Samantabhadrotsahana Parivartah Dharmaparyaya Suttram

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Samantabhadrotsahana Parivartah Dharmaparyaya Suttram

Post by skipper on Sat Nov 29, 2008 10:52 pm

SUTTA BUNGA TERATAI DARI KESAKTIAN HUKUM KESUNYATAAN YANG MENAKJUBKAN

BAB 26


NASEHAT SANG BODHISATTVA SAMANTABHADRA

Pada saat itu, Sang Bodhisattva Samanta Bhadra dengan kekuatan saktiNya yang sempurna,agung dan tenar,dengan ditemani oleh para Bodhisattva yang terkemuka,yang tak terbatas,tak terhingga, dan tak terhitung jumlahNya,datang dari kawasan sebelah timur.Negeri-negeri yang Ia lalui semuanya bergoncangan,bunga-bunga teratai berhias manikam bertaburan turun dan ratusan ribu koti jenis musik teralunkan.Ia tiba di Gunung Grdhrakuta di dunia Saha ini dengan dikelilingi pula oleh kelompok para deva,naga,yaksha,gandharva,asura,garuda,kinnara,ma horaga,manusia,dan yang bukan manusia serta lain-lainnya yang seluruhnya memperlihatkan kesaktian Mereka yang sempurna. Setelah merendahkan diri dihadapan Sang Sakyamuni Buddha,kemudian Ia berarak mengitariNya kearah kanan sebanyak 7 kali dan menyapa Sang Buddha seraya berkata:"Yang Maha Agung! Kami yang berada didalam kawasan Sang Buddha Ratnatejobhyudgataraja yang ketika mendengar dari jauh bahwa Hukum Sutta Bunga Teratai sedang dikhotbahkan didalam dunia Saha ini,telah datang bersama ratusan ribu koti para Bodhisattva untuk mendengar dan menerimaNya.Yang Maha Agung, berkenanlah Engkau kiranya untuk mengkhotbahkanNya kepada Kami dan beritahukanlah pula bagaimana jalannya agar para putera-puteri yang baik dapat memperoleh Hukum Sutta Bunga Teratai ini sesudah kemokshaan Sang Tathagata nanti."

Sang Buddha menjawab Sang Bodhisattva Samanta Bhadra :"Seandainya terdapat putera maupun puteri yang baik,yang melaksanakan keempat kewajiban,maka Ia akan memperoleh Hukum Sutta Bunga Teratai ini sesudah kemokshaan Sang Tathagata nanti. Pertama, Ia harus berada dibawah asuhan Para Buddha. Kedua, Ia harus menanam akar-akar kebajikan. Ketiga, Ia harus menguasai tingkat konsentrasi yang benar, dan keempat, Ia harus berusaha menyelamatkan para umat. Putera-puteri yang baik,yang melaksanakan keempat kewajiban itu pastilah akan memperoleh Sutta ini sesudah kemokshaan Sang Tathagata nanti."

Kemudian Sang Bodhisattva Samanta Bhadra berkata pada Sang Buddha:"Yang Maha Agung! Didalam 500 tahun terakhir dari masa yang penuh kejahatan dan keangkaraan nanti, siapapun juga yang menerima dan memelihara Sutta ini selalu akan Aku jaga dan Aku lindungi, serta akan Aku musnahkan kecemasan hatinya dan Aku tentramkan hati mereka sehingga tidak ada satupun godaan yang beroleh peluang.Tidak juga mara ataupun anak-anak mara, tidak juga puteri-puteri mara ataupun orang-orang mara, dan tidak juga pengikut-pengikut mara, tidak pula yaksha,rakshasa,kumbhandas,pisacaka,kritya,putana, vetada dan pengganggu manusia lainnya.Semuanya ini tidak akan mendapatkan kesempatan sedetikpun jua. Dimanapun orang ini berjalan atau berdiri, sedang membaca atau menghafalkan Sutta ini, Aku akan segera meniti seekor Raja Gajah putih bergading enam dan pergi bersama sekelompok Para Bodhisattva Agung ke tempat itu serta menunjukkan diri bahwa Aku akan menjaga dan melindunginya dengan menghibur hatinya dan dengan cara itu pulalah Aku memelihara Hukum Sutta Bunga Teratai. Dimanapun juga orang ini duduk merenungkan Sutta,maka dengan segera Aku akan meniti lagi Raja Gajah putih itu dan menampakkan diri kepadanya.Seandainya Ia lupa meskipun hanya sepatah kata ataupun seuntai syair dari Sutta Bunga Hukum ini, maka Aku akan mengajarkanNya kepadanya,membaca dan menghafalkanNya bersamanya serta membuat dia menguasaiNya kembali.Kemudian Ia yang menerima dan memelihara,membaca dan menghafalkan Hukum Sutta Bunga Teratai ini akan sangat bersuka-cita dan memperbaharui semangatnya ketika Ia melihatku. Dengan melihatKu, ia akan memperoleh Perenungan dan Dharani yang disebut Dharani tentang Perubahan, Dharani dari Ratusan Ribu Koti Perubahan, dan Dharani dari Keahlian Ajaran Dharma. Dharani-Dharani seperti inilah yang akan Ia dapatkan.

"Yang Maha Agung! Seandainya didalam ujung masa yaitu didalam 500 tahun terakhir dari masa yang penuh kedurhakaan dan keangkaraan nanti, para bhiksu,bhiksuni,upasaka,dan upasika,para pencahari,penerima dan pemelihara,pembaca dan penghafal serta penurun yang berhasrat menjalankan Hukum Sutta Bunga Teratai ini,maka mereka harus dengan sepenuh hati mencurahkan diri pada Sutta itu selama 3 minggu.Setelah 3 minggu itu terlaksana, barulah Aku akan meniti Gajah Putih Bergading Enam dan bersama-sama dengan ribuan Para Bodhisattva yang mengelilingiKu, muncul dihadapan orang-orang itu dalam wujud yang semua orang akan memandangnya serta Aku akan berkhotbah kepada mereka itu dengan memaparkan, memberi mereka petunjuk, menyelamatkan dan membuat mereka semua bersukaria.Lebih-lebih lagi akan Aku berikan Dharani kepada mereka.Dan dengan memperoleh Dharani ini, tidak ada satupun manusia maupun yang bukan manusia yang dapat menyakitinya, serta tidak ada lagi seorang wanitapun yang dapat menggodanya.Aku sendiri juga akan selalu melindunginya. Berkenanlah Engkau, Yang Maha Agung, untuk mengizinkan Aku membacakan Mantra Dharani ini."

Kemudian Ia mengucapkan Mantra Dharani itu dihadapan Sang Buddha,yakni:
"adande dandapati dandavartani dandakusale dandasudhari sudharapati buddhapasyane sarvadharani avartani samvartani samghaparīksite samghanirghatani dharmaparīksite sarvasattvarutakausalyanugate simhavikrīdite anuvarte vartani vartali svaha."
"Yang Maha Agung! Jika terdapat Bodhisattva-Bodhisattva yang mendengar Dharani-Dharani ini,maka Mereka akan sadar akan daya sakti dari Sang Samantabhadra.Jika khotbah Sutta Bunga Hukum ini sedang berlangsung diseluruh Jambudvipa dan disitu terdapat orang-orang yang menerima serta memeliharaNya, maka biarlah Mereka berpikir demikian:"Ini semua karena Kekuatan Yang Agung dari Sang Samantabhadra."Seandainya ada yang menerima serta memelihara,membaca dan menghafalkanNya,mengingatNya dengan benar, memahami maknaNya dan bertindak seperti apa yang telah dikhotbahkan, maka ketahuilah bahwa orang-orang ini sedang melaksanakan perbuatan Sang Samantabhadra dan telah menanam dengan dalam akar-akar kebajikan dibawah naungan Ribuan Buddha yang tanpa hitungan jumlahNya dan kepala-kepala Mereka akan dibelai dengan penuh kasih sayang oleh tangan-tangan Para Tathagata.Jika orang-orang ini hanya menurunNya,maka Mereka akan terlahir didalam Surga Tavatimsa ketika hidup Mereka berakhir nanti, dimana pada kesempatan itu 84 ribu betari dengan mengalunkan dendang lagu akan datang untuk menyambutnya dan Mereka dengan mengenakan Mahkota-Mahkota yang berhias 7 benda berharga akan bergembira dan bersuka-cita ditengah-tengah betari-betari yang Anggun itu.Betapa banyaknya orang-orang yang menerima, memelihara, membaca, dan menghafalkanNya, mengingatNya dengan benar, memahami maknaNya serta melaksanakanNya seperti apa yang telah dikhotbahkan!
Seandainya terdapat orang-orang yang menerima dan memelihara, membaca dan menghafalkanNya serta memahami maknaNya, maka setelah hidup mereka berakhir, tangan-tangan dari ribuan Para Buddha akan terulur sehingga Mereka tidak akan merasa takut terjatuh dalam nasib yang buruk.Mereka akan langsung menuju kearah Sang Bodhisattva Maitreya didalam Surga Tusita dimana Sang Boldhisattva Maitreya yang memiliki 32 tanda itu sedang dikelilingi oleh sekelompok Bodhisattva-Bodhisattva Agung dan Beliau memiliki pula ratusan pengikut betari.Diantara Mereka itulah Orang-Orang tadi akan terlahir. Demikianlah pahala dan karunia Mereka.Oleh karenanya, Para Orang Bijak harus dengan sepenuh hati menurunNya atau membuat orang lain menurunNya, menerima dan memelihara, membaca dan menghafalkanNya, mengingat-ingatNya dengan benar serta melaksanakanNya seperti apa yang telah dikhotbahkan.Yang Maha Agung! Aku akan menjaga dan melindungi Sutta ini dengan kekuatan saktiKu sehingga sesudah kemokshaan Sang Tathagata nanti,Sutta ini akan tersebar luas tanpa henti-hentinya didalam Jambudvipa."
Kemudian Sang Sakyamuni Buddha memujiNya dengan bersabda:"Bagus,bagus,Sang Samantabhadra,bahwa engkau mampu melindungi dan membantu Sutta ini serta membawa kebahagiaan dan ketentraman kepada para umat dibanyak tempat.Engkau telah mencapai jasa-jasa yang tak terlukiskan lagi dan telah mencapai kebajikan serta kasih sayang yang sangat begitu dalam.Semenjak dahulu Engkau telah berusaha untuk mencapai Penerangan Agung dan telah mampu membuat Prasetya Sakti untuk menjaga dan melindungi Sutta ini dan Aku dengan Kekuatan SaktiKu, akan melindungi dan menjaga Mereka yang dapat menerima serta memelihara nama dari Sang Bodhisattva Samantabhadra.
Wahai Samantabhadra! Jika terdapat Orang-Orang yang menerima dan memelihara, membaca dan menghafalkan, mengingat-ingatNya dengan benar,melaksanakan serta menurun Hukum Sutta Bunga Teratai ini,maka ketahuilah bahwa Orang-Orang ini sedang berada dihadapan Sang Sakyamuni Buddha dan seakan-akan Mereka sedang mendengarkan Sutta ini dari Mulut Sang Sakyamuni Buddha sendiri.ketahuilah pula bahwa Mereka sedang memuliakan Sang Sakyamuni Buddha. ketahuilah pula bahwa Sang Buddha itu sedang memuji Mereka"Bagus Sekali".ketahuilah pula bahwa kepala Mereka sedang dibelai oleh Tangan -Tangan Sang Sakyamuni Buddha. ketahuilah pula bahwa Mereka itu diselimuti Jubah Sang Sakyamuni Buddha. Orang-Orang seperti ini tidak lagi akan tertarik oleh kesenangan duniawi ataupun senang akan kitab-kitab serta tulisan-tulisan yang kolot ataupun menyukai lagi persahabatan akrab dengan orang-orang semacam itu maupun orang-orang angkara lainnya, baik mereka para tukang jagal ataupun pengembala babi hutan,domba,unggas,dan anjing, ataupun pemburu maupun orang-orang bawahannya.Tetapi Orang semacam ini akan selalu Berpikiran Benar, Bertujuan Benar serta Agung. Orang-Orang seperti itu tidak akan terhinggapi 3 racun ataupun terhinggapi oleh rasa dengki,sombong,tinggi hati dan congkak. Mereka akan berpuas hanya dengan beberapa keinginan saja dan mampu melaksanakan Titah-Titah Sang Keluhuran Semesta.
Wahai Samantabhadra! Sesudah Kemokshaan Sang Tathagata, seandainya terdapat Seseorang yang menerima dan memelihara, membaca dan menghafalkan Hukum Sutta Bunga Teratai ini didalam 500 tahun yang terakhir nanti, maka Ia harus berpikir begini:"Orang ini akan segera menuju ke tingkat Kebijaksanaan untuk menghancur-leburkan kelompok mara dan mencapai Penerangan Agung serta memutar Roda Hukum, menabuh genderang, meniup nafiri Hukum dan mencurahkan hujan Hukum serta akan duduk diatas Tathta Singa Hukum ditengah-tengah persidangan para deva dan manusia."
Wahai Samantabhadra! Siapapun juga yang didalam masa-masa mendatang menerima dan memelihara,membaca dan menghafalkan Sutta ini ,maka Mereka tidak akan tergila-gila pada pakaian, perabot-perabot tidur, makanan dan minuman serta segala benda-benda lainnya untuk penunjang hidup.Apapun yang Mereka ingini akan selalu tercapai dan didalam kehidupannya sekarang ini Mereka akan memperoleh karunia pahalaNya. Seandainya ada seseorang yang menghina dan menfitnahnya dengan berkata:"Kalian hanyalah orang-orang gila yang melakukan semuanya ini dengan sia-sia belaka tanpa sesuatupun yang dapat diperoleh." Maka Hukuman bagi Kejahatan ini ialah kebutaan yang turun temurun.
Jika terdapat seseorang yang membuat persembahan dan memuliakan Mereka, maka Ia akan memperoleh pahala yang dapat terlihat didalam dunia ini.Lagi, jika terdapat seseorang melihat Mereka yang menerima dan memelihara Sutta ini, kemudian ia memaklumkan salah dan dosa Mereka, maka benar ataupun salah, orang ini akan terjangkiti penyakit lepra didalam masa hidupnya yang sekarang. Jika ia kurang ajar terhadap Mereka, maka turun temurun giginya akan menjadi jarang dan hilang, bibirnya buruk, hidungnya rata, tangan dan kakinya pengkor, matanya pedet, tubuhnya berbau busuk dan terkotori dengan bopeng-bopeng yang menjijikkan serta bernanah darah, bernapas berat dan pendek serta terjangkiti oleh penyakit-penyakit mengerikan lainnya.
Oleh karenanya Wahai Samanta Bhadra, jika terdapat seseorang melihat Mereka yang menerima dan memelihara Sutta ini, maka Ia harus berdiri dan menyapaNya dari kejauhan seakan-akan Ia sedang menghormati Sang Buddha sendiri."
Pada saat bab tentang Pembesaran hati dari Sang Bodhisattva Samanta Bhadra sedang dikhotbahkan, sejumlah Bodhisattva yang tak terhitung jumlahNya, yang banyakNya seperti pasir Sungai Gangga, semuaNya telah mencapai Dharani dari Ratusan Ribu Koti Perubahan dan Para Bodhisattva yang jumlahNya seperti atom-atom dari jutaan dunia, semuaNya menjadi sempurna didalam jalan Agung dari Sang Keluhuran Semesta.
Tatkala Sang Buddha selesai menkhotbahkan Sutta ini, Sang Samanta Bhadra dengan Para Bodhisattva lainNya, Sang Sariputra dengan Para Sravaka lainNya, serta seluruh Para deva,naga,manusia dan yang bukan manusia dan mahluk-mahluk lainnya yang berada didalam Persidangan Agung itu, semuanya bersuka cita bersama dan setelah mendapatkan ajaran-ajaran Sang Buddha itu, kemudian Mereka membuat Penghormatan KepadaNya serta sesudahnya Mereka semua mengundurkan diri.
Demikianlah Sutta Bunga Teratai Dari Kesaktian Hukum Kesunyataan Yang Menakjubkan, Tentang Nasehat Sang Bodhisattva Samantabhadra, Bab 26.

skipper

Jumlah posting : 439
Join date : 27.11.08
Age : 28

Lihat profil user http://aryamahayana.forumup.com

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik