Perbedaan Mahayana dan Theravada oleh Orygen Passang Rinpoche

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Perbedaan Mahayana dan Theravada oleh Orygen Passang Rinpoche

Post by wuchi on Fri Apr 29, 2011 7:09 pm

Oleh orgyen passang rinpoce
Dharma talk yg di awali sebelum chanting...

Saudara2 yang saya sayangi...
Hari ini saya akan membahas apa perbedaan antara Mahayana dan Theravada... Tentu saja antara Theravada dan Mahayana terdapat banyak sekali persamaan, Mulai dari Dharma, Sila Samadhi dan Pannya...
Perbedaan Theravada dan Mahayana hanya terletak Di bodhicitta di mana ketika seorang praktisi lebih menekankan pentingnya Bodhicitta, dengan tujuan akhir akan kembali lagi ketika Pencerahan dengan ikrar Ingin menolong semua makhluk hidup untuk terbebas dari alam Samsara... Inilah Mahayana akan kembali lagi untuk makhluk yang menderita, bisa juga di namakan Bodhisatva.
Parita dan mantra yg di bacakan di Mahayana lebih di tujukan untuk di limpahkan kepada hewan hewan dan Makhluk di bawah alam Manusia, Peta, Asura, makhluk menderita di alam Neraka dll dengan tujuan agar makhluk di bawah alam Manusia akan di lahirkan di alam yang lebih baik...
Seorang Bodhisatva memiliki Ikrar yang maha agung maha gemilang kegemilangan yg luar bisa, sangat2 luar bisa, rela tidak mencapai tingkat Buddha demi menolong makhluk di alam Samsara contohnya bodhisatva avalokitestava, ksitigarbha bodhisatva, dll..
Tentu saja kita tidak bisa di bandingan dengan Bodhisatva karena mereka telah tercerahkan, tapi sebagai praktisi alangkah bijaksananya jikalau seseorang menjadikan bodhisatva dan buddha sebagai Teladan karena Bodhicitta nya sangat luar biasa....
Bodhi cita yang di maksud adalah Bodhi yang berarti Cerah, Sempurna, Bijaksana, Mengerti, Sadar, Tercerahkan dan Citta adalah pikiran yang di sertai praktek tentunya. jikalau kedua kosa kata ini di gabung akan membentuk suatu rumusan yaitu Maha Welas Asih, Maha penyayang + praktek + cinta = Bodhicita.

Lantas apakah seseorang yg membacakan parita ataupun mantra dari Mahayana adalah praktisi Mahayana? OH Tentu Tidak jikalau tidak memiliki hati dan pikiran Bodhicitta.
Lantas apakah seseorang yg membacakan parita ataupun mantra dari mahayana di sertai Bodhicitta? Oh tentu iya..
Lantas apakah seseorang praktisi Theravada yang tidak membacakan mantra ataupun paritta dari Mahayana tetapi memiliki Bodhicita apakah bisa di katakan mereka Mahayana? Oh Tentu iya karena mereka yang memiliki Bodhicitta yang sangat besar adalah praktisi Mahayana yang menekankan Bodhicitta...
Ibarat seseorang membaca di ruangan gelap tanpa menggunakan lilin bagaimana mereka dapat membaca ?
ibarat seseorang membaca di ruangan gelap dengan menggunakan lilin mereka akan dapat membaca di karenakan lilin tersebut adalah perumpamaan dari Bodhicitta, dengan mengembangkan Bodhicitta dan ikrar seorang praktisi akan lebih mudah menyerap dharma dan memperoleh kebijaksanaan akan Dharma yg sangat sulit di mengerti....
Dengan tidak di sertai Bodhicitta apakah seseorang akan mengerti dan dapat menelak isi dari Sutra Hati, Sutra Berlian, Sutra Pembelah Berlian? Saya yakin mereka akan sangat sulit mengerti arti dan inti dari isi sutra tersebut...
Semua ajaran Buddhis inti pada akhirnya adalah pencerahan.
sekian Dharma talk kita pada hari ini...Saya ucapkan terima kasih...Ami tho fo

wuchi

Jumlah posting : 3
Join date : 24.02.11

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik