Tathagataddharyabhisamskara Parivartah Dharmaparyaya Suttram

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Tathagataddharyabhisamskara Parivartah Dharmaparyaya Suttram

Post by skipper on Sat Nov 29, 2008 9:12 pm

Sutta Bunga Teratai Dari Keghaiban Hukum Kesunyataan Yang Menakjubkan

Bab XX

Kekuatan Ghaib Sang Tathagata


Pada saat itu, Para Bodhisattva Mahasattva yang telah muncul dari dalam Bumi yang jumlah-Nya sebanyak atom-atom dari jutaan dunia, kesemua-Nya dengan sepenuh Hati mengatupkan Tangan-Nya di hadapan Sang Buddha dan memandang Wajah Agung-Nya dengan berkata:"Yang Maha Agung! Sesudah Kemokshaan Sang Buddha nanti, maka di mana pun jua Beliau Moksha, Kami akan selalu mengkhotbahkan Sutta Dharmaparyaya Ini secara luas. Karena betapa pun juga Kami Sendiri menginginkan pula untuk memperoleh Hukum Kesunyataan Agung Dharmaparyaya Yang Benar-Benar Suci Ini agar Kami dapat menerima dan memelihara, membaca dan menghafalkan, memaparkan, menyalin-Nya serta memuliakan-Nya."

Kemudian Sang Buddha yang berada di hadapan Sang Manjusri dan Ratusan Ribu Koti Bodhisattva Mahasattva lain-Nya juga di hadapan Para Bhiksu, Bhiksuni, Upasaka, Upasika, Dewa, Naga, Yaksa, Gandharva, Asura, Garuda, Kinnara, Mahoraga, Manusia dan yang bukan manusia, di hadapan Para Mahluk ini, Beliau memperlihatkan Kekuatan Ghaib-Nya Yang Sempurna dengan menjulurkan Lidah-Nya Yang Maha Lebar dan Maha Panjang sampai mencapai Dunia Brahma di atas sana. Setiap lubang pori-pori-Nya memancarkan Cahaya yang berwarna-warni, yang menyinari segala sudut penjuru semesta. Semua Para Buddha yang duduk di atas Tathta Singa di bawah PePohonan Permata juga menjulurkan Lidah-Nya Yang Maha Lebar dan Maha Panjang, yang memancarkan Cahaya yang bergemerlapan.

Selagi Sang Sakyamuni Tathagata, Sang Bhagavan Prabhutaratna Tathagata Arhan SamyakSamBuddha di dalam Stupa Agung-Nya dan Buddha-Buddha lain-Nya yang berada di bawah PePohonan Permata itu sedang memperlihatkan Kekuatan Ghaib-Nya Yang Sempurna, sang waktu telah berlalu sebanyak ratusan ribu koti tahun penuh. Sesudah itu, Mereka menarik kembali Lidah-Nya dan berbatuk bersamaan serta dengan bersamaan Mereka mengatupkan Jari-Jari Mereka dengan keras-Nya. Kedua Suara ini memenuhi segala penjuru Dunia-Dunia Sang Buddha dan seluruh Negeri-Negeri Mereka bergoncangan dalam enam cara. Para mahluk hidup yang berada di tengah-tengah Dunia ini, Para Dewa, Naga, Yaksa, Gandharva, Asura, Garuda, Kinnara, Mahoraga, Manusia dan yang bukan manusia, dengan Kekuatan Ghaib Sang Buddha, Mereka melihat di dalam Dunia Saha ini Ratusan Ribu Koti Para Buddha sedang duduk di atas Singgasana-Singgasana Singa di bawah PePohonan Permata dan melihat pula Sang Sakyamuni SamyakSamBuddha bersama Sang Prabhutaratna Tathagata Arhanta SamyakSamBuddha yang juga sedang duduk di atas Tathta Singa di tengah-tengah Maha Stupa Permata. Mereka juga melihat Ratusan Ribu Koti Bodhisattva Mahasattva dan Keempat Kelompok yang sedang mengelilingi Sang Sakyamuni Buddha dengan takzim-Nya.

Sesudah melihat ini, mereka semua sangat bersuka-cita karena telah memperoleh apa yang belum pernah mereka ketahui sebelumnya. Pada saat yang sama pula, para Dewa yang berada di atas langit bernyanyi dengan suara yang penuh sanjung:"Di seberang ratusan ribu koti asamkhyeya Dunia tanpa batasan dan hitungan ini, adalah sebuah Dunia yang bernama Saha. Di tengah-tengahnya terdapat Seorang Buddha yang bernama Sang Sakyamuni Tathagata Arhan SamyakSamBuddha. Karena demi Semua Bodhisattva Mahasattva, saat ini Beliau mengkhotbahkan Sutta Kendaraan Agung yang di sebut "Sutta Bunga Teratai Dari Keghaiban Hukum Kesunyataan Yang Menakjubkan" Hukum Kesunyataan Yang Membina Para Bodhisattva dan Yang Senantiasa Di Jaga Dan Di Pelihara Oleh Para Buddha Dalam Hati-Nya. Kalian harus mengikuti-Nya dengan penuh Kegembiraan Hati mu dan Kalian pun harus memuliakan serta membuat persembahan pada Sang Sakyamuni Tathagata Arhanta SamyakSamBuddha dan Sang Prabhutaratna Tathagata Arhanta SamyakSamBuddha."

Setelah mendengar Suara dari atas langit, seluruh mahluk-mahluk itu bersikap anjali dengan mengatupkan tangannya ke arah Dunia Saha serta berseru demikian: "Namo Bhagavate Sakyamunaye Tathagataya Arhate SamyakSamBuddha (Terpujilah Yang Maha Agung Sakyamuni, Yang Telah Datang, Yang Maha Suci, Yang Telah Mencapai Penerangan Agung)." Kemudian dengan segala macam bebungaan, dedupaan, karangan-karangan bunga, tirai-tirai, begitu juga perhiasan-perhiasan pribadi, permata-permata dan benda-benda berharga, mereka menaburi Dunia Saha dari kejahuan. Benda-Benda yang mereka taburkan dari setiap kawasan itu seperti gumpalan-gumpalan mega layaknya dan berubah menjadi tirai berhias permata yang menutupi semua tempat di atas Para Buddha itu. Kemudian dunia-dunia dari alam semesta ini tergabung seluruhnya menjadi satu kesatuan sebagai satu lapang Buddha.

Pada saat itu Sang Bhagava Buddha menyapa Sang Visistacaritra Bodhisattva Mahasattva dan Kelompok-Kelompok Para Bodhisattva Mahasattva yang lain :"Kekuatan-Kekuatan Yang Sempurna dari Para Buddha adalah begitu Tak Terbatas dan Tak Terhingga sehingga tiada dapat di utarakan maupun di lukiskan. Bahkan seandainya Aku Sendiri di minta untuk menyatakan Pahala-Pahala dari Sutta Dharmaparyaya ini selama ratusan ribu koti asamkhyeya kalpa yang tak terhingga dan tak terbatas dengan Kekuatan Ghaib Yang Sempurna ini, demi untuk menyelusuri-Nya, maka Aku masih tidak mampu mencapai ujung dari Pahala-Pahala itu. Pada Hakekat-Nya, segala Hukum Kesunyataan yang di miliki Sang Tathagata, segala Kekuatan Ghaib Yang Sempurna dan Agung dari Sang Tathagata, segala Harta Kekayaan Yang Azazi serta Pelik dari Sang Tathagata, dan Keadaan Yang Sangat Begitu Dalam dari Sang Tathagata, Semua-Nya di nyatakan, di pertunjukkan, di ungkapkan serta di jelaskan di dalam Sutta Dharmaparyaya ini.
Oleh karenanya, sesudah Kemokshaan Sang Tathagata nanti, Kalian harus dengan sepenuh hati menerima dan memelihara, membaca dan menghafalkan, menjelaskan dan menyalin-Nya, membina dan melaksanakan-Nya sebagai Ajaran. Di negeri manapun Sutta Dharmaparyaya ini di terima maupun di pelihara, di baca maupun di hafalkan, di bentangkan maupun di salin, di bina maupun di laksanakan sebagai suatu Ajaran dan di mana pun juga baik di suatu tempat maupun di dalam seuatu Candi, di sesemakan maupun di bawah sebuah pohon, di dalam suatu Sanggar Pamujan maupun di rumah Seorang Pengikut, di Istana maupun di Pegunungan, di lembah maupun di hutan belantara, di mana isi dari Sutta Dharmaparyaya ini di pelihara, maka Kalian semua harus mendirikan sebuah caitya dan membuat persembahan-persembahan di tempat-tempat ini. Kalian ketahuilah, bahwa seluruh Tempat-Tempat ini adalah Singasana-Singasana Penerangan Agung dan di Tempat-Tempat inilah Para Buddha mencapai Penerangan Agung. Di Tempat ini pula Para Buddha memutar Roda Hukum Kesunyataan dan memasuki PariNirvana."

Pada saat itu, Sang Buddha menginginkan untuk mengkhotbahkan Ajaran ini kembali dan bersabdalah Beliau dalam Syair:

"Semua Para Buddha, Penyelamat-Penyelamat Dunia,
Tinggal di dalam Penembusan Ghaib Yang Sempurna,
Demi untuk menggembirakan semua mahluk
Memperlihatkan Kekuatan-Kekuatan Ghaib Mereka Yang Tak Terlukiskan.
Lidah-Nya terjulur ke Surga-Surga Brahma.
Tubuh-Nya memancarkan Cahaya Yang Tak Terhingga,
Bagi mereka yang mencari Jalan Sang Buddha,
Mereka memperlihatkan Tanda-Tanda Yang Aneh ini.
Suara ketika Para Buddha itu berbatuk,
Dan Suara katupan Jari-Jemari Mereka,
Terdengar di seluruh alam semesta
Dan Bumi bergoncangan dalam enam cara.
Oleh karena sesudah Kemokshaan Sang Buddha nanti,
Ada kemungkinan untuk memiliki Sutta ini,
Semua Para Buddha bersuka-cita
Dan memperlihatkan Kekuatan Ghaib Yang Maha Hebat.
Karena sekarang Sutta ini di butuhkan
Kepada Dia yang memelihara-Nya, biarlah memuji,
Selama banyak kalpa yang tak terbatas,
Tanpa habis-habisnya.
Pahala Orang ini
Akan menjadi sangat tak terbatas dan tanpa akhir
Seperti angkasa di segala penjuru,
Yang tidak terdapat batasnya.
Dia yang dapat memelihara Sutta ini
Adalah Orang yang telah melihat Aku
Dan Sang Prabhutaratna,
Serta seluruh Para Buddha yang berasal dari-Ku,
Dan melihat kecuali Para Bodhisattva
Yang Telah Aku asuh sampai sekarang.
Dia yang mampu memelihara Sutta ini
Akan membuat Aku dan Para Buddha yang berasal dari-Ku,
Serta Sang Buddha Prabhutaratna Yang Berada di dalam Nirvana,
Kita benar-benar bahagiah;
Dan Para Buddha yang sekarang berada di alam semesta,
Serta Mereka Yang Telah Berlalu maupun Yang Akan Mendatang,
Ia juga akan melihat dan memuliakan
Dan membuat Mereka bergembira.
Hukum-Hukum Kesunyataan Pelik yang telah di capai
Oleh Para Buddha yang masing-masing berada di atas Tahta Kebijaksanaan-Nya,
Ia yang mampu memelihara Sutta ini
Tidak lama lagi pasti akan mendapatkan-Nya.
Ia yang mampu memelihara Sutta ini,
Akan makna dari Hukum-Hukum Kesunyataan,
Beserta Istilah dan Ungkapan-Nya,
Membentangkan-Nya dengan gembira tanpa henti-henti-Nya,
Seperti angin di angkasa,
Yang tiada pernah menemui rintangan;
Sesudah Sang Tathagata moksha, maka Orang seperti itu,
Memahami Sutta yang telah di ajarkan oleh Sang Buddha ini,
Bersama dengan Alasan-Alasan dan Proses-Nya.
Akan membentangkan-Nya sesuai dengan makna yang sebenar-Nya;
Seperti Cahaya dari Sang Mentari dan Rembulan
Yang mampu menyirnakan kegelapan,
Begitu juga Orang ini yang bekerja di dunia,
Mampu memusnahkan kemurungan mahluk hidup,
Dan membuat Para Bodhisattva Yang Tanpa Hitungan Jumlah-Nya,
Pada akhirnya tinggal di dalam Kendaraan Tunggal.
Oleh karenanya, Dia yang memiliki Kebijaksanaan,
Setelah mendengar Pahala dari Jasa-Jasa ini,
Sesudah Aku Moksha,
Harus menerima dan memelihara Sutta ini.
Di dalam Jalan Sang Buddha, Orang ini akan
Teguh dan tidak memiliki rasa ragu sedikitpun jua.

Demikianlah Sutta Bunga Teratai Dari Kegaiban Hukum Kesunyataan Yang Menakjubkan, Tentang Kekuatan Ghaib Sang Tathagata, Bab 20.[b]

skipper

Jumlah posting : 439
Join date : 27.11.08
Age : 28

Lihat profil user http://aryamahayana.forumup.com

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik