itu. Oleh karena itu Anda harus tahu bahwa kesadaran perasaan tidak nyata dan tidak bersifat sebab-musabab ataupun tidak bersifat bersyarat atau tidak ada dengan sendirinya.'


Menggabungkan Enam Jalan Masuk
Jalan Masuk melalui Mata

'Sekali lagi, Ananda, mengapa Enam Jalan Masuk (dari angan-angan khayalan ilusi ke dalam pikiran) secara pokok mendasar adalah sifat nyata sepenuhnya mutlak dari Tathagatagarbha. Ananda, kemantapan dari penglihatan yang mengganggu penglihatan, serta mata dan gangguan itu sendiri adalah melainkan kesusahan yang timbul dari Bodhi. Karena penglihatan timbul diantara kedua keadaan dari cahaya dan kegelapan, mereka dipindahkan ke dalam tanggapan penglihatan (dari alaya) yang disebut (indera dari) penglihatan. Penglihatan ini tidak memiliki isi pokok yang bebas berdiri sendiri yang ada terpisah dari dua keadaan dari terang dan gelap. Oleh karena itu, Ananda, Anda harus tahu bahwa penglihatan ini berasal dari bukan cahaya, ataupun bukan kegelapan dan dari bukan organ penglihatan ataupun bukan kekosongan. Kenapa? Karena jika dia berasal dari cahaya, dia akan tidak ada lagi saat kegelapan muncul dan tidak akan melihat yang belakangan/terakhir. Jika dia datang dari kegelapan, dia akan tidak ada lagi ketika ada cahaya, dan tidak akan melihat yang belakangan/terakhir. Jika dia berasal dari organ (dari penglihatan), tidak akan ada (tujuan) terang dan gelap; maka intisari pokok yang demikian dari tanggapan penglihatan akan memiliki tiada sifat alami sendiri. Jika dia berasal dari kehampaan/kekosongan, ketika dia melihat merasakan kedua keadaan ini, dia juga akan melihat organ penglihatan. Selain itu, kekosongan akan demikian melihat segala sesuatu dari dirinya sendiri dan tidak ada hubungannya dengan jalan masuk melalui mata Anda. Oleh karena itu, Anda harus tahu bahwa jalan masuk melalui mata adalah palsu dan adalah tidak bersifat sebab-musabab atau tidak bersyarat atau tidak ada dengan sendirinya.'

Jalan Masuk melalui Telinga


'Ananda, jika seseorang tiba-tiba menutup telinganya dengan dua jari, akan timbul gangguan dalam organ indra nya dan dia akan mendengar suara didalam kepalanya. (Ini, penutupan dari telinga itu) serta telinga dan gangguan yang dialami adalah kesulitan yang berasal dari Bodhi. Karena pendengaran ini timbul diantara kedua keadaan dari keheningan dan gerak, mereka ditarik ke dalam tangapan penglihatan (dari alaya) yang disebut pendengaran. Pendengaran ini tidak memiliki isi pokok yang bebas berdiri sendiri dari keheningan dan gerak. Ananda, Anda harus tahu bahwa pendengaran ini berasal dari bukan keheningan, maupun
bukan gerak, atau dari bukan organ indra ataupun bukan kekosongan. Kenapa? Karena jika dia datang/berasal dari keheningan tenang, dia seharusnya tidak ada lagi ketika ada gerakan dan tidak akan mendengar yang belakangan/terakhir. Jika dia berasal dari gerakan, dia seharusnya tidak ada lagi ketika ada keheningan dan tidak akan mendengar yang belakangan/terakhir. Jika dia berasal dari organ indera, tidak akan ada (tujuan) keheningan atau gerakan; maka indera penglihatan ini akan memiliki tiada sifat alami sendiri. Jika dia berasal dari kekosongan, apa yang bisa mendengar adalah (tentu) bukan kekosongan. Selain itu, kekosongan akan mendengar dirinya sendiri dan akan tidak ada hubungannya dengan jalan masuk yang melalui telinga Anda. Oleh karena itu, Anda harus tahu bahwa jalan masuk melalui telinga bukanlah bersifat sebab-musabab atau bukan bersyarat ataupun bukan ada dengan sendirinya.'


Jalan Masuk melalui Hidung


'Ananda, jika seseorang tiba-tiba menahan nafasnya, lubang hidungnya akan terasa tanpa perasaan. Karena perasaan dia ini, dia dapat membedakan kelancaran (peredaran udara) dari gangguan halangan (sesak napas) dan kekosongan dari kepenuhan dan dapat mencium bau harum dan bau busuk. Pengekangan napas ini serta hidung dan perasaan nya merupakan kesusahan yang berasal dari Bodhi. Karena perasaan timbul diantara kedua kondisi palsu dari kelancaran dan gangguan halangan, perasaan ditarik ke dalam tangapan penglihatan (dari alaya) yang disebut bau. Bau ini tidak memiliki isi pokok yang bebas berdiri sendiri dari kelancaran dan gangguan halangan. Anda seharusnya tahu bahwa dia datang bukan dari kedua keadaan maupun bukan dari hidung atau bukan kekosongan. Kenapa? Karena jika dia berasal dari pembukaan kelancaran, dia akan tidak ada lagi ketika ada gangguan halangan; tetapi mengapa dia merasakan yang belakangan/terakhir? Jika dia berasal dari gangguan halangan, dia akan berhenti menjadi jelas, tetapi mengapa dia datang ke dalam kontak dengan aroma dan bau? Jika dia berasal dari organ indera, tidak akan ada (tujuan) pembukaan kelancaran dan gangguan halangan; maka indera dari penciuman ini akan tidak memiliki sifat alami sendiri. Jika dia berasal dari kekosongan, dia seharusnya mampu mencium hidung Anda sendiri; jika demikian, kekosongan itu sendiri akan mencium bau dan akan tidak ada hubungannya dengan jalan masuk melalui hidung. Oleh karena itu, Anda harus tahu bahwa jalan masuk itu bukanlah bersifat sebab-musabab atau bukan bersyarat ataupun bukan ada dengan sendirinya.'



Jalan Masuk melalui Lidah


'Ananda, jika, misalnya, seseorang menjilati bibirnya lagi dan lagi, dia akan mengalami kesusahan (dengan indera perasa nya); jika dia sakit dia akan mengalami rasa pahit, dan jika dia sehat, (agak) manis. Dengan demikian pahit dan manisnya mengungkapkan pengertian ini yang adalah selalu hambar tak berasa tanpa adanya pengadukan (perasaan) dan yang bersama-sama dengan lidah dan masalah (yang disebabkan oleh rasa) adalah melainkan angan-angan khayalan ilusi yang berasal dari Bodhi. Angan-angan khayalan Ilusi ini disebabkan oleh kepalsuan yang diluar (seperti) pahit dan manisnya dan ditarik ke dalam tangapan penglihatan (dari alaya) yang disebut rasa. Rasa ini tidak memiliki isi pokok yang bebas berdiri sendiri yang terlepas dari rasa (seperti) manis dan pahit, dan tanpa rasa. Ananda, Anda harus tahu bahwa tanggapan penglihatan dari rasa ini datang tidak dari rasa (seperti) manis dan pahit atau tidak dari hambar tak berasa, atau tidak dari organ indera atau tidak dari kekosongan. Kenapa? Karena jika dia datang dari rasa manis dan pahit, dia akan lenyap didalam keadaan hambar yang tak berasa; tetapi mengapa dia merasakan yang belakangan/terakhir? Jika dia berasal dari hambar tak berasa, dia akan hilang ketika berhubungan dengan rasa manis; tetapi kenapa dia masih merasa manis dan merasa pahit? Jika dia berasal dari lidah, yang belakangan/terakhir awalnya bukanlah berasa hambar atau bukan manis ataupun bukan pahit, maka kita tahu bahwa 'organ rasa' tidak memiliki sifat alami sendiri. Jika dia berasal dari kekosongan, yang belakangan/terakhir tidak menjadi mulut Anda, akan terasa dengan sendirinya; maka apa hubungannya dia dengan jalan masuk lewat lidah Anda? Oleh karena itu, Anda harus tahu bahwa jalan masuk ini tidak nyata dan adalah tidak bersifat sebab-musabab atau bukan bersyarat ataupun bukan ada dengan sendirinya.'



Jalan Masuk melalui Tubuh


'Ananda, misalnya, ketika seseorang menyentuh tangannya yang hangat dengan satu tangannya yang dingin, jika dingin melebihi kehangatan, tangan hangat akan menjadi dingin dan jika kehangatan melebihi dingin, tangan dingin akan menjadi hangat. Sentuhan ini terungkap saat dua tangan bertemu dan kemudian terpisah. Kontak ini menyebabkan perasaan sentuhan yang bersama-sama dengan tubuhnya dan pengalaman angan-angan khayalan ilusi, hanyalah kesusahan yang berasal dari Bodhi. Masalah ini terjadi di mana ada dua kondisi palsu dari kontak dan pemisahan, dan ditarik ke dalam tangapan penglihatan (dari alaya) yang disebut sentuhan. Sentuhan ini tidak memiliki sifat alami yang tidak bergantung terpisah dari kontak dan pemisahan dan dari kondisi yang menyenangkan dan tidak menyenangkan. Ananda, Anda harus tahu bahwa tanggapan penglihatan dari sentuhan ini datang bukan dari kontak atau bukan dari pemisahan, atau bukan dari kondisi yang menyenangkan ataupun bukan dari yang tidak menyenangkan, atau bukan dari organ indra ataupun bukan kekosongan. Kenapa? Karena jika dia berasal dari kontak, itu seharusnya lenyap dalam keadaan pemisahan; tetapi mengapa dia merasakan yang belakangan/terakhir? Ini adalah sama dengan kondisi yang menyenangkan dan tidak menyenangkan. Jika dia berasal dari indera, dia akan bebas dari kontak dan pemisahan dan dari kondisi yang menyenangkan dan tidak menyenangkan; maka tubuh Anda yang merasakan mereka tidak akan memiliki sifat alami sendiri. Jika dia berasal dari kekosongan, yang belakangan/terakhir akan merasakan sentuhan dengan sendirinya; maka apa hubungannya dia dengan jalan masuk melalui tubuh? Oleh karena itu, Anda harus tahu bahwa jalan masuk ini adalah palsu dan  tidak bersifat sebab-musabab atau bukan bersyarat ataupun bukan ada dengan sendirinya.'


Jalan Masuk melalui Kecerdasan Akal Budi

'Ananda, ketika misalnya, seseorang kelelahan, dia tidur nyenyak, kemudian dia terbangun dan ketika dia melihat benda-benda, dia ingat dan setelah satu waktu lupa semua tentang mereka. Ini adalah kondisi terbalik dari lahir, tinggal, berubah dan kematian yang terus ditarik ke dalam kecerdasan dalam batin; oleh karena itu organ manas (kesadaran diri batin/jiwa), yang bersama-sama dengan kecerdasan akal budi dan masalah (yang dialami) adalah penyakit yang timbul di Bodhi. Penyakit ini berasal dari mengetahui dua kondisi palsu dari kelahiran dan kematian, tanggapan penglihatan yang mencakup semua bahan keterangan didalam batin yang tidak dapat dicapai dengan melihat. dan mendengar, oleh karena itu disebut "mengetahui". Mengetahui ini tidak memiliki isi pokok sendiri terpisah dari keadaan bangun dan keadaan tidur dan dari kondisi dari kelahiran dan kematian. Dengan demikian, Ananda, Anda harus tahu bahwa "organ dari mengetahui" berasal bukan dari keadaan terjaga dan bukan dari keadaan tidur, maupun bukan dari kondisi kelahiran dan kematian, dan tidak dari indera maupun tidak dari kekosongan. Kenapa? Karena jika dia berasal dari keadaan sadar terjaga/bangun, dia seharusnya tidak ada lagi didalam keadaan tidur; lalu mengapa seseorang tidur? Jika dia berasal dari lahir, dia seharusnya batal pada saat kematian; maka siapa yang akan mati? Jika dia datang dari kematian, dia akan berhenti saat lahir; lalu siapa yang hidup? Jika dia berasal dari indera, maka sementara tubuh mengalami dua keadaan dari bangun dan tidur, "mengetahui" tidak memiliki sifat alam sendiri terpisah dari kedua keadaan ini dan akan seperti bunga di langit. Jika dia berasal dari kekosongan, yang belakangan terakhir akan tahu segalanya dan akan tidak ada hubungannya dengan jalan masuk melalui kecerdasan akal budi Anda. Oleh karena itu, jalan masuk ini tidak bersifat sebab-musabab atau bukan bersyarat ataupun bukan ada dengan sendirinya.'

Menggabungkan Dua Belas Ayatana (Enam Organ Indera & Enam Bahan Keterangan Indera)
Mata & Rupa

Sekali lagi, Ananda, dua belas Ayatana pada pokok dasarnya (sama dengan) sifat nyata sepenuhnya mutlak dari Tathagata garbha. Ananda, coba lihat ke hutan pohon belukar dan sungai didalam taman Jetavana; Apakah bentuk itu yang menciptakan penglihatan dari mata atau sebaliknya? Jika organ penglihatan menciptakan bentuk, ketika Anda melihat kekosongan yang adalah bukan bentuk, bentuk akan lenyap, yang berarti bahwa tidak ada yang akan ada. Kemudian jika bentuk tidak ada lagi, apa yang dapat digunakan untuk mengungkapkan kekosongan? Itu adalah sama dengan kekosongan. Jika bentuk menghasilkan penglihatan dari mata, ketika Anda melihat kekosongan yang adalah tidak berbentuk, penglihatan Anda akan lenyap, yang berarti bahwa tidak ada apapun yang akan ada, maka siapa yang membedakan kekosongan dari bentuk? Oleh karena itu, Anda seharusnya tahu bahwa tidak "penglihatan" ataupun tidak juga "bentuk" maupun tidak juga "kekosongan" memiliki tempat kediaman yang dapat ditemukan, dan bahwa "bentuk" dan "penglihatan" adalah palsu dan tidak bersifat sebab-musabab atau bukan bersyarat ataupun bukan ada dengan sendirinya.'



Telinga & Bunyi

'Ananda, didalam taman Jetavana ketika Anda mendengar suara pukulan drum untuk mengumumkan makan dan lonceng dibunyikan untuk memanggil para Bhiksu, suara-suara menggantikan satu sama lain, apakah "mereka (suara-suara itu)" datang ke telinga atau apakah telinga yang pergi ke mereka? Ananda, jika mereka datang ke telinga, itu adalah seperti ketika Saya pergi ke Sravasti untuk berpindapatta makanan dan saya tak hadir di taman Jetavana. Jika suara ini datang ke telinga Ananda, Maudgalaputra dan Kasyapa seharusnya tidak akan mendengar mereka. Lalu mengapa semua 1.250 Bhiksu, ketika Mereka mendengar lonceng, pergi bersama-sama ke ruang makan? Jika telinga Anda pergi ke suara, itu adalah seperti ketika Saya kembali ke taman Jetavana dan Saya tidak ada di Sravasti. Kemudian ketika Anda mendengar drum itu, jika telinga Anda pergi ke itu, Anda seharusnya tidak mendengar lonceng yang berdering pada saat yang sama itu, maupun suara gajah, kuda, kerbau dan domba (didalam taman ini). Jika tidak ada yang demikian "datang" dan "pergi", tidak akan ada pendengaran. Oleh karena itu, Anda harus tahu bahwa baik "pendengaran" dan "suara" tidak memiliki lokasi yang dapat ditemukan dan bahwa keduanya adalah palsu, karena tidak bersifat sebab-musabab atau bukan bersyarat ataupun bukan ada dengan sendirinya.'


Hidung & Bau

'Ananda, coba cium/rasakan bau asap kayu cendana didalam alat pembakar ini. Jumlah yang terbakar kecil tapi aromanya menyebar ke Sravasti dan lingkungan itu. Apakah Anda berpikir bahwa wangi-wangian ini berasal dari kayu cendana, dari hidung Anda, atau dari kekosongan? Ananda, jika dia berasal dari hidung Anda, seharusnya dia dihasilkan oleh dan menyebar dari itu, tapi karena hidung Anda bukan kayu cendana, bagaimana bisa wewangian ini ada disana? Jika Anda mengatakan bahwa Anda mencium bau wangi-wangian, dia seharusnya dihirup ke dalam hidung Anda, tapi karena dia memancar dari itu (seperti yang disebut sebelumnya), adalah salah untuk mengatakan bahwa Anda mencium baunya. Jika dia berasal dari kekosongan, yang belakangan/terakhir menjadi permanen abadi, wewangian ini seharusnya begitu juga dan tidak akan ada kebutuhan untuk membakar kayu cendana kering. Jika dia berasal dari kayu cendana, isi pokok wanginya telah menjadi asap melalui pembakaran, dan jika hidung Anda merasakan wewangian ini, hidung Anda seharusnya dipenuhi asap, ketika asap naik ke udara, bagaimana hal itu dapat dirasakan di tempat yang jauh bahkan sebelum itu mencapai mereka? Oleh karena itu, Anda harus tahu bahwa bau, hidung dan penciuman tidak memiliki lokasi tetap yang dapat ditemukan dan bahwa "penciuman" dan "bau" adalah palsu yang tidak bersifat sebab-musabab atau bukan bersyarat ataupun bukan ada dengan sendirinya.'


Lidah & Rasa

'Ananda, dua kali sehari Anda pergi keluar untuk berpindapatta makanan dan kadang-kadang diberi mentega dan krim yang lezat-lezat. Apakah Anda berpikir bahwa rasa ini berasal dari kekosongan, lidah atau makanan? Ananda, jika dia berasal dari lidah Anda, yang belakangan/terakhir telah menjadi mentega, dan karena Anda hanya memiliki satu lidah, bagaimana bisa Anda kemudian mencicipi rasa madu? Jika Anda tidak, ini berarti bahwa rasa Anda tidak berubah, maka bagaimana hal itu dapat disebut mencicipi rasa? Jika dia berubah dan karena lidah Anda adalah satu isi pokok bagaimana lidah tunggal ini mengetahui berbagai rasa? Jika dia berasal dari makanan, yang belakangan/terakhir tidak bisa mengetahui, lalu bagaimana bisa dia merasakan sendiri? Dengan anggapan bahwa dia tahu dirinya sendiri, dia dan makanan lainnya akan tidak ada hubungannya dengan pengecap rasa Anda. Jika dia berasal dari kekosongan, ketika Anda "menggigit" udara seperti apa rasanya? Dengan anggapan bahwa dia berasal dari kekosongan, ketika yang belakangan/terakhir rasanya asin, seperti lidahmu asin, wajah Anda seharusnya begitu juga, jika demikian semua orang akan seperti ikan di laut. Jika Anda asin, Anda tidak akan tahu apa yang hambar/tawar. Jika Anda tidak tahu apa yang hambar/tawar, dan tidak merasakan garam, Anda tidak akan memiliki rasa; lalu bagaimana bisa ada rasa? Oleh karena itu, Anda harus tahu bahwa baik "rasa" maupun "lidah" ataupun "mencicipi" tidak memiliki lokasi yang dapat ditemukan dan bahwa "mencicipi" dan "rasa" adalah palsu yang tidak bersifat sebab-musabab atau tidak bersyarat ataupun tidak ada dengan sendirinya.'


Tubuh & Sentuhan

'Ananda, Anda terbiasa menggosok kepala Anda dengan tangan Anda setiap hari di pagi hari. Apa yang Anda pikirkan? Ketika perasaan menggosok ini muncul, apakah sentuhan itu? Apakah tangan atau kepala yang melakukan sentuhan? Jika kemampuan untuk menyentuh ada di tangan Anda, maka kepala Anda (obyek perasa) seharusnya tidak merasa bahwa dia sedang digosok, jika demikian bagaimana bisa ada sentuhan? Jika itu adalah kepala Anda, tidak akan ada kebutuhan untuk tangan Anda untuk menggosok nya, lalu bagaimana Anda dapat menyebutnya menyentuh? Jika tangan dan kepala keduanya merupakan pelaku, maka Kamu, Ananda, seharusnya memiliki dua tubuh. Jika dia berasal dari kontak hubungan tangan Anda dengan kepala Anda, maka tangan Anda dan kepala Anda keduanya seharusnya satu, dan satu benda tidak dapat kontak menghubungi diri sendiri. Jika itu adalah dua (yaitu tangan dan kepala), dari manakah itu muncul, untuk "pelaku" dan "perasa" berbeda? Tidak bisa ada "sentuhan" saat "kepala Anda" datang ke dalam kontak hubungan dengan "kekosongan". Oleh karena itu, Anda harus tahu bahwa baik "perasaan sentuhan" maupun "tubuh Anda" tidak memiliki lokasi yang dapat ditemukan dan bahwa mereka adalah palsu, karena tidak bersifat sebab-musabab atau tidak bersyarat ataupun tidak ada dengan sendirinya.'


Kecerdasan Akal Budi & Dharma

'Ananda, dikarenakan oleh sebab-sebab yang baik, yang jahat dan yang netral, kecerdasan (manas) Anda selalu menimbulkan dharma. Apakah dharma ini diciptakan oleh pikiran atau apakah mereka ada terpisah dari itu dan memiliki tempat mereka sendiri? Ananda, jika mereka adalah sama dengan pikiran, mereka tidak bisa menjadi obyek sasaran tujuannya selama mereka bukan gejala kejadian sebab-musaba nya; lalu bagaimana mereka dapat memiliki tempat (mereka sendiri)? Jika mereka ada terpisah dari pikiran dan memiliki tempat mereka sendiri, apakah mereka miliki (indera dari) mengetahui atau tidak? Jika mereka memilikinya, mereka adalah hanya pikiran; tetapi karena mereka memiliki (indera dari) mengetahui dan berbeda dari Anda, mereka seharusnya tidak menjadi dharma Anda, tetapi seharusnya menjadi milik pikiran orang lain. Jika mereka memiliki (indera dari) mengetahui dan adalah dharma Anda (pada saat yang sama) mereka hanya pikiran Anda; lalu bagaimana bisa Anda memiliki pikiran yang lainnya serta milik Anda sendiri? Jika mereka berbeda dari Anda dan tidak memiliki (indera dari) mengetahui, di manakah mereka, karena mereka bukan (gejala kejadian seperti) "bentuk", "suara", "Bau" dan "rasa", tidak juga "dingin" dan "kehangatan" karena "kontak hubungan" ataupun "pemisahan", serta "kekosongan"? Karena mereka tidak dapat diperlihatkan baik didalam "bentuk" maupun "kekosongan", tidak seharusnya ada di alam semesta lain "kekosongan yang lain" diluar "kekosongan" itu. Dengan anggapan bahwa ada kekosongan lain yang diluar, mereka tidak bisa menjadi gejala kejadian yang bersifat sebab-musabab dari pikiran. Lalu di manakah mereka? Oleh karena itu, Anda harus tahu bahwa baik dharma ataupun pikiran tidak memiliki lokasi yang dapat ditemukan dan bahwa "kecerdasan akal budi" dan "dharma" keduanya adalah palsu, yang tidak bersifat sebab-musabab atau tidak bersyarat ataupun tidak ada dengan sendirinya.'



Menggabungkan Delapan belas Bidang atau Alam dari Indera
Bidang dari Tanggapan Penglihatan Pengamatan

'Sekali lagi, Ananda, mengapa delapan belas bidang atau alam indera (sama dengan) sifat nyata sepenuhnya mutlak (di dalam Tathagatagarbha)?

Ananda, karena Anda (sudah) tahu, mata dan bentuk adalah penyebab yang memperanakkan tanggapan penglihatan pengamatan. Apakah tanggapan penglihatan pengamatan ini diciptakan dan dipersyaratkan oleh mata atau oleh bentuk? Ananda, jika dia diciptakan oleh mata, tanpa adanya bentuk dan kekosongan, tidak akan ada yang untuk dibedakan; lalu apa gunanya tanggapan penglihatan ini bahkan jika Anda memilikinya? Dalam hal ini apa yang Anda lihat akan tidak biru, tidak kuning, tidak merah ataupun tidak putih; dimanakah kemudian dapat Anda menunjukkan batasnya? Jika dia diciptakan oleh bentuk, ketika Anda melihat kekosongan, yang berarti bahwa bentuk tidak ada, tanggapan penglihatan Anda seharusnya lenyap, lantas mengapa Anda masih membedakan kekosongan? Ketika bentuk berubah, Anda memperhatikannya tetapi tanggapan penglihatan Anda tidak berubah; lalu dimana bisa batasnya menjadi? Jika tanggapan penglihatan mengikuti perubahan bentuk untuk menjalani perubahannya sendiri, tidak akan ada batas. Jika dia tidak berubah, dia seharusnya tetap abadi; lalu (karena dia diciptakan oleh bentuk) dia seharusnya tidak merasakan kekosongan. Jika dia diciptakan oleh kedua mata dan bentuk, kedua ini adalah terpisah ketika (Anda berpikir bahwa mereka) disatukan dan bersatu (ketika Anda berpikir bahwa mereka) terpisah; jika demikian, keduanya bercampur; lalu bagaimana bisa ada alam dari mata dan dari bentuk? Oleh karena itu, Anda harus tahu bahwa kedua mata yang bersifat sebab-musabab dan bentuk serta (yang disebut) "menciptakan tanggapan penglihatan" tidaklah ada, dan bahwa mata, bentuk dan alam dari bentuk adalah tidak bersifat sebab-musabab atau tidak bersyarat ataupun tidak ada dengan sendirinya.'

Bidang dari Tanggapan Penglihatan Suara

'Ananda, karena Anda (sudah) tahu, telinga dan suara merupakan penyebab yang memperanakkan tanggapan penglihatan dari suara. Apakah tanggapan penglihatan ini diciptakan dan dipersyaratkan oleh telinga atau suara? Jika dia diciptakan oleh telinga, organ ini, dengan tidak adanya kedua gangguan dan ketenangan, tidak memahami apapun dan adalah, oleh karena itu, tiada benda; jika dia tidak bisa memahami, bagaimana dia bisa menciptakan tanggapan penglihatan?

Dengan menganggap bahwa pendengaran (melahirkan) tanggapan penglihatan oleh telinga, karena tidak ada pendengaran yang terjadi dalam ketiadaan kedua gangguan dan keheningan, bagaimana bisa telinga (yang adalah) bentuk bersatu dengan objek-objek yang diluar untuk menghasilkan tanggapan penglihatan dan di mana bidang yang belakangan/terakhir berada? Jika dia diciptakan oleh suara, yaitu jika dia tergantung (semata-mata) pada suara, maka seharusnya tidak ada hubungannya dengan pendengaran Anda. Tetapi jika pendengaran berhenti, tidak akan ada suara. Sekarang anggaplah bahwa dia benar-benar diciptakan oleh suara dan bahwa suara ada dikarenakan oleh pendengaran, maka pendengaran Anda dari suara seharusnya dirasakan oleh telinga. Jika suara ini tidak dirasakan, tidak akan ada hubungannya dengan bidang tanggapan penglihatan telinga. (Di sisi lain) jika dia terdengar, dia sudah merupakan suara, dan karena dia adalah objek pendengaran, (dia tidak bisa memahami apapun); Lalu siapa yang mengetahui tanggapan penglihatan? Jika tidak ada "orang yang tahu" tersebut, Anda akan menjadi seperti rumput dan tanaman. Tidak bisa terjadi pencampuran suara dan pendengaran untuk menciptakan di antara mereka sebuah dunia menengah (dari tanggapan penglihatan oleh telinga) untuk dunia tersebut tidak dapat berada di pusat, di organ dalam, atau di luar suara. Oleh karena itu, tidak telinga maupun tidak juga suara ada sebagai penyebab, ataupun tidak juga tanggapan penglihatan oleh telinga (sebagai akibat) dan telinga, suara dan bidangnya adalah tidak bersifat sebab-musabab atau tidak bersyarat ataupun tidak ada dengan sendirinya.'



Bidang dari Tanggapan Penglihatan Bau


'Ananda, karena Anda (sudah) tahu, hidung dan bau adalah penyebab yang melahirkan tanggapan penglihatan bau. Apakah tanggapan penglihatan ini diciptakan dan dipersyaratkan oleh hidung atau bau? Jika demikian, Ananda, apakah hidung ini? Apakah dia adalah bagian mengait dan berdaging dari wajah Anda dengan yang Anda menghirup? Tetapi bagian dari daging ini termasuk milik tubuh dan tanggapan penglihatan tubuh disebut sentuhan; Tubuh adalah bukan hidung dan sentuhan adalah objek tujuannya. Jika hidung tidak dapat disebutkan namanya, di manakah dia itu? Jika dia merasakan bau, di manakah tanggapan penglihatan itu dalam pikiran Anda? Jika tanggapan penglihatan berasal dari bagian wajah, itu adalah sentuhan dan tidak ada hubungannya dengan hidung. Jika dia berasal dari kekosongan, dia seharusnya diketahui oleh yang belakangan/terakhir daripada dirasakan oleh daging; jika demikian, kekosongan seharusnya Anda dan tubuh Anda akan merasakan tiada apapun. Kemudian, tidak akan ada Ananda dimanapun pada saat ini.'

'Jika bau adalah "yang mengetahui", dia seharusnya mengenal dirinya sendiri dan akan tidak ada hubungannya dengan Anda. Jika bau yang baik dan buruk menciptakan hidung Anda, mereka seharusnya tidak menghasilkan kayu cendana dan berbau busuk herbal. Tanpa yang belakangan/terakhir, rasakan bau hidung Anda sendiri dan lihat apakah wangi atau bau menusuk. Karena wangi tidak dapat berbau busuk dan bau busuk tidak bisa menjadi wangi, jika Anda dapat merasakan bau keduanya, Anda seharusnya memiliki dua hidung, dan sekarang karena Anda bertanya kepada Saya tentang Dharma itu, seharusnya ada dua Ananda; lalu Ananda yang manakah Anda? Jika hanya ada satu hidung dan jika wangi dan bau busuk adalah bukan dua bau yang berbeda, mereka bisa menjadi keliru untuk satu sama lain, yang membuktikan bahwa tidak ada yang ada; jika demikian dimanakah bidang dari tanggapan penglihatan bau bisa dibuat? Jika dia diciptakan oleh bau dan jika tanggapan penglihatan timbul karena bau, itu adalah seperti mata Anda yang dapat melihat benda-benda, tapi tidak dirinya sendiri; jadi tanggapan penglihatan yang ada karena bau seharusnya tidak mencium bau itu. Jika dia mencium bau itu, dia tidak dapat diciptakan oleh bau, dan jika dia tidak, dia kehilangan tanggapan penglihatan itu. Karena bau tidak tergantung pada tanggapan penglihatan, dia tidak memiliki bidang. Jika tanggapan penglihatan tidak bisa mencium bau, bidangnya tidak bisa dibuat atas dasar penciuman bau. Karena tidak ada tanggapan penglihatan yang menengah (antara hidung dan bau), akan tidak ada (organ) yang didalam atau (benda tujuan) yang diluar. Jadi tanggapan penglihatan bau adalah palsu. Oleh karena itu, tidak hidung atau tidak juga bau, sebagai penyebab, maupun tidak juga bidang dari tanggapan penglihatan bau, sebagai ciptaan itu, ada, sedangkan hidung, bau dan bidangnya adalah tidak bersifat sebab-musabab atau tidak bersyarat ataupun tidak ada dengan sendirinya.'


Bidang dari Tanggapan Penglihatan Rasa


'Ananda, karena Anda (sudah) tahu, rasa asam di lidah adalah penyebab yang memperanakkan tanggapan penglihatan oleh lidah. Apakah tanggapan penglihatan ini diciptakan dan dipersyaratkan oleh lidah, atau oleh rasa?

'Ananda, jika dia diciptakan oleh lidah, maka tebu, plum hitam asam, asam pahit, garam batu, tumbuhan liar beraroma, jahe dan cendana akan menjadi hambar tak berasa. Rasakan lidah Anda sendiri dan lihat apakah manis atau pahit. Jika dia pahit, siapakah pengecap rasa itu? Karena lidah tidak bisa merasakan dirinya sendiri, siapa yang mengalami rasa itu? Jika dia tidak pahit, tidak ada rasa bisa datang dari dia. Lalu bagaimana dia dapat dipersyaratkan?'

'Jika tanggapan penglihatan berasal dari rasa, itu akan menjadi rasa dia sendiri tetapi, seperti lidah, dia tidak bisa merasakan dirinya sendiri. Lalu bagaimana dia bisa membedakan berbagai macam rasa? Sekali lagi, karena ada banyak rasa yang tidak dapat berasal dari satu sumber, seharusnya ada sebanyak tanggapan penglihatan (yang sesuai). Jika hanya ada satu, dan jika dia diciptakan oleh rasa (yang berbeda), maka semua rasa asin, rasa hambar tanpa rasa, rasa manis dan rasa pahit seharusnya bersatu dan menjadi satu; maka tidak akan ada penglihatan. Jika demikian, tidak akan ada tanggapan penglihatan (oleh lidah). Lalu bagaimana bisa lidah, rasa dan tanggapan penglihatan dipersyaratkan? Kekosongan tidak dapat membuat pikiran Anda melihat. Karena (organ) lidah dan (objek tujuan) rasa tidak dapat bersatu untuk menciptakan (tanggapan penglihatan) yang menengah. di manakah bidang yang belakangan/terakhir? Oleh karena itu, lidah dan rasa, sebagai penyebab, dan bidang dari tanggapan penglihatan rasa, sebagai ciptaan mereka, tidak ada, sedangkan lidah, rasa dan bidang dari tanggapan penglihatan mereka adalah tidak bersifat sebab-musabab atau tidak bersyarat ataupun tidak ada dengan sendirinya.'



Bidang dari Tanggapan Penglihatan Sentuhan


'Ananda, karena Anda (sudah) tahu, tubuh dan sentuhan adalah penyebab yang menciptakan tanggapan penglihatan dari sentuhan. Apakah ini diciptakan dan dipersyaratkan oleh tubuh atau oleh sentuhan?'

'Ananda, jika dia diciptakan oleh tubuh, apa yang belakangan/terakhir rasakan ketika tidak ada kontak hubungan atau pemisahan? Jika oleh sentuhan, tubuh Anda tidak akan diperlukan; maka siapa yang bisa, tanpa tubuh, merasakan kontak hubungan dan pemisahan? Ananda, "benda tujuan" tidak merasakan sentuhan, tetapi tubuh mengetahui dan merasakan itu. Tanggapan penglihatan tubuh diungkapkan oleh sentuhan dan sentuhan melalui tubuh. Oleh karena itu, tubuh dan sentuhan tidak dapat dipisahkan tetapi mereka tidak sama sehingga pada awalnya mereka tidak memiliki rumah tempat berdiam. Ketika sentuhan menghubungi tubuh, dia menjadi tubuh dan ketika berhenti, dia menjadi kekosongan. Karena tidak ada hal-hal seperti didalam (tubuh) dan diluar (sentuhan), bagaimana bisa ada perantara (tanggapan penglihatan) di antara mereka? Lalu dimanakah bidang dari tanggapan penglihatan tubuh? Oleh karena itu, tubuh dan sentuhan, sebagai penyebab, dan tanggapan penglihatan tubuh, sebagai ciptaan mereka, tidak ada, dan ketiganya tidak bersifat sebab-musabab atau tidak bersyarat ataupun tidak ada dengan sendirinya.'


Bidang dari Kesadaran Keenam


'Ananda, karena Anda (sudah) tahu, kecerdasan akal pikiran (manas) dan dharma (ide gagasan pikiran) adalah penyebab yang menciptakan kesadaran keenam. Apakah kesadaran ini diciptakan dan dipersyaratkan oleh kecerdasan akal pikiran, atau Dharma?

'Ananda, jika kesadaran ini diciptakan oleh kecerdasan akal pikiran, yang belakangan/terakhir (sebagai organ) seharusnya berisi dharma (sebagai objek/benda tujuan) untuk mengungkapkan keberadaannya sendiri. Dengan tidak adanya dharma, kecerdasan akal pikiran Anda (tidak ada dan) tidak dapat menciptakan sesuatupun; bahkan jika dia menciptakan kesadaran, apa yang belakangan/terakhir gunakan jika dia tidak dihadapkan dengan ide gagasan pikiran yang bersifat sebab-musabab (dharma)? Selain itu, baik pikiran (yaitu kesadaran keenam) dan proses berpikir Anda (misalnya kecerdasan akal pikiran) keduanya membedakan ide gagasan pikiran dan benda-benda; apakah mereka sama, atau berbeda satu sama lain? Jika sama, kesadaran hanyalah kecerdasan akal pikiran, lalu bagaimana dia dapat diciptakan oleh kecerdasan akal pikiran? Jika berbeda, kesadaran akan menjadi "tidak sadar"; Maka bagaimana bisa dia berasal dari kecerdasan akal pikiran? Jika dia juga "Sadar" lalu (beritahu Saya) apa itu kecerdasan akal pikiran dan kesadaran. Oleh karena itu mereka tidak juga sama ataupun tidak juga berbeda, maka dimanakah bidang dari kesadaran?'

Jika kesadaran diciptakan oleh dharma, segala sesuatu dalam dunia tidak dapat dipisahkan dari lima keterangan indera dari bentuk, suara, bau, rasa dan sentuhan, yang secara jelas sesuai dengan organ-organ indera dan tidak terpengaruh oleh kecerdasan akal pikiran. Jika kesadaran Anda tergantung pada dharma untuk keberadaannya, perhatikan dengan teliti ke dalam dharma dan lihat seperti apa mereka terlihat, untuk yang melampaui bentuk dan kekosongan, gerak dan ketenangan diam, kejelasan dan gangguan halangan, persatuan dan pemisahan, dan kelahiran dan kematian, di manakah dapat dharma ditemukan? Ketika dharma muncul maka secara bersamaan dengan bentuk, kekosongan, semua dharma muncul, dan ketika ada penghentian maka bentuk, kekosongan, semua dharma lenyap dengan mereka. Karena tidak ada penyebab yang mengarah ke penciptaan mereka, apa saja rupa dan gambaran bentuk dari dharma? Jika ini tidak ada, lalu apa yang mempersyaratkan dharma? Oleh karena itu, kecerdasan dan dharma sebagai penyebab, dan bidang dari kesadaran keenam, sebagai ciptaan mereka, tidak ada dan mereka tidak bersifat sebab-musabab atau tidak bersyarat ataupun tidak ada dengan sendirinya.'




Menggabungkan Tujuh Unsur kedalam yang Mutlak Sepenuhnya Nyata untuk Mengungkapkan
Percampuran bebas dari Gejala Kejadian sebagaimana dia muncul & Benda dalam dirinya sendiri


'Ananda berkata kepada sang Buddha: 'Bhagavan, Tathagata telah sering berbicara tentang penyebab, kondisi dan keadaan dari diri yang seperti itu dan telah mengajarkan Kami bahwa semua perubahan dan penjelmaan bentuk di dunia adalah karena campuran dan gabungan dari empat unsur. Mengapa Dia sekarang menghapus semua gagasan dari penyebab, kondisi dan keadaan dari diri yang seperti itu? Saya tidak mengerti, akankah Dia cukup berbelas kasih untuk menjelaskan secara penuh kepada semua makhluk hidup arti yang diluar dari semua pikiran sesat?'

'Sang Buddha menjawab: Anda lelah, dan telah berusaha untuk meninggalkan, ajaran Hinayana pada tahap Sravaka dan Pratyeka-buddha, dan jadi ingin mencari Bodhi yang tak tertandingi. Saya akan, oleh karena itu mengajarkan Kebenaran Agung. Mengapa Anda masih membatasi diri Anda sendiri dengan penalaran sembrono tentang penyebab palsu dan kondisi? Meskipun Anda telah banyak mendengarkan Saya, Anda adalah seperti Orang yang terbiasa untuk berbicara tentang obat-obatan tetapi yang, ketika Dia melihat mereka tidak bisa memilih mana dari mereka yang bagus. Inilah sebabnya mengapa Tathagata mengatakan bahwa Anda benar-benar harus dikasihani. Dengarkan dengan perhatian pada apa yang sekarang Saya beritahukan Anda, sehingga semua yang berlatih Mahayana di masa depan dapat mencapai Kenyataan.'

'Ananda tetap diam, menunggu Ajaran suci.'

Menampakkan Perbedaan Yang Salah


'Ananda, seperti yang Anda katakan, ketika empat unsur bercampur dan bergabung mereka menyebabkan semua jenis penjelmaan bentuk di dunia. Tetapi mereka tidak bisa bercampur dan bersatu jika itu bertentangan dengan sifat alami mereka, seperti kekosongan tidak bisa dengan bentuk. Di sisi lain, jika mereka demikian bercampur dan bergabung, mereka adalah penjelmaan bentuk dan berutang keberadaan mereka sepenuhnya untuk saling ketergantungan mereka; mereka dengan demikian tunduk pada penciptaan dan kehancuran didalam penggantian warisan yang tak berujung, seperti cincin api disebabkan ketika obor dilambaikan dalam putaran melingkar.'

Menunjuk ke Satu Sumber

'Ananda, ini adalah seperti air yang, setelah menjadi es, bisa berubah kembali menjadi air.'




Petunjuk pengajaran pada Tujuh Unsur
[1] Unsur tanah bumi


'Lihatlah unsur tanah bumi yang berkisar dari ukuran tanah bumi besar hingga setitik kecil debu. Belah titik ini yang hampir mendekati "tiada apapun" dan kurangi dia hingga butir halus tertipis di perbatasan tertinggi dari bentuk. Kemudian belah dia lagi dan dia menjadi kekosongan. Ananda, jika butir debu ini dapat dikurangi hingga tiada apapun, Anda seharusnya tahu bahwa bentuk berasal dari kekosongan.'

'Sekarang Anda bertanya tentang perubahan bendai yang Anda hubungkan ke pencampuran dan persatuan (dari empat unsur). Ambil, misalnya, butir debu ini yang mendekati kekosongan, berapa banyak kekosongan yang harus dicampur dan disatukan untuk menghasilkannya? Tapi itu tidak masuk akal untuk menganggap bahwa hal ini dapat dilakukan dengan menyatukan butiran-butiran debu. Karena butir debu dapat dibelah dan dikurangi hingga kosong, berapakah banyak (butiran dari) bentuk harus menyatu bersama-sama untuk menciptakan kekosongan? Persatuan dari bentuk (dengan bentuk) menghasilkan bentuk tetapi bukan kekosongan, dan persatuan dari kekosongan (dengan kekosongan) menghasilkan kekosongan tetapi bukan bentuk. Bentuk dapat dibelah tapi bagaimana bisa kekosongan bersatu (dengan bentuk)?

'Anda tidak mengetahui bahwa di dalam Tathagatagarbha baik bentuk dan (lawan sebaliknya) kekosongan keduanya timbul dari sifat alami diri dan adalah sama persis dengan satu sama lain, dan bahwa unsur dari tanah bumi pada dasarnya murni dan bersih, mencakup semua didalam alam Dharma dan berwujud nyata karena pikiran dari makhluk hidup mengenal dan membedakan (antara benda-benda) sesuai dengan hukum karma. Sifat bodoh duniawi yang salah ini menyebabkan, kondisi dan keadaan diri seperti itu, karena kesadaran mereka membedakan dan memilih-milih tanpa mereka ketahui bahwa bahasa yang mereka gunakan tidak memiliki arti yang sebenarnya.

[2] Unsur api


'Ananda, api tidak memiliki diri, tetapi ada karena penyebab (yang diluar). Ketika orang-orang di kota akan menyiapkan makanan mereka, mereka menggunakan cermin dari logam yang mengkilap untuk memperoleh api dari matahari.

'Ananda, tentang (gagasan pikiran Anda dari) campuran dan persatuan, ambillah perkumpulan kelompok ini dari Diri Saya Sendiri dan 1250 Bhiksu; meskipun kelompok ini adalah satu, setiap anggota memiliki tubuhnya sendiri, suku dan nama, seperti Sāriputra yang merupakan Brahmana, Uruvilva Kasyapa seorang suku Kasyapa, dan Anda, Ananda, yang adalah dari suku Gautama.

'Ananda, jika api berasal dari campuran dan gabungan (dari unsur-unsur), ketika seseorang memegang cermin untuk mendapatkan api dalam sinar matahari, apakah api ini berasal dari cermin, benda yang mudah terbakar atau matahari? Ananda, jika dia berasal dari matahari, dia bisa membakar benda yang mudah terbakar di tangan Anda; jika demikian, semua hutan pohon akan hangus. Jika dia berasal dari cermin dan kemudian menyalakan benda yang mudah terbakar, mengapa dia tidak melelehkan cermin dan membakar tangan Anda? Tapi jika Anda bahkan tidak merasakan panas itu, bagaimana bisa cermin itu meleleh? Jika dia berasal dari benda yang mudah terbakar, mengapa yang belakangan/terakhir membutuhkan matahari dan cermin untuk membuatnya terbakar? Lihatlah cermin yang dipegang oleh tangan, matahari di atas langit dan benda yang mudah terbakar yang pada awalnya berasal dari tanah; bagaimana api dapat melakukan perjalanan di tempat lain sebelum datang ke sini? (Selain itu) matahari dan cermin adalah jarak yang sangat panjang terpisah dan tidak dapat bercampur dan bersatu dengan satu sama lain. Pada akhirnya api tidak dapat ada dengan sendirinya.

'Anda tidak menyadari bahwa di dalam Tathagatagarbha baik api dan (lawan sebaliknya) kekosongan timbul dari sifat alami diri dan adalah sama persis satu sama lain, dan bahwa unsur dari api pada dasarnya murni dan bersih, mencakup semua di dalam alam Dharma dan berwujud nyata karena pikiran makhluk hidup mengenal dan membedakan (antara benda-benda). Ananda, Anda seharusnya tahu bahwa api dihasilkan dimanapun seseorang memegang cermin (di bawah matahari), dan bahwa jika cermin diangkat di seluruh alam Dharma, api akan bermunculan di mana-mana sesuai dengan hukum karma dan tidak di tempat arah yang ditentukan. Sifat bodoh duniawi yang salah ini menyebabkan, kondisi dan keadaan diri seperti itu tanpa menyadari bahwa itu adalah karena kesadaran mereka membedakan dan memilih-milih dan bahwa bahasa yang mereka gunakan tidak memiliki arti yang sebenarnya.



[3] Unsur air

'Ananda, air tidaklah tetap secara alami selama dia baik mengalir atau tetap tenang. Para penyihir besar di sravasti, seperti Kapila, Cakra, Padma, Hasta dan yang lainnya mendapatkan intisari air untuk mencampur dengan obat-obatan mereka dengan mengangkat bola kristal menghadap bulan purnama. Apakah air ini datang dari bola, kekosongan ruang angkasa atau bulan? Ananda, jika dia berasal dari bulan yang sangat jauh dia seharusnya melewati pohon-pohon di hutan sebelum mencapai bola kristal untuk mengalir ke dalam mangkuk. Jika dia tidak mengalir melalui pohon-pohon di hutan, ini menunjukkan bahwa dia tidak turun dari bulan. Jika dia berasal dari bola kristal, dia seharusnya mengalir secara teratur tidak hanya saat bulan purnama. Jika dia berasal dari kekosongan ruang angkasa yang tak terbatas, dia seharusnya mengalir di mana-mana, menenggelamkan segala sesuatu antara bumi dan langit; jika demikian, bagaimana bisa ada makhluk hidup berjalan di atas bumi, terbang di udara dan berenang di air? Pikirkan semua ini lagi; bulan berada di langit, bola kristal adalah di tangan orang itu dan mangkuk ada di depannya; 'Jadi darimana air ini berasal untuk mengalir (ke dalam mangkuk)? Bulan dan bola kristal adalah sangat jauh jarak terpisah dan tidak dapat bercampur dan bersatu dengan satu sama lain. Ini adalah tidak masuk akal untuk mengatakan bahwa air ini tidak datang dari sumber manapun.

'Anda tidak tahu bahwa didalam Tathagatagarbha baik air dan (lawan sebaliknya) kekosongan kedua-duanya timbul dari sifat alami diri dan adalah sama persis satu sama lain, dan bahwa unsur dari air pada dasarnya murni dan bersih, mencakup semua di dalam alam Dharma, dan berwujud nyata karena pikiran makhluk hidup mengenal dan membedakan (antara benda-benda). Jadi air mengalir dimanapun bola kristal yang digunakan untuk mengumpulkannya dan jika dia diangkat di seluruh alam Dharma, dia akan mengalir di mana-mana sesuai dengan hukum karma dan tidak di tempat atau arah tertentu. Sifat bodoh duniawi yang salah ini menyebabkan, kondisi dan keadaan diri seperti itu tanpa menyadari bahwa itu adalah karena kesadaran mereka membeda-bedakan dan memilih-milih dan bahwa bahasa yang mereka gunakan tidak memiliki arti yang sebenarnya.


[4] Unsur angin


'Ananda, unsur dari angin tidak memiliki isi pokok dan baik bergerak atau diam. Ketika Anda bergabung dengan sebuah pertemuan dan menyesuaikan jubahmu tepinya (kadang-kadang) menyentuh orang disebelah Anda, mengacaukan udara yang meniup wajahnya. Apakah angin ini datang dari ujung jubah Anda, dari kekosongan atau dari wajah orang itu?'

'Ananda, jika dia berasal dari ujung jubahmu, yang belakangan/terakhir seharusnya meninggalkan tubuh Anda (untuk menyentuh wajah orang itu). Saat Saya memberitakan Dharma disini, jubah Saya tidak bergerak; di manakah Anda dapat menemukan angin di dalamnya? Ia tidak memiliki tempat tersembunyi di mana angin dapat disimpan.'

'Jika angin berasal dari kekosongan, mengapa dia tidak meniup (orang itu) saat jubahmu diam tak bergerak? (Selain itu) "kekosongan" adalah permanen kekal tidak berubah dan demikian juga seharusnya "angin"; kemudian tanpa angin tidak akan ada kekosongan. Anda bisa merasakan saat angin berhenti meniup, tapi gejala petunjuk apakah ketika kekosongan lenyap? Jika kekosongan dapat diciptakan dan dilenyapkan, dia tidak bisat (benar-benar) adalah kekosongan, dan jika dia adalah, bagaimana dia bisa menciptakan angin?'

'Jika angin berasal dari wajah tetangga Anda, dia seharusnya juga meniup Anda; lalu mengapa jubahmu saat menyentuh terhadap dia tidak meniup Anda kembali?'

'Lihatlah ke semua ini dengan seksama. Jubah yang Anda sesuaikan adalah milikmu, wajah yang tertiup adalah dari Bhiksu lain dan kekosongan tetap diam dan tidak bergerak; lalu dari manakah angin itu berasal? Angin dan kekosongan berbeda dan tidak bisa bercampur atau juga tidak bisa bersatu, sementara angin tidak bisa ada dengan sendirinya tanpa penyebab. Anda tidak menyadari bahwa di dalam Tathagatagarbha angin dan (lawan sebaliknya) kekosongan timbul dari sifat alami diri dan adalah sama persis satu sama lain, dan bahwa unsur dari angin pada dasarnya murni dan bersih, mencakup semua di dalam alam Dharma, dan berwujud nyata karena pikiran makhluk hidup mengenal dan membedakan (antara benda-benda). Jika, Ananda, Anda memindahkan jubah Anda, angin yang sedikit dibangkitkan. Dan jika ada gerakan yang sama di seluruh alam Dharma, akan ada angin di seluruh dunia sesuai dengan hukum karma dan tidak di tempat atau arah tertentu. Sifat bodoh duniawi yang salah pada unsur angin menyebabkan, kondisi dan keadaan diri seperti itu karena kesadaran mereka membeda-bedakan dan memilih-milih tanpa menyadari bahwa bahasa yang mereka gunakan tidak memiliki arti yang sebenarnya.

[5] Unsur ruang


'Ananda, ruang adalah jauh dari sungai, orang-orang dari kasta yang berbeda, seperti Ksatriya, Brahmana, Vaisya, Sudra, Bhāradvāja dan Candāla, yang datang untuk tinggal di sana, menggali sumur untuk menemukan air. Setiap kaki dari tanah bumi diganti dengan sebuah kaki dari ruang dan sepuluh kaki dari tanah bumi dengan sepuluh kaki dari ruang, sehingga kedangkalan atau kedalaman dari setiap sumur sesuai dengan jumlah tanah bumi yang diangkat. Apakah ruang ini berasal dari tanah bumi, dari penggalian atau dari dirinya sendiri seperti itu?

'Ananda, jika ruang ada dari dirinya sendiri, mengapa sebelum penggalian itu dia tidak tak terhalang oleh tanah bumi? Mengapa hanya ada tanah bumi tanpa ada ruang apapun yang terlihat di sana?

'Jika ruang berasal dari tanah bumi, dia seharusnya terlihat masuk ke sumur ketika tanah bumi sedang digali. Jika saja tanah bumi diangkat tanpa ruang memasuki sumur, bagaimana ruang dapat berasal dari tanah bumi? Jika (tanah bumi) tidak digali dan (ruang) tidak mengisi lubang, ruang dan tanah bumi kedua-duanya seharusnya sama; maka mengapa tidak ruang digali dengan tanah bumi?

'Jika ruang berasal dari penggalian, ketika "yang lebih dahulu" dihasilkan oleh "yang belakangan/terakhir", tidak ada tanah bumi yang seharusnya diangkat. Jika ruang tidak berasal dari penggalian, mengapa ketika tanah bumi sedang digali, apakah ruang terlihat dalam sumur?

'Pikirkan tentang semua ini dan lihat dimana ruang berasal dari ketika seseorang menggunakan tangannya untuk menggali tanah untuk membuat sumur. Untuk menggali dan ruang adalah tidak dalam golongan yang sama dan dapat tidak bercampur ataupun tidak bersatu. Dan itu adalah tidak masuk akal untuk menganggap bahwa ruang ada dari dirinya sendiri tanpa datang dari sebab apapun. Jika ruang secara sempurna merangkul semua dan pada dasarnya tak bergerak, Anda seharusnya tahu bahwa dia dan unsur-unsur dari tanah, air, api dan angin yang bersama-sama disebut sebagai lima unsur, bercampur baur secara alami dan hanyalah Tathagatagarbha yang tidak ditanggapi dan yang tak berujung.

Ananda, karena pikiran Anda tertipu dan Anda tetap tidak menyadari kenyataan (ciri khas kepribadian dari) empat unsur di dalam Tathagatagarbha, Anda seharusnya melihat kedalam ruang dan melihat apakah atau tidak dia datang atau pergi, atau tidak datang ataupun tidak pergi. Anda tidak tahu bahwa dalam Tathagatagarbha Bodhi dan (lawan sebaliknya) kekosongan timbul dari sifat alami diri dan adalah sama persis satu sama lain, karena unsur dari ruang pada dasarnya murni dan bersih, mencakup semua di dalam alam Dharma, dan berwujud nyata karena pikiran makhluk hidup mengenal dan membedakan (antara benda-benda). Kesepuluh penjuru, Ananda, adalah seperti lubang kosong yang diisi dengan ruang yang sesuai dengan hukum karma tidak memiliki tempat atau arah tertentu.Sifat bodoh duniawi yang salah ini menyebabkan, kondisi dan keadaan diri seperti itu tanpa menyadari bahwa itu adalah karena kesadaran mereka membeda-bedakan dan memilih-milih dan bahwa bahasa yang mereka gunakan tidak memiliki arti yang sebenarnya.




[6] Unsur Tanggapan Penglihatan

'Tanggapan penglihatan mengetahui tiada apapun oleh dirinya sendiri dan hanya berwujud melalui bentuk dan kekosongan. Seperti Anda yang sekarang berada di dalam taman Jetavana, Anda melihat cahaya di siang hari dan gelap gulita di malam hari. Pada malam hari ada cahaya ketika bulan bersinar dan kegelapan ketika tidak ada bulan. Terang dan gelap dibedakan oleh penglihatan, (tapi) apakah penglihatan ini dari sifat alami yang sama seperti cahaya, kegelapan dan kekosongan atau tidak; Apakah dia sama atau berbeda dari mereka?

'Ananda, jika "melihat/penglihatan" adalah sifat alami yang sama seperti cahaya, kegelapan atau kekosongan; (kita datang ke hal ini )saat cahaya dan kegelapan berganti, dan ketika ada satu yang lain menghilang, maka jika penglihatan adalah satu dengan kegelapan, dia seharusnya lenyap ketika ada cahaya dan sebaliknya. Ketika penglihatan menghilang dalam kedua kasus itu, mengapa terang dan gelap masih terlihat? Karena mereka berbeda, maka bahwa penglihatan adalah di luar dari penciptaan dan pemusnahan: jika demikian, bagaimana bisa penglihatan sama dengan terang dan gelap?

Jika penglihatan tidak dari sifat alami yang sama seperti cahaya dan kegelapan, cobalah untuk mencari tahu apa penglihatan ini terlihat seperti terpisah dari cahaya, kegelapan dan kekosongan, tanpa yang ada bisa tiada penglihatan seperti rambut kura-kura dan tanduk dari kelinci.

Karena cahaya, kegelapan dan kekosongan berbeda, di manakah penglihatan itu bisa berada? Karena terang dan gelap adalah berlawanan, bagaimana bisa penglihatan menyamakan dengan mereka? Jika tidak ada penglihatan tanpa cahaya, kegelapan dan kekosongan, bagaimana dia bisa berbeda dari mereka?

'Jika Anda mencoba untuk memisahkan kekosongan dari penglihatan, Anda tidak akan menemukan batas-batas mereka; jika demikian, mengapa mereka bukan hal yang sama?

Ketika Anda melihat cahaya dan kegelapan, penglihatan Anda tidak berubah; lalu mengapa dia tidak berbeda dari mereka?

'Jika Anda melihat secara dekat dan teliti ke dalam semua ini dan memeriksanya lagi dan lagi, Anda akan menemukan cahaya itu berasal dari matahari, kegelapan dari malam yang tanpa bulan, jarak dari ruang dan gangguan halangan dari tanah bumi, jadi di manakah yang menurunkan/menperanakkan intisari pokok dari penglihatan ini? Karena penglihatan bisa membedakan sedangkan kekosongan tidak bisa, mereka tidak dapat bercampur ataupun tidak dapat bersatu. Dan Kita tidak bisa mengatakan bahwa intisari pokok dari penglihatan ini datang entah dari mana.

'Anda seharusnya tahu bahwa tanggapan penglihatan oleh melihat dan mendengar yang merembes meliputi semua dan pada dasarnya tidak berubah, dan ruang yang tak bergerak yang tak terbatas, serta yang bergerak (seperti pasangan demikian) unsur dari tanah, air, api dan angin semuanya yang disebut enam unsur, bercampur baur dengan sifat alami dan adalah yang pada dasarnya Tathagatagarbha yang tidak ditanggapi dan yang tak berujung.

Anda tergila-gila oleh sifat alami dan tidak mengerti bahwa "melihat", "mendengar", "merasakan" dan "mengetahui" pada dasarnya berasal dari Tathagatagarbha. Anda seharusnya menyelidiki kedalam mereka dan melihat apakah mereka berhubungan dengan kelahiran dan kematian, jika mereka satu atau banyak, jika mereka tidak berhubungan baik untuk kelahiran maupun kematian dan jika mereka bukanlah baik satu ataupun banyak.

'Anda tidak tahu bahwa di dalam Tathagatagarbha sifat alami diri penglihatan pada dasarnya adalah tanggapan penglihatan tercerahkan yang murni dan bersih, mencakup semua di dalam alam Dharma, dan berwujud nyata karena pikiran makhluk hidup mengenal dan membedakan (antara benda-benda). Seperti penglihatan yang merembes meliputi seluruh alam Dharma, mendengar, mencium, merasakan dan menyentuh serta kegiatan tubuh dan pikiran memiliki kebajikan indah yang cerah dan seluruh semesta dunia sehingga tidak di tempat atau arah yang tertentu. Mereka mewujudkan menurut hukum karma, tetapi kebodohan duniawi berpikir secara salah bahwa mereka adalah bersifat sebab akibat, bersyarat dan karena diri yang seperti itu. Dikarenakan oleh kesadaran mereka, mereka membeda-bedakan dan memilih-milih dan tidak tahu bahwa bahasa mereka tidak memiliki arti yang sebenarnya.



[7] Unsur kesadaran


'Ananda, kesadaran tidak memiliki asal usul dan adalah (khayalan ilusi) yang timbul dari enam organ dan keterangan indera. Lihatlah, perkumpulan majelis suci ini dan berbaliklah untuk melihat mereka yang hadir ini; mata Anda adalah seperti cermin yang tidak dapat membedakan sementara kesadaran Anda mengenal pada gilirannya kehadiran dari Manjusri, Purnamaitrāyãniputra, Maudgalyayana, Subhuti, Sāriputra (dan lainnya). Apakah kesadaran ini berasal dari tanggapan penglihatan, bentuk atau kekosongan, atau apakah itu (muncul) secara tiba-tiba tanpa sebab?

'Ananda, jika kesadaran Anda berasal dari penglihatan (tanggapan penglihatan) Anda, maka dalam ketiadaan cahaya, kegelapan, bentuk dan kekosongan, tidak akan ada penglihatan, dan ketika tidak ada tanggapan penglihatan, bagaimana bisa dia menciptakan kesadaran?

'Jika kesadaran Anda berasal dari bentuk yang bukan berasal dari tanggapan penglihatan, maka, ketika cahaya dan kegelapan tidak terlihat, tidak ada baik bentuk maupun kekosongan; maka bagaimana bisa "bentuk yang tidak ada" menciptakan "kesadaran"?

'Jika kesadaran Anda berasal dari kekosongan yang bukan dari baik bentuk maupun tanggapan penglihatan, ketiadaan dari tanggapan penglihatan berarti juga bahwa penegasan kecerdasan yang menyatakan secara tidak langsung yang bukan tanggapan penglihatan dari cahaya, kegelapan, bentuk dan kekosongan; dan tidak adanya bentuk adalah akhir dari semua penyebab yang diluar, bagaimana, kemudian, dapat melihat, mendengar, merasakan dan pengetahuan Anda terjadi? Jadi tanpa bentuk dan tanggapan penglihatan, kesadaran yang berasal dari kekosongan sama sekali tidak ada. (Di sisi lain), jika dia ada tanpa adanya objek sasaran, apa yang bisa dia bedakan?

'Jika kesadaran Anda tiba-tiba muncul tanpa sebab apapun, mengapa dia tidak bisa melihat bulan di siang hari?

'Sekarang lihatlah dari dekat dan teliti ke dalam semua ini; penglihatan (tanggapan penglihatan) Anda tergantung pada biji mata Anda bertemu dengan obyek sasaran yang diluar yang "adalah" ketika ada bentuk dan "bukan" ketika tidak ada bentuk. Ini adalah empat penyebab (yaitu penglihatan, mata, bentuk dan kekosongan) darimana kesadaran timbul, tetapi manakah salah satu dari mereka yang menciptakan kesadaran? Karena kesadaran selalu bergerak (untuk membedakan), sedangkan tanggapan penglihatan diam tak bergerak (untuk itu dia tidak membedakan), mereka tidak dapat bercampur dan bersatu bersama. Pendengaran, perasaan dan pengetahuan Anda berada dalam golongan yang sama (seperti penglihatan Anda), tetapi kesadaran Anda masih harus memiliki sumber.

'Jika kesadaran ini berasal dari tiada apapun, Anda seharusnya tahu bahwa tanggapan penglihatan (dengan cara) melihat, mendengar, merasakan dan mengetahui menyebar di mana-mana dan tidak berasal dari sumber manapun. Lagi pula dengan ruang, tanah bumi, air, api dan angin mereka disebut tujuh unsur, sifat alami yang nyata dan (bebas) bercampur baur, tapi menjadi Tathagatagarbha yang tidak ditanggapi dan yang tak berujung.

'Ananda, karena pikiran Anda tidak tenang, Anda tidak menyadari bahwa penglihatan dan pendengaran yang membangkitkan kesadaran, datang secara pokok mendasar dari Tathagatagarbha. Anda seharusnya melihat ke dalam kesadaran di dalam Enam Pintu masuk dan lihat apakah mereka adalah sama atau berbeda, ada atau tidak, atau bukan baik yang sama ataupun yang berbeda, dan bukan baik yang ada ataupun yang tidak ada. Karena Anda tidak menyadari bahwa di dalam Tathagatagarbha sifat alami kesadaran diri adalah dasar Pencerahan Bodhi yang mencakup dan meliputi seluruh alam Dharma, adalah tidak (dapat ditemukan) di tempat atau arah yang tertentu dan mewujudkan sesuai dengan hukum karma. Kebodohan duniawi berpikir secara salah bahwa mereka adalah bersifat sebab akibat, bersyarat dan karena diri yang seperti itu. Menurut cara kesadaran mereka membeda-bedakan dan memilih-milih sementara mereka tidak tahu bahwa bahasa yang mereka gunakan tidak memiliki arti yang sebenarnya.


Ananda Menyatakan Kepahaman Nya dalam Gatha


Setelah mendengarkan petunjuk yang mendalam dari sang Buddha, Ananda dan persamuan majelis menyadari bahwa tubuh dan pikiran mereka kini bebas dari segala hambatan. Setiap orang mengerti bahwa pikiran dirinya sendiri merembes meliputi sepuluh penjuru ruang yang Dia lihat dengan jelas seperti daun yang dipegang di tangannya sendiri, dan bahwa segala sesuatu adalah Pikiran dasar yang menakjubkan dan cerah dari Bodhi. Sementara intisari pokok pikirannya mencakup semua dan berisi sepuluh penjuru arah, Dia kembali menatap tubuhnya sendiri yang diberikan kepadanya oleh orang tuanya, yang seperti setitik butir debu sedang menari di kekosongan besar, terkadang terlihat dan terkadang tidak, dan seperti gelembung busa naik dan jatuh tanpa tujuan di lautan yang jelas yang tak terbatas. Setelah melihat semua ini dengan jelas, Mereka semua menyadari pikiran diri mereka sendiri yang mendasar, mendalam, kekal permanen tidak berubah dan tidak bisa dihancurkan, dan melakukan anjali dengan telapak tangan Mereka untuk menghormat kepada sang Buddha (berterima kasih kepada-Nya) karena (menunjukkan kepada mereka) apa yang belum pernah mereka lihat sebelumnya.

Setelah itu, Ananda memuji sang Buddha dalam "Ananda Suramgama Pranidana Gatha" ("Syair Sumpah Ananda dalam Yang keras Tak Terhancurkan Kemajuan Pahlawan Yang Gagah Berani") sebagai berikut:

"Dharani Yang indah dan Sukar Dimengerti,
Bhagavan Yang Tenang Tentram,
Raja Suramgama yang paling utama,
adalah unik didalam dunia.

Membubarkan pikiran-pikiran Saya yang terbalik
yang terkumpul melalui miliaran ribuan kalpa,
Sehingga Saya tidak perlu bertahan selama Asamkhyeya Kalpa
untuk mencapai tubuh Dharma (Dharma kaya).

Saya ingin sekarang untuk mencapai Buah hasil itu
dan menjadi mencapai SamyakSamBodhi menjadi Bhagavan,
yang kemudian kembali untuk menyelamatkan para makhluk
yang sebanyak butiran pasir di sungai Gangga.

Saya memberikan pikiran hati yang paling dalam ini untuk semua dunia Buddha
yang sebanyak butiran debu di semua alam semesta,
membalas kebaikan hati yang diberikan kepada Saya oleh para Buddha.

Dengan rendah hati Saya meminta kepada sang Bhagavan untuk
menyatakan sumpah Saya untuk kembali ke lima alam jahat yang keruh,
dan selama bahkan hanya satu makhluk yang belum menjadi Buddha,
Saya tidak akan masuk Nirvana.

Pahlawan Besar Agung dengan kekuatan besar, kebaikan yang besar dan kasih sayang yang besar,
Tolong lebih lanjut cari dan hilangkan keraguan yang terhalus dari Saya,
menyebabkan Saya untuk cepat mencapai Anuttara SamyakSamBodhi,
dan duduk di Bodhi Mandala di dunia dari sepuluh penjuru.

Bahkan sifat sunyata (kekosongan) menjadi sepenuhnya mencair,
Pikiran Vajra ini tidak akan pernah goyah. "


Terakhir diubah oleh skipper tanggal Sat Jan 18, 2014 6:03 pm, total 2 kali diubah

skipper

Jumlah posting : 439
Join date : 27.11.08
Age : 28

Lihat profil user http://aryamahayana.forumup.com

Kembali Ke Atas Go down

Suramgama Usnisa Sitatapatra Mahayana Suttram

Post by skipper on Sun Sep 22, 2013 9:33 pm

Kemudian Purnamaitreyaniputra bangkit dari tempat dudukNya di tengah-tengah perkumpulan majelis yang berjumlah besar, mengangkat jubah di bahu sebelah kananNya, berlutut di lutut kananNya, dengan hormat merangkapkan kedua telapak tangan-Nya, dan berkata kepada sang Buddha, "Yang paling berbudi luhur dan menakjubkan sang Bhagawan demi para makhluk membabarkan secara terperinci kebenaran utama dari Tathagata dengan kefasihan yang luar biasa . Bhagawan sering mentunggalkan Saya sebagai yang paling utama di antara pembicara Dharma. Tapi sekarang ketika Saya mendengar ucapan indah yang halus sang Tathagata pada Dharma, Saya seperti orang tuli yang pada jarak lebih dari seratus langkah mencoba untuk mendengar nyamuk, yang sebenarnya tidak bisa dilihat, apalagi mendengar. Meskipun ungkapan jelas sang Buddha telah berhasil menghilangkan keraguan Kami, Kami masih belum mengerti makna tertinggi yang bisa memungkinkan Kami untuk naik di atas semua angan-angan khayalan. Mereka yang seperti Ananda, meskipun tercerahkan, belum juga mengakhiri aliran keluar dari kebiasaan mereka. Bagi Kami yang hadir di perkumpulan majelis yang telah mencapai tahap tiada aliran arus keluar, meski telah mengakhiri aliran arus perpindahan keluar Kami, masih bertanya-tanya tentang Dharma yang diucapkan oleh Tathagata hari ini.

"Bhagawan, jika semua organ indera duniawi, obyek tujuan indera , skandha , tempat, dan alam adalah Tathagatagarbha , mengapa , dalam pokok kemurnian itu, pegunungan, sungai , bumi besar dan semua gejala kejadian yang berkondisi lainnya tiba-tiba muncul , secara berputar berubah dan mengalir, berakhir , dan kemudian mulai lagi?

"Selain itu, Tathagata mengatakan bahwa sifat alami dasar dari tanah bumi , air, api , dan angin adalah sempurna menyatu , menyerap meliputi alam dharma (dharmadhatu), dan hening tenang dan abadi. Bhagavan , jika sifat alami tanah bumi adalah yang dapat ditembus meresap, bagaimana mungkin itu mengandung air? Jika sifat alami dari air adalah meresap , api tidak akan muncul. Selanjutnya, bagaimana Anda menjelaskan bahwa sifat alami api dan air dapat masing-masing menyerap meliputi ruang kosong tanpa menggusur menggantikan satu sama lain? Bhagavan , sifat alami tanah bumi adalah padat; sifat alami kekosongan adalah hampa . Bagaimana mereka berdua menyerap meliputi alam dharma ? Saya tidak tahu ajaran ini bertujuan untuk apa. Saya hanya berharap sang Tathagata dengan belas kasih akan menjelaskan untuk menghapus awan kebingungan yang melanda Kami semua di perkumpulan majelis besar ini. "

Setelah mengatakan itu , Dia bersujud penuh dan dengan penuh hormat dan penuh harap menunggu pengajaran yang tak tertandingi yang berwelas asih dari sang Tathagata .

Bhagavan kemudian memberitahu Purna dan semua Arahat dalam perkumpulan majelis yang telah mengakhiri aliran arus perpindahan samsara Mereka dan telah mencapai tingkat yang melampaui penelitian , " Hari ini sang Tathagata akan menjelaskan secara mendalam makna sejati yang paling tertinggi. Semoga Anda didalam perkumpulan majelis yang para Pendengar atau Arahat yang bersifat alami tetap, yang belum menyadari dua jenis kekosongan dan semua yang mengabdikan diri untuk Kendaraan Terunggul mencapai ketenangan dari satu Kendaraan , aranya yang benar sejati , tempat yang tepat untuk mengolah budidaya . Dengarkan dengan penuh perhatian dan Saya akan menjelaskannya untuk Anda . "

Purna dan yang lainnya mendengarkan dengan tenang , menghormati ucapan sang Buddha pada Dharma .

Sang Buddha berkata , " Purna, Anda telah bertanya mengapa didalam kemurnian yang pokok mendasar,  'pegunungan' , 'sungai' , dan 'tanah bumi yang besar' tiba-tiba muncul. Tidakkah Anda sering mendengar sang Tathagata menjelaskan secara terperinci pada cahaya indah dari sifat alami tercerahkan dan keajaiban terang dari pencerahan yang pokok mendasar ? "

Purna mengatakan , " Ya , Bhagawan , Saya telah sering mendengar sang Buddha menjelaskan secara terperinci pada hal itu. "

Sang Buddha berkata , " Kamu berbicara tentang pemahaman pencerahan , apakah sifat alami itu memahami dan apakah itu yang disebut pencerahan? Atau apakah pencerahan pada awalnya kurang pemahaman dan sehingga Anda berbicara tentang pemahaman pencerahan ? "

Purna mengatakan , " Jika kurangnya pemahaman disebut pencerahan , maka tidak akan ada pemahaman sama sekali. "

Sang Buddha berkata , " Jika tidak ada pemahaman sama sekali, maka mungkin tidak ada pemahaman pencerahan . Jika pemahaman ditambahkan, maka itu bukan pencerahan . Jika pemahaman tidak ditambahkan , maka tidak ada pemahaman . Tapi kurangnya pemahaman atau ketidaktahuan bukanlah sifat alami terang jernih dari pencerahan . Sifat alami dari pencerahan tentu termasuk pemahaman . Adalah berlebihan untuk mengucapkan 'pemahaman pencerahan' . Pencerahan bukanlah semacam pemahaman . Pemahaman mendirikan sebuah dunia objek tujuan . Setelah alam objek tujuan sudah didirikan , keadaan subjek pokok palsu milik Anda muncul .

"Di mana ada tiada kesamaan atau perbedaan, dengan tiba-tiba muncul perbedaan. Apa yang berbeda dari perbedaan itu, menjadi kesamaan . Setelah persamaan dan perbedaan saling muncul, dan karena mereka , apa yang tidak sama maupun yang tidak berbeda diciptakan. Gejolak ini pada akhirnya menimbulkan kelelahan . kelelahan berkepanjangan menghasilkan pencemaran. Gabungan dari ini didalam kekeruhan suram menciptakan penderitaan sehubungan dengan 'pencemaran yang melelahkan'. Dunia terjadi melalui kemunculan ini;  tidak adanya kemunculan menjadi kekosongan. Kekosongan adalah kesamaan; Dunia , perbedaan. Mereka yang tidak memiliki baik perbedaan maupun kesamaan menjadi dharma yang berkondisi/bersyarat.

"Pemahaman ditambahkan ke Pencerahan menciptakan cahaya yang berdiri di pertentangan timbal balik dengan kegelapan dari kekosongan . Akibatnya , putaran roda angin yang mendukung dunia terwujud . Ketegangan antara kekosongan dan cahaya itu menciptakan gerakan. Yang palsu, cahaya yang teguh mengental kedalam kepadatan yang menjadi logam. Kurangnya pemeliharaan pencerahan yang teguh dan menyebabkan roda logam untuk mengamankan seluruh tanah . Keadaan kegigihan yang tidak tercerahkan itu menciptakan logam, sedangkan gejolak cahaya menyebabkan angin muncul . Gesekan antara angin dan logam menciptakan api , yang adalah bisa berubah didalam sifat alami . Logam menghasilkan uap kelembaban , yang menyebabkan nyala lidah api naik dari api. Demikian roda air yang meliputi semua alam di sepuluh penjuru terjadi. Api naik dan air turun , dan gabungan menjadi teguh bertahan . Apa yang basah menjadi samudera dan lautan; Apa yang kering menjadi benua dan pulau-pulau. Dikarenakan oleh itu , api sering bangkit di lautan , dan di benua 'arus' dan 'sungai' sungguh mengalir. Ketika kekuatan dari air lebih sedikit dari kekuatan api, pegunungan tinggi dihasilkan . Itulah sebabnya batuan gunung mengeluarkan percikan api bila dipukul , dan menjadi cair ketika meleleh . Ketika kekuatan tanah bumi lebih sedikit dari kekuatan air , hasilnya adalah rumput dan pohon . Itulah sebabnya tumbuh-tumbuhan di hutan dan rawa-rawa berubah menjadi abu ketika dibakar dan merembeskan air ketika dipelintir. Hubungan timbal balik dari percabangan dua bagian yang palsu itu pada gilirannya menciptakan unsur-unsur ini sebagai bibit dan dari sebab-sebab dan kondisi-kondisi ini mendatangkan kelangsungan dari dunia .

"Selain itu , Purna, pemahaman palsu adalah tidak lain dari kesalahan dari menambahkan Pemahaman pada Pencerahan . Setelah kepalsuan dari dunia objek tujuan didapatkan, pemahaman subjek pokok tidak dapat melampaui itu . Dikarenakan oleh itu, pendengaran tidak melampaui suara , dan penglihatan tidak melampaui 'bentuk' , 'bau', 'rasa' , 'objek tujuan dari sentuhan' dan yang lain dari enam kepalsuan dicapai. Dikarenakan oleh mereka, ada pembagian dalam penglihatan , perasaan , pendengaran , dan pengetahuan. Karma yang serupa mengikat makhluk bersama-sama, penyatuan dan pemisahan menyebabkan perubahan mereka.

"'Penjelmaan wujud cahaya' disebabkan oleh 'pandangan keliru' dan 'kebodohan-ketidaktahuan'. 'Pandangan persaingan' menghasilkan 'kebencian' . 'Pandangan yang cocok' menciptakan 'cinta'. 'Aliran dari cinta' menjadi 'benih' ;  Kandungan Janin yang mungkin terpendam diperoleh dan kehamilan terjadi. Saat persetubuhan hubungan intim berlangsung , makhluk dengan karma yang sama ditarik masuk. Dari sebab-sebab dan kondisi-kondisi ini, 'kalaka' , 'arbuda' , dan 'tahapan janin lainnya' berkembang. Mahluk yang 'lahir dari rahim , 'lahir dari telur' , 'lahir dari kelembaban' , dan 'lahir dari penjelmaan' terjadi dalam menanggapi : yang lahir dari telur berasal dari pikiran , yang lahir dari rahim adalah karena nafsu , yang lahir dari kelembaban muncul dari penyatuan , dan yang dari penjelmaan terjadi melalui pemisahan. 'Nafsu' , 'pikiran' , 'penyatuan', dan 'pemisahan' menyebabkan perubahan lebih lanjut , dan pematangan dari karma tersebut menyebabkan seseorang naik atau tenggelam . Dari sebab-sebab dan kondisi-kondisi tersebut mendatangkan kelangsungan dari makhluk .

"Purna, pikiran dan cinta menjadi terikat bersama sehingga orang-orang saling mencintai dan tidak sanggup untuk berpisah. Akibatnya , kelahiran berturut tanpa henti dari orang tua, anak , dan cucu-cucu terjadi di dunia ini . Dan dasar untuk semua itu adalah nafsu keinginan dan keserakahan.

"Keserakahan dan nafsu cinta memberi makan satu sama lain sampai keserakahan menjadi tak terpuaskan . Hasil dari itu di dunia ini adalah kecenderungan hasrat mahluk yang lahir dari telur , lahir dari rahim , lahir dari kelembaban , dan lahir dari penjelmaan , untuk melahap satu sama lain sejauh bahwa kekuatan mereka memungkinkan . Dasar untuk semua itu adalah pembunuhan dan keserakahan .

"Misalkan seseorang makan domba. Domba itu mati dan menjadi seseorang , Orang itu mati dan menjadi domba , Hal yang sama berlaku di semua kelahiran di antara sepuluh kategori. Melalui kematian setelah kematian dan kelahiran setelah kelahiran , mereka memakan satu sama lain . Karma buruk seseorang terlahir dengan terus-menerus lanjut pada lompatan dari masa depan . Dasar untuk semua itu adalah mencuri dan keserakahan .

"'Kau berutang nyawa padaku; saya harus membayar hutang saya kepada anda . " Dikarenakan oleh penyebab dan kondisi seperti itu kita melewati ratusan dari ribuan kalpa didalam perputaran yang berkelanjutan dari kelahiran dan kematian. 'Anda mencintai pikiran saya , saya memuja ketampanan Anda . ' .Dikarenakan oleh sebab dan kondisi seperti itu kita melewati ratusan dari ribuan kalpa didalam saling membelit yang berkelanjutan. Membunuh , mencuri , dan nafsu adalah akar-akar dasar itu. Dari sebab dan kondisi tersebut memunculkan kelangsungan dari karma dan hukuman setimpal.

"Purna, 'ketiga jenis kelangsungan terbalik' ini datang dari menambahkan 'pemahaman' ke 'pencerahan' . Kurangnya pemahaman menghasilkan 'kesadaran dalam' yang menimbulkan 'gejala kejadian luar' . Keduanya lahir dari pandangan salah . Dari kepalsuan ini 'pegunungan' , 'sungai', 'bumi besar', dan 'semua gejala kejadian yang berkondisi' mengungkapkan diri dalam urutan penggantian yang terjadi berulang-ulang dalam peprutaran yang tak berujung."


Purnamaitrayaniputra mengatakan , " Jika pencerahan yang indah, kesadaran yang indah dari pencerahan yang mendasar, yang tidak lebih besar dari ataupun yang tidak kurang dari pikiran Tathagata , tiba-tiba menumbuhkan gunung-gunung , sungai , dan bumi yang besar , dan semua gejala kejadian yang berkondisi , maka sekarang bahwa sang Tathagata telah mencapai kekosongan indah dari pencerahan yang jelas , akankah pegunungan, sungai , bumi yang besar, dan semua kebiasaan yang berkondisi mengalir keluar muncul lagi ? "

Sang Buddha berkata kepada Purna, " Jika seseorang yang tinggal di sebuah desa kebingungan tentang arah , keliru mempersamakan selatan untuk utara , apakah kebingungan itu merupakan hasil dari kebingungan atau kesadaran?"

Purnamaitrayaniputra mengatakan , " kebingungan-nya akan merupakan bukan hasil dari keduanya. Mengapa bukan ? Kebingungan pada dasarnya tidak berdasar , jadi bagaimana bisa ada yang timbul karena itu? Dan kesadaran tidak menghasilkan kebingungan , bagaimana mungkin kebingungan muncul dari itu ? "

Sang Buddha berkata , " Jika seseorang yang mengetahui arah menunjukkannya kepada orang yang bingung itu , kemudian saat orang yang bingung itu menjadi sadar , apakah Anda kira , Purna, bahwa dia bisa kehilangan kesadarannya pada arah lagi di desa itu? "

" Tidak , Bhagawan . "

" Purna, para Tathagata dari sepuluh penjuru adalah cara yang sama . 'Kebingungan' adalah 'tidak beralasan/tanpa dasar' dan pada akhirnya kosong didalam sifat alami . Di masa lalu , pada dasarnya tidak ada kebingungan . Itu hanya tampak seolah-olah ada kebingungan dan pencerahan . Ketika khayalan tentang kebingungan dan pencerahan berakhir , pencerahan tidak akan menimbulkan kebingungan . Anggaplah orang yang , karena gangguan penglihatan mata , melihat bunga-bunga di angkasa . Setelah gangguan penglihatan mata telah dihapus , bunga-bunga di angkasa menghilang . Ia buru-buru ke tempat di mana bunga-bunga itu menghilang dan menunggu mereka untuk muncul kembali , Anda menganggap bahwa orang itu adalah bodoh atau bijaksana ? "

Purna mengatakan , " Aslinya tidak ada bunga-bunga apapun di langit angkasa. Itu adalah melalui penglihatan cacat bahwa mereka muncul dan menghilang . Untuk melihat hilangnya bunga-bunga di angkasa sudah merupakan penyimpangan . Untuk menunggu mereka untuk muncul kembali adalah kegilaan belaka . Mengapa repot-repot untuk menentukan lebih lanjut jika orang tersebut adalah bodoh atau bijaksana ? "

Sang Buddha berkata , " Karena Anda menjelaskan seperti itu , mengapa Anda menanyakan apakah kekosongan yang jelas dari pencerahan yang indah dapat sekali lagi menimbulkan pegunungan, sungai , dan bumi yang besar ? Anggaplah sepotong bijih besi yang mengandung emas dan logam lainnya yang tercampur bersama. Setelah emas murni itu disuling/diekstrak, itu tidak akan pernah kembali menjadi bijih besi lagi. Anggap kayu yang telah terbakar menjadi abu; itu tidak akan pernah kembali menjadi kayu lagi. Bodhi dan Nirvana dari semua Buddha, para Tathagata , adalah dengan cara yang sama.

" Purna, Anda juga menanyakan apakah sifat alami dari air dan api tidak akan menghancurkan satu sama lain jika sifat alami dari tanah bumi , air, api , dan angin seluruhnya sempurna menyatu dan merembes meliputi dharmadhatu , dan apakah ruang angkasa dan bumi yang besar tidak akan cocok jika keduanya merembes meliputi dharmadhatu .

" Purna, anggaplah ruang angkasa : isi pokoknya bukanlah berbagai macam gejala kejadian , namun ia tidak mencegah semua gejala kejadian dari menjadi termasuk di dalamnya. Bagaimana Kita tahu itu? Purna, ruang angkasa kosong adalah cerah pada hari yang cerah , dan gelap ketika langit berawan. Itu bergerak ketika angin muncul , itu segar ketika langit terang bersih. Itu keruh dan samar-samar berkabut ketika cuaca buruk , itu menjadi tidak jelas ketika badai debu datang . itu memberikan pantulan cerah di kolam air yang jernih . Apakah Anda pikir gejala kejadian yang berkondisi ini menjadi ada di tempat yang berbeda ? Apakah mereka diciptakan dari kondisi ini sendiri atau asal-usul mereka di ruang angkasa . Jika mereka muncul dari kondisi ini , Purna, maka pada hari yang cerah , karena matahari cerah , semua dunia dari sepuluh penjuruh arah seharusnya mengambil bentuk matahari . Lalu mengapa , pada hari yang cerah kita melihat matahari bulat di langit ? Jika ruang angkasa adalah cerah terang , ruang angkasa itu sendiri seharusnya bersinar . Lalu mengapa , ketika ada penutupan oleh awan dan kabut , tidak ada cahaya jelas ? Anda seharusnya tahu bahwa kecerahan adalah 'bukan matahari maupun bukan ruang angkasa' ataupun 'tidak bukan ruang angkasa maupun tidak bukan matahari' . Renungkanlah bagaimana gejala kejadian pada akhirnya palsu dan tidak dapat diperiksa . Mereka seperti bunga yang dibayangkan didalam ruang angkasa yang tidak bisa berbuah . Mengapa, lalu, menyelidiki bagaimana gejala kejadian tersebut muncul dan menghilang ? Renungkanlah bagaimana sifat alami yang pada akhirnya kebenaran dan semata-mata adalah kecerahan indah yang tercerahkan . Pikiran yang indah terang tercerahkan itu awalnya adalah bukan air maupun bukan api . Mengapa, lalu, bertanya tentang ketidakcocokan ?

" Yang benar-benar kecerahan indah yang tercerahkan adalah dengan cara yang sama . Anda menyadari ruang angkasa, dan ruang angkasa muncul . Menyadari bumi , air, api , dan angin , masing-masing akan muncul . Jika semua disadari , semua akan muncul . Bagaimana mereka semua bisa muncul? Purna, anggap pantulan cerminan matahari seperti yang muncul dalam satu tubuh air . Dua orang menatap itu , keduanya pada waktu yang sama . Kemudian satu orang berjalan ke timur dan yang lainnya berjalan ke barat . Setiap orang , masih melihat ke air akan melihat matahari ikut serta bersamanya , satu ke timur , satu ke barat , sementara tampaknya tidak ada arah yang tetap untuk pergerakan dari pantulan cerminan matahari . Jangan berulang-ulang memukul pertanyaan dan bertanya, ' Jika ada satu matahari , bagaimana ia dapat mengikuti kedua orang ? Atau jika matahari ada ganda , mengapa hanya satu muncul di langit ? " Ini hanya bergulir di kepalsuan , karena hal-hal tersebut tidak dapat dibuktikan .

" Purna, Anda berpikir bahwa bentuk dan kekosongan mengatasi dan menghancurkan satu sama lain didalam Tathagata-garbha (sifat alami yang tidak terbatas dari sang Buddha) . Dengan Demikian Tathagata-garbha muncul kepada Anda sebagai 'bentuk' dan 'kekosongan' di seluruh dharma-dhatu (dunia dari gejala kejadian). Dan jadi, di dalamnya angin bergerak , kekosongan tetap , matahari cerah , dan awan gelap . Alasan untuk ini terletak pada khayalan dari para makhluk yang telah berpaling dari pencerahan dan bergabung dengan debu yang mencemarkan . Dengan demikian, pencemaran yang melelahkan (klesa) terwujud dan gejala kejadian duniawi ada.

" Berdasarkan pemahaman indah yang tidak berhenti menjadi maupun tidak muncul, Saya bersatu dengan Tathagata-garbha . Jadi Tathagata-garbha adalah kecerahan yang tercerahkan indah dan unik yang benar-benar sepenuhnya menerangi dharma-dhatu . Itulah sebabnya , di dalamnya , satu adalah tak terbatas ; tak terbatas adalah satu. Di dalam kecil muncul besar ; didalam besar muncul kecil. Tidak bergerak di dalam Bodhimandala , namun meresap meliputi sepuluh penjuru arah , tubuh Saya berisi sepuluh penjuru arah dan kekosongan yang tak berujung . Di ujung dari sehelai rambut muncul tanah (Buddhaksetra) dari para Raja Permata . Duduk didalam setitik debu , Saya memutar roda Dharma besar, mengakhiri debu yang mencemari, dan bersatu dengan pencerahan , sehingga kebenaran yang demikian, sifat alami terang tercerahkan yang ndah , datang muncul .

" Tathagata-garbha adalah pikiran pokok, indah dan sempurna. Itu adalah bukan pikiran , atau bukan kekosongan , atau bukan tanah bumi , maupun bukan air, atau bukan angin , atau bukan api. Itu bukan mata , maupun bukan telinga, hidung, lidah, tubuh, ataupun pikiran. Itu adalah bukan bentuk , maupun bukan suara, bau, rasa, benda tujuan sentuhan, ataupun dharma. Itu adalah bukan alam kesadaran mata , maupun lainnya , sampai dengan dan bukan termasuk alam kesadaran pikiran. Itu adalah bukan pemahaman , atau bukan ketidaktahuan , atau bukan akhir dari pemahaman ataupun ketidaktahuan , maupun bukan lainnya , sampai dengan dan bukan termasuk usia tua dan kematian dan akhir dari usia tua dan kematian . Itu adalah bukan penderitaan , atau bukan pengumpulan , atau bukan kepunahan , atau bukan sang Jalan. Itu adalah bukan mengetahui ataupun bukan mencapai. Itu adalah bukan Dana , atau bukan Sila , atau bukan Virya , atau bukan Kshanti , atau bukan Dhyana , atau bukan Prajna , atau bukan Paramita , maupun bukan lainnya : Itu adalah bukan Tathagata , maupun bukan Arahat , ataupun bukan Samyaksambodhi , atau bukan Parinirvana , atau bukan keabadian , atau bukan kebahagiaan , atau bukan Diri Sejati , atau bukan Kemurnian.

" Oleh karena itu, itu adalah bukan yang biasa ataupun bukan yang sukar dipahami. Karena Tathagata-garbha adalah keajaiban dari pemahaman pikiran utama, Itu adalah pikiran; Itu adalah kekosongan; itu adalah tanah bumi; itu adalah air; itu adalah angin; itu adalah api; itu adalah mata; itu adalah telinga; hidung , lidah , tubuh, dan pikiran. Itu adalah bentuk; itu adalah suara; bau , rasa , benda tujuan sentuhan , dan dharma. Itu adalah alam kesadaran mata , dan seterusnya , sampai dengan dan termasuk alam kesadaran pikiran . Itu adalah pemahaman dan ketidaktahuan dan akhir dari pemahaman dan ketidaktahuan , dan seterusnya sampai dengan usia tua dan kematian dan akhir dari usia tua dan kematian . Itu adalah penderitaan; itu adalah pengumpulan; itu adalah kepunahan , dan itu adalah sang Jalan. Itu adalah mengetahui dan mencapai. Itu adalah Dana; itu adalah Sila; Itu adalah Virya; itu adalah Kshanti; itu adalah Dhyana; itu adalah Prajna; dan itu adalah Paramita , dan seterusnya , sampai dengan dan termasuk Tathagata , Arahat , Samyaksambodhi , Parinirvana , keabadian , kebahagiaan , Diri Sejati , dan Kemurnian .

" Itu adalah yang biasa ataupun bukan yang sukar dipahami. Karena Tathagata-garbha adalah keajaiban dari pemahaman pikiran utama. Itu adalah terlepas dari ciri khas dan peniadaan . Itu adalah ciri khas dan peniadaan .

" Bagaimana bisa makhluk di tiga alam dari kehidupan duniawi dan Sravaka dan Pratyekabuddha yang tercerahkan pada kondisi di tingkat keberadaan yang sukar dipahami dapat membuat pengandaian tentang Bodhi yang tak tertandingi dari Tathagata dengan pikiran bahwa mereka tahu , atau memasuki pengetahuan dan penglihatan dari Buddha melalui perantara dari bahasa duniawi ? Anggap kecapi , seruling , dan gitar . Meskipun mereka dapat membuat suara indah , tetapi jika tidak ada jari-jari terampil untuk memainkan mereka , musik mereka tidak akan pernah muncul. Anda dan semua makhluk adalah dengan cara yang sama . Yang berharga , pikiran benar sejati yang tercerahkan adalah sempurna dalam semua orang. Saya menerapkan tekanan dan pengaruh samudera memancarkan cahaya; Anda menggerakkan pikiran Anda , dan pencemaran yang melelahkan (klesa) tumbuh bermunculan. Itu terjadi semua karena Anda tidak rajin mencari jalan yang tercerahkan tak tertandingi , tetapi menyukai HInayana dan puas dengan sedikit pencapaian."


Terakhir diubah oleh skipper tanggal Sat Oct 12, 2013 1:00 am, total 4 kali diubah

skipper

Jumlah posting : 439
Join date : 27.11.08
Age : 28

Lihat profil user http://aryamahayana.forumup.com

Kembali Ke Atas Go down

Suramgama Usnisa Sitatapatra Mahayana Suttram

Post by skipper on Sun Sep 22, 2013 9:35 pm

Purna mengatakan, "Pikiran Saya dan Pikiran Benar Sejati Yang Murni dari sang Tathagata adalah tidak berbeda dalam pencerahan berharga yang sempurna nya dan pemahaman yang sepenuhnya lengkap nya. Tapi Saya telah lama diganggu dengan pikiran palsu yang tidak berawal dan telah lama mengalami perputaran kelahiran kembali. Namun saat ini pencapaian Saya di kendaraan bijaksana adalah bukan yang terakhir. Bhagawan telah benar-benar sepenuhnya mengakhiri semua kepalsuan dan mencapai kebenaran abadi yang indah. Saya memberanikan bertanya kepada Tathagata mengapa semua makhluk ada di kepalsuan dan menyembunyikan pemahaman indah mereka sendiri, sehingga mereka tetap tenggelam dalam banjir ini? "

Sang Buddha berkata kepada Purna, "Meskipun Anda telah membuang keraguan, Anda masih belum mengakhiri khayalan yang tersisa. Sekarang Saya akan menanyai Anda tentang peristiwa duniawi. Apakah Anda mendengar tentang Yajnadatta dari Shravasti yang pada dorongan hasrat yang mendadak suatu pagi memegang cermin ke wajahnya dan jatuh cinta dengan kepala didalam cermin? Dia menatap mata dan alis, tapi marah karena dia tidak bisa melihat wajahnya sendiri. Dia memutuskan dia harus menjadi bidadari gunung atau sungai, kehilangan kendali, dan berlari dengan gila disekitar. Apa menurut Anda? Mengapa orang ini ditetapkan pada penyebab gila tanpa alasan? "

Purna mengatakan, "Orang itu gila. Tidak ada alasan lain."

Sang Buddha berkata, "Alasan apa yang dapat Anda berikan untuk mengatakan bahwa kesempurnaan yang terang tercerahkan yang indah, keajaiban yang pada pokoknya terang sempurna adalah palsu? Jika ada alasan, maka bagaimana Anda mengartikan 'palsu'? Semua pikiran yang salah milik Anda sendiri pada gilirannya menjadi penyebab untuk lebih. Dari kebingungan, Anda mengumpulkan kebingungan melalui kalpa yang berulang kali; meskipun ajaran-ajaran dari sang Buddha menyadari hal itu, Anda tidak bisa meniadakan khayalan itu. Dari penyebab yang membingungkan seperti itu, penyebab kebingungan berlangsung sendiri dengan terus menerus. Ketika seseorang menyadari bahwa kebingungan tidak memiliki penyebab, kepalsuan itu menjadi tidak berdasar. Karena ia tidak pernah muncul, mengapa Anda berharap untuk penghabisannya? Seseorang yang memperoleh Bodhi adalah seperti orang yang terbangun untuk menceritakan peristiwa dalam mimpi; karena pikirannya akan tetap terjaga dan jelas, mengapa dia mau mempertahankan pada hal-hal di dalam mimpi?

"Ini adalah terutama berlaku untuk hal-hal yang tiada penyebab dan pada dasarnya tidak ada, seperti keadaan Yajnadatta hari itu di kota. Apakah ada alasan mengapa ia menjadi takut pada kepalanya dan pergi berlari di sekitar? Jika kegilaannya tiba-tiba berhenti , dia masih tidak akan mendapatkan kepalanya kembali dari tempat lain di luar; dan jadi sebelum kegilaannya berhenti, bagaimana mungkin kepalanya telah hilang? Purna, kepalsuan adalah dengan cara yang sama. Bagaimana bisa ia ada? Anda hanya perlu tidak mengikuti perbedaan tentang tiga jenis kelangsungan dunia, makhluk, dan hukuman setimpal karma. Dengan memotong tiga kondisi itu, penyebab tidak akan muncul. Kemudian kegilaan, seperti Yajnadatta, akan berhenti dengan sendirinya. Setelah berhenti, Bodhi muncul. Yang tertinggi, yang murni, pikiran yang terang pada awalnya menyebar meliputi dharma-dhatu. Ini bukan sesuatu yang diperoleh dari orang lain. Mengapa, kemudian, bersusah-payah pada pengolahan membuat diri sendiri melelahkan tulang berusaha untuk mendapatkan pencapaian? Pertimbangkan seseorang yang memiliki cintamani (mutiara pengabul keinginan) dijahit ke pakaiannya tetapi tidak mengetahuinya. Dilanda kemiskinan dan compang-camping, ia menjelajah di sekitar mengemis untuk makanan dan selalu berpindah. Meskipun ia memang miskin, cintamani itu tidak pernah hilang. Tiba-tiba orang bijak menunjukkan mutiara itu: maka semua keinginannya terpenuhi, ia memperoleh kekayaan besar, dan ia menyadari bahwa mutiara itu tidak datang dari suatu tempat di luar. "

Kemudian dari antara perkumpulan majelis yang besar, Ananda bersujud di kaki sang Buddha, berdiri dan berkata kepada sang Buddha, "Bhagawan baru saja menjelaskan tentang karma pembunuhan, pencurian dan nafsu: ketika tiga kondisi itu terpotong, tiga penyebab tidak timbul. Kemudian kegilaan, seperti Yajnadatta, akan berhenti dengan sendirinya, dan setelah berhenti, Bodhi muncul. Itu bukan sesuatu yang diperoleh dari orang lain. Mereka jelas adalah sebab dan kondisi; mengapa, kemudian, apakah Tathagata tiba-tiba menolak sebab dan kondisi ? Pencerahan Saya telah terjadi melalui sebab dan kondisi. Bhagawan, itu tidak hanya benar bagi Mereka dari Kami yang masih muda dalam beberapa tahun, atau yang Sravaka masih dalam proses pembelajaran. Mahamaudgalyayana, Sariputra, dan Subhuti, dan lain-lain yang mengikuti Brahmana yang lebih tua, menjadi tercerahkan dan memperoleh 'ketiadaan arus perpindahan keluar' setelah mendengar sang Buddha menjelaskan secara terperinci pada sebab dan kondisi. Sekarang Anda mengatakan bahwa Bodhi tidak berasal dari sebab dan kondisi. Itu akan membuat 'keberadaan sendiri yang spontan' yang Maskari Goshaliputra dan lainnya anjurkan di Rajagriha adalah makna utama! Saya hanya berharap bahwa Anda Yang Maha Baik akan menghilangkan kebingungan Saya. "

Sang Buddha berkata kepada Ananda, "Mari kita ambil kasus Yajnadatta di kota: Jika penyebab dan kondisi dari kegilaannya berhenti, sifat alami yang tidak gila secara 'spontan/terjadi tanpa diminta-minta' akan muncul. Semua prinsip dari spontan dan sebab dan kondisi adalah tiada lebih dari itu.

"Ananda, kepala Yajnadatta itu tentu ada, itu adalah bagian alami dari dirinya. Tidak pernah ada waktu ketika itu tidak. Mengapa, kemudian, dia tiba-tiba takut bahwa ia tidak memiliki kepala dan mulai berlari di sekitar dengan gila ?

"Jika dia secara alami memiliki kepala dan menjadi gila karena sebab dan kondisi, apakah tidak sama wajar baginya untuk kehilangan kepalanya karena sebab dan kondisi? Pada dasarnya kepalanya tidak pernah hilang. Kegilaan dan ketakutan muncul dari kepalsuan. Tidak pernah ada perubahan yang terjadi. Mengapa, kemudian, memukul soal tentang sebab dan kondisi?

"Jika kegilaan menjadi keadaan alaminya, kegilaan dan ketakutan akan menjadi yang pokok mendasar. Sebelum ia menjadi gila, lalu, di mana kegilaannya itu tersembunyi?

"Jika kegilaan belum menjadi keadaan alaminya, dan kepalanya pada kenyataannya tidak hilang, kenapa dia berlari di sekitar dalam keadaan dari kegilaan?

"Jika Anda menyadari bahwa Anda memiliki kepala dan mengakui kegilaan dari pengejaran Anda, maka kedua dari 'yang spontan' dan 'sebab dan kondisi' menjadi ajaran yang menganggur. Itulah sebabnya Saya mengatakan bahwa setelah Tiga Kondisi berhenti menjadi, hati Bodhii muncul. Kemunculan dari hati Bodhi dan akhir dari pikiran yang tunduk pada kemunculan dan penghentian sendiri mengartikan 'muncul' dan 'berhenti'.

"Akhir dari 'muncul' dan 'berhenti' adalah Jalan yang mudah. Jika ada 'yang spontan' maka jelas pemikiran dari yang spontan harus muncul dan pikiran yang tunduk pada 'kemunculan dan penghentian' berakhir: Tapi itu masih ada kasus dari 'timbul dan berhenti'. Untuk menyebut ketiadaan dari spontan yang timbul dan berhenti akan seperti mengatakan bahwa gabungan dari gejala kejadian duniawi yang membentuk isi pokok zat tunggal bercampur dan bersatu secara alami, dan bahwa segala sesuatu yang tidak bercampur dan bersatu adalah spontan secara alami. Spontan adalah tidak alami, dan pencampuran dan penyatuan adalah tiada kualitas persatuan. Spontan dan persatuan sama-sama harus ditinggalkan, dan 'keduanya dari peninggalan mereka dan keberadaan mereka' berhenti menjadi. Dengan mencapai itu akan menjadi tiada ajaran yang menganggur.

"Bodhi dan Nirvana masih begitu jauh bahwa Anda pasti harus melewati ribuan kalpa dari kepahitan dan ketekunan sebelum Anda membudidayakannya dan terjamin. Anda dapat menghafal dua belas pembagian Sutra yang diucapkan oleh para Buddha dari sepuluh penjuru dan kemurnian, prinsip indah Mereka yang sebanyak pasir di sungai Gangga, tapi itu hanya membantu teori ajaran menganggur Anda. Meskipun Anda dapat membicarakan sebab dan kondisi dan yang spontan dan memahami mereka dengan jelas sempurna, dan orang-orang menyebut Anda sebagai orang yang terkemuka dalam belajar, masih, kalpa setelah kalpa yang Anda telah habiskan menyerap diri dengan belajar, tidak membantu Anda menghindari masalah dengan putri Matangi itu. Mengapa Anda harus menunggu Saya untuk menggunakan Mantra suci Mahkota Buddha (Buddha Usnisa Mantra) untuk memadamkan api nafsu dalam hati putri Matangi itu, menyebabkan dia untuk mencapai posisi seorang Anagamin dan bergabung dengan kelompok yang bersemangat kuat dalam persamuan Dharma Saya, mengeringkan sungai dari nafsu cinta dalam dirinya dan membebaskan Anda ?

"Oleh Karena itu, Ananda, kemampuan Anda untuk secara pandai menguasai ajaran mendalam yang indah dari sang Tathagata selama kalpa setelah kalpa ini tidaklah sebagus sehari dari pembudidayaan ketiadaan arus perpindahan keluar yang bertujuan menghentikan dua penderitaan duniawi dari cinta dan benci. Di dalam putri Matangi itu, yang mantan pelacur, nafsu cinta dan keinginan dihilangkan oleh kekuatan suci dari Mantra. Sekarang nama Dharma nya adalah Bhikshuni 'Sifat Alami Diri'. Dia dan Ibunya Rahula, Yashodhara, keduanya menyadari penyebab masa lalu mereka dan tahu bahwa selama beberapa kalpa mereka telah menanggung penderitaan dari keserakahan dan nafsu cinta. Dikarenakan pikiran tunggal, mereka menjadi meresap dengan pengolahan budidaya kebaikan dari ketiadaan arus perpindahan keluar, mereka berdua terbebaskan dari belenggu mereka dan menerima ramalan (Vyakarana) . Mengapa, kemudian, Anda menipu diri Anda sendiri dan masih tetap terjebak dalam 'penglihatan' dan 'pendengaran' ? "

Ketika Ananda dan perkumpulan majelis yang berjumlah besar mendengar ajaran sang Buddha, keraguan dan khayalan Mereka dilenyapkan. Pikiran mereka terbangunkan pada kenyataan tertinggi, Mereka mengalami kesenangan penerangan pada tubuh dan pikiran, dan pencapaian yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sekali lagi Ananda menangis, bersujud di kaki sang Buddha, berlutut, merangkapkan telapak tangannya beranjali, dan berkata kepada sang Buddha, "Raja yang tak tertandingi, maha besar, maha pengasih, yang murni, dan mulia telah mengajar Saya dengan baik, sehingga, melalui berbagai sebab dan kondisi, jalan bijaksana dan dorongan semangat ini, Kami semua yang tenggelam didalam lautan penderitaan telah melarikan diri dari itu. Bhagawan, setelah mendengar penjelasan Dharma itu, Saya tahu bahwa Tathagatagarbha, yang indah, yang tercerahkan, pikiran yang terang, menyerap meliputi sepuluh penjuru arah dan berisi tanah dari para Tathagata sepanjang sepuluh penjuru, semua kshetra yang murni dan yang terhiasi dengan bagus dari Raja Yang Tercerahkan Indah. Sang Tathagata juga mengingatkan bahwa pengetahuan adalah tidak bermanfaat dan tidak sebagus mengolah budidaya. Jadi sekarang Saya seperti seorang pengembara yang tiba-tiba bertemu seorang Raja Tuhan yang menganugerahkan kepadanya sebuah rumah yang sangat bagus. Meskipun Ia telah memperoleh rumah yang besar, Ia harus masuk melalui pintu. Saya hanya berharap sang Tathagata tidak akan menahan belas kasihan yang besar dalam mengajari Kami di dalam perkumpulan majelis yang tertutup oleh kegelapan, sehingga Kami dapat meninggalkan Kendaraan Kecil dan mencapai pada akhirnya Nirvana sang Tathagata tanpa sisa, jalur mendasar dari ketetapan penyelesaian. Semoga Dia memungkinkan Mereka yang masih belajar 'untuk mengetahui bagaimana menundukkan kebiasaan kuno dari mencari untuk menyelewengkan kondisi untuk keuntungan seseorang', 'untuk memperoleh Dharani', dan 'untuk masuk ke dalam pengetahuan dan penglihatan dari para Buddha'. "

Setelah mengatakan ini, Ia bersujud penuh, dan bersama-sama dengan anggota perkumpulan majelis, dengan satu pikiran tunggal menunggu ajaran welas asih dari sang Buddha.

Bhagavan kemudian berbelas kasihan kepada para Pendengar Suara (Sravaka) dan Mereka yang Tercerahkan pada Kondisi (PratyekaBuddha) di perkumpulan majelis itu, semua orang yang masih belum pada kenyamanan dengan hati Bodhi. Belas kasih-Nya juga diperluas 'untuk membantu makhluk di masa depan pada masa berakhirnya Dharma setelah masuknya Buddha ke ketenangan Nirvana' untuk membangkitkan hati Bodhi. Dia mengungkapkan jalan indah dari mengolah budidaya Kendaraan yang tak tertandingi. Dia menyatakan kepada Ananda dan perkumpulan majelis yang berjumlah besar, "Anda telah secara meyakinkan membangkitkan hati Bodhi dan sehingga Anda tidak akan menjadi letih ketika (hati Bodhi) itu datang ke Samadhi yang indah dari para Buddha, Tathagata. Anda harus terlebih dahulu memahami dua kemutlakan tentang tekad awal untuk pencerahan. Apa dua kemutlakan tentang tekad awal untuk pencerahan itu?

"Ananda, kemutlakan yang pertama adalah bahwa jika Anda ingin meninggalkan posisi Sravaka dan mengolah Bodhisattvayana (Kendaraan Bodhisattva), dan untuk memasuki pengetahuan dan penglihatan dari para Buddha, Anda harus hati-hati mempertimbangkan apakah 'tekad pada penyebab dasar dan pencerahan dasar dari buah hasil' adalah sama atau berbeda. Ananda, adalah mustahil sementara berada pada penyebab dasar untuk mendasarkan pengolahan budidaya seseorang pada pikiran yang tunduk kepada kemunculan dan perhentian ketika dalam pencarian Buddhayana (Kendaraan Buddha) yang tiada kemunculan atau perhentian. Untuk alasan ini, Anda harus menyadari bahwa semua campuran dharma (gejala kejadian) milik dunia jasmani akan membusuk dan menghilang. Ananda, renungkan dunia itu: campuran dharma apakah yang tidak akan habis? Tapi Saya belum pernah mendengar tentang ruang angkasa kosong yang habis. Apakah ada orang yang mendengar penghancuran kekosongan? Mengapa tidak? Ruang kosong bukanlah suatu campuran dan tidak pernah dapat habis.

"Sementara Anda berada di dalam tubuh Anda, apa yang padat adalah dari tanah bumi, apa yang lembab adalah dari air, apa yang hangat adalah dari api, dan apa yang bergerak adalah dari angin. Dikarenakan oleh keempat ikatan belenggu ini, pikiran Anda yang tenang dan sempurna, yang indah cemerlang tercerahkan terbagi menjadi 'melihat', 'mendengar', 'merasa', dan 'mengetahui'. Dari awal sampai akhir Anda muncul di dalam lima lapisan dari kekeruhan.

"Apa yang dimaksud dengan kekeruhan? Ananda, air yang murni, misalnya, adalah pada pokoknya jelas dan bersih, sedangkan debu, kotoran, abu, lumpur, dan sejenisnya, adalah zat padat. Yang demikian adalah sifat dari dua; Sifat alami mereka adalah tidak cocok. Misalkan seseorang mengambil beberapa kotoran dan melemparkannya ke dalam air murni. Kotoran itu kehilangan kepadatannya dan air itu dirampas sifat jernih tembus pandangnya. Kesuraman yang dihasilkan itu disebut kekeruhan. lima lapisan kekeruhan milik Anda adalah sama dengan itu.

"Ananda, Anda melihat ruang angkasa menyerap meliputi sepuluh penjuru arah. Tidak ada pembagian antara ruang angkasa dan penglihatan. Dan namun ruang angkasa dengan sendirinya tidak dapat mengenali zat nya sendiri, dan penglihatan sendiri tidak memiliki apa-apa untuk menunjuk kesadaran. Tapi keduanya menjadi dilibatkan dalam kepalsuan. Ini adalah lapisan pertama, yang disebut kekeruhan waktu.

"Tubuh Anda muncul secara penuh, dengan empat unsur yang menyusun zat nya, dan dari ini, 'melihat', 'mendengar', 'merasa', dan 'mengetahui' menjadi ditegaskan dengan kuat. 'Air', 'api', 'angin', dan 'tanah bumi' berubah-rubah naik turun antara 'perasaan' dan 'pengetahuan' dan menjadi dilibatkan dalam kepalsuan. Ini adalah lapisan kedua, yang disebut kekeruhan pandangan.

"Selanjutnya, fungsi dari 'ingatan, pembedaan, dan pemahaman ucapan dalam pikiran Anda' membawa menjadi 'pengetahuan dan pandangan'. Dari luar mereka muncul enam objek pencemaran. Berpisah dari obyek yang mencemarkan itu, kesadaran akan tanpa sifat. Berpisah dari pengetahuan, objek itu tidak akan memiliki sifat alami. Tapi mereka terjerat dalam kepalsuan. ini adalah lapisan ketiga, yang disebut kekeruhan penderitaan.

"Dan jika siang dan malam tiada habisnya muncul dan berhenti seperti pengetahuan dan pandangan Anda yang terus ingin menetap di dunia, sementara pola karma Anda terus-menerus menggerakkan Anda ke berbagai macam tempat. Keterikatan ini menjadi kepalsuan, yang merupakan lapisan keempat, yang disebut kekeruhan makhluk hidup.

"Awalnya, 'penglihatan dan pendengaran Anda' adalah tidak dari sifat alami yang berbeda, tapi banyak sekali benda-benda yang mencemarkan telah membaginya menjadi perbedaan yang kasar. Sifat alami ini memiliki kesadaran bersama, tetapi fungsi mereka berlawanan. Kesamaan dan perbedaan muncul dan mereka kehilangan ciri khas mereka. Keterikatan ini menjadi kepalsuan, yang merupakan lapisan kelima, yang disebut kekeruhan jangka hidup.

"Ananda, sekarang Anda ingin membuat 'penglihatan', pendengaran', 'perasaan', dan 'pengertian' Anda untuk kembali dan cocok dengan 'keabadian', 'kebahagiaan', 'diri sejati yang sesungguhnya', dan 'kemurnian' sang Tathagata. Terlebih dahulu Anda harus menentukan apa dasar dari kelahiran dan kematian dengan mengandalkan yang sempurna, sifat alami hening tenang yang tidak muncul atau berhenti. Melalui ketenangan ini, mempengaruhi kekosongan dan kepalsuan muncul dan berhenti sehingga ditundukkan dan kembali ke sumber pencerahan Bodhi. Pencapaian dari sumber pencerahan terang ini yang tiada muncul atau berhenti, adalah pikiran dari penyebab dasar. Kemudian, Anda benar-benar sepenuhnya dapat mewujudkan pengolahan budidaya dan pencapaian pada dasar dari buah hasil. Untuk melakukan sebanyak itu adalah sama seperti memurnikan air berlumpur dengan menempatkannya dalam wadah yang cukup, yang disimpan dengan benar-benar sepenuhnya tetap dan tak bergerak. Pasir dan lumpur mengendap, dan air murni muncul. itu disebut 'tahapan awal menundukkan penderitaan pencemaran yang tidak kekal'.

"Penghapusan sepenuhnya pada lumpur dari air disebut 'pemutusan abadi pada ketidaktahuan mendasar'. Ketika 'kejelasan' murni pada 'intisari pokoknya', maka apa pun yang terjadi, tidak ada penderitaan. Semuanya sesuai dengan nilai-nilai kebaikan murni dan indah dari Nirwana.

"Kemutlakkan kedua adalah bahwa jika Anda secara pasti ingin melahirkan tekad untuk Bodhi dan menjadi sangat berani dan membaktikan diri dalam pengolahan budidaya Anda pada Bodhisattvayana, Anda harus tegas meninggalkan semua gejala kejadian yang berkondisi. Anda harus hati-hati mempertimbangkan asal dari penderitaan: yang menciptakan dan yang mempertahankan 'penciptaan tanpa awal dari karma' dan 'kelahiran kembali yang terus-menerus'. Ananda, jika dalam pengolahan budidaya Anda pada Bodhi Anda tidak berhati-hati mempertimbangkan asal dari penderitaan, Anda tidak dapat menyadari di mana letak yang terbalik dari kekosongan dan kepalsuan organ indera dan benda tujuan indera ini. Jika Anda bahkan tidak tahu lokasi mereka, bagaimana Anda bisa menundukkan mereka dan mencapai tingkat dari sang Tathagata?


"Ananda, anggaplah seseorang yang ingin membuka simpul. Jika ia tidak bisa melihat di mana simpul itu berada, bagaimana ia bisa melepaskannya? Tapi Saya tidak pernah mendengar ada orang yang mengikat ruang angkasa kosong. Mengapa tidak? Karena kekosongan tidak memiliki bentuk dari penampilan;.dan sehingga tidak ada simpul untuk dilepaskan. Tapi sekarang mata, telinga, hidung, dan lidah, serta tubuh dan pikiran Anda yang terlihat adalah seperti enam umpan pencuri yang menjarah perhiasan permata rumah tangga Anda sendiri. Dan, dengan demikian, dari waktu tanpa awal, karena 'para makhluk' dan 'dunia waktu dan ruang angkasa', telah terikat bersama-sama, para makhluk tidak dapat melampaui dunia benda jasmani.

"Ananda, bagaimana Kita mengartikan makhluk dan dunia waktu dan ruang angkasa 'Waktu' mengarah pada berubah dan mengalir,. 'Ruang angkasa' mengacu pada tempat. Anda harus tahu sekarang bahwa utara, timur, selatan, barat, timur laut, barat laut, tenggara , barat daya, di atas dan di bawah ini adalah ruang angkasa. Masa lalu, sekarang, dan masa depan adalah periode waktu. Ada sepuluh penjuru arah dalam ruang angkasa dan tiga periode waktu. Semua makhluk terwujud dikarenakan oleh hubungan timbal balik yang palsu. Tubuh mereka mengalami perubahan dan mereka terjebak dalam gabungan waktu dan ruang angkasa dari dunia ini.

"Namun, meskipun ada sepuluh penjuru di ruang angkasa, yang dikenal di dunia sebagai utara, selatan, timur, dan barat adalah satu-satunya yang dapat dengan jelas ditentukan. atas dan bawah tidak memiliki posisi; yang menengah tidak memiliki arah tertentu yang pasti. Ditetapkan secara jelas menjadi empat jumlahnya, mereka kemudian digabungkan dengan tiga periode waktu. Tiga kali empat, atau, secara bergantian, empat kali tiga membuat dua belas. Tingkatkan ini ke tempat ketiga; dari puluhan melalui ratusan sampai ribuan. Kemanjuran terbesar yang mungkin dari masing-masing enam organ adalah seribu dua ratus.

"Ananda, dengan demikian Anda dapat membuat nilai mereka. Pertimbangkan bagaimana mata melihat kegelapan di belakang dan cahaya di depan. Depan itu adalah benar-benar sepenuhnya terang; Belakang adalah benar-benar sepenuhnya gelap. Dengan penglihatan sekeliling Anda disertakan, Anda dapat melihat paling sekitar dua per tiga. Oleh karena itu, daya tampungnya dapat dinyatakan sebagai kemanjuran yang tidak lengkap. Sepertiga dari kemanjurannya adalah tanpa kebajikan. ketahuilah, bahwa mata memiliki kemanjuran hanya delapan ratus.

"Pertimbangkan bagaimana telinga mendengar di mana-mana di sepuluh penjuru, tanpa kehilangan apapun. Mereka mendengar gerakan, apakah jauh atau dekat, dan keheningan tanpa batas. Ketahuilah, bahwa organ pendengaran adalah lengkap dengan kemanjuran dua ratus.

"Pertimbangkan bagaimana hidung mencium bau dengan masing-masing hirupan dan hembusan dari napas. Itu adalah kekurangan pada pokok di antara menghirup dan menghembuskan napas. Organ penciuman dapat dianggap menjadi kekurangan oleh sepertiga. Ketahuilah, bahwa hidung memiliki kemanjuran hanya delapan ratus.

"Pertimbangkan bagaimana lidah bisa memberitakan keseluruhan kebijaksanaan yang duniawi dan yang luar biasa. Meskipun bahasa berbagai macam sesuai dengan daerah, prinsip dasar melampaui batas-batas apapun. Ketahuilah, bahwa organ lidah adalah lengkap dengan kemanjuran seribu dua ratus.

"Pertimbangkan bagaimana tubuh menyadari sentuhan, menyatakannya sebagai nyeri atau kesenangan. Ketika ia membuat 'hubungan', itu adalah menyadari benda yang disentuh; ketika 'pemisahan', ia tidak memiliki pengetahuan sentuhan hal-hal lain. 'Pemisahan' memiliki aspek tunggal dan 'Hubungan' memiliki aspek ganda. Organ tubuh dapat dianggap sebagai kekurangan oleh sepertiga. Ketahuilah, bahwa tubuh memiliki kemanjuran hanya delapan ratus.

"Pertimbangkan bagaimana pikiran secara diam mencakup semua dharma yang duniawi dan yang diluar duniawi dari sepuluh penjuru dan tiga periode waktu. Terlepas dari apakah itu bijaksana atau biasa, semuanya termasuk dalam ketidakterbatasan nya. Ketahuilah, bahwa organ pikiran adalah lengkap dengan kemanjuran seribu dua ratus.

"Ananda, sekarang Anda ingin melawan aliran arus dari nafsu keinginan yang mengarah pada kelahiran dan kematian. Anda harus mengembalikan aliran arus dari organ untuk mencapai keadaan yang tidak timbul atau yang berhenti. Anda harus menyelidiki semua dari enam organ aktif untuk melihat mana yang bersatu, yang berpisah, yang mendalam, yang dangkal, yang akan menembus secara sempurna, dan yang tidak sempurna. Jika Anda dapat menyadari organ mana yang menembus secara sempurna, Anda dapat kemudian membalikkan aliran arus dari keterlibatan tanpa awal nya di dalam karma palsu dan mengikuti itu untuk menembus secara sempurna. Perbedaan antara itu dan sebuah organ yang tidak sempurna adalah seperti perbedaan antara se-hari dan se-kalpa. Sekarang Saya telah mengungkapkan kepada Anda kemanjuran mendasar dari Keheningan tenang yang cerah sempurna dari enam ini. Ini adalah nilai angka itu. Terserah Anda mau pilih yang mana untuk masuk. Saya akan menjelaskan lebih untuk membantu kemajuan Anda didalam hal itu.

"Para Tathagata dari sepuluh penjuru, mengolah budidaya melalui satu atau yang lain dari delapan belas alam, mencapai yang sempurna, Bodhi yang tak tertandingi. Bagi Mereka, salah satu dari delapan belas itu adalah umumnya memadai. Tapi Anda berada pada tingkat yang rendah dan belum mampu menyempurnakan kebijaksanaan yang nyaman di antara mereka. Oleh karena itu, Saya akan memberikan penjelasan, sehingga Anda akan dapat masuk secara mendalam kedalam pintu itu. Memasuki satu yang tanpa kepalsuan, dan enam organ indra akan secara bersamaan menjadi murni.

Ananda berkata kepada sang Buddha, "Bhagawan, bagaimana Kita menentang arus, masuk secara mendalam kedalam satu pintu, dan menyebabkan enam organ secara bersamaan menjadi murni?"

Sang Buddha berkata kepada Ananda, "Anda telah memperoleh buah hasil dari Pemasuk Arus (Shrotapana). Anda telah mengakhiri pandangan khayalan yang makhluk hidup di tiga alam memiliki, tetapi Anda belum tahu bahwa organ-organ Anda telah mengumpulkan kebiasaan yang tanpa awal. Pemutusan kebiasaan ini harus dilakukan melalui mengolah budidaya. Termasuk berbagai macam seluk-beluk dari kemunculan mereka, tinggal berdiam, berubah, dan berhenti.

"Anda sekarang harus merenungkan enam organ lebih lanjut: apakah mereka satu atau enam? Ananda, jika Anda mengatakan mereka adalah satu, mengapa tidak bisa 'telinga' melihat? Mengapa tidak bisa 'mata' mendengar? Mengapa tidak bisa 'kepala' berjalan? Mengapa tidak bisa 'kaki' berbicara? Jika enam organ adalah pasti enam, maka seperti sekarang Saya menjelaskan yang halus ini, pintu Dharma yang indah untuk Anda dalam perkumpulan majelis ini, yang mana dari enam organ Anda sedang menerimanya? "

Ananda berkata, "Saya mendengar nya dengan telinga Saya."

Sang Buddha berkata, "telinga Anda mendengar sendiri? Apa, kemudian, apakah itu ada hubungannya dengan tubuh dan mulut Anda? Namun Anda bertanya tentang prinsip-prinsip itu dengan mulut Anda, dan tubuh Anda menampilkan pemujaan penuh hormat. Oleh karena itu, Anda harus tahu bahwa jika mereka tidak satu, maka mereka adalah enam. Dan jika mereka tidak enam, mereka harusnya satu. Tapi Anda tidak bisa mengatakan bahwa organ-organ Anda adalah pada dasarnya satu dan enam.

"Ananda, Anda harus tahu bahwa organ-organ ini juga bukanlah satu ataupun bukan enam. Itu adalah dari yang terbalik dan tenggelam ke dalam keterlibatan di seluruh waktu tanpa awal bahwa teori satu dan enam telah menjadi terbuat. Sebagai Shrotapanna, Anda telah mengakhiri enam itu, namun Anda masih belum menyelesaikan lebih jauh dengan satu itu.

"Itu adalah seperti mengisi kekosongan kedalam bejana-bejana yang bentuknya berbeda dan kemudian mengatakan bahwa kekosongan adalah apapun bentuk bejana itu. Dan kemudian, setelah menyingkirkan bejana-bejana itu, melihat pada kekosongan dan mengatakan bahwa itu semua sama. Bagaimana kekosongan bisa menjadi sama atau berbeda pada kesesuaian Anda? Apalagi bisakah Anda menyebutnya 'Satu' atau 'tidak satu.' Anda harus memahami bahwa enam organ aktif yang menerima adalah dengan cara yang sama.

"Penglihatan terjadi karena dua ciri sifat dari kegelapan dan cahaya dan pelekatan mereka seperti melekat kuat pada kesunyian tenang didalam apa yang awalnya adalah kesempurnaan yang indah. Intisari pokok dari 'penglihatan' mencerminkan 'bentuk' dan bergabung dengan bentuk untuk menjadi sebuah organ. Organ ini, yang adalah pada awalnya empat unsur yang murni (tanah bumi,air,api,angin) , disebut mata dan berbentuk seperti buah anggur. Dari empat obyek pemcemaran yang 'organ-organ indera yang terletak di kepala' mengejar, satu ini berlomba mencari bentuk.

"Pendengaran terjadi karena dua gema dari gerakan dan keheningan dan pelekatan mereka seperti melekat kuat pada kesunyian tenang didalam apa yang awalnya adalah kesempurnaan yang indah. Intisari pokok dari 'pendengaran' mencerminkan 'suara' dan bergema dengan itu menjadi organ telinga. Campuran utama dari organ telinga adalah empat unsur yang murni tersebut. Bagian itu yang Kita sebut 'telinga' berbentuk seperti daun segar yang meringkuk. Dari empat obyek pemcemaran yang organ-organ indera mengejar, satu ini dilepaskan pada suara.

"Pencium terjadi karena dua penampilan dari penembusan dan halangan dan pelekatan mereka seperti melekat kuat pada kesunyian tenang didalam apa yang awalnya adalah kesempurnaan yang indah. Intisari pokok dari 'penciuman' mencerminkan 'aroma' dan memahami aroma untuk menjadi organ hidung. Campuran utama dari organ hidung adalah empat unsur yang murni tersebut. Bagian itu yang Kita sebut 'hidung' berbentuk seperti penyepit menggantung yang ganda. Dari empat obyek pemcemaran yang organ-organ indera mengejar, satu ini menyelidiki pada aroma.

"Pengecapan terjadi karena dua campuran dari rasa yang sama dan berbagai macam rasa dan pelekatan mereka seperti melekat kuat pada kesunyian tenang didalam apa yang awalnya adalah kesempurnaan yang indah. Intisari pokok dari 'pengecapani' mencerminkan 'rasa' dan menjadi terjalin dengan rasa untuk menjadi organ lidah. Campuran utama dari organ lidah adalah di dalam empat unsur yang murni tersebut. Bagian itu yang Kita sebut 'lidah' berbentuk seperti bulan sabit. Dari empat obyek pemcemaran yang organ-organ indera mengejar, satu ini mendambakan rasa.

"Perasaan terjadi karena dua pergesekan dari pemisahan dan persatuan, dan pelekatan mereka seperti melekat kuat pada kesunyian tenang didalam apa yang awalnya adalah kesempurnaan yang indah. Intisari pokok dari 'perasaan' mencerminkan hubungan dan merampas hubungan untuk menjadi organ tubuh. Campuran utama dari organ Tubuh adalah di dalam empat unsur yang murni tersebut. Bagian itu yang Kita sebut 'tubuh' berbentuk seperti meja. Dari empat obyek pemcemaran yang organ-organ indera mengejar, satu ini dipaksa oleh hubungan.

"Pengetahuan terjadi karena dua kelanjutan yang terus dari penghasilan dan kepunahan, dan pelekatan mereka seperti melekat kuat pada kesunyian tenang didalam apa yang awalnya adalah kesempurnaan yang indah. Intisari pokok dari 'pengetahuan' mencerminkan 'dharma (=gejala kejadian)' dan mencengkeram mereka untuk menjadi organ pikiran. Campuran utama dari organ pikiran adalah di dalam empat unsur yang murni tersebut. Dari empat obyek pemcemaran yang organ-organ indera mengejar, satu ini mengejar dharma (=gejala kejadian/fenomena).

"Ananda, karena 'pemahaman' ditambahkan ke 'pencerahan', enam organ indra kehilangan intisari pokok mereka dan melekat pada kepalsuan, membatasi kecerdasan mereka. Oleh karena itu, selain dari 'kegelapan' dan 'cahaya' tidak ada zat isi pokok untuk penglihatan untuk Anda sekarang; Selain dari 'gerakan' dan 'keheningan tenang', pada dasarnya adalah tidak ada pembagian dari pendengaran; tanpa 'penembusan' dan 'halangan', sifat alami dari 'penciuman' tidak muncul; tidak adanya berbagai macam dan kesamaan rasa, 'pengecapan' tidak terjadi; tidak adanya 'pemisahan' dan 'persatuan', 'perasaan dari hubungan' adalah secara mendasar tidak ada; tanpa 'kemunculan' dan 'perhentian', pengetahuan diletakkan untuk beristirahat.

"Anda hanya perlu tidak mengikuti dua belas ciri sifat yang berkondisi dari 'gerakan dan keheningan', 'persatuan dan pemisahan', 'kesamaan rasa dan berbagai macam rasa', 'penembusan dan halangan', 'penghasilan dan kepunahan', dan 'kecerahan dan kegelapan'. Dengan demikian, ekstraklah/sulinglah satu organ, bebaskan ia dari kemelekatan, dan tundukkan ia pada inti dalamnya. Setelah ditundukkan, ia akan kembali ke kebenaran utama dan memancarkan kecemerlangan bawaan aslinya. Ketika kecemerlangan itu memancar keluar, lima kemelekatan yang tersisa akan terbebaskan untuk mencapai pembebasan total. "Jangan mengikuti 'pengetahuan' dan 'penglihatan' yang dipengaruhi oleh objek benda dihadapan Anda. 'Pemahaman sejati yang benar' tidak mengikuti dari organ indra. Namun bersarang di organ adalah potensi kesanggupan untuk menemukan 'fungsi aktif yang saling timbal-balik' dari enam organ. Ananda, tidakkah Anda tahu bahwa sekarang didalam perkumpulan majelis Aniruddha adalah buta dan namun bisa melihat, sang naga Upananda adalah tuli dan namun bisa mendengar, dewi sungai Gangga tidak memiliki hidung dan namun mencium wewangian, Gavampati memiliki lidah yang tidak biasa dan namun merasakan rasa, dan dewa Shunyata tidak memiliki tubuh dan namun menyadari hubungan kontak/sentuhan? Dalam cahaya dari Tathagata, dewa Sunyata (kekosongan) ini diterangi sementara sebagai intisari pokok yang sangat halus tanpa zat isi pokok. Dengan cara yang sama, Mahakashyapa, yang juga didalam persamuan ini, berdiam di 'Samadhi Nirvana (Pemusatan Pikiran Kepunahan)', setelah memperoleh keheningan tenang dari tingkat Sravaka (Pendengar Suara). Dia telah lama mengistirahatkan organ pikiran, namun Dia memiliki pengetahuan yang sangat jelas yang tidak diperoleh dari proses berpikir.

"Ananda, jika Anda benar-benar sepenuhnya dapat mengekstrak semua organ Anda, Anda akan bersinar dengan kecemerlangan batin. Kemudian benda tercemar yang tidak kekal dan semua gejala kejadian yang berubah dari dunia jasmani akan menjadi seperti es yang meleleh oleh cairan panas. Menanggapi pikiran Anda, perubahan bentuk itu akan membawa pencerahan Bodhi yang tak tertandingi. Ananda, anggaplah seorang yang memiliki penglihatan terbatas pada matanya. Jika Anda tiba-tiba menyebabkan dia menutup matanya, dia akan melihat kegelapan di depannya. Enam organ akan diselimuti kegelapan total. Dari kepala sampai kaki dia akan mengalami hal itu. Jika orang itu menelusuri bentuk dari hal-hal yang ada diluar dengan tangannya, maka meskipun dia tidak dapat melihat, dia bisa mengenali seseorang dari kepala dan kaki. Pencerahan juga seperti itu. Jika cahaya adalah kondisi yang diperlukan untuk melihat, maka kegelapan akan membawa ketiadaan penglihatan. Namun untuk melihat tanpa cahaya akan berarti bahwa tidak ada perwujudan kegelapan yang dapat mengaburkan penglihatan. Setelah organ dan benda tiba-tiba mencair, bagaimana bisa kecemerlangan tercerahkan yang menghasilkan menjadi tiada apapun selain 'sempurna' dan 'indah'? "

Ananda berkata kepada sang Buddha, "Bhagawan, karena sang Buddha telah berkata, 'tekad untuk pencerahan pada penyebab dasar yang berusaha mencari keabadian harus bersesuaian dengan dasar dari buah hasil. Bhagawan, dasar dari buah hasil adalah Bodhi;. Nirvana : Kebenaran yang demikian; Sifat alami KeBuddhaan, Kesadaran sempurna tanpa noda (Amala vijnana), KeKosongan Tathagata-garbha, Kebijaksanaan Cermin Yang Besar Sempurna. Tapi meskipun itu dipanggil dengan tujuh nama ini, itu adalah murni dan sempurna, isi pokok zat nya adalah abadi, seperti Vajra raja, yang abadi dan tidak bisa dihancurkan. Jika 'penglihatan, pendengaran, dan sisanya' pada akhirnya 'tanpa isi pokok zat terpisah' dari 'terang dan kegelapan, gerakan dan keheningan, dan penembusan dan halangan dan sisanya' maka mereka akan seperti pikiran yang, selain objek tujuan dekat indera, tidak ada sama sekali. Bagaimana mungkin penghapusan akhir seperti itu menjadi penyebab dimana seseorang mengolah dengan harapan mendapatkan tujuh kali lipat buah hasil abadi sang Tathagata ? Bhagawan, jika penglihatan adalah pada akhirnya kosong terlepas dari terang dan kegelapan, sama seperti pikiran berhenti dengan sendirinya didalam ketiadaan objek tujuan dekat indera. Kemudian perbandingan Saya menjadi melingkar, dan tidak peduli seberapa hati-hati Saya mencari, tampaknya tidak ada hal seperti itu sebagai pikiran Saya atau apa yang berhubungan dengan itu. Hanya apakah yang harus digunakan untuk mencari Pencerahan Bodhi yang tak tertandingi? Sang Tathagata sebelumnya mengarahkan pada intisari pokok yang hening-tenang, yang sempurna dan abadi. Pertentangan Nya yang sekarang menentang keyakinan dan digunakan untuk ajaran yang menganggur. Bagaimana bisa kata-kata sang Tathagata menjadi benar dan sesungguhnya? Saya hanya berharap sang Buddha akan membiarkan kasih sayang yang besar turun dan mengajar Kami yang tidak mengerti dan yang memegang dengan erat.

Sang Buddha berkata kepada Ananda, "Anda belajar dan banyak mendengar, tapi Anda belum mengakhiri arus perpindahan keluar. Dalam pikiran Anda, Anda hanya tahu penyebab dari yang menjadi terbalik. Tetapi ketika pembalikan yang sesungguhnya menyatakan wujud, Anda benar-benar tidak bisa mengenalinya lagi. Agar jangan sampai ketulusan dan keyakinan Anda tetap tidak mencukupi, Saya akan mencoba untuk memanfaatkan kejadian biasa untuk menghilangkan keraguan Anda. "

Kemudian sang Tathagata memerintahkan Rahula untuk memukul lonceng sekali, dan Dia bertanya kepada Ananda, "Kamu dengar itu?" Ananda dan para anggota majelis yang berjumlah besar semua berkata, "Kami mendengar itu." Lonceng itu berhenti terdengar, dan sang Buddha kembali bertanya, "Kamu dengar itu sekarang?" Ananda dan anggota majelis yang berjumlah besar semuanya berkata, "Kami tidak mendengarnya." Kemudian Rahula memukul lonceng lagi. Sang Buddha kembali bertanya, "Kamu dengar itu sekarang?" Ananda dan perkumpulan majelis yang berjumlah besar kembali mengatakan, "Kami mendengarnya." Sang Buddha bertanya kepada Ananda, "Apa yang Anda dengar, dan apa yang Anda tidak dengar?" Ananda dan anggota majelis yang berjumlah besar semuanya berkata kepada sang Buddha, "Ketika lonceng dibunyikan, Kami mendengar itu. Setelah suara lonceng berhenti, sehingga bahkan gaungnya jauh memudar, Kami tidak mendengarnya."

Sang Tathagata kembali memerintahkan Rahula untuk memukul lonceng, dan betanya kepada Ananda, "Apakah ada suara sekarang?" Ananda dan anggota perkumpulan majelis yang berjumlah besar semuanya berkata, "Ada suara." Setelah waktu singkat suara itu berhenti, dan sang Buddha bertanya lagi, "Apakah ada suara sekarang? ' Ananda dan anggota perkumpulan majelis yang berjumlah besar menjawab, "Tidak ada suara." Setelah beberapa saat, Rahula kembali memukul lonceng, dan sang Buddha bertanya lagi, "Apakah ada suara sekarang?" Ananda dan anggota perkumpulan majelis yang berjumlah besar berkata bersama-sama, "Ada suara. " Sang Buddha bertanya kepada Ananda," Apa yang dimaksud dengan 'suara', dan apa yang dimaksud dengan 'tidak ada suara? " Semua orang dalam perkumpulan majelis yang berjumlah besar termasuk Ananda menceritakan kepada Sang Buddha, "Ketika lonceng dipukul ada suara. Begitu suara berhenti dan bahkan gema memudar pergi, dikatakan tidak ada suara."

Sang Buddha berkata kepada Ananda dan perkumpulan majelis yang berjumlah besar, "Mengapa Kamu tidak sesuai dalam apa yang Anda katakan?" Anggota perkumpulan majelis yang berjumlah besar dan Ananda kemudian bertanya kepada sang Buddha, "Dalam hal apa yang telah Kami tidak sesuai?" Sang Buddha berkata, "Ketika Saya bertanya apakah itu pendengaran Anda, Anda bilang itu pendengaran Anda. Lalu, ketika Saya bertanya apakah itu suara, Anda bilang itu suara. Saya tidak bisa memastikan dari jawaban Anda apakah itu adalah pendengaran atau apakah itu adalah suara. Bagaimana Anda bisa tidak mengatakan bahwa tidak sesuai? Ananda, ketika suara hilang tanpa gema, Anda mengatakan tidak ada pendengaran. Jika benar-benar tidak ada pendengaran, sifat alami pendengaran akan jadi berhenti. Itu akan seperti kayu mati. Jika kemudian lonceng dibunyikan lagi, bagaimana Kamu tahu? Apa yang Anda ketahui berada di sana atau tidak berada di sana adalah objek pemcemaran suara yang tampak muncul dan berhenti. Tapi bagaimana bisa sifat alami pendengaran berada di sana atau tidak berada di sana? 'Dan jika pendengaran adalah sungguh', seperti pendapat Anda, 'tidak ada disana', siapa yang akan tahu itu tidak ada disana?

"Dan jadi, Ananda, suara yang Anda dengar adalah apa yang timbul dan berhenti. Sifat alami pendengaran Anda tidak muncul dan berhenti berdasarkan pada timbul dan berhentinya suara yang Anda dengar. Anda begitu terbalik sehingga Anda keliru mempersamakan suara untuk pendengaran. Tidak heran Anda begitu bingung bahwa Anda menganggap 'apa yang kekal' menjadi 'pembinasaan'. Pada akhirnya, Anda tidak bisa mengatakan bahwa tidak ada 'sifat alami pendengaran' selain 'gerakan' dan 'keheningan', dari 'gangguan halangan' dan 'penembusan' dan sisanya.

" Anggaplah orang yang jatuh ke dalam tidur nyenyak ketika sambil tidur siang di tempat tidurnya . Sementara ia sedang tidur , seseorang dalam rumah tangganya mulai memukul pakaian atau menumbuk padi . Dalam mimpinya , orang itu mendengar suara pemukulan dan penumbukan dan menganggapnya sebagai sesuatu yang lain, mungkin sebagai pemukulan gendang atau bunyi lonceng . Dalam mimpinya ia bertanya-tanya mengapa lonceng berbunyi seperti batu atau kayu . Tiba-tiba ia terbangun dan segera mengenali suara penumbukan. Ia menceritakan kepada para anggota keluarganya , " saya barusan mengalami mimpi di mana saya salah mengira suara penumbukan sebagai suara gendang. Ananda , bagaimana orang ini dalam keadaan mimpi mengingat 'keheningan' dan 'gerakan' , 'penembusan' dan 'gangguan halangan' ? Meskipun ia secara tubuh jasmani tertidur , sifat alami pendengaran nya tidaklah tidak jelas .

" Bahkan ketika keberadaan tubuh jasmani Anda mencair dan kekuatan hidup Anda berubah dan berkurang , bagaimana mungkin sifat alami itu mencair dan hilang dari Anda ? Tetapi karena makhluk , dari waktu tanpa awal , telah mengejar bentuk dan suara dan telah mengikuti pikiran mereka ketika pikiran mereka berputar dan mengalir, mereka masih tidak tercerahkan dengan sifat alami kemurnian abadi yang indah . mereka tidak selaras dengan apa yang abadi , tapi mengejar hal-hal yang tunduk pada 'kemunculan' dan 'kelenyapan' . Itulah yang menyebabkan mereka untuk dilahirkan lagi dan lagi , mengalir dan berputar dalam kekotoran . Tapi jika mereka menolak 'kemunculan' dan 'kelenyapan' dan menjunjung tinggi 'kebenaran abadi' , 'cahaya abadi' akan muncul , dan dengan itu , organ indera , objek tujuan pencemaran dan kesadaran akan menghilang . Maka Anda harus menjaga jarak dari kekotoran batin dari perwujudan pikiran dan keadaan nafsu dari kesadaran . Kemudian Dharma-caksu (mata Dharma) Anda akan secara sesuai menjadi murni dan cerah. Dan , bagaimana Anda dapat gagal untuk mencapai Pencerahan Bodhi yang tak tertandingi ? "



Om Ami dewa si



Pujian kepada Ananda dan Pancaran Sinar Mahkota Buddha dari Para Tathagata Yang Berdiam di Sepuluh Penjuru Arah

Ananda berkata kepada sang Buddha , " Bhagawan , meskipun sang Tathagata telah menjelaskan kemutlakan kedua ini , karena Saya sekarang menganggap seseorang yang ingin membuka simpul , jika ia tidak dapat menemukan pusatnya , ia tidak akan pernah menyebabkan simpul itu dibalikkan ke semula . Bhagavan , Saya dan semua Pendengar lainnya dalam perkumpulan majelis yang berjumlah besar yang tidak melampaui penelitian adalah dengan cara yang sama . Dari waktu tanpa awal Kami telah disertai dalam kelahiran dan kematian oleh kegelapan batin ketidaktahuan . Kami telah mendapatkan akar-akar yang baik dari pengetahuan dan dikatakan telah meninggalkan kehidupan rumah tangga, namun bahkan Kami bertindak seperti orang dengan penyakit malaria yang berulang-ulang . Saya hanya berharap , Yang Maha Pengasih , bahwa Anda akan memberi belas kasihan pada Kami yang tenggelam dan hanyut . Simpul apakah yang ada didalam tubuh dan pikiran Kami dan bagaimana Kami melepaskan nya? Penjelasan Anda juga akan memungkinkan makhluk di masa depan yang berada dalam penderitaan dan yang kesulitan untuk menghindari perputaran kelahiran kembali dan menjaga mereka dari terjatuh ke tiga alam keberadaan . "

Setelah mengatakan itu , Dia dan semua orang di seluruh perkumpulan majelis yang berjumlah besar bersujud penuh. Dia menangis deras , dan dengan harapan tulus menunggu petunjuk yang tak tertandingi dari sang Buddha , sang Tathagata.

Kemudian sang Bhagavan berbelas kasihan kepada Ananda dan mereka yang berada didalam perkumpulan majelis dengan sesuatu yang tersisa untuk belajar , serta kepada makhluk dari masa depan yang memiliki potensi untuk melampaui dunia dan untuk mengembangkan wawasan . Dia mengusap mahkota kepala Ananda dengan tanganNya yang bersinar dengan warna Jambunada ungu muda keemasan .

Seketika itu, semua Buddhaksetra dari sepuluh penjuru bergetar dalam enam cara . Para Tathagata yang banyaknya seperti butiran terkecil atom dari alam semesta , masing-masing tinggal berdiam di dunia masing-masing Mereka , memancarkan sebuah cahaya yang berharga dari Mahkota Kepala Mereka . Pada satu saat yang sama cahaya Mereka pergi dari negara Mereka Sendiri menuju ke Hutan Jetavana dan Memberkati Mahkota dari Kepala Tathagata (Tathagata-usnisa). Semua dalam perkumpulan majelis menerima manfaat baik yang belum pernah terjadi sebelumnya . Kemudian Ananda dan semua orang dalam perkumpulan majelis yang berjumlah besar mendengar para Tathagata yang banyaknya seperti butiran terkecil atom dari alam semesta seluruh sepuluh penjuru arah berbicara kepada Ananda dengan mulut yang berbeda tetapi dengan satu suara : "Bagus sekali, Ananda ! Anda ingin mengakui ketidaktahuan bawaan halus milik Anda yang menyebabkan Anda berputar pada roda . Asal dari 'simpul kelahiran dan kematian' adalah hanya enam organ indera Anda dan tidak ada yang lain . Anda juga ingin memahami Bodhi yang tak tertandingi , sehingga Anda dapat dengan cepat menyadari kebahagiaan , kebebasan , ketenangan, dan keabadian yang indah . Itu juga, adalah enam organ indera Anda dan tidak ada yang lain . "

Sang Buddha berkata kepada Ananda , " Organ indera dan benda-benda objek tujuan adalah sumber yang sama . 'Belenggu ikatan' dan 'pembebasan' mereka bukanlah hal yang berbeda . Sifat alami dari kesadaran adalah kosong dan palsu, sama seperti bunga di langit ruang angkasa. Ananda , kesadaran timbul dikarenakan oleh objek tujuan yang tercemar . Gejala kejadian ada karena disebabkan oleh organ indera.'Gejala kejadian' dan 'tanggapan penglihatan' adalah keduanya tanpa sifat alami mereka sendiri . mereka saling mendukung sama seperti terjalinnya alang-alang . Oleh karena itu , menciptakan 'pengetahuan' didalam 'tanggapan penglihatan yang tercerahkan' adalah 'kegelapan batin ketidaktahuan' yang mendasar . Untuk menjadi tiada 'tanggapan penglihatan' didalam 'tanggapan penglihatan yang tercerahkan' adalah kemurnian yang sesungguhnya dari 'Nirvana' yang tiada aliran arus keluar. Mengapa mencoba untuk menempatkan sesuatu yang lain didalam ini? "

Kemudian sang Bhagavan , ingin menyatakan kembali artinya , berbicara Geya gatha (Syair yang dinyanyikan) , mengatakan :

" Dalam sifat alami sejati , sesuatu yang berkondisi adalah kosong .

Kondisi yang muncul adalah seperti khayalan ilusi .

Sesuatu yang tidak berkondisi adalah tidak muncul atau tidak berhenti .

Tidak nyata adalah mereka , seperti bunga di langit ruang angkasa.

Untuk berbicara tentang kepalsuan adalah untuk mengungkapkan yang sebenarnya .

Namun kedua 'yang palsu' dan 'yang benar' adalah 'kepalsuan mereka sendiri' .

Karena 'tak ada kebenaran' ataupun 'tidak ada ketidakbenaran' ,

Bagaimana mungkin ada 'pelihat' dan 'terlihat' ?

Antara kedua itu tidak ada 'sifat alami sesungguhnya' yang ada;

Jadi mereka disamakan dengan alang-alang yang melilit.

Ikatan simpul dan pembebasan mereka memiliki penyebab yang sama .

Jalan Orang bijak dan jalan orang-orang biasa adalah bukan dua .

Menganggap sifat alami dari yang saling terkait melilit :

Mereka tidak kosong ataupun tidak ada.

Kebingungan yang gelap hanyalah kebodohan ;

Membawanya ke cahaya adalah pembebasan .

Ikatan simpul harus dibuka berturut-turut ,

Ketika enam itu dilepaskan ,

Bahkan salah satu menjadi berhenti .

Pilihlah satu organ yang diinginkan untuk penembusan sempurna;

Masuki aliran arus itu dan capai pencerahan yang tepat .

Sangat halus , kesadaran Adana ,

Membuat pola kebiasaan yang mengalir di dalam semburan arus deras .

Khawatir Anda akan membingungkan kebenaran dengan apa yang bukan ,

Saya jarang memberitahu Anda semua ini .

Dengan pikiran Anda sendiri , Anda berpegang di pikiran Anda sendiri ;

Apa yang bukan khayalan menjadi khayalan ilusi .

Jangan berpegang dan tidak ada yang tidak akan menjadi khayalan ilusi .

Karena bahkan yang bukan khayalan ilusi tidak muncul ,

Bagaimana bisa dharma khayalan ditetapkan ?

Ini disebut bunga teratai yang indah menakjubkan,

Raja permata Vajra dari Pencerahan Bodhi.

Dalam Samapatti ini yang disamakan dengan khayalan ilusi ,

Melampaui ke tingkat di luar pembelajaran .

Abhidharma ini, tak tertandingi ,

Adalah jalan tunggal melalui gerbang Nirvana ,

Yang Diambil oleh para Bhagavan di sepuluh penjuru . "

Ketika Ananda dan perkumpulan majelis yang berjumlah besar mendengar yang tiada tanding , ajaran penuh kasih dari Sang Buddha , Sang Tathagata , Syair Geya yang serasi dan yang cemerlang dengan prinsip penembusan nya yang jelas dan yang indah menakjubkan, hati dan mata Mereka menjadi terbuka , dan Mereka berseru bahwa Dharma ini belum pernah terjadi sebelumnya .

Ananda merangkapkan dua telapak tanganNya beranjali , membungkuk , dan berkata kepada sang Buddha , " Setelah mendengar yang tak terbatas , yang sangat baik, ungkapan pernyataan yang benar dan sesungguhnya dari Dharma yang murni didalam sifat alami dan abadi yang indah menakjubkan dari sang Buddha, Saya masih belum mengerti urutan untuk melepaskan ikatan simpul itu sehingga ketika enam itu terlepas , satu itu juga menghilang . Saya hanya berharap Anda akan berbelas kasih , dan sekali lagi berbelas kasih dengan persamuan ini dan orang-orang di masa depan , dengan menawarkan Kami penjelasan tentang Dharma untuk mencuci dan membilas akar kekotoran batin yang mendalam milik Kami .


Terakhir diubah oleh skipper tanggal Mon Oct 21, 2013 12:19 am, total 21 kali diubah

skipper

Jumlah posting : 439
Join date : 27.11.08
Age : 28

Lihat profil user http://aryamahayana.forumup.com

Kembali Ke Atas Go down

Suramgama Usnisa Sitatapatra Mahayana Suttram

Post by skipper on Sat Sep 28, 2013 6:29 pm

Kemudian , di atas takhta singa , sang Tathagata meluruskan jubah Nirvana Nya , mangatur ikat pinggang samghati Nya , memegang meja yang terhias dengan tujuh permata mulia, mengulurkan tangan ke atas meja dan mengambil sebuah kain indah yang diberikan kepadanya oleh dewa dari surga Suyama . Kemudian , saat perkumpulan majelis menyaksikan , Dia mengikatnya menjadi ikatan simpul dan menunjukkannya kepada Ananda , dengan bertanya , " Disebut apakah ini ? " Ananda dan perkumpulan majelis yang besar menjawab bersama-sama , " Itu disebut ikatan simpul . " Kemudian Sang Tathagata mengikat simpul lain dalam kain yang indah itu dan bertanya kepada Ananda lagi , " Disebut apakah ini ? " Ananda dan perkumpulan majelis yang besar sekali lagi menjawab bersama-sama , " Itu juga, disebut ikatan simpul . " Dia melanjutkan pola ini sampai Dia mengikat enam simpul di kain yang indah itu. Saat Dia membuat setiap simpul , Dia mengangkatnya ke Ananda dan bertanya , " Disebut apakah ini? " Dan setiap kali Ananda dan perkumpulan majelis yang besar menjawab Sang Buddha dengan cara yang sama : " Itu disebut ikatan simpul . "

Sang Buddha berkata kepada Ananda , " Ketika Saya pertama kali mengikat kain itu, Anda menyebutnya ikatan simpul . Karena kain yang indah itu pada dasarnya adalah potongan tunggal bagaimana Anda bisa memberikan jawaban yang sama untuk kedua dan ketiga kalinya ? " Ananda berkata kepada Sang Buddha , " Bhagawan , kain yang indah ini adalah hanya satu bagian , tetapi cara Saya mengerti , ketika sang Tathagata membuat satu ikatan , itu disebut sebuah simpul . Jika Dia membuat seratus ikatan , mereka akan disebut seratus simpul . dan sekarang tepatnya enam simpul - bukan lima atau tujuh telah terikat dalam kain itu, mengapa Sang Tathagata hanya membolehkan Saya untuk berbicara dari satu simpul , bukan dari dua atau tiga ? "

Sang Buddha berkata kepada Ananda , " Anda tahu bahwa kain berharga ini pada dasarnya adalah satu potong , tapi ketika Saya membuat enam ikatan di dalamnya, Anda mengatakan ia memiliki enam ikatan simpul. Hati-hati mempertimbangkan isi pokok zat dari kain itu : Ia tetap tidak berubah kecuali untuk ikatan simpul di dalamnya . " Apa yang Anda pikirkan ? Anda mengenali simpul pertama yang Saya ikat sebagai nomor satu . Sekarang Saya siap untuk mengikat simpul keenam. Apakah Anda juga menyebutnya nomor satu ? " " Tidak, Bhagawan . Jika ada enam simpul , simpul keenam tidak pernah bisa disebut yang pertama . Bahkan jika Saya menghabiskan semua kecerdasan dan kefasihan Saya dalam kehidupan demi kehidupan , Saya bisa membalikkan urutan dari enam simpul ini .

Sang Buddha berkata , " Jadi demikian itu juga. Keenam simpul itu adalah tidak sama. Pertimbangkan asal mereka : Mereka diciptakan dari satu kain dan diikat dalam urutan tertentu. Ini akan menjadi mustahil untuk mengaduk urutan itu. Enam organ indera Anda adalah juga seperti itu . Dari apa yang sama , 'perbedaan yang mutlak' muncul. " Sang Buddha berkata kepada Ananda , " Dengan anggapan Anda tidak menginginkan enam simpul ini dan ingin hanya ada menjadi satu kain , bagaimana Anda bisa mencapai tujuan itu ? "

Ananda berkata , " Selama simpul ini tetap ada, perdebatan mengenai 'apa yang mereka' dan 'apa yang bukan mereka' akan muncul . Keberadaan mereka akan menyebabkan perbedaan seperti 'simpul ini tidak menjadi simpul itu' dan 'simpul itu tidak menjadi satu ini' . Tetapi jika sang Tathagata melepaskan mereka semua sekarang, sehingga tidak ada yang tersisa , maka tidak akan ada 'ini' atau ' itu'. " Bahkan tidak akan ada menjadi apapun yang disebut 'satu' , berapa banyak yang kurang 'enam' . "

Sang Buddha berkata , " Itu adalah juga apa yang terjadi ketika enam organ indera terbebaskan : Bahkan satu itu hilang. Karena dari waktu tanpa awal pikiran dan sifat alami Anda telah sakit dan terganggu , Anda telah menciptakan pengetahuan dan pandangan yang palsu. Karena 'kepalsuan' yang terus timbul tanpa jeda , 'tanggapan penglihatan' menjadi lelah dan 'kekotoran batin' muncul. Sama seperti bunga berputar yang muncul ketika mata mulai lelah menatap , ini juga merupakan gangguan yang muncul tanpa sebab didalam yang hening tenang , sifat dasar kecerahan . Segala sesuatu di dunia - pegunungan , sungai , tanah bumi itu sendiri , serta kelahiran, kematian , dan Nirvana - adalah bunga-bunga ini yang muncul dikarenakan oleh Kita sedang diputar terbalik oleh 'pikiran sakit' dan 'kelelahan' . "

Ananda berkata , " kelelahan ini adalah sama seperti simpul ini . Bagaimana Kami melepaskan mereka? "

Sang Tathagata memegang kain yang bersimpul itu, menarik di ujung kiri nya , dan bertanya kepada Ananda , " Apakah ini cara untuk melepaskan mereka? " " Bukan , Bhagawan . " Kemudian Sang Buddha menarik di ujung kanan nya dan kembali bertanya kepada Ananda , " Apakah ini cara untuk melepaskan mereka? " " Bukan , Bhagawan . " Sang Buddha berkata kepada Ananda , " Sekarang Saya telah menarik kain itu ke kiri dan kanan dan masih belum mampu untuk mengembalikan simpul itu . Cara apa yang Anda usulkan untuk melepas mereka? " Ananda berkata kepada Sang Buddha , " Bhagawan , Anda harus melepaskan simpul dari pusat mereka. Kemudian mereka akan jadi terlepas . " Sang Buddha berkata kepada Ananda , " Jadi demikianlah juga , jadi demikianlah juga . Jika Anda ingin melepaskan mereka , Anda harus melepaskan mereka dari pusat. Ananda , Buddha Dharma yang Saya jelaskan muncul dari sebab dan kondisi . Tapi itu tidak berarti menggenggam pada pencampuran dan penyatuan dari yang kasar , penampilan duniawi . Sang Tathagata memahami semua yang duniawi dan dharma yang melampaui duniawi dan mengetahui penyebab dasar mereka dan kondisi apa yang membawa mereka menjadi ada . Ini adalah begitu juga sejauh yang Saya tahu berapa banyak tetesan air hujan yang jatuh seperti banyak dunia yang jauh dari sini seperti adanya butiran debu di sungai Gangga. Yang sama adalah berlaku dari segala hal yang dapat Anda lihat: Mengapa 'pinus' lurus , mengapa 'semak berduri' bengkok , mengapa 'angsa' putih , mengapa 'gagak' hitam - Saya mengerti semua alasan ini. Oleh karena itu , Ananda , Anda dapat memilih manapun salah satu dari enam organ indra yang Anda inginkan. Jika simpul dari organ indra dihapus , maka 'gejala kejadian yang mencemarkan' menghilang dengan sendirinya dan semua 'kepalsuan' menjadi berhenti. Jika apa yang tersisa adalah tidak benar , maka mana yang Anda harapkan untuk menemukan kebenaran ? Ananda , sekarang Saya bertanya kepada Anda , bisakah enam simpul kain yang indah itu dibuka secara serempak dan dilepaskan semuanya sekaligus ? "

" Tidak , Bhagawan . Karena simpul itu pada awalnya dibuat secara berurutan , sekarang mereka harus dibuka secara berurutan. Isi pokok zat dari enam simpul itu adalah sama , tetapi mereka tidak dibuat secara serempak bersamaan , dan sekarang ketika mereka dilepaskan , bagaimana mungkin mereka dibuka secara bersamaan ? "

Sang Buddha berkata , " Melepaskan enam organ indra adalah dengan cara yang sama . Ketika organ indera mulai akan dilepaskan , orang menyadari kekosongan dari orang pada pertama sekali. Ketika 'sifat alami dari kekosongan' sepenuhnya dipahami , maka orang dilepaskan dari 'dharma (catatan : 'd'harma = gejala kejadian, 'D'harma = ajaran sang Buddha)' . Sekali seseorang terbebaskan dari dharma , tiada jenis dari kekosongan akan timbul . Itu disebut 'Kesabaran dengan Tanpa Pembuatan yang para Bodhisattva capai melalui 'Samadhi =(Pemusatan Pikiran)'. "

Setelah menerima petunjuk ajaran sang Buddha , Ananda dan perkumpulan majelis yang besar memperoleh kebijaksanaan dan kesadaran yang secara sempurna menembus dan bebas dari keraguan dan khayalan . Semuanya pada waktu yang sama , Mereka menempatkan telapak tangan Mereka beranjali , dan membungkuk di kaki Sang Buddha . Ananda lalu berkata kepada Sang Buddha , "Hari ini badan dan pikiran Kami diterangi , dan Kami bahagia terbebas dari gangguan halangan. Kami telah memahami makna dari pengakhiran dari enam dan satu. Namun, Kami belum berkembang ke yang mendasar, penembusan yang sempurna . Bhagawan , Kami yang telah menyimpang dan menggeleparkan jalan Kami melalui kalpa setelah kalpa , tanpa tempat tinggal dan sendirian , tidak tahu , Kami tidak pernah membayangkan bahwa Kami bisa bertemu Sang Buddha dalam hubungan yang begitu dekat . Kami seperti Bayi hilang yang tiba-tiba menemukan Ibu mereka yang penuh kasih sayang . Jika karena pertemuan ini Kami menyadari sang Jalan , [ itu tidak akan sia-sia ] . Jika Kami memperlakukan petunjuk tersembunyi ini dengan 'cara pemahaman dulu' Kami, itu akan menjadi sama seolah Kami bahkan tidak mendengar nya . Kami hanya berharap Yang Maha Pengasih akan memberikan kepada Kami 'yang tersembunyi secara mendalam' sebagai petunjuk ajaran akhir dari Sang Tathagata . " Setelah mengatakan ini Ananda bersujud , mundur , dan dengan diam menantikan pengiriman yang sukar dipahami dari sang Buddha .




Jalan Bijaksana dari Samadhi

Kemudian sang Bhagavan berkata kepada semua orang didalam perkumpulan majelis yang adalah para Bodhisattva besar dan para Arahat besar dengan arus perpindahan keluar Mereka yang telah padam , " Kalian semua para Bodhisattva dan para Arahat yang lahir dari dalam Dharma Saya dan yang telah mencapai tahap di luar penelitian , sekarang Saya bertanya kepada Anda : Ketika Anda pertama kali melahirkan tekad Anda dan menjadi tercerahkan pada delapan belas alam , yang mana salah satunya dari ini yang membawa penembusan sempurna? Melalui jalan bijaksana manakah Anda memasuki Samadhi ?

Kaundinya , dengan yang lainnya dari kelompok lima bhiksu pertama (Pancavaggiya Bhiksu) , bangkit dari tempat dudukNya , bersujud di kaki Sang Buddha , dan berkata kepada Sang Buddha , " Ketika Saya berada di Taman Rusa Mrgadava dan Taman Kukkuta (burung pegar), Saya mengamati sang Tathagata segera setelah pencapaian Nya pada sang Jalan. Setelah mendengar suara Sang Buddha , Saya memahami Empat Kesunyataan Mulia . Sang Buddha mempertanyakan Kami para Bhiksu . Karena Saya 'yang pertama mengerti' , sang Tathagata menetapkan Saya dan menamakan Saya 'Ajnata' . Suara -Nya yang indah adalah 'rahasia' dan 'meresap kesemua' . Itu adalah melalui Suara bahwa Saya menjadi Arhat . Sang Buddha bertanya tentang penembusan sempurna . Karena Saya telah ditetapkan untuk itu , 'Suara' adalah 'Cara Utama' . "

Upanishad lalu bangkit dari tempat dudukNya , bersujud di kaki Sang Buddha , dan berkata kepada Sang Buddha , " Saya juga melihat Sang Buddha ketika Dia pertama kali menyelesaikan sang Jalan. Saya belajar untuk merenungkan ciri sifat dari kekotoran sampai Saya menjadi membenci itu dan hingga memahami bahwa sifat alami dari 'semua bentuk rupa' adalah tidak bersih. Tulang-tulang dan debu-debu halus semuanya kembali ke kekosongan, dan sehingga kedua 'kekosongan' dan 'bentuk rupa' terselesaikan dengan baik . Dengan pencapaian ini , Saya mencapai 'Jalan di luar dari penelitian' . Para Tathagata menetapkan Saya dan menamakan Saya 'Upanishad' . Objek tujuan dari bentuk menjadi berakhir , dan 'bentuk yang indah menakjubkan (surupa)' adalah rahasia dan meresap kesemua. Dengan demikian , itu adalah melalui ciri sifat dari bentuk rupa bahwa Saya menjadi seorang Arhat . Sang Buddha bertanya tentang penembusan sempurna . Karena Saya telah ditetapkan untuk itu , 'Bentuk-bentuk rupa' adalah 'Cara Utama'. "

Pemuda yang murni, sang Bodhisattva yang bernama 'Gandha Pratimandita' ('Terhiasi oleh Keharuman Wewangian') , bangkit dari tempat dudukNya , bersujud di kaki Sang Buddha , dan berkata kepada Sang Buddha , " Saya mendengar sang Tathagata mengajarkan Saya untuk merenungkan dengan penuh perhatian semua gejala kejadian yang berkondisi. Saya kemudian meninggalkan Sang Buddha dan tinggal berdiam dengan tenang di kediaman murni. Saya mengamati bahwa ketika tempat tinggal para Bhiksu menyala pancangan dupa cendana , aroma wangi diam-diam memasuki lubang hidung Saya, Saya merenungkan wewangian ini : itu tidak datang dari kayu , itu tidak datang dari kekosongan , itu tidak datang dari asap , dan itu tidak datang dari api . Tidak ada tempat ia berasal dan tidak ada tempat ia pergi. Dikarenakan oleh itu , pikiran yang membeda-bedakan milik Saya menjadi terhalau , dan Saya mencapai ketiadaan dari arus perpindahan keluar . Para Tathagata menetapkan Saya dan memanggil Saya 'Gandha Pratimandita'. Aroma wewangian pencemaran tiba-tiba menghilang , dan Aroma wewangian yang indah menakjubkan adalah rahasia dan meresap kesemua. Itu adalah melalui penghiasan wewangian bahwa Saya menjadi Arhat . Sang Buddha bertanya tentang penembusan sempurna . Karena saya telah ditetapkan untuk itu , 'Terhiasi oleh Keharuman Wewangian' adalah 'Cara Utama' . "

Dua Pangeran Dharma , Bhaisajya raja ( Raja Obat ) dan Bhaisajya samudgata (Obat Unggul) , dan lima ratus Brahma deva dalam perkumpulan majelis bangkit dari kursi Mereka , membungkuk di kaki Sang Buddha , dan berkata kepada Sang Buddha , Dari ribuan kalpa yang tanpa awal sampai sekarang , Kami telah menjadi Penyembuh yang baik bagi dunia . Mulut Kami telah merasakan banyak tumbuhan , kayu , logam , dan batu dari dunia Saha , seratus delapan ribu rasa . Kami tahu secara lengkap rasa pahit , asam, asin , hambar , manis , dan rasa pedas, dan sejenisnya , dalam semua campuran mereka dan perubahan yang melekat . Kami memiliki pengetahuan yang mendalam tentang apakah mereka dingin atau panas , beracun atau tidak beracun . Ketika melayani Sang Tathagata, Kami menjadi tahu bahwa sifat alami dari rasa bukanlah kosong ataupun bukan ada , atau bukan tubuh atau bukan pikiran , atau bukan terlepas dari tubuh atau pikiran . Kami menjadi tercerahkan dengan membedakan antara rasa . Sang Tathagata menyegel dan menetapkan Kami bersaudara dan menamakan Kami Bodhisattva Bhaisajyaraja dan Bhaisajyasamudgata . Sekarang dalam perkumpulan majelis Kami Pangeran Dharma yang telah naik ke tingkat Bodhisattva karena telah menjadi tercerahkan dengan cara 'Rasa' . Sang Buddha bertanya tentang penembusan sempurna. Karena Kami telah ditetapkan untuk itu , 'Penyebab dari rasa' adalah 'Cara Utama' . "

Bhadrapala dan enam belas raja tercerahkan yang adalah teman-temannya , bangkit dari kursi Mereka , membungkuk di kaki Sang Buddha , dan berkata kepada Sang Buddha : " Kami pertama kali mendengar Dharma dan meninggalkan kehidupan rumah tangga mengikuti 'Buddha Bhisma Garjita Ghosa Svara Raja (Buddha Raja Auman Suara Petir Agung)'  , ketika waktu bagi Sangha untuk mandi , Saya mengikuti kebiasaan dan memasuki pemandian. Tiba-tiba Saya terbangun dengan kenyataan bahwa air tidak membasuh debu , juga tidak membersihkan tubuh . Dan pada saat itu Saya menjadi penuh kedamaian dan mencapai keadaan dari menjadi tiada apapun . Sampai hari ini , Saya tidak pernah melupakan pengalaman itu. Setelah meninggalkan rumah dengan sang Buddha, Saya telah maju di luar penelitian . Sang Buddha menamakan Saya 'Bhadrapala' . 'Sentuhan yang indah menakjubkan' terungkap , dan Saya mencapai tingkat dari menjadi siswa sang Buddha. Sang Buddha bertanya tentang penembusan sempurna . Karena Saya telah ditetapkan untuk itu , 'Sentuhan' adalah 'Cara Utama'. "

Mahakashyapa, bersama dengan 'Bhikshuni Suvarna Jambunada Rasmiprabha (Pancaran Cahaya Ungu Keemasan)' dan lain-lain bangkit dari tempat duduk Mereka , membungkuk di kaki Sang Buddha , dan berkata kepada Sang Buddha : " Didalam kalpa masa lalu di daerah ini , Saya mendekati sang Buddha yang bernama 'Candra Surya Pradipa (Cahaya Matahari dan Bulan)' , yang kemudian berada di dunia. Saya mendengar Dharma dari Dia dan mengolah budidaya dan belajar dengan Dia . Setelah Sang Buddha itu memasuki keheningan tenang Parinirvana, Saya membuat persembahan kepada Sharira Nya dan menyalakan lampu untuk melanjutkan cahaya terang-Nya . Sang Bhikshuni Suvarnajambunadarasmiprabha menghiasi dengan tinta emas pada gambar sang Buddha . Sejak saat itu , kehidupan setelah kehidupan , tubuh Saya selalu sempurna dan telah bersinar dengan cahaya ungu keemasan . Bhikshuni Suvarnajambunadarasmiprabha, dan lain-lain melengkapi rombongan Saya, dan Kami semua melahirkan tekad untuk Bodhi di saat yang sama. Saya merenungkan bahwa 'dunia enam objek indera' berubah dan membusuk , mereka hanyalah keheningan kosong. Berdasarkan ini, Saya mengolah budidaya 'Keheningan tenang Nirvana'. Sekarang tubuh dan pikiran Saya dapat melewati ratusan ribu kalpa seolah-olah mereka adalah hentakan jari . Berdasarkan kekosongan dari dharma , Saya mencapai Arhat . Bhagawan mengatakan bahwa Saya yang paling terkemuka didalam dhuta praktek pertapaan . Dharma yang indah menakjubkan membawa Saya ke 'kebangkitan' dan 'pemahaman' , dan Saya mengakhiri semua arus perpindahan keluar . Sang Buddha bertanya tentang penembusan sempurna. Karena saya telah ditetapkan untuk itu , 'dharma' adalah 'Cara Utama'. "

Aniruddha bangkit dari tempat dudukNya , bersujud di kaki Sang Buddha , dan berkata kepada Sang Buddha , " Ketika Saya pertama kali meninggalkan rumah , Saya suka tidur sepanjang waktu . Sang Tathagata memarahi Saya dan mengatakan Saya tidak lebih baik daripada binatang . Ketika Saya mendengar teguran Sang Buddha , Saya menangis dan mencela diri sendiri. Selama tujuh hari Saya tidak tidur , dan Saya kehilangan penglihatan di kedua mata Saya . Bhagawan mengajarkan Saya Vajra Samadhi dari penglihatan yang menyenangkan , yang menerangi dan terang . Tanpa menggunakan mataKu , Saya bisa merenungkan sepuluh penjuru dengan kejelasan yang benar dan tajam menembus, sama seperti jika saya sedang melihat sepotong buah di telapak tanganKu . Para Tathagata menetapkan Saya sebagai telah mencapai Arhat . Sang Buddha bertanya tentang penembusan sempurna . Karena Saya telah ditetapkan untuk itu , 'Mengembalikan penglihatan kembali ke sumbernya' adalah 'Cara Utama' . "

Kshudrapanthaka bangkit dari tempat dudukNya , bersujud di kaki Sang Buddha , dan berkata kepada Sang Buddha : . " Saya kekurangan kemampuan untuk menghafal dan tidak memiliki banyak kecerdasan bawaan. Ketika Saya pertama kali bertemu Sang Buddha , Saya mendengar Dharma dan meninggalkan kehidupan rumah tangga. Tapi , ketika Saya mencoba mengingat satu baris dari sebuah gatha (syair) oleh sang Tathagata , Saya menghabiskan seratus hari mengingat bagian pertama dan melupakan yang terakhir , atau mengingat yang terakhir dan melupakan yang pertama . Sang Buddha mengasihani kebodohan Saya dan mengajari Saya untuk tenang dan mengatur napas . Saya merenungkan napas Saya secara sepenuhnya ke titik halus dimana yang 'timbul' , 'tinggal' , 'membusuk' , dan 'berhenti' terjadi di setiap saat . PikiranKu tiba-tiba mencapai Ketiadaan Gangguan Halangan yang luas , sampai arus perpindahan keluar Saya berakhir dan Saya mencapai Arhat . Di bawah kursi sang Buddha Saya disegel dan ditetapkan sebagai yang di luar penelitian . Sang Buddha bertanya tentang penembusan sempurna . Karena Saya telah ditetapkan untuk itu , 'Mengubah nafas kembali ke kekosongan' adalah 'Cara Utama' . "

Gavampati bangkit dari tempat dudukNya , bersujud di kaki Sang Buddha , dan berkata kepada Sang Buddha , "Saya menciptakan sebuah pelanggaran yang mengakibatkan karma mulut didalam kalpa masa lalu . Saya menyinggung seorang Bhiksu Shramana , dan dalam kehidupan setelah kehidupan Saya memiliki penyakit mengunyah seperti sapi . Para Tathagata mengajarkan Saya 'Pintu Dharma Pikiran Dasar dari Kemurnian Rasa Tunggal'. PikiranKu berakhir , Saya memasuki Samadhi , dan belajar dengan merenungkan rasa - bagaimana mereka tidak memiliki isi pokok zat dan bukan benda . Akibatnya pikiran Saya melampaui semua arus duniawi . Di bagian dalam, tubuh dan pikiran Saya terbebaskan dan Di bagian luar, Saya meninggalkan duniawi . Saya meninggalkan tiga alam keberadaan jauh di belakang , seperti burung yang dilepaskan dari kandangnya . Saya terpisahkan dari kotoran dan terhapuskan dari kekotoran batin, dan sehingga mata Dharma Saya menjadi murni, dan Saya mencapai Arhat . Sang Tathagata secara pribadi menetapkan Saya sebagai yang telah naik melampaui ketingkat di luar penelitian . Sang Buddha bertanya tentang penembusan sempurna . Karena Saya telah ditetapkan untuk itu , 'Mengembalikan rasa dan mengubah haluan kesadaran' adalah 'Cara Utama' . "

Pilindavatsa bangkit dari tempat dudukNya , bersujud di kaki Sang Buddha , dan berkata kepada Sang Buddha : " Ketika Saya pertama kali memutuskan untuk mengikuti Sang Buddha dan memasuki sang Jalan , Saya sering mendengar sang Tathagata menjelaskan bagaimana tidak ada apapun didalam dunia ini yang membawa kebahagiaan . Suatu Ketika saat Saya sedang berpindapatta di kota , Saya merenungkan pintu Dharma ini dan tidak melihat duri beracun di jalan sampai itu menusuk kaki Saya . PikiranKu menyadari rasa sakit tubuh yang kuat , tetapi meskipun kesadaran Saya mengalami sakit , Saya juga sadar bahwa didalam hati saya yang murni tiada sakit ataupun tiada kesadaran tentang itu . Saya juga berpikir , ' Apakah mungkin bagi satu tubuh untuk memiliki dua kesadaran ? ' Setelah merenungkan hal ini untuk sesaat , tubuh dan pikiran Saya tiba-tiba menjadi kosong. Setelah dua puluh satu hari , arus perpindahan keluar Saya menghilang dan Saya mencapai Arhat . Sang Buddha secara pribadi menetapkan Saya dan menegaskan bahwa Saya telah mencapai tingkat di luar penelitian . Sang Buddha bertanya tentang penembusan sempurna. Karena Saya telah ditetapkan untuk itu , 'Memurnikan kesadaran dan melupakan tubuh' adalah 'Cara Utama' . "

Subhuti bangkit dari tempat dudukNya , bersujud di kaki Sang Buddha , dan berkata kepada Sang Buddha , " Dari ribuan kalpa yang jauh sampai sekarang , pikiran Saya telah terhalang . Saya mengingat banyak kehidupan masa lalu Saya seperti banyaknya butiran pasir di sungai Gangga . Dari awal , dalam rahim ibu Saya , Saya mengetahui 'kekosongan' dan 'keheningan tenang' , sejauh bahwa sepuluh penjuru menjadi kosong dan Saya menyebabkan para makhluk menjadi ditetapkan dengan sifat alami dari kekosongan . Setelah menerima pembukaan rahasia dari Sang Tathagata bahwa sifat alami yang tercerahkan adalah kekosongan sejati yang sesungguhnya dan bahwa sifat alami dari kekosongan adalah sempurna dan cerah , Saya mencapai Arhat . Saya tiba-tiba masuk ke lautan Tathagata dari yang menakjubkan , kekosongan yang cerah. Pengetahuan dan Pandangan Saya menjadi sama dengan sang Buddha . Saya ditetapkan sebagai yang melampaui di luar dari penelitian . Didalam pembebasan dari sifat alami dari kekosongan, Saya tak tertandingi . Sang Buddha bertanya tentang penembusan sempurna . Karena Saya telah ditetapkan untuk itu , 'semua gejala kejadian masuk ke dalam kehampaan sampai ketiadaan dan apa yang menjadi ketiadaan kedua-duanya menghilang . Membalikkan dharma kembali ke kekosongan' adalah 'Cara Utama' . "

Sariputra bangkit dari tempat dudukNya , bersujud di kaki Sang Buddha , dan berkata kepada Sang Buddha , " Dari ribuan kalpa yang jauh sampai sekarang , pikiran dan pandangan Saya telah murni . Dalam hal ini Saya telah mengalami banyak kelahiran seperti banyaknya butiran pasir di sungai Gangga . Pada pandangan sekejap Saya bisa memahami semua berbagai macam 'perubahan bentuk' dan 'perubahan dari apa yang duniawi dan apa yang melampaui dunia' dengan tanpa halangan apapun . Setelah Saya bertemu dengan Kasyapa bersaudara di jalan , dan berjalan bersama Mereka . Mereka berbicara tentang sebab dan kondisi , dan Saya terbangun ke yang tanpa batas dari pikiran Saya . Saya mengikuti Sang Buddha dan meninggalkan kehidupan rumah tangga. Kesadaran penglihatan Saya menjadi cerah dan sempurna, Saya memperoleh 'keberanian besar' dan menjadi Arhat . Sebagai salah satu murid tua sang Buddha , Saya lahir dari mulut Sang Buddha , secara perubahan bentuk terlahir dari Dharma . Sang Buddha bertanya tentang penembusan sempurna . Karena Saya telah ditetapkan untuk itu , 'pikiran dan penglihatan memancarkan cahaya dan cahaya memancarkan seluruh pengetahuan dan penglihatan' adalah 'Cara Utama' . "

Samantabhadra ( 'Yang Patut Dihormati Semesta') Bodhisattva bangkit dari tempat dudukNya , bersujud di kaki Sang Buddha , dan berkata kepada Sang Buddha , " Saya telah menjadi Pangeran Dharma dengan banyak Tathagata yang banyakNya seperti butiran pasir di sungai Gangga . Para Tathagata dari sepuluh penjuru memberitahu murid-murid Mereka yang memiliki akar dari Bodhisattva untuk menumbuhkan perilaku 'yang patut dihormati semesta' , yang dinamakan kepada Saya . Bhagawan , Saya menggunakan pikiran Saya untuk mendengarkan dan membedakan pengetahuan dan pandangan dari para makhluk . Di daerah lain banyak alam jauh yang jumlahnya seperti butiran pasir di sungai Gangga , untuk setiap makhluk yang memutuskan untuk mempraktekkan perilaku Samantabhadra , Saya langsung menaiki Gajah enam gading Saya dan menciptakan ratusan ribu penggandaan tubuh yang pergi ke tempat-tempat itu . Meskipun rintangan mereka mungkin begitu berat sehingga mereka tidak bisa melihat Saya , Saya diam-diam menggosok usnisa kepala mereka , melindungi dan menghibur mereka , dan membantu mereka berhasil. Sang Buddha bertanya tentang penembusan sempurna . Sebab dasar yang Saya bicarakan adalah 'mendengar dengan pikiran, membedakan dengan nyaman , dan memancarkan cahaya' . ini adalah 'Cara Utama' . "

Sundarananda bangkit dari tempat dudukNya , bersujud di kaki Sang Buddha , dan berkata kepada Sang Buddha , " Ketika Saya pertama kali meninggalkan rumah dan mengikuti Sang Buddha masuk ke sang Jalan , Saya menerima ajaran lengkap , tapi pikiran Saya selalu terlalu berhamburan berpencar saat Samadhi , dan Saya tidak bisa mencapai keadaan dari 'tidak memiliki arus perpindahan keluar' . Bhagawan mengajarkan Kaushthila dan Saya untuk merenungkan bintik putih di ujung hidung Kami . Dari petama kali, Saya merenungkan dengan tekun saksama . Setelah tiga minggu , Saya melihat bahwa ketika Saya menghirup dan menghembus , napas di lubang hidung Saya tampak seperti asap . Di bagian dalam, tubuh dan pikiran Saya menjadi terang, dan di bagian luar, Saya secara sempurna mengerti bahwa dunia adalah seperti kristal , kosong dan murni . Penampakan berasap berangsur-angsur menghilang , dan nafas di hidung Saya menjadi putih . Pikiran Saya terbuka dan arus perpindahan keluar Saya berakhir . Setiap penghirupan dan penghembusan dari nafas diubah menjadi cahaya yang menyinari sepuluh penjuru arah , dan Saya mencapai Arhat . Bhagawan meramalkan bahwa di masa depan Saya akan mendapatkan Bodhi . Sang Buddha bertanya tentang penembusan sempurna . 'Saya melakukannya dengan cara dari hilangnya nafas , sampai akhirnya napas memancarkan cahaya dan cahaya itu benar-benar sepenuhnya memadamkan arus perpindahan keluar Saya'. Itu adalah 'Cara Utama' . "

Purnamaitreyaniputra bangkit dari tempat dudukNya , bersujud di kaki Sang Buddha , dan berkata kepada Sang Buddha , " Selama ribuan kalpa yang luas Saya telah memiliki kefasihan yang tanpa halangan . Ketika Saya membicarakan 'penderitaan' dan 'kekosongan' Saya secara mendalam menembus kedalam 'kenyataan terakhir'. Dengan cara yang sama , Saya merasa tidak takut ketika Saya memberikan yang halus , ajaran yang indah menakjubkan untuk perkumpulan majelis mengenai pintu Dharma rahasia dari banyaknya para Tathagata seperti butiran pasir di sungai Gangga . Bhagawan mengetahui bahwa Saya memiliki kefasihan besar , dan , dengan menggunakan suaraNya untuk memutar roda Dharma , mengajarkan Saya untuk menyebarkan Dharma . Saya mengikuti Sang Buddha untuk membantuNya memutar roda Dharma . Saya mencapai Arhat karena Auman SingaNya itu . Bhagavan menetapkan Saya sebagai yang paling utama dalam berbicara Dharma . Sang Buddha bertanya tentang penembusan sempurna . 'Saya menggunakan suara Dharma untuk menundukkan mara dan musuh dan mencairkan arus perpindahan keluar Saya'. Itu adalah 'Cara Utama' . "

Upali bangkit dari tempat dudukNya , bersujud di kaki Sang Buddha , dan berkata kepada Sang Buddha , " Saya mengikuti sang Buddha secara pribadi ketika Dia meninggalkan kota dan meninggalkan kehidupan rumah tangga. Saya mengamati sang Tathagata bertahan enam tahun dari pertapaan yang rajin . Saya melihat sang Tathagata menundukkan semua iblis , dan penganut jalan luar dan menjadi terbebaskan dari semua arus perpindahan keluar yang berdasarkan nafsu keinginan duniawi dan keserakahan . Saya mendasari diri Saya pada petunjuk ajaran sang Buddha , mencakup tiga ribu sikap yang agung dan delapan puluh ribu aspek halus sampai 'karma sifat alami dan karma pengekang' Saya menjadi murni. Tubuh dan pikiran Saya menjadi hening tenang , dan Saya mencapai Arhat . Dalam perkumpulan majelis sang Tathagata , Saya merekam peraturan yang mengatur disiplin . Sang Buddha sendiri menetapkan pikiran Saya yang menjunjung tinggi ajaran dan pengolahan budidaya asli Saya pada mereka . Saya dianggap sebagai pemimpin dari perkumpulan majelis. Sang Buddha bertanya tentang penembusan sempurna . 'Saya mendisiplinkan tubuh sampai mencapai kemudahan dan kenyamanan . Lalu Saya mendisiplinkan pikiran sampai mencapai kejelasan penembusan . Setelah itu , tubuh dan pikiran mengalami ketajaman yang kuat dan penyerapan yang menyeluruh'. Itu adalah 'Cara Utama' . "

Mahamaudgalyayana bangkit dari tempat dudukNya , bersujud di kaki Sang Buddha , dan berkata kepada Sang Buddha , " Suatu saat ketika Saya sedang berada di jalan melakukan pindapatta disekeliling , Saya bertemu tiga Kashyapa bersaudara - Uruvilva , Gaya , dan Nadi yang mengumumkan kepada Saya prinsip yang mendalam dari sang Tathagata pada penyebab dan kondisi . Saya segera melahirkan tekad dan memperoleh pemahaman yang besar . Sang Tathagata menerima Saya , Saya secara spontan dibalut dalam kashaya (=jubah Buddha) dan rambut serta jenggot tebal Saya jatuh dengan sendirinya . Saya menjelajahi sepuluh penjuru arah , tidak memiliki hambatan penghalang . Penembusan batin Saya , yang dihargai sebagai yang tak tertandingi , dan Saya mencapai Arhat . Tidak hanya sang Bhagavan , tetapi para Tathagata dari sepuluh penjuru memuji kekuatan batin Saya sebagai yang sangat jelas dan murni , penuh keahlian , dan tak kenal takut . Sang Buddha bertanya tentang penembusan sempurna . 'Dengan cara tak henti-hentinya memperhatikan yang mendalam , cahaya terang dari pikiran Saya terungkap , seperti air menjadi jernih ketika lumpur mengendap . Akhirnya pikiran Saya menjadi murni dan berkilau' . Itu adalah 'Cara Utama' . "

Ucchushma ('Kepala Api') datang kehadapan sang Buddha , menutup telapak tanganNya beranjali , menunduk di kaki Sang Buddha , dan berkata kepadaNya , "Saya masih ingat berapa banyak ribuan kalpa yang lalu Saya dipenuhi dengan nafsu keserakahan yang berlebihan dan nafsu keinginan . Sang Buddha yang bernama Sunyaraja ('Raja Kekosongan') berada di dunia , dan Dia mengatakan bahwa orang-orang dengan terlalu banyak nafsu keinginan berubah menjadi amukan api yang besar . Dia mengajarkan Saya untuk merenungkan 'kesejukan dan kehangatan' yang ditemukan diseluruh tubuh Saya, kemudian 'cahaya batin suci' bersatu dalam diriKu dan mengubah pikiran nafsu berlebihan Saya ke dalam 'api kebijaksanaan'. Setelah itu , semua Buddha merujuk kepada Saya dengan nama 'Kepala Api' . Karena kekuatan Agniprabha Samadhi ('Pemusatan Pikiran Cahaya Api'), Saya mencapai Arhat . Saya melakukan Maha Pranidhana ('Sumpah Besar Agung') bahwa ketika setiap Buddha menyelesaikan sang Jalan , Saya akan menjadi seorang Vira Ksatria ('Pejuang Kuat') dan sendiri menundukkan kebencian mara ' . Sang Buddha bertanya tentang penembusan sempurna . 'Saya menggunakan perenungan yang penuh perhatian pada efek dari panas dalam tubuh dan pikiran Saya' sampai itu menjadi tak terhalang dan menembus dan semua arus perpindahan keluar Saya dimusnahkan . Saya menghasilkan nyala lautan api kecemerlangan dan naik menuju pencerahan . Itu adalah 'Cara Utama' . "

Dharanimdhara Bodhisattva ('Mahluk Bodhi Penjaga Bumi') bangkit dari tempat dudukNya , bersujud di kaki Sang Buddha , dan berkata kepada Sang Buddha , " Saya ingat ketika Samantaprabha Tathagata ('Tathagata Cahaya Semesta') muncul di dunia di masa lalu . Saya adalah seorang Bhiksu yang terus-menerus bekerja pada meratakan jalan-jalan utama , pendaratan kapal , dan tempat-tempat yang berbahaya di tanah , di mana kerusakan itu mungkin menghambat atau membahayakan kereta kuda . Saya melakukan segalanya dari membangun jembatan untuk mengangkut pasir . Sepanjang kemunculan para Buddha yang tak terbatas jumlahNya di dunia, Saya rajin dalam kerja keras ini . Jika ada orang yang menunggu di dekat dinding dan gerbang kota yang membutuhkan seseorang untuk membawa barang-barang mereka , Saya akan membawa nya sampai ke tujuan mereka , mengatur segalanya , dan pergi tanpa mengambil imbalan apapun. Ketika Vipashyin Buddha muncul di dunia , ada kelaparan luas . Saya akan membawa orang-orang di belakang pundak Saya , dan tidak peduli seberapa jauh jarak itu, Saya akan menerima hanya satu koin kecil . Jika ada sebuah gerobak sapi terjebak dalam lumpur , Saya akan menggunakan kekuatan batin Saya untuk mendorong roda keluar dan mengatasi kesulitan tersebut . Setelah raja meminta Sang Buddha untuk menghadiri pesta vegetarian . pada saat itu , Saya melayani Sang Buddha dengan meratakan jalan bagi Dia ketika Dia pergi . Vipashyin Tathagata menggosok Usnisa ('Mahkota Kepala') Saya dan berkata , 'Anda harus meratakan dasar pikiran Anda , maka segala sesuatu di dunia ini akan menjadi rata . ' Segera pikiran Saya terbuka dan Saya melihat bagaimana unsur tanah bumi yang menyusun tubuh Saya sendiri adalah tidak berbeda dari semua unsur tanah bumi yang membentuk dunia . Unsur-unsur dari debu ini tidak bertentangan dengan sifat alami Kita , ke pokok yang bahkan tidak pisau dari pedang bisa melukainya . Didalam sifat alami Dharma, Saya terbangun pada kesabaran dengan tiada menghasilkan dharma ('gejala kejadian') dan mencapai Arhat . PikiranKu telah kembali dan Saya sekarang telah masuk dalam jajaran para Bodhisattva . Mendengar bahwa Tathagata memberitakan 'Bunga Teratai Yang Indah Menakjubkan' , tingkat dari pengetahuan dan penglihatan Buddha , Saya telah ditetapkan sebagai yang telah memahami dan seorang pemimpin didalam perkumpulan majelis . Sang Buddha bertanya tentang penembusan sempurna . Setelah perenungan penuh perhatian pada tubuh dan lingkungan , Saya melihat bahwa kedua debu yang mencemarkan adalah persis sama . Pada dasarnya semuanya adalah Tathagatagarbha , tapi kemudian muncul kepalsuan dan menciptakan debu yang mencemarkan . Ketika debu yang mengotori batin itu dihilangkan , kebijaksanaan disempurnakan , dan orang menyelesaikan Jalan Yang tak tertandingi . Itu adalah 'Cara Utama' . "

Sang Bodhisattva, Sang Pemuda Candraprabha ('Cahaya Bulan') bangkit dari tempat dudukNya , bersujud di kaki Sang Buddha , dan berkata kepada Sang Buddha , " Saya ingat bahwa pada waktu yang telah lama berlalu, melampaui ribuan kalpa sebanyak butiran pasir di sungai Gangga , ada seorang Buddha di dunia yang bernama Varuna ('Tuhan Air') , yang mengajarkan semua Bodhisattva untuk menumbuhkan perenungan air dan memasuki Samadhi . Saya merenungkan bagaimana seluruh tubuh intisari pokok dari air tidak dalam pertentangan . Saya mulai dengan lendir , dahak, air liur, sumsum , dan darah, dan pergi melalui urin dan kotoran . Ketika itu diedarkan melalui tubuh Saya , sifat alami air tetap sama . Saya melihat bahwa air di tubuh Saya sama sekali tidak berbeda dari yang di dunia luar , bahkan di negeri-negeri kerajaan dengan spanduk yang mengambang dengan semua lautan dari perairan harum mereka . Pada waktu itu , ketika Saya pertama kali berhasil dalam perenungan air , Saya hanya bisa melihat air. Saya masih belum bisa melampaui tubuh fisik Saya . Saya adalah seorang Bhiksu kemudian , dan sekali ketika Saya masih berada didalam dhyana beristirahat di kamar Saya , seorang murid Saya mengintip di jendela dan hanya melihat air jernih yang mengisi seluruh ruangan . Dia tidak melihat apapun yang lain lagi . Anak itu masih muda , dan tidak mengetahui apapun yang lebih baik , ia mengambil ubin dan melemparkannya ke dalam air . Itu memukul air dengan 'bunyi petikan '. Ia menatap disekitar dan kemudian pergi meninggalkan . Ketika Saya keluar dari pemusatan pikiran , Saya tiba-tiba menyadari rasa sakit di hati Saya , dan Saya merasa seperti Sariputra yang pasti telah merasakan ketika Dia bertemu hantu yang kejam . Saya berpikir, ' Saya sudah menjadi Arhat dan telah lama sejak meninggalkan kondisi yang membawa pada penyakit . Mengapa Saya tiba-tiba memiliki rasa sakit ini dalam hati Saya ? Apakah Saya akan kehilangan posisi dari 'tiada kemunduran' ? " Saat itu, anak muda itu datang segera kepada Saya dan menceritakan apa yang terjadi . Saya cepat-cepat berkata kepadanya , ' Bila Anda melihat air lagi , buka pintu , menyebrang ke dalam air , dan angkat ubin itu. ' Anak itu patuh , jadi ketika Saya kembali memasuki Samadhi , Ia kembali melihat air dan ubin itu juga, membuka pintu , dan membawanya keluar . Ketika Saya keluar dari pemusatan pikiran , tubuh Saya telah seperti yang sebelum itu. Saya berjumpa para Buddha yang tak terbatas dan mengolah budidaya dengan cara itu sampai kedatangan Sang Tathagata Sagara-varadhara-buddhi-vikridita-bhijna-raja ('Raja Penguasaan Penembusan Gunung dan Laut') . Lalu Saya akhirnya tidak memiliki tubuh . Sifat alami Saya dan lautan dari perairan wangi sepanjang sepuluh penjuru itu sama persis dengan Kekosongan Sejati , tiada duanya atau tanpa perbedaan apapun . Sekarang Saya dengan Sang Tathagata dan Saya dikenal sebagai Pemuda Murni , dan Saya telah bersama dengan perkumpulan Bodhisattva . Sang Buddha bertanya tentang penembusan sempurna . Melalui sifat alami dari air , Saya menembus ke aliran rasa tunggal, memperoleh kesabaran dengan tiada menghasilkan dharma ('gejala kejadian') , dan mencapai kesempurnaan Bodhi . Itu adalah 'Cara Utama' . "

Sang Pangeran Dharma, Bodhisattva Vaiduryaprabha ('Cahaya Permata Kristal') bangkit dari tempat dudukNya , bersujud di kaki Sang Buddha , dan berkata kepada Sang Buddha , " Saya masih bisa mengingat kembali melalui ribuan kalpa sebanyak butiran pasir di sungai Gangga sampai waktu seorang Buddha yang bernama Anantasvara ('Suara Tak Terbatas'), yang mengajarkan Bodhisattva bahwa pencerahan mendasar adalah indah dan cerah . Dia mengajar Mereka untuk merenungkan dunia ini dan semua badan fisik makhluk sebagai kondisi palsu yang didorong oleh kekuatan angin . Pada saat itu , Saya merenungkan posisi dunia , dan saya menperhatikan berlalunya waktu di dunia. Saya merenung pada pergerakan dan ketenangan tubuh Saya, Saya mempertimbangkan kemunculan pikiran didalam pikiran Saya. Tidak ada perbedaan diantara semua jenis pergerakan ini; mereka semuanya sama. Saya kemudian mengerti bahwa sifat alami dari pergerakan tidak datang dari manapun , juga tidak pergi ke manapun . Setiap unsur bahan tunggal disepanjang sepuluh penjuru arah dan setiap makhluk yang tertipu adalah dari kepalsuan kosong yang sama . Pada akhirnya makhluk di setiap dunia dari Trisuhasramahasahasralokadhatu ('tiga ribu besar ribuan besar sistem dunia') yang seperti begitu banyaknya nyamuk tinggal didalam wadah , berdengung sama yang membosankan . Tertangkap didalam beberapa inci persegi , dengungan mereka dibangun hingga lambat laun menjadi keras yang menjengkelkan . Tidak lama setelah Saya berjumpa sang Buddha , Saya mencapai kesabaran dengan tiada keberadaan makhluk dan tiada dharma . PikiranKu kemudian terbuka, dan Saya bisa melihat Negeri dari sang Buddha yang tidak bergerak di timur . Saya menjadi Pangeran Dharma dan melayani para Buddha dari sepuluh penjuru . Tubuh dan pikiran Saya memancarkan cahaya yang membuat mereka benar-benar sepenuhnya 'jelas' dan 'tembus-pandang'. Sang Buddha bertanya tentang penembusan sempurna. Saya merenungkan kekuatan angin sebagai yang tiada apapun untuk diandalkan , terbangun dengan hati Bodhi dan memasuki Samadhi , menghubungkan dengan yang tunggal , hati indah menajubkan yang dipancarkan oleh semua Buddha dari sepuluh penjuru . Itu adalah 'Cara Utama' . "

Akasagarbha ( 'Gudang Kekosongan' ) Bodhisattva bangkit dari tempat dudukNya , bersujud di kaki Sang Buddha , dan berkata kepada Sang Buddha , " Sang Tathagata dan Saya mencapai tubuh yang tak terbatas ketika dengan Dipankara Buddha ('Buddha Pembawa Cahaya Lampu')  . Pada waktu itu Saya memegang di tangan Saya empat mutiara besar yang berharga , yang bersinar di Buddha-ksetra sebanyak butiran terkecil atom dari alam semesta di sepuluh penjuru , mengubah wujudnya menjadi kekosongan . Didalam pikiran Saya ada muncul yang besar , cermin yang sempurna dan dari itu mengeluarkan sepuluh jenis dari yang halus , cahaya indah menakjubkan yang berharga dicurahkan ke sepuluh penjuru arah ke batas terjauh dari kekosongan . Semua wilayah kerajaan yang dihiasi dengan spanduk tercermin dalam cermin ini dan melewati tubuh Saya. Hubungan timbal-balik ini benar-benar tanpa hambatan , karena tubuh Saya seperti kekosongan . Karena pikiran Saya telah menjadi benar-benar sepenuhnya sesuai , Saya bisa masuk dengan mudah sebanyak negara yang seperti butiran terkecil atom dari alam semesta dan bisa melakukan pekerjaan Buddha dalam skala luas. Saya mencapai kekuatan batin yang besar ini dari merenungkan secara rinci bagaimana empat unsur tanpa ketergantungan apapun; bagaimana kemunculan dan kelenyapan pikiran palsu tidak berbeda dari kekosongan ; bagaimana semua Buddhaksetra pada dasarnya adalah sama. Setelah Saya menyadari ciri khas ini , Saya memperoleh kesabaran dengan tidak adanya makhluk dan tidak adanya dharma ('gejala kejadian'). Sang Buddha bertanya tentang penembusan sempurna. Saya menggunakan perenungan ketidakterbatasan dari kekosongan untuk memasuki Samadhi dan mencapai kekuatan yang luar biasa menakjubkan dan kejelasan yang sempurna . Itu adalah 'Cara Utama' . "

Maitreya ('Cinta Kasih') Bodhisattva bangkit dari tempat dudukNya , bersujud di kaki Sang Buddha , dan berkata kepada Sang Buddha , " Saya ingat ketika , sebanyak ribuan kalpa yang lalu seperti butiran terkecil atom dari alam semesta , seorang Buddha bernama Candra-surya-pradipa ('Cahaya matahari dan bulan') muncul di dunia . Mengikuti Buddha itu Saya meninggalkan kehidupan rumah , namun Saya sangat berbuat untuk ketenaran duniawi dan suka bergaul dengan orang dari keluarga yang baik. Kemudian sang Bhagavan mengajari Saya untuk berlatih hanya pada Kesadaran Pemusatan Pikiran , dan Saya memasuki Samadhi itu. Selama banyak ribuan kalpa Saya telah menggunakan Samadhi itu ketika Saya melayani banyak Buddha yang seperti butiran pasir di sungai Gangga . Pencarian Saya yang demi nama dan ketenaran duniawi benar-benar berhenti sepenuhnya dan tidak pernah timbul lagi. Ketika Dipankara Buddha muncul di dunia , Saya akhirnya menyelesaikan yang tak tertandingi , yang indah sempurna Samadhi dari Kesadaran .Saya meneruskan , sampai ke akhir dari ruang angkasa kosong , semua wilayah dari Tathagata , apakah murni atau tercemar , ada atau tidak ada, adalah perubahan wujud yang muncul dari pikiran Saya sendiri . Bhagawan , karena Saya memahami hanya pada Kesadaran , yang tak terbatas para Tathagata mengalir keluar dari sifat alami kesadaran ini. Sekarang Saya telah menerima Vyakarana ('Ramalan penetapan') bahwa Saya yang akan berikutnya untuk mengambil tempat Sang Buddha . Sang Buddha bertanya tentang penembusan sempurna . Saya sangat penuh semangat merenungkan sepuluh penjuru sebagai yang berasal hanya dari kesadaran. Ketika kesadaran sempurna dan cerah , Orang menyempurnakan kebijaksanaan yang mengetahui Kenyataan Terakhir . Orang meninggalkan ketergantungan pada orang lain dan kemelekatan pada perhitungan yang terus-menerus dan mencapai kesabaran dengan ketiadaan makhluk dan ketiadaan dharma . Itu adalah 'Cara Utama' . "




( Khotbah Sang Maha-stamaprapta Bodhisattva untuk menjadi penuh kesadaran terhadap Buddha )

Pangeran Dharma Mahastamaprapta ( 'Mencapai Kekuatan Besar' ) , bersama-sama dengan lima puluh dua rekan Bodhisattva , bangkit dari kursi Mereka , membungkuk di kaki Sang Buddha , dan berkata kepada Sang Buddha :

" Saya ingat ketika , sebanyak ribuan kalpa yang lalu seperti butiran pasir di Sungai Gangga , ada Seorang Buddha yang bernama Amitabha ('Cahaya Tanpa Batas') muncul di dunia . Selama kalpa yang sama , ada dua belas Tathagata berturut-turut , yang terakhir di antaraNya bernama candra-surya-tara-prabha('Cahaya Melampaui Matahari dan Bulan') Buddha. Para Buddha itu mengajarkan Saya 'Buddha-smrti Samadhi' ('Pemustan Pikiran Penuh Kesadaran Terhadap Buddha') : Misalkan ada dua orang , satu di antaranya selalu ingat yang lain , sementara yang lain telah sepenuhnya lupa tentang yang pertama. Bahkan jika dua orang ini bertemu atau melihat satu sama lain, itu akan menjadi sama seperti tidak bertemu atau melihat satu sama lain . Di sisi lain , jika dua orang mengembangkan ingatan yang kuat satu sama lain , maka dalam kehidupan demi kehidupan , mereka akan bersama-sama seperti obyek dan bayangannya , dan mereka tidak akan pernah dipisahkan . Para Tathagata dari sepuluh penjuru dengan lembut penuh kesadaran terhadap makhluk hidup seperti seorang ibu mengingat anaknya . Tapi jika anak kabur melarikan diri , apa gunanya kekhawatiran ibu ? Namun, jika anak ingat ibunya di cara yang sama bahwa ibu mengingat anaknya , maka dalam kehidupan setelah kehidupan ibu dan anak tidak akan pernah berjauhan . Jika makhluk hidup mengingat Buddha dan sadar pada Buddha , mereka pasti akan melihat sang Buddha sekarang dan di masa depan . menjadi dekat pada sang Buddha , bahkan tanpa bantuan jalan bijaksana , hati mereka akan terbuka dengan sendirinya . Itu seperti orang yang , setelah wangi oleh dupa , membawa wewangian itu di tubuhnya . Itu disebut perhiasan wewangian dan cahaya . Pada dasar sebab-musabab , Saya menggunakan perenungan terhadap Buddha untuk bersabar dengan tiada kemunculan dari kedua 'makhluk dan dharma ('gejala kejadian')' . Sekarang di dunia ini Saya mengumpulkan semua orang-orang yang penuh kesadaran akan Buddha , dan Saya membawa mereka kembali ke Tanah Suci . Sang Buddha bertanya tentang penembusan sempurna . Saya akan memilih tidak lain berkumpul di enam  organ indera melalui kesadaran penuh yang murni secara terus menerus pada Buddha untuk memperoleh Samadhi . Itu adalah 'Cara Utama' . "

" Jika makhluk hidup mengingat Buddha dan sadar pada Buddha , mereka pasti akan melihat sang Buddha sekarang dan di masa depan . Menjadi dekat dengan sang Buddha , bahkan tanpa bantuan jalan bijaksana , mereka akan terbangun dengan sendirinya . Ini adalah seperti seseorang yang setelah wangi oleh dupa , membawa wewangian itu di tubuhnya . Itu disebut perhiasan wewangian dan cahaya . Pada pokok sebab-musabab , melalui kebajikan dari perenungan penuh perhatian terhadap Buddha , Saya telah mencapai 'Kesabaran Yang Tidak Diciptakan' . Sekarang di dunia ini Saya mengumpulkan semua orang-orang yang penuh kesadaran akan Buddha , dan Saya membawa mereka kembali ke Tanah Suci . Sang Buddha bertanya tentang penembusan sempurna .Saya akan memilih tidak lain berkumpul di enam  organ indera melalui kesadaran penuh yang murni secara terus menerus pada Buddha untuk memperoleh Samadhi . Itu adalah 'Cara Utama' . "




( Pintu Gerbang Dharma Avalokiteshvara - Tercerahkan melalui pintu gerbang telinga )

Kemudian Avalokitesvara ( 'Perenung Suara Dunia' ) Bodhisattva bangkit dari tempat dudukNya , bersujud di kaki Sang Buddha , dan berkata kepada Sang Buddha :

" Bhagawan , Saya ingat ketika , sebanyak ribuan kalpa yang lalu seperti butiran pasir di sungai Gangga , ada seorang Buddha di dunia yang bernama Avalokitesvara ('Perenung Suara Dunia') . Saya membangkitkan hati Bodhi ketika dengan Buddha itu, yang mengajarkan Saya untuk memasuki Samadhi melalui proses dari mendengar dan memikirkan. "

" Awalnya, Saya masuk ke dalam aliran dari pendengaran dan melupakan tempat masuk . Karena 'kedua tempat itu dan tempat masuk' adalah sunyi tenang , dua ciri sifat dari pergerakan dan keheningan membatalkan satu sama lain dan tidak muncul. Setelah itu , secara bertahap maju, 'pendengaran dan apa yang terdengar' keduanya menghilang . Setelah pendengaran berakhir , tidak ada yang diandalkan, dan kedua 'kesadaran dan objek benda tujuannya' menjadi kosong . Ketika kekosongan dari kesadaran akhirnya disempurnakan , 'kekosongan dan apa yang sedang dikosongkan' kemudian juga menjadi berhenti . Dengan perginya 'kemunculan dan penghentian' , keheningan-tenang Nirvana terungkap . "

" Tiba-tiba Saya melampaui 'yang duniawi dan yang sukar dipahami' , dan kecerahan yang sempurna menyebar luas menguasai seluruh sepuluh penjuru arah . Saya memperoleh 'dua keadaan tertinggi' . Pertama, Saya menyatukan yang di atas dengan 'dasar pikiran indah menakjubkan yang tercerahkan dari semua Buddha dari sepuluh penjuru' , dan memperoleh kekuatan kasih sayang yang sama dengan semua Buddha , Tathagata . Kedua, Saya menyatukan yang di bawah ini dengan semua makhluk di enam jalur , dan mendapatkan perhatian yang baik bagi semua makhluk hidup . "

" Bhagawan , karena Saya melayani dan membuat persembahan kepada Avalokitesvara Tathagata , Saya menerima dari Tathagata itu sebuah pengiriman dari Vajra Samadhi dari Semua mahluk menjadi seperti khayalan ilusi seperti Seseorang 'Menjadi Terserap Dengan Pendengaran' dan 'Mengolah Budidaya Pendengaran' . Karena Saya mendapatkan kekuatan kasih sayang yang sama dengan semua Buddha, Tathagata , Saya mencapai tiga puluh dua tanggapan tubuh dan memasuki semua wilayah . "

[1]" Bhagawan , jika Bodhisattva memasuki Samadhi dan berkembang maju dalam pengolahan budidaya Mereka sampai Mereka mengakhiri arus perpindahan keluar dan menampilkan kesempurnaan dari pemahaman unggul, Saya akan muncul dalam tubuh seorang Buddha dan berbicara Dharma untuk Mereka , menyebabkan Mereka untuk mencapai Pembebasan . "

[2]" Jika Mereka yang sedang belajar adalah hening tenang dan memiliki kejelasan yang indah dan menampilkan kesempurnaan dari keindahan yang unggul, Saya akan muncul dihadapan Mereka dalam tubuh seorang 'Pratyekabuddha yang tercerahkan sendiri' dan berbicara Dharma untuk Mereka , menyebabkan Mereka untuk mencapai Pembebasan . "

[3]" Jika Mereka yang sedang belajar telah memutuskan dua belas kondisi sebab-musabab , dan , setelah memutuskan kondisi itu , mengungkapkan sifat alami tertinggi , dan menampilkan kesempurnaan dari keindahan , Saya akan muncul dihadapan Mereka dalam tubuh seorang 'Pratyekabuddha yang Tercerahkan dengan Kondisi' dan berbicara Dharma untuk Mereka , menyebabkan Mereka untuk mencapai Pembebasan . "

[4]" Jika Mereka yang sedang belajar telah mencapai kekosongan dari Empat Kesunyataan Mulia , dan, melalui mengolah budidaya Jalan itu , bisa memasuki keheningan-tenang dan menampilkan kesempurnaan sifat alami yang indah , Saya akan muncul dihadapan Mereka dalam tubuh seorang Sravaka dan berbicara Dharma untuk Mereka, menyebabkan Mereka untuk mencapai Pembebasan . "

[5]" Jika mahluk ingin memiliki pikiran yang jelas dan yang terbangun dan jadi tidak memanjakan keinginan duniawi , yang ingin memurnikan tubuh mereka , Saya akan muncul dihadapan mereka dalam tubuh seorang Brahma-Raja dan berbicara Dharma untuk mereka , menyebabkan mereka untuk mencapai Pembebasan . "

[6]" Jika mahluk ingin menjadi penguasa surga dan memimpin makhluk surga , Saya akan muncul dihadapan mereka dalam tubuh seorang Shakra dan berbicara Dharma untuk mereka , memungkinkan mereka untuk mencapai keinginan mereka . "

[7]" Jika mahluk ingin mencapai penguasaan tubuh diri dan untuk menjelajah seluruh sepuluh penjuru , Saya akan muncul dihadapan mereka dalam tubuh seorang Isvara-deva ('Dewa dari Surga Penguasaan diri') dan berbicara Dharma untuk mereka , memungkinkan mereka untuk mencapai keinginan mereka . "

[8]" Jika mahluk ingin mencapai penguasaan tubuh diri dan terbang melalui ruang angkasa, Saya akan muncul dihadapan mereka dalam tubuh seorang Mahamahesvara-deva ('Dewa dari Surga Besar Penguasaan diri') dan berbicara Dharma untuk mereka , memungkinkan mereka untuk mencapai keinginan mereka . "

[9]" Jika mahluk gemar memerintah hantu dan roh untuk menyelamatkan dan melindungi bangsa mereka , Saya akan muncul dihadapan mereka dalam tubuh seorang Jenderal Besar Senapati dan berbicara Dharma untuk mereka , memungkinkan mereka untuk mencapai keinginan mereka . "

[10]" Jika mahluk ingin memerintah dunia untuk melindungi makhluk , Saya akan muncul dihadapan mereka dalam tubuh seorang dari Caturmaharajika ('Empat Raja Surga Langit') dan berbicara Dharma untuk mereka , memungkinkan mereka untuk mencapai keinginan mereka . "

[11]" Jika mahluk menikmati dilahirkan di istana surga dan memerintah hantu dan roh , Saya akan muncul dihadapan mereka dalam tubuh seorang pangeran dari kerajaan dari Empat Raja Surga Langit dan berbicara Dharma untuk mereka , memungkinkan mereka untuk mencapai keinginan mereka . "

[12]" Jika mahluk ingin menjadi raja manusia, Saya akan muncul dihadapan mereka dalam tubuh seorang raja manusia dan berbicara Dharma untuk mereka , memungkinkan mereka untuk mencapai keinginan mereka . "

[13]" Jika mahluk menikmati menjadi kepala suku yang orang-orang dari seluruh dunia menaruh hormat dan berserah , Saya akan muncul dihadapan mereka dalam tubuh seorang Grhapati ('Tetua yang dihormati') dan berbicara Dharma untuk mereka , memungkinkan mereka untuk mencapai keinginan mereka . "

[14]" Jika mahluk senang dalam membahas kunggulan yang bermutu dan menjaga diri mereka luhur dan murni, Saya akan muncul dihadapan mereka dalam tubuh seorang Upasaka dan berbicara Dharma untuk mereka , memungkinkan mereka untuk mencapai keinginan mereka . "

[15]" Jika mahluk menikmati memerintah negara dan penanganan urusan negara , Saya akan muncul dihadapan mereka dalam tubuh seorang pejabat dan berbicara Dharma untuk mereka , memungkinkan mereka untuk mencapai keinginan mereka . "

[16]" Jika makhluk menyukai ramalan dan mantra-mantra dan ingin menjaga dan melindungi diri mereka sendiri , Saya akan muncul dihadapan mereka dalam tubuh seorang Brahmana dan berbicara Dharma untuk mereka , memungkinkan mereka untuk mencapai keinginan mereka . "

[17]" Jika pria yang gemar belajar dan ingin meninggalkan kehidupan rumah dan menjunjung tinggi ajaran dan aturan , Saya akan muncul dihadapan mereka dalam tubuh seorang Bhiksu dan berbicara Dharma untuk mereka , memungkinkan mereka untuk mencapai keinginan mereka . "

[18]" Jika wanita yang gemar belajar dan ingin meninggalkan kehidupan rumah dan melakukan sila murni, Saya akan muncul dihadapan mereka dalam tubuh seorang Bhikshuni dan berbicara Dharma untuk mereka , memungkinkan mereka untuk mencapai keinginan mereka . "

[19]" Jika pria senang dalam menegakkan lima sila , Saya akan muncul dihadapan mereka dalam tubuh seorang Upasaka dan berbicara Dharma untuk mereka , memungkinkan mereka untuk mencapai keinginan mereka ."

[20]" Jika wanita ingin melakukan lima sila , Saya akan muncul dihadapan mereka dalam tubuh seorang Upasika dan berbicara Dharma untuk mereka , memungkinkan mereka untuk mencapai keinginan mereka . "

[21]" Jika wanita ingin mengatur urusan bagian dalam dari rumah tangga atau negara , Saya akan muncul dihadapan mereka dalam tubuh seorang ratu , putri bangsawan , atau pengajar putri istana dan berbicara Dharma untuk mereka , memungkinkan mereka untuk mencapai keinginan mereka . "

[22]" Jika pemuda ingin tetap suci murni , Saya akan muncul dihadapan mereka dalam tubuh seorang pemuda yang tidak kawin dan berbicara Dharma untuk mereka , memungkinkan mereka untuk mencapai keinginan mereka . "

[23]" Jika gadis ingin tetap perawan dan tidak ingin menikah , Saya akan muncul dihadapan mereka dalam tubuh seorang gadis perawan dan berbicara Dharma untuk mereka , memungkinkan mereka untuk mencapai keinginan mereka . "

[24]" Jika makhluk surga ingin melarikan diri dari takdir surga mereka , saya akan muncul dihadapan mereka dalam tubuh seorang dewa dan berbicara Dharma untuk mereka , memungkinkan mereka untuk mencapai keinginan mereka . "

[25]" Jika naga ingin menghentikan nasib mereka dari menjadi naga , Saya akan muncul dihadapan mereka dalam tubuh seorang naga dan berbicara Dharma untuk mereka , memungkinkan mereka untuk mencapai keinginan mereka . "

[26]" Jika yaksha ingin keluar dari nasib mereka saat ini, Saya akan muncul dihadapan mereka dalam tubuh seorang yaksha dan berbicara Dharma untuk mereka , memungkinkan mereka untuk mencapai keinginan mereka . "

[27]" Jika gandharva ingin dibebaskan dari nasib mereka , Saya akan muncul dihadapan mereka dalam tubuh seorang gandharva dan berbicara Dharma untuk mereka , memungkinkan mereka untuk mencapai keinginan mereka . "

[28]" Jika asura ingin dibebaskan dari nasib mereka , Saya akan muncul dihadapan mereka dalam tubuh seorang asura dan berbicara Dharma untuk mereka , memungkinkan mereka untuk mencapai keinginan mereka . "

[29]" Jika kinnara ingin mengatasi nasib mereka , Saya akan muncul dihadapan mereka dalam tubuh seorang kinnara dan berbicara Dharma untuk mereka , memungkinkan mereka untuk mencapai keinginan mereka . "

[30]" Jika mahoraga ingin dibebaskan dari nasib mereka , Saya akan muncul dihadapan mereka dalam tubuh seorang mahoraga dan berbicara Dharma untuk mereka , memungkinkan mereka untuk mencapai keinginan mereka . "

[31]" Jika manusia menyukai menjadi manusia dan mengolah budidaya , Saya akan muncul dihadapan mereka dalam tubuh seorang manusia dan berbicara Dharma untuk mereka , memungkinkan mereka untuk mencapai keinginan mereka . "

[32]" Jika mahluk bukan manusia , baik yang dengan bentuk atau yang tanpa bentuk, baik yang dengan pikiran atau yang tanpa pikiran , lama untuk dibebaskan dari nasib mereka , Saya akan muncul dihadapan mereka dalam tubuh seperti mereka dan berbicara Dharma untuk mereka , memungkinkan mereka untuk mencapai keinginan mereka . "

" Ini disebut yang murni menakjubkan tiga puluh dua tanggapan tubuh yang masuk ke dalam semua wilayah . Mereka datang menjadi ada melalui kekuatan indah menakjubkan yang tanpa kesukaran dan penguasaan diri dari Samadhi dari 'Menjadi Terserap Dengan Pendengaran' dan 'Mengolah Budidaya Pendengaran' . "

" Bhagawan , juga karena kekuatan indah menakjubkan yang tanpa kesukaran dari Vajra Samadhi ini dari Menjadi Terserap Dengan Pendengaran' dan 'Mengolah Budidaya Pendengaran, Saya memiliki belas kasihan yang baik untuk semua makhluk di enam jalur sepanjang sepuluh penjuru dan tiga periode waktu . Berdasarkan pencapaian tubuh dan batin Saya, Saya bisa menyebabkan makhluk yang berjumpa tubuh Saya untuk menerima jasa kebajikan dari empat belas jenis keberanian . "

" Pertama : Karena Saya tidak merenungkan suara mereka sendiri , melainkan perenung , Saya dapat membolehkan makhluk di sepanjang sepuluh penjuru arah yang menderita dan yang dalam kesusahan untuk mencapai pembebasan melalui merenungkan suara mereka dari mengucapkan nama Saya .

" Kedua : . Karena Saya mampu membalikkan pengetahuan dan pandangan Saya dalam hati , Saya bisa menjaga makhluk yang terjebak didalam api yang berkobar dari terbakar "

" Ketiga : . Karena Saya mampu membalikkan perenungan Saya dan mendengarkan dalam hati , Saya bisa menjaga makhluk yang menggelepar di dalam air dari tenggelam "

" Keempat , Karena pikiran palsu Saya terputuskan dan pikiran Saya adalah tanpa pikiran membunuh atau melukai , Saya bisa menjaga makhluk yang memasuki wilayah hantu dari dibahayakan . "

" Kelima : Karena Saya meresap menembus dengan pendengaran dan telah menyadari apa itu pendengaran , sehingga enam organ indera telah dilarutkan dan kembali menjadi sama persis dengan pendengaran , Saya bisa menjaga makhluk dari terluka , dengan menyebabkan pisau menjadi pecah berkeping-keping . Saya dapat menyebabkan pedang-pedang menjadi tidak memiliki efek tidak lebih daripada jika mereka mengiris ke dalam air , atau jika satu orang memukul cahaya. "


Terakhir diubah oleh skipper tanggal Fri Oct 25, 2013 9:38 pm, total 12 kali diubah

skipper

Jumlah posting : 439
Join date : 27.11.08
Age : 28

Lihat profil user http://aryamahayana.forumup.com

Kembali Ke Atas Go down

Suramgama Usnisa Sitatapatra Mahayana Suttram

Post by skipper on Tue Oct 15, 2013 6:08 pm

" Keenam : Karena pendengaran Saya telah menjadi menyerap menembus dan kekuatan pokok Saya terang, cahaya menyebar meliputi Dharma-dhatu sehingga sama sekali tidak ada kegelapan yang tersisa. Lalu Saya bisa menjaga makhluk aman dari para yaksha, rakshasa , kumbhanda , pishacha , dan putana dengan menyebabkan hantu itu untuk menjadi tidak dapat melihat mereka bahkan jika mereka datang dekat dengan mereka. "

" Ketujuh : Karena 'sifat alami dari suara' telah benar-benar sepenuhnya larut mencair dan melalui 'perenungan pendengaran Saya' telah kembali ke pendengaran itu sendiri , meninggalkan keterlibatan dengan 'objek indera yang palsu dan kotor' , Saya bisa membebaskan makhluk dari kuncian 'ikatan papan hukuman dan belenggu' "

" Kedelapan : Ketika 'suara' hilang dan 'pendengaran' disempurnakan , 'kekuatan yang meresap kesemua dari belas kasih' muncul , dan Saya menjaga makhluk yang bepergian di jalan yang berbahaya dari dirampok oleh perampok "

" Kesembilan : Ketika pendengaran meresap menembus , pemisahan dari 'objek yang mengotori batin' terjadi sehingga 'bentuk' tidak lagi bertindak sebagai 'pencuri'. Kemudian Saya dapat menyebabkan dengan keinginan kuat untuk meninggalkan 'keserakahan' dan 'nafsu keinginan' jauh di belakang. "

" Kesepuluh : . Ketika 'suara' adalah murni sehingga tidak ada 'objek yang mengotori batin' , 'organ indera dan keadaan yang diluar' sempurna menyatu , dan tiada apapun yang dicocokkan untuk yang lain. Kemudian Saya dapat menyebabkan makhluk yang penuh kemarahan dan kebencian untuk berhenti menjadi penuh kebencian . "

" Kesebelas : . Ketika 'objek yang mengotori batin' telah hilang, cahaya berpilin, dan dharma-dhatu dan tubuh dan pikiran adalah seperti kristal , tembus-pandang dan tak terhalang. Lalu Saya bisa menyebabkan semua makhluk yang kecerdasannya gelap dan kusam yang sifat alami mereka terhalang - semua 'atyantika ('kebodohan orang-orang yang tidak percaya')' - untuk selamanya terbebas dari kebodohan dan kegelapan batin. "

" Keduabelas : Ketika 'bentuk' menghilang dan kembali ke 'pendengaran' , maka yang tak bergerak didalam 'Bodhimandala ('keadaan yang abadi dari pencerahan Bodhi')' yang tak bergerak, Saya bisa melakukan perjalanan diantara makhluk-makhluk tanpa mengganggu apa pun di dunia mereka. Saya bisa pergi melalui sepuluh penjuru membuat persembahan kepada banyak para Buddha , Tathagata , yang seperti butiran terkecil atom dari alam semesta . Disamping setiap Buddha Saya menjadi Pangeran Dharma , dan Saya bisa menyebabkan makhluk yang tidak punya anak di seluruh dharma-dhatu yang ingin memiliki anak laki-laki untuk diberkati dengan putra yang berjasa , berbudi luhur , dan bijaksana . "

" Ketiga belas: . Dengan penembusan sempurna pada enam organ-indra , 'cahaya dan apa yang diterangi' adalah 'bukan dua'. Meliputi sepuluh arah , 'cermin besar yang sempurna' berdiri di Tathagata-garbha yang kosong. Saya mewarisi 'rahasia pintu Dharma' yang jumlahnya seperti para Tathagata yang jumlahNya seperti butiran terkecil atom dari alam semesta diseluruh sepuluh penjuru arah , menerima mereka (pimtu Dharma) tanpa kehilangan . Saya dapat menyebabkan makhluk yang tidak punya anak di seluruh dharma-dhatu yang mencari anak perempuan untuk diberkati dengan putri yang cantik, tegak , berbudi luhur , dan patuh dan yang setiap orang menghargai dan menghormati . "

" Keempat belas : Dalam Trisuhasramahasahasralokadhatu dengan miliaran matahari dan bulan , sebanyak para Pangeran Dharma seperti banyaknya butiran pasir didalam enam puluh dua sungai Gangga muncul di dunia, mengolah Dharma , dan bertindak sebagai contoh teladan demi mengajar dan mengubah makhluk . Mereka mengikuti makhluk dengan cara 'jalan bijaksana yang membantu' dan 'kebijaksanaan' , dengan cara yang berbeda untuk masing-masing . "


" Namun , karena Saya telah memperoleh penembusan sempurna pada organ indera dan telah menemukan keajaiban dari 'pintu masuk telinga', setelah itu 'tubuh dan pikiran Saya' secara halus dan secara ajaib termasuk semua dharma-dhatu , Saya dapat menyebabkan makhluk yang menjunjung tinggi nama Saya untuk memperoleh sebanyak pahala dan kebajikan yang akan diperoleh oleh orang yang menjunjung tinggi nama-nama dari para Pangeran Dharma yang sebanyak pasir di enam puluh dua sungai Gangga . Bhagawan , manfaat kebaikan satu nama Saya adalah sama dengan yang banyak nama lain itu, karena dari pengolahan budidaya Saya, Saya telah memperoleh penembusan yang benar dan sempurna. Ini disebut 'Empat Belas Kekuatan Dari Anugerah Keberanian' ; dengan itu, Saya memberkati makhluk hidup " .

" Selain itu , Bhagawan , karena Saya memperoleh penembusan sempurna dan mengolah budidaya pada 'Jalan yang tak tertandingi' hingga pencapaian , Saya juga diberkahi dengan 'Empat Kebajikan Indah Yang Tak Terbayangkan Dan Yang Tanpa Kesukaran' . "

" Pertama : karena Saya mencapai keajaiban ajaib dari mendengar pikiran , 'intisari pokok dari pikiran' terbebaskan dari 'organ dan keadaan dari pendengaran.' Oleh karena itu , tidak ada perbedaan antara 'penglihatan', 'pendengaran' , 'perasaan' , 'pengetahuan' , dan seterusnya. Pencerahan menjadi tunggal satu , perpaduan yang sempurna , pencerahan yang murni dan berharga. Untuk alasan itu , Saya bisa mewujudkan banyak penampilan yang indah dan dapat menyatakan 'yang tak terbatas mantra suci rahasia' . Antara mereka , Saya mungkin muncul dengan satu kepala , tiga kepala , lima kepala , tujuh kepala , sembilan kepala , sebelas kepala , dan seterusnya , termasuk seratus delapan kepala , seribu kepala , sepuluh ribu kepala , atau delapan puluh empat ribu kepala vajra , dua lengan , empat lengan , enam lengan , delapan lengan , sepuluh lengan, dua belas lengan , empat belas , enam belas , delapan belas lengan , atau dua puluh lengan , dua puluh empat lengan, dan seterusnya sampai mungkin ada seratus delapan lengan , seribu lengan , sepuluh ribu lengan , atau delapan puluh empat ribu lengan mudra , dua mata , tiga mata , empat mata , sembilan mata , dan seterusnya termasuk seratus delapan mata , seribu mata , sepuluh ribu mata , atau delapan puluh empat ribu mata yang murni dan berharga , kadang-kadang penuh kasih , kadang-kadang mengagumkan , kadang-kadang dalam Samadhi , terkadang menampilkan kebijaksanaan untuk menyelamatkan dan melindungi makhluk hidup sehingga mereka dapat mencapai 'penguasaan diri besar' . "

" Kedua : . Karena pendengaran dan pertimbangan Saya telah lolos dari enam obyek yang mengotori batin , seperti suara melewati dinding, mereka tidak bisa lagi dihalangi. Untuk alasan itu Saya memiliki kemampuan luar biasa untuk mewujudkan bentuk setelah bentuk dan membacakan mantra pada mantra . Bentuk-bentuk dan mantra ini menghilangkan kekhawatiran para makhluk hidup . Oleh karena itu , diseluruh sepuluh penjuru arah , di wilayah sebanyak butiran terkecil atom dari alam semesta , Saya dikenal sebagai 'Orang yang menganugerahkan tanpa rasa takut' . "

" Ketiga : . Karena pengolahan budidaya Saya yang mendasar , yang indah , penembusan sempurna dan pemurnian organ indera , di mana saja Saya pergi di dunia, Saya dapat membangkitkan makhluk untuk mempersembahkan kehidupan dan barang berharga mereka untuk mencari belas kasih Saya "

" Keempat : . Karena Saya mendapatkan pikiran Buddha dan ditetapkan sebagai yang telah mencapai tujuan akhir , Saya bisa membuat persembahan harta langka kepada para Tathagata dari sepuluh penjuru dan kepada semua makhluk yang di enam jalur diseluruh dharmadhatu. Jika makhluk mencari pasangan , mereka dapat memperoleh pasangan. Jika mereka mencari anak-anak , mereka bisa punya anak. Mencari Samadhi , mereka memperoleh Samadhi ; mencari umur panjang , mereka mendapatkan umur panjang , dan seterusnya sejauh bahwa jika mereka mencari Nirvana yang besar, mereka memperoleh Nirvana besar. "

" Sang Buddha bertanya tentang penembusan sempurna . Dari pintu gerbang telinga , Saya memperoleh Samadhi yang sempurna dan menerangi yang memungkinkan Saya untuk menanggapi dengan mudah pada pikiran makhluk ' . Dengan memasukkan aliran arus kembali ke sifat alami dan memperoleh Samadhi , Saya mencapai Bodhi . itu adalah 'Cara Utama' . "

" Bhagawan , Buddha itu, sang Tathagata , memuji Saya sebagai yang telah memperoleh dengan baik 'Pintu Dharma dari Penembusan Sempurna' . Didalam perkumpulan majelis yang besar Dia menganugerahkan 'Vyakarana (Ramalan Penetapan Pencapaian pada Bodhi)' kepada Saya dan nama 'Avalokitesvara (Perenung Suara Dunia)' . Karena penembusan dan pendengaran Saya menjadi sempurna jelas diseluruh sepuluh penjuru arah , nama 'Avalokitesvara' meliputi semua alam di sepuluh penjuru . "

Kemudian sang Bhagavan pada Tahta Singa Nya memancarkan secara serentak dari lima ujung tubuh Nya sebuah pancaran cahaya yang bersinar jauh diseluruh sepuluh penjuru untuk menyucikan 'Usnisa (mahkota)' dari banyak Tathagata dan Panggeran Dharma Bodhisattva sebanyak butiran debu . Semua para Tathagata itu juga memancarkan dari lima ujung tubuh Mereka pancaran cahaya yang jumlahnya seperti butiran terkecil atom dari alam semesta dan yang datang dari berbagai arah untuk menyucikan mahkota Buddha serta mahkota dari semua Bodhisattva agung dan Arahat didalam persamuan. Hutan , pohon , kolam , dan telaga semua mengumumkan suara Dharma . Cahaya bercampur dan silang-menyilang seperti sutra jaring permata . Semua orang dalam persamuan majelis yang besar mengalami kejadian ini yang belum pernah terjadi sebelumnya dan mencapai Vajra Samadhi. Kemudian surga langit menghujani ratusan bunga teratai yang berharga dari beraneka gabungan warna biru , kuning, merah , dan putih . Semua ruang angkasa di sepuluh penjuru berubah menjadi warna dari tujuh permata . Dunia Saha , tanah bumi yang besar itu sendiri bersama dengan gunung dan sungai menghilang sama sekali , dan semua yang bisa dilihat adalah wilayah yang banyaknya seperti butiran terkecil atom dari alam semesta datang bersama sebagai satu wilayah . Pujian murni dalam lagu dan nyanyian secara spontan terdengar di mana-mana dalam perayaan .

Kemudian Sang Tathagata berkata kepada Pangeran Dharma Manjusri , " Anda sekarang harus merenungkan 'dua puluh lima Bodhisattwa besar dan Arahat ini yang adalah di luar penelitian' . Masing-masing telah menjelaskan jalan bijaksana awal dalam pencapaian nya pada sang Jalan . Semua mengatakan Mereka telah mengolah budidaya untuk yang benar dan yang sesungguhnya penembusan sempurna . Pengolahan budidaya Mereka adalah sama tanpa perbedaan 'lebih besar dan lebih kecil' atau 'sebelumnya dan kemudian' . Sekarang Saya ingin untuk menyebabkan Ananda menjadi tercerahkan , dan jadi Saya bertanya mana dari dua puluh lima praktek yang tepat untuk organ indera Dia , dan yang akan menjadi , setelah Parinirvana Saya, pintu bijaksana yang termudah bagi makhluk dunia ini untuk masuk untuk mencapai kendaraan Bodhisattva dan mencari jalan yang tak tertandingi . "

Sang Panggeran Dharma, Manjushri , menerima ajaran welas asih dari sang Buddha , bangkit dari tempat dudukNya , bersujud di kaki Sang Buddha , dan , mendasarkan diriNya pada keagungan dan kesucian sang Buddha, berbicara syair gatha kepada Sang Buddha :

"Lautan pencerahan didalam sifat alaminya adalah sempurna dan jelas .

Sempurna Lengkap , Bodhi yang nyata adalah sumber keajaibannya .

Tapi ketika Kecerahan dasar bersinar sehingga objek benda muncul ,

Dengan adanya obyek , sifat alami kecemerlangan memudar .

Kebingungan tentang kepalsuan membawa kekosongan.

Mengandalkan kekosongan , dunia muncul.

Pikiran menetap , membentuk negara.

Kesadaran menjadi makhluk .

Kekosongan diciptakan dalam Pencerahan besar,

Adalah seperti gelembung tunggal didalam seluruh lautan .

Makhluk tunduk pada arus perpindahan keluar dan daratan seperti butiran debu halus,

Semua muncul dari ruang angkasa kosong .

Sama seperti semburan gelembung , demikian juga , ruang angkasa tidak pernah ada .

Berapa banyak yang kurang tiga keadaan dari mahluk !

Kembali ke sumber , sifat alami adalah bukan dua .

Banyak pintu masuk melalui Jalan Bijaksana ;

Sifat alami para bijaksana menembus mereka semua .

Apakah sesuai atau merugikan , semua situasi adalah Jalan Bijaksana .

Mereka yang awalnya memutuskan untuk memasuki Samadhi ,

Kemajuan lambat atau cepat sesuai dengan cara yang dipilih .

'Bentuk' adalah objek kekotoran batin yang diciptakan dari pikiran .

Mereka tidak dapat dilihat oleh intisari pokok dari pikiran .

Bagaimana bisa sesuatu yang tidak terlihat jelas

Digunakan untuk mendapatkan penembusan yang sempurna ?

Dalam suara , bahasa bercampur .

Tapi makna dalam kata , nama , ungkapan ,

Dalam sedemikian rupa sehingga tidak ada satu pun yang dapat memuat mereka semua .

Bagaimana bisa itu digunakan untuk mencapai penembusan yang sempurna ?

Kesadaran bau datang melalui hubungan dengan mereka .

Terpisah dari mereka , Kita tidak tahu bahwa mereka ada .

Karena perasaan bau mereka adalah tidak terus-menerus tetap ,

Bagaimana bisa itu digunakan untuk mencapai penembusan yang sempurna ?

'Rasa' adalah tidak kepada Kita secara mendasar oleh sifat alami .

Mereka hanya ada ketika ada sesuatu untuk dicicipi .

Karena perasaan ini tidak abadi ,

Bagaimana bisa itu digunakan untuk mencapai penembusan yang sempurna ?

Sentuhan menjadi jelas hanya ketika sesuatu disentuh .

Tanpa sebuah objek tidak ada hubungan.

Karena hubungan dan pemisahan berubah-rubah ,

Bagaimana bisa itu digunakan untuk mencapai penembusan yang sempurna ?

dharma dikenal seperti debu yang mengotori dalam batin.

Diperhitungkan sebagai debu yang mengotori , mereka tentu adalah obyek tujuan indera.

Keterlibatan subyek dan obyek tidak dapat meresap tembus;

Bagaimana bisa itu digunakan untuk mencapai penembusan yang sempurna ?

Meskipun penglihatan itu sendiri adalah jernih dan menembus ,

Dengan jelas melihat di depan, ia tidak bisa melihat belakang .

Sungguh mencapai hanya setengah empat penjuru arah ,

Bagaimana bisa itu digunakan untuk mencapai penembusan yang sempurna ?

Napas hidung menembus masuk dan keluar .

Tapi di antara jeda tidak ada udara .

Gangguan ini membuat itu tidak tetap .

Bagaimana bisa itu digunakan penembusan sempurna?

Lidah bukanlah organ tubuh tanpa fungsi ;

Rasa membentuk sumber dari perasanya .

Ketika rasa berakhir, ia tidak tahu apapun .

Bagaimana bisa itu digunakan untuk mencapai penembusan yang sempurna ?

Itu adalah sama untuk tubuh sebagai obyek tujuan sentuhan .

Keduanya tidak dapat dianggap sebagai kesadaran yang sempurna .

Dengan pembagian tak terlihat yang dijelaskan dan yang tak terbatas,

Bagaimana bisa itu digunakan untuk mencapai penembusan yang sempurna ?

Pengetahuan batin adalah kumpulan banyaknya pertimbangan .

Apa yang ia lihat adalah tidak pernah pengetahuan yang mendalam .

Tidak dapat melampaui perenungan dan pemikiran ,

Bagaimana bisa itu digunakan untuk mencapai penembusan yang sempurna ?

Kesadaran penglihatan menggabungkan tiga aspek .

Menyelidiki asalnya : ia tidak memiliki penampilan rupa.

Karena seluruh zat isi pokoknya adalah bisa berubah ,

Bagaimana bisa itu digunakan untuk mencapai penembusan yang sempurna ?

Intisari dari pendengaran menembus sepuluh penjuru arah,

Bagi mereka yang telah mengembangkan penyebab besar,

Mereka yang dari tekad awal tidak bisa masuk dengan cara ini .

Bagaimana bisa itu digunakan untuk mencapai penembusan yang sempurna ?

Merenung pada hidung adalah cara sementara.

Itu hanya berfungsi untuk berkumpul dan menetap di pikiran .

Setelah menetap , pikiran hanya diam.

Bagaimana bisa itu digunakan untuk mencapai penembusan yang sempurna ?

Mereka dari 'pencapaian yang terlebih dahulu' dicerahi oleh

Berbicara Dharma melalui sarana bahasa ,

Tapi karena kata-kata dan ungkapan adalah tidak bebas dari arus perpindahan keluar ,

Bagaimana bisa itu digunakan untuk mencapai penembusan yang sempurna ?

Menahan diri dari pelanggaran hanyalah mengendalikan tubuh .

Untuk orang yang tidak memiliki tubuh , tidak ada yang ditahan .

Karena sumbernya adalah tidak meresap tembus kesemua,

Bagaimana bisa itu digunakan untuk mencapai penembusan yang sempurna ?

Penembusan batin didasarkan pada penyebab masa lalu .

Hubungan apa yang mereka punya dengan dharma yang berbeda-beda ?

Pemikiran yang berkondisi tidaklah terlepas dari hal-hal .

Bagaimana bisa itu digunakan untuk mencapai penembusan yang sempurna ?

Orang mungkin dapat merenungkan sifat tanah bumi ,

Tapi itu keras dan padat , tidak bisa ditembus .

Apapun yang dikondisikan bukanlah sifat alami yang bijaksana.

Bagaimana bisa itu digunakan untuk mencapai penembusan yang sempurna ?

Orang mungkin dapat merenungkan sifat alami dari air ,

Tapi perenungan batin seperti ini tidaklah benar dan nyata .

Keadaan 'Tathata ('apa adanya')' bukanlah pandangan yang tercerahkan .

Bagaimana bisa itu digunakan untuk mencapai penembusan yang sempurna ?

Orang mungkin dapat merenungkan sifat alami dari api ,

Tetapi mengakui kebencian bukanlah penolakan yang benar.

Jalan bijaksana ini tidak bisa menjadi satu untuk pemula .

Bagaimana bisa itu digunakan untuk mencapai penembusan yang sempurna ?

Orang mungkin dapat merenungkan sifat alami dari angin ,

Tapi gerakan dan keheningan bukanlah yang tidak ganda .

Kegandaan tidak bisa membawa pencerahan tertinggi .

Bagaimana bisa itu digunakan untuk mencapai penembusan yang sempurna ?

Orang mungkin dapat merenungkan sifat alami dari kekosongan .

Tetapi aspeknya adalah keruh dan kusam , tiada kesadaran .

Apapun yang 'tidak sadar' adalah berbeda dari Bodhi .

Bagaimana bisa itu digunakan untuk mencapai penembusan yang sempurna ?

Orang mungkin dapat merenungkan sifat alami dari kesadaran ;

Namun orang menganggap kesadaran yang tidak kekal .

Bahkan pemikiran pada itu adalah kosong dan palsu.

Bagaimana bisa itu digunakan untuk mencapai penembusan yang sempurna ?

Semua kegiatan adalah tidak kekal ;

Demikian juga , kesadaran memiliki asalnya didalam kemunculan dan penghentian .

Karena pada waktu tertentu faktor-faktor 'sebab pendorong dan akibat' berbeda ,

Bagaimana bisa itu digunakan untuk mencapai penembusan yang sempurna ?

Sekarang Saya memberitahukan sang Bhagavan ,

Sang Buddha yang muncul di dunia Saha :

Di negeri ini isi pokok zat sebenarnya dari pengajaran

Berada dalam 'mendengar suara' semata-mata .

Jika seseorang ingin mencapai Samadhi ,

'Mendengar' adalah cara terbaik untuk masuk .

Terlepas dari penderitaan , pembebasan ditemukan .

Alangkah baiknya adalah Dia Yang Merenungkan Suara Dunia !

Sepanjang kalpa yang banyak seperti pasir sungai Gangga .

Dia memasuki 'Buddhaksetra ('Wilayah Buddha')' yang sebanyak butiran debu halus.

Mendapatkan kekuatan besar dari Penguasaan Diri ,

Dia menganugerahkan keberanian kepada makhluk hidup .

Indah adalah suara dari ' Avalokitesvara (Perenung Suara Dunia') ,

Sebuah suara murni , seperti auman samudera lautan.

Dia menyelamatkan dunia dan membawa kedamaian bagi semua di dalamnya .

Dia telah melampaui dunia, dan pencapaianNya adalah abadi .

Saya sekarang menilai, Tathagata ,

Apa yang Avalokitesvara baru saja jelaskan :

Pertimbangkan seseorang didalam tempat yang tenang , yang,

Ketika gendang dipukul diseluruh sepuluh penjuru arah,

Dapat mendengar sekaligus suara dari semua sepuluh lokasi .

Itu adalah kesempurnaan sejati yang sebenarnya .

Mata tidak bisa melihat melewati 'bentuk' yang padat .

Mulut dan hidung adalah kira-kira sama .

Tubuh menunjukkan kesadaran hanya melalui 'hubungan' .

Pikiran , kusut dalam pemikiran , tidak memiliki hubungan yang jelas .

Suara dapat didengar bahkan melewati dinding padat .

Telinga dapat mendengarkan hal-hal baik yang dekat maupun jauh .

Tak satu pun dari lima organ lainnya dapat menandingi ini .

Itu , kemudian, menembus secara benar dan nyata .

Sifat alami dari suara berpusat di gerakan dan keheningan .

Orang mendengar menurut apakah ada suara .

Dengan tidak ada suara , dikatakan tidak ada pendengaran .

Tapi ini tidak berarti bahwa sifat alami 'pendengaran' menghilang .

Dengan tidak adanya suara , sifat alami itu tidak berakhir ;

Juga tidak muncul di hadapan suara .

Seluruhnya melampaui kemunculan dan penghentian .

Itu adalah, maka , benar-benar abadi .

Selalu hadir , bahkan dalam mimpi berpikir ,

Itu tidak menghilang ketika 'kondisi dan pikiran' menghilang .

Menjadi Tercerahkan, 'perenungan ini' melampaui 'kesadaran pengertian' ,

Menjangkau melampaui baik tubuh maupun pikiran .

Sekarang , didalam dunia Saha , ajaran Suara

Telah diumumkan dan dipahami .

Namun makhluk bingung tentang sumber dari pendengaran.

Mereka mengikuti suara dan jadi berbalik dan mengalir .

Kekuatan Ananda untuk mengingat adalah luar biasa;

Namun Dia terjatuh menjadi korban alur yang menyimpang .

Bukankah dari menghiraukan suara yang Dia hampir kehilangan ?

Dengan mengembalikan aliran, orang akan di atas kepalsuan .

Ananda , dengarlah dengan penuh perhatian :

Saya mengandalkan kekuatan besar sang Buddha ,

Didalam menggambarkan kepada Anda sang 'Vajra-raja ('Raja Tubuh Buddha Yang Tak Dapat Dihancurkan')' ,

Sebuah 'Samadhi Yang Tak Terbayangkan' yang adalah seperti khayalan ilusi .

Itu adalah 'Ibu sejati yang sesungguhnya' dari semua Buddha.

Anda mungkin mendengar Pintu Dharma rahasia

Dari para Buddha yang banyakNya seperti butiran terkecil atom dari alam semesta ,

Tapi tanpa terlebih dahulu meninggalkan 'nafsu keinginan dan arus perpindahan keluar',

Anda dapat mengumpulkan pengetahuan , dan masih melakukan kesalahan .

Anda memanfaatkan pengetahuan untuk menegakkan 'Buddhatva ('Keadaan dari Penerangan Sempurna')' dari para Buddha .

Mengapa Anda tidak mencoba untuk mendengar pendengaran Anda sendiri ?

Mendengar tidak muncul secara spontan ;

Ia mendapat namanya karena suara .

Tapi ketika 'pendengaran' kembali dan bebas dari suara ,

Apa yang seseorang sebut itu yang dibebaskan ?

Begitu organ indera seseorang kembali ke sumbernya ,

Semua enam itu dibebaskan .

Penglihatan dan pendengaran adalah seperti khayalan ilusi yang menutupi .

Tiga alam , penglihatan pada bunga di ruang angkasa .

Ketika 'pendengaran' kembali , 'penutupan pada organ indera' menghilang .

'Debu kotor' roboh untuk memurnikan dan menyempurnakan 'wawasan yang mendalam'.

Dengan kemurnian tertinggi , cahaya menembus .

Keheningan bersinar dan termasuk di dalamnya semua kekosongan.

Melihat dunia dari sudut pandang ini ,

Segala sesuatu yang terjadi adalah seperti mimpi .

Putri Matangi itu , juga merupakan bagian dari mimpi .

Siapa yang mampu , lalu , secara fisik menahan Anda ?

Pertimbangkan 'seorang pemain Dalang bayangan' di tempat kerja ,

Membuat boneka tampak senyata orang .

Meskipun orang melihat mereka bergerak bebas ,

Mereka benar-benar diatur oleh kumpulan tali .

Berhenti menjalankan kendali itu dan mereka menjadi diam.

Seluruh khayalan ilusi tidak pernah benar-benar ada .

Enam organ indra juga adalah demikian .

Pada awalnya ada satu intisari kecerahan .

Yang terbagi menjadi enam kali lipat gabungan.

Jika namun 'satu bagian' berhenti dan kembali ,

Semua enam fungsi akan berhenti juga .

Menanggapi pikiran , 'objek yang mengotori' lenyap ,

Menjadi murni dan kecerahan yang indah sempurna .

Jika ada sisa kekotoran , orang masih harus belajar .

Ketika kecerahan itu adalah yang tertinggi , orang menjadi Tathagata .

Ananda , dan semua orang dalam perkumpulan majelis yang besar ,

Perbaiki proses Anda untuk pendengaran .

Kembalikan pendengaran untuk mendengar sifat alami Anda sendiri

Sifat alami itu akan menjadi Jalan tertinggi .

Itulah arti 'penembusan sempurna' yang sesungguhnya .

Itu adalah pintu gerbang yang dimasuki oleh para Buddha sebanyak butiran debu .

Itulah satu jalan yang menuju ke Nirvana .

Para Tathagata masa lalu menyempurnakan cara ini .

Para Bodhisattva sekarang bergabung dengan kecerahan total ini .

Orang-orang dari masa depan yang belajar dan berlatih

Juga akan mengandalkan Dharma ini .

Melalui cara ini Saya, juga, telah ditetapkan .

Avalokitesvara Bodhisattva bukanlah yang satu-satunya .

Sang Buddha , sang Bhagavan ,

Bertanya kepada Saya Jalan Bijaksana yang mana ,

Akan menyelamatkan mereka yang di akhir kalpa

Yang berusaha untuk melarikan diri dari dunia fana keduniawian ,

Dan menyempurnakan pikiran dari Nirvana :

Cara terbaik adalah dengan 'Merenungkan Suara Dunia' .

Semua jenis lain dari 'Jalan Bijaksana'

Membutuhkan Keagungan dan Kesucian dari Sang Buddha .

Dalam beberapa kasus mereka membawa 'Kelebihan Melampaui' langsung ,

Tapi mereka bukanlah cara biasa yang lazim dari berlatih ,

Menyampaikan pada mereka yang berakar dangkal dan dalam sama-sama.

Saya tunduk kepada 'Tathagata ('Yang Telah Datang')' dan 'Tripitaka ('Tiga Keranjang')'

Dan kepada Mereka 'Yang Tidak Terbayangkan' 'Yang Tanpa Arus Perpindahan Keluar' ,

Mempercayai Mereka akan membantu mereka yang di masa depan ,

Sehingga tidak ada yang akan meragukan cara ini .

Itu adalah sebuah 'Jalan Bijaksana' yang mudah untuk dikuasai , sebuah pengajaran yang sesuai untuk Ananda

Dan bagi mereka yang menggelepar di era akhir .

Mereka harus menggunakan organ telinga untuk mengolah budidaya

Sebuah penembusan sempurna yang melebihi semua orang lain

Itu adalah cara menuju ke pikiran yang benar sejati . "

Setelah itu, Ananda dan semua yang didalam persamuan perkumpulan majelis yang besar mengalami 'Kejelasan Jernih Tubuh dan Pikiran' setelah menerima Ajaran mendalam seperti itu. Mereka merenungkan Bodhi  dan Parinirvana sang Buddha seperti seseorang yang, setelah perjalanan jauh untuk tugas , mengetahui bahwa dia berada di jalan pulang ke rumah , meskipun ia belum kembali sepenuhnya . Sepanjang seluruh perkumpulan majelis , para dewa , naga , dan semua mahluk asta-gatyah , mereka yang dari dua kendaraan yang belum di luar penelitian , serta semua Bodhisattva dari tekad awal, yang banyakNya seperti pasir di sepuluh sungai Gangga , menemukan pikiran mendasar Mereka dan , jauh terhapuskan dari debu dan kekotoran , mencapai kemurnian 'mata Dharma' . Sang 'Bhikshuni Sifat Alami Diri' mencapai Arhat setelah mendengar Gatha ini , dan makhluk yang tak terbatas jumlahnya membangkitkan yang tiada tanding , Hati yang tiada bandingnya Anuttara Samyak Sambodhi.



( Empat Ajaran yang Jelas dan Pasti tentang Kemurnian )

Ananda meluruskan jubahNya dan kemudian , di tengah-tengah perkumpulan majelis , menempatkan telapak tanganNya beranjali dan membungkuk . PikiranNya Jelas sempurna, dan Dia merasakan campuran suka dan duka . NiatNya adalah untuk memberi manfaat kebaikan kepada makhluk dari masa depan saat Dia memberi hormat dan berkata kepada Sang Buddha , " Yang Sangat Welas Asih Bhagawan . Saya sudah terbangun dan mencapai Pintu Dharma ini untuk menjadi seorang Buddha , dan Saya dapat mengolahnya tanpa ada sedikit pun keraguan . Saya sudah sering mendengar Tathagata berkata, ' Selamatkan orang lain terlebih dahulu , kemudian selamatkan diri Kamu sendiri. Itu adalah cita-cita dari seorang Bodhisattva. Setelah Pencerahan Anda sendiri disempurnakan , maka Anda bisa mencerahkan orang lain. Itulah cara Tathagata menanggapi dunia . " Meskipun Saya belum diselamatkan , Saya bersumpah untuk menyelamatkan semua makhluk dari jaman berakhirnya Dharma.

" Bhagawan , makhluk-makhluk itu berasal dari masa Sang Buddha , dan akan ada banyak guru menyimpang yang mengemukakan ajaran mereka seperti banyaknya butiran pasir di sungai Gangga . Saya ingin menyebabkan makhluk-makhluk itu untuk mengumpulkan pikiran mereka dan memasuki Samadhi . Bagaimana Saya bisa menyebabkan mereka untuk tinggal berdiam penuh damai di tempat sang Jalan , jauh dari perbuatan iblis , dan menjadi tidak dapat diubah dalam tekad mereka untuk Bodhi ? "

Pada saat itu, sang Bhagavan memuji Ananda di depan seluruh perkumpulan majelis , mengatakan , "Bagus sekali ! Betapa baiknya adalah bahwa Anda bertanya bagaimana untuk membangun tempat sang Jalan dan untuk menyelamatkan dan melindungi makhluk yang tenggelam didalam rawa dari usia akhir . Dengarlah dengan baik , sekarang, dan Saya akan memberitahu Anda . "

Ananda dan perkumpulan majelis yang besar menyetujui untuk menjunjung tinggi Ajaran itu.

Sang Buddha berkata kepada Ananda , " Kamu selalu mendengar Saya menjelaskan didalam Vinaya bahwa ada tiga aspek yang menentukan untuk pengolahan budidaya. Itu adalah, 'mengumpulkan pikiran' merupakan 'Sila ('aturan disiplin')'. Dari Sila datang 'Samadhi (Pemusatan Pikiran)' , dan dari Samadhi muncul 'Prajna ('kebijaksanaan')'. ini disebut 'Tiga Pelajaran Yang Tanpa Arus Perpindahan Keluar'. "

" Ananda , mengapa Saya sebut 'mengumpulkan pikiran' adalah Sila ? Jika makhluk yang di enam jalur dari setiap alam duniawi tidak memiliki nafsu seksual , mereka tidak akan harus menjalani rangkaian penggantian terus-menerus dari kelahiran dan kematian . Tujuan dasar Anda dalam mengolah budidaya Samadhi adalah untuk melampaui kekotoran yang melelahkan . Tetapi jika Kamu tidak meninggalkan nafsu seksual , Anda tidak akan bisa keluar dari debu itu. Walaupun orang mungkin memiliki beberapa kebijaksanaan dan peristiwa dari 'Dhyana Samadhi ('Tingkat Penyerapan Pemusatan Pikiran')' , jika mereka tidak memusnahkan nafsu seksual , mereka tentu masuk ke jalur ibils. Paling tinggi , mereka akan menjadi raja iblis , rata-rata , mereka akan menjadi anggota rombongan iblis , di tingkat terendah , mereka akan menjadi iblis perempuan. Iblis-iblis ini semuanya memiliki kelompok murid mereka. Masing-masing mengatakan bahwa ia telah mencapai 'Jalan tak tertandingi'. Setelah Parinirvana Saya, dijaman berakhirnya Dharma, gerombolan iblis ini akan berlimpah , menyebar seperti api ketika mereka terang-terangan melakukan keserakahan dan nafsu, sementara mengatakan menjadi 'penasehat berpengetahuan yang baik'. Mereka akan menyebabkan makhluk jatuh ke dalam jurang 'cinta dan pandangan' dan kehilangan Jalan ke Pencerahan Bodhi . "

" Ketika Anda mengajar orang-orang di dunia untuk mengolah budidaya Samadhi , mereka harus pertama-tama memotong pikiran nafsu seksual . Ini adalah ajaran pertama yang jelas dan mutlak tentang Kemurnian yang diberikan oleh para Tathagata , para Buddha dari masa lalu, para Bhagavan . Oleh karena itu , Ananda , jika para orang yang mengolah budidaya Dhyana Samadhi tidak memusnahkan nafsu seksual , mereka adalah seperti orang yang memasak pasir berharap untuk mendapatkan beras. Setelah ratusan ribu kalpa , itu masih akan hanya menjadi pasir panas . Mengapa ? itu bukan beras untuk memulai , itu hanya pasir. Jika Anda mencari 'buah hasil Buddha yang indah' dengan tubuh dari nafsu seksual , maka bahkan jika Anda mencapai 'kebangkitan indah', itu masih didasarkan pada nafsu seksual. Dengan nafsu seksual pada sumbernya , Anda akan berputar di tiga jalur dan tidak bisa keluar . Jalan manakah yang akan Anda ambil untuk mengolah dan ditetapkan untuk Nirvana sang Tathagata ? Anda harus memusnahkan nafsu seksual yang adalah dalam dasar hakiki untuk tubuh dan pikiran , kemudian menyingkirkan bahkan aspek dari pemusnahan . Pada saat itu Anda memiliki beberapa harapan untuk mencapai Bodhi Sang Buddha . Apa yang Saya katakan di sini adalah ajaran para Buddha . Setiap Penjelasan apapun yang bertentangan dengan itu adalah ajaran Papiyan ( raja iblis ) ."

" Selanjutnya , Ananda , jika makhluk di enam jalur dari setiap alam duniawi tidak punya pikiran membunuh, mereka tidak akan harus untuk menjalani rangkaian penggantian terus-menerus dari kelahiran dan kematian . Tujuan dasar Anda dalam mengolah budidaya Samadhi adalah untuk mengatasi kekotoran batin yang melelahkan . Tapi jika Anda tidak meninggalkan pikiran Anda tentang membunuh , Anda tidak akan bisa keluar dari debu itu. Meskipun orang mungkin memiliki beberapa kebijaksanaan dan peristiwa dari Dhyana Samadhi , mereka tentu memasuki jalur dari roh jika mereka tidak berhenti membunuh. Paling tinggi , mereka akan menjadi hantu preta berkekuatan besar; rata-rata , mereka akan menjadi yaksha terbang, pemimpin hantu , atau sejenisnya; pada tingkat terendah , mereka akan menjadi para rakshasa yang melompati tanah bumi. Para hantu dan roh ini semuanya memiliki pengikut mereka . Masing-masing mengatakan bahwa ia telah mencapai Jalan tak tertandingi . Setelah Nirvana Saya, dijaman berakhirnya Dharma, gerombolan hantu dan roh ini akan berlimpah , menyebar seperti api karena mereka berpendapat bahwa makan daging akan membawa orang ke Jalan Bodhi . Ananda , Saya mengizinkan Bhiksu untuk makan lima jenis dari daging murni . Daging ini sebenarnya adalah sebuah penjelmaan yang dilahirkan oleh kekuatan batin Saya. Itu pada dasarnya tidak memiliki kekuatan hidup . Anda para Brahmana tinggal di cuaca yang sangat panas dan lembab , dan demikian berpasir dan tanah berbatu , bahwa sayuran tidak akan tumbuh , oleh karena itu, Saya harus membantu Anda dengan kekuatan batin dan kasih sayang. Karena kebaikan murah hati dan kasih sayang ini, daging tersebut ini menyesuaikan selera Anda. Setelah Nirvana Saya, bagaimana bisa orang-orang yang makan 'daging dari makhluk' disebut murid Sakya ? Anda harus tahu bahwa , bahkan jika para pemakan daging bisa masuk ke keadaan 'hati terbuka' mirip dengan Samadhi , mereka semua adalah rakshasa besar. Ketika ganjaran mereka berakhir , mereka terikat untuk tenggelam didalam laut pahit dari kelahiran dan kematian . Mereka bukan murid Sang Buddha . Orang-orang seperti ini membunuh dan memakan satu sama lain dalam siklus yang tidak pernah berakhir . Bagaimana bisa orang-orang seperti itu melampaui Tiga alam ? "

" Ketika Anda mengajar orang-orang di dunia untuk mengolah budidaya Samadhi , mereka juga harus berhenti membunuh . Ini adalah ajaran kedua yang jelas dan mutlak tentang Kemurnian yang diberikan oleh para Tathagata , para Buddha dari masa lalu, para Bhagavan . Oleh karena itu , Ananda , jika para orang yang mengolah budidaya Dhyana Samadhi tidak berhenti membunuh , mereka seperti orang yang menutup telinganya dan berteriak dengan suara keras , berpikir bahwa tidak ada yang mendengar dia .Dia mencoba untuk menutupi suara , tetapi hanya membuatnya lebih besar . Bhiksu yang murni dan Bodhisattva yang murni yang berlatih 'Kemurnian' bahkan tidak akan menginjak rumput di jalur , bahkan tidak akan mereka menariknya dengan tangan mereka. Bagaimana orang bisa dengan kasih sayang yang besar memakan daging dan darah dari makhluk? Para Bhiksu yang tidak memakai sutra , sepatu bot kulit , bulu , atau yang dibawah , baik yang didatangkan atau yang ditemukan di daerah setempat , dan yang tidak meminum susu, krim , atau mentega , benar-benar bisa melampaui dunia ini . Ketika mereka telah membayar kembali utang-utang masa lalu mereka , mereka tidak akan harus kembali masuk ke 'Tiga alam (Triloka)' . Mengapa tidak ? Ketika seseorang memakai sesuatu yang diambil dari makhluk hidup , ia menciptakan hubungan dengan makhluk , seperti ketika orang memakan seratus biji padi , kaki mereka tidak bisa meninggalkan tanah bumi . Baik secara tubuh maupun secara batin, seseorang harus menghindari 'tubuh dan oleh hasil dari makhluk' , dengan tidak memakai mereka atau memakan mereka, Saya katakan bahwa orang tersebut memiliki Kebebasan Sejati . Apa yang Saya katakan di sini adalah ajaran para Buddha . Setiap Penjelasan apapun yang bertentangan dengan itu adalah ajaran Papiyan ( raja iblis ) ."

" Selanjutnya , Ananda , jika makhluk di enam jalur dari setiap alam duniawi tidak punya pikiran mencuri , mereka tidak akan harus menjalani rangkaian penggantian terus-menerus dari kelahiran dan kematian . Tujuan dasar Anda dalam mengolah budidaya Samadhi adalah untuk mengatasi kekotoran batin yang melelahkan . Tapi jika Anda tidak meninggalkan pikiran Anda tentang mencuri , Anda tidak akan bisa keluar dari debu itu. Meskipun orang mungkin memiliki beberapa kebijaksanaan dan peristiwa dari Dhyana Samadhi , mereka tentu memasuki jalur yang menyimpang jika mereka tidak berhenti mencuri . Paling tinggi , mereka akan menjadi roh , rata-rata , mereka akan menjadi hantu jahat, pada tingkat terendah , mereka akan menjadi orang-orang yang menyimpang yang dikuasai oleh berbagai hantu. Gerombolan yang menyimpang ini semuanya memiliki pengikut mereka. Masing-masing mengatakan bahwa ia telah mencapai Jalan tak tertandingi . Setelah Nirvana Saya, dijaman berakhirnya Dharma, gerombolan yang jahat dan menyimpang ini akan berlimpah , menyebar seperti api karena mereka diam-diam menipu orang lain . Menyebut diri mereka sendiri 'penasehat berpengetahuan yang baik', mereka masing-masing akan mengatakan bahwa mereka telah mencapai Dharma tak tertandingi . Menarik dan menipu orang-orang bodoh , atau menakuti orang-orang keluar dari kecerdasan mereka , mereka mengganggu dan melempar limbah ke rumah tangga di mana pun mereka pergi . "




" Saya mengajar para Bhiksu melakukan pindapata makanan mereka sesuai dimana mereka berada , dalam rangka untuk membantu mereka meninggalkan keserakahan dan mencapai Jalan Bodhi . Para Bhiksu tidak menyiapkan makanan mereka sendiri , sehingga , pada akhir kehidupan ini dari keberadaan duniawi di tiga alam, Mereka dapat menunjukkan dirinya sebagai 'Kembali Sekali Yang Pergi dan Tidak Kembali '. Bagaimana pencuri bisa memakai jubahKu dan menjual Tathagata , mengatakan bahwa segala macam karma yang diciptakan seseorang hanyalah Buddha - Dharma ? Mereka memfitnah para Bhiksu yang telah meninggalkan kehidupan rumah dan mengambil ajaran lengkap , dengan mengatakan bahwa Mereka milik jalan 'Hinayana ( Jalan Kecil )' . Dengan cara ini , mereka membingungkan para makhluk yang tak terhingga jumlahnya , menyebabkan mereka tersesat , sampai mereka jatuh ke dalam neraka yang tidak terputus . "

" Setelah Nirvana Saya , Saya menegaskan bahwa para Bhiksu yang memiliki tekad pasti untuk mengolah Samadhi , dan yang dihadapan gambar para Tathagata bisa menyalakan sebuah lampu minyak di tubuh Mereka atau membakar jari , atau membakar bahkan satu dupa pada tubuh mereka , akan , pada saat itu membayar utang karma Mereka dari masa lalu tanpa awal. Mereka dapat berangkat dari dunia dan akan selamanya bebas dari arus perpindahan keluar . Meskipun Mereka mungkin tidak langsung memahami Pencerahan Yang Tak Tertandingi , Mereka akan sudah tegas mengatur pikiran Mereka pada Dharma . Jika orang tidak mempraktekkan salah satu tanda penolakan dari tubuh pada tingkat sebab-musabab , maka bahkan jika orang menyadari 'yang tidak berkondisi' , orang masih harus datang kembali sebagai orang untuk membayar utang masa lalu seseorang , persis seperti dulu yang Saya harus alami ganjaran dari harus makan gandum yang dimaksudkan untuk kuda . "

" Ketika Anda mengajar orang-orang di dunia untuk mengolah Samadhi , mereka juga harus berhenti mencuri . Ini adalah ajaran ketiga yang jelas dan mutlak tentang 'Kemurnian' yang diberikan oleh para Tathagata , para Buddha dari masa lalu, Sang Bhagavan . Oleh karena itu , Ananda , jika para orang yang mengolah Dhyana Samadhi tidak berhenti mencuri , mereka seperti orang yang menuangkan air ke dalam cangkir bocor berharap untuk mengisinya . Dia mungkin berlanjut selama banyak kalpa seperti banyaknya butiran terkecil atom dari alam semesta , namun , pada akhirnya , cangkir itu tetap tidak akan penuh. Jika para Bhiksu tidak menyimpan jauh apa pun selain jubah dan mangkuk Mereka , jika Mereka memberikan apa yang tersisa dari makanan persembahan mereka kepada makhluk yang lapar , jika Mereka menaruh telapak tangan Mereka beranjali dan membuat hormat kepada seluruh perkumpulan majelis yang besar; jika ketika orang memarahi Mereka, Mereka dapat memperlakukannya sebagai pujian; jika Mereka dapat mengorbankan seluruh tubuh dan pikiran Mereka , memberikan daging , tulang , dan darah Mereka untuk makhluk hidup; dan jika Mereka tidak mengulangi ajaran yang bukan terakhir dari Tathagata seolah-olah itu adalah penjelasan Mereka sendiri , menyesatkan mereka yang baru saja mulai belajar; maka para Buddha menyatakan bahwa Mereka akan mencapai Samadhi Yang Benar Sejati. Apa yang Saya katakan di sini adalah ajaran para Buddha . Setiap Penjelasan apapun yang bertentangan dengan itu adalah ajaran Papiyan ( raja iblis ) ."

" Ananda , meskipun semua makhluk di enam jalur dari setiap alam duniawi mungkin tidak 'membunuh, mencuri atau bernafsu birahi' baik secara tubuh maupun pikiran , ketiga aspek perilaku mereka ini sehingga menjadi sempurna , jika mereka mengatakan berbagai kebohongan besar , maka Samadhi yang mereka capai tidak akan menjadi Murni .  Mereka akan menjadi iblis dari cinta dan pandangan dan akan kehilangan benih dari Tathagata . Mereka mengatakan bahwa mereka telah mencapai apa yang mereka belum capai , dan bahwa mereka telah ditetapkan ketika mereka belum ditetapkan . Mungkin mereka berusaha untuk menjadi 'yang paling terkemuka di dunia' , 'orang-orang yang paling dihormati dan unggul' . Mereka mengumumkan kepada para pendengar bahwa mereka telah mencapai hasil dari Shrotaapanna , dari sebuah Sakridagamin , dari Anagamin , dari arhat , dari kendaraan Pratyekabuddha, atau berbagai tingkat keBodhisattvaan hingga dan termasuk Sepuluh Tingkat Bhumi , agar menyebabkan orang lain untuk menghormati dan bertobat di depan mereka dan karena mereka serakah demi persembahan . Para 'icchantika ('orang yang tidak percaya')' ini menghancurkan benih-benih keBuddhaan sama pastinya seperti pohon hancur jika ditebang . Sang Buddha meramalkan bahwa orang-orang demikian memotong akar kebaikan mereka selamanya dan kehilangan pengetahuan dan penglihatan mereka . Terbenam di laut dari Tiga Penderitaan , mereka tidak dapat mencapai Samadhi . "

"Saya memerintahkan bahwa setelah Nirvana Saya , para Bodhisattva dan Arahat muncul dalam 'Tanggapan Tubuh' di jaman berakhirnya Dharma , dan mengambil berbagai jelmaan Bentuk dalam rangka untuk menyelamatkan mereka yang didalam perputaran kelahiran kembali . Mereka harus menjadi Sramana , orang awam berjubah putih , raja , menteri atau pejabat , 'pemuda atau gadis' perawan , dan seterusnya , bahkan pelacur , janda , pemboros , pencuri , tukang daging , atau pedagang selundupan , menjadi saudara dari orang macam ini , memuji kendaraan Buddha dan menyebabkan mereka untuk memasuki Samadhi dalam tubuh dan pikiran. Tapi Mereka harus tidak pernah mengatakan diri Mereka sendiri , " Aku benar-benar seorang Bodhisattva '; atau 'Aku benar-benar seorang Arhat', atau membiarkan 'rahasia penyebab dari Buddha ' bocor keluar dengan berbicara santai kepada mereka yang belum belajar , selain pada akhir hidup mereka dan kemudian hanya untuk mereka yang mewarisi Ajaran. Jika tidak , bukankah orang-orang demikian menipu dan membingungkan makhluk dan terlibat dalam pernyataan palsu yang kotor ? "

" Ketika Anda mengajar orang-orang di dunia untuk mengolah Samadhi , mereka juga harus menghentikan semua kebohongan. Ini adalah ajaran keempat yang jelas dan mutlak tentang 'Kemurnian' yang diberikan oleh para Tathagata dan para Buddha dari masa lalu , para Bhagavan . Oleh karena itu , Ananda , orang yang tidak memutuskan kebohongan seperti orang yang mengukir sepotong kotoran manusia untuk terlihat seperti Chandana , berharap untuk membuatnya harum . Dia mencoba sesuatu yang mustahil . Saya mengajarkan para Bhiksu bahwa 'pikiran yang lurus jujur' adalah 'Tempat sang Jalan ('Bodhimandala')' dan bahwa dalam semua aspek latihan Mereka dari 'Empat Tingkah Laku Agung (='berjalan, berdiri, duduk dan berbaring')' Mereka harus menghindari kepalsuan . Bagaimana mereka bisa mengatakan telah menyebabkan diri mereka sendiri mencapai Dharma dari orang yang unggul ? Itu akan seperti orang miskin yang secara palsu menyebut dirinya seorang kaisar dan dengan demikian akan membawa hukuman mati diri sendiri . Apalagi orang yang berusaha merebut gelar Dharmaraja . Ketika penyebab dasar adalah tidak benar , akibat akan terputarbalik . Orang yang mencari Bodhi sang Buddha dengan cara itu adalah seperti orang yang mencoba menggigit pusar sendiri . Siapa yang bisa mungkin berhasil dalam hal itu ? "

"Jika pikiran para Bhiksu yang lurus seperti tali busur , dan Mereka adalah benar dan nyata dalam segala sesuatu yang Mereka lakukan , maka Mereka dapat masuk Samadhi dan tidak pernah terlibat dalam perbuatan iblis . Saya menetapkan bahwa orang tersebut akan mencapai  ' Pengetahuan tak tertandingi dan Pencerahan' dari Bodhisattva . Apa yang Saya katakan di sini adalah ajaran para Buddha . Setiap penjelasan bertentangan dengan itu adalah ajaran Papiyan ( raja iblis ) . "

" Ananda , Anda bertanya tentang 'mengumpulkan pikiran seseorang' , Saya sekarang mulai menjelaskan cara yang indah dari mengolah budidaya untuk masuk ke Samadhi dalam rangka untuk mencari 'Jalan Bodhisattva'. Pertama, orang harus murni seperti 'embun beku berkilau' dalam menjaga 'empat aturan dari bertingkah laku' . Orang harus menahan diri dari 'semua perilaku berlebihan' dan kemudian 'tiga kejahatan dari pikiran dan empat dari mulut' tidak akan memiliki alasan untuk muncul . Ananda , jika seseorang tidak mengabaikan empat hal ini , dan , lebih lanjut , tidak mengejar bentuk, wewangian , selera , objek sentuhan , dan sejenisnya , maka bagaimana bisa perbuatan iblis muncul?

" Jika orang-orang tidak dapat mengakhiri kebiasaan mereka dari masa lalu , Anda harus mengajar mereka untuk secara pikiran tunggal melafalkan 'Mantra Suci Cahaya Puncak Mahkota Buddha Yang Tiada Tanding' : Maha - Sitata - Patra Saya. Itu adalah 'Tiada Seorangpun Bisa Melihat Tanda Di Atas Puncak Tertinggi Mahkota dari Kepala Para Tathagata ' . Itu adalah mantra hati yang dinyatakan oleh para 'Buddha dari Pikiran Tanpa Kondisi' yang terbit dari Mahkota dalam kobaran cahaya dan duduk di atas Bunga Teratai Permata .

" Terlebih lagi, kehidupan masa lalu Anda dengan putri Matangi telah menciptakan timbunan kalpa pada penyebab dan kondisi . Kebiasaan Anda dari 'kesukaan dan nafsu cinta' kembali bukan hanya satu kehidupan , atau bahkan hanya satu kalpa . Namun , segera setelah Saya menyatakan itu , dia dibebaskan selamanya dari cinta di dalam hatinya dan mencapai Arhat. Bahkan pelacur itu , yang tidak punya niat mengolah budidaya , secara tak terlihat dibantu oleh kekuatan batin itu dan secara cepat ditetapkan ke posisi di luar penelitian , maka bagaimana dengan Anda para Pendengar di perkumpulan majelis , yang mencari kendaraan yang tertinggi dan bertekad untuk mewujudkan Kebuddhaan ? Bagi Anda itu seharusnya semudah melemparkan debu ke dalam angin yang menguntungkan . Apa, kemudian, masalah itu ?

" Mereka yang berada di usia akhir yang ingin duduk di 'Tempat sang Jalan' pertama harus memegang ajaran sila murni dari Bhiksu. Untuk melakukannya , mereka harus menemukan sebagai guru mereka Shramana yang paling terkemuka yang murni dalam sila-sila. Jika mereka tidak menemukan anggota dari Sangha yang benar-benar murni, maka itu benar-benar pasti bahwa sikap mereka dalam ajaran dan aturan tidak bisa dicapai . Setelah menjaga ajaran sila dengan baik , mereka harus mengenakan yang segar, pakaian yang bersih , menyalakan dupa di tempat di mana mereka sendirian , dan mengucapkan mantra suci ini yang dituturkan oleh Hati Buddha 108 kali . Setelah itu , mereka harus mengamankan perbatasan dan mendirikan 'Bodhi-mandala ('Tempat sang Jalan')' .

" Kemudian mereka harus memohon para Tathagata yang tak tertandingi untuk tinggal berdiam di dalam tanah wilayah mereka diseluruh sepuluh penjuru arah untuk memancarkan cahaya kasih sayang yang besar yang menyucikan mahkota kepala sang pengolah budidaya itu ' .

" Ananda , bila ada yang demikian murni para bhiksu , bhiksuni , atau dermawan berjubah putih di jaman berakhirnya Dharma yang bisa menyingkirkan keserakahan dan nafsu bahkan pada tingkat batin, mempertahankan ajaran sila murni Buddha, dan di 'Tempat sang Jalan' membuat sumpah Bodhisattva dan bisa menyelam setelah masuk dan keluar setiap kali , melanjutkan latihan dari 'sang Jalan' itu siang dan malam selama tiga minggu tanpa tidur , Saya akan muncul dihadapan orang-orang ini dalam bentuk tubuh fisik dan membelai mahkota kepala mereka untuk menghibur mereka dan memungkinkan mereka untuk menjadi tercerahkan . "

Ananda berkata kepada Sang Buddha , " Bhagawan , diselimuti didalam yang tak tertandingi , ajaran penuh kasih Sang Tathagata , pikiran Saya telah memperoleh kebangkitan , dan Saya tahu bagaimana mengolah dan ditetapkan ke 'Jalan Yang Di Luar Penelitian' . Tapi bagaimanakah cara mereka yang mengolahnya di akhir jaman dan ingin membangun 'Tempat sang Jalan' , mengamankan perbatasan sesuai dengan aturan kemurnian sang Buddha , sang Bhagawan ? "

Sang Buddha berkata kepada Ananda , " Jika ada orang-orang di jaman berakhirnya Dharma yang ingin membangun 'Tempat sang Jalan' , mereka pertama kali harus mencari sapi putih yang kuat di pegunungan bersalju , satu yang makan rumput harum manis yang lebat dan subur dari pegunungan . Karena sapi tersebut juga minum hanya air murni dari pegunungan bersalju , kotorannya akan sangat baik . Mereka bisa mengambil kotoran sapi itu, mencampurnya dengan Chandana , dan menyebarnya meliputi tanah dengan itu . Jika tidak dari pegunungan bersalju, kotoran sapi itu akan bau dan tidak dapat digunakan untuk mengolesi di tanah . Dalam kasus itu, pilih tempat yang rata , gali kebawah lima meter atau lebih , dan gunakan tanah kuning itu. campur itu dengan 'dupa Chandana' , ' dupa tenggelam dalam air ' , 'dupa bunga melati' , 'dupa terus menyerap' , 'dupa bunga tulip' , 'dupa adonan putih' , 'dupa kayu hijau' , 'dupa gundukan wangi' , 'dupa pinus manis' , dan 'dupa berbentuk lidah ayam' . Giling sepuluh bahan ini sampai menjadi bubuk halus , buat adonan , dan oleskan itu di atas dasar mimbar . Daerah itu harus enam belas kaki lebarnya dan berbentuk segi delapan . "

" Di tengah-tengah mimbar itu , tempatkan bunga teratai yang terbuat dari emas , perak, tembaga , atau kayu . Di tengah bunga itu tempatkan sebuah mangkuk yang terisi penuh dengan air embun yang dikumpulkan dalam bulan candra kedelapan. Apungkan limpahan dari kelopak bunga diatas air. Aturlah delapan cermin melingkar pada jarak yang terukur disekitar bunga dan mangkuk itu. Diluar cermin-cermin itu, tempatkan 16 bunga teratai dan 16 anglo dupa , sehingga dupa pembakar dihiasi dan diatur diantara bunga-bunga itu. Bakar hanya 'dupa tenggelam dalam air' , nyalakan itu dengan bara -api, bukan api-terbuka . "

" Tempatkan susu sapi putih dalam enam belas bejana , bersama dengan kue yang dibuat dengan jenis yang sama dari susu , gula pasir , minyak kue , bubur susu, turushka , jahe manis , mentega , dan madu yang disaring . Enam belas ini diatur di sekitar luar dari enam belas bunga itu sebagai persembahan kepada para Buddha dan para Bodhisattva yang agung . "

" Pada setiap waktu makan dan pada tengah malam , siapkan setengah pin 'madu' dan tiga persepuluh liter pin 'mentega' . Atur pedupaan kecil di depan mimbar . Rebus cairan harum dari dupa turushka dan gunakan itu untuk membersihkan batu bara . Nyalakan mereka sehingga menyemburkan api keluar , dan lempar mentega dan madu ke dalam pedupaan yang menyala itu . Biarkan itu terbakar sampai asap menghilang , dan persembahkan itu kepada para Buddha dan para Bodhisattva . "

" Gantung bendera dan karangan bunga pada empat dinding luar dan didalam ruangan di mana mimbar itu berada , atur gambar dari para Tathagata dan para Bodhisattva dari sepuluh penjuru pada empat dinding . "

" Di tempat yang paling terkemuka , tampilkan gambar dari Vairocana Buddha , Shakyamuni Buddha, Maitreya Bodhisattva , Akshobhya Buddha , Amitabha Buddha , dan semua perubahan wujud yang megah dari 'Avalokitesvara Bodhisattva ('Perenung Suara Dunia') ' . Untuk kiri dan kanan , tempatkan Vajragarbha Bodhisattva . Disamping Mereka tampilkan Shakra dan Brahma , Ucchushma , dan Dirgha biru , serta Kundalin dan Bhrukuti dan keempat Raja Langit , dengan Vinayaka ke kiri dan kanan pintu . "

" Kemudian gantung delapan cermin di ruang di sekitar mimbar sehingga mereka justru berlawan arah cermin pada mimbar. Hal ini akan memungkinkan pencerminan didalam mereka untuk meresap jauh . "

" Selama tujuh hari pertama , menunduklah secara tulus kepada nama-nama para Tathagata dari sepuluh penjuru arah , para Bodhisattva besar, dan nama-nama para Arahat . Sepanjang enam periode siang dan malam , terus melafalkan mantra itu sambil mengelilingi mimbar . Latihlah sang Jalan dengan pikiran yang tulus , bacalah mantra itu seratus delapan kali dalam setiap sesi . "

" Selama minggu kedua , buatlah sumpah seorang Bodhisattva dengan niat teguh tanpa henti . Dalam Vinaya Saya, Saya sudah mengajarkan tentang sumpah. "

" Selama minggu ketiga , pertahankan 'Buddha Usnisa Sitatapatra Mantra' selama dua belas jam pada satu waktu dengan maksud tunggal, dan pada hari ketujuh, para Tathagata dari sepuluh penjuru akan muncul secara bersamaan. Cahaya Mereka akan saling memantulkan didalam cermin , menerangi seluruh wilayah itu, dan Mereka akan membelai mahkota kepala para pengolah budidaya itu " .

" Mengolah Samadhi seperti ini didalam Bodhimandala ini , bahkan di jaman berakhirnya Dharma orang dapat belajar dan berlatih sampai tubuh dan pikiran orang semurni dan sejelas Vaidurya. Ananda , jika salah satu dari para Ahli pengirim ajaran sila Bhiksu atau salah satu dari sepuluh Bhiksu dalam perkumpulan majelis yang sama adalah tidak murni , 'Tempat sang Jalan (Bodhimandala)' seperti yang digambarkan tidak akan berhasil . "

" Setelah tiga minggu , duduk tegak dan tetap tenang selama seratus hari . Mereka dengan akar yang tajam tidak akan bangkit dari kursi mereka dan akan menjadi para Shrotapanna . Meskipun tubuh dan pikiran mereka belum mencapai buah hasil akhir dari orang bijaksana , mereka tahu pasti , melampaui pertanyaan , bahwa mereka akhirnya akan mencapai Kebuddhaan . Anda telah bertanya bagaimana 'Tempat sang Jalan (Bodhimandala)' didirikan . Itulah cara nya itu dilakukan . "

Ananda bersujud di Kaki sang Buddha dan berkata , " Setelah Saya meninggalkan kehidupan rumah , Saya mengandalkan kasih sayang sang Buddha . Karena Saya mencari pengetahuan , Saya masih belum ditetapkan pada 'yang tidak berkondisi' . Ketika Saya menghadapi 'Mantra surga Brahma itu' , Saya ditangkap oleh mantra yang menyimpang itu; meskipun pikiran Saya sadar , Saya tidak punya kekuatan untuk membebaskan diri Saya sendiri. Saya harus mengandalkan Manjushri Bodhisattva untuk membebaskan Saya. Meskipun Saya diberkati oleh mantra suci Sang Tathagata dari Mahkota Buddha dan tanpa terasa menerima Kekuatannya , Saya masih belum mendengarnya sendiri . Saya hanya berharap bahwa Yang Maha Pengasih akan memberitakannya lagi untuk dengan kebaikan hati menyelamatkan semua pengolah budidaya didalam perkumpulan majelis ini dan orang-orang dari masa depan yang didalam jalur kelahiran kembali , sehingga mereka dapat menjadi terbebaskan dalam tubuh dan pikiran dengan mengandalkan suara rahasia sang Buddha . "



namo bhagavate usṇisaya suddhe viraje vimale svaha
Om Sarva Tathagatoṣṇīṣa Sitatapatre hum phat

( Suramgama Buddha Usnisa Sitatapatra Mantra (Mantra Kemajuan Pahlawan Gagah Berani Yang Tak Bisa Dihancurkan Mahkota Buddha Payung Putih )

Pada saat itu , semua orang didalam persamuan membungkuk sebagai satu dan berdiri menunggu untuk mendengar ungkapan rahasia Tathagata . Pada saat itu, ratusan cahaya suci memancar keluar dari gundukan daging ( Usnisa ) di ubun-ubun kepala sang Bhagawan . Seribu daun bunga teratai berharga kemudian memancar keluar dari tengah-tengah sinar itu. Diatas bunga-bunga berharga itu duduk seorang Nirmana Tathagata (Tathagata yang diciptakan secara ajaib) . Dari mahkota kepalaNya sepuluh sinar cahaya terpancar keluar , masing-masing sinar tersusun dari ratusan sinar garbha . Dalam masing-masing sinar yang berkilauan itu , ada sebanyak pasir dari 10 sungai Gangga para 'Vajra-Guhya-pada -deva (Dewa Jejak Rahasia Vajra)' masing-masing memegang tinggi-tinggi sebuah gunung dan memegang palu , menghuni seluruh alam semesta .

Perkumpulan majelis yang besar itu, menatap ke atas, merasa kagum dengan penuh takut dan mencari perlindungan yang baik dari sang Buddha. Dengan pikiran tunggal Mereka mendengarkan Mantra suci yang diumumkan oleh sang Tathagata didalam pancaran terang sinar mulia dari 'Tiada Seorangpun Bisa Melihat Tanda Di Atas Puncak Tertinggi Buddha Usnisa Siraskata :


Terakhir diubah oleh skipper tanggal Tue Nov 05, 2013 2:14 am, total 9 kali diubah

skipper

Jumlah posting : 439
Join date : 27.11.08
Age : 28

Lihat profil user http://aryamahayana.forumup.com

Kembali Ke Atas Go down

Mahayana Dharmaparyayah Sarva Buddha Usnisa Sitatapatra Susiddhi Mantra

Post by skipper on Thu Oct 31, 2013 12:43 am


Om Namo Bhagavatyai Arya Vajravidaranayai


SARVA TATHAGATA USNISA SITATAPATRA NAMAPARAJITA MAHA PRATYANGIRA MAHA VIDYA RAJNI NAMA DHARANI

NAMO SARVA TATHAGATA SUGATAYA ARHATE SAMYAK-SAMBUDDHAYA.
NAMO SARVA TATHAGATA KOTI USHNISHA.
NAMAH SARVA BUDDHA BODHISATTVEBHYAH.
NAMO SAPTANAM SAMYAK-SAMBUDDHA KOTINAM,
SA-SRAVAKA SAM-GHANAM.
NAMO LOKE ARHANTANAM.
NAMO SROTAPANNANAM.
NAMO SAKRIDAGAMINAM.
NAMO ANAGAMINAM.  
NAMO LOKE SAMYAG-GATANAM SAMYAK-PRATIPANNANAM.
NAMO RATNA-TRAYAYA.
NAMO BHAGAVATE DRIDHA-SURA SENA PRA-HARANA RAJAYA TATHAGATAYA ARHATE SAMYAK-SAMBUDDHAYA.
NAMO BHAGAVATE AMITABHAYA TATHAGATAYA ARHATE SAMYAK-SAMBUDDHAYA.
NAMO BHAGAVATE AKSHOBHYAYA TATHAGATAYA ARHATE SAMYAK-SAMBUDDHAYA.
NAMO BHAGAVATE BHAISHAJYA-GURU-VAIDURYA-PRABHA-RAJAYA TATHAGATAYA ARHATE SAMYAK-SAMBUDDHAYA.
NAMO BHAGAVATE SAMPUSHPITA  SALENDRA RAJAYA TATHAGATAYA ARHATE SAMYAK-SAMBUDDHAYA.
NAMO BHAGAVATE SAKYAMUNAYE TATHAGATAYA ARHATE SAMYAK-SAMBUDDHAYA.
NAMO BHAGAVATE  RATNA KUSUMA KETU RAJAYA TATHAGATAYA ARHATE SAMYAK-SAMBUDDHAYA.
NAMO BHAGAVATE TATHAGATA KULAYA.
NAMO BHAGAVATE PADMA KULAYA.
NAMO BHAGAVATE VAJRA KULAYA.
NAMO BHAGAVATE MANI KULAYA.
NAMO BHAGAVATE GAJA KULAYA.  
NAMO DEVARSHINAM.
NAMO SIDDHA VIDYA-DHARANAM.
NAMO SIDDHA VIDYA–DHARA  RISHINAM,
SUPANU-GRAHA SAMARTHANAM.
NAMO BRAHMANE.
NAMO INDRAYA.
NAMO RUDRAYA UMA-PATI SAHEYAYA.
NAMO NARAYANAYA LAKSHMI SAHEYAYA PANCA MAHA-MUDRA NAMAS-KRITAYA.
NAMO MAHAKALAYA TRIPURA-NAGARA VIDRAVANA KARAYA ADHI-MUKTIKA SMASANA VASINI MATRI-GANA NAMAS-KRITAYA.
EBHYO NAMAS-KRITVA IMAM BHAGAVANTAH TATHAGATOSHNISHAM SITATAPATRAM.
NAMO APARAJITAM PRATY-ANGIRAM.
SARVA DEVA NAMAS-KRITAM.
SARVA DEVEBHYAH PUJITAM.
SARVA DEVESA PARIPALITAM.
SARVA BHUTA GRAHA NIGRAHA-KARIN.
PARA VIDYA CHEDANA-KARIN.
DUR-DANTANAM SATTVANAM DAMAKAM DUSHTANAM NIVARANIN.
AKALA-MRITYU PRA-SAMANA-KARIN.
SARVA BANDHANA MOKSHANA-KARIN.
SARVA DUSHTA DUH-SVAPNA NIVARANIN.
CATURASITINAM GRAHA  SAHASRANAM VIDHVAMSANA-KARIN.
ASHTA-VIMSATINAM NAKSHATRANAM PRASADANA-KARIN.
ASHTANAM MAHA GRAHANAM VIDHVAMSANA-KARIN.
SARVA SATRU NIVARANIN.  
GHORAM DUH-SVAPNANAM CA NASANIN.
VISHA SASTRA AGNI UDAKA UT-TARANIN.
APARAJITA GHORA, MAHA-BALA CANDAM, MAHA-DIPTAM, MAHA-TEJAM, MAHA-SVETAM JVARA, MAHA-BALA-SRIYA-PANDARAVASINI, ARYA-TARA BHRI-KUTIM CED VA VIJAYA VAJRA MALITI, VI-SRUTAM PADMAKSHAN, VAJRA-JIHVA CAH MALA CED VA APARAJITAM, VAJRA-DANDI VISALA CA SANTA VAIDEHA PUJITAH, SAUMI RUPA, MAHA SVETAM, ARYA-TARA, MAHA-BALA APARAJITA, VAJRA SAMKALA CED VAH VAJRA KAUMARIH KULAM-DHARI, VAJRA HASTA CA MAHA VIDYA TATHA KANCANAH MALIKAH, KUSUMBHA RATNA CED VA VAIROCANA KUTA-STHOSHNISHA, VI-JRIMBHA MANA CA VAJRA KANAKA PRABHA LOCANAH, VAJRA-TUNDI CA SVETA CA KAMALAKSHA,SASI-PRABHA, ITY-ADI MUDRA GANAH, SARVE RAKSHAM KURVANTU MAMASYA.


OM, RISHI-GANA PRA-SASTA TATHAGATOSHNISHA SITATAPATRAM.
HUM BHRUM JAMBHANA.
HUM BHRUM STAMBHANA.
HUM BHRUM MOHANA.
HUM BHRUM MATHANA.
HUM BHRUM PARA VIDYA SAM-BHAKSHANA-KARA.
HUM BHRUM SARVA DUSHTANAM STAMBHANA-KARA.
HUM BHRUM SARVA YAKSHA RAKSHASA GRAHANAM VIDHVAMSANA-KARA.
HUM BHRUM CATURASITINAM GRAHA SAHASRANAM VINASANA-KARA.
HUM BHRUM ASHTA-VIMSATINAM NAKSHATRANAM PRA-SADANA-KARA.
HUM BHRUM ASHTANAM MAHA GRAHANAM VIDHVAMSANA-KARA.
RAKSHA RAKSHA MAM.
BHAGAVAN TATHAGATOSHNISHA, MAHA PRATY-ANGIRE, MAHA SAHASRA-BHUJE, SAHASRA-SIRSHAI, KOTI SATA SAHASRA-NETRE,
ABHEDYA JVALITA NATANAKA, MAHA VAJRA-DHARA TRIBHUVANA MANDALA, OM, SVASTI BHAVATU MAMA, RAJA-BHAYA, CORA-BHAYA,
AGNI-BHAYA, UDAKA-BHAYA, VISHA-BHAYA, SASTRA-BHAYA, PARACAKRA-BHAYA, DUR-BHIKSHA-BHAYA, ASANI-BHAYA,
AKALA-MRITYU-BHAYA, DHARANI-BHUMI-KAMPA-BHAYA, ULKA-PATA-BHAYA, RAJA-DANDA-BHAYA, NAGA-BHAYA, VIDYUT-BHAYA,
SUPARNIN-BHAYA, DEVA-GRAHA, NAGA-GRAHA, YAKSHA-GRAHA, GANDHARVA-GRAHA, ASURA-GRAHA, GARUDA-GRAHA,
KIMNARA-GRAHA, MAHORAGA-GRAHA, RAKSHASA-GRAHA, PRETA-GRAHA, PISACA-GRAHA, BHUTA-GRAHA, PUTANA-GRAHA,
KATAPUTANA-GRAHA, KUMBHANDA-GRAHA, SKANDA-GRAHA, UNMADA-GRAHA, CHAYA-GRAHA, APA-SMARA-GRAHA, DAKA-DAKINI-GRAHA, REVATI-GRAHA,  OJAHARINYA, GARBHAHARINYA, JATAHARINYA, JIVITAHARINYA, RUDHIRAHARINYA, VASAHARINYA, MAMSAHARINYA, MEDHAHARINYA, MAJJAHARINYA, VANTAHARINYA, ASUCYAHARINYA, CITTAHARINYA, TESHAM SARVESHAM SARVA GRAHANAM.

VIDYAM CHIDAYAMI KILAYAMI PARI-VRAJAKA KRITAM.
VIDYAM CHIDAYAMI KILAYAMI DAKA DAKINI KRITAM.
VIDYAM CHIDAYAMI KILAYAMI MAHA-PASUPATI RUDRA KRITAM.
VIDYAM CHIDAYAMI KILAYAMI TATTVA GARUDA SAHEYA KRITAM.
VIDYAM CHIDAYAMI KILAYAMI MAHA-KALA MATRI-GANA KRITAM.
VIDYAM CHIDAYAMI KILAYAMI KAPALIKA KRITAM.
VIDYAM CHIDAYAMI KILAYAMI JAYAKARA-MADHUKARA SARVARTHA-SADHANA KRITAM.
VIDYAM CHIDAYAMI KILAYAMI CATUR-BHAGINI KRITAM.
VIDYAM CHIDAYAMI KILAYAMI BHRINGI-RITI NANDIKESVARA GANAPATI SAHEYA KRITAM.
VIDYAM CHIDAYAMI KILAYAMI NAGNA SRAMANA KRITAM.
VIDYAM CHIDAYAMI KILAYAMI ARHANTA KRITAM.
VIDYAM CHIDAYAMI KILAYAMI VITA-RAGA KRITAM.
VIDYAM CHIDAYAMI KILAYAMI BRAHMA KRITAM.
VIDYAM CHIDAYAMI KILAYAMI RUDRA KRITAM.
VIDYAM CHIDAYAMI KILAYAMI NARAYANA KRITAM.
VIDYAM CHIDAYAMI KILAYAMI VAJRA-PANI GUHYAKADHIPATI KRITAM.
VIDYAM CHIDAYAMI KILAYAMI RAKSHA RAKSHA MAM.

BHAGAVAN SITATAPATRA NAMO ‘STUTE.
ASITA NARAKAH PRABHA SPHUTA VI-KAS SITATAPATREH, JVARA JVARA, DAKA DAKA, VI-DAKA VI-DAKA, DARA DARA, VI-DARA VI-DARA,
CHIDA-CHIDA, BHIDA BHIDA, HUM HUM PHAT PHAT SVAHA.
HEHE PHAT.
AMOGHAYA PHAT.
APRATIHATAYA PHAT.
VARA-PRADAYA PHAT.
ASURA VIDARAKAYA PHAT.
SARVA DEVEBHYAH PHAT.
SARVA NAGEBHYAH PHAT.
SARVA YAKSHEBHYAH PHAT.
SARVA GANDHARVEBHYAH PHAT.
SARVA ASUREBHYAH PHAT.
SARVA GARUDEBHYAH PHAT.
SARVA KIMNAREBHYAH PHAT.
SARVA MAHORAGEBHYAH PHAT.
SARVA RAKSHASEBHYAH PHAT.
SARVA BHUTEBHYAH PHAT.
SARVA PISACEBHYAH PHAT.
SARVA KUMBHANDEBHYAH PHAT.
SARVA PUTANEBHYAH PHAT.
SARVA KATAPUTANEBHYAH PHAT.
SARVA AUSHTRAKEBHYAH PHAT.
SARVA DUR-LANGHITEBHYAH PHAT.
SARVA DUSH-PREKSHITEBHYAH PHAT.
SARVA JVAREBHYAH PHAT.
SARVA KRITYA KARMANI KAKHORDEBHYAH PHAT.  
SARVA APA-SMAREBHYAH PHAT.
SARVA SRAMANEBHYAH PHAT.
SARVA TIRTHIKEBHYAH PHAT.
SARVA UNMADEBHYAH PHAT.
SARVA VIDYA ACHARYEBHYAH PHAT.
JAYAKARA-MADHUKARA  SARVATHA-SADHAKEBHYO VIDYA ACHARYEBHYAH PHAT.
CATUR-BHAGHINIBHYAH PHAT.  
VAJRA KAUMARI KULAM-DHARI VIDYARAJEBHYAH PHAT.
MAHA PRATY-ANGIREBHYAH PHAT.
VAJRA SAMKALAYA PRATY-ANGIRA RAJAYA PHAT.
MAHAKALAYA MATRI-GANA  NAMAS-KRITAYA PHAT.
INDRAYA PHAT.
BRAHMANAYA PHAT.
RUDRAYA PHAT.
VISHNUYA PHAT.
VAISNAVIYE PHAT.
BRAHMIYE PHAT.
VARAHIYE PHAT.
AGNIYE PHAT.
MAHA-KALIYE PHAT.
RAUDRIYE PHAT.
KALA-DANDIYE PHAT.
AINDRIYE PHAT.
MATRIYE PHAT.
CAMUNDIYE PHAT.
KALA-RATRIYE PHAT.
KAPALIYE PHAT.
ADHI-MUKTIKA SMASANA VASINIYE PHAT.

YE KE-CID SATTVA MAMA, DUSHTA-CITTA, PAPA-CITTA, RAUDRA-CITTA, VI-DVE-SHA-CITTA, AMITRA-CITTA, UT-PADAYANTI, KILAYANTI, MANTRAYANTI, JAPANTI, CYUT HANTI. OJAHARA, GARBHAHARA, RUDHIRAHARA, MAMSAHARA, MEDHAHARA, MAJJAHARA, VASAHARA, JATAHARA, JIVITAHARA, BALYAHARA, MALYAHARA, GANDHAHARA, PUSHPAHARA, PHALAHARA, SASYAHARA. PAPA-CITTA, DUSHTA-CITTA, RAUDRA-CITTA, DEVA-GRAHA, NAGA-GRAHA, YAKSHA-GRAHA, GANDHARVA-GRAHA, ASURA-GRAHA, GARUDA-GRAHA, KIMNARA-GRAHA, MAHORAGA-GRAHA, RAKSHASA-GRAHA, PRETA-GRAHA, PISACA-GRAHA, BHUTA-GRAHA, PUTANA-GRAHA, KATAPUTANA-GRAHA,
KUMBHANDA-GRAHA, SKANDA-GRAHA, UNMADA-GRAHA, CHAYA-GRAHA, APA-SMARA-GRAHA. DAKA-DAKINI-GRAHA, REVATI-GRAHA,
JAMIKA-GRAHA, SAKUNI-GRAHA, MATRI-NANDI-GRAHA, MUSHTIKA-GRAHA, KANTHAPANINI-GRAHA, MISHIKA-MAHISHAKA-GRAHA,
MRIGARAJA-GRAHA, MATRIKA-GRAHA, KAMINI-GRAHA, MUKHA-MANDIKA-GRAHA, LAMBA-GRAHA. JVARA EKAHIKA, DVAITIYAKA, TRAITIYAKA, CATURTHAKA,  NITYA-JVARA, VISHAMA-JVARA, VATIKA, PAITTIKA, SLAISHMIKA, SAM-NIPATIKA, SARVA JVARA, SIRO’RTI, ARDHAVABHEDAKA, AROCAKA, AKSHI ROGAM, MUKHA ROGAM, HARDA ROGAM, GHRANA SULAM, KARNA SULAM, DANTA SULAM, HRIDAYA SULAM,
MARMAN SULAM, PARSVA SULAM, PRISHTHA SULAM, UDARA SULAM, KATI SULAM, VASTI SULAM, URU SULAM, NAKHA SULAM, HASTA SULAM, PADA SULAM, SARVA ANGA-PRATYANGA SULAM; BHUTA, VETADA, DAKA DAKINI, JVARA, DADRU, KANDU, KITIBHA, LUTA, VAISARPA,
LOHA-LINGA; SASTRA SAM-GARA, VISHA YOGA, AGNI UDAKA, MARA VAIRA KANTARA, AKALA-MRITYU; TRY-AMBUKA, TRAI-LATA, VRISCIKA, SARPA, NAKULA, SIMHA, VYAGHRA, RIKSHA, TARAKSHA, CAMARA, JIVITA BHITE TESHAM SARVESHAM, MAHA SITATAPATRA,
MAHA VAJROSHNISHA, MAHA PRATY-ANGIRAM, YAVAT DVADASA YOJANA ABHY-ANTARENA SIMA BANDHAM KAROMI.
DISA BANDHAM KAROMI. PARA VIDYA BANDHAM KAROMI.
TEJO BANDHAM KAROMI.
HASTA BANDHAM KAROMI.
PADA BANDHAM KAROMI.
SARVA ANGA-PRATYANGA BANDHAM KAROMI.
TADYATHA, OM ANALE ANALE, VISADA VISADA, BANDHA BANDHA, BANDHANI BANDHANI, VIRA VAJRA-PANI PHAT,
HUM BHRUM PHAT SVAHA.
NAMO SARVA TATHAGATA SUGATAYA ARHATE SAMYAK-SAMBUDDHAYA, SIDHYANTU MANTRA-PADA SVAHA.


" Ananda , itu adalah dari kelompok cahaya ini di atas Mahkota Kepala Buddha, Mantra Rahasia itu , Sitata - Patra , dengan keindahannya , himpunan ungkapan indah , yang semua Buddha dari sepuluh penjuru datang keluar. Karena para Tathagata dari sepuluh penjuru arah menggunakan mantra hati ini , Mereka mencapai Yang tak tertandingi , Yang tepat , dan Pengetahuan Yang Meresap ke semua dan Pencerahan. " Karena para Tathagata dari sepuluh penjuru menggunakan Mantra hati ini, Mereka menundukkan semua iblis dan mengendalikan semua penganut diluar Jalan . "

" Karena para Tathagata dari sepuluh penjuru memanfaatkan diri Mereka Sendiri dari Mantra hati ini , Mereka duduk di atas bunga teratai permata dan menanggapi seluruh negara yang banyaknya seperti butiran terkecil atom dari alam semesta . "

" Karena para Tathagata dari sepuluh penjuru mewujudkan Mantra hati ini, Mereka memutar roda Dharma yang besar didalam dunia yang banyaknya seperti butiran terkecil atom dari alam semesta . "

" Karena para Tathagata dari sepuluh penjuru memegang Mantra hati ini, Mereka Mampu untuk pergi ke seluruh sepuluh penjuru untuk membelai mahkota kepala para makhluk dan memberikan ramalan vyakarana kepada mereka . Siapapun di sepuluh penjuru yang belum mencapai tingkat buah hasil orang bijaksana , bisa menerima ramalan vyakarana dari para Buddha ini . "

" Karena para Tathagata dari sepuluh penjuru berdasarkan dalam Mantra hati ini, Mereka bisa pergi ke seluruh sepuluh penjuru untuk menyelamatkan para makhluk dari penderitaan yang dialami di neraka sebagai hantu kelaparan , sebagai hewan , atau dengan menjadi buta, tuli , atau bisu , serta dari penderitaan bersama dengan mereka yang membenci , penderitaan dari berpisah dari yang mereka cintai , penderitaan dari tidak mendapatkan apa yang berusaha dicari , dan penderitaan dari amukan api dari lima skandha . Mereka secara bersamaan dapat membebaskan makhluk dari kedua 'kecelakaan besar dan kecil.' Dalam menanggapi pembacaan mereka , bahaya yang melibatkan penjahat , tentara , hukum , atau penjara; bahaya yang melibatkan angin, api , dan air , dan bahaya kelaparan , kehausan , atau kemiskinan semuanya dibasmi " .

" Karena para Tathagata dari sepuluh penjuru sesuai dengan Mantra hati ini, Mereka dapat menjadi para Penasehat yang baik dan bijaksana di seluruh sepuluh penjuru arah . Tinggal berdiam didalam 'Empat Tingkah Laku Agung', Mereka membuat persembahan yang benar-benar tepat . Dalam perkumpulan majelis sebanyak para Tathagata yang seperti butiran pasir di sungai Gangga , Mereka dianggap sebagai para Pangeran Dharma besar. "

" Karena para Tathagata dari sepuluh penjuru melaksanakan Mantra hati ini, Mereka bisa berkumpul dan mengajar saudara-saudara Mereka di sepuluh penjuru dan menjaga orang-orang Hinayana dari menjadi takut ketika mereka mendengar gudang harta rahasia ini . "

" Karena para Tathagata dari sepuluh penjuru melafalkan Mantra hati ini, Mereka mencapai Pencerahan tak tertandingi sambil duduk di bawah pohon Bodhi , dan memasuki Parinirvana . "

" Karena para Tathagata dari sepuluh penjuru mengirimkan Mantra hati ini, Setelah Nirvana Mereka , mereka yang telah mewariskan Buddhadharma itu dapat menempati dan mendukung nya untuk gelar utama . Menjadi teliti dan murni dalam ajaran dan aturan sila , mereka dapat mencapai Kemurnian total . "

" Jika Saya harus menjelaskan kelompok dari cahaya di atas Mahkota Kepala Buddha Mantra Sitata-Patra dari pagi sampai malam tanpa henti, tanpa pernah mengulangi setiap suku kata atau ungkapan , Saya bisa terus berlangsung hingga sebanyak ribuan kalpa seperti banyaknya butiran pasir di sungai Gangga dan masih tidak pernah selesai . Saya juga akan memberitahu Anda bahwa mantra ini juga dinamakan 'Tathagata Usnisa (Mahkota Tathagata)'. Kecuali kalau Anda mempertahankan Mantra ini , semua dari Anda yang dengan sesuatu yang tersisa untuk belajar yang masih belum mengakhiri perputaran kelahiran kembali dan masih belum membawa keluar tekad tulus memutuskan untuk menjadi Arahat , akan menemukan kemustahilan untuk duduk di 'Tempat sang Jalan' dan jauh dihapuskan dalam tubuh dan pikiran dari semua perbuatan iblis . "

" Ananda , biarkan setiap makhluk dari negara manapun dalam dunia manapun menyalin Mantra ini secara tertulis pada bahan asli daerahnya , seperti kulit kayu putih yang halus , pattra , kertas polos biasa , atau kain katun putih , dan menyimpannya didalam wadah kantong berisi dupa. Jika orang itu memakai kantong tersebut di tubuhnya , atau jika dia menyimpan salinan Mantra itu di rumahnya , maka Anda harus tahu bahkan jika dia memahaminya begitu sedikit bahwa dia tidak bisa melafalkan mantra dari ingatan , dia tidak akan dilukai oleh racun apapun selama seluruh hidupnya . "

" Ananda , sekarang Saya akan memberitahu Anda lebih lanjut tentang bagaimana Mantra ini dapat menyelamatkan dan melindungi dunia , membantu orang-orang mendapatkan keberanian besar , dan membawa ke pencapaian kebijaksanaan yang melampaui makhluk hidup ' . Anda harus tahu bahwa, setelah Parinirvana Saya , jika ada makhluk hidup di jaman berakhirnya Dharma yang bisa melafalkan Mantra itu sendiri atau mengajar orang lain untuk membacanya , orang tersebut yang membaca dan menjunjung tinggi nya tidak akan terbakar oleh api , tidak akan tenggelam oleh air , dan tidak akan dilukai oleh racun ringan atau kuat . "

"Hal-hal lain yang seperti itu tidak akan terjadi pada mereka juga , termasuk tidak dirasuki oleh naga , dewa , hantu , roh , kelompok mahluk aneh , hantu iblis , atau mantra jahat . Pikiran Orang-orang ini akan mencapai penerimaan yang tepat , sehingga sihir apapun; setiap sihir yang melumpuhkan; setiap racun yang terbuat dari rerumputan , emas, perak , setiap tanaman, pohon , serangga , atau ular; dan setiap jenis dari jenis yang tak terhitung jumlahnya dari uap beracun akan berubah menjadi embun manis ketika berhadapan atau tertelan . Tiada bintang yang jahat , maupun hantu atau roh yang menaruh kedengkian dalam hati dan yang meracuni orang lain dapat mengerjakan kejahatan nya pada orang-orang ini . Vinayaka serta semua raja hantu jahat dan para pengiring mereka akan dipimpin oleh kebaikan yang mendalam untuk selalu menjaga dan melindungi Mereka . "

" Ananda , Anda harus tahu bahwa delapan puluh empat ribu nayuta dari pasir sungai Gangga dari berkoti-koti dari para 'Vajragarbharaja Bodhisattva (Bodhisattva Raja Gudang harta Vajra)' dan keturunan Mereka , masing-masing dengan jumlah besar Vajra dalam rombongan pengiring Mereka , sesungguhnya hadir , siang dan malam , pada Mantra ini .

" Jika mahluk, yang pikirannya terpencar-pencar dan yang tidak memiliki Samadhi, mengingat dan melafalkan Mantra itu , para Vajraraja akan selalu mengelilingi orang-orang baik seperti itu. Itu bahkan lebih benar untuk mereka yang secara meyakinkan tuntas pada Bodhi . Semua Vajra-garbha-raja Bodhisattva akan memperhatikan mereka secara penuh perhatian dan diam-diam mempercepat pembukaan kesadaran batin mereka . Ketika tanggapan itu terjadi, orang-orang itu akan mampu untuk mengingat peristiwa sebanyak ribuan kalpa seperti butiran pasir dalam delapan puluh empat ribu sungai Gangga , mengetahui semuanya tanpa 'keraguan atau khayalan' . Dari kalpa Itu seterusnya , melalui setiap kehidupan sampai waktu mereka mengambil tubuh terakhir, mereka tidak akan lahir di mana ada Yaksha , Rakshasa , Putana , kataputana , kumbhanda , Pishacha dan seterusnya; di mana ada jenis apapun dari hantu kelaparan , atau sedang memiliki atau tiada bentuk apapun , memiliki atau tiada pemikiran , atau di tempat lain yang seperti tempat kejahatan tersebut. "

" Jika orang-orang yang baik ini membaca, melafalkan , memperbanyak, atau menulis Mantra itu , Jika mereka membawanya atau menyimpannya , atau jika mereka membuat persembahan untuk nya , kemudian melalui kalpa setelah kalpa mereka tidak akan menjadi 'miskin atau rendahan' , atau tidak akan juga mereka terlahir di tempat-tempat yang tidak menyenangkan . Jika makhluk-makhluk ini tidak pernah melakukan perbuatan apapun yang menghasilkan berkah , para Tathagata dari sepuluh penjuru akan melimpahkan pahala dan kebajikan Mereka Sendiri pada orang-orang ini . karena itu, diseluruh Asamkhyeya dari yang tak dapat dilukiskan , jumlah yang tak terkatakan dari kalpa-kalpa, seperti banyaknya butiran pasir didalam sungai Gangga , mereka selalu akan terlahir di tempat-tempat di mana terdapat para Buddha . Pahala dan kebajikan yang tak terbatas milik mereka akan tiga kali lipat , seperti kumpulan buah amala , karena Mereka tinggal di tempat yang sama , menjadi terserap bersama dengan pengolahan budidaya , dan tidak pernah berpisah dari para Buddha . "

" Oleh karena itu , Mantra itu dapat menyebabkan mereka yang telah melanggar aturan sila untuk mendapatkan kembali kemurnian dari sumber aturan sila. Itu dapat menyebabkan mereka yang belum menerima aturan ajaran sila untuk menerima nya. Itu dapat menyebabkan mereka yang tidak kuat untuk menjadi kuat . Mantra ini dapat menyebabkan mereka yang tidak memiliki kebijaksanaan untuk mendapatkan kebijaksanaan . Itu dapat menyebabkan mereka yang tidak murni untuk dengan cepat menjadi murni. Itu dapat menyebabkan mereka yang bukan vegetarian untuk menjadi vegetarian. "

" Ananda , jika orang-orang baik yang menjunjung tinggi Mantra ini melanggar aturan-aturan sila murni sebelum menerima nya , kesalahan mereka yang banyak yang ditimbulkan oleh pelanggaran tersebut , apakah besar atau kecil , bisa dibasmi secara bersamaan setelah mereka menjunjung Mantra itu . Bahkan Jika mereka minum minuman keras atau makan lima jenis dari tanaman pedas dan berbagai hal yang tidak murni lainnya di masa lalu , para Buddha , Bodhisattva , Vajradeva , dewa , yang abadi , hantu , dan roh tidak akan menahannya terhadap mereka . Jika mereka tidak bersih dan memakai yang compang-camping , pakaian tua untuk melaksanakan latihan sendirian didalam suatu tempat oleh mereka sendiri , mereka bisa menjadi sama-sama murni . Bahkan Jika mereka tidak membuat mimbar , tidak memasuki 'Tempat sang Jalan' , dan tidak berlatih Jalan itu, namun melafalkan dan menjunjung tinggi Mantra ini , jasa pahala dan kebajikan mereka masih bisa sama persis dengan yang berasal dari memasuki mimbar itu dan berlatih Jalan itu. Jika mereka telah melakukan lima perbuatan jahat , pelanggaran serius yang menuntut ganjaran yang berselang-seling , atau jika mereka adalah para bhiksu atau bhiksuni yang telah melanggar empat parajika atau delapan parajika , setelah mereka melafalkan Mantra ini, bahkan karma yang demikian berat itu bisa dibuang setelah mereka melafalkan Mantra ini , seperti bukit pasir yang tersebar didalam badai , sehingga tidak ada sebutir dari nya yang tinggal bersisa . "

" Ananda , jika para makhluk yang tidak pernah bertobat dan memperbaiki setiap pelanggaran yang mengganggu , apakah berat atau ringan , yang mereka telah lakukan diseluruh kalpa masa lalu yang tak terbatas yang tak terhitung jumlahnya , sampai dengan dan termasuk mereka yang di seluruh kehidupan ini , namun bisa membaca , melafalkan , memperbanyak, atau menulis Mantra ini atau memakainya pada tubuh mereka atau menempatkannya di rumah mereka atau di kebun rumah mereka , maka semua timbunan karma itu akan mencair seperti salju didalam air panas . Tak lama, mereka Akan mendapatkan 'Kebangkitan Bodhi pada Kesabaran dengan Ketiadaan Kedua-dua dari makhluk dan dharma . "

" Selain itu , Ananda , jika wanita yang tidak punya anak dan ingin hamil bisa secara sungguh-sungguh menghafal dan melafalkan Mantra ini , atau membawa Mantra Sitata - Patra ini pada tubuh mereka , mereka bisa melahirkan anak laki-laki atau perempuan yang diberkahi dengan berkah , kebajikan , dan kebijaksanaan. "

" Mereka yang mencari umur panjang akan mendapatkan umur panjang . Mereka yang berusaha untuk cepat menyempurnakan pahala mereka akan segera mampu untuk melakukannya . Hal yang sama berlaku untuk mereka yang mencari sesuatu mengenai tubuh , hidup , penampilan , atau kekuatan mereka. Pada akhir kehidupan mereka , mereka akan mendapatkan kelahiran kembali yang mereka harapkan dalam dimanapun dari wilayah dari sepuluh penjuru yang mereka inginkan. Tentu mereka tidak akan lahir di tempat-tempat yang kurang baik diberkahi , atau sebagai orang-orang bawahan , apalagi akan mereka terlahir kembali didalam beberapa bentuk yang aneh . "

" Ananda , jika ada bencana kelaparan di suatu negara , provinsi , atau desa , atau jika mungkin ada tentara , perampok , penjajah , perang , atau jenis lain dari ancaman bahaya setempat , maka dengan menuliskan Mantra suci ini dan menempatkan nya pada keempat pintu gerbang kota , atau pada chaitya atau pada dhvaja , dengan memerintahkan seluruh rakyat negara itu untuk menghormati Mantra itu, membuat persembahan untuk nya , memujanya dan dengan pikiran tunggal penuh memberikan persembahan untuk nya; dengan memerintahkan semua warga negara untuk memakainya pada tubuh mereka atau untuk menempatkannya di rumah mereka , dan maka semua bencana dan malapetaka tersebut akan benar-benar hilang . "

" Ananda , didalam masing-masing dan setiap negara dimana orang-orang sesuai dengan Mantra ini , para naga surgawi menjadi senang , angin dan hujan menjadi bermusim , lima jenis panen tanaman menjadi berlimpah , dan orang-orang merasa damai dan bahagia . Itu juga bisa menahan semua bintang jahat yang mungkin muncul di salah satu arah dan mengubah diri mereka sendiri dengan cara aneh yang luar biasa . Bencana dan penghalang tidak akan timbul . Orang-orang tidak akan mati dengan kebetulan atau tiba-tiba , tidak pula mereka akan terikat oleh belenggu , papan hukuman , atau kunci . Siang and malam mereka akan menjadi damai , dan tidak ada mimpi buruk yang akan mengganggu tidur mereka . "

" Ananda , dunia Saha ini memiliki delapan puluh empat ribu bintang jahat yang bisa berubah dan berkemungkinan besar menghancurkan. Dua puluh delapan bintang kejahatan besar adalah para pemimpin , dan delapan bintang kejahatan besar lainnya adalah para penguasa . Mereka mengambil berbagai bentuk, dan ketika mereka muncul di dunia mereka membawa bencana dan bencana yang tak terduga turun pada para makhluk . Namun ke mana pun Mantra ini disimpan, mereka semua akan dibasmi . Sebuah perbatasan akan terjamin keamanan sejauh dua belas yojana di sekitar, dan tidak bencana jahat atau kemalangan akan pernah melanggar batas atasnya . "

" Oleh karena itu , sang Tathagata menyatakan Mantra ini menjadi satu yang akan melindungi semua pengolah budidaya dari masa depan yang baru saja mulai belajar, sehingga mereka bisa memasuki Samadhi , menjadi damai dalam tubuh dan pikiran , dan mencapai keheningan tenang yang besar. Apalagi akan iblis apapun , hantu , atau roh , atau musuh , bencana , atau kemalangan yang seharusnya dari kehidupan lampau yang mencapai kembali ke waktu yang tak berawal , atau karma lama atau utang masa lalu datang untuk menyusahkan dan menyakiti mereka . "

"Tentang Anda dan semua orang di perkumpulan majelis yang masih sedang belajar , dan tentang pengolah budidaya dari masa depan yang mengandalkan mimbar Saya dan mempertahankan aturan sila sesuai dengan Dharma; yang menerima aturan sila dari para anggota murni dari Sangha; dan yang mempertahankan Mantra - hati ini tanpa menimbulkan keraguan : jika orang baik seperti ini tidak memahami pikiran mereka didalam seluruh tubuh itu , maka para Tathagata dari sepuluh penjuru telah berbohong " !

Ketika Dia menyelesaikan penjelasan ini , ratusan dari ribuan yang tak terukur dari para ksatriya kekuatan Vajra dalam perkumpulan majelis datang kehadapan sang Buddha , menempatkan telapak tangan Mereka bersama-sama beranjali , membungkuk , dan berkata kepada sang Buddha , " Dengan pikiran yang tulus Kami akan melindungi orang-orang yang mengolah budidaya Bodhi di Jalan ini , menurut apa yang sang Buddha telah katakan . "

Kemudian Brahma-raja , Shakra-deva , dan Catur-maha-rajika semuanya datang kehadapan sang Buddha , memberi hormat bersama-sama , dan berkata kepada sang Buddha , "Kalau memang ada orang baik yang mengolah budidaya dan belajar di Jalan ini , kami akan melakukan semua yang kami bisa untuk dengan sungguh-sungguh melindungi mereka dan menyebabkan segala sesuatu menjadi seperti yang mereka akan harapkan di seluruh kehidupan mereka . "

Selain itu para jenderal besar yaksha , rakshasa-raja , putana-raja , kumbhanda-raja , pishacha raja , vinayaka , raja-raja besar hantu, dan semua panglima hantu datang kehadapan sang Buddha , menempatkan telapak mereka bersama-sama beranjali , dan memberi hormat . " Kami Juga telah bersumpah untuk melindungi orang-orang ini dan menyebabkan tekad mereka pada Bodhi menjadi segera disempurnakan . "

Selanjutnya , yang tak terukur jumlahnya dari dewa matahari dan dewa bulan , raja penguasa hujan , raja penguasa awan , raja guntur , raja petir yang mengawasi diseluruh tahun , dan semua rombongan pengiring dari para bintang yang juga ada didalam persamuan membungkuk di kaki sang Buddha dan berkata kepada sang Buddha , " Kami Juga melindungi semua pengolah budidaya, sehingga 'Bodhi-mandala' mereka penuh kedamaian dan mereka bisa mencapai 'Keberanian' . "

Selain itu , yang tak terukur jumlahnya dari roh gunung , roh laut , dan semua yang dari tanah bumi yang banyak sekali makhluk dan kesatuan dari air , tanah , dan udara - serta raja angin - dan dewa-dewa dari surga tanpa bentuk , datang kehadapan sang Tathagata , Kepala mereka menunduk , dan berkata kepada sang Buddha , " Kami akan melindungi para pengolah budidaya ini juga sampai mereka mencapai Bodhi dan tidak akan pernah membiarkan setiap iblis memiliki cara mereka dengan mereka . "

Kemudian para Vajragarbharaja Bodhisattva didalam perkumpulan majelis yang besar , jumlahNya sebanyak delapan puluh empat ribu nayuta koti dari butiran pasir di sungai Gangga , bangkit dari tempat duduk Mereka , membungkuk di kaki sang Buddha , dan berkata kepada sang Buddha , " Bhagawan , sifat alami dari perbuatan Kami didalam pengolahan budidaya adalah seperti itu, meskipun Kami sudah lama sejak mencapai Bodhi , Kami tidak menggenggam Nirwana , tapi selalu menemani mereka yang mempertahankan Mantra ini , menyelamatkan dan melindungi mereka yang dalam usia akhir yang mengolah Samadhi secara benar . Bhagawan , orang yang seperti ini, yang mengolah pikiran mereka dan mencari pemusatan pikiran konsentrasi yang tepat , apakah di 'Tempat sang Jalan' atau berjalan di sekitar , dan bahkan orang-orang tersebut yang dengan 'pikiran yang tersebar' berkeliaran dan menghibur diri mereka sendiri di desa-desa , akan disempurnakan dan dilindungi oleh Kami dan rombongan pengikut Kami. Meskipun para raja iblis dan para 'dewa kenyamanan besar' akan berusaha untuk mendapatkan mereka , mereka tidak akan pernah mampu untuk melakukannya . Para hantu yang lebih kecil harus tinggal berdiam di jarak sepuluh yojana 'dari orang-orang baik ini, kecuali bagi para makhluk yang telah bertekad bahwa mereka Ingin mengolah budidaya dhyana ."

" Bhagawan , jika iblis jahat tersebut atau pengiring mereka ingin menyakiti atau mengganggu orang-orang baik ini, Kami akan menghancurkan kepala mereka jadi berkeping-keping dengan palu Vajra Kami . Kami akan selalu membantu orang-orang ini untuk mencapai itu."

Kemudian Ananda bangkit dari tempat dudukNya , bersujud di kaki sang Buddha , dan berkata kepada sang Buddha , " Sekarang Kami yang membosankan dan yang lambat , yang gemar pada pengetahuan tetapi tidak berusaha untuk menghentikan arus perpindahan keluar dari pikiran Kami , telah menerima ajaran yang penuh kasih dari sang Buddha dan telah mencapai cara yang tepat untuk menjadi dimasukkan dengan pengolahan budidaya , Kami mengalami sukacita didalam tubuh dan pikiran dan mendapatkan manfaat yang luar biasa . Bhagawan , bagi orang yang mengolah budidaya di Jalan ini dan ditetapkan sebagai yang telah mencapai Samadhi sang Buddha , tapi yang belum mencapai Nirwana , apa yang dimaksud dengan tingkat Kebijaksanaan yang kering ? Apa empat puluh empat pikiran itu ? Apa urutan yang orang mengolah untuk mencapai tujuannya ? Tempat apa yang harus orang capai untuk dikatakan Telah Memasuki bhumi ? Dan apa yang dimaksud dengan Bodhisattva dari Pencerahan Yang Sama? "

Setelah mengatakan ini , Dia membuat sujud penuh, dan kemudian perkumpulan majelis yang besar dengan pikiran tunggal menunggu bunyi dari suara yang welas asih dari sang Buddha ketika mereka menatap tanpa berkedip dengan kekaguman yang penuh hormat.

Pada waktu itu sang Bhagavan memuji Ananda , mengatakan , "Bagus sekali, bagus sekali , Bahwa demi seluruh perkumpulan majelis yang besar dan para makhluk diusia akhir yang mengolah Samadhi dan mencari Mahayana , Anda bertanya untuk memiliki jalur yang tepat tak tertandingi dari mengolah budidaya yang membawa orang dari tingkat orang biasa hingga ke parinirvana akhir untuk dijelaskan dan diungkapkan . Dengarkan dengan penuh perhatian, dan Saya akan berbicara tentang hal itu untuk Anda . "

Ananda dan semua orang dalam persamuan menempatkan telapak tangan mereka bersama-sama beranjali , membersihkan pikiran mereka , dan diam-diam menunggu untuk menerima pengajaran .

Sang Buddha berkata , " Ananda , Anda harus tahu bahwa sifat alami yang indah menakjubkan itu adalah sempurna dan cerah , terlepas dari semua nama dan sifat . Pada dasarnya tidak ada dunia , dan juga tidak ada makhluk . Dikarenakan oleh kepalsuan , maka 'gejala kejadian' menjadi ada . Karena gejala kejadian menjadi ada  , mereka juga berhenti menjadi. Bahkan istilah ' menjadi ada' dan ' berhenti menjadi ' adalah palsu. Ketika kepalsuan itu berhenti menjadi , Itu dikenal sebagai 'kebenaran'. Inilah yang disebut Bodhi tak tertandingi dari Tathagata dan Nirvana besar : Nama-nama ini merujuk pada dua jenis dari pembalikan . Ananda , sekarang Anda ingin mengolah Samadhi yang sesungguhnya dan tiba secara langsung di Parinirvana sang Tathagata . Pertama, Anda Harus mengenali dua penyebab terbalik dari makhluk hidup dan dunia . Ketiadaan kemunculan 'terbalik' adalah Samadhi yang sesungguhnya dari Tathagata.

" Ananda , apa yang dimaksud dengan 'terbalik' dari para makhluk ? Ananda , 'sifat alami Kita' memberikan pikiran dengan pemahaman karena sifat alami itu sendiri adalah kesempurnaan dari pemahaman . Dengan menambahkan pemahaman , 'sifat alami lainnya' datang menjadi ada , dan dari sifat alami yang palsu itu, penglihatan muncul . Dari 'ketiadaan yang mutlak' datang 'keberadaan akhir' . Semua yang 'ada' terjadi di jalan Itu .

Penyebab itu bukanlah penyebab sebenarnya . Subyek pelaku yang beketergantungan pada penampilan obyek adalah pada dasarnya tidak berdasar. Jadi demikian , yang sangat dasar bagi keberadaan dunia dan makhluk adalah pada dasarnya tidak dapat diandalkan

" Kebingungan tentang 'dasar seseorang', pemahaman yang sempurna menghasilkan kemunculan dari kepalsuan . Kepalsuan itu sendiri adalah tanpa zat , itu bukanlah sesuatu yang dapat diandalkan . Orang mungkin ingin kembali kepada kebenaran , tapi keinginan untuk kebenaran itu sudah menjadi kepalsuan . Sifat alami yang sejati dari 'Tathata' yang sejati bukanlah suatu kebenaran yang orang dapat mencari untuk kembali . Dengan demikian orang kehilangan tanda itu . 'Apa yang pada dasarnya tidak muncul' , 'apa yang pada dasarnya tidak tinggal', 'apa yang pada dasarnya bukan pikiran' , dan 'apa yang pada dasarnya bukan dharma' datang menjadi ada secara bergantian. Ketika mereka muncul lebih dan lebih dengan kuat , mereka membentuk kecenderungan untuk menciptakan karma . 'Karma yang sama' mendirikan rangsangan yang saling timbal-balik . Dikarenakan oleh karma yang dihasilkan demikian itu , ada pembuatan yang saling timbal-balik dan kepunahan yang saling timbal-balik . Itulah sebab untuk keterbalikan dari para makhluk .

" Ananda , apakah keterbalikan dari dunia? 'Semua yang ada dan berkaitan dengan keberadaan' secara palsu muncul di golongan dan bagian . Dunia didasarkan pada itu, tetapi penyebab ini bukanlah penyebab sebenarnya . Segala sesuatu yang tergantung tidak ada yang adalah tergantung , dan jadi ia bergeser dan meluncur tak henti-hentinya . Dikarenakan oleh ini, dunia dari tiga periode waktu dan empat penjuru arah datang menjadi ada . Penyatuan dan hubungan saling timbal-balik mereka menyebabkan perubahan yang menghasilkan dua belas kategori makhluk .

" Itulah sebabnya , di dunia ini , gerakan menghasilkan suara , suara menghasilkan bentuk, bentuk menghasilkan bau , bau menghasilkan hubungan , hubungan menghasilkan rasa , dan rasa menghasilkan kesadaran 'dharma (=gejala kejadian)'. Pikiran acak yang palsu yang dihasilkan dari enam itu yang menciptakan karma , dan ini terus bergulir menjadi penyebab dari dua belas kategori yang berbeda . Dan jadi , di dunia, suara , bau, rasa , hubungan, dan sejenisnya , masing-masing berubah sepanjang dua belas kategori untuk membuat satu putaran lengkap .

" Berdasarkan pada proses yang terus bergulir itu yang melibatkan gejala kejadian yang terbalik , 'mereka yang lahir dari telur' , 'mereka yang lahir dari rahim' , 'mereka yang lahir dari kelembaban' , dan 'mereka yang lahir dari perubahan wujud'; 'makhluk dengan bentuk' , 'mereka yang tanpa bentuk' , 'orang-orang dengan pemikiran' , dan 'mereka yang tanpa pikiran'; 'makhluk yang tidak sepenuhnya diberkahi dengan bentuk' , 'mereka yang tidak sepenuhnya tanpa bentuk' , 'mereka yang tidak sepenuhnya diberkahi dengan pikiran' , dan 'mereka yang tidak sepenuhnya tanpa pikiran' menjadi ada di dunia ini .

" Ananda , melalui proses yang terus menerus dari kepalsuan , keadaan yang terbalik dari 'gerakan' terjadi di dunia ini . Itu menyatu dengan 'tenaga' untuk menjadi delapan puluh empat ribu macam dari pikiran acak yang tidak terbang keatas ataupun tidak menyelam ke bawah. Dari telur itu menjadi ada dan berpindah ke seluruh wilayah sebagai ikan , burung , amfibi , dan reptil , sehingga jenis mereka berlimpah .

" Melalui proses yang terus menerus dari kekotoran (klesa) , keadaan yang terbalik dari 'hasrat keinginan' terjadi di dunia ini . Itu menyatu dengan 'perangsangan' untuk menjadi delapan puluh empat ribu macam dari pikiran acak yang tidak tegak ataupun tidak mendatar. Dari janin itu didalam rahim menjadi ada dan berpindah ke seluruh wilayah sebagai manusia , hewan , naga , dan yang abadi sampai jenis mereka berlimpah .

" Melalui proses yang terus menerus dari kemelekatan (upadana) , keadaan yang terbalik dari 'kecendrungan kehendak' terjadi di dunia ini . Itu menyatu dengan 'kehangatan' menjadi delapan puluh empat ribu macam dari pikiran acak yang bimbang dan terbalik . Dari mahluk hidup itu didalam kelembaban menjadi ada dan berpindah ke seluruh wilayah sebagai 'serangga dan mahluk tanpa tulang belakang' yang merangkak , sampai jenis mereka berlimpah .

" Melalui proses yang terus menerus dari perubahan , keadaan yang terbalik dari 'pinjaman' terjadi di dunia ini . Berdasarkan pada yang terbalik , itu menyatu dengan 'hubungan' menjadi delapan puluh empat ribu macam dari pikiran acak dari yang baru dan lama . Dari itu, mahluk hidup yang menjalani perubahan bentuk menjadi ada dan berpindah ke seluruh wilayah sebagai bentuk-bentuk dari mahluk metamorfosis yang terbang dan merangkak, sampai jenis mereka berlimpah .

" Melalui proses yang terus menerus dari pengekangan , keadaan yang terbalik dari 'gangguan halangan' terjadi di dunia ini . Itu menyatu dengan 'kemelekatan' menjadi delapan puluh empat ribu macam dari pikiran acak dari kemurnian dan kecemerlangan . Dari kelompok mahluk hidup itu yang memiliki bentuk menjadi ada dan berpindah ke seluruh wilayah sebagai makhluk yang baik dan buruk , sampai jenis mereka berlimpah.

" Melalui proses yang terus menerus dari penghancuran dan pembubaran , keadaan yang terbalik dari 'angan-angan khayalan' terjadi di dunia ini . Itu menyatu dengan 'kegelapan' menjadi delapan puluh empat ribu macam dari pikiran acak dari ketidakjelasan dan yang bersembunyi . Dari itu, kelompok mahluk hidup yang tidak memiliki bentuk menjadi ada dan berpindah ke seluruh wilayah sebagai mahluk yang kosong , yang tersebar , yang termusnahkan , dan yang terendam air sampai jenis mereka berlimpah .

" Melalui proses yang terus menerus dari angan-angan khayalan ilusi , keadaan yang terbalik dari 'bayangan' terjadi di dunia ini . Itu menyatu dengan 'ingatan' menjadi delapan puluh empat ribu macam dari pikiran acak yang tersembunyi dan terikat . Dari itu, kelompok mahluk hidup yang diberkahi dengan pikiran , menjadi ada dan berpindah ke seluruh wilayah sebagai roh , hantu , dan makhluk terpencil , sampai jenis mereka berlimpah .

" Melalui proses yang terus menerus dari kekusaman dan kelambatan, keadaan yang terbalik dari 'kebodohan' terjadi di dunia ini . Itu menyatu dengan 'ketegaran' menjadi delapan puluh empat ribu macam dari pikiran acak yang kering dan dilemahkan . Dari itu, kelompok mahluk hidup yang tidak memiliki pikiran , menjadi ada dan berpindah ke seluruh wilayah seperti kekuatan hidup dan semangat mereka berubah menjadi tanah, kayu , logam , atau batu , sampai jenis mereka berlimpah .

" Melalui proses yang terus menerus dari pengaruh timbal-balik yang saling merugikan, keadaan yang terbalik dari 'tiruan' terjadi di dunia ini . Itu menyatu dengan 'kekotoran' menjadi delapan puluh empat ribu macam dari pikiran acak dari yang sesuai dan mengandalkan . Dari itu, kelompok mahluk hidup yang tidak benar-benar diberkahi dengan bentuk , mengambil bentuk janin dan berpindah ke seluruh wilayah sampai jenis mereka berlimpah, sebagai ikan ubur-ubur yang mengunakan yang kecil untuk mata dan sejenisnya .

" Melalui proses yang terus menerus dari saling tarik , keadaan yang terbalik dari 'sifat alami' terjadi di dunia ini . Itu bersatu dengan mantra menjadi delapan puluh empat ribu macam dari pikiran acak dari pembalasan dan memanggil . Dari itu, kelompok mahluk hidup yang tidak benar-benar tiada bentuk menjadi makhluk tanpa bentuk dan berpindah ke seluruh wilayah sebagai makhluk tersembunyi dari mantra dan jampi , sampai jenis mereka berlimpah .

" Melalui proses yang terus menerus dari persatuan palsu, keadaan yang terbalik dari 'pelanggaran' terjadi di dunia ini . Itu bersatu dengan pembentukan yang tidak serupa menjadi delapan puluh empat ribu macam dari pikiran acak dari pertukaran yang timbal balik . kelompok mahluk hidup yang tidak benar-benar diberkahi dengan pikiran , menjadi diberkahi dengan pikiran dan berpindah ke seluruh wilayah dalam bentuk seperti itu sebagai tawon yang mengubah makhluk yang berbeda menjadi jenis nya sendiri dan sejenisnya , sampai jenis mereka berlimpah .

" Melalui proses yang terus menerus dari permusuhan dan merugikan, keadaan yang terbalik dari 'pembunuhan' terjadi di dunia ini . Itu bersatu dengan benda yang aneh menjadi delapan puluh empat ribu macam dari pikiran acak dari melahap ayah dan ibu seseorang. Dari itu, kelompok mahluk hidup yang tidak benar-benar tiada pikiran menjadi makhluk yang tidak memiliki pikiran dan berpindah ke seluruh wilayah, sampai jenis mereka berlimpah dalam bentuk sebagai 'burung hantu' yang menetaskan anak muda nya dari gumpalan kotoran lumpur , dan 'burung cermin pecah', yang menetaskan buah beracun untuk membuat anaknya kemudian anak muda itu masing-masing memakan orang tua itu dan sejenisnya , sampai jenis mereka berlimpah . ini adalah dua belas kategori dari makhluk . "

" Ananda , masing-masing dari kategori makhluk ini dipenuhi dengan dua belas macam keadaan yang terbalik , sama seperti menekan mata seseorang menghasilkan berbagai gambar yang seperti bunga. Dengan pembalikan dari kesempurnaan yang indah menakjubkan, pemahaman murni dari 'pikiran yang benar' menjadi dipenuhi dengan pikiran yang palsu dan acak . Sekarang , ketika Anda mengolah budidaya menuju penetapan ke Samadhi dari sang Buddha , Anda akan melalui tiga tingkat yang bertahap untuk menyingkirkan penyebab dasar dari pikiran-pikiran yang acak ini . Mereka bekerja hanya dalam cara bahwa air panas dicampur dengan abu dupa membersihkan bejana yang telah menampung madu beracun . Setelah itu , bejana tersebut dapat digunakan untuk menyimpan embun manis.

" Apa tiga tingkat yang bertahap itu? Yang pertama adalah untuk memperbaiki kebiasaan seseorang dengan menyingkirkan penyebab yang membantu ; yang kedua adalah untuk benar-benar mengolah budidaya untuk memotong inti sari dari karma pelanggaran ; yang ketiga adalah untuk meningkatkan semangat seseorang untuk mencegah perwujudan karma .

" Apa itu penyebab yang membantu? Ananda , dua belas kategori dari makhluk hidup di dunia ini tidak secara lengkap dalam diri mereka sendiri , tetapi tergantung pada empat jenis dari makan; Yaitu, makan melalui porsi , makan melalui hubungan , makan melalui pikiran , dan makan melalui kesadaran . Oleh karena itu , sang Buddha mengatakan bahwa semua makhluk harus makan untuk hidup .

" Ananda , semua makhluk bisa hidup jika mereka makan apa yang segar , dan mereka akan mati jika mereka menerima racun . Makhluk yang mencari Samadhi harus menahan diri dari memakan lima tumbuhan pedas menyengat dari dunia ini . Jika kelima ini dimakan termasak , mereka meningkatkan gairah seksual seseorang ; jika mereka dimakan mentah , mereka meningkatkan kemarahan seseorang.Oleh karena itu, bahkan jika orang di dunia ini yang makan tanaman yang pedas menyengat dapat menjelaskan dua belas pembagian dari kitab Sutra , para dewa dan yang abadi dari sepuluh penjuru arah akan tinggal jauh dari mereka karena mereka berbau begitu buruk . Namun, setelah mereka makan benda-benda ini, para hantu kelaparan akan melayang-layang dekat di sekitar dan mencium bibir mereka . Menjadi selalu di dalam kehadiran hantu , berkat dan kebajikan mereka akan larut seperti hari-hari berlalu , dan mereka akan mengalami sedikit manfaat. Orang yang makan tanaman pedas menyengat dan juga mengolah Samadhi tidak akan dilindungi oleh para Bodhisattva , dewa , yang abadi , atau roh dari sepuluh penjuru , sehingga raja-raja iblis yang sangat kuat , mampu melakukan apa yang mereka harap , akan muncul dalam tubuh seorang Buddha dan berbicara Dharma untuk mereka , mencela ajaran sila dan memuji nafsu, kemarahan , dan kebodohan . Ketika hidup mereka berakhir, orang-orang ini akan bergabung dengan rombongan raja iblis. Ketika mereka menghabiskan berkat mereka sebagai iblis , mereka akan jatuh ke dalam neraka yang tidak berselang-selang. Ananda , mereka yang mengolah budidaya untuk Bodhi harus tidak memakan lima tanaman pedas menyengat . ini adalah yang pertama dari tingkat yang bertahap dari pengolahan budidaya .

" Apa itu intisari dari pelanggaran karma ? Ananda , makhluk yang ingin memasuki Samadhi harus terlebih dahulu secara tegas menegakkan ajaran sila murni . Mereka harus memusnahkan hasrat seksual selamanya , tidak mengambil anggur atau daging , dan memakan yang dimasak daripada makanan mentah . Ananda , jika pengolah budidaya tidak memotong hasrat seksual dan membunuh , akan mustahil bagi mereka untuk melampaui Tiga alam. Anda harus menganggap hasrat seksual sebagai ular berbisa atau penjahat yang marah. Pertama, berpegang pada 'Empat atau Delapan Parajika dari Sravaka' untuk mengendalikan kegiatan tubuh fisik Anda; kemudian mengolah budidaya 'peraturan murni dari Bodhisattva' untuk mengendalikan kegiatan batin Anda. Saat sila berhasil ditegakkan , seseorang tidak akan menciptakan karma yang mengarah ke saling kelahiran kembali dan saling membunuh di dunia ini. Jika seseorang tidak mencuri , seseorang tidak akan berhutang , dan seseorang tidak akan harus membayar kembali utang-utang masa lalu di dunia ini . Jika orang-orang yang murni dengan cara ini mengolah budidaya Samadhi , mereka secara alami akan dapat merenungkan sejauh mana dunia dari sepuluh penjuru dengan tubuh fisik yang diberikan orang tua mereka ; tanpa memerlukan mata Surgawi , mereka akan melihat para Buddha berbicara Dharma dan menerima secara pribadi ajaran bijaksana ini. Mendapatkan penembusan batin yang besar , mereka akan menjelajah melalui sepuluh penjuru arah , mendapatkan kejelasan mengenai kehidupan masa lalu , dan tidak akan menemui kesulitan dan bahaya .ini adalah yang kedua dari tingkat yang bertahap dari pengolahan budidaya .

" Apa itu perwujudan dari karma ? Ananda , orang-orang seperti ini , yang murni dan yang menjunjung tinggi sila , tidak memiliki pikiran keserakahan dan hasrat seksual , sehingga mereka tidak menjadi berfoya-foya didalam mengejar enam objek indera luar yang kotor tercemar . karena mereka tidak mengejar nya , mereka berbalik ke sumber mereka sendiri . Tanpa kondisi dari obyek yang kotor , tidak ada apapun bagi organ indera untuk mencocokkan diri dengan nya , dan sehingga mereka membalikkan aliran arus mereka , menjadi satu kesatuan , dan tidak lagi terbatas pada enam fungsi tersendiri . Semua wilayah dari sepuluh penjuru kemudian menjadi jelas cemerlang dan murni seperti bulan tergantung didalam kristal . Tubuh dan pikiran mereka penuh bahagia saat mereka mengalami kesetaraan dari kesempurnaan yang indah menakjubkan, dan mereka mencapai kedamaian yang besar. Kesempurnaan rahasia dan keajaiban murni dari semua Tathagata muncul dihadapan mereka . Orang-orang ini kemudian mendapatkan Kesabaran dengan ketiadaan dari makhluk dan dharma . Mereka kemudian secara bertahap mengolah sesuai dengan latihan-latihan mereka , sampai mereka berada dengan aman di posisi yang bijaksana. ini adalah yang ketiga dari tingkat yang bertahap dari pengolahan budidaya .

" Ananda , nafsu cinta dan hasrat birahi orang-orang yang baik ini layu dan kering , organ indera dan obyek indera tidak lagi saling terhubung, sehingga sisa kebiasaan tidak terus muncul . Dengan menyadari bahwa kemelekatan pikiran adalah palsu , mereka hanya menggunakan kebijaksanaan. Kebijaksanaan itu bersinar diseluruh sepuluh penjuru arah , dan kebijaksanaan awal ini disebut Tahap dari kebijaksanaan kering . Meskipun kebiasaan dari nafsu keinginan pada awalnya kering , mereka masih belum bergabung dengan air Dharma yang mengalir dari para Tathagata .

" Kemudian , dengan pikiran ini berpusat di tengah , mereka memasuki aliran arus dimana 'kesempurnaan yang indah menakjubkan' mengungkapkan dirinya . Dari kebenaran kesempurnaan yang indah menakjubkan itu, di sana berulang kali muncul keajaiban dari kebenaran . Mereka selalu tinggal berdiam didalam keajaiban dari keyakinan, sampai semua pikiran yang salah benar-benar sepenuhnya dihapuskan dan Jalan Tengah adalah total benar . Ini disebut 'Pikiran yang Berada didalam Keyakinan' .

" Ketika 'keyakinan yang benar' dimengerti dengan jelas , maka penembusan yang sempurna adalah total, dan tiga aspek dari skandha , tempat , dan alam adalah tidak lagi penghalang . Maka semua kebiasaan mereka sepanjang ribuan kalpa yang tak terhitung di masa lalu dan masa depan , selama di mana mereka meninggalkan tubuh dan menerima tubuh , muncul kepada mereka sekarang pada saat ini . Orang-orang yang baik ini dapat mengingat semuanya dan tidak melupakan apapun . Ini disebut 'Pikiran yang Berada didalam Kesadaran Penuh Perhatian' .

" Ketika kesempurnaan yang indah menakjubkan benar-benar sepenuhnya benar, kebenaran sifat pokok itu menghasilkan perubahan wujud . Mereka melampaui kebiasaan yang tanpa awal untuk mencapai satu kecerahan pokok . Hanya mengandalkan kecerahan pokok ini , mereka maju berkembang menuju ke kemurnian sejati . Ini disebut 'Pikiran dari Semangat' .

" Intisari pokok dari pikiran mengungkapkan dirinya sendiri sebagai kebijaksanaan total; ini disebut 'Pikiran yang Berada didalam Kebijaksanaan' .

" Ketika kebijaksanaan dan kecerahan dipertahankan dengan teguh , kesunyian yang mendalam meliputi dimanapun. Tahap di mana keagungan dari keheningan ini menjadi tetap dan kuat disebut 'Pikiran yang Berada didalam Samadhi' .

" Cahaya dari Samadhi memancarkan Kecerahan . Bila intisari pokok dari kecerahan masuk sangat dalam , mereka hanya maju dan tidak pernah mundur . Ini disebut 'Pikiran yang Avaivartika (Tanpa Kemunduran Tak Dapat Diubah)' .

" Ketika kemajuan dari pikiran mereka diamankan , dan mereka mempertahankan pikiran mereka dan melindungi nya tanpa kehilangan ; mereka terhubung dengan nafas kehidupan dari para Tathagata dari sepuluh penjuru . Ini disebut 'Pikiran yang Melindungi Dharma' .

" Dengan melindungi cahaya dari pencerahan mereka, mereka dapat menggunakan kekuatan yang indah menakjubkan untuk kembali ke cahaya Buddha dari belas kasih dan kembali untuk berdiri teguh dengan Buddha . Hal ini seperti dua cermin yang terletak menghadap satu sama lain , sehingga diantara mereka gambar yang indah saling mencerminkan dan masuk ke dalam satu demi satu lapisan. ini disebut 'Pikiran yang Membuat Pemindahan' .

" Dengan rahasia yang saling mempengaruhi dari cahaya ini , mereka memperoleh kekuatan abadi Buddha dan kemurnian yang indah tak tertandingi . Tinggal berdiam didalam yang tidak berkondisi , mereka mengetahui tidak ada kerugian atau pemborosan. Ini disebut 'Pikiran yang Berada didalam Ajaran Sila' .

" Tinggal berdiam di dalam ajaran sila dengan penguasaan diri , mereka bisa menjelajah ke seluruh sepuluh penjuru arah , ke manapun mereka inginkan . Ini disebut 'Pikiran yang Berada didalam Sumpah' .

" Ananda , orang-orang yang baik itu menggunakan jalan bijaksana yang tepat untuk mendatangkan sepuluh pikiran itu . Intisari pokok dari pikiran ini menjadi mempesona , dan sepuluh fungsi mereka terhubung ke titik dari pikiran tunggal . Itu disebut 'Tempat Tinggal dari Mendatangkan Ketetapan' .

" Penemuan yang dibuat oleh pikiran itu adalah seperti kristal murni didalam di mana dapat dilihat emas murni . Berdasarkan pada pikiran yang indah menakjubkan sebelumnya itu , mereka melangkah ke tingkat ini disebut 'Tempat Tinggal dari Pokok Peraturan' .

" Ketika pikiran pada pokok itu terhubung dengan kebijaksanaan, keduanya menjadi terang dan luas menyeluruh . Melintasi sepuluh penjuru tanpa halangan maka disebut 'Tempat Tinggal dari Pengolahan Budidaya' .

" Ketika perilaku mereka adalah sama seperti Buddha dan mereka terhubung dengan semangat Buddha , maka , seperti tubuh diantara skandha mencari ayah dan ibu , mereka menembus kegelapan dengan komunikasi yang tersembunyi dan memasuki keturunan dari sang Tathagata . Itu disebut 'Tempat Tinggal dari Kelahiran Mulia' .

" Karena mereka naik di rahim sang Jalan , mereka adalah pewaris Pencerahan seperti janin dewasa telah mengembangkan semua ciri manusia. Itu disebut 'Tempat Tinggal yang Diberkahi dengan Keterampilan didalam Upaya'.

" Penampilan tubuh fisik mereka menjadi tubuh dari para Buddha dan pikiran mereka juga sama. Itu disebut 'Tinggal berdiam didalam Pikiran Yang Tepat' .

" Bersatu didalam tubuh dan pikiran , mereka tumbuh dan dewasa di hari demi hari . Itu disebut 'Tinggal berdiam didalam Avaivartika' .

" Dengan penampilan yang berkhasiat dari sepuluh tubuh , yang secara bersamaan disempurnakan , mereka Tinggal berdiam sebagai Pemuda Yang Murni .

" Benar-benar sepenuhnya dikembangkan , mereka meninggalkan rahim dan menjadi anak-anak dari sang Buddha . Itu adalah 'Tinggal berdiam sebagai Pangeran Dharma'. Mencapai sepenuhnya kedewasaan , mereka seperti seorang pangeran terpilih dari seorang raja yang kuat yang menyerahkan urusan negara . Pada akhirnya sang putra sulung dari Raja Ksatria akan di urapi upacara suci pada Mahkota kepala . Itu disebut 'Tinggal berdiam didalam Pengurapan Upacara Suci Mahkota kepala'.

" Ananda , setelah orang-orang yang baik ini telah menjadi putra sang Buddha , mereka dilengkapi dengan yang tanpa batas banyaknya kebajikan yang indah menakjubkan dari para Tathagata , dan mereka akan menuruti dan selaras dengan makhluk disepanjang sepuluh penjuru . Itu disebut 'Perilaku dari Kebahagiaan' .

" Menjadi secara baik mampu menolong semua makhluk disebut 'Perilaku dari Memberi Manfaat' .

" Mencerahkan diri mereka sendiri dan mencerahkan orang lain tanpa melahirkan perlawanan apapun disebut 'Perilaku Bebas Kemarahan' .

" Kemudian mereka menjalani kelahiran dalam berbagai bentuk terus menerus hingga batas dari masa depan . Berlatih yang 'sama rata' diseluruh tiga periode waktu dan meresap meliputi sepuluh penjuru disebut 'Perilaku Berlanjut Tanpa Akhir' .

" Ketika semuanya sama sesuai , orang tidak pernah membuat kesalahan di antara berbagai pintu Dharma . Itu disebut 'Dia Melakukan Kebebasan dari Kebingungan terperdaya' .

" Kemudian didalam apa yang sama serupa , banyak sekali perbedaan muncul. Namun didalam penampilan yang berbeda , ciri khas dapat dirasakan .Itulah yang disebut 'Perilaku dari Perwujudan Bermanfaat' .

" Itu terus berlanjut sampai mencakup semua partikel debu yang mengisi ruang angkasa kosong seluruh sepuluh penjuru arah . Dalam setiap dan sebutir debu ada muncul dunia-dunia di sepuluh penjuru . Namun penampilan dari butir-butir debu dan penampilan dari dunia-dunia tidak mengganggu satu sama lain . Itu disebut Perilaku dari Tiada Kemelekatan .

" Segala sesuatu yang muncul dihadapan seseorang menjadi Paramita yang paling terkemuka . Itu disebut 'Perilaku dari Pemujaan' .

" Dengan perpaduan sempurna seperti ini, seseorang bisa memperagakan diri menurut semua Buddha dari sepuluh penjuru . Itu disebut 'Perilaku Berdasarkan pada Dharma Yang Bermanfaat' .

" Ketika setiap dan salah satu dari mereka menjadi murni dan tanpa arus perpindahan keluar , mereka bergabung menjadi suatu kebenaran tunggal , yang tidak berkondisi , itu merupakan intisari pokok dari sifat alami . Itu disebut 'Perilaku dari Kenyataan' .

" Ananda , ketika orang-orang baik ini yang penuh dengan penembusan batin telah melakukan pekerjaan Buddha dan benar-benar murni total dan sepenuhnya benar , mereka dapat tetap jauh dari rintangan dan bencana . Kemudian mereka menyeberangkan makhluk tanpa terikat pada ide gagasan menyeberangkan mereka . Mereka mengarahkan pikiran yang tak berkondisi menuju jalan Nirvana . itu disebut 'Pemindahan dari Menyelamatkan dan Melindungi Makhluk Hidup , sementara Terlepas dari Penampilan dari Mahluk Hidup' .

" Menghancurkan apa yang harus dihancurkan dan yang bersisa dihapus jauh dari apa yang harus ditinggalkan disebut 'Pemindahan dari Yang Tak Dapat Dihancurkan' .

" Pencerahan Yang Mendasar adalah sungguh mendalam, pencerahan yang pada tingkat dengan pencerahan Buddha . Itu disebut 'Pemindahan dari Kesamaan dengan Semua Buddha' .

" Ketika kebenaran mutlak ditemukan , tingkat nya seperti tingkat dari para Buddha . Itu disebut 'Pemindahan dari Mencapai semua Tempat' .

" Dunia-dunia dan para Tathagata termasuk satu sama lain tanpa halangan apapun . Itu disebut 'Pemindahan dari Harta dari Pahala dan Kebajikan Yang Tak Akan Surut' .

" Karena tingkat mereka adalah seperti Buddha , masing-masing dan setiap sebab yang mereka buat pada tingkat itu adalah murni . Berdasarkan pada penyebaran penyebab tersebut , mereka langsung turun ke jalan menuju Nirvana . Itu disebut 'Pemindahan dari Akar Yang Baik dari Mengikuti Apa Yang Pada Dasarnya Sama serupa '.

" Ketika 'akar sejati' ditetapkan , maka semua makhluk di sepuluh penjuru adalah sifat alami saya sendiri . Tidak seorang pun hilang , saat sifat alami ini berhasil disempurnakan . Itu disebut 'Pemindahan dari Mengikuti Perenungan Yang Tidak Memihak dari Semua Makhluk .

" Menjadi sama dengan semua dharma namun terlepas dari semua gejala kejadian , mereka tidak melekat ke salah satu ciri khas maupun pemisahan. Itu disebut 'Pemindahan dari Penampilan Tathata Yang Sejati.

" Itu yang demikian benar-benar diperoleh , dan tidak ada halangan diseluruh sepuluh penjuru . Itu disebut 'Pemindahan dari Pembebasan Yang Tidak Terkekang' .

" Ketika kebajikan dari sifat alami secara sempurna terwujud , batas-batas dari "dharmadhatu (alam dharma)" dihancurkan . Itu disebut 'Pemindahan Ketidakterbatasan dari dharmadhatu' .

" Ananda , ketika orang-orang yang baik ini telah sepenuhnya memurnikan empat puluh satu pikiran ini, mereka selanjutnya mencapai 'Empat Jenis dari Praktek Membantu Yang Indah Sempurna' .

" Pencerahan dari Buddha hanya akan menjadi fungsi dari pikiran mereka sendiri . Itu adalah di ambang kemunculan tetapi belum muncul , dan sehingga itu dapat dibandingkan dengan titik sebelum kayu terbakar ketika dibor untuk menghasilkan api . Itu disebut 'Tingkat dari Panas' .

" Mereka melanjutkan dengan pikiran mereka sendiri untuk melangkah dimana para Buddha melangkah, seakan mengandalkan namun tidak. Hal ini seolah-olah mereka sedang mendaki sebuah gunung yang tinggi , ke titik di mana tubuh mereka di ruang angkasa tapi tetap ada halangan sedikit di bawah mereka . Itu disebut 'Tingkat dari Puncak'.

" Ketika pikiran dan Buddha adalah dua dan belum sama , mereka telah dengan baik memperoleh Jalan Tengah . Mereka adalah seperti seseorang yang menahan sesuatu ketika itu tampaknya mustahil untuk baik terus dipertahankan ataupun membiarkannya pergi . Itu disebut 'Tingkat dari Kesabaran' .

" Ketika 'angka dan batas' menghilang, tidak ada sebutan seperti 'Jalan Tengah' atau seperti 'Kebingungan' dan 'Pencerahan' yang dibuat . Itu disebut 'Tingkat dari Menjadi Yang Pertama di Dunia' .

" Ananda , orang-orang yang baik ini telah berhasil menembus ke Maha Bodhi . Pencerahan mereka capai melalui Tathagata. Mereka telah memahami keadaan dari KeBuddhaan . Itu disebut 'Tingkat dari Kebahagiaan'.

" Perbedaan-perbedaan masuk ke dalam ciri khas , bahkan 'gagasan dari ciri khas' menghilang. Itu disebut 'Tingkat dari Meninggalkan Kotoran' .

" Pada titik dari kemurnian yang tertinggi , kecerahan datang . Itulah yang disebut 'Tingkat dari Cahaya Yang Memancar' .

" Ketika Kecerahan menjadi Pokok , Pencerahan penuh . Itulah yang disebut 'Tingkat dari Kebijaksanaan Yang Menyala' .

" Tidak ada 'ciri khas atau perbedaan' dapat dicapai . Itu disebut 'Tingkat dari Tak Terkalahkan' . "

" Dengan tathata sejati yang tidak berkondisi , sifat alami bersih tak bernoda , dan Kecerahan terungkap . Itu disebut 'Tingkat dari Perwujudan' .

" Datang ke batas terjauh dari Tathata sejati disebut 'Tingkat dari Perjalanan Jauh' .

" Pikiran tunggal dari Tathata sejati disebut 'Tingkat dari Ketenangan' .

" Melahirkan fungsi Tathata sejati disebut 'Tingkat dari Kebijaksanaan Yang Baik' .

" Ananda , semua Bodhisattva yang melampaui titik ini telah menyelesaikan pengolahan budidaya Mereka dan telah menyempurnakan pahala dan kebajikan Mereka , sehingga tingkat ini disebut 'Tingkat dari Pengolahan Budidaya' .

" Kemudian awan yang indah dari kasih sayang melayang  diatas Lautan Nirvana . Itu disebut 'Tingkat dari Awan Dharma'.

" Para Tathagata melawan aliran arus seperti para Bodhisattva demikian mencapai titik ini melalui penyesuaian dengan latihan. Pencerahan Mereka akan bertemu para Buddha; Oleh karena itu disebut 'Pencerahan Yang Setara' .

" Ananda , pencerahan yang meliputi 'Pikiran Kebijaksanaan Kering' sampai puncak dari 'Pencerahan Yang Setara' adalah kebangkitan didalam 'Pikiran Vajra' . Itu merupakan Tingkat dari Kebijaksanaan Awal Yang Kering . Jadi ada total dua belas tingkat tunggal dan tingkat yang dikelompokkan . Akhirnya mereka mencapai Pencerahan yang indah menakjubkan dan mencapai Jalan yang tak tertandingi . Pada semua tingkat ini mereka menggunakan perenungan Vajra dari sepuluh persamaan yang sangat mendalam untuk cara di mana hal-hal adalah seperti ilusi . Didalam 'Shamatha ('Tinggal berdiam pada Ketenangan Yang Damai')' mereka menggunakan 'Vipashyana ('pengartian yang mendalam ke sifat alami sejati dari kenyataan')' dari Tathagata untuk mengolahnya secara murni , untuk ditetapkan pada nya , dan secara bertahap memasukinya lebih dan lebih dalam . Ananda , karena mereka menerapkan tiga cara dari kemajuan disepanjang keseluruhan dari nya , mereka juga mampu mencapai lima puluh lima tahap dari Jalan Bodhi Yang Sejati. Cara Perenungan ini disebut 'Perenungan Yang Tepat'. Perenungan yang selain ini disebut perenungan yang menyimpang ."

Kemudian Pangeran Dharma Manjusri bangkit dari tempat dudukNya , dan di tengah-tengah majelis Dia membungkuk di Kaki sang Buddha dan berkata kepada sang Buddha , " Apa nama Sutra ini dan bagaimana seharusnya Kami dan semua makhluk menjunjung tinggi nya ? "

Sang Buddha berkata kepada Manjusri , " Sutra ini disebut 'Maha Buddha Usnisa Sitata Patra Anuttara Vara Mudra Vimala Visada Dasa Disani Tathagata Sagara Caksu Namah Suttram' ('Mahkota Besar Buddha, Payung Putih , Segel Mulia Yang Tak Tertandingi dan Murni , Terang , Mata Yang Seperti Samudera dari para Tathagata dari Sepuluh Penjuru Arah'). "

" Itu juga disebut 'Penyebab untuk Menyelamatkan Sanak Saudara , Penyelamatan Ananda dan Bhikshuni Sifat Alami Diri, dan Pencapaian dari Hati Bodhi dan Tempat Masuk kedalam Lautan dari Pengetahuan Yang Dapat Menembus'. "

" Itu juga disebut 'Penyebab Rahasia Tathagata dari Pengolahan Budidaya Yang Membawa Penetapan Ke Makna Yang Lengkap'. "

" Itu juga disebut 'Cara Besar Yang Luas, Raja Bunga Teratai Yang Indah Menakjubkan , Mantra Dharani Yang Merupakan Ibu Dari Semua Buddha Dari Sepuluh Penjuru'. "

" Itu juga disebut Suramgama Yang Paling Utama, Bagian dan Ungkapan Untuk Urapan Upacara Suci Mahkota Kepala, dan Latihan Yang Banyak Sekali Dari Semua Bodhisattva . "

" Jadi demikianlah seharusnya Anda dengan hormat menjunjung tinggi nya. "


Terakhir diubah oleh skipper tanggal Sat Nov 30, 2013 6:16 pm, total 22 kali diubah

skipper

Jumlah posting : 439
Join date : 27.11.08
Age : 28

Lihat profil user http://aryamahayana.forumup.com

Kembali Ke Atas Go down

Maha Buddha Usnisa Sitatapatra Suttram

Post by skipper on Tue Nov 05, 2013 4:37 pm


( Dalam Penjelasan Mendalam Tentang Penyebab Dan Ganjaran )

Setelah itu dikatakan , Ananda dan semua yang didalam perkumpulan majelis yang besar langsung segera mendapat ajaran sang Tathagata dalam Mudra Rahasia , makna dari Sitata Patra , dan mendengar nama-nama ini untuk arti lengkap dari Sutra ini . Mereka tiba-tiba tercerahkan pada Dhyana , maju dalam pengolahan budidaya Mereka ke Posisi Yang Bijaksana , dan meningkatkan pemahaman Mereka tentang Prinsip Yang Indah Menakjubkan . Pikiran Mereka terfokus dan tenang .

Ananda memotong dan membuang enam bagian dari penderitaan halus dalam pengolahan budidaya nya pada pikiran didalam Tiga Dunia . Dia bangkit dari tempat dudukNya , bersujud di Kaki sang Buddha , menempatkan telapak tanganNya beranjali secara hormat , dan berkata kepada sang Buddha , "Bhagawan Yang Agung , Perkasa dan Berbudi Luhur , yang dengan suara penuh kasih sayang tidak mengenal batas , telah dengan baik mengajarkan para makhluk mengenai penyelaman yang sangat halus mereka didalam angan-angan khayalan dan telah menyebabkan Saya pada hari ini untuk menjadi bahagia didalam tubuh dan pikiran dan memperoleh manfaat yang sangat besar . Bhagawan , jika Kecerahan yang indah menakjubkan dari pikiran yang benar-benar murni dan indah ini adalah pada dasarnya menyebar meliputi semua , dan lalu segala sesuatu di tanah bumi besar, termasuk rumput dan pohon-pohon , cacing menggeliat dan bentuk kecil dari kehidupan adalah awalnya Tathata Yang Sejati dan adalah mereka sendiri perwujudan sejati Tathagata dari keBuddhaan . Karena perwujudan para Buddha adalah benar dan nyata, bagaimana bisa ada juga neraka , hantu kelaparan , binatang , asura , manusia , dewa , dan jalur lain dari kelahiran kembali ? Bhagawan , apakah jalur ini ada secara alami dari diri mereka sendiri , atau mereka diciptakan oleh kepalsuan dan kebiasaan dari para makhluk ?

" Bhagawan , sang Bhikshuni Sugandha Vara Padma('Harum Teratai Berharga') , sebagai contoh , menerima Sila Bodhisattva dan kemudian terlibat dalam keinginan penuh nafsu , dengan ceroboh mengatakan bahwa tindakan seksual tidak melibatkan membunuh atau mencuri dan itu tidak membawa ganjaran karma . Tapi setelah mengatakan itu , organ perempuannya tertangkap api , dan kemudian api yang mengamuk itu menyebar ke sepanjang semua sendi nya saat dia jatuh ke dalam hidup neraka yang tidak terputus-putus. Dan ada Raja Kristal Yang Perkasa dan Bhiksu SuNaksatra ('Bintang Yang Baik'). Kristal memusnahkan suku Gautama dan SuNaksatra sembarangan mengatakan bahwa semua dharma adalah kosong. Mereka berdua tenggelam dalam hidup neraka yang tidak terputus-putus. Apakah neraka ini tempat tetap, atau apakah mereka muncul secara spontan ? Apakah bahwa setiap diri mengalami apa pun jenis karma yang dia ciptakan ? Saya hanya berharap sang Buddha akan berbelas kasih dan mengajar Kami yang tidak mengerti hal ini . Semoga Dia menyebabkan semua makhluk yang menjunjung tinggi sila untuk menerima ajaran yang pasti dengan rasa hormat bergembira setelah mendengar hal itu dan berhati-hati untuk tidak melanggarnya . "

Sang Buddha berkata kepada Ananda , " Pertanyaan yang alangkah bagus ! Anda ingin menjaga semua makhluk hidup dari mengambil pandangan yang menyimpang . Anda harus mendengarkan dengan penuh perhatian dan sekarang Saya akan menjelaskan hal ini untuk Anda . "

" Sebenarnya , Ananda , semua makhluk adalah secara mendasar benar dan murni , tetapi dikarenakan oleh pandangan palsu mereka, mereka menimbulkan kepalsuan dari kebiasaan , yang terbagi menjadi aspek dalam dan aspek luar . "

" Ananda , 'Aspek Dalam' mengacu pada apa yang terjadi di dalam makhluk hidup . Dikarenakan oleh cinta dan kekotoran , mereka menghasilkan kepalsuan dari emosi . Ketika emosi ini berkumpul tanpa berhenti , mereka bisa menciptakan cairan cinta . Itulah sebabnya mulut makhluk hidup berair ketika mereka berpikir tentang makanan lezat. Ketika mereka berpikir tentang orang yang meninggal , baik dengan kesukaan atau dengan kemarahan, air mata akan mengalir dari mata mereka . Ketika mereka serakah untuk kekayaan , aliran arus nafsu akan tentu saja melalui hati mereka dan kulit mereka akan menjadi berkilau . Ketika pikiran mereka memikirkan perilaku penuh nafsu , pengeluaran yang spontan akan datang dari organ laki-laki atau perempuan . Ananda , meskipun jenis-jenis cinta berbeda , aliran arus dan pembentukan mereka adalah sama . Dengan kelembaban ini , seseorang tidak bisa naik , tetapi secara alami akan jatuh . Ini disebut 'Aspek Dalam' . "

" Ananda , 'Aspek Luar' mengacu pada apa yang terjadi di luar makhluk hidup . Karena hasrat keinginan dan kerinduan , mereka menimbulkan angan-angan khayalan . Ketika angan-angan khayalan ini terus ada tanpa berhenti , mereka dapat menciptakan tenaga semangat . Itulah sebabnya ketika makhluk hidup menjunjung tinggi sila didalam pikiran mereka , tubuh mereka akan menjadi ringan dan terasa ringan dan jelas . Ketika mereka menjunjung tinggi segel mantra didalam pikiran mereka , mereka akan menguasai pandangan yang gagah dan tegas . Ketika mereka memiliki keinginan didalam pikiran mereka untuk dilahirkan di surga , dalam mimpi mereka, mereka akan memiliki pikiran terbang dan naik ke atas . Ketika mereka menghargai Buddhaksetra didalam pikiran mereka , maka alam bijaksana akan muncul dalam penglihatan yang berkilauan , dan mereka akan melayani penasehat yang baik dan bijaksana dengan sedikit pemikiran untuk kehidupan mereka sendiri . Ananda , meskipun pemikiran beraneka-ragam , ringan dan semangat adalah sama . Dengan terbang dan kenaikan , seseorang tidak akan tenggelam , tetapi secara alami akan menjadi melampaui . Ini disebut 'Aspek Luar' . "

" Ananda , semua makhluk di dunia ini terjebak dalam kelanjutan terus-menerus dari kelahiran dan kematian. Kelahiran terjadi dikarenakan oleh kecenderungan kebiasaan mereka; Kematian diakibatkan arus dan perubahan. Ketika mereka berada di ambang kematian , namun ketika kehangatan akhir belum meninggalkan tubuh mereka , semua kebaikan dan kejahatan yang telah mereka lakukan dalam kehidupan itu secara tiba-tiba dan secara sekaligus mewujud nyata. Mereka mengalami pembauran dari dua kebiasaan ; kebencian terhadap kematian dan daya tarik untuk hidup " .

" Diberkahi hanya dengan pikiran , mereka akan terbang dan tentunya dapat terlahir kembali di surga . Jika terbang kedalam hati , dengan berkat dan kebijaksanaan , serta sumpah yang murni , maka hati mereka secara spontan akan terbuka dan mereka akan melihat para Buddha dari sepuluh penjuru arah dan semua tanah suci Mereka dan mereka akan terlahir kembali di manapun yang mereka inginkan . "

" Ketika mereka memiliki lebih banyak pikiran daripada nafsu emosi , mereka tidak cukup halus dan sehingga mereka menjadi yang abadi terbang, raja-raja hantu besar yang perkasa , para yaksha yang menjelajah ruang angkasa, atau para rakshasa penjelajah darat yang berkeliaran di Surga dari Empat Raja Chaturmaharajika , bepergian kemana yang mereka ingin tanpa halangan . Diantara mereka mungkin ada beberapa dengan sumpah yang baik dan baik hati yang akan melindungi dan menjunjung tinggi Dharma Saya. Mungkin mereka melindungi ajaran sila murni dengan mengikuti dan mendukung mereka yang memegang ajaran sila . Mungkin mereka melindungi mantra suci dengan mengikuti dan mendukung mereka yang memegang mantra . Mungkin mereka melindungi mereka yang berlatih Dhyana Samadhi sehingga mereka dapat mengolah Dharma - Ksanti ( kesabaran ). Makhluk-makhluk ini akan dekat dengan Sang Tathagata di bawah tempat dudukNya . "

" Ketika pikiran dan nafsu emosi mereka dari perbandingan bagian yang sama , mereka tidak terbang ataupun tidak jatuh , tetapi terlahir di alam manusia , di mana kecerahan dari pikiran mengarah ke kecerdasan dan kegelapan dari nafsu emosi menyebabkan kebodohan . "

" Ketika mereka memiliki lebih banyak nafsu emosi daripada pikiran , mereka memasuki alam binatang. Dengan nafsu emosi yang lebih berat , mereka menjadi binatang berbulu; dengan nafsu emosi yang lebih ringan , mereka menjadi makhluk bersayap . "

" Ketika mereka memiliki perbandingan tujuh nafsu emosi dan tiga pikiran , mereka jatuh di bawah roda air dan berbatasan dengan roda api , di mana mereka mengalami kekuatan penuh kobaran api yang mengamuk . Dalam tubuh hantu kelaparan (Preta) , mereka terus-menerus dibakar sampai kering . Bahkan air menyakiti mereka , dan mereka tidak makan atau minum selama ratusan ribu kalpa . "

" Ketika mereka memiliki perbandingan sembilan nafsu emosi dan satu pikiran , mereka jatuh melalui roda api sampai tubuh mereka memasuki daerah di mana angin dan api saling berpengaruh. Dengan nafsu emosi yang lebih ringan mereka terlahir didalam neraka yang berselang sebentar ; Dengan nafsu emosi yang lebih berat mereka terlahir didalam neraka yang tidak berselang-selang . Ketika mereka memiliki seluruhnya nafsu emosi , mereka tenggelam ke dalam neraka Avici . Jika didalam pikiran mereka, mereka menfitnah Mahayana , mencela ajaran murni sang Buddha , secara tidak masuk akal berbicara Dharma , serakah demi persembahan dari umat yang berkeyakinan , sembarangan menerima hormat dari orang lain , melakukan lima perbuatan jahat dan sepuluh kesalahan berat , maka mereka lebih lanjut terlahir di neraka Avici sepanjang sepuluh penjuru arah . Meskipun orang menerima ganjaran yang ditimbulkan oleh diri sendiri yang sesuai dengan karma jahat yang orang telah ciptakan , sekelompok dapat mengalami yang sama , dan ada tempat-tempat tertentu di mana itu terjadi . "

" Ananda , semuanya berasal dari tanggapan karma yang para makhluk hidup sendiri memanggil . Mereka menciptakan sepuluh penyebab kebiasaan dan menjalani enam ganjaran yang saling mempengaruhi . Apa sepuluh penyebab itu ? Ananda , yang pertama terdiri kebiasaan dari hubungan seksual penuh nafsu yang menimbulkan saling menggosok . ketika menggosok ini terus berlanjut tanpa berhenti , akan menghidupkan amukan api yang luar biasa , seperti kehangatan yang timbul diantara tangan seseorang ketika ia menggosok nya bersama-sama . Karena dua kebiasaan ini mengatur saling terbakar, ada muncul ranjang besi , tiang tembaga , dan pengalaman seperti demikian yang lainnya. Oleh karena itu para Tathagata dari sepuluh penjuru memandang 'tindakan hawa nafsu' dan memberi nya nama 'api keinginan' . Para Bodhisattva menghindari 'keinginan' seperti itu adalah lubang berapi-api . "

" Yang kedua terdiri dari kebiasaan maksud jahat yang serakah , yang menimbulkan penghisapan . Ketika penghisapan ini terus berlanjut tanpa berhenti , menghasilkan es yang sangat dingin dan padat di mana pembekuan terjadi , seperti perasaan dingin yang dialami ketika seseorang menarik nafas dalam hembusan angin melalui mulutnya. Karena dua kebiasaan ini bentrok bersama-sama , ada muncul neraka dingin seperti mengigil , merintih dan gemetar , bunga teratai biru, merah , dan putih; dan pengalaman seperti demikian yang lainnya. Oleh karena itu para Tathagata dari sepuluh penjuru memandang 'pencarian yang terlalu berlebihan' dan memberi nya nama 'air keserakahan ' . Para Bodhisattva menghindari 'keserakahan' seperti itu adalah lautan wabah penyakit . "

" Yang ketiga terdiri dari kebiasaan sombong dan mengakibatkan gesekan perselisihan yang menimbulkan saling mengancam. Ketika itu melaju cepat tanpa berhenti , itu menghasilkan arus deras dan jeram yang menciptakan gelombang air yang kacau , seperti air yang dihasilkan ketika seseorang terus menerus mengerjakan lidahnya dalam upaya untuk merasakan rasa. Karena dua kebiasaan ini mendorong satu sama lain , ada muncul sungai darah , sungai abu , pasir terbakar , laut beracun , tembaga cair yang dipaksa masuk ke tenggorokan seseorang , dan pengalaman seperti demikian yang lainnya . Oleh karena itu, para Tathagata dari sepuluh penjuru memandang 'kepuasan diri' dan memberi nya nama 'minum air kebodohan . ' Para Bodhisattva menghindari 'kesombongan' seperti itu adalah banjir besar . "

" Yang keempat terdiri dari kebiasaan benci yang menimbulkan saling menantang. Ketika pembangkangan ini mengikat orang tanpa berhenti , hati seseorang menjadi begitu panas sehingga terbakar , dan uap cair berubah menjadi logam . Dari itu dihasilkan gunung pisau , gada besi, pohon pedang , roda pedang, kapak dan tombak , dan galah dan gergaji . Itu adalah seperti ketika seseorang melabuhkan dendam dan keinginan untuk membunuh bergelora muncul . Karena dua kebiasaan ini bentrok dengan satu sama lain , ada muncul pengebirian dan mencincang , pemenggalan dan pemotongan , mengikir dan menancap , mencambuk dan memukul , dan pengalaman seperti demikian yang lainnya. Oleh karena itu, para Tathagata dari sepuluh penjuru memandang 'kebencian' dan memberi nya nama ' pisau tajam dan pedang.' Para Bodhisattva menghindari 'kebencian' seperti itu adalah pembantaian . "

" Yang kelima terdiri dari kebiasaan penipuan dan keterlibatan menyesatkan yang menimbulkan saling tipu daya . Ketika tipu-muslihat tersebut terus berlanjut tanpa berhenti , itu menghasilkan tali untuk mencekik dan kayu untuk memenjarakan . Itu adalah seperti bagaimana rumput dan pohon tumbuh di sawah . Karena dua kebiasaan itu mengabadikan satu sama lain , ada muncul borgol dan belenggu , papan belengggu dan kunci , cambuk dan gada , tongkat dan pentungan , dan pengalaman seperti demikian yang lainnya. Oleh karena itu, para Tathagata dari sepuluh penjuru memandang 'penipuan' dan memberi nya nama sebagai ' penjahat berbahaya . ' Para Bodhisattva kuatir 'penipuan' seperti itu adalah serigala buas . "

" Yang Keenam terdiri dari kebiasaan berbohong digabungkan dengan penipuan terus-menerus yang menimbulkan saling curang menipu . Ketika tuduhan palsu berlanjut terus tanpa berhenti , seseorang menjadi mahir pada kecurangan . Dari ini ada muncul kotoran menjijikkan seperti debu, tinja dan urin . Itu adalah seperti mengaburkan penglihatan seseorang ketika debu diaduk oleh angin . Karena dua kebiasaan ini menambah satu sama lain , ada muncul merosot terbenam dan tenggelam , melontar dan melempar , terbang dan jatuh , mengambang dan menenggelamkan , dan pengalaman seperti demikian yang lainnya . Oleh karena itu, para Tathagata dari sepuluh penjuru memandang 'kebohongan' dan memberi nya nama 'perampokan dan pembunuhan.' Para Bodhisattva menganggap kebohongan seperti itu adalah menginjak ular berbisa . "

" Yang Ketujuh terdiri dari kebiasaan permusuhan dan saling curiga , yang menimbulkan keluhan. Dari ini ada muncul pengalaman dilempari oleh batu terbang atau kerikil , dipenjarakan di sebuah kotak , gerobak , atau guci besar; dan dijerat dan dipukul . Itu adalah seperti orang yang berbahaya yang melabuhkan sifat jahat dalam pikirannya . Karena dua kebiasaan ini menelan satu sama lain, ada muncul melontar , melempar , menangkap , memukul , dan membentur , dan pengalaman seperti demikian yang lainnya. Oleh karena itu, para Tathagata dari sepuluh penjuru memandang 'dendam permusuhan' dan memberi nya nama 'hantu yang sesat dan berbahaya.' Para Bodhisattva menganggap dendam permusuhan seperti itu adalah minum anggur beracun. "

" Yang Kedelapan terdiri dari kebiasaan menyatakan pandangan salah, seperti yang dari satkayadrishti , larangan , menggenggam , dan wawasan yang menyimpang lainnya dan karma yang terlibat didalam ini, yang hasil dari pertentangan dan perlawanan . Dari ini ada muncul pejabat pengadilan dan wakil yang memegang dokumen , yang orang bertemu seolah mereka adalah orang-orang yang datang dan pergi di jalan . Karena dua kebiasaan ini mempengaruhi satu sama lain , ada muncul pertanyaan resmi, pertanyaan berumpan , pengujian , pemeriksaan, pemeriksaan umum , pembongkaran , para pemuda yang merekam baik dan jahat , membawa buku catatan alasan dan dasar pemikiran para pelanggar , dan pengalaman seperti demikian yang lainnya. Oleh karena itu, para Tathagata dari sepuluh penjuru memandang 'pandangan jahat' dan menamakan nya ' jurang dari pandangan . ' Para Bodhisattva menganggap memiliki pandangan yang palsu dan satu sisi seperti itu adalah berdiri di tepi jurang yang curam yang penuh racun . "

" Yang Kesembilan terdiri dari kebiasaan ketidakadilan yang berasal dari menghasut tuduhan palsu dan menfitnah . Dari itu dihasilkan menghancurkan diantara pegunungan, menghancurkan diantara batuan , batu penggiling , batu penggilas , membajak , dan menggiling . Itu adalah seperti seorang penjahat tukang fitnah yang terlibat dalam menganiaya orang-orang baik dengan tidak adil . Karena dua kebiasaan ini bergabung dengan barisan , ada muncul menekan dan mendorong , memukul dengan gada dan pemaksaan, meremas dan menyiksa , memberatkan dan mengadu , dan pengalaman seperti demikian yang lainnya. Oleh karena itu, para Tathagata dari sepuluh penjuru memandang 'tuduhan yang berbahaya' dan menamakan nya ' harimau berbahaya . '  Para Bodhisattva menganggap ketidakadilan seperti itu adalah ledakan petir . "

"Yang Kesepuluh terdiri dari kebiasaan proses perkara peradilan dan perdebatan-perdebatan yang saling menimbulkan 'menutupi'. Dari itu dihasilkan 'cermin yang memantulkan' dan 'lampu yang bersinar' , memperlihatkan seseorang, sama seperti jika seseorang berada di bawah sinar matahari langsung dan tidak punya cara untuk menyembunyikan bayangan diri. Karena kedua kebiasaan ini bertengkar bolak-balik , ada muncul teman-teman jahat , cermin karma , mutiara yang berapi-api , paparan karma masa lalu , pemeriksaan , dan pengalaman seperti demikian yang lainnya. Oleh karena itu , semua Tathagata dari sepuluh penjuru memandang 'menutupi' dan menamakan nya sebagai ' penjahat tersembunyi. ' Para Bodhisattva menganggap menutupi seperti Mereka akan harus membawa gunung di atas kepala Mereka saat berjalan di atas laut . "

" Apakah enam ganjaran itu ? Ananda , semua makhluk hidup menciptakan karma melalui enam kesadaran mereka. Ganjaran-ganjaran jahat yang mereka datangkan pada diri mereka sendiri berasal dari enam organ indera. "

" Apakah enam ganjaran jahat yang timbul dari enam organ indera itu ? Yang pertama adalah ganjaran dari melihat , yang membawa hasil kejahatan . Karma dari 'penglihatan' berbaur , sehingga pada saat kematian orang pertama melihat kebakaran mengamuk yang mengisi sepuluh penjuru arah . Kesadaran batin seseorang yang meninggal mulai terbang, tapi kemudian jatuh . Naik pada gumpalan asap , ia memasuki neraka yang tidak berselang terputus-putus . Ada , dua jenis gejala kejadian dapat terjadi . Yang pertama adalah tanggapan penglihatan yang jelas , di mana seseorang melihat segala macam hal-hal jahat . Ini menyebabkan seseorang mengalami ketakutan yang tak terbatas . Kedua adalah tanggapan penglihatan yang terhalangi tidak jelas , yang merupakan keheningan tanpa penglihatan . Ini menyebabkan seseorang mengalami kengerian yang tak terbatas . Ketika api yang berasal dari penglihatan membakar indera pendengaran , ia menjadi kuali dari air mendidih dan tembaga cair . Ketika ia membakar pernafasan , ia menjadi asap hitam dan asap ungu . Ketika ia membakar indera perasa , ia menjadi butir terik panas dan bubur besi cair . Ketika ia membakar indera sentuhan , ia menjadi bara putih panas dan arang yang membara . Ketika ia membakar pikiran , ia menjadi percikan api yang menghujani di mana-mana dan cambuk dan mengobarkan seluruh bidang ruang angkasa. "

" Yang kedua adalah ganjaran dari pendengaran , yang membawa hasil kejahatan . Karma dari 'pendengaran' berbaur , dan dengan demikian pada saat kematian orang pertama melihat gelombang raksasa yang menenggelamkan seluruh dunia . Kesadaran batin seseorang yang meninggal jatuh ke dalam air dan menaiki arus ke dalam neraka yang tidak berselang-selang . Ada , dua jenis gejala kejadian dapat terjadi . Salah satunya adalah pendengaran terbuka , di mana ia mendengar segala macam kebisingan dan intisari jiwanya menjadi bingung . Yang lainnya adalah pendengaran tertutup , di mana ada keheningan tanpa pendengaran , dan jiwanya tenggelam kedalam keadaan lupa . Ketika gelombang dari pendengaran mengalir ke pendengaran , itu menjadi caci-maki dan pemeriksaan. Ketika itu mengalir ke penglihatan , itu menjadi guntur dan menderu dan uap jahat beracun . Ketika itu mengalir ke pernafasan , itu menjadi hujan dan kabut meresap meliputi dengan mahluk beracun yang sepenuhnya mengisi tubuh . Ketika itu mengalir kedalam indera perasa , itu menjadi nanah dan darah dan segala macam kotoran. Ketika itu mengalir kedalam indera sentuhan , itu menjadi hewan dan hantu , dan kotoran dan urin . Ketika itu mengalir ke dalam pikiran , itu menjadi petir dan hujan es yang memorak-porandakan hati dan jiwa . "

" Yang ketiga adalah ganjaran dari penciuman bau , yang membawa hasil kejahatan . Karma dari 'penciuman bau' berbaur, dan dengan demikian pada saat kematian orang pertama melihat uap beracun yang menembus udara dekat dan jauh . Kesadaran batin seseorang yang meninggal melompat keluar dari tanah bumi dan memasuki neraka yang tidak berselang-selang . Ada , dua jenis gejala kejadian dapat terjadi . Salah satunya adalah penciuman bau yang meresap tembus , di mana seseorang sepenuhnya diresapi dengan uap jahat dan pikiran seseorang menjadi tertekan . Yang lainnya adalah penciuman bau yang terhalang , di mana napas seseorang terpotong dan tidak ada jalan lintasan , dan seseorang tergeletak tercekik dan sesak nafas di tanah . Ketika uap berbau menyerang nafas , itu menjadi pemeriksaan ulang dan penyiksaan . Ketika itu menyerang penglihatan , itu menjadi api dan obor . Ketika itu menyerang pendengaran , itu menjadi merosot dan tenggelam , logam cair dan cairan mendidih. Ketika itu menyerang indera perasa , itu menjadi makanan busuk atau tengik . Ketika itu menyerang indera sentuhan , itu menjadi tindakan merobek dan memukuli hingga menjadi bubur . Itu juga menjadi gunung besar dari daging yang memiliki ratusan dan ribuan mata dan yang dihisap dan dimakan oleh banyaknya cacing. Ketika itu menyerang pikiran , itu menjadi abu , udara berbisa , dan pasir terbang dan kerikil yang memotong tubuh menjadi koyak . "

" Yang keempat adalah ganjaran dari mencicipi rasa , yang membawa hasil kejahatan . Karma dari 'mencicipi rasa' berbaur , dan dengan demikian pada saat kematian orang pertama melihat jaring besi terbakar dengan amukan api yang menutupi meliputi di seluruh dunia . Kesadaran batin seseorang yang meninggal melewati turun melalui jaring yang menggantung ini , dan tergantung terbalik memasuki neraka yang tidak berselang-selang . Ada , dua jenis gejala kejadian dapat terjadi . Salah satunya adalah udara penghisap yang mengental menjadi es sehingga membekukan daging tubuhnya sampai semburan itu terbuka . Yang lainnya adalah ledakan meludah udara yang memuntahkan keluar api berkobar yang memanggang tulang dan sumsum sampai kering . Ketika mencicipi rasa melewati indera perasa , itu menjadi apa yang harus diakui dan apa yang harus dijalani . Ketika itu melewati penglihatan , itu menjadi logam dan batu yang terbakar . Ketika itu melewati pendengaran , itu menjadi senjata tajam dan pisau . Ketika itu melewati indera penciuman bau, itu menjadi kandang besi besar yang mengurung seluruh wilayah . Ketika itu melewati indra peraba , itu menjadi busur dan panah , busur silang , dan anak panah . Ketika itu melewati pikiran , itu menjadi potongan besi cair terbang yang menghujan turun dari luar angkasa. "

" Yang kelima adalah ganjaran dari sentuhan , yang membawa hasil kejahatan . Karma dari 'sentuhan' berbaur , dan dengan demikian pada saat kematian orang pertama melihat gunung besar mendekati pada satu dari empat sisi , tanpa meninggalkan jalan untuk melarikan diri . Kesadaran batin seseorang yang meninggal kemudian melihat sebuah kota besi yang besar . Ular api dan anjing api , serigala , singa , penjaga penjara berkepala sapi, dan rakshasa berkepala kuda mengacungkan tombak dan lembing secara paksa menarik dia ke kota besi menuju neraka yang tidak berselang-selang . Ada , dua jenis gejala kejadian mungkin terjadi . Salah satunya adalah sentuhan yang terlibat datang bersama-sama , di mana gunung datang bersama-sama untuk menekan tubuhnya sampai daging , tulang , dan darah nya sepenuhnya terpencar. Yang lainnya adalah sentuhan yang melibatkan pemisahan , di mana pisau dan pedang menyerang tubuh , merobek jantung dan hati menjadi irisan . Ketika sentuhan ini melewati perasaan sentuhan , itu menjadi bertabrakan , memukul , menusuk , dan menembus. Ketika itu melewati penglihatan , itu menjadi terbakar dan hangus . Ketika itu melewati pendengaran , orang mendengar suara di jalan menuju neraka , di gerbang menuju neraka , dan di pengadilan kesengsaraan. Ketika itu melewati indera penciuman , itu menjadi menangkap , menjerat , memeriksa , dan mengikat . Ketika itu melewati indera perasa , itu menjadi membajak , mencubit , memotong , dan memutus . Ketika itu melewati pikiran , itu menjadi jatuh , terbang , penggorengan , dan panas mendidih . "

"Yang Keenam adalah ganjaran dari pikiran , yang membawa hasil kejahatan . Karma 'pikiran' berbaur , dan dengan demikian pada saat kematian orang pertama melihat angin busuk yang menghancurkan wilayah . Kesadaran batin seseorang yang meninggal terhembus ke ruang angkasa , dan kemudian , secara berpilin jatuh ke bawah , ia mengendarai angin yang langsung menuju ke neraka yang tidak berselang-selang. Ada , dua jenis gejala kejadian dapat terjadi . Salah satunya adalah kebingungan yang sangat, yang menyebabkan ia menjadi panik dan berlarian disekitar tak henti-hentinya . Yang lainnya adalah bukan kebingungan , melainkan kesadaran teliti yang menyebabkannya menderita pada pemanggangan dan pembakaran yang tak berujung, rasa sakit yang hebat yang sulit untuk ditanggung . Ketika pikiran yang menyimpang ini bergabung dengan pikiran , itu menjadi daerah dan tempat. Ketika itu bergabung dengan penglihatan , itu menjadi pemeriksaan dan kesaksian . Ketika itu bergabung dengan pendengaran , itu menjadi batu besar yang menghancurkan , es dan salju , kotoran dan kabut . Ketika itu bergabung dengan penciuman bau , itu menjadi kereta besar yang berapi-api , perahu yang berapi-api , dan penjara yang berapi-api . Ketika itu bergabung dengan mencicipi rasa , itu menjadi panggilan keras, meratap , menangis dan menyesal . Ketika itu bergabung dengan sentuhan , itu menjadi perasaan besar dan kecil , di mana sepuluh ribu kelahiran dan sepuluh ribu kematian dialami setiap hari, dan berbaring dengan wajah seseorang pada tanah . "

" Ananda , ini disebut sepuluh penyebab dan enam ganjaran dari neraka , yang semuanya diciptakan oleh kebingungan dan kepalsuan dari para makhluk hidup . "

" Jika para makhluk hidup menciptakan karma jahat ini secara serentak bersamaan , mereka memasuki neraka Avici dan mengalami penderitaan yang tak terbatas , melewati kalpa yang tak terbatas . "

" Jika masing-masing dari enam organ indera menciptakan nya dan jika apa yang dilakukan meliputi setiap keadaan dan setiap indera , maka orang itu akan memasuki delapan neraka yang tidak berselang-selang. "

" Jika tiga karma dari tubuh , mulut , dan pikiran melakukan tindakan membunuh, mencuri , dan hawa nafsu , orang itu akan memasuki delapan belas neraka yang lebih kecil . "

" Jika tiga karma itu tidak semua yang terlibat , dan ada mungkin hanya satu perbuatan dari pembunuhan dan salah satu dari mencuri , maka orang itu harus memasuki neraka tiga puluh enam yang lebih kecil. "

" Jika organ indra penglihatan saja yang melakukan hanya satu karma pelanggaran , maka orang itu harus memasuki seratus delapan neraka yang lebih kecil. "

" Dikarenakan oleh itu , makhluk hidup yang melakukan hal-hal tertentu menciptakan karma tertentu , dan jadi di dunia mereka memasuki neraka bersama , yang timbul dari pikiran palsu yang salah dan yang semula tidak ada sama sekali . "

" Dan kemudian , Ananda , setelah makhluk hidup yang telah memfitnah dan melanggar sila , melanggar sila Bodhisattva , memfitnah Nirvana Buddha , dan menciptakan berbagai jenis lain dari karma , melewati banyak kalpa dari dibakar di neraka , mereka akhirnya selesai membayar untuk kejahatan mereka dan terlahir kembali sebagai hantu . "

" Jika serakah pada obyek benda adalah penyebab asli yang membuat orang melakukan pelanggaran, maka , setelah dia selesai membayar kejahatannya , dia akan mengambil bentuk ketika dia bertemu obyek benda dan akan menjadi hantu yang aneh . "

" Jika itu adalah kegemaran mengumbar nafsu yang membuat orang melakukan pelanggaran, maka , setelah dia selesai membayar kejahatannya , dia akan mengambil bentuk ketika dia bertemu angin dan akan menjadi hantu kekeringan . "

" Jika itu adalah kegemaran mengumbar penipuan yang membuat orang melakukan pelanggaran, maka , setelah dia selesai membayar kejahatannya , dia akan mengambil bentuk ketika dia bertemu hewan dan akan menjadi hantu hewan . "

" Jika itu adalah kebencian yang membuat orang melakukan pelanggaran, maka , setelah dia selesai membayar kejahatannya , dia akan mengambil bentuk ketika dia bertemu cacing dan serangga , dan akan menjadi hantu beracun yang berbahaya . "

" Jika itu adalah menyimpan dendam yang membuat orang melakukan pelanggaran, maka , setelah dia selesai membayar kejahatannya , dia akan mengambil bentuk ketika dia bertemu proses kemerosotan dan akan menjadi hantu wabah penyakit . "



















Om Namah Sarvajnaya. Namah Saptakoti Buddha Karasuniya Dharaneh
Namo Bhagawan Wipasyin Tathagatasya Arhate Samyaksambuddhasyah
Namo Bhagawan Sikhin Tathagatasya Arhate Samyaksambuddhasyah
Namo Bhagawan Wiswabhu Tathagatasya Arhate Samyaksambuddhasyah
Namo Bhagawan Krakuchanda Tathagatasya Arhate Samyaksambuddhasyah
Namo Bhagawan Kanaka Muni Tathagatasya Arhate Samyaksambuddhasyah
Namo Bhagawan Kasyapa Tathagatasya Arhate Samyaksambuddhasyah
Namo Bhagawan Sakyamuni Tathagatasya Arhate Samyaksambuddhasyah
Rewa Rewate Guha Guhate Dharanite Niharate Wirnite Maha gate chelingate Swaha

Namo Ratna-trayaya. Namas canda wajrapanaye maha-yaksa senapataye.
Om, Su-sidhya sidhya sadhaya, su-siddhi-kara hum hum hum phat phat phat.

Om Namah Suramgama Samadhe Bhagawan Sitatapatra Namo Stute

Om Anale Anale Wisada Wisada, Bandha Bandha Bandhani Bandhani,
Wira Wajrapani Phat, Hum Bhrum Phat Swaha.
Namo Sarwa Tathagata Sugataya Arhate Samyak-Sambuddhaya
Siddhyantu Mantrapadaya Swaha.

Om Nisumbha Wajra Hum Phat
Om Amidewa Si

skipper

Jumlah posting : 439
Join date : 27.11.08
Age : 28

Lihat profil user http://aryamahayana.forumup.com

Kembali Ke Atas Go down

Vara Suramgama Samadhi Abhisambodhi Maha Buddha Usnisa Sitatapatra Mahayana Suttram

Post by skipper on Sun Dec 22, 2013 1:53 am

" Jika itu adalah kesombongan yang membuat orang melakukan pelanggaran, maka , setelah dia selesai membayar kejahatannya , dia akan mengambil bentuk ketika dia bertemu gas dan akan menjadi hantu kelaparan . "

" Jika itu adalah ketidakadilan kepada orang lain yang membuat orang melakukan pelanggaran, maka setelah dia selesai membayar kejahatannya , dia akan mengambil bentuk ketika dia bertemu kegelapan dan akan menjadi hantu kelumpuhan . "

" Jika itu adalah kemelekatan pada pandangan salah yang membuat orang melakukan pelanggaran, maka , setelah dia selesai membayar kejahatannya , dia akan mengambil bentuk ketika dia bertemu energi intisari dan akan menjadi hantu naiad. "

" Jika itu adalah tipu muslihat yang membuat orang melakukan pelanggaran, maka , setelah dia selesai membayar kejahatannya , dia akan mengambil bentuk ketika dia bertemu kecerahan dan akan menjadi hantu pelayan . "

" Jika itu adalah perbuatan membentuk perselisihan yang membuat orang melakukan pelanggaran, maka , setelah dia selesai membayar kejahatannya , dia akan mengambil bentuk ketika dia bertemu orang dan akan menjadi hantu utusan penyampai pesan . "

" Ananda , kejatuhan orang tersebut adalah sepenuhnya dikarenakan oleh tingkat hawa nafsu dari kegunaan. Ketika api karma nya telah membakar habis, dia akan bangkit untuk dilahirkan kembali sebagai hantu . Ini disebabkan oleh karma dia sendiri dari pikiran yang salah . Jika dia terbangun ke Bodhi , maka di dalam kecerahan sempurna yang indah adalah tiada apapun. "

" Selain itu , Ananda , ketika karmanya sebagai hantu berakhir dan akibat dari nafsu emosi dan pikiran nya berakhir , dia datang ke dunia untuk menemui pengutang nya dan menyelesaikan perhitungan dengan mereka . Dia lahir sebagai binatang untuk membayar utang-utangnya dari kehidupan masa lalu . "

" Ganjaran dari hantu yang aneh dari obyek benda selesai ketika objek itu dihancurkan dan ia terlahir kembali di dunia, biasanya sebagai jenis burung hantu . "

" Ganjaran dari hantu kekeringan dari angin selesai ketika angin reda , dan ia terlahir kembali di dunia, biasanya sebagai jenis makhluk aneh yang memberikan ramalan kesialan yang tidak menguntungkan . "

" Ganjaran dari hantu hewan dari binatang selesai ketika hewan mati , dan ia terlahir kembali di dunia, biasanya sebagai jenis rubah . "

" Ganjaran dari hantu beracun yang berbahaya dalam bentuk cacing dan serangga selesai ketika racun habis , dan ia terlahir kembali di dunia, biasanya sebagai jenis makhluk berbisa . "

" Ganjaran dari hantu wabah penyakit yang ditemukan di kemerosotan selesai ketika kemerosotan selesai , dan ia terlahir kembali di dunia, biasanya sebagai jenis cacing pita . "

" Ganjaran dari hantu yang mengambil bentuk dalam gas selesai ketika gas menghilang , dan kemudian ia terlahir kembali di dunia , biasanya sebagai jenis hewan yang digunakan untuk makanan . "

" Ganjaran dari hantu kegelapan selesai ketika kegelapan berakhir , dan kemudian ia terlahir kembali di dunia , biasanya sebagai jenis hewan yang digunakan untuk pakaian atau pelayanan . "

" Ganjaran dari hantu yang bersatu dengan energi selesai ketika persatuan itu larut , dan ia kemudian terlahir kembali di dunia , biasanya sebagai jenis makhluk yang berpindah tempat . "

" Ganjaran dari hantu kecerahan dan kecerdasan selesai ketika kecerahan menghilang , dan ia kemudian terlahir kembali di dunia , biasanya sebagai jenis makhluk yang berkhasiat . "

" Ganjaran dari hantu yang bergantung pada seseorang selesai ketika seseorang itu meninggal , dan ia kemudian terlahir kembali di dunia , biasanya sebagai suatu jenis hewan peliharaan rumah tangga . "

" Ananda , semua ini adalah dikarenakan oleh habis terbakar karma didalam pembayaran untuk utang-utangnya dari kehidupan masa lalu . Kelahiran kembali sebagai binatang itu juga disebabkan oleh karma nya sendiri yang palsu dan kosong. Jika dia terbangun ke Bodhi , maka pada dasarnya sama sekali tiada dari kondisi palsu ini akan ada . Anda menyebutkan Bhikshuni Sugandha Vara Padma, Raja Kristal , dan Bhiksu SuNaksatra  . karma jahat seperti demikian milik mereka diciptakan oleh mereka sendiri . Itu tidak jatuh dari surga langit atau tidak juga naik dari tanah bumi , ataupun tidak juga itu ditimpakan beban pada mereka oleh beberapa orang. Kepalsuan mereka sendiri membawanya menjadi ada , dan sehingga mereka sendiri harus menjalani nya. Dalam Hati Bodhi , itu adalah kosong dan palsu - kepaduan dari pikiran palsu. "

" Selain itu , Ananda , jika saat membayar hutang masa lalunya dengan menjalani kelahiran kembali sebagai binatang , makhluk hidup seperti demikian itu membayar kembali lebih dari dia berhutang , dia kemudian akan terlahir kembali sebagai manusia untuk memperbaiki kelebihan itu. Jika pengutang adalah orang yang dengan kekuatan , berkat , dan kebajikan , maka dia dapat membayar apa yang ia kumpulkan lebih tanpa harus kehilangan bentuk manusia . Tetapi jika dia tidak memiliki berkah , maka dia akan terlahir kembali sebagai binatang untuk membayar yang belum lunas . "

" Ananda , jika utang melibatkan uang , barang-barang material , atau tenaga kerja, kemudian setelah itu dibayar , utang diselesaikan . Tetapi jika dalam proses pembayaran kehidupan makhluk lain diambil atau daging mereka dimakan , maka itu akan memulai putaran siklus saling melahap dan pemotongan yang akan mengirim orang yang berhutang dan pengutang ke atas dan ke bawah tanpa henti selama banyaknya kalpa seperti butiran terkecil atom alam semesta . Tidak ada cara untuk menghentikan itu , kecuali melalui 'Shamatha (kedamaian penghentian pikiran yang mengembara dan kekuatan mengakhiri nafsu)' atau melalui datangnya sang Buddha ke dunia . "

" Anda harus tahu bahwa ketika burung hantu dan jenis mereka telah membayar kembali utang mereka , mereka mendapatkan kembali bentuk asli mereka dan dilahirkan sebagai orang-orang bandel yang keras kepala. "

" Ketika makhluk-mahluk sial yang tidak beruntung telah membayar kembali utang mereka , mereka mendapatkan kembali bentuk asli mereka dan dilahirkan sebagai orang aneh yang tidak normal . "

" Ketika rubah telah membayar kembali utang mereka , mereka mendapatkan kembali bentuk asli mereka dan dilahirkan sebagai orang yang bodoh . "

" Ketika makhluk-mahluk dari golongan yang berbisa telah membayar kembali utang mereka , mereka mendapatkan kembali bentuk asli mereka dan dilahirkan sebagai orang-orang jahat . "

" Ketika cacing pita dan jenis yang seperti mereka telah membayar kembali utang mereka , mereka mendapatkan kembali bentuk asli mereka dan dilahirkan sebagai orang rendahan . "

" Ketika jenis mahluk yang dimakan telah membayar kembali utang mereka , mereka mendapatkan kembali bentuk asli mereka dan terlahir kembali sebagai orang-orang yang lemah . "

" Ketika makhluk yang digunakan untuk pakaian atau pelayanan telah membayar kembali utang mereka , mereka mendapatkan kembali bentuk aslinya dan terlahir kembali sebagai orang yang melakukan kerja paksa. "

" Ketika makhluk yang berpindah tempat telah membayar kembali utang mereka , mereka mendapatkan kembali bentuk aslinya dan terlahir kembali sebagai orang sastra . "

" Ketika makhluk yang berkhasiat telah membayar kembali utang mereka , mereka mendapatkan kembali bentuk aslinya dan terlahir kembali sebagai orang-orang cerdas. "

" Ketika hewan peliharaan rumah tangga telah membayar kembali utang mereka , mereka mendapatkan kembali bentuk aslinya dan terlahir kembali sebagai orang-orang pintar yang berpengalaman duniawi. "

" Ananda , ini semua adalah makhluk yang telah selesai membayar kembali utang masa lampau dan dilahirkan kembali di alam manusia . Mereka terlibat dalam skema tanpa awal dari karma dan angan-angan khayalan dan menghabiskan hidup mereka membunuh dan dibunuh oleh satu sama lain . Mereka tidak dapat untuk menemui Tathagata atau mendengarkan Dharma sandaran . Mereka hanya tinggal di dalam debu yang melelahkan , melewati putaran siklus berulang . Orang-orang seperti itu benar-benar bisa disebut menyedihkan . "

"Selain itu , Ananda , ada orang yang tidak bergantung pada Pencerahan Bodhi yang tepat untuk menumbuhkan Samadhi , tapi menumbuhkan dalam beberapa cara khusus yang didasarkan pada pemikiran mereka yang salah. Memegang gagasan mengabadikan tubuh fisik mereka , mereka berkeliaran di pegunungan dan hutan di tempat-tempat orang tidak pergi dan menjadi Sepuluh Jenis Abadi (Rsi) . "

" Ananda , beberapa makhluk hidup ini dengan ketetapan yang tak kunjung padam membuat diri mereka kuat dengan makanan yang disiapkan khusus . Ketika mereka telah menyempurnakan cara makan ini , mereka dikenal sebagai Rsi yang bepergian di tanah bumi . "

" Beberapa makhluk ini dengan ketetapan yang tak kunjung padam membuat diri mereka kuat melalui penggunaan rumput dan tumbuhan ramuan . Ketika mereka telah menyempurnakan cara mengambil tumbuhan ramuan ini, mereka dikenal sebagai Rsi yang terbang. "

" Beberapa makhluk ini dengan ketetapan yang tak kunjung padam membuat diri mereka kuat melalui penggunaan logam dan batu . Ketika mereka telah menyempurnakan cara perubahan wujud , mereka dikenal sebagai Rsi yang menjelajah . "

" Beberapa makhluk ini dengan ketetapan yang tak kunjung padam membuat diri mereka kuat melalui gerakan dan keheningan . Ketika mereka telah menyempurnakan energi dan intisari mereka , mereka dikenal sebagai Rsi yang bepergian di ruang angkasa . "

" Beberapa makhluk ini dengan ketetapan yang tak kunjung padam membuat diri mereka kuat dengan menggunakan aliran air liur . Ketika mereka telah menyempurnakan kebaikan dari kelembaban ini , mereka dikenal sebagai Rsi yang bepergian di surga . "

" Beberapa makhluk ini dengan ketetapan yang tak kunjung padam membuat diri mereka kuat dengan intisari matahari dan bulan . Ketika mereka telah menyempurnakan penghirupan intisari ini , mereka dikenal sebagai Rsi yang menembus semua . "

" Beberapa makhluk ini dengan ketetapan yang tak kunjung padam membuat diri mereka kuat melalui mantra dan ajaran sila . Ketika mereka telah menyempurnakan keterampilan ini , mereka dikenal sebagai Rsi dari sang Jalan . "

" Beberapa makhluk ini dengan ketetapan yang tak kunjung padam membuat diri mereka kuat melalui penggunaan proses berpikir . Ketika mereka telah menyempurnakan pikiran dan ingatan , mereka dikenal sebagai Rsi yang menyinari "

" Beberapa makhluk ini dengan ketetapan yang tak kunjung padam membuat diri mereka kuat melalui persatuan dalam. Ketika mereka telah menyempurnakan tanggapan itu , mereka dikenal sebagai Rsi intisari. "

" Beberapa makhluk ini dengan ketetapan yang tak kunjung padam membuat diri mereka kuat melalui perubahan wujud . Ketika mereka telah menyempurnakan kebangkitan mereka , mereka dikenal sebagai Rsi dari tingkat tertinggi . "

" Ananda , ini adalah semua orang yang melebur pikiran mereka tetapi tidak mengolah budidaya Pencerahan Bodhi yang tepat . Mereka mendapatkan beberapa prinsip khusus dari hidup dan dapat hidup selama ribuan atau puluhan ribu tahun . Mereka mengundurkan diri jauh ke pegunungan atau ke pulau-pulau di laut dan memisahkan diri dari alam manusia . Namun, mereka masih bagian dari roda yang berputar , karena mereka mengalir dan berputar sesuai dengan pikiran mereka yang salah dan tidak menumbuhkan Samadhi . Ketika pahala mereka selesai , mereka masih harus kembali dan masuk ke berbagai takdir . "

" Ananda , ada banyak orang di dunia yang tidak mencari apa yang abadi dan yang belum bisa meninggalkan cinta yang ada diantara dirinya dan istri-istri mereka . Tetapi mereka tidak memiliki minat dalam perbuatan buruk seksual dan jadi kemurnian mereka berkembang dan cahaya mereka terungkap . Ketika hidup mereka berakhir , mereka terlahir di Surga dari Empat Raja (Catur-Maha-Rajika-Kayika) di sebelah matahari dan bulan . "

" Mereka yang cinta seksual untuk istri mereka adalah sedikit, tapi yang belum memperoleh kemurnian lengkap ketika tinggal dalam kesendirian , melampaui cahaya matahari dan bulan pada akhir hidup mereka , dan berada di puncak dunia manusia . Orang-orang seperti itu terlahir di Surga Dewa Tiga Puluh Tiga (Trayastrimsha) . "

" Mereka yang menjadi sementara terlibat ketika mereka bertemu dengan nafsu keinginan tetapi yang tidak menghuni pada itu ketika itu selesai , dan yang, sementara di alam manusia , kurang aktif dan lebih hening tenang, tinggal berdiam di akhir hidup mereka di dalam cahaya dan kekosongan dimana pancaran cahaya matahari dan bulan tidak mencapai . Makhluk-makhluk ini memiliki cahaya mereka sendiri , dan mereka lahir di Surga Suyama (Tanpa Perkelahian) . "

" Mereka yang hening tenang sepanjang waktu , tetapi yang belum mampu menahan ketika dirangsang oleh hubungan , naik pada akhir hidup mereka ke tempat yang sangat halus dan ringan , mereka tidak akan ditarik ke dalam alam yang lebih rendah. Kehancuran dari alam manusia dan alam dewa dan tiga bencana pada akhir kalpa tidak akan mencapai mereka, karena mereka terlahir di Surga Tushita (Penuh Kegembiraan) . "

" Mereka yang tidak memiliki nafsu keinginan , tapi yang akan terlibat di dalamnya demi pasangan mereka , meskipun bagi mereka pengalaman itu adalah hambar tak berasa seperti mengunyah lilin , dilahirkan pada akhir hidup mereka di tempat yang melampaui sukar dipahami dari perubahan wujud . Mereka lahir di Surga Nirmana-rataya ( Kebahagiaan oleh Perubahan Wujud ) . "

" Mereka yang tidak memiliki pikiran duniawi saat melakukan apa yang orang duniawi lakukan , yang jernih dan di luar dari kegiatan seperti itu saat terlibat di dalamnya , mampu pada akhir hidup mereka sepenuhnya melampaui keadaan dimana perubahan wujud mungkin ada atau tidak ada. Mereka lahir di Surga Para-nirmita -vasa -vartin ( Kesenangan dari Perubahan Wujud Lainnya ) . "

" Ananda , meskipun para makhluk didalam enam surga ini telah secara tubuh fisik melampaui nafsu keinginan , jejak dari itu masih tetap dalam pikiran mereka . Tingkat keberadaan sejauh yang dibahas dikenal sebagai Alam dari Nafsu keinginan (Kama-dhatu) . "


" Ananda , semua orang di dunia yang mengolah hati mereka , tetapi tidak membantu diri mereka sendiri pada Dhyana dan sehingga tidak memiliki kebijaksanaan , hanya bisa mengendalikan tubuh mereka agar tidak terlibat dalam gairah nafsu seksual . Apakah berjalan atau duduk , atau di dalam pikiran mereka , mereka sama sekali tidak memiliki itu . Karena mereka tidak menimbulkan cinta yang mencemarkan , mereka tidak tetap berada didalam Kama-dhatu . Orang-orang ini , dalam menanggapi pikiran mereka , mengambil tubuh makhluk Brahma . Makhluk tersebut berada di Surga Brahma-kayika (Perkumpulan Majelis Brahma) . "
" Dalam mereka yang hatinya pada nafsu keinginan telah disingkirkan , pikiran yang terpisah dari nafsu keinginan mewujud nyata . Mereka senang dalam mengikuti ajaran sila . Berlatih kebajikan Brahma setiap saat , makhluk seperti itu berada di Surga Brahma-purohita (Menteri Brahma) . "

" Mereka yang tubuh dan pikiran nya yang luar biasa sempurna , dan yang sikap tingkah-laku mulianya tidak sedikit pun kekurangan , yang murni dalam sila dan memiliki pemahaman yang menyeluruh dari itu juga. Memerintah banyak Brahma sebagai Maha-Brahma-deva-raja , makhluk tersebut adalah di dalam Surga Maha Brahma (Brahma besar) . "

" Ananda , mereka yang mengalir ke tiga tingkat yang unggul ini tidak akan ditindas oleh bermacam-macam penderitaan . Meskipun mereka belum mengembangkan Samadhi yang tepat, pikiran mereka murni ke titik bahwa semua arus terhenti . Ini disebut Dhyana Pertama . "

" Ananda , mereka yang melebihi di luar Surga-surga Brahma memerintah para makhluk Brahma , demi tingkah-laku Brahma mereka disempurnakan . Dengan pikiran mereka yang hening-tenang dan tak bergerak , mereka memancarkan cahaya dalam keheningan yang mendalam . Makhluk-mahluk tersebut berada di Surga Parīttābha (Cahaya terbatas yang lebih kecil) . "

" Mereka yang cahayanya menerangi satu sama lain dalam kilauan sinar menyala yang tak berujung di seluruh alam dari sepuluh penjuru sehingga segala sesuatu menjadi seperti kristal . Makhluk-mahluk tersebut berada di Surga Apramānābha (Cahaya yang tak terbatas). "

" Mereka yang mempertahankan cahaya hingga kesempurnaan mencapai zat isi pokok dari ajaran . Menciptakan dan mengubah wujud kemurnian menjadi tanggapan-tanggapan dan fungsi-fungsi yang tak ada habisnya , makhluk-mahluk tersebut berada di dalam Surga Ābhāsvara (Cahaya Suara). "

" Ananda , mereka yang mengalir ke tiga tingkat yang unggul ini tidak akan tertindas oleh kekhawatiran atau kekesalan . Meskipun mereka belum mengembangkan Samadhi yang tepat, pikiran mereka murni ke titik bahwa mereka telah menaklukkan arus keluar mereka yang kasar . Ini disebut Dhyana Kedua . "

" Ananda , para makhluk surgawi untuk siapa yang kesempurnaan cahayanya telah menjadi suara dan yang lebih lanjut membuka keluar suara itu untuk mengungkapkan keajaiban nya yang tiba di tingkat yang lebih kuat dari latihan . Sesampainya di kebahagiaan dari kepunahan yang hening tenang , makhluk tersebut berada di Surga Parīttaśubha (Kemurnian yang lebih kecil) . "

"Mereka di dalam yang 'keadaan kemurnian dikosongkan' mengalami ketidak-terbatasan dari cahaya yang ringan-menyenangkan dalam tubuh dan pikiran mereka , dan mereka mencapai kebahagiaan dari keheningan Nirvana . Makhluk tersebut berada di Surga Apramānaśubha (Kemurnian yang tanpa batas) . "

"Mereka yang dunia , tubuh , dan pikiran semuanya murni sempurna telah mencapai kebajikan dari kemurnian , dan mereka menganggap hal ini menjadi tempat tinggal yang lebih unggul di mana mereka dapat kembali ke kebahagiaan dari keheningan Nirvana . Makhluk tersebut berada dalam Surga Śubhakritsna (Kemurnian total yang menembus) . "

" Ananda , mereka yang mengalir ke tiga tingkat yang unggul ini akan dipenuhi dengan pemenuhan besar . Tubuh dan pikiran mereka adalah damai , dan mereka mendapatkan kebahagiaan yang tak terbatas. Meskipun mereka belum memperoleh Samadhi yang asli , sukacita dalam keheningan-tenang dari pikiran mereka adalah total . Ini disebut Dhyana Ketiga . "

" Selain itu , Ananda , para makhluk surga yang 'tubuh dan pikiran nya tidak tertindas' mengakhiri penyebab penderitaan dan menyadari bahwa kebahagiaan adalah tidak kekal - bahwa cepat atau lambat itu akan berakhir. Mereka secara tegas menolak kedua 'pikiran dari penderitaan dan pikiran dari kebahagiaan' . Penderitaan kasar mereka dilenyapkan , dan berkat yang murni muncul . Makhluk tersebut berada di Surga Punyaprasava (Kelahiran dari berkat kebajikan) . "

" Mereka yang 'penolakan terhadap pikiran-pikiran ini disempurnakan' mendapatkan kemurnian dari pemahaman yang lebih unggul . Dalam berkat-berkat yang tidak terhalang ini, mereka memperoleh pemenuhan indah menakjubkan yang meluas hingga ke batas-batas dari masa depan . Makhluk tersebut berada di dalam Surga Anabhraka (Kesenangan Terberkati). "

" Ananda , dari surga itu ada dua cara untuk pergi . Mereka yang memperpanjang pemikiran sebelumnya menjadi cahaya murni yang tak terbatas , dan yang menyempurnakan berkat dan kebajikan mereka , mengolah budidaya dan ditetapkan ke salah satu dari tempat tinggal tersebut . Makhluk tersebut berada di dalam Surga Brhatphala (Buah yang banyak berlimpah-limpah) . "

" Mereka yang memperpanjang pemikiran sebelumnya menjadi tidak suka pada kedua 'penderitaan dan kebahagiaan' tak henti-hentinya meningkatkan penolakan mereka sampai mereka menyempurnakan jalan dari penolakan. Tubuh dan pikiran mereka akan menjadi punah; Pikiran mereka akan menjadi seperti abu mati. Selama lima ratus kalpa para makhluk ini akan mengabadikan penyebab untuk penghasilan dan kepunahan , menjadi tidak mampu mengungkap sifat alami yang tidak dihasilkan ataupun tidak dipadamkan. Selama separuh pertama dari kalpa ini mereka akan menjalani kepunahan; selama separuh kedua mereka akan mengalami penghasilan. Makhluk tersebut berada di Surga Asamjņasattva (Tanpa pikiran). "

" Ananda , mereka yang mengalir ke empat tingkat yang unggul ini tidak akan terpengaruh oleh penderitaan atau kebahagiaan di dunia manapun . Meskipun ini adalah bukan 'yang tanpa kondisi dari Tingkat Sejati dari Yang Tidak Bergerak' , karena mereka masih memiliki pikiran untuk mendapatkan sesuatu , pemberdayaan fungsi mereka adalah tetap cukup maju . Ini disebut Dhyana Keempat . "

" Melampaui di luar ini, Ananda , ada Kelima Surga dari Yang Tidak Kembali . Bagi mereka yang telah benar-benar sepenuhnya memotong habis sembilan kategori dari kebiasaan di alam yang lebih rendah , tiada penderitaan maupun tiada kebahagiaan yang ada, dan tidak ada kemunduran ke tingkat yang lebih rendah . Semua yang pikirannya telah mencapai penolakan ini tinggal menetap didalam Surga-surga ini bersama-sama . "

" Ananda , mereka yang telah mengakhiri penderitaan dan kebahagiaan dan yang tidak terlibat dalam pertentangan diantara pikiran-pikiran tersebut adalah berada di Surga Avriha (Tiada Penderitaan) . "

" Ketika pikiran dan keadaan-keadaan terpisah , bahkan pikiran dari menyelidiki keterlibatan itu dihilangkan . Makhluk tersebut berada di Surga Atapa (Tanpa Panas) . "

" Mereka yang penglihatannya luar biasa sempurna dan jelas , melihat alam dari sepuluh penjuru yang bebas dari penampilan tercemar dan tanpa semua kotoran dan pencemaran . Makhluk tersebut berada di Surga Sudarśana (Penglihatan Jelas Yang Baik) . "

" Mereka yang intisari pokok dari penglihatannya telah diwujudkan mampu mengubah wujud sesuka hati tanpa halangan . Makhluk tersebut berada di Surga Sudraśa (Perubahan Wujud Indah Yang Baik) . "

" Mereka yang secara mendalam memahami prinsip utama dan sifat alami dari rupa bentuk mencapai perbatasan dari kekosongan . Makhluk tersebut berada di Surga Akanistha ('Sama dalam peringkat' ='Kediaman Murni Yang Halus'= 'Surga tertinggi dari Rupadhatu') .

" Ananda , mereka yang berada didalam Empat Dhyana itu, dan bahkan para Raja Dewa yang berada pada empat tingkat itu, hanya bisa memberikan penghormatan mereka melalui setelah mendengar para Makhluk di Surga dari Yang Tidak Kembali , mereka tidak dapat mengenal Mereka ataupun tidak dapat melihat Mereka , sama seperti orang awam biasa di dunia tidak bisa melihat tempat-tempat di mana Arahat tinggal di dalam Bodhimandala yang jauh kedalam hutan-belantara dan gunung-gunung . "

" Ananda , didalam delapan belas Surga ini adalah mereka yang tetap sunyi bertapa menyendiri dan tidak terlibat , tetapi yang belum berhasil menyingkirkan rupa bentuk mereka . Surga ini disebut Rupadhatu . "

" Selain itu , Ananda , dari puncak ini dari Rupa-dhatu ada juga dua jalan . Mereka 'yang bersungguh-sungguh pada penolakan' telah mendatangkan kebijaksanaan. Cahaya kebijaksanaan mereka menjadi sempurna dan menembus , sehingga mereka dapat melampaui alam samsara yang tercemar , mencapai kesucian Arhat , dan memasuki Bodhisattvayana (Kendaraan Bodhisattva) . Mereka disebut 'Maha Arahat' yang telah menghadapkan pikiran Mereka kepada Mahāyāna (Kendaraan Besar = Kendaraan Agung) . "

" Mereka yang tinggal berdiam di dalam pikiran dari penolakan dan yang berhasil dalam pembuangan dan penolakan , menyadari bahwa tubuh mereka adalah penghambat . Jika mereka kemudian melenyapkan hambatan dan masuk ke dalam kekosongan , mereka berada di pangkalan Ākāśānantyāyatana (Kekosongan ruang angkasa yang tidak terbatas) . "

" Bagi mereka yang telah memusnahkan semua hambatan , tidak ada halangan ataupun tidak ada kepunahan . Lalu yang masih ada hanya kesadaran alaya (gudang kesadaran) dan setengah dari fungsi halus dari mano-vijnana (kesadaran pikiran) . Makhluk-makhluk ini berada di pangkalan Vijņānānantyāyatana (Kesadaran Tanpa Batas) . "

" Mereka 'yang telah menyingkirkan dengan kekosongan dan bentuk' membasmi pikiran yang sadar juga. Didalam keheningan-tenang yang luas dari sepuluh penjuru tiada tempat sama sekali untuk pergi . Makhluk-makhluk ini berada di pangkalan Ākimcanyāyatana (Tiada Apapun) . "

" Sifat alami dari kesadaran adalah tak bergerak , namun dalam kepunahan mereka secara mendalam menyelidiki itu , mencoba untuk mengakhiri apa yang tak ada habisnya . Jadi, seolah-olah itu ada dan namun tidak ada , seolah-olah itu berakhir namun belum berakhir . Para makhluk itu berada di pangkalan Naivasamjņānāsamjņāyatana (Tiada pikiran maupun tiada yang bukan pikiran) . "

" Makhluk-makhluk ini yang mengolah budidaya jalan bijaksana dari Surga dari Yang Tidak Kembali dengan menggali secara mendalam ke dalam kekosongan tanpa memahami prinsip kekosongan dikenal sebagai Arahat pudar membosankan (Anāgāmin dari KeArhatan) yang tidak mengubah pikiran Mereka untuk menghadap ke Mahāyāna. Sama seperti mereka yang di Surga Tanpa Pikiran dan Surga-surga diluar lainnya yang secara mendalam menyelidiki kekosongan tanpa mengetahui untuk memperbaiki , para makhluk ini adalah bodoh dan tersesat didalam ( surga dengan ) arus keluar . Mereka oleh karena itu akan memasuki siklus perputaran kelahiran kembali lagi . "

" Ananda , para makhluk di semua surga ini adalah makhluk awam biasa yang menerima buah dari karma penghargaan mereka. Begitu hadiah mereka habis , mereka harus satu kali lagi memasuki kelahiran kembali . Para devarāja penguasa dari surga-surga ini, bagaimanapun , adalah semua Bodhisattva yang menjelajah didalam Samadhi . Mereka secara bertahap berkembang maju dalam latihan Mereka dan membuat pemindahan dengan cara yang dibudidayakan oleh semua orang bijak . "

" Ananda , ini adalah Empat Surga dari Kekosongan , di mana tubuh dan pikiran dari penduduknya dipadamkan . Konsentrasi muncul , dan mereka terbebas dari pembalasan karma rupa-bentuk . Kelompok terakhir ini disebut Arupa-dhatu (Alam tanpa rupa-bentuk) . "

" Para makhluk itu didalam keseluruhan mereka belum memahami 'pikiran terang tercerahkan yang indah menakjubkan' . Pegumpulan mereka pada kepalsuan membawa menjadi ada keberadaan palsu di Triloka (Tiga Alam). Dalam hal ini mereka secara palsu mengikutinya dan menjadi tenggelam didalam tujuh nasib . Sebagai pudgala , mereka berkumpul bersama dengan jenis mereka sendiri . "

" Selanjutnya , Ananda , ada empat kategori Asura di Triloka . "

" Mereka yang berada di jalan hantu yang , melalui kekuatan mereka melindungi Dharma , bisa menaiki penembusan batin mereka untuk masuk ke dalam kekosongan adalah para asura yang terlahir dari telur , mereka adalah milik dari takdir nasib hantu . "

" Mereka 'yang telah jatuh dalam kebajikannya yang berkurang dan telah diberhentikan dari surga' tinggal berdiam di tempat-tempat didekat matahari dan bulan . Mereka adalah para asura yang terlahir dari rahim dan milik dari takdir nasib manusia . "

" Ada para raja asura yang menjunjung tinggi dunia dengan kekuatan penembusan dan keberanian . Mereka mampu bersaing dengan Brahma-raja, Shakra-deva , dan Catur-Maha-rajika. Para asura ini terwujud menjadi ada melalui perubahan wujud dan milik dari takdir nasib dewa . "

" Ananda , ada hal lain , kategori yang lebih bawah dari para asura. Mereka terlahir di tengah laut yang besar dan hidup di gua-gua bawah laut. Selama siang hari mereka berkeliaran didalam kekosongan ; Pada malam hari mereka kembali ke alam berair. Para asura ini terwujud menjadi ada dikarenakan oleh kelembaban dan milik dari takdir nasib hewan . "

" Ananda , sehingga ketika tujuh nasib dari para penghuni neraka , preta (hantu kelaparan) , hewan, manusia , rsi (jenis mahluk yang berlatih keabadian) , dewa , dan asura diselidiki secara terperinci , mereka semua ditemukan keruh dan terlibat dalam keberadaan yang berkondisi . Kelahiran mereka berasal dari pikiran palsu. karma yang menyusul berikutnya milik mereka berasal dari pikiran-pikiran yang palsu. Didalam kesempurnaan yang indah menakjubkan dari pikiran pokok mendasar yaitu tanpa melakukan apapun, mereka seperti bunga aneh di ruang angkasa, karena pada dasarnya tidak ada yang ditempel , mereka sepenuhnya sia-sia dan palsu , dan mereka tidak memiliki sumber atau awal . "

" Ananda , para makhluk hidup ini , yang tidak mengenali pikiran yang pokok mendasar , semuanya mengalami kelahiran kembali selama kalpa-kalpa yang tak terbatas . Mereka tidak mencapai kemurnian yang benar sejati, karena mereka terus terlibat dalam pembunuhan, pencurian , dan nafsu , atau karena mereka melawan nya dan terlahir sesuai dengan mereka yang tidak membunuh , tidak mencuri , dan tiada nafsu . Jika tiga karma ini hadir di dalam mereka , mereka terlahir di antara pasukan hantu . Jika mereka terbebas dari ketiga karma ini , mereka terlahir dalam takdir nasib dewa . Gejolak tidak tetap yang terus-menerus diantara ada dan ketiadaan dari karma-karma ini menimbulkan perputaran siklus kelahiran kembali . "

" Bagi mereka yang mampu melahirkan Samadhi , 'baik kehadiran maupun tidak adanya dari karma-karma ini' ada didalam keheningan abadi itu , bahkan ketidakberadaan mereka diselesaikan. Sejak ketiadaan dari membunuh , mencuri , dan nafsu adalah tidak ada, bagaimana bisa ada keterlibatan yang benar-benar didalam perbuatan dari pembunuhan , pencurian dan nafsu ? "

" Ananda , mereka yang tidak memotong habis tiga karma itu masing-masing memiliki andil pribadi mereka sendiri . Karena masing-masing memiliki andil pribadi , andil pribadi menjadi terkumpul , membuat bagian-bagian bersama. Mereka tidak tanpa sumber yang tetap, karena mereka muncul dari kepalsuan . Oleh karena mereka muncul dari kepalsuan , mereka pada dasarnya tanpa sebab , dan dengan demikian mereka tidak bisa dilacak dengan tepat . "

" Anda harus memperingatkan para pengolah budidaya bahwa mereka harus menyingkirkan tiga angan-angan khayalan ini jika mereka ingin menumbuhkan Bodhi . Jika mereka tidak mengakhiri tiga angan-angan khayalan ini , maka bahkan penembusan batin yang mereka mungkin capai hanyalah keduniawian , fungsi yang berkondisi . Jika mereka tidak memadamkan kebiasaan ini, mereka akan jatuh ke dalam jalan iblis. Meskipun mereka ingin mengusir kepalsuan , bahkan mereka menjadi berlipat-ganda menipu. Sang Tathagata mengatakan bahwa makhluk tersebut adalah menyedihkan. Anda telah menciptakan kepalsuan ini sendiri; itu bukanlah kesalahan dari Bodhi . Penjelasan yang seperti ini adalah ucapan yang tepat . Setiap penjelasan yang lain adalah ucapan dari raja iblis mara . "

Pada saat itu , sang Tathagata sedang bersiap-siap untuk meninggalkan kursi Dharma . Dari Simhasana (tahta singa) , Dia mengulurkan tanganNya dan meletakkanNya di atas meja kecil yang terbuat dari tujuh permata yang berharga . Tapi kemudian , Dia membalikkan tubuhNya , yang merupakan warna dari ungu gunung emas , dan bersandar kembali , berkata kepada semua orang dalam persamuan majelis dan Ananda , "Bagi Anda yang banyak untuk Belajar , Anda para Pratyekabuddha yang Tercerahkan oleh Kondisi , dan Anda para Sravaka (pendengar suara) sekarang telah mengalihkan pikiran Anda untuk mengejar pencapaian Bodhi tertinggi ; yang tak tertandingi , pencerahan yang indah menakjubkan. Saya telah mengajarkan Anda cara yang benar dari mengolah budidaya. Anda masih tidak menyadari peristiwa halus iblis mara yang dapat terjadi ketika Anda mengembangkan Shamatha - Vipashyana; Jika Anda tidak dapat mengenali keadaan iblis ketika ia muncul , itu adalah karena pembersihan pikiran Anda belum tepat. Anda kemudian akan ditelan oleh pandangan yang menyimpang. Anda mungkin diganggu oleh iblis dari skandha anda sendiri atau iblis dari surga. Atau Anda mungkin dikuasai oleh hantu atau roh , atau Anda mungkin menghadapi hantu gunung. Jika pikiran Anda tidak jelas , Anda akan keliru mempersamakan pencuri untuk anak Anda sendiri . Hal ini juga memungkinkan untuk merasa puas setelah pencapaian yang kecil , seperti Bhikshu yang tidak terpelajar yang mencapai Dhyana Keempat dan mengklaim bahwa ia telah mencapai kebijaksanaan . Ketika pahala surgawi nya berakhir dan tanda-tanda kerusakan muncul , dia memfitnah kesucian Arhat sebagai yang tunduk pada kelahiran dan kematian , dan dengan demikian dia jatuh ke dalam neraka Avichi . Anda harus memperhatikan . sekarang Saya akan menjelaskan hal ini secara terperinci untuk Anda.

Ananda berdiri dan , dengan yang lainnya didalam persamuan majelis yang masih memiliki lebih banyak untuk belajar , membungkuk dengan penuh sukacita. Mereka mendiamkan diri Mereka sendiri untuk mendengarkan Ajaran welas asih itu.


( Iblis skandha dari lima puluh Jenis )

Sang Buddha memberitahu kepada Ananda dan seluruh persamuan majelis , " Anda harus tahu bahwa dua belas jenis makhluk hidup di dunia dari arus keluar ini diberkahi dengan yang sangat terang , pencerahan mendasar - yang tercerahkan , isi pokok zat yang sempurna dari pikiran yang tidak berbeda dengan milik para Buddha dari sepuluh penjuru . Karena kesalahan dari pikiran yang palsu dan kebingungan tentang kebenaran , kegilaan birahi muncul dan membuat kebingungan Anda semuanya meresap menjalar . Akibatnya , kekosongan muncul . Dunia-dunia menjadi terwujud ketika kebingungan itu terus-menerus tak henti-hentinya berubah bentuk . Oleh karena itu , wlayah-wilayah yang tidak tanpa arus keluar , yang banyaknya seperti butiran terkecil atom dari alam semesta di seluruh sepuluh penjuru , semuanya diciptakan sebagai hasil dari kebingungan , kekusaman , dan pikiran palsu . "

" Anda harus tahu bahwa ruang angkasa yang tercipta dalam hati Anda adalah seperti sebuah gumpalan awan yang menitik langit yang luas . Berapa banyak yang lebih kecil harus semua dunia terjadi dalam ruang angkasa itu ! Jika bahkan satu orang di antara kamu menemukan kebenaran dan kembali ke sumbernya , maka semua ruang angkasa di sepuluh penjuru dilenyapkan . Bagaimana mungkin dunia-dunia dalam ruang angkasa gagal untuk dihancurkan juga? "

" Ketika Anda mengolah Dhyana dan mencapai Samadhi , pikiran Anda menyeuaikan dengan pikiran para Bodhisattva dan Arahat besar dari sepuluh penjuru yang bebas dari arus keluar , dan Anda tinggal berdiam di dalam keadaan dari kemurnian yang mendalam . Semua raja iblis , hantu dan roh , dan para dewa biasa melihat runtuhnya istana mereka tanpa alasan yang jelas . Gempa mengguncang , dan semua makhluk di dalam air , di darat , dan di udara , tanpa kecuali , ketakutan . Namun orang-orang awam biasa yang tenggelam dalam kebingungan yang suram tetap tidak menyadari perubahan-perubahan ini. Semua makhluk ini memiliki lima jenis kekuatan batin; mereka masih kekurangan penghapusan pada arus keluar karena mereka masih melekat pada kesukaan duniawi. Bagaimana mungkin mereka membiarkan Anda untuk menghancurkan istana mereka? Itulah mengapa para hantu , roh , iblis langit , mahluk halus , dan yaksha datang untuk mengganggu Anda ketika Anda berada didalam Samadhi . "

" Meskipun para iblis ini memiliki kebencian yang luar biasa , mereka berada dalam cengkeraman nafsu duniawi mereka , sementara Anda berada dalam pencerahan yang indah menakjubkan . Mereka tidak bisa mempengaruhi Anda lebih dari sebuah angin yang bertiup dapat mempengaruhi cahaya atau pisau dapat memotong melalui air . Anda seperti air yang mendidih , sedangkan iblis itu seperti es padat yang , di hadapan panas , segera mencair . Karena mereka mengandalkan hanya pada kekuatan batin , mereka hanya seperti tamu . Mereka bisa berhasil dalam kehancuran mereka melalui pikiran Anda , yang merupakan tuan rumah dari lima skandha . Jika tuan rumah menjadi bingung , para tamu akan dapat melakukan apa yang mereka harap . Ketika Anda berada didalam Dhyana , terbangun , menyadari , dan bebas dari angan-angan khayalan , perbuatan iblis mereka tidak dapat melakukan apa pun pada Anda . Ketika skandha larut , Anda memasuki cahaya . Semua gerombolan orang yang menyimpang itu tergantung pada energi kegelapan . Karena cahaya dapat merusak kegelapan , mereka akan hancur jika mereka datang di dekat Anda . Bagaimana mereka bisa berani berlama-lama dan mencoba untuk mengganggu Dhyana - Samadhi Anda ? "

" Jika Anda tidak jelas dan tidak sadar , tetapi dibingungkan dengan Skandha , maka Anda , Ananda , pasti akan menjadi salah satu dari iblis mara . Anda akan berubah menjadi makhluk iblis. Perjumpaan Anda dengan putri Matangi adalah peristiwa kecil . Dia melemparkan mantra pada Anda untuk membuat Anda melanggar sila-sila moral sang Buddha . Namun, di antara delapan puluh ribu cara dari perilaku , Anda melanggar hanya satu ajaran sila. Karena pikiran Anda adalah murni , semua tidak hilang . Itu akan menjadi upaya untuk menghancurkan pencerahan berharga milik Anda . Kalau itu berhasil , Anda akan menjadi seperti keluarga dari seorang atasan pejabat pemerintah yang tiba-tiba diasingkan ; keluarganya melarat mengembara , kehilangan dan sendirian , tanpa ada seorangpun yang kasihan atau menyelamatkan mereka. "

" Ananda , Anda harus tahu bahwa sebagai seorang pengolah budidaya yang duduk di Bodhimanda , Dia menyingkirkan dengan semua pikiran menghilang . Ketika pikirannya berakhir , tidak akan ada apapun di pikirannya . Keadaan dari kejelasan murni ini akan tetap sama apakah dalam gerakan ataupun keheningan tenang yang diam , dalam ingatan ataupun kelupaan . Ketika Dia tinggal berdiam di tempat ini dan memasuki Samadhi , Dia seperti orang dengan penglihatan yang jelas yang menemukan dirinya didalam kegelapan total . Meskipun sifat alaminya adalah kemurnian yang mengagumkan , pikirannya belum diterangi . Ini adalah wilayah dari 'Rupa Skandha' . Jika matanya menjadi jelas , Dia akan kemudian mengalami sepuluh penjuru sebagai hamparan terbuka , dan kegelapan akan hilang . Ini adalah akhir dari 'Rupa Skandha' . Dia kemudian akan mampu melampaui kekeruhan waktu . Merenungkan penyebab dari Rupa Skandha , orang melihat bahwa pikiran palsu dari kepadatan adalah sumbernya . "

" Ananda , pada saat ini , saat orang itu sungguh-sungguh menyelidiki kecerahan yang menakjubkan , empat unsur tidak akan lagi berfungsi bersama-sama , dan segera tubuh akan mampu mengatasi penghalang . Keadaan ini disebut ' kecerahan murni bergabung menyatu kedalam lingkungan ' . Ini adalah keadaan sementara dalam perjalanan dari pengolahan budidaya dan tidak menunjukkan kebijaksanaan . Jika dia tidak berpikir dia telah menjadi seorang yang bijaksana , maka ini akan menjadi keadaan yang baik . Tetapi jika dia menganggap dirinya bijak , maka dia akan rentan terhadap pengaruh iblis ' . "

" Selanjutnya, Ananda , saat orang menggunakan pikirannya untuk bersungguh-sungguh menyelidiki cahaya yang indah menakjubkan itu , cahaya itu akan meliputi tubuhnya . Tiba-tiba dia akan mampu mencabut cacing usus dari tubuhnya sendiri , namun tubuhnya akan tetap utuh dan tidak terluka . Keadaan ini disebut ' cahaya murni bergelombang melalui tubuh fisik seseorang ' . Ini adalah keadaan sementara dalam proses latihan yang kuat bersemangat , dan tidak menunjukkan kebijaksanaan . Jika dia tidak berpikir ia telah menjadi seorang yang bijaksana , maka ini akan menjadi keadaan yang baik . Tapi jika dia menganggap dirinya bijak , maka dia akan rentan terhadap pengaruh iblis ' . "

" Selanjutnya, saat orang menggunakan pikirannya untuk bersungguh-sungguh menyelidiki di dalam dan di luar , tubuh fisik nya dan batin jiwa nya , kecerdasan, hasrat kemauan, intisari pokok , dan semangat nya akan dapat berinteraksi satu sama lain tanpa mempengaruhi tubuhnya . Mereka akan bergiliran sebagai tuan rumah dan tamu . Lalu dia tiba-tiba dapat mendengar suara Dharma yang diucapkan di ruang angkasa, atau mungkin dia akan mendengar kebenaran esoteris vajrayana yang diucapkan secara serentak di seluruh sepuluh penjuru . Keadaan ini disebut ' intisari pokok dan jiwa bergantian memisah dan menyatu , dan penanaman benih yang baik ' . Ini adalah kondisi sementara dan tidak menunjukkan kebijaksanaan . Jika dia tidak berpikir ia telah menjadi seorang yang bijaksana , maka ini akan menjadi keadaan yang baik . Tapi jika dia menganggap dirinya bijak , maka dia akan rentan terhadap pengaruh iblis . "

" Selanjutnya , ketika pikiran seseorang menjadi jelas , membuka selubung , cerah, dan menembus , sebuah cahaya dari dalam akan bersinar dan mengubah segala sesuatu dalam sepuluh penjuru arah menjadi bewarna Suvarna Jambunada (warna ungu keemasan) . Semua berbagai jenis dari para makhluk akan berubah wujud menjadi para Tathagata . Tiba-tiba dia akan melihat Vairocana Buddha duduk di atas mimbar cahaya surga , dikelilingi oleh ribuan Buddha yang secara bersamaan muncul pada bunga teratai di seratus juta wilayah . Keadaan ini disebut ' pikiran dan jiwa yang ditanamkan dengan kesadaran batin ' . Ketika dia telah menyelidiki ke pokok dari kejelasan , cahaya terang dari pikirannya akan menyinari semua dunia . Ini adalah keadaan sementara dan tidak menunjukkan kebijaksanaan . Jika dia tidak berpikir ia telah menjadi seorang bijak , maka ini akan menjadi keadaan yang baik . Tapi jika dia menganggap dirinya bijak , maka dia akan rentan terhadap pengaruh iblis ' . "

" Selanjutnya, saat orang menggunakan pikirannya untuk bersungguh-sungguh menyelidiki cahaya yang indah menakjubkan itu , dia akan merenungkan tanpa jeda , menahan dan menundukkan pikirannya sehingga tidak pergi ke perbedaan besar . Tiba-tiba ruang angkasa di sepuluh penjuru dapat menjadi warna dari tujuh permata mulia atau warna dari seratus permata yang berharga , yang sekaligus meliputi kemana-mana tanpa menghambat satu sama lain . Biru , kuning, merah , dan putih masing-masing akan jelas terlihat . Keadaan ini disebut 'mencoba terlalu keras untuk menundukkan pikiran ' . Ini adalah keadaan sementara dan tidak menunjukkan kebijaksanaan . Jika dia tidak berpikir ia telah menjadi seorang bijak , maka ini akan menjadi keadaan yang baik . Tetapi jika dia menganggap dirinya bijak , maka dia akan rentan terhadap pengaruh iblis ' . "

" Selanjutnya, saat orang menggunakan pikirannya untuk menyelidiki dengan ketajaman yang jelas sampai cahaya murni tidak lagi berpencar , dia akan tiba-tiba dapat melihat berbagai benda di ruangan gelap di malam hari , seolah-olah itu hanya siang hari . Namun benda-benda yang sudah ada di ruangan gelap itu tidak menghilang . Keadaan ini disebut ' membersihkan pikiran dan memurnikan penglihatan sampai orang mampu melihat di dalam gelap ' . Ini adalah keadaan sementara dan tidak menunjukkan kebijaksanaan . Jika dia tidak berpikir dia telah menjadi bijak , maka ini akan menjadi keadaan yang baik . Tetapi jika dia menganggap dirinya bijak , maka dia akan rentan terhadap pengaruh iblis ' . "

" Selanjutnya, ketika pikirannya benar-benar sepenuhnya menyatu dengan kekosongan , empat anggota tubuhnya akan tiba-tiba menjadi seperti rumput atau kayu , tanpa perasaan bahkan ketika dibakar oleh api atau dipotong dengan pisau . Pembakaran oleh api tidak akan membuat anggota tubuhnya panas , dan bahkan ketika dagingnya dipotong , itu akan menjadi seperti kayu yang dipangkas . Keadaan ini disebut ' penggabungan keadaan-keadaan luar dan campuran dari empat unsur menjadi zat yang sama seragam' . Ini adalah keadaan sementara dan tidak menunjukkan kebijaksanaan . Jika dia tidak berpikir dia telah menjadi seorang bijak , maka ini akan menjadi keadaan yang baik . Tapi jika dia menganggap dirinya bijak , maka dia akan rentan terhadap pengaruh iblis ' . "

" Selanjutnya, ketika pikirannya menyelesaikan kemurnian yang demikian bahwa keahliannya dalam memurnikan pikiran telah mencapai yang tertinggi, dia akan tiba-tiba melihat tanah bumi , gunung-gunung , dan sungai-sungai di sepuluh penjuru berubah menjadi Tanah Buddha (Buddha-ksetra) yang penuh dengan tujuh permata berharga , cahayanya bersinar di mana-mana . Dia juga akan melihat para Buddha , Tathagata , sebanyak pasir sungai Gangga , mengisi semua ruang . Dia juga akan melihat paviliun-paviliun dan istana-istana yang megah dan indah . Dia akan melihat neraka-neraka di bawah ini dan istana-istana surga langit di atas , semua tanpa halangan . Keadaan ini disebut ' perubahan bentuk secara bertahap dari pikiran yang terkonsentrasi dari suka and tidak suka ' . Ini tidak menunjukkan kebijaksanaan . Jika dia tidak berpikir ia telah menjadi seorang bijak , maka ini akan menjadi keadaan yang baik . Tapi jika dia menganggap dirinya bijak , maka dia akan rentan terhadap pengaruh iblis ' . "

" Selanjutnya, ketika orang menggunakan pikirannya untuk menyelidiki apa yang mendalam dan yang jauh , dia akan tiba-tiba dapat melihat tempat-tempat yang jauh di tengah malam . Dia akan melihat pasar kota dan masyarakat juga , jalan-jalan dan lorong-lorong , dan kerabat dan teman-teman , dan dia mungkin mendengar percakapan mereka . Keadaan ini disebut ' Setelah ditekan secara sepenuhnya , pikiran terbang keluar dan melihat banyak hal yang telah ditutup dari pandangan ' . Ini tidak menunjukkan kebijaksanaan . Jika dia tidak berpikir ia telah menjadi bijak , maka ini akan menjadi keadaan yang baik . Tetapi jika dia menganggap dirinya bijak , maka dia akan rentan terhadap pengaruh iblis ' . "

" Selanjutnya, ketika orang menggunakan pikirannya untuk menyelidiki ke titik sepenuhnya , dia mungkin melihat penasehat yang baik dan bijaksana yang tubuhnya mengalami perubahan . Dalam selang waktu yang singkat , berbagai perubahan akan terjadi yang tidak dapat dijelaskan . Keadaan ini disebut ' memiliki pikiran yang tidak benar yang dimiliki oleh mahluk halus gunung atau iblis surga , dan tanpa alasan berbicara Dharma yang mengandung kebenaran menakjubkan ' . Ini tidak menunjukkan kebijaksanaan . Jika dia tidak berpikir dia telah menjadi seorang bijak , maka kegiatan iblis mara akan reda menghilang . Tapi jika dia menganggap dirinya bijak , maka dia akan rentan terhadap pengaruh iblis ' . "

" Ananda , seluruh sepuluh dari keadaan-keadaan itu dapat terjadi di Dhyana saat upaya batin seseorang berinteraksi dengan bentuk Rupa Skandha . Makhluk hidup yang kusam dan bingung tidak menilai diri mereka sendiri . Menghadapi situasi seperti itu , dalam kebingungan mereka, mereka gagal untuk mengenali nya dan mengatakan bahwa mereka telah menjadi orang bijak , sehingga mengucapkan kebohongan besar . Mereka akan jatuh ke dalam neraka-neraka tanpa belas kasihan. Didalam jaman berakhirnya Dharma , setelah Nirvana Sang Tathagata , kalian semua harus mengandalkan dan mengumumkan Ajaran ini . Jangan biarkan iblis dari surga memiliki cara mereka . Berikan perlindungan sehingga semuanya dapat menyadari Jalan yang tak tertandingi . "

" Ananda , ketika orang baik yang mengolah budidaya Samadhi dan Shamatha telah mengakhiri 'Rupa Skandha' , dia bisa melihat pikiran semua Buddha seolah-olah melihat gambar yang tercermin dalam cermin yang terang . Dia tampaknya telah memperoleh sesuatu , tapi dia tidak dapat menggunakannya . Dalam hal ini dia menyerupai orang lumpuh . Tangan dan kaki-nya utuh , penglihatan dan pendengarannya tidak terputar-balik , namun pikirannya telah berada di bawah pengaruh yang menyimpang , sehingga dia tidak bisa bergerak . Ini adalah wilayah dari 'Vedana Skandha' . Begitu masalah kelumpuhan mereda , pikirannya bisa kemudian meninggalkan tubuhnya dan melihat kembali ke wajahnya . Itu dapat pergi atau menetap sesukanya tanpa ada hambatan lebih lanjut . Ini adalah akhir dari Vedana Skandha. Orang ini bisa kemudian melampaui kekeruhan pandangan . Merenungkan penyebab Vedana Skandha , orang melihat pikiran palsu dari kejelasan khayalan ilusi itu adalah sumbernya . "

" Ananda , dalam situasi ini orang yang baik itu mengalami cahaya yang terang . Perasaan muncul dalam pikirannya sebagai hasil dari tekanan didalam yang berlebihan . Pada saat ini , dia tiba-tiba merasakan kesedihan yang tak terbatas bahwa dia memandang bahkan nyamuk dan lalat sebagai anak-anak kecil yang baru lahir . Dia diliputi dengan rasa kasihan dan semburan air mata tanpa menyadarinya. Ini disebut ' mencoba terlalu keras untuk menekan pikiran dalam proses mengolah budidaya . Jika dia mengerti , maka tidak ada kesalahan . Pengalaman ini tidak menunjukkan kebijaksanaan . Jika dia menyadari itu dan tetap tidak bingung , maka setelah satu waktu itu akan menghilang . Tetapi jika dia menganggap dirinya bijak , maka iblis kesedihan akan memasuki pikirannya . kemudian , segera setelah dia melihat seseorang , dia akan merasa sedih dan menangis sejadi-jadinya. Tanpa Samadhi yang tepat , dia pasti akan jatuh . "

" Lebih lanjut , Ananda , dalam keadaan Samadhi ini, orang baik itu melihat penghancuran Rupa Skandha dan memahami Vedana Skandha . Pada saat itu dia memiliki penglihatan luhur dan diliputi dengan rasa syukur terima-kasih . Dalam situasi ini , dia tiba-tiba memperlihatkan keberanian yang luar biasa . Pikirannya berani dan tajam . Dia menetapkan untuk sama sebanding semua Buddha dan mengatakan dia dapat melampaui tiga Asamkhyeya dari kalpa dalam satu pikiran tunggal . Ini disebut ' terlalu cemas untuk unggul dalam mengolah budidaya ' . Jika dia mengerti , maka tidak ada kesalahan . Pengalaman ini tidak menunjukkan kebijaksanaan . Jika dia menyadari itu dan tetap tidak bingung , maka setelah satu waktu itu akan menghilang . Tetapi jika dia menganggap dirinya bijak , maka iblis kegilaan akan memasuki pikirannya . Begitu dia melihat seseorang , dia akan membual tentang dirinya sendiri . Dia akan menjadi luar biasa angkuh , sampai-sampai dia tidak mengenal Buddha di atasnya dan tidak ada orang di bawahnya . Tanpa Samadhi yang tepat , dia pasti akan jatuh . "

" Selanjutnya, dalam keadaan Samadhi ini, orang baik itu melihat penghancuran Rupa Skandha dan memahami Vedana Skandha. Dengan tiada pencapaian yang baru yang segera di depannya , dan juga kehilangan status dulunya, kekuatan kebijaksanaan nya melemah , dan dia memasuki jalan buntu di mana dia melihat tiada apapun untuk mengharap . Tiba-tiba perasaan kesamaan membosankan yang luar biasa dan kehausan muncul dalam pikirannya . Setiap saat dia terpaku dalam kenangan yang tidak bubar. Dia mempersamakan ini untuk tanda dari ketekunan dan semangat . Ini disebut ' mengolah pikiran , tetapi kehilangan diri sendiri karena kurangnya kebijaksanaan ' . Jika dia mengerti , maka tidak ada kesalahan . Pengalaman ini tidak menunjukkan kebijaksanaan . tetapi jika dia menganggap dirinya bijak , maka iblis ingatan akan memasuki pikirannya . Siang dan malam itu akan terus menahan pikirannya tergantung di satu tempat . Tanpa Samadhi yang tepat , dia pasti akan jatuh . "

" Selanjutnya, dalam keadaan Samadhi ini , orang baik itu melihat penghancuran Rupa Skandha dan memahami Vedana Skandha. Kebijaksanaannya menjadi lebih kuat dari Samadhi nya , dan dia secara keliru menjadi terburu nafsu yang tak sabar . Menghargai keagungan dari sifat alami nya , dia membayangkan bahwa dia adalah Nishyanda ( Tubuh Buddha Yang Murni dan Penuh ) dan beristirahat merasa puas dengan pencapaian kecil -nya . Ini disebut ' menerapkan pikiran , tetapi menyimpang dari pemeriksaan yang tetap dan menjadi sibuk dengan ide-ide dan pendapat-pendapat ' . Jika dia mengerti , maka tidak ada kesalahan . Pengalaman ini tidak menunjukkan Kebijaksanaan . Tapi jika dia menganggap dirinya bijak , maka iblis rendah yang mudah puas akan memasuki pikirannya . Begitu dia melihat seseorang , dia akan mengumumkan , "saya telah menyadari kebenaran mutlak yang tak tertandingi ." Tanpa Samadhi yang tepat , dia pasti akan jatuh . "

" Selanjutnya, dalam keadaan Samadhi ini, orang baik itu melihat penghancuran Rupa Skandha dan memahami Vedana Skandha. Dia belum memperoleh hasil apapun , dan keadaan pikirannya yang sebelumnya sudah menghilang . Meneliti dua perbedaan besar itu , dia merasa bahwa dia berada dalam bahaya besar . Tiba-tiba dia menjadi sangat bingung , seolah-olah dia sedang duduk di ranjang besi panas , atau seolah-olah dia telah menelan racun . Dia tidak memiliki keinginan untuk terus hidup , dan dia selalu meminta orang untuk mengambil nyawanya sehingga dia dapat dilepaskan lebih cepat . Ini disebut , ' mengolah budidaya , tetapi kehilangan jalan bijaksana ' . Jika dia mengerti , maka tidak ada kesalahan . Pengalaman ini tidak menunjukkan kebijaksanaan. tapi jika dia menganggap dirinya bijak , maka iblis kesedihan yang tak hilang-hilang akan memasuki pikirannya . Dia mungkin mengambil pisau dan pedang dan memotong tubuhnya sendiri , dengan senang hati menyerahkan hidupnya . Atau yang lain, didorong oleh kecemasan yang terus-menerus , dia bisa lari kedalam hutan belantara dan tidak mau melihat orang-orang . Tanpa Samadhi yang tepat, dia pasti akan jatuh . "

" Selanjutnya, dalam keadaan Samadhi ini , orang baik itu melihat penghancuran Rupa Skandha dan memahami Vedana Skandha. Saat dia berdiam dalam kemurnian ini , pikirannya hening-tenang dan santai . Tiba-tiba perasaan sukacita yang tak terbatas muncul dalam dirinya . Ada kebahagiaan tersebut dalam pikirannya yang dia tidak bisa menahannya. Ini disebut , ' mengalami keringanan dan kemudahan , tetapi tidak memiliki kebijaksanaan untuk mengendalikan itu' . Jika dia mengerti , maka tidak ada kesalahan . Pengalaman ini tidak menunjukkan kebijaksanaan . Tetapi jika dia menganggap dirinya bijak , maka iblis yang suka kebahagiaan akan memasuki pikirannya . Begitu dia melihat seseorang , dia akan tertawa . Dia akan bernyanyi dan menari di jalanan . Dia akan mengatakan bahwa dia telah mencapai pembebasan yang tak terhalang . Tanpa Samadhi yang tepat, dia pasti akan jatuh . "

" Selanjutnya, dalam keadaan Samadhi ini , orang baik itu melihat penghancuran Rupa Skandha dan memahami Vedana Skandha. Dia bilang dia sudah puas . Tiba-tiba , perasaan tidak masuk akal , kepuasan diri yang sangat kuat mungkin timbul dalam dirinya . Mungkin termasuk kebanggaan , terlalu bangga , kebanggaan yang angkuh , kebanggaan yang terlalu kuat , dan kebanggaan berdasarkan keadaan yang rendah , semuanya terjadi sekaligus. Dalam benaknya , dia bahkan memandang rendah pada para Tathagata dari sepuluh penjuru , berapa banyak lebih lagi pada posisi yang lebih rendah dari para Sravaka dan Pratyekabuddha yang tercerahkan oleh kondisi . Ini disebut ' melihat diri sendiri sebagai yang tertinggi , tapi tiada kebijaksanaan untuk menyelamatkan diri sendiri ' . Jika dia mengerti , maka tidak ada kesalahan . Pengalaman ini tidak menunjukkan kebijaksanaan. Tetapi jika dia menganggap dirinya bijak , maka iblis kesombongan yang sangat kuat akan memasuki pikirannya . Dia tidak akan menunduk pada stupa atau di dalam kuil-kuil . Dia akan menghancurkan Sutra dan patung gambar Buddha . Dia akan mengatakan kepada 'Danapati (penyokong)' , " Ini adalah emas , perunggu , tanah liat , atau kayu . Sutra hanyalah daun atau kain . Tubuh daging adalah apa yang nyata dan kekal , tetapi anda tidak menghormati itu , melainkan anda menghormati tanah liat dan kayu . Itu benar-benar tidak masuk akal . " Mereka yang memiliki keyakinan yang mendalam dalam dirinya akan mengikuti dia untuk menghancurkan dan mengubur Sutra dan patung gambar Buddha dalam tanah . Dia akan menyesatkan makhluk hidup sehingga mereka jatuh ke dalam neraka-neraka tanpa belas kasihan. Tanpa Samadhi yang tepat , dia pasti akan jatuh . "

" Selanjutnya, dalam keadaan Samadhi ini , orang baik itu melihat penghancuran Rupa Skandha dan memahami Vedana Skandha. Didalam pemahaman nya yang halus , dia terbangun sepenuhnya pada prinsip-prinsip yang halus . Semuanya sesuai dengan keinginannya . Dia bisa tiba-tiba mengalami keringanan yang tak terbatas dan kemudahan dalam pikirannya . Dia mungkin mengatakan bahwa dia telah menjadi seorang bijak dan mencapai penguasaan diri yang besar . Ini disebut ' mencapai keringanan dan kejelasan karena kebijaksanaan' . Jika dia mengerti , maka tidak ada kesalahan . Pengalaman ini tidak menunjukkan kebijaksanaan . Tapi jika dia menganggap dirinya bijak , maka iblis yang suka keringanan dan kejelasan akan memasuki pikirannya . Menegaskan bahwa dia sudah puas , dia tidak akan berusaha untuk membuat kemajuan lebih lanjut . Untuk sebagian besar , sang pengolah budidaya itu akan menjadi seperti Bhikshu yang tidak terpelajar . Dia akan menyesatkan makhluk hidup sehingga mereka akan jatuh ke dalam neraka Avichi . Tanpa Samadhi yang tepat , dia pasti akan jatuh . "

" Selanjutnya dalam keadaan dari Samadhi ini, orang baik itu melihat penghancuran Rupa Skandha dan memahami Vedana Skandha. Didalam kebangkitan yang jelas itu , dia mengalami kejelasan palsu. Didalam itu , tiba-tiba dia mungkin akan mengarah ke pandangan kepunahan kekal , menyangkal sebab dan akibat , dan menganggap segala sesuatu sebagai kekosongan . Pikiran pada kekosongan sangat menguasai sehingga dia menjadi percaya bahwa ada kepunahan abadi setelah kematian . Ini disebut ' keadaan batin dari Samadhi melarutkan sehingga seseorang kehilangan penglihatan dari apa yang benar ' . Jika dia mengerti , maka tidak ada kesalahan . Pengalaman ini tidak menunjukkan kebijaksanaan . Tetapi jika dia menganggap dirinya bijak , maka iblis kekosongan akan memasuki pikirannya . Dia akan memfitnah penyelenggaraan ajaran sila , menyebutnya sebagai " Dharma Hinayana . " Dia akan berkata , " karena para Bodhisattva telah terbangun pada kekosongan , apa lagi yang ada untuk dipertahankan atau dilanggar ? " Orang ini , di hadapan para Danapati nya yang setia , akan sering minum anggur , makan daging , dan terlibat dalam nafsu tunasusila . Kekuatan iblis akan terus menjaga para pengikutnya untuk tidak meragukan atau mencela dia . Setelah mahluk halus itu telah menguasai dia untuk waktu yang lama , dia dapat memakan kotoran dan kencing , atau daging dan anggur , menegaskan bahwa semua hal-hal seperti itu adalah kosong . Dia akan melanggar ajaran sila moral sang Buddha dan menyesatkan orang untuk melakukan pelanggaran . Tanpa Samadhi yang tepat , dia pasti akan jatuh . "

" Selanjutnya, dalam keadaan Samadhi ini, orang baik itu melihat penghancuran Rupa Skandha dan memahami Vedana Skandha. Dia menikmati keadaan dari kejelasan yang palsu , dan itu secara sangat mendalam memasuki pikirannya dan tulang-tulangnya . Cinta yang tak ada batasnya tiba-tiba mungkin juga keluar dari pikirannya . Ketika cinta itu menjadi sangat hebat sekali , dia menjadi gila dengan keserakahan dan nafsu birahi . Ini disebut ' ketika keadaan menyenangkan dari Samadhi memasuki pikiran seseorang , kurang kebijaksanaan untuk mengendalikan diri sendiri dan secara keliru terlibat dalam perilaku penuh nafsu birahi ' . Jika dia mengerti , maka tidak ada kesalahan . Pengalaman ini tidak menunjukkan kebijaksanaan . Tetapi jika dia menganggap dirinya bijak , maka iblis nafsu keinginan akan memasuki pikirannya . Dia akan menjadi penganjur nafsu , menyebutnya Jalan untuk Bodhi . Dia akan mengajarkan para pengikut awamnya untuk secara tanpa pandang bulu terlibat dalam tindakan nafsu , menyebut orang-orang yang melakukan tindakan nafsu sebagai ahli waris Dharma nya . Kekuatan iblis dan mahluk halus di akhir jaman akan memungkinkan dia untuk menarik pengikut biasa, orang-orang naif berjumlah seratus , dua ratus , lima atau enam ratus , atau sebanyak seribu atau sepuluh ribu . Ketika iblis itu menjadi bosan , dia akan meninggalkan tubuh orang tersebut . Setelah karisma orang itu hilang , dia akan menerima hukuman dari hukum . Dia akan menyesatkan makhluk hidup , sehingga mereka jatuh ke dalam neraka-neraka yang tanpa belas-kasihan. Tanpa Samadhi yang tepat , dia pasti akan jatuh . "

" Ananda , sepuluh keadaan-keadaan ini dapat terjadi didalam Dhyana saat usaha batin seseorang berinteraksi dengan Vedana Skandha . Makhluk hidup yang kusam dan bingung tidak menilai diri mereka sendiri . Menghadapi situasi seperti itu , di dalam kebingungan mereka, mereka gagal untuk mengenali nya dan mengatakan bahwa mereka telah menjadi Bijak , sehingga mengucapkan kebohongan besar . Mereka akan jatuh ke dalam neraka-neraka yang tanpa belas-kasihan . Dalam jaman berakhirnya Dharma , setelah Nirvana Saya, kalian semua harus menyampaikan ajaran-ajaran sang Tathagata , sehingga semua makhluk hidup dapat terbangkitkan pada maknanya . Jangan biarkan iblis-iblis dari surga memiliki cara mereka . Berikanlah perlindungan sehingga semuanya dapat menyadari jalan yang tak tertandingi . "

" Ananda , ketika orang baik yang mengolah Samadhi itu telah mengakhiri Vedana Skandha , meskipun dia belum mencapai pelenyapan arus keluar , pikirannya dapat meninggalkan tubuhnya seperti cara burung lolos dari sangkar. Dari dalam tubuh biasa nya , dia sudah memiliki potensi untuk naik melalui enam puluh tingkat kebijaksanaan Bodhisattva . Dia mencapai ' tubuh yang dihasilkan oleh niat ' dan bisa menjelajah dengan bebas tanpa halangan . Anggaplah, misalnya , seseorang sedang berbicara dalam tidurnya . Meskipun dia tidak tahu dia sedang melakukannya , kata-katanya jelas , dan suara dan perubahan nada suara nya semuanya dalam urutan , sehingga mereka yang sadar dapat memahami apa yang dia katakan . Ini adalah wilayah dari Samskāra Skandha . Jika dia mengakhiri pikiran kacaunya dan membebaskan dirinya dari berpikir berlebihan , itu adalah seolah-olah dia telah menghapus kekotoran dari yang tercerahkan , pikiran yang memahami . Maka orang benar-benar jelas tentang kelahiran dan kematian dari semua kategori makhluk dari awal sampai akhir . Ini adalah akhir dari Samskāra Skandha . Orang kemudian dapat melampaui kekeruhan penderitaan . Merenungkan penyebab Samskāra Skandha , orang melihat bahwa pikiran palsu yang saling berhubungan adalah sumbernya . "

" Ananda , di dalam kejelasan yang tanpa hambatan dan keheranan yang terjadi kemudian setelah Vedana Skandha menghilang , Orang yang baik ini tidak terganggu oleh kondisi batin apapun yang menyimpang dan mengalami kesempurnaan , konsentrasi yang cerah . Didalam Samadhi , pikirannya sangat mendambakan kecerahan nya yang sempurna , sehingga dia menajamkan pikiran nya yang terkonsentrasi saat dia secara rakus berusaha mencari demi kepintaran dan keterampilan . Pada saat itu iblis dari surga merebut kesempatan itu yang telah ditunggu . Jiwanya menguasai orang lain dan menggunakan dia sebagai juru bicara untuk membabarkan Sutra dan Dharma . Orang ini , tidak menyadari bahwa dia dikuasai iblis , mengaku dia telah mencapai Nirvana yang tak tertandingi . Ketika ia datang untuk melihat orang yang baik itu yang mencari kepandaian dan keterampilan , ia mengatur tempat duduk dan berbicara Dharma . Dalam sekejap , ia mungkin muncul sebagai seorang Bhikshu , memungkinkan orang itu untuk melihat ia seperti itu , atau ia mungkin muncul sebagai Shakra , sebagai seorang wanita, atau sebagai Bhikshuni ; atau tubuhnya dapat memancarkan cahaya saat ia tidur di ruangan yang gelap. Orang yang baik itu terpedaya dan tertipu dengan berpikir bahwa yang lainnya adalah seorang Bodhisattva . Dia mempercayai ajaran-ajaran orang lain itu dan pikirannya terpengaruh . Dia melanggar aturan-aturan moral sang Buddha dan diam-diam menuruti keinginan serakah nya . Orang lain itu gemar berbicara tentang bencana , peristiwa menguntungkan , dan perubahan yang tidak biasa . Dia mungkin mengatakan bahwa Tathagata telah muncul di dunia di tempat tertentu . Dia mungkin berbicara tentang bencana kebakaran atau perang , sehingga menakuti orang-orang menjadi menyia-nyiakan kekayaan keluarga mereka tanpa alasan . Ini adalah hantu aneh yang di usia tua nya telah menjadi iblis . Ia mengganggu dan membingungkan orang-orang yang baik . Tapi ketika ia bosan melakukannya , ia akan meninggalkan tubuh orang lain itu . Kemudian kedua-dua murid dan guru itu akan mendapat masalah dengan hukum . Anda harus menyadari hal ini sebelumnya dan tidak terjebak dalam siklus perpindahan . Jika Anda bingung dan tidak mengerti , Anda akan jatuh ke dalam neraka-neraka yang tanpa belas-kasihan . "


Terakhir diubah oleh skipper tanggal Tue Jan 21, 2014 12:01 am, total 28 kali diubah

skipper

Jumlah posting : 439
Join date : 27.11.08
Age : 28

Lihat profil user http://aryamahayana.forumup.com

Kembali Ke Atas Go down

om bu lin

Post by skipper on Sun Dec 22, 2013 1:37 pm

" Selanjutnya , Ananda , di dalam kejelasan yang tanpa hambatan dan keheranan yang terjadi kemudian setelah Vedana Skandha menghilang, orang yang baik ini tidak terganggu oleh kondisi batin apapun yang menyimpang dan mengalami kesempurnaan , konsentrasi yang cerah . Didalam Samadhi , pikirannya sangat mendambakan untuk berkeliaran , sehingga dia membiarkan pikiran halus nya terbang keluar saat dia secara rakus berusaha mencari demi petualangan . Pada saat itu iblis dari surga merebut kesempatan itu yang telah ditunggu . Jiwanya menguasai orang lain dan menggunakan dia sebagai juru bicara untuk membabarkan Sutra dan Dharma . Orang ini , tidak menyadari bahwa dia dikuasai iblis , mengaku dia telah mencapai Nirvana yang tak tertandingi . Ketika ia datang untuk melihat orang yang baik itu yang berusaha untuk berkeliaran , ia mengatur tempat duduk dan berbicara Dharma . Tubuh-Nya sendiri tidak mengubah penampilannya , tetapi mereka yang sedang mendengarkan Dharma tiba-tiba melihat diri mereka sendiri duduk diatas teratai permata dan seluruh tubuh mereka berubah menjadi gugusan cahaya ungu yang keemasan . Setiap orang di antara para pendengar mengalami keadaan itu dan merasa dia telah memperoleh sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya . Orang yang baik itu terpedaya dan tertipu dengan berpikir bahwa yang lainnya adalah seorang Bodhisattva. Nafsu dan kelalaian merusak pikirannya. Dia melanggar aturan-aturan moral sang Buddha dan diam-diam menuruti keinginan serakah nya . Orang lain itu gemar mengatakan bahwa para Buddha sedang muncul di dunia. Ia menegaskan bahwa di tempat tertentu orang tertentu sebenarnya adalah tubuh perubahan wujud dari seorang Buddha tertentu . Atau ia mengatakan bahwa orang tertentu seperti-dan-demikian adalah seorang Bodhisattva yang telah datang untuk mengajarkan manusia . Orang-orang yang menyaksikan ini dipenuhi dengan kekaguman . Pandangan menyimpang mereka berkembang biak , dan kebijaksanaan dari wahana mereka menjadi hancur .Ini adalah hantu kekeringan yang di usia tua nya telah menjadi iblis . Ia mengganggu dan membingungkan orang-orang yang baik . Tapi ketika ia bosan melakukannya , ia akan meninggalkan tubuh orang lain itu. Kemudian kedua-dua murid dan guru itu akan mendapat masalah dengan hukum . Anda harus menyadari hal ini sebelumnya dan tidak terjebak dalam siklus perpindahan . Jika Anda bingung dan tidak mengerti , Anda akan jatuh ke dalam neraka-neraka yang tanpa belas-kasihan . "

" Selanjutnya, di dalam kejelasan yang tanpa hambatan dan keheranan yang terjadi kemudian setelah Vedana Skandha menghilang , orang yang baik ini tidak terganggu oleh kondisi batin apapun yang menyimpang dan mengalami kesempurnaan , konsentrasi yang cerah . Didalam Samadhi , pikirannya sangat mendambakan kesatuan rohani , sehingga dia menjernihkan pikirannya yang terkonsentrasi saat dia secara rakus berusaha mencari demi persatuan . Pada saat itu iblis dari surga merebut kesempatan itu yang telah ditunggu . Jiwanya menguasai orang lain dan menggunakan dia sebagai juru bicara untuk membabarkan Sutra dan Dharma . Orang ini , tidak menyadari bahwa dia benar-benar dikuasai iblis, mengaku dia telah mencapai Nirvana yang tak tertandingi . Ketika ia datang untuk melihat orang yang baik itu yang berusaha mencari persatuan , ia mengatur tempat duduk dan berbicara Dharma . 'Tubuh-nya sendiri maupun tubuh orang-orang yang mendengarkan Dharma' tidak mengalami perubahan wujud luar apapun . Tapi dia membuat pikiran para pendengar menjadi ' tercerahkan ' sebelum mereka mendengarkan Dharma , sehingga mereka mengalami perubahan dalam setiap pikiran . Mereka mungkin memiliki pengetahuan tentang kehidupan masa lalu , atau pengetahuan tentang pikiran orang lain ' . Mereka mungkin melihat neraka atau mengetahui semua peristiwa yang baik dan yang jahat di alam manusia . Mereka mungkin berbicara syair gatha atau secara spontan melafalkan Sutra . Setiap orang bergembira dan merasa dia telah memperoleh sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya . Orang yang baik itu terpedaya dan tertipu dengan berpikir bahwa yang lainnya adalah seorang Bodhisattva . Pikirannya menjadi terjerat dalam cinta. Dia melanggar aturan-aturan moral sang Buddha dan diam-diam menuruti keinginan serakah nya. Dia gemar mengatakan bahwa ada Buddha yang lebih besar dan Buddha yang lebih kecil , Buddha sebelumnya dan Buddha sesudahnya; . bahwa di antara Mereka ada Buddha asli dan Buddha palsu; Buddha laki-laki dan Buddha perempuan; dan bahwa hal yang sama juga terjadi pada Bodhisattva. Ketika orang-orang menyaksikan ini , tekad awal mereka dicuci pergi jauh , dan mereka dengan mudah dibawa pergi jauh dengan pemahaman mereka yang salah. Ini adalah hantu hewan yang di usia tua nya telah menjadi iblis . Ia mengganggu dan membingungkan orang yang baik itu . Tapi ketika ia bosan melakukannya , ia akan meninggalkan tubuh orang lain itu . Kemudian kedua-dua murid dan guru itu akan mendapat masalah dengan hukum . Anda harus menyadari hal ini sebelumnya dan tidak terjebak dalam siklus perpindahan . Jika Anda bingung dan tidak mengerti , Anda akan jatuh ke dalam neraka-neraka yang tanpa belas-kasihan . "

" Selanjutnya, di dalam kejelasan yang tanpa hambatan dan keheranan yang terjadi kemudian setelah Vedana Skandha menghilang , orang yang baik ini tidak terganggu oleh kondisi batin apapun yang menyimpang dan mengalami kesempurnaan , konsentrasi yang cerah. Didalam Samadhi , pikirannya sangat mendambakan untuk mengetahui asal-usul dari benda , sehingga dia secara mendalam menyelidiki sifat alami dari benda-benda fisik dan perubahan nya dari awal sampai akhir . Dia memperkuat ketajaman pikirannya saat dia secara rakus berusaha mencari untuk menganalisa benda-benda . Pada saat itu iblis dari surga merebut kesempatan itu yang telah ditunggu . Jiwanya menguasai orang lain dan menggunakan dia sebagai juru bicara untuk membabarkan Sutra dan Dharma . Orang ini , tidak menyadari bahwa dia dikuasai iblis , mengaku dia telah mencapai Nirvana yang tak tertandingi . Ketika ia datang untuk melihat orang yang baik itu yang berusaha untuk mengetahui sumber dari benda-benda , ia mengatur tempat duduk dan berbicara Dharma . Tubuhnya memiliki kualitas batin yang mengagumkan yang menundukkan sang pencari itu . Dia membuat pikiran dari orang-orang yang berkumpul di samping tempat duduknya secara spontan tunduk , bahkan sebelum mereka telah mendengar Dharma . Dia berkata kepada semua orang-orang bahwa Nirvana , Bodhi , dan Dharmakāya sang Buddha ada di hadapan mereka dalam bentuk tubuh fisiknya sendiri . Dia mengatakan , " Memperanakan keturunan yang berturut-turut dari ayah dan anak dari generasi ke generasi adalah itu sendiri 'Dharmakāya (tubuh Dharma sang Buddha yang tak terbayangkan)' , yang adalah kekal permanen dan tidak pernah berakhir . Apa yang Anda lihat sekarang adalah seluruh 'Buddhaksetra (wilayah tanah suci Buddha)' . Tidak ada tempat tinggal murni yang lainnya atau ciri-ciri istimewa keemasan . " Orang-orang itu percaya dan menerima kata-katanya , melupakan tekad awal mereka . Mereka mempersembahkan kehidupan mereka , merasa mereka telah memperoleh sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya . Mereka semua tertipu dan bingung dengan berpikir dia adalah seorang Bodhisattva . Ketika mereka mengejar ide-idenya , mereka melanggar aturan-aturan moral sang Buddha dan diam-diam memanjakan keinginan serakah mereka. Ia gemar mengatakan bahwa mata , telinga , hidung , dan lidah adalah Tanah Suci itu , dan bahwa organ-organ laki-laki dan perempuan adalah tempat yang sesungguhnya dari Bodhi dan Nirvana . Orang-orang bodoh percaya kata-kata kotor ini . Ini adalah hantu beracun atau hantu mimpi buruk yang jahat yang didalam usia tua nya telah menjadi iblis . Ia mengganggu dan membingungkan orang yang baik itu . Tapi ketika ia bosan melakukannya , ia akan meninggalkan tubuh orang lain itu . Kemudian kedua-dua murid dan guru itu akan mendapat masalah dengan hukum . Anda harus menyadari hal ini sebelumnya dan tidak terjebak dalam siklus perpindahan . Jika Anda bingung dan tidak mengerti , Anda akan jatuh ke dalam neraka-neraka yang tanpa belas-kasihan . "

" Selanjutnya, di dalam kejelasan yang tanpa hambatan dan keheranan yang terjadi kemudian setelah Vedana Skandha menghilang , orang yang baik ini tidak terganggu oleh kondisi batin apapun yang menyimpang dan mengalami kesempurnaan , konsentrasi yang cerah. Didalam Samadhi , pikirannya sangat mendambakan 'pengungkapan/pemberitahuan' dari jauh , sehingga dia menuangkan semua kekuatannya ke dalam penyelidikan yang sangat bersemangat ini saat dia secara rakus berusaha mencari untuk tanggapan batin yang tak terlihat . Pada saat itu iblis dari surga merebut kesempatan itu yang telah ditunggu . Jiwanya menguasai orang lain dan menggunakan dia sebagai juru bicara untuk membabarkan Sutra dan Dharma . Orang ini , sama sekali tidak menyadari bahwa dia dikuasai iblis , mengaku dia telah mencapai Nirvana yang tak tertandingi . Ketika ia datang untuk melihat orang yang baik itu yang berusaha mencari pemberitahuan , ia mengatur tempat duduk dan berbicara Dharma . Dia secara singkat muncul dihadapan para pendengarnya dalam tubuh yang terlihat berumur seratus atau seribu tahun . Mereka mengalami cinta yang tercemar untuk dia dan tidak bisa berpisah dengan dia . Mereka secara pribadi bertindak sebagai pembantunya , tanpa kenal lelah membuat Empat Jenis Persembahan kepadanya . Setiap anggota dari perkumpulan majelis percaya bahwa orang ini adalah mantan guru-nya , penasehat asli-nya yang baik dan bijaksana . Mereka membangkitkan cinta untuk Dharma nya dan seakan terpaku menempel , merasa mereka telah memperoleh sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya . Orang yang baik itu terpedaya dan tertipu dengan berpikir yang lainnya adalah seorang Bodhisattva . Tertarik dengan pemikiran yang lain , ia menghancurkan ajaran sila moral sang Buddha dan diam-diam menuruti keinginan serakah nya . Ia gemar mengatakan , " dalam kehidupan masa lalu , dalam penitisan tertentu , saya menyelamatkan orang tertentu yang saat itu adalah istri saya ( atau kekasih saya , atau saudara saya ) . Sekarang saya telah datang untuk menyelamatkan anda lagi . Kami akan tinggal bersama-sama dan pergi ke dunia lain untuk membuat persembahan kepada Buddha tertentu . " Atau dia mungkin berkata , " Ada Surga Kecemerlangan Besar dimana Buddha sekarang tinggal berdiam . Ini adalah tempat peristirahatan dari semua Tathagata . " Orang bodoh percaya ocehannya dan kehilangan tekad asli mereka . Ini adalah hantu wabah penyakit yang di usia tua nya telah menjadi iblis . Ia mengganggu dan membingungkan orang yang baik itu . Tapi ketika ia bosan melakukannya , ia akan meninggalkan tubuh orang lain itu . Kemudian kedua-dua murid dan guru itu akan mendapat masalah dengan hukum . Anda harus menyadari hal ini sebelumnya dan tidak terjebak dalam siklus perpindahan . Jika Anda bingung dan tidak mengerti , Anda akan jatuh ke dalam neraka-neraka yang tanpa belas-kasihan . "

" Selanjutnya, di dalam kejelasan yang tanpa hambatan dan keheranan yang terjadi kemudian setelah Vedana Skandha menghilang , orang yang baik ini tidak terganggu oleh kondisi batin apapun yang menyimpang  dan mengalami kesempurnaan , konsentrasi yang cerah . Didalam Samadhi , pikirannya sangat mendambakan penyerapan Dhyana yang dalam, sehingga dia menahan diri dengan ketekunan yang penuh semangat dan suka tinggal berdiam di tempat-tempat terpencil saat dia secara rakus berusaha mencari untuk kedamaian dan kecukupan . Pada saat itu iblis dari surga merebut kesempatan itu yang telah ditunggu . Jiwanya menguasai orang lain dan menggunakan dia sebagai juru bicara untuk membabarkan Sutra dan Dharma . Orang ini , sama sekali tidak menyadari bahwa dia dikuasai iblis , mengaku dia telah mencapai Nirvana yang tak tertandingi . Ketika ia datang untuk melihat orang yang baik itu yang berusaha mencari pengetahuan , ia mengatur tempat duduk dan berbicara Dharma . Dia menyebabkan semua para pendengarnya untuk berpikir mereka tahu karma mereka dari masa lalu . Atau dia mungkin mengatakan kepada seseorang di sana , " kamu belum mati , tapi kamu telah menjadi hewan . " Lalu dia memerintahkan orang lain untuk menginjak 'ekor' orang pertama , dan tiba-tiba orang pertama itu tidak bisa berdiri . Pada saat itu , semua yang didalam perkumpulan majelis mencurahkan hati mereka dalam hormat dan kekaguman kepadanya . Jika seseorang memiliki pikiran , iblis itu menemukannya segera . Ia mendirikan praktek pertapaan kuat yang melewati ajaran sila moral sang Buddha . Ia memfitnah para Bhiksu , mencaci-maki perkumpulan muridnya , dan membongkar urusan orang tanpa takut pengejekan atau penolakan . Ia gemar meramalkan bencana dan peristiwa yang menguntungkan , dan ketika itu terjadi dia tidak salah sedikit pun . Ini adalah hantu dengan kekuatan besar yang di usia tua nya telah menjadi iblis . Ia mengganggu dan membingungkan orang yang baik itu . Tapi ketika ia bosan melakukannya , ia akan meninggalkan tubuh orang lain itu . Kemudian kedua-dua murid dan guru itu akan mendapat masalah dengan hukum . Anda harus menyadari hal ini sebelumnya dan tidak terjebak dalam siklus perpindahan . Jika Anda bingung dan tidak mengerti , Anda akan jatuh ke dalam neraka-neraka yang tanpa belas-kasihan. "

" Selanjutnya, di dalam kejelasan yang tanpa hambatan dan keheranan yang terjadi kemudian setelah Vedana Skandha menghilang , orang yang baik ini tidak terganggu oleh kondisi batin apapun yang menyimpang  dan mengalami kesempurnaan , konsentrasi yang cerah . Didalam Samadhi , pikirannya sangat mendambakan lebih banyak pengetahuan dan pemahaman , sehingga dia secara rajin bekerja keras memeriksa dan menyelidiki saat dia secara rakus berusaha mencari untuk mengetahui kehidupan lampau . Pada saat itu iblis dari surga merebut kesempatan itu yang telah ditunggu . Jiwanya menguasai orang lain dan menggunakan dia sebagai juru bicara untuk membabarkan Sutra dan Dharma . Orang ini, tidak menyadari bahwa dia dikuasai iblis , mengaku dia telah mencapai Nirvana yang tak tertandingi . Ketika ia datang untuk melihat orang yang baik itu yang berusaha mencari pengasingan , ia mengatur tempat duduk dan berbicara Dharma . Ada didalam perkumpulan majelis Dharma , secara misterius , orang itu mungkin mendapatkan mutiara berharga yang sangat besar . Iblis itu kadang-kadang bisa berubah menjadi binatang yang memegang mutiara di mulutnya , atau perhiasan lain , papan catatan bambu , catatan angka penghitungan , jimat , surat dan benda-benda yang tidak biasa lainnya . Iblis itu pertama-tama memberikan nya kepada orang itu, dan setelah itu menguasai dia . Atau dia mungkin menipu para pendengarnya dengan cara mengubur barang-barang berharga itu di bawah tanah dan kemudian mengatakan bahwa " mutiara cahaya bulan " sedang menerangi tempat . Oleh sebab itu para pendengar merasa mereka telah memperoleh sesuatu yang unik. Dia mungkin hanya makan tumbuh-tumbuhan obat dan tidak menyantap makanan yang siap . Atau dia mungkin hanya makan satu biji wijen dan satu biji gandum sehari dan masih terlihat kuat . Itu karena dia ditopang oleh kekuatan iblis . Ia memfitnah para Bhiksu dan mencaci-maki perkumpulan muridnya tanpa takut pengejekan atau penolakan . Ia suka berbicara tentang harta karun di lokasi lain , atau dari tempat-tempat terpencil dan tersembunyi di mana para orang bijak dan yang patut dihormati dari sepuluh penjuru tinggal berdiam . Mereka yang mengikutinya sering melihat orang-orang yang aneh dan tidak biasa . Ini adalah hantu atau mahluk halus dari hutan pegunungan , tanah bumi , kota , sungai , dan gunung-gunung yang di usia tua nya telah menjadi iblis . Orang yang dikuasainya itu mungkin menganjurkan persetubuhan bebas dengan siapa saja dan melanggar ajaran sila sang Buddha . Ia mungkin secara diam-diam menikmati lima nafsu keinginan dengan para pengikutnya . Atau ia mungkin tampak kuat , hanya memakan tanaman liar . Perilakunya adalah tidak menentu , dan ia mengganggu dan membingungkan orang yang baik itu . Tapi ketika iblis itu bosan , ia akan meninggalkan tubuh orang lain itu . Kemudian kedua-dua murid dan guru itu akan mendapat masalah dengan hukum. Anda harus menyadari hal ini sebelumnya dan tidak terjebak dalam siklus perpindahan . Jika Anda bingung dan tidak mengerti , Anda akan jatuh ke dalam neraka-neraka yang tanpa belas-kasihan. "

" Selanjutnya, di dalam kejelasan yang tanpa hambatan dan keheranan yang terjadi kemudian setelah Vedana Skandha menghilang , orang yang baik ini tidak terganggu oleh kondisi batin apapun yang menyimpang  dan mengalami kesempurnaan , konsentrasi yang cerah . Didalam Samadhi , pikirannya sangat mendambakan kekuatan batin dan segala macam perubahan wujud , sehingga dia menyelidiki sumber dari perubahan wujud saat dia secara rakus berusaha mencari untuk kekuatan batin . Pada saat itu iblis dari surga merebut kesempatan itu yang telah ditunggu . Jiwanya menguasai orang lain dan menggunakan dia sebagai juru bicara untuk membabarkan Sutra dan Dharma . Orang ini , benar-benar tidak menyadari bahwa dia dikuasai iblis , juga mengaku dia telah mencapai Nirvana yang tak tertandingi . Ketika ia datang untuk melihat orang yang baik itu yang berusaha mencari kekuatan batin , ia mengatur tempat duduk dan berbicara Dharma . Orang yang kesurupan itu bisa memegang api di tangannya dan , menangkap sebagian dari itu , menempatkan api di atas kepala masing-masing para pendengar didalam empat kali lipat perkumpulan majelis . Api itu yang di atas kepala mereka adalah beberapa kaki , namun mereka tidak panas dan tidak ada seorangpun yang terbakar . Atau dia mungkin berjalan di atas air seolah-olah di atas tanah kering. Atau dia dapat duduk tanpa bergerak di udara . Atau dia mungkin masuk ke dalam botol atau tinggal didalam tas . Atau dia dapat melewati kaca jendela dan dinding tanpa halangan . Hanya ketika diserang oleh senjata dia merasa gelisah. Dia menyatakan dirinya sebagai Buddha , dan mengenakan pakaian dari orang awam , dia menerima hormat menunduk dari para Bhiksu . Ia memfitnah meditasi Dhyana dan peraturan sila moral. Ia mencaci-maki murid-muridnya dan membongkar urusan orang tanpa takut diejek atau penolakan . Ia sering berbicara tentang kekuatan batin dan penguasaan diri , dan ia dapat menyebabkan orang untuk melihat penglihatan 'tanah suci Buddha (Buddha-ksetra)' tetapi itu tidak nyata dan timbul hanya dari kekuatan hantu itu untuk menipu orang . Ia memuji kegemaran mengumbar nafsu dan tidak menyalahkan perilaku cabul . Ia menggunakan cara yang senonoh untuk mengirimkan Dharma -nya. Ini adalah mahluk halus alam yang sangat kuat : mahluk halus gunung, mahluk halus laut, mahluk halus angin ,  mahluk halus sungai , mahluk halus tanah bumi , atau mahluk halus rumput dan pohon yang telah berkembang selama waktu yang panjang. Ia mungkin adalah naga-asura; atau rsi yang telah dilahirkan kembali sebagai asura, atau rsi lagi yang , setelah mencapai akhir waktu yang ditentukan , yang seharusnya telah mati , tapi tubuhnya tidak membusuk dan dimiliki oleh asura yang lain . Didalam usia tua nya ia telah menjadi iblis . Ia mengganggu dan membingungkan orang yang baik itu . Tapi ketika ia bosan melakukannya , ia akan meninggalkan tubuh orang lain itu . Kemudian kedua-dua murid dan guru akan mendapat masalah dengan hukum. Anda harus menyadari hal ini sebelumnya dan tidak terjebak dalam siklus perpindahan. Jika Anda bingung dan tidak mengerti , Anda akan jatuh ke dalam neraka-neraka yang tanpa belas-kasihan. "

" Selanjutnya, di dalam kejelasan yang tanpa hambatan dan keheranan yang terjadi kemudian setelah Vedana Skandha menghilang , orang yang baik ini tidak terganggu oleh kondisi batin apapun yang menyimpang  dan mengalami kesempurnaan , konsentrasi yang cerah . Didalam Samadhi , pikirannya sangat mendambakan untuk memasuki penghentian , sehingga dia menyelidiki sifat alami dari perubahan wujud saat dia secara rakus berusaha mencari untuk kekosongan yang mendalam . Pada saat itu iblis dari surga merebut kesempatan itu yang telah ditunggu . Jiwanya menguasai orang lain dan menggunakan dia sebagai juru bicara untuk membabarkan Sutra dan Dharma . Orang ini , tidak menyadari bahwa dia kerasukan iblis , mengaku dia telah mencapai Nirvana yang tak tertandingi . Ketika ia datang untuk melihat orang yang baik itu yang berusaha mencari kekosongan , ia mengatur tempat duduk dan berbicara Dharma . Di tengah perkumpulan majelis yang besar , bentuk tubuh fisiknya tiba-tiba menghilang , dan tidak seorang pun didalam perkumpulan majelis bisa melihatnya . Lalu entah dari mana , ia tiba-tiba muncul kembali . Ia bisa muncul dan menghilang sesuka hati , atau ia bisa membuat tubuhnya tembus transparan seperti kristal . Dari tangan dan kakinya ia melepaskan wangi aroma cendana , atau kotoran dan kencing nya mungkin manis seperti gula batu tebal . Ia memfitnah ajaran sila dan menghina mereka yang telah meninggalkan kehidupan rumah . Dia sering mengatakan bahwa tidak ada sebab dan tidak ada akibat , bahwa setelah kita mati , kita pergi untuk selamanya , bahwa tidak ada kehidupan setelah kematian , dan bahwa tidak ada orang biasa dan tidak ada orang bijaksana . Meskipun ia telah memperoleh keadaan keheningan yang kosong , ia diam-diam memanjakan nafsu keinginan serakah nya . Mereka yang menyerah pada nafsu nya juga memelihara pandangan-pandangan kekosongan nya dan menyangkal sebab dan akibat . Ini adalah intisari pokok yang telah dibuat selama gerhana matahari atau bulan . Setelah jatuh pada emas , batu giok , jamur langka , kuda bertanduk , burung api , kura-kura , atau bangau , intisari pokok itu memberkahi nya dengan kehidupan , sehingga tidak mati selama ribuan atau puluhan ribu tahun dan akhirnya menjadi mahluk halus. Ia kemudian terlahir kedalam wilayah ini dan di usia tua nya telah menjadi iblis .  Ia mengganggu dan membingungkan orang yang baik itu . Tapi ketika ia bosan melakukannya , ia akan meninggalkan tubuh orang lain itu . Kemudian kedua-dua murid dan guru akan mendapat masalah dengan hukum. Anda harus menyadari hal ini sebelumnya dan tidak terjebak dalam siklus perpindahan. Jika Anda bingung dan tidak mengerti , Anda akan jatuh ke dalam neraka-neraka yang tanpa belas-kasihan. "

" Selanjutnya, di dalam kejelasan yang tanpa hambatan dan keheranan yang terjadi kemudian setelah Vedana Skandha menghilang , orang yang baik ini tidak terganggu oleh kondisi batin apapun yang menyimpang dan mengalami kesempurnaan , konsentrasi yang cerah . Didalam Samadhi , pikirannya sangat mendambakan umur panjang , sehingga dia bekerja keras menyelidiki kehalusannya saat dia secara rakus berusaha mencari untuk keabadian . Dia ingin menyingkirkan kelahiran dan kematian dari tubuh , dan tiba-tiba dia berharap untuk mengakhiri kelahiran dan kematian dari pikiran juga, sehingga dia dapat tinggal berdiam selamanya didalam rupa bentuk halus . Pada saat itu iblis dari surga merebut kesempatan itu yang telah ditunggu . Jiwanya menguasai orang lain dan menggunakan dia sebagai juru bicara untuk membabarkan Sutra dan Dharma . Orang ini , tidak menyadari bahwa dia kerasukan iblis , mengaku dia telah mencapai Nirvana yang tak tertandingi . Ketika ia datang untuk melihat orang yang baik itu yang berusaha mencari umur panjang , ia mengatur tempat duduk dan berbicara Dharma . Ia gemar mengatakan bahwa ia bisa pergi ke berbagai tempat dan kembali tanpa halangan , mungkin melakukan perjalanan sepuluh ribu mil dan kembali dalam sekejap mata. Ia juga dapat membawa benda-benda kembali dari mana pun ia pergi . Atau ia mungkin memberitahu seseorang untuk berjalan dari satu ujung ruangan ke yang lain , jarak hanya beberapa langkah . Kemudian bahkan jika orang itu berjalan cepat selama bertahun-tahun , ia tidak bisa mencapai dinding . Oleh karena itu orang-orang percaya pada orang yang kerasukan iblis itu, dan secara keliru mempersamakan dia sebagai Buddha . Ia sering mengatakan , " Semua makhluk hidup di sepuluh penjuru adalah anak-anak saya . Saya melahirkan semua Buddha . Saya menciptakan dunia. Sayalah Buddha asli . Saya menciptakan dunia ini secara alami , bukan karena mengolah budidaya . Ini mungkin adalah 'Chamunda (mahluk halus perempuan yang pencemburu)' yang dikirim dari rombongan iblis di 'Surga Isvara (Surga Penguasa Kedaulatan)' , atau 'Pishacha (mahluk halus pemakan daya hidup)' yang berusia muda dari 'Surga Caturmaharajika (Surga Empat Raja Besar)' yang belum melahirkan tekad . Ia mengambil keuntungan dari kejelasan bercahaya milik orang itu dan memakan intisari pokok dan kekuatan nya . Atau mungkin tanpa harus bergantung pada seorang guru , sang pengolah budidaya secara pribadi melihat makhluk yang mengatakan kepadanya , " Saya seorang mahluk halus Vajra yang telah datang untuk memberikan kamu kehidupan yang panjang . " Atau makhluk itu merubah wujud dirinya sendiri menjadi wanita cantik dan melibatkan dia dalam kegilaan nafsu birahi , sehingga dalam setahun daya hidupnya menjadi habis . Dia berbicara pada dirinya sendiri , dan kepada siapa pun yang mendengarkan dia terdengar seperti asura. Orang-orang disekitarnya tidak menyadari apa yang sedang terjadi . Dalam kebanyakan kasus orang itu akan mendapat masalah dengan hukum . Tapi sebelum dia dihukum , dia akan mati karena kehabisan . Iblis itu mengganggu dan membingungkan orang itu hingga menuju kematian . Anda harus menyadari hal ini sebelumnya dan tidak terjebak dalam siklus perpindahan. Jika Anda bingung dan tidak mengerti , Anda akan jatuh ke dalam neraka-neraka yang tanpa belas-kasihan. "

" Ananda , Anda harus tahu bahwa di dalam jaman berakhirnya Dharma , sepuluh jenis dari iblis ini dapat meninggalkan kehidupan rumah untuk mengolah budidaya sang Jalan dalam Dharma Saya. Mereka mungkin merasuki orang lain , atau mereka mungkin menampakkan diri dalam berbagai bentuk . Mereka semuanya akan mengaku bahwa mereka telah mencapai 'Pengetahuan yang tepat dan menembus' dan 'Kesadaran' . Mereka memuji nafsu dan melanggar ajaran sila moral sang Buddha . Para guru iblis jahat dan para murid iblis itu yang Saya baru saja bahas mengirimkan ajaran mereka melalui kegiatan cabul. Mahluk halus yang  menyimpang itu mengambil alih pikiran para pengolah budidaya , dan setelah sedikitnya sembilan kehidupan atau sebanyak seratus turunan generasi , mereka mengubah para pengolah budidaya yang benar seluruhnya menjadi pengikut iblis . Ketika hidup mereka berakhir , mereka terikat untuk berakhir sebagai salah satu dari gerombolan iblis . Mereka akan kehilangan pengetahuan yang tepat dan yang menembus milik mereka dan jatuh ke dalam neraka-neraka yang tanpa belas-kasihan. "

" Anda belum perlu memasuki Nirvana . Meskipun Anda menyelesaikan pencapaian Anda ke tingkat yang melampaui diluar penelitian , terus bertahanlah pada sumpah Anda untuk memasuki jaman berakhirnya Dharma. Hasilkanlah kasih sayang yang besar untuk menyelamatkan dan mengambil seluruh makhluk hidup yang memiliki pikiran yang tepat dan keyakinan yang mendalam. Jangan biarkan mereka menjadi dikuasai iblis . Bantulah mereka bahkan untuk mencapai pengetahuan dan pandangan yang tepat . Saya telah membawa kamu keluar dari kelahiran dan kematian . Dengan memuliakan kata-kata sang Buddha , Anda akan membalas kebaikan sang Buddha . "

" Ananda , seluruh sepuluh dari keadaan-keadaan ini dapat terjadi didalam Dhyana saat upaya batin seseorang berinteraksi dengan 'Samjņā Skandha (Kumpulan ketiga - Pencerapan Pikiran)'. Makhluk hidup yang kusam dan bingung tidak memeriksa diri mereka sendiri. Menghadapi situasi seperti itu , di dalam kebingungan mereka, mereka gagal untuk mengenalinya dan mengatakan bahwa mereka telah menjadi orang bijak , sehingga mengucapkan kebohongan besar . Mereka akan jatuh ke dalam neraka-neraka yang tanpa belas-kasihan. Didalam jaman berakhirnya Dharma , setelah Nirvana Saya, Kalian semua harus menyampaikan ajaran-ajaran sang Tathagata , sehingga semua makhluk hidup dapat membangkitkan maknanya . Jangan biarkan iblis dari surga memiliki cara mereka . Berikanlah perlindungan sehingga semuanya dapat mencapai jalan yang tak tertandingi . "




Namo Buddhaya

" Ananda , ketika orang baik itu yang mengolah budidaya Samadhi telah mengakhiri Samjna Skandha, dia biasanya terbebas dari 'bermimpi dan pikiran menghayal' , sehingga dia tetap sama baik dalam bangun ataupun tidur . Pikirannya sadar , jelas, kosong . dan tenang , seperti langit tak berawan , tiada kesan rasa kasar. Dia merenungkan segala sesuatu di dunia - semua gunung , sungai , dan wilayah yang luas - sebagai cerminan dalam cermin yang terang , muncul tanpa kemelekatan dan menghilang tanpa jejak ; Mereka hanya diterima dan dicerminkan. Dia menyingkirkan dengan semua kebiasaan lamanya , dan hanya kebenaran pokok yang tetap tinggal. Dari titik ini , saat asal dari penghasilan dan penghancuran diungkapkan , dia akan benar-benar melihat semua dua belas kategori dari makhluk hidup di sepuluh penjuru. Meskipun dia belum memahami sumber dari kehidupan diri mereka masing-masing , dia akan melihat bahwa mereka berbagi dasar umum dari kehidupan, yang muncul sebagai 'khayalan pembayangan udara (fatamorgana)' - berkilauan dan bergejolak naik-turun - dan merupakan yang terakhir, titik yang sangat penting dari indera khayalan ilusi dan objek tujuan indera. Ini adalah wilayah dari bentuk-bentuk Skandha ."

" Setelah sifat alami mendasar dari gejolak naik-turun yang berkilauan ini kembali ke kejelasan aslinya , kebiasaannya akan berhenti , seperti gelombang ombak mereda menjadi jelas , air yang tenang. Ini adalah akhir dari bentuk-bentuk Skandha . Orang ini kemudian akan dapat mengatasi kekeruhan dari makhluk hidup . Merenungkan penyebab bentuk-bentuk Skandha , orang melihat bahwa pikiran palsu yang halus dan yang  tersembunyi adalah sumbernya ."

" Ananda , Anda harus tahu bahwa ketika orang baik seperti itu telah memperoleh pengetahuan yang tepat dalam praktek Shamatha nya , pikirannya tak bergerak , jelas , dan tepat, dan itu tidak bisa diganggu oleh sepuluh jenis iblis dari surga . Dia sekarang mampu dengan penuh perhatian dan sepenuhnya menyelidiki asal-usul semua kategori dari makhluk . Saat asal dari masing-masing kategori menjadi jelas , dia bisa merenungkan sumber dari gejolak naik-turun yang halus , cepat berlalu , dan meresap . Tapi jika dia mulai menebak tentang sumber yang meresap itu , dia bisa jatuh ke dalam kesalahan dengan dua ajaran yang mendalilkan ketiadaan dari penyebab .

" ( 1 ) Pertama , mungkin orang ini melihat tidak ada penyebab untuk asal usul dari kehidupan . Mengapa ? Karena sejak dia telah benar-benar menghancurkan cara kerja dari penghasilan , dia bisa , dengan cara dari delapan ratus pahala manfaat dari organ mata , melihat semua makhluk hidup didalam aliran pusaran dari karma selama delapan puluh ribu kalpa , mati di satu tempat dan terlahir kembali di tempat lain saat mereka menjalani perpindahan . Tapi dia tidak bisa melihat melampaui delapan puluh ribu kalpa. Oleh karena itu , dia menyimpulkan bahwa untuk delapan puluh ribu kalpa terakhir para makhluk hidup di sepuluh penjuru dari sini dan dunia lain telah datang menjadi ada tanpa sebab . Dikarenakan oleh tebakan ini , dia akan kehilangan pengetahuan yang tepat dan meresap , jatuh kedalam pandangan luar , dan menjadi bingung tentang sifat alami Bodhi .

" ( 2 ) Kedua , mungkin orang ini melihat tidak ada penyebab untuk akhir dari kehidupan. Dan mengapa? Karena sejak dia melihat asal usul kehidupan , dia percaya bahwa orang selalu terlahir sebagai orang dan burung selalu terlahir sebagai burung ; bahwa gagak telah selalu bewarna hitam dan angsa telah selalu bewarna putih; bahwa manusia dan dewa-dewa telah selalu berdiri tegak dan hewan telah selalu berjalan dengan empat kaki; bahwa keputihan yang tidak berasal dari dicuci dan kehitaman tidak datang dari dicelup pewarna; dan bahwa telah belum pernah ada ataupun akan ada perubahan apapun selama delapan puluh ribu kalpa. Dia mengatakan : " Seperti sekarang saya memeriksa sampai akhir hidup ini, saya menemukan hal yang sama berlaku . Bahkan , saya belum pernah melihat Bodhi , jadi bagaimana bisa ada hal seperti itu sebagai pencapaian Bodhi ? Anda sekarang harus menyadari bahwa tidak ada penyebab bagi keberadaan dari setiap gejala kejadian apapun . " Karena tebakan ini , dia akan kehilangan pengetahuan yang tepat dan meresap , jatuh kedalam pandangan luar, dan menjadi bingung tentang sifat alami Bodhi . Ini adalah ajaran luar yang pertama, dimana seseorang mendalilkan ketiadaan dari penyebab .

" Ananda , dalam praktek Samadhi nya , pikiran orang yang baik itu adalah tak bergerak , jelas, dan tepat dan tidak bisa lagi diganggu oleh iblis . Dia benar-benar dapat menyelidiki asal-usul semua kategori dari makhluk dan merenungkan sumber dari gejolak naik-turun yang halus , cepat berlalu , dan tetap konstan . Tetapi jika dia mulai menebak tentang keteguhan meresap nya , dia bisa jatuh ke dalam kesalahan dengan empat ajaran dari keabadian yang meresap .

" ( 1 ) Pertama , saat orang ini benar-benar menyelidiki pikiran dan keadaan nya , dia dapat menyimpulkan bahwa keduanya tanpa sebab . Melalui pengolahan budidayanya , dia tahu bahwa dalam dua puluh ribu kalpa , saat makhluk hidup di sepuluh penjuru menjalani putaran tak berujung dari penghasilan dan kehancuran , mereka tidak pernah dimusnahkan . Oleh karena itu , dia menebak bahwa pikiran dan keadaannya adalah kekal abadi .

" ( 2 ) Kedua , saat orang ini benar-benar menyelidiki sumber dari empat unsur , dia mungkin menyimpulkan bahwa mereka adalah kekal abadi didalam sifat alami . Melalui pengolahan budidaya nya , dia tahu bahwa dalam empat puluh ribu kalpa , saat makhluk hidup di sepuluh penjuru menjalani penghasilan dan kehancuran , zat mereka ada secara kekal abadi dan tidak pernah dimusnahkan . Oleh karena itu , dia menebak bahwa situasi ini adalah kekal abadi.

" ( 3 ) Ketiga , saat orang ini benar-benar menyelidiki indera keenam, manas , dan kesadaran yang menangkap dan menerima , dia menyimpulkan bahwa asal-usul dari pikiran , kecerdasan , dan kesadaran adalah kekal abadi . Melalui pengolahan budidaya nya , dia tahu bahwa dalam delapan puluh ribu kalpa , saat semua makhluk hidup di sepuluh penjuru berputar dalam perpindahan , asal ini tidak pernah hancur dan ada secara kekal abadi . Menyelidiki asal yang tak dapat dihancurkan ini , dia menebak bahwa itu adalah kekal abadi .

" ( 4 ) Keempat , sejak orang ini telah mengakhiri sumber dari pikiran , tidak ada lagi alasan bagi mereka untuk muncul. Didalam keadaan mengalir , menghentikan , dan memutar , pikiran yang berpikir -- yang merupakan penyebab dari penghasilan dan penghancuran -- sekarang telah berhenti selamanya , dan sehingga dia secara alami berpikir bahwa ini adalah keadaan dari tiada penghasilan dan tiada kehancuran. Sebagai hasil dari penalaran seperti itu, dia menebak bahwa keadaan ini adalah kekal abadi .

" Dikarenakan oleh tebakan keabadian ini , dia akan kehilangan pengetahuan yang tepat dan meresap , jatuh kedalam pandangan luar , dan menjadi bingung tentang sifat alami Bodhi . Ini adalah ajaran luar yang kedua , di mana seseorang mendalilkan peresapan dari keabadiaan ."

" Selanjutnya, dalam praktek Samadhi nya , pikiran orang yang baik itu adalah kuat, tak bergerak , dan tepat dan tidak bisa lagi diganggu oleh iblis . Dia benar-benar dapat menyelidiki asal-usul semua kategori dari makhluk dan merenungkan sumber dari gejolak naik-turun yang halus , cepat berlalu , dan tetap konstan . Tetapi jika dia mulai menebak tentang diri dan orang lain , dia bisa jatuh ke dalam kesalahan dengan ajaran dari 'ketidakkekalan sebagian' dan 'keabadian sebagian' berdasarkan empat pandangan terbalik .

" ( 1 ) Pertama , saat orang ini merenungkan pikiran yang sangat terang yang meresap meliputi sepuluh penjuru , dia menyimpulkan bahwa keadaan ini dari keheningan-tenang yang mendalam adalah batin diri yang tertinggi . Kemudian dia menebak , " Batin diri saya , yang terselesaikan , cerah , dan tak bergerak , meresap meliputi sepuluh penjuru . Semua makhluk hidup berada didalam pikiran saya , dan di sana mereka lahir dan mati dengan sendirinya . Oleh karena itu , pikiran saya adalah kekal abadi , sementara mereka yang mengalami kelahiran dan kematian ada benar-benar ketidakabadian . "

" ( 2 ) Kedua , daripada merenungkan pikirannya sendiri , orang ini merenungkan didalam sepuluh penjuru dunia-dunia yang sebanyak butiran pasir Sungai Gangga ' . Dia menganggap sebagai yang akhirnya tidak kekal dunia-dunia yang berada di dalam kalpa dari pembusukan , dan sebagai yang akhirnya kekal dunia-dunia yang tidak didalam kalpa dari pembusukan .

" ( 3 ) Ketiga , orang ini secara teliti memeriksa pikirannya sendiri dan menemukan nya menjadi halus dan misterius , seperti butiran halus dari debu yang berterbangan berputar-putar di sepuluh penjuru , tidak berubah didalam sifat alami . Namun dapat menyebabkan tubuhnya untuk dihasilkan dan kemudian dihancurkan . Dia menganggap bahwa sifat alami yang tidak bisa dihancurkan sebagai sifat alami nya yang hakiki kekal abadi , dan bahwa yang mengalami kelahiran dan kematian dan mengalir keluar dari dia sebagai yang tidak kekal abadi .

" ( 4 ) Keempat , mengetahui bahwa Samjņā Skandha telah berakhir dan melihat aliran dari bentuk-bentuk Skandha , orang ini menebak bahwa aliran yang terus-menerus dari bentuk-bentuk Skandha adalah kekal abadi , dan bahwa Rupa Skandha , Vedana Skandha , dan Samjna Skandha yang telah berakhir adalah tidak kekal abadi .

" Dikarenakan oleh tebakan-tebakan ini tentang ketidakabadian dan keabadian , dia akan jatuh kedalam pandangan luar dan menjadi bingung tentang sifat alami Bodhi . Ini adalah ajaran luar yang ketiga , di mana seseorang mendalilkan keabadian sebagian .

" Selanjutnya, dalam praktek Samadhi nya, pikiran orang yang baik itu adalah kuat, tak bergerak , dan tepat dan tidak bisa lagi diganggu oleh iblis . Dia benar-benar dapat menyelidiki asal-usul semua kategori dari makhluk dan merenungkan sumber dari gejolak naik-turun yang halus , cepat berlalu , dan tetap konstan . Tetapi jika dia mulai menebak tentang pembuatan dari perbedaan tertentu , dia bisa jatuh ke dalam kesalahan dengan empat ajaran keterbatasan .

" ( 1 ) Pertama , orang ini menebak bahwa asal dari kehidupan mengalir dan fungsi-fungsi yang tak henti-hentinya . Dia menilai bahwa masa lalu dan masa depan adalah terbatas dan bahwa kelangsungan dari pikiran adalah tak terbatas .

" ( 2 ) Kedua , saat orang ini merenungkan jarak waktu dari delapan puluh ribu kalpa , dia bisa melihat para makhluk hidup; tetapi yang terdahulu lebih awal dari delapan puluh ribu kalpa adalah masa waktu dari keheningan-tenang di mana dia tidak bisa mendengar atau melihat apa-apa. Dia menganggap sebagai yang tak terbatas 'masa waktu itu' yang dimana tidak ada yang terdengar atau terlihat , dan sebagai yang terbatas 'jarak waktu itu' yang di mana para makhluk hidup terlihat ada.

" ( 3 ) Ketiga , orang ini menebak bahwa 'pengetahuan yang meresap' milik dirinya sendiri adalah tak terbatas dan bahwa semua orang lain muncul didalam kesadarannya . Namun , karena dia sendiri belum pernah melihat-merasakan sifat alami dari kesadaran-kesadaran mereka , dia berkata mereka belum memperoleh pikiran yang tak terbatas , tetapi hanya memiliki satu yang terbatas .

" ( 4 ) Keempat , orang ini benar-benar menyelidiki bentuk-bentuk Skandha ke titik yang itu menjadi kosong . Berdasarkan pada apa yang dia lihat , dalam pikirannya dia menebak bahwa setiap dan segala makhluk hidup , di dalam tubuh yang diberikan milik mereka , adalah setengah hidup dan setengah mati . Dari sini dia menyimpulkan bahwa segala sesuatu didalam dunia ini adalah setengah terbatas dan setengah tak terbatas .

" Dikarenakan oleh tebakan-tebakan ini tentang yang terbatas dan yang tidak terbatas , dia akan jatuh kedalam pandangan luar dan menjadi bingung tentang sifat alami Bodhi . Ini adalah ajaran luar yang keempat , di mana seseorang mendalilkan keterbatasan .

" Selanjutnya, dalam praktek Samadhi nya , pikiran orang yang baik itu adalah kuat, tak bergerak , dan tepat dan tidak bisa lagi diganggu oleh iblis . Dia benar-benar dapat menyelidiki asal-usul semua kategori dari makhluk dan merenungkan sumber dari gejolak naik-turun yang halus , cepat berlalu , dan tetap konstan . Tetapi jika dia mulai menebak tentang apa yang dia tahu dan lihat , dia bisa jatuh ke dalam kesalahan dengan empat penyimpangan , ajaran-ajaran palsu , yang adalah total tebakan berdasarkan pada cara berpikir yang menyesatkan dari keabadian .

" ( 1 ) Pertama , orang ini merenungkan sumber dari perubahan wujud . Melihat gerakan dan aliran , dia mengatakan ada perubahan . Melihat kelanjutan yang terus-menerus , dia mengatakan ada keteguhan tetap . Dimana dia bisa melihat sesuatu , dia mengatakan ada penghasilan . Dimana dia tidak bisa melihat apa-apa , dia mengatakan ada penghancuran . Dia mengatakan bahwa 'kelanjutan terus-menerus yang tak terputus dari penyebab' meningkat dan bahwa 'jeda didalam kelanjutan terus-menerus' menurun . Dia mengatakan bahwa munculnya segala sesuatu adalah keberadaan dan bahwa lenyapnya segala sesuatu adalah ketiadaan. Cahaya dari akal alasan menunjukkan bahwa penerapan pikirannya telah menyebabkan pandangan yang tidak tetap konsisten . Jika seseorang datang untuk mencari Dharma , bertanya tentang maknanya , dia menjawab , " saya hidup dan mati , ada dan tidak ada , meningkat dan menurun . " Dia selalu berbicara dengan cara yang membingungkan , menyebabkan orang itu untuk melupakan apa yang akan ia katakan .

" ( 2 ) Kedua , orang ini dengan penuh perhatian merenungkan pikirannya dan menemukan bahwa segala sesuatu adalah tidak ada. Dia memiliki pencapaian kesadaran berdasarkan pada ketiadaan . Ketika ada orang datang untuk menanyakannya pertanyaan , dia menjawab dengan hanya satu kata . Dia hanya mengatakan " tidak . " Selain dari mengatakan " tidak , " dia tidak berbicara .

" ( 3 ) Ketiga , orang ini dengan penuh perhatian merenungkan pikirannya dan menemukan bahwa segala sesuatu adalah ada. Dia memiliki pencapaian kesadaran berdasarkan pada keberadaan . Ketika ada orang datang untuk menanyakannya pertanyaan , dia menjawab dengan hanya satu kata . Dia hanya mengatakan " ya . " Selain dari mengatakan "ya , " dia tidak berbicara .

" ( 4 ) Keempat , orang ini melihat keberadaan dan ketiadaan . Mengalami percabangan ini , pikirannya menjadi bingung . Ketika ada orang datang untuk mengajukan pertanyaan, dia mengatakan kepada mereka , " Keberadaan juga ketiadaan . Tetapi didalam ketiadaan tidak ada keberadaan . " Ini semua adalah cara berpikir yang menyesatkan dan tidak berdiri di bawah pemeriksaan yang teliti .

" Dikarenakan oleh tebakan-tebakan ini, yang adalah cara berpikir menyesatkan yang kosong , dia akan jatuh kedalam pandangan luar dan menjadi bingung tentang sifat alami Bodhi . Ini adalah ajaran luar yang kelima , di mana seseorang mendalilkan empat penyimpangan , ajaran-ajaran palsu yang adalah total tebakan berdasarkan pada cara berpikir yang menyesatkan dari keabadian .

" Selanjutnya, dalam praktek Samadhi nya , pikiran orang yang baik itu adalah kuat, tak bergerak , dan tepat dan tidak bisa lagi diganggu oleh iblis . Dia benar-benar dapat menyelidiki asal-usul semua kategori dari makhluk dan merenungkan sumber dari gejolak naik-turun yang halus , cepat berlalu , dan tetap konstan. Tetapi jika dia mulai menebak tentang aliran arus yang tak berujung , dia bisa jatuh ke dalam kesalahan dengan gagasan ide yang membingungkan bahwa 'bentuk-bentuk rupa' ada setelah kematian. Dia mungkin sangat mengenali dengan tubuhnya dan mengatakan bahwa bentuk rupa adalah dirinya sendiri ; atau dia mungkin menganggap dirinya sebagai yang sempurna meliputi seluruh dunia dan mengatakan bahwa dia mengandung bentuk rupa; atau dia mungkin menganggap semua kondisi luar sebagai yang bergantung pada dirinya sendiri dan mengatakan bahwa bentuk rupa adalah milik dia; atau dia mungkin bertekad bahwa dia mengandalkan pada kelangsungan bentuk-bentuk Skandha dan mengatakan bahwa dia berada didalam bentuk rupa. Didalam semua tebakan-tebakan ini, dia mengatakan bahwa 'bentuk rupa' ada setelah kematian . Mempertimbangkan bolak-balik dengan cara ini , dia datang dengan enam belas kasus dari keberadaan dari bentuk . Lalu dia mungkin menebak bahwa penderitaan adalah selalu penderitaan , dan Bodhi adalah selalu Bodhi, dan dua itu ada secara berdampingan tanpa bertentangan satu sama lain ."

" Karena tebakan-tebakan ini tentang apa yang ada setelah kematian , dia akan jatuh kedalam pandangan luar dan menjadi bingung tentang sifat alami Bodhi . Ini adalah ajaran luar yang keenam , yang mendalilkan ajaran-ajaran yang membingungkan tentang keberadaan 'bentuk rupa' setelah kematian didalam alam dari Panca Skandha ."

" Selanjutnya, dalam praktek Samadhi nya , pikiran orang yang baik itu adalah kuat, tak bergerak , dan tepat, dan tidak bisa lagi diganggu oleh iblis . Dia benar-benar dapat menyelidiki asal-usul semua kategori dari makhluk dan merenungkan sumber dari gejolak naik-turun yang halus , cepat berlalu , dan tetap konstan. Tetapi jika dia mulai menebak tentang Rupa Skandha ,  Vedana Skandha , dan Sanjna Skandha , yang telah sepenuhnya berakhir , dia bisa jatuh ke dalam kesalahan dengan ide gagasan yang membingungkan bahwa 'bentuk rupa' tidak ada setelah kematian .

" Melihat bahwa wujud rupa nya menghilang , bentuk tubuh fisik dia nampaknya tanpa penyebab. Saat dia merenungkan ketiadaan pikiran , tidak ada pada pikirannya yang bisa menjadi melekat . Mengetahui bahwa perasaannya menghilang , dia tidak memiliki keterlibatan lebih lanjut apapun. Skandha itu telah lenyap . Meskipun masih ada beberapa yang datang menjadi ada , tidak ada perasaan atau pikiran , dan dia menyimpulkan bahwa dia adalah seperti rumput atau kayu . Karena kualitas-kualitas itu tidak ada pada saat ini , bagaimana bisa ada keberadaan dari 'bentuk rupa' setelah kematian? Dikarenakan oleh pemeriksaan nya dan perbandingan nya , dia memutuskan bahwa setelah kematian tidak ada keberadaan . Memperluas ide gagasan itu , dia datang dengan delapan kasus dari ketiadaan dari bentuk rupa . Dari itu, dia mungkin menebak bahwa 'Nirvana' dan 'sebab' dan 'akibat' semuanya adalah kosong , bahwa mereka hanyalah nama-nama belaka yang pada akhirnya tidak ada . Dikarenakan oleh tebakan-tebakan itu bahwa 'bentuk-bentuk rupa' tidak ada setelah kematian , dia akan jatuh kedalam pandangan luar dan menjadi bingung tentang sifat alami Bodhi . Ini adalah ajaran luar yang ketujuh , yang mendalilkan ajaran-ajaran yang membingungkan dari ketiadaan dari bentuk rupa setelah kematian didalam alam dari Panca Skandha ."

" Selanjutnya, dalam praktek Samadhi nya , pikiran orang yang baik itu adalah kuat, tak bergerak , dan tepat dan tidak bisa lagi diganggu oleh iblis . Dia benar-benar dapat menyelidiki asal-usul semua kategori dari makhluk dan merenungkan sumber dari gejolak naik-turun yang halus , cepat berlalu , dan tetap konstan. Dalam keadaan ini dimana bentuk-bentuk Skandha tetap tinggal , tetapi Vedana Skandha dan Sanjna Skandha menghilang , jika dia mulai menebak bahwa ada keberadaan dan ketidakberadaan , demikian bertentangan dengan dirinya sendiri, dia bisa jatuh ke dalam kesalahan dengan ajaran membingungkan yang menyangkal keberadaan dan ketidakberadaan setelah kematian . Mengenai 'Rupa (bentuk)' , 'Vedana (perasaan)' , dan 'Samjna (tanggapan pemikiran)' , dia melihat bahwa keberadaan tidak benar-benar ada. Dalam aliran bentuk-bentuk Skandha , dia melihat bahwa 'ketidakberadaan' tidak benar-benar 'ketidakberadaan' . Mengingat bolak-balik dengan cara ini , dia benar-benar menyelidiki alam skandha ini dan memperoleh delapan kali lipat penolakan dari bentuk rupa. Tidak peduli Skandha apapun yang disebutkan , dia mengatakan bahwa setelah kematian, itu tidak 'ada' maupun tidak 'tidak-ada'. Selanjutnya , karena dia menebak bahwa semua 'bentuk-bentuk formasi' adalah berubah dalam sifat alami , suatu "wawasan" yang berkedip dalam pikirannya , membawanya untuk memperoleh penolakan dari kedua-dua 'keberadaan' dan 'ketidakberadaan' . Dia tidak bisa menentukan apa yang tidak nyata dan apa yang nyata . Dikarenakan oleh tebakan-tebakan ini yang menolak 'keberadaan' dan 'ketidakberadaan' setelah kematian , masa depan adalah keruh padanya dan dia tidak bisa mengatakan apa-apa tentang hal itu . Oleh karena itu , dia akan jatuh kedalam pandangan luar dan menjadi bingung tentang sifat alami Bodhi . Ini adalah ajaran luar yang kedelapan , yang mendalilkan ajaran-ajaran yang membingungkan yang menolak 'keberadaan' dan 'ketidakberadaan' didalam alam dari Panca Skandha ."

" Selanjutnya, dalam praktek Samadhi nya , pikiran orang yang baik itu adalah kuat, tak bergerak , dan tepat dan tidak bisa lagi diganggu oleh iblis . Dia benar-benar dapat menyelidiki asal-usul semua kategori dari makhluk dan merenungkan sumber dari gejolak naik-turun yang halus , cepat berlalu , dan tetap konstan. Tetapi jika dia mulai menebak bahwa tidak ada 'keberadaan' setelah kematian , dia bisa jatuh ke dalam kesalahan dengan tujuh ajaran dari berhentinya keberadaan. Dia mungkin menebak bahwa tubuh akan tidak ada lagi; atau bahwa ketika 'nafsu keinginan' telah berakhir , ada berhentinya keberadaan; atau bahwa setelah penderitaan telah berakhir , ada berhentinya keberadaan; atau ketika kebahagiaan mencapai titik akhir , ada berhentinya keberadaan; atau ketika penolakan mencapai titik akhir , ada berhentinya keberadaan. Mempertimbangkan bolak-balik dengan cara ini , dia secara mendalam menyelidiki batas dari tujuh tempat itu dan melihat bahwa mereka telah 'berhenti menjadi' dan tidak akan ada lagi . Dikarenakan oleh tebakan-tebakan ini bahwa keberadaan berhenti setelah kematian , dia akan jatuh kedalam pandangan luar dan menjadi bingung tentang sifat alami Bodhi . Ini adalah ajaran luar yang kesembilan , yang mendalilkan ajaran-ajaran yang membingungkan dari berhentinya 'keberadaan' setelah kematian didalam alam dari Panca Skandha ."

" Selanjutnya, dalam praktek Samadhi nya , pikiran orang yang baik itu adalah kuat, tak bergerak , dan tepat dan tidak bisa lagi diganggu oleh iblis . Dia benar-benar dapat menyelidiki asal-usul semua kategori dari makhluk dan merenungkan sumber dari gejolak naik-turun yang halus , cepat berlalu , dan tetap konstan. Tetapi jika dia mulai menebak tentang keberadaan setelah kematian , dia bisa jatuh ke dalam kesalahan dengan lima ajaran Nirvana. Dia mungkin menganggap 'Surga dari alam nafsu keinginan' perlindungan sejati , karena dia merenungkan kecerahan yang luas dan merindukan untuk itu; atau dia mungkin berlindung di Dhyana pertama , karena disana sifat alaminya bebas dari kekhawatiran; atau dia mungkin berlindung di Dhyana kedua , karena disana pikirannya bebas dari penderitaan , atau dia mungkin berlindung di Dhyana ketiga , karena dia bersukacita dalam kegembiraannya yang tertinggi; atau dia mungkin berlindung di Dhyana keempat , beralasan bahwa penderitaan dan kebahagiaan keduanya berakhir di sana dan bahwa dia tidak akan lagi mengalami perpindahan. Surga-surga ini tunduk pada arus keluar , tetapi dalam kebingungannya dia berpikir bahwa mereka tidak berkondisi; dan dia mengambil lima keadaan dari keheningan-tenang menjadi tempat perlindungan dari kemurnian tertinggi. Mempertimbangkan bolak-balik dengan cara ini , dia memutuskan bahwa lima keadaan ini adalah terakhir. Dikarenakan oleh tebakan-tebakan ini tentang lima jenis dari Nirvana langsung , dia akan jatuh kedalam pandangan luar dan menjadi bingung tentang sifat alami Bodhi . Ini adalah ajaran luar yang kesepuluh , yang mendalilkan ajaran-ajaran yang membingungkan dari lima jenis Nirvana langsung didalam alam dari Panca Skandha ."

" Ananda , seluruh sepuluh dari penjelasan yang gila ini dapat terjadi didalam Dhyana saat upaya batin seseorang berinteraksi dengan bentuk-bentuk Skandha . Itulah mengapa " wawasan pengetahuan yang dalam" muncul. Makhluk hidup yang kusam dan bingung tidak menilai diri mereka sendiri . Menghadapi situasi seperti itu , mereka keliru mempersamakan kebingungan mereka untuk memahami dan mengatakan bahwa mereka telah menjadi orang bijak , sehingga mengucapkan kebohongan yang besar . Mereka akan jatuh ke dalam neraka-neraka yang tanpa belas-kasihan. Setelah Nirvana Saya, kalian semua harus menyampaikan ajaran-ajaran sang Tathagata , mengirimkan dan mengungkapkannya kepada mereka yang berada di zaman berakhirnya Dharma , sehingga para makhluk hidup di mana-mana bisa terbangkitkan pada Kebenaran ini . Jangan biarkan iblis muncul dalam pikiran mereka dan menyebabkan mereka untuk melakukan pelanggaran berat . Berikanlah perlindungan sehingga pandangan yang menyimpang akan termusnahkan . Ajarkan mereka untuk terbangkitkan pada prinsip-prinsip sejati dalam tubuh dan pikiran , sehingga mereka tidak menyimpang dari 'Jalan yang tak tertandingi' . Jangan biarkan mereka mengingini dan berpuas dengan pencapaian yang kecil . Anda harus menjadi Raja Pencerahan Yang Besar dan mengabdi sebagai Panduan dari Kemurnian ."

" Ananda , ketika orang yang baik itu , di dalam mengolah budidaya Samadhi , telah mengakhiri bentuk-bentuk Skandha , gejolak naik-turun yang halus, cepat berlalu - yang dalam, yang tak terlihat , sumber yang sangat penting dan landasan umum dari mana semua kehidupan didalam dunia muncul - adalah tiba-tiba dilenyapkan . Di dalam jaringan yang terendam hukuman Karma dari Pudgala , gema karma terganggu . Ada baru saja mau menjadi penyinaran cahaya besar di langit Nirvana . Itu adalah seperti menatap arah timur saat suara kokokan terakhir dari ayam jantan untuk melihat cahaya terang fajar yang sudah sedang muncul. Enam indera adalah kosong dan hening-tenang; tidak ada perlombaan lebih lanjut. Di dalam dan di luar ada Kecerahan yang mendalam. Dia masuk tanpa memasuki. Dengan memahami keaslian sumber kehidupan dari dua belas kategori makhluk di seluruh sepuluh penjuru arah, dia bisa merenungkan sumber itu tanpa ditarik ke salah satu kategori itu . Dia sudah menjadi sama persis dengan alam-alam dari sepuluh penjuru. Cahaya terang itu tidak pudar , dan apa yang tidak jelas dan tersembunyi menjadi terungkap . Ini adalah wilayah dari Vijnana Skandha .

" Jika dia sudah menjadi sama persis dengan kumpulan isyarat , dia mungkin melenyapkan kepribadian dari enam gerbang dan berhasil dalam menyatukan dan membuka mereka . Penglihatan dan pendengaran menjadi tersambung sehingga mereka berfungsi secara bergantian dan murni . Dunia dari sepuluh penjuru dan tubuh nya sendiri dan pikiran nya adalah terang dan tembus pandang seperi Vaidurya . Ini adalah akhir dari Vijnana Skandha . Orang ini kemudian dapat melampaui kekeruhan masa hidup . Merenungkan penyebab dari Vijnana Skandha , Kita melihat bahwa 'penolakan keberadaan' dan 'penolakan ketiadaan' kedua-duanya adalah tidak nyata , dan bahwa pikiran palsu yang terbalik adalah sumbernya ."

" Ananda , Anda harus tahu bahwa orang yang baik itu telah benar-benar melihat bentuk-bentuk Skandha sebagai kekosongan , dan dia harus mengembalikan kesadaran ke sumbernya . Dia telah mengakhiri penghasilan dan kehancuran , tapi dia belum menyempurnakan keajaiban yang halus dari keheningan-tenang yang terakhir . Dia dapat menyebabkan organ indera sendiri dari tubuhnya untuk bersatu dan terbuka. Dia juga memiliki kesadaran yang menembus-meresap dari semua kategori dari makhluk di sepuluh penjuru . Karena kesadaran nya adalah menembus-meresap , dia bisa masuk ke sumber yang sempurna . Tapi jika dia menganggap apa yang dia sedang kembalikan sebagai penyebab dari yang tetap permanen sejati dan mengartikan ini sebagai keadaan yang tertinggi , dia akan jatuh ke dalam kesalahan dari mempertahankan penyebab itu . Kapila Sankhyan , dengan ajaran tentang kembali ke kebenaran dari yang tidak nyata ini , akan menjadi temannya. Bingung tentang Bodhi dari para Buddha , dia akan kehilangan pengetahuan dan pemahamannya ."

" Ini adalah keadaan yang pertama , di mana dia menciptakan tempat yang untuk kembali , didasarkan pada ide-gagasan bahwa ada sesuatu untuk dicapai . Dia menyimpang jauh dari penembusan yang sempurna dan mengarahkan punggungnya pada Kota dari Nirvana , sehingga menabur benih ajaran luar."

" Selanjutnya , Ananda , orang yang baik itu telah benar-benar melihat bentuk-bentuk Skandha sebagai kekosongan . Dia telah mengakhiri penghasilan dan kehancuran , tapi dia belum menyempurnakan keajaiban yang halus dari keheningan-tenang yang terakhir . Dia mungkin menganggap bahwa apa yang dia sedang kembalikan sebagai tubuhnya sendiri dan melihat semua makhluk hidup dalam dua belas kategori di seluruh ruang angkasa sebagai yang mengalir keluar dari tubuhnya . Jika dia mengartikan ini sebagai keadaan yang tertinggi , dia akan jatuh ke dalam kesalahan mempertahankan bahwa dia memiliki kemampuan yang dia tidak benar-benar miliki . Mahesvara , yang menyatakan wujud tubuh nya yang tak terbatas , akan menjadi temannya . Bingung tentang Bodhi dari para Buddha , dia akan kehilangan pengetahuan dan pemahamannya ."

" Ini adalah keadaan yang kedua , di mana dia menciptakan kemampuan tertentu yang didasarkan pada ide-gagasan bahwa dia memiliki kemampuan seperti itu . Dia menyimpang jauh dari penembusan yang sempurna dan mengarahkan punggungnya pada Kota dari Nirvana , sehingga menabur benih untuk dilahirkan didalam 'Surga Kebanggaan Besar' dimana 'diri' dianggap yang meresap-meliputi semua dan yang sempurna ."

" Selanjutnya, orang yang baik itu telah benar-benar melihat bentuk-bentuk Skandha sebagai kekosongan . Dia telah mengakhiri penghasilan dan kehancuran , tapi dia belum menyempurnakan keajaiban yang halus dari keheningan-tenang yang terakhir. Jika dia menganggap apa yang sedang dia kembalikan sebagai tempat berlindung , dia akan menduga bahwa tubuh dan pikirannya muncul dari sana , dan bahwa segala sesuatu di sepuluh penjuru dari ruang agkasa muncul dari sana juga . Dia akan menjelaskan bahwa tempat itu dari mana segala sesuatu muncul keluar adalah tubuh yang benar-benar kekal permanen , yang tidak tunduk pada penghasilan dan kehancuran . Sementara masih didalam penghasilan dan kehancuran , dia terlalu awal menganggap bahwa dia tinggal di dalam keabadian . karena dia tertipu tentang 'Tiada penghasilan' , dia juga bingung tentang penghasilan dan kehancuran . Dia tenggelam dalam kebingungan . Jika dia mengartikan ini sebagai keadaan yang tertinggi , dia akan jatuh ke dalam kesalahan menganggap apa yang tidak kekal permanen menjadi yang kekal permanen . Dia akan menebak bahwa 'Dewa Kedaulatan ( Isvara deva )' adalah temannya . Bingung tentang Bodhi dari para Buddha , dia akan kehilangan pengetahuan dan pemahamannya ."

" Ini adalah keadaan yang ketiga , di mana dia membuat tebakan palsu yang didasarkan pada ide-gagasan bahwa ada tempat berlindung. Dia menyimpang jauh dari penembusan yang sempurna dan mengarahkan punggungnya pada Kota dari Nirvana , sehingga menabur benih pandangan yang menyimpang dari kesempurnaan ."

" Selanjutnya, orang yang baik itu telah benar-benar melihat bentuk-bentuk Skandha sebagai kekosongan . Dia telah mengakhiri penghasilan dan kehancuran , tapi dia belum menyempurnakan keajaiban yang halus dari keheningan-tenang yang terakhir. Berdasarkan pada idenya bahwa ada kesadaran semesta, dia merumuskan teori bahwa semua tanaman dan pohon di sepuluh penjuru adalah kesadaran, tidak berbeda dari manusia . Dia menegaskan bahwa tanaman dan pohon bisa menjadi orang , dan bahwa ketika orang-orang meninggal mereka kembali menjadi tanaman dan pohon di sepuluh penjuru . Jika dia menganggap ide-gagasan ini dari yang tak terbatas, kesadaran semesta menjadi yang tertinggi , dia akan jatuh ke dalam kesalahan mempertahankan bahwa apa yang tidak menyadari memiliki kesadaran . Vasishtha dan Sainika , yang mempertahankan ide-gagasan dari kesadaran yang luas meliputi banyak hal , akan menjadi teman-temannya . Bingung tentang Bodhi dari para Buddha , dia akan kehilangan pengetahuan dan pemahamannya ."

" Ini adalah keadaan yang keempat , di mana dia menciptakan pengartian keliru yang didasarkan pada gagasan bahwa ada kesadaran semesta. Dia menyimpang jauh dari penembusan yang sempurna dan mengarahkan punggungnya pada Kota dari Nirvana, sehingga menabur benih pandangan yang menyimpang dari kesadaran ."

" Selanjutnya, orang yang baik itu telah benar-benar melihat bentuk-bentuk Skandha sebagai kekosongan . Dia telah mengakhiri penghasilan dan kehancuran , tapi dia belum menyempurnakan keajaiban yang halus dari keheningan-tenang yang terakhir. Jika dia telah mencapai kepandaian yg beraneka ragam dalam perpaduan yang sempurna dan fungsi yang bisa dipertukarkan dari organ indera , dia mungkin menebak bahwa segala sesuatu muncul dari perubahan wujud yang sempurna ini. Dia kemudian mencari cahaya dari api , merasa senang dalam kemurnian dari air , mencintai putaran arus angin , dan merenungkan penjelmaan dari tanah bumi . Dia memuja dan melayani mereka semua . Dia menganggap unsur-unsur duniawi menjadi penyebab yang mendasar dan menganggap mereka menjadi kekal abadi . Dia kemudian akan jatuh ke dalam kesalahan menganggap apa yang bukan penghasilan menjadi penghasilan . Kashyapa dan Brahmana yang berusaha untuk melampaui kelahiran dan kematian dengan rajin melayani api dan menyembah air akan menjadi teman-temannya . Bingung tentang Bodhi dari para Buddha , dia akan kehilangan pengetahuan dan pemahamannya."

" Ini adalah keadaan yang kelima , di mana dia dengan bingung mengejar unsur-unsur itu , menciptakan penyebab palsu yang mengarah ke cita-cita palsu berdasarkan pada tebakan tentang kemelekatannya untuk menyembah. Dia menyimpang jauh dari penembusan yang sempurna dan mengarahkan punggungnya pada Kota dari Nirvana, sehingga menabur benih pandangan yang menyimpang dari perubahan wujud."

" Selanjutnya, orang yang baik itu telah benar-benar melihat bentuk-bentuk Skandha sebagai kekosongan . Dia telah mengakhiri penghasilan dan kehancuran , tapi dia belum menyempurnakan keajaiban yang halus dari keheningan-tenang yang terakhir . Dia mungkin menebak bahwa ada kekosongan didalam kecerahan yang sempurna , dan berdasarkan pada itu dia menyangkal 'perubahan wujud yang banyak sekali', menganggap 'penghentian abadi mereka' sebagai perlindungan dia. Jika dia mengartikan ini sebagai keadaan yang tertinggi , dia akan jatuh ke dalam kesalahan menganggap apa yang bukan perlindungan untuk menjadi tempat berlindung. Mereka yang tinggal berdiam di dalam Shunyata di 'Surga dari Bukan Pikiran ataupun Tidak Bukan Pikiran' akan menjadi teman-temannya . Bingung tentang Bodhi dari para Buddha , dia akan kehilangan pengetahuan dan pemahamannya."

" Ini adalah keadaan yang keenam , di mana dia menyadari keadaan kekosongan yang didasarkan pada ide-gagasan kekosongan di dalam kecerahan yang sempurna . Dia menyimpang jauh dari penembusan yang sempurna dan mengarahkan punggungnya pada Kota dari Nirvana, sehingga menabur benih pandangan dari pembinasaan ."


Terakhir diubah oleh skipper tanggal Fri Feb 21, 2014 12:21 am, total 30 kali diubah

skipper

Jumlah posting : 439
Join date : 27.11.08
Age : 28

Lihat profil user http://aryamahayana.forumup.com

Kembali Ke Atas Go down

Om Muni Muni Maha Muniye Svaha

Post by skipper on Thu Jan 23, 2014 11:35 pm

" Selanjutnya, orang yang baik itu telah benar-benar melihat bentuk-bentuk Skandha sebagai kekosongan . Dia telah mengakhiri penghasilan dan kehancuran , tapi dia belum menyempurnakan keajaiban yang halus dari keheningan-tenang yang terakhir. Di dalam keadaan dari kekal-permanen yang sempurna , dia mungkin memperkuat tubuhnya , berharap untuk hidup dalam waktu yang lama di dalam kondisi yang halus dan yang sempurna tanpa kematian. Jika dia mengartikan ini sebagai keadaan yang tertinggi , dia akan jatuh ke dalam kesalahan karena serakah untuk sesuatu yang tak bisa dicapai . Asita dan mereka yang mencari umur panjang akan menjadi teman-temannya . Bingung tentang Bodhi dari para Buddha , dia akan kehilangan pengetahuan dan pemahamannya .

" Ini adalah keadaan yang ketujuh , di mana dia menciptakan penyebab palsu dari memperkuat dan bercita-cita untuk keberadaan duniawi yang kekal permanen , berdasarkan pada kemelekatannya dengan sumber kehidupan. Dia menyimpang jauh dari penembusan yang sempurna dan mengarahkan punggungnya pada Kota dari Nirvana, sehingga menabur benih untuk pikiran palsu dari memperpanjang hidup .

" Selanjutnya, orang yang baik itu telah benar-benar melihat bentuk-bentuk Skandha sebagai kekosongan. Dia telah mengakhiri penghasilan dan kehancuran , tapi dia belum menyempurnakan keajaiban yang halus dari keheningan-tenang yang terakhir. Saat dia merenungkan perhubungan dari semua kehidupan , dia ingin mempertahankan kesenangan duniawi dan takut itu akan berakhir . Terperangkap dalam pikiran ini , dia akan , dengan kekuatan perubahan wujud, duduk sendiri di sebuah istana bunga teratai, membayangkan dalam pikirannya kelimpahan tujuh benda berharga , meningkatkan pengiringnya dari wanita cantik , dan menikmati pikirannya . Jika dia mengartikan ini sebagai keadaan yang tertinggi , dia akan jatuh ke dalam kesalahan menganggap apa yang bukan kebenaran sebagai kebenaran . Vignakara akan menjadi temannya . Bingung tentang Bodhi dari para Buddha , dia akan kehilangan pengetahuan dan pemahamannya."

" Ini adalah keadaan yang kedelapan , di mana dia mendirikan hasil dari terlibat di dalam kesenangan duniawi , berdasarkan pada penyebab dari pikirannya nya yang menyimpang. Dia menyimpang jauh dari penembusan yang sempurna dan mengarahkan punggungnya pada Kota dari Nirvana, sehingga menabur benih untuk menjadi iblis dari surga."

" Selanjutnya, orang yang baik itu telah benar-benar melihat bentuk-bentuk Skandha sebagai kekosongan. Dia telah mengakhiri penghasilan dan kehancuran , tapi dia belum menyempurnakan keajaiban yang halus dari keheningan-tenang yang terakhir . Dalam pemahaman nya pada kehidupan , dia membedakan yang halus dan yang kasar dan menentukan yang benar dan yang salah . Tapi dia hanya mencari tanggapan dalam saling pembayaran dari sebab dan akibat , dan dia mengarahkan punggungnya pada Jalan Kemurnian . Dalam praktek dari melihat penderitaan , menghilangkan pengumpulan , mencapai penghentian , dan mengolah budidaya sang Jalan , dia tinggal berdiam didalam penghentian dan berhenti di sana , tidak membuat kemajuan yang lebih lanjut . Jika dia mengartikan ini sebagai keadaan yang tertinggi , dia akan jatuh dan tetap menjadi Sravaka. Sangha yang tidak terpelajar dan mereka yang terlalu besar kebanggaan akan menjadi teman-temannya . Bingung tentang Bodhi dari para Buddha , dia akan kehilangan pengetahuan dan pemahamannya ."

" Ini adalah keadaan yang kesembilan , di mana dia bercita-cita menuju hasil penghentian , berdasarkan pada menyempurnakan pikiran yang mencari tanggapan . Dia menyimpang jauh dari penembusan yang sempurna dan mengarahkan punggungnya pada Kota dari Nirvana, sehingga menabur benih untuk menjadi terjerat di dalam kekosongan ."

" Selanjutnya, orang yang baik itu telah benar-benar melihat bentuk-bentuk Skandha sebagai kekosongan. Dia telah mengakhiri penghasilan dan kehancuran , tapi dia belum menyempurnakan keajaiban yang halus dari keheningan-tenang yang terakhir. Dalam penyatuan sempurna , yang murni , pencerahan yang terang itu , saat dia menyelidiki keajaiban yang mendalam , dia mungkin menganggapnya menjadi Nirvana dan gagal untuk membuat kemajuan lebih lanjut . Jika dia mengartikan ini sebagai keadaan yang tertinggi , dia akan jatuh dan tetap menjadi PratyekaBuddha . Mereka yang tercerahkan oleh kondisi dan mereka yang tercerahkan sendiri yang tidak mengubah pikiran mereka untuk ke Mahayana akan menjadi teman-temannya . Bingung tentang Bodhi dari para Buddha , dia akan kehilangan pengetahuan dan pemahamannya ."

" Ini adalah keadaan yang kesepuluh , di mana dia menyadari hasil dari kecerahan yang mendalam yang berdasarkan pada menyatukan pikiran dengan pencerahan sempurna . Dia menyimpang jauh dari penembusan yang sempurna dan mengarahkan punggungnya pada Kota dari Nirvana, sehingga menabur benih karena tidak bisa melampaui kemelekatan menuju kecerahan dari pencerahan sempurna ."

" Ananda , sepuluh keadaan dari Dhyana ini adalah disebabkan oleh penjelasan tebakan yang gila sepanjang jalan . Mengandalkan pada mereka , sang pengolah budidaya menjadi bingung dan mengaku telah mencapai kesadaran lengkap sebelum benar-benar telah mencapainya . Semua keadaan-keadaan ini adalah hasil dari interaksi antara Vijnana Skandha dan upaya batinnya. Makhluk hidup yang kusam dan bingung tidak menilai diri mereka sendiri. Menghadapi situasi seperti itu , pikiran mereka dibingungkan dengan kesukaan masing-masing dan kebiasaan masa lalu , sehingga mereka berhenti untuk beristirahat di dalam apa yang mereka anggap menjadi perlindungan utama . Mereka mengaku telah sepenuhnya mencapai Bodhi yang tak tertandingi, sehingga mengucapkan kebohongan besar . Setelah pembalasan karma mereka sebagai pengikut ajaran luar dan iblis yang menyimpang berakhir , mereka akan jatuh ke dalam neraka-neraka yang tanpa belas-kasihan . Para Sravaka dan para PratyekaBuddha itu tidak bisa membuat kemajuan lebih lanjut . "

" Kalian semua harus menghargai tekad untuk mempertahankan Jalan Tathagata . Setelah Nirvana Saya, sebarkan 'Dharmaparyaya (Pintu Dharma)' ini kepada mereka yang berada didalam jaman berakhirnya Dharma , sebabkan seluruh makhluk hidup untuk terbangkitkan pada maknanya. Jangan biarkan 'iblis pandangan' menyebabkan mereka untuk menciptakan pelanggaran berat mereka sendiri dan jatuh. Lindungi , berikan kenyamanan, dan penuh kasih selamatkan mereka dan hilangkan kondisi jahat. Aktifkan mereka untuk memasuki pengetahuan dan pemahaman para Buddha dengan tubuh dan pikiran sehingga dari awal sampai pencapaian akhir mereka tidak pernah tersesat. Itu adalah dengan mengandalkan Dharmaparyaya ini bahwa para Tathagata dari masa lalu, yang sebanyak atom dari alam semesta dalam banyak kalpa sebanyak butiran pasir sungai Gangga, telah menyebabkan hati Mereka terbuka dan mencapai Jalan Yang Tak tertandingi. "

" Ketika Vijnana Skandha berakhir , organ indra Anda saat ini akan berfungsi bergantian. Di dalam fungsi yang bergantian itu , Anda akan mampu memasuki Kebijaksanaan Vajra kering milik Bodhisattva. Di dalam pikiran Anda yang sempurna , terang , murni , akan ada perubahan wujud. Ini akan seperti Vaidurya murni yang berisi bulan berharga , dan dengan cara itu Anda akan melampaui Sepuluh Keyakinan , Sepuluh Tempat Kediaman, Sepuluh Latihan , Sepuluh Pemindahan, Empat Latihan Tambahan , Sepuluh Tingkat Bhumi (Dasabhumi) yang seperti Vajra dari Latihan Bodhisattva , dan Kecerahan Sempurna dari Pencerahan yang sama. Anda akan memasuki laut Tathagata dari perhiasan yang menakjubkan , menyempurnakan pengolahan Bodhi , dan kembali ke keadaan dari tanpa pencapaian . "

" Ini adalah keadaan Iblis Mara yang halus bahwa semua Bhagavan Buddha, dari masa lalu , melihat dengan kejelasan tercerahkan milik Mereka ketika berada didalam keadaan dari Shamatha-vipashyana . Jika Anda 'bisa mengenali keadaan iblis Mara ketika ia muncul' dan 'membasuh kotoran dalam pikiran Anda' , Anda tidak akan jatuh ke dalam kesalahan dengan pandangan menyimpang . Para Iblis Skandha akan menghilang lambat laun, dan para iblis dari surga akan dilenyapkan. Para hantu yang perkasa dan mahluk halus akan kehilangan kecerdasan mereka dan melarikan diri. Dan para mahluk halus dari sungai dan bukit akan tidak berani menunjukkan diri mereka lagi . Anda akan langsung tiba di Bodhi tanpa kelelahan sedikitpun , maju berkembang dari posisi yang lebih rendah ke Nirvana yang besar tanpa menjadi bingung atau putus-asa . "

" Jika ada makhluk hidup di zaman berakhirnya Dharma yang bergembira di dalam mengolah budidaya Samadhi , tetapi yang bodoh dan kusam , yang gagal mengenali pentingnya Dhyana , atau yang belum mendengar Dharma yang dibicarakan , Anda harus peduli agar jangan sampai mereka terjebak di dalam cara-cara yang menyimpang . Anda harus dengan pikiran tunggal menasihati mereka untuk menegakkan Mantra Dharani Puncak sang Buddha . Jika mereka tidak bisa membacanya dari ingatan , mereka harus menulisnya dan meletakkannya didalam ruangan meditasi Dhyana atau memakaikan pada orang-orang mereka. Maka tidak ada iblis yang akan bisa mengganggu mereka . "

" Anda harus menghormati 'pola pikir akhir dari pengolahan budidaya yang utama ini' dan 'kemajuan oleh para Tathagata di sepuluh penjuru'. "

Ananda kemudian bangkit dari tempat duduk Nya . Setelah mendengar ajaran sang Buddha , Dia membungkuk dan dengan hormat menegakkan itu, mengingat setiap kata dan tidak melupakan apapun . Kemudian sekali lagi di dalam perkumpulan majelis yang besar Dia berbicara kepada sang Buddha , " Sang Buddha telah memberitahukan kepada Kami bahwa dalam perwujudan dari Panca Skandha , ada lima macam dari kepalsuan yang berasal dari pikiran yang berpikir milik Kami sendiri . Kami belum pernah diberkati dengan ajaran yang demikian halus dan indah seperti yang Tathagata kini telah berikan. Selanjutnya, apakah kelima Skandha dilenyapkan semua pada waktu yang sama , atau mereka dipadamkan secara berurutan ? Apa batas-batas dari lima lapisan ini ? Kami hanya berharap Tathagata , dari kasih sayang yang besar , akan menjelaskan hal ini dalam rangka untuk memurnikan mata dan menerangi pikiran dari orang-orang di dalam perkumpulan majelis yang besar, dan dalam rangka untuk menjadi mata pembimbing bagi makhluk hidup dari masa depan . "

Sang Buddha berkata kepada Ananda , " Intisari penting , kebenaran, kecerahan yang indah menakjubkan dan kemurnian sempurna dari pencerahan dasar tidak menerima kelahiran dan kematian , maupun kekotoran duniawi , atau bahkan ruang angkasa kosong itu sendiri . Semua ini ditimbulkan karena pikiran yang palsu . Sumber dari pencerahan dasar, yang adalah sangat terang , benar, dan murni , secara palsu menimbulkan dunia material , seperti Yajnadatta menjadi bingung tentang kepalanya ketika ia melihat bayangannya sendiri . Kepalsuan pada dasarnya tidak memiliki penyebab , tetapi di dalam pikiran yang salah , Anda mendirikan sebab dan kondisi . Tetapi mereka yang bingung tentang 'prinsip dari sebab dan kondisi' menyebutnya spontanitas. Bahkan ruang angkasa kosong adalah ciptaan ilusi . Berapa banyak yang lebih juga penyebab dan kondisi dan spontanitas , yang adalah hanya tebakan yang dibuat oleh pikiran palsu dari makhluk hidup."

" Ananda , jika Anda merasakan kemunculan dari kepalsuan , Anda dapat berbicara tentang penyebab dan kondisi dari kepalsuan itu. Tetapi jika kepalsuan tidak memiliki sumber , Anda harus mengatakan bahwa penyebab dan kondisi dari kepalsuan itu pada dasarnya tidak memiliki sumber. Berapa banyak lagi kasus ini bagi mereka yang gagal untuk memahami hal ini dan menganjurkan spontanitas. Oleh karena itu, Tathagata telah menjelaskan kepada Anda bahwa penyebab mendasar dari semua Panca Skandha adalah pikiran yang palsu. "

" Penyebab awal tubuh Anda adalah pikiran pada bagian dari orang tua Anda . Tapi jika Anda tidak menghibur setiap pemikiran dalam pikiran Anda sendiri, Anda tidak akan pernah dilahirkan . Ini adalah dengan cara dari pikiran bahwa kehidupan diabadikan . Seperti yang sudah Saya katakan sebelumnya, ketika Anda memanggil ke pikiran 'rasa cuka' , mulut Anda berair . ketika Anda berpikir sedang berjalan di sepanjang tebing jurang yang curam , telapak kaki Anda menyengat. Karena tebing itu tidak ada dan tidak ada cuka apapun, bagaimana bisa mulut Anda berair saat hanya menyebutkan cuka , jika itu bukan kasus bahwa tubuh Anda berasal dari kepalsuan, oleh karena itu , Anda harus tahu bahwa 'tubuh fisik (rupakaya)' Anda disebabkan oleh jenis pertama dari pikiran palsu , yang ditandai dengan kepadatan. "

" Seperti dijelaskan sebelumnya , hanya berpikir tentang sebuah tempat yang tinggi memang bisa menyebabkan tubuh Anda untuk tersengat dan merasa sakit . Dikarenakan oleh penyebab itu, perasaan timbul dan mempengaruhi tubuh fisik Anda , sehingga saat ini Anda mengejar perasaan yang menguntungkan dan ditolak oleh perasaan yang berlawanan. Dua jenis dari perasaan ini yang memaksa Anda adalah yang dihasilkan oleh jenis kedua dari pikiran yang palsu, yang ditandai dengan kejelasan yang menyesatkan. "

" Setelah pikiran anda muncul , itu dapat mengendalikan tubuh Anda . Karena tubuh Anda tidak sama dengan pikiran Anda , namun , mengapa bahwa tubuh Anda mengikuti pikiran Anda dan terlibat dalam setiap jenis dari memahami objek tujuan ? Sebuah pikiran muncul dan tubuh menangkap dalam menanggapi pikiran itu . Ketika Anda terjaga , pikiran Anda berpikir . Ketika Anda tidur , Anda bermimpi . Jadi pemikiran Anda diaduk untuk melihat situasi palsu . Ini adalah jenis ketiga dari pikiran yang palsu , yang ditandai dengan saling keterkaitan . "

" Proses perubahan wujud tidak pernah berhenti; mereka berkembang melalui perubahan yang halus: kuku menjadi panjang , rambut Anda tumbuh , kekuatan melemah , dan kulit Anda menjadi keriput. Siang dan malam proses itu berlanjut , namun Anda tidak pernah menyadari mereka. Jika hal-hal ini bukan bagian dari Anda, Ananda , lalu mengapa tubuh Anda terus berubah? Dan jika mereka benar-benar bagian dari Anda, maka mengapa Anda tidak menyadarinya ? Bentuk-bentuk Skandha Anda terus berlanjut dalam pikiran demi pikiran tanpa berhenti .Ini adalah jenis keempat dari pikiran yang palsu, yang dicirikan sebagai yang halus dan tersembunyi."

" Akhirnya, jika keadaan yang murni , terang, jelas , dan yang tidak bergerak milik Anda bersifat kekal-permanen , maka seharusnya tidak ada penglihatan , pendengaran , kesadaran atau pengetahuan dalam tubuh Anda . Jika itu adalah asli murni dan benar, itu seharusnya tidak mengandung kebiasaan dan kepalsuan. Bagaimana itu terjadi, kemudian, bahwa setelah melihat beberapa hal yang tidak biasa di masa lalu , Anda akhirnya melupakannya dari waktu ke waktu , sampai tidak ada ingatan ataupun kelupaan dari itu bersisa; tetapi kemudian , setelah tiba-tiba melihat hal yang tidak biasa itu lagi , Anda mengingatnya dengan jelas dari sebelumnya tanpa satu perincian yang diabaikan ? Bagaimana Anda bisa memperhitungkan penyerapan yang terjadi di dalam pikiran setelah berpikir dalam kesadaran yang murni , jelas, dan tak bergerak ini? Ananda , Anda harus tahu bahwa keadaan dari kejelasan ini adalah tidak nyata . Itu adalah seperti air yang mengalir cepat yang muncul diam-tenang diatas permukaan . Dikarenakan oleh kecepatan nya yang sangat cepat , Anda tidak bisa melihat aliran itu , tapi itu tidak berarti itu tidak mengalir . Jika ini bukanlah sumber dari pikiran , maka bagaimana seseorang dapat tunduk pada kebiasaan palsu ? Jika Anda tidak membuka dan menyatukan enam indrera Anda sehingga mereka berfungsi bergantian , pikiran yang palsu ini tidak akan pernah berhenti. Itulah mengapa penglihatan , pendengaran , kesadaran , dan pengetahuan Anda saat ini dirangkai bersama-sama oleh kebiasaan yang halus , sehingga dalam kejelasan yang mendalam , 'keberadaan' dan 'tiada keberadaan' keduanya adalah ilusi. Ini adalah jenis kelima dari keterbalikan , pikiran teliti yang halus . "

" Ananda, 'Panca Skandha dari penerimaan ini' berkembang dengan lima macam pikiran yang palsu. Anda juga ingin tahu kedalaman dan ruang lingkup dari masing-masing alam. Bentuk rupa dan kekosongan adalah perbatasan dari 'Rupa (bentuk)'. Hubungan dan pemisahan adalah perbatasan dari 'Vedana (perasaan)'. Mengingat dan melupakan adalah perbatasan dari 'Sanjna (pikiran/pencerapan)'. Penghancuran dan penghasilan adalah perbatasan dari 'Samskara (bentuk-bentuk pikiran)'. 'Kemurnian yang mendalam' masuk untuk bersatu dengan kemurnian yang mendalam milik perbatasan dari Vijnana (kesadaran). "

" Pada sumber mereka , Panca Skandha ini muncul di dalam lapisan . Kemunculan mereka adalah dikarenakan oleh kesadaran . Penghentian mereka dimulai dengan pelenyapan bentuk . Anda mungkin memiliki kebangkitan yang mendadak pada prinsip itu, pada titik mana mereka semua secara bersamaan lenyap. Namun dalam hal khusus, mereka dilenyapkan tidak sekaligus , tetapi secara berurutan . Saya telah memperlihatkan kepada Anda simpul yang diikat didalam kain Karpasa. Apa yang Anda tidak mengerti , yang menyebabkan Anda untuk bertanya tentang hal itu lagi ? "

" Anda harus mendapatkan pemahaman teliti yang menyeluruh tentang asal-usul pikiran yang palsu ini dan kemudian mengirimkan pemahaman Anda kepada para pengolah budidaya di jaman berakhirnya Dharma. Biarkan mereka mengenali kepalsuan ini dan secara alami menimbulkan penolakan yang mendalam untuk itu . Biarkan mereka mengetahui Nirvana sehingga mereka tidak akan berlama-lama didalam Triloka . "

" Ananda , seandainya ada orang yang mempersembahkan jumlah besar tujuh benda berharga yang mengisi ruang angkasa di dalam sepuluh penjuru untuk para Buddha yang sebanyak butiran atom alam semesta , dengan penuh perhatian melayani dan membuat persembahan kepada Mereka tanpa membiarkan sejenak waktu pergi dengan sia-sia. Apakah Anda berpikir orang ini akan menuai banyak berkat dari membuat persembahan semacam itu kepada para Buddha ? "

Ananda menjawab , " Karena ruang angkasa adalah yang tak terbatas , benda-benda yang berharga itu akan tak terbatas . Di masa lalu , seseorang memberi kepada sang Buddha tujuh koin dan akibatnya terlahir kembali sebagai Raja Cakravartin dalam kehidupan berikutnya. Adapun orang ini yang kini mengisi semua ruang angkasa dan semua Buddha-ksetra (Wilayah Buddha) dengan persembahan benda-benda berharga yang tidak dapat diperhitungkan melalui kalpa yang tak berujung , bagaimana bisa ada batas untuk berkat-berkat dia ? "

Sang Buddha berkata kepada Ananda , " Semua Buddha , Tathagata , mengucapkan kata-kata yang tidak palsu . Mungkin ada orang lain yang telah secara pribadi melakukan Empat Pelanggaran Besar dan Sepuluh Parajika sehingga , dalam sekejap , dia harus melewati neraka Avichi di dalam dunia ini dan dunia lain , sampai dia telah melewati semua neraka-neraka yang tanpa belas-kasihan di sepuluh penjuru tanpa terkecuali . Dan namun , jika dia bisa menjelaskan Dharmaparyaya (Pintu Dharma) ini untuk bahkan hanya spasi dari pemikiran kepada mereka yang berada di dalam jaman berakhirnya Dharma yang belum mempelajarinya , 'rintangan dia dari pelanggaran' akan dimusnahkan dalam menanggapi pikiran itu , dan semua neraka di mana dia menjalani penderitaan akan menjadi wilayah kedamaian dan kebahagiaan . Berkat yang akan dia dapatkan akan melampaui 'itu yang dari orang yang disebutkan sebelumnya' oleh ratusan dari ribuan dari jutaan dari miliaran kali , memang dengan begitu banyaknya bahwa tidak ada perhitungan atau persamaan yang bisa mengungkapkannya . Ananda , jika makhluk hidup mampu membacakan Sutra ini dan menjunjung Mantra ini , Saya tidak bisa membayangkan didalam kalpa yang tak berujung betapa besar keuntungan itu akan menjadi. Mengandalkan pada Ajaran yang telah Saya katakan . Mengolah sesuai dengan itu , dan Anda akan langsung mencapai Bodhi tanpa menghadapi karma iblis mara. "

Ketika sang Buddha selesai mengucapkan Sutra ini, para Bhiksu , Bhikshuni , Upasaka , Upasika , dan semua Dewa , Manusia , dan Asura di dunia ini , serta semua Bodhisattva , Sravaka , PratyekaBuddha , Rsi , dan pemuda murni dari arah lain , dan hantu dan mahluk halus perkasa dari tekad awal, semuanya merasa gembira , memberi hormat , dan menarik diri.


Namah Sarva Buddha Bodhisattvebhyah.
Namo Stu Buddhaya
Namo Triratna







Terakhir diubah oleh skipper tanggal Sat Mar 01, 2014 7:24 pm, total 7 kali diubah

skipper

Jumlah posting : 439
Join date : 27.11.08
Age : 28

Lihat profil user http://aryamahayana.forumup.com

Kembali Ke Atas Go down

Namo Stu Buddhaya Om Ah Hum

Post by skipper on Fri Feb 21, 2014 11:46 pm

Sebentar lagi versi PDF akan segera di danakan. Terima kasih.

Om Awighnam Astu Namo Buddhaya

skipper

Jumlah posting : 439
Join date : 27.11.08
Age : 28

Lihat profil user http://aryamahayana.forumup.com

Kembali Ke Atas Go down

Re: Suramgama Usnisa Sitatapatra Suttram

Post by Sponsored content Today at 7:14 am


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik