Gadgadasvara Parivartah Dharmaparyaya Suttram

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Gadgadasvara Parivartah Dharmaparyaya Suttram

Post by skipper on Sat Nov 29, 2008 9:30 pm

Terpujilah Sang Kendaraan Agung Sutta Bunga Teratai Dari Kesaktian Hukum Kesunyataan Yang Menakjubkan
SriSaddharma Pundarika Dharmaparyaya Sutram

BAB XXIII

Bodhisattva Gadgadasvara Parivartah


Kemudian Sang Sakyamuni Buddha memancarkan seberkas cahaya dari bagian yang menonjol pada KepalaNya yang merupakan tanda dari Seorang Yang Maha Agung dan Beliau memancarkan pula seberkas cahaya dari Tanda Lingkaran Rambut Putih yang terletak diantara kedua Alis MataNya yang bersinar ke arah Timur menerangi 108 ribu koti nayuta dunia-dunia Buddha dimanapun jua yang banyaknya seperti pasir-pasir dari Sungai Gangga. Diseberang dunia-dunia itu, terdapatlah sebuah Dunia yang bernama
Vairocanarasmipratimandita dan didalam kawasan itu berdiam Seorang Buddha yang Bergelar Kamaladalavimalanaksatrarajasamkusumitabhijno, Yang Telah Datang, Sang Arahat Samyaksambuddha dipuja dan dikelilingi oleh sekelompok Para Bodhisattva yang tak terhitung jumlahnya dan Beliaupun mengkhotbahkan Hukum kepada Mereka itu. Berkas Sinar dari Lingkaran Rambut Putih Sang Sakyamuni Buddha bercahaya di seluruh Kawasan Mereka.

Pada saat itu didalam Kawasan Vairocanarasmipratimandita, terdapat Seorang Bodhisattva Mahasattva Yang Bernama Gadgadasvara, Yang telah sekian lama membina akar-akar Kebajikan, melayani dan memuliakan Ratusan Ribu Koti Para Buddha
yang tak terhitung dan Dia telah pula memperoleh Kebijaksanaan Yang Dalam dengan sangat Sempurna. Ia telah mencapai tingkat perenungan; Samadhi Dhvajagrakeyura, Samadhi Saddharmapundarika, Samadhi Vimaladatta, Samadhi Naksatrarajavikridita, Samadhi Anilambha, Samadhi Jnanamudra, Samadhi Candrapradipa, Samadhi Sarvarutakausalya, Samadhi Sarvapunyasamuccaya, Samadhi Prasadavati, Samadhi Rddhivikridita, Samadhi Jnanolka, Samadhi Vyuharaja, Samadhi Vimalaprabhasa, Samadhi Vimalagarbha, Samadhi Apriktsna, Samadhi Suryavarta.

Ratusan Ribu Koti Perenungan- Perenungan Agung seperti inilah yang telah Ia peroleh, yang jumlahnya sama dengan banyaknya pasir dari sungai-sungai Gangga. Tiada lama setelah Cahaya Dari Sang Sakyamuni Buddha bersinar diatasNya, Ia berkata kepada Sang Tathagata Arahan Samyaksambuddha Kamaladalavimalanaksatrarajasamkusumitabhijna : " Yang Dihormati Dunia! Aku harus pergi mengunjungi Dunia Saha untuk menghormat, mendekati dan memuliakan Sang Sakyamuni Buddha serta untuk menemui Sang Bodhisattva Mahasattva Manjusri Kumara, Putera dari Sang Raja Hukum, Sang Bodhisattva Mahasattva BhaisajyaRaja, Sang Pradanasura Bodhisattva Mahasattva, Sang Naksatrarajasamkusumitabhij˝a Bodhisattva Mahasattva, Sang Visistacaritra Bodhisattva Mahasattva, Sang Vyuharaja Bodhisattva Mahasattva, Sang Bhaisajyarajasamudgata Bodhisattva Mahasattva.

Kemudian Sang Bhagavan Tathagata'rhan Samyaksambuddha Kamaladalavimalanaksatrarajasamkusumitabhijna menyapa Sang Bodhisattva Gadgadasvara : "Janganlah Engkau memandang rendah pada Kawasan itu ataupun mempunyai Pikiran yang meremehkannya. Wahai Putera Yang Baik! Dunia Saha dengan tempat-tempatnya yang tinggi dan rendah itu tidaklah rata, serta penuh dengan tanah, batu, perbukitan, dan kotoran-kotoran. Tubuh dari Buddha itu pendek dan kecil serta seluruh BodhisattvaNya bertubuh kecil, sedangkan tubuhMu setinggi 42 Ribu Yojana dan TubuhKu 68 Ratus Ribu Yojana. TubuhMu terdiri dari susunan Yang Paling Sempurna dan dikaruniai dengan Ratusan Ribu Kebahagiaan, serta TubuhMu bersinar Cemerlang. Oleh karenanya, ketika Engkau disana janganlah memandang rendah pada kawasan itu ataupun menaruh pikiran yang merendahkan Buddha itu maupun Para Bodhisattva ataupun Negeri itu sendiri."

Kemudian Sang Bodhisattva Mahasattva Gadgadasvara menjawab Pada Sang Buddha : "Yang Dihormati Dunia! Bahwasanya Aku pergi sekarang ini untuk mengunjungi dunia Saha hanyalah karena Kekuasaan Sang Tathagata, Kegaiban Sang Tathagata, serta karena hiasan jasa dan Kebijaksanaan Sang Tathagata saja."

Kemudian Sang Bodhisattva Gadgadasvara memasuki Perenungan tanpa beranjak dari tempat duduknya dan tanpa menggerakkan tubuhNya. Dengan Daya Ghaib dari PerenunganNya diGunung Grdhrakuta, terjelmalah 84 Ribu Bunga-Bunga Teratai Indah Yang Berbatang Jambudvipa Emas, Berdaun Perak Putih, Berbenang Sari Permata dan Berkelopak Manikam Kimsuka, diatas Gunung Grdhrakuta yang terletak tidak jauh dari Kursi Hukum.

Ketika Sang Manjusri, Putera dari Sang Raja Hukum, melihat Bunga-Bunga Teratai itu Kemudian berkatalah Ia Kepada Sang Buddha : "Yang Maha Agung! Karena sebab apakah makna tanda-tanda bertuah ini muncul untuk pertama kalinya ? Disana terdapat beberapa Ribu Bunga-Bunga Teratai berbatang Emas Jambudvipa, Berdaun Perak Putih, Berbenang Sari Permata dan Berkelopak Manik-Manik Kimsuka." Kemudian Sang Sakyamuni Buddha memberitahu Sang Manjusri : "Inilah Tanda-tanda bahwa Sang Bodhisattva Mahasattva Gadgadasvara dari Kawasan Sang Buddha Kamaladalavimalanaksatrarajasamkusumitabhijna dengan ditemani oleh 84 Ribu Bodhisattva Mahasattva akan berkunjung ke Dunia Saha ini untuk memuliakan , mendekati dan menghormati Aku serta ingin memuliakan dan mendengarkan Hukum Sutta Bunga Teratai ini."

Sang Manjusri berkata Pada Sang Buddha : "Yang Maha Agung! Akar Kebajikan apa yang telah ditanam oleh Sang Bodhisattva itu dan jasa apakah yang telah Ia pelihara sehingga Ia dapat memiliki daya Ghaib Yang sebesar ini ? Sudilah kiranya Engkau memberitahukan Kami tentang nama dari Perenungan ini dan Kami Semua berhasrat untuk menjalankanNya dengan rajin, karena dengan melaksanakan Perenungan ini, Kami semua akan dapat melihat Bodhisattva itu, tentang bagaimana warna, bentuk, dan ukuranNya, martabat serta tindak tanduknya. Kami mohon kepadaMu duhai Yang Maha Agung, dengan Kekuatan GhaibMu biarlah Kami melihat Kedatangan dari Sang Bodhisattva itu."

Kemudian Sang Sakyamuni Buddha bersabda pada Sang Manjusri : "Sang Tathagata Prabhutaratna Yang Telah Lama Moksha akan memperlihatkan Tanda itu KepadaMu." Seketika itu, Sang Buddha Prabhutaratna menyapa Bodhisattva itu : "Datanglah Wahai Putera Yang Baik! Sang Manjusri, Putera dari Sang Raja Hukum ingin melihatMu."

Kemudian Sang Bodhisattva Gadgadasvara menghilang dari Kawasan sana dan berangkat bersama-sama dengan 84 Ribu Bodhisattva Mahasattva. Negeri-Negeri Yang Mereka lewati tergoncang dalam 6 cara yang berbeda, Bunga-Bunga Teratai dari 7 Benda Berharga bertebaran dimana-mana dan Ratusan Ribu Alat-Alat Musik Kasurgan mengalun dengan sendirinya. Mata dari Sang Bodhisattva itu seperti daun Bunga Teratai Biru Yang Besar Dan Lebar. Kecemerlangan WajahNya melebihi Paduan GemerlapNya Ratusan Ribu Rembulan. TubuhNya berwarna Emas Murni, terhiasi dengan Ratusan Ribu Tanda-Tanda Jasa Yang Tak Terhitung JumlahNya. Ia memancarkan Cahaya Yang Agung, Gemerlap, dan berkilau terhiasi dengan Tanda-Tanda Sempurna dan Ia pun bertubuh Kekar Perkasa seperti Narayana.

Setelah Ia memasuki Menara dari 7 Benda Berharga, kemudian Ia naik ke Angkasa setinggi 7 pohon Tala diatas Bumi dan dengan dimuliakan serta dikelilingi oleh Kelompok Bodhisattva-BodhisattvaNya, Ia datang ke Gunung Grdhrakuta di Dunia Saha ini. Setelah Ia tiba disitu, turunlah Ia dari Menara 7 Benda BerhargaNya dan melepas seuntai Kalung seharga Ratusan Ribu, lalu pergi kehadapan Sang Buddha dan Sujud di Kaki Nya serta mempersembahkan kalung tadi kepada Sang Buddha seraya berkata : "Yang Maha Agung !
Sang Buddha Kamaladalavimalanaksatrarajasamkusumitabhijna menghaturkan SalamNya pada Yang Maha Agung. "Apakah Engkau mempunyai sedikit rasa sakit dan sedikit kekhawatiran ? Apakah Engkau sehat-sehat dan tenang-tenang saja? Apakah keempat KelompokMu dalam keadaan baik-baik saja? Apakah urusan-urusan keduniawianMu tentram-tentram saja? Apakah para UmatMu mudah diselamatkan dan tidak lagi mempunyai rasa dengki , marah, bodoh, iri, dan congkak, tidak mematuhi kedua orang tuanya, ataupun tidak menghormati Para Sramanera dan apakah Para UmatMu tidak lagi memiliki Pandangan yang sesat atau telah berpikiran baik sehingga Mereka mampu mengekang ke 5 nafsu inderanya? Yang Maha Agung! Apakah Para UmatMu mampu mengatasi godaan-godaan mara? Apakah Sang Tathagata Prabhutaratna Yang Telah Lama Moksa masih berdiam di dalam Stupa dari 7 benda berharga dan telah datang pula untuk mendengarkan Hukum?"

skipper

Jumlah posting : 439
Join date : 27.11.08
Age : 28

Lihat profil user http://aryamahayana.forumup.com

Kembali Ke Atas Go down

Re: Gadgadasvara Parivartah Dharmaparyaya Suttram

Post by skipper on Sat Nov 29, 2008 9:33 pm

Sang Kamaladalavimalanaksatrarajasamkusumitabhijna juga menyampaikan salamNya kepada Sang Tathagata Prabhutaratna. "Apakah Engkau baik-baik saja? Apakah Engkau suka hati tinggal lama." Yang Maha Agung! Sekarang Kami ingin melihat Tubuh Sang Tathagata Buddha Prabhutaratna dan berkenanlah Engkau duhai Yang Maha Agung untuk menampakkan diri dan mengizinkan Kami melihatNya."

Kemudian Sang Sakyamuni Buddha berkata pada Sang Buddha Prabhutaratna : "Sang Bodhisattva Gadgadasvara ini ingin berbincang-bincang."Dengan serta merta Sang Buddha Prabhutaratna menyapa Sang Gadgadasvara : "Bagus sekali, bagus sekali! Bahwasanya Engkau telah dapat datang kemari untuk memuliakan Sang Sakyamuni Buddha dan untuk mendengarkan Hukum Sutra Bunga Teratai serta menemui Sang Manjusri dan lain-lainNya."

Kemudian Sang Bodhisattva Padmasri berkata kepada Sang Buddha : "Yang Maha Agung! Sang Bodhisattva Gadgadasvara ini telah menanam akar Kebajikan yang bagaimana serta jasa-jasa apa yang telah Ia bina sehingga Ia memiliki kekuatan Ghaib seperti ini?" Sang Buddha menjawab Sang Bodhisattva Padmasri:"Dahulu kala, pada asamkhyeya yang tak terhingga, adalah Seorang Buddha yang bernama Megadundubhisvararaja Tathagato'rhan samyaksambuddho, loka udapadi, Pemilik Pikiran Dan Perbuatan Sempurna, Yang Terbahagiah, Maha Tahu Dunia, Sang Pemimpin Tiada Tandingan, Guru Dewa dan Manusia, Sang Bhagavan Buddho, Yang KawasanNya disebut Sarvarupasamdarsana, dan Kalpa Nya disebut Priyadarsana. Sang Bodhisattva Gadgadasvara ini selama 1200 tahun telah memuliakan Sang Buddha Megadundubhisvararaja dengan Ratusan Ribu jenis musik dan mempersembahkan pula 84 ribu Kendaraan dari 7 Benda Berharga. Karena Pahala dari semuanya ini, sekarang Ia dilahirkan didalam Kawasan Sang Buddha Kamaladalavimalanaksatrarajasamkusumitabhijna dan memiliki kekuatan Ghaib seperti itu. "Wahai Padmasri! Bagaimanakah pendapatMu tentang Sang Bodhisattva Gadgadasvara yang pada saat itu memuliakan Sang Buddha Megadundubhisvararaja dengan dendang dan lagu serta persembahan Kendaraan-Kendaraan berharga tadi? Apakah kiranya Ia itu Orang lain adanya? Sesungguhnyalah Dia itu Sang Bodhisattva Mahasattva Suara Menakjubkan adanya.

Wahai Padmasri! Sebelum Bodhisattva Mahasattva Gadgadasvara ini memuliakan dan bergaul erat dengan Para Buddha yang tak terhitung jumlahNya, Ia telah sekian lama membina akar-akar Kebajikan dan telah bertemu dengan Ratusan Ribu Koti Nayuta dari Para Buddha yang banyakNya seperti pasir-pasir Sungai Gangga. Wahai Padmasri! Disini Engkau hanya melihat satu bentuk tubuh saja dari Sang Bodhisattva Gadgadasvara karena Sang Bodhisattva Gadgadasvara ini selalu muncul dalam berbagai wujud Tubuh dimanapun jua Ia mengkhotbahkan Sutra ini kepada Para Umat. Kadang-kadang Ia muncul sebagai seorang Brahma, atau muncul sebagai seorang Rudra, atau muncul sebagai Sakra, atau muncul sebagai Isvara , atau muncul sebagai Senapati, atau muncul sebagai Vaisravana, atau muncul sebagai Raja Pemutar Roda Suci, atau muncul sebagai Kotaraja, atau muncul sebagai Seorang Tua, atau muncul sebagai Grhapati, atau muncul sebagai Naigama, atau muncul sebagai Brahmana serta mengkhotbahkan Saddharma Pundarika Dharmaparyaya Sutta ini. Ia mampu menyelamatkan mahluk apapun yang berada didalam Neraka, atau alam iblis-iblis lapar, alam binatang dan semuanya yang berada didalam kesengsaraan. Bahkan didalam istana seorang raja, Ia mengkhotbahkan Sutra ini dengan merubah diriNya menjadi seorang wanita.

Wahai Padmasri! Sang Bodhisattva Gadgadasvara ini adalah seorang yang mampu menyelamatkan dan melindungi semua umat didunia saha ini. Sang Bodhisattva Gadgadasvara ini, dengan merubah dirinya sedemikian rupa muncul dalam berbagai cara di dunia saha ini untuk mengkhotbahkan Sutta ini kepada semua umat. Tidak pernah akan terjadi kemunduran didalam daya Ghaib penjelmaan dan kebijaksanaanNya itu. Dengan begitu banyak cara, Sang Bodhisattva ini telah membuat benderangnya dunia sehingga setiap umat telah memperoleh pengetahuannya. Didalam dunia-dunia lain di segala penjuru yang banyaknya seperti pasir-pasir sungai Gangga, Ia telah berbuat hal yang sama.
Kepada mereka yang harus Ia selamatkan dalam wujud seorang Bodhisattva, maka Ia muncul sebagai seorang Bodhisattva dan mengkhotbahkan Hukum Kebenaran.
Kepada mereka yang harus Ia selamatkan dalam wujud seorang Sravaka, maka Ia muncul sebagai seorang Sravaka dan mengkhotbahkan Hukum Kebenaran.
Kepada mereka yang harus Ia selamatkan dalam wujud seorang PratyekaBuddha, maka Ia muncul sebagai seorang PratyekaBuddha dan mengkhotbahkan Hukum Kebenaran.
Kepada mereka yang harus Ia selamatkan dalam wujud seorang Tathagata, maka Ia muncul sebagai seorang Tathagata dan mengkhotbahkan Hukum Kebenaran.
Dengan berbagai cara seperti ini, Ia selalu muncul sesuai dengan cara yang harus Ia tempuh untuk menyelamatkan umat.Bahkan kepada mereka yang harus Ia selamatkan dengan Kemokshaan, maka Ia akan membuat dirinya menjadi moksha. Wahai Padmasri! Sedemikianlah besarnya kekuatan Ghaib dan Kebijaksanaan yang telah diperoleh Sang Bodhisattva Mahasattva Gadgadasvara."

Kemudian Sang Bodhisattva Padmasri berkata kepada Sang Buddha : "Yang Maha Agung! Sang Bodhisattva Gadgadasvara ini sungguh-sungguh telah menanam dengan dalamnya akar-akar KebajikanNya." Yang Maha Agung! Didalam Perenungan yang bagaimanakah Sang Bodhisattva ini berada sehingga Ia mampu menjelma dan merubah dirinya sedemikian rupa sesuai dengan keadaan untuk menyelamatkan mahluk?" Sang Buddha mejawab Sang Padmasri Bodhisattva:"Putera Yang Baik! Perenungan itu disebut Samadhi Sarvarupasamdarsana. Didalam Perenungan inilah Sang Bodhisattva Gadgadasvara berada sehingga Ia mampu berbuat sedemikian itu untuk menyelamatkan para umat yang tak terhitung jumlahnya."

Pada saat persoalan Sang Bodhisattva Gadgadasvara ini dikhotbahkan, 84 Ribu orang telah datang bersama-sama dengan Sang Bodhisattva Gadgadasvara, semuanya mencapai Perenungan tentang Sarvarupasamdarsana dan Para Bodhisattva yang tak terhitung jumlahNya didalam dunia saha ini juga memperoleh Perenungan ini dan mencapai Dharani.

Kemudian Sang Bodhisattva Mahasattva Gadgadasvara yang telah selesai memuliakan Sang Tathagata Arahat SamyakSambuddha Sakyamuni dan Dhatu Stupa dari Sang Tathagata Arahat SamyakSambuddha Prabhutaratna, kemudian kembali keNegeriNya sendiri. Negeri-negeri yang Ia lewati tergetar dalam enam cara yang berbeda dan menghujani Bunga-Bunga Teratai indah serta mengalunkan Ratusan Ribu Koti jenis musik. Setelah tiba dikawasannNya sendiri, kemudian Ia bersama dengan 84 Ribu Bodhisattva yang mengelilingiNya, pergi menghadap Sang Bhagavantam Kamaladalavimalanaksatrarajasamkusumitabhijna Arhantam SamyakSambuddha dan berkata kepadaNya: "Yang Di Hormati Dunia! Aku telah mengunjungi Dunia Saha dan telah berbuat Kebajikan kepada Mahluk-Mahluk Nya, dan Aku telah melihat Sang Sakyamuni serta Stupa dari Sang Buddha Prabhutaratna dan telah memuliakan serta menghormatiNya. Aku juga telah melihat Sang Bodhisattva Manjusri, Putera dari Sang Raja Hukum Kebenaran, begitu juga Sang Bodhisattva BhaisajyaRaja, Sang Bodhisattva Yang Telah Memperoleh Ketulusan dan Semangat, Sang Bodhisattva Pradanasura dan lain-lainNya. Aku telah pula membuat ke 84 Ribu Bodhisattva itu mencapai Perenungan tentang Sarvarupasamdarsana."

Pada saat hal tentang Pergi dan DatangNya Sang Bodhisattva Mahasattva Gadgadasvara dikhotbahkan, 42 Ribu Putera-Putera Surga memperoleh Penetapan untuk tidak terlahir kembali, dan Sang Bodhisattva Padmasri memperoleh Perenungan yang disebut Samadhi Hukum Kesunyataan Bunga Teratai Yang Menakjubkan.

Demikianlah Sang Bunga Teratai dari Keghaiban Hukum Kesunyataan, Gadgadasvara Parivartah, BAB 23.

skipper

Jumlah posting : 439
Join date : 27.11.08
Age : 28

Lihat profil user http://aryamahayana.forumup.com

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik