Tathagatayuspramanah Parivartah Dharmaparyaya Suttram

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Tathagatayuspramanah Parivartah Dharmaparyaya Suttram

Post by skipper on Sat Nov 29, 2008 2:04 pm

Sutta Bunga Teratai Dari Keghaiban Hukum Kesunyataan Yang Menakjubkan

Bab XV


Panjang Umur Tathagata

Pada saat itu, Sang Buddha bersabda kepada Para Bodhisattva dan kepada seluruh Persidangan Agung :"Wahai Kalian Putera-Putera Yang Baik, yakinilah dan resapilah Ajaran-Ajaran Sang Tathagata Yang Benar." Beliau bersabda lagi kepada Persidangan Agung itu : "Yakinilah dan resapilah Ajaran-Ajaran Sang Tathagata Yang Benar." Dan kembali Beliau bersabda kepada seluruh Persidangan Agung itu : "Yakinilah dan resapilah Ajaran-Ajaran Sang Tathagata Yang Benar." Kemudian seluruh Kelompok Para Bodhisattva dengan Sang Maitreya sebagai Pemimpin-Nya, bersama-sama mengatupkan Tangan dan berkata kepada Sang Buddha :"Yang Maha Agung ! Berkenanlah Engkau kiranya membentangkan Hal itu, dan Kami akan menerima-Nya dengan penuh Keyakinan akan Titah-Titah Sang Buddha." Ketika Sang Buddha mengetahui bahwa Para Bodhisattva-Bodhisattva itu telah mengulangi Permohonan Mereka sebanyak Tiga kali berturut-turut, kemudian Beliau menyapa Mereka seraya bersabda :"Oleh karenanya, Wahai Kalian Semua, dengarkanlah dengan Penuh Perhatian tentang Kekuatan Ghaib Yang Menyeluruh, Pelik dan Rahasia dari Sang Tathagata. Seluruh Dunia-Dunia dari Para Dewa , Manusia dan Asura membayangkan demikian :"Sekarang Sang Sakyamuni Buddha telah benar-benar keluar dari Istana Sakya dan telah duduk di atas Tempat Asuhan Penerangan yang terletak tidak jauh dari Kota Gaya, serta telah pula mencapai Penerangan Agung itu." Akan tetapi, Wahai Putera-Putera-Ku Yang Baik, sejak Aku benar-benar menjadi Buddha, sang waktu telah berlalu ratusan ribu koti nayuta kalpa yang tak terhingga dan tak terbatas. Bayangkanlah seandainya terdapat 500 ribu koti nayuta asamkhyeya jutaan dunia, dan kemudian terdapat juga Seseorang menghancurkannya menjadi butiran-butiran atom. Dengan melintasi 500 ribu koti nayuta asamkhyeya Negeri menuju ke arah timur, Ia menjatuhkan satu butir dari atom-atom itu dan seandainya Ia melanjutkannya kearah timur lagi sampai atom-atom itu habis, maka bagaimanakah pendapat Kalian, Wahai Putera-Putera Yang Baik ? Apakah mungkin untuk membayangkan dan menghitung seluruh dunia-dunia tadi sehingga Kalian dapat mengetahui jumlahnya?" Sang Bodhisattva Maitreya dan Yang Lain-lain-Nya, Semua-Nya berkata pada Sang Buddha :"Yang Maha Agung ! Dunia-Dunia itu jumlahnya sangat tak terhingga dan tak terbatas, di luar jangkauan perhitungan dan di luar kemampuan daya pikir sehingga tidak ada Seorang pun dari Para Sravaka dan PratyekaBuddha yang dengan segala Kesempurnaan Kebijaksanaan-Nya, mampu menjajaki dan mengetahui batas dari jumlah-jumlah itu. Dan begitu juga Kami yang meskipun tinggal di dalam Tingkatan Avaivartika, Hal-Hal seperti ini masih di luar Pengetahuan Kami. Yang Maha Agung ! Jumlah seluruh Dunia-Dunia ini sangat tak terhingga dan tak terbatas."

Kemudian Sang Buddha menyapa Semua Bodhisattva-Bodhisattva itu :"Wahai Putera-Putera-Ku Yang Baik ! Sekarang Aku harus memaparkan dan menyatakan dengan jelas kepada Kalian. Seandainya Kalian mengumpulkan atom-atom dari semua dunia itu, baik yang sudah di tebarkan maupun yang belum, kemudian menghitung setiap butiran atom itu sebagai satu kalpa, maka waktu sejak Aku menjadi Buddha masih juga melampaui semuanya ini dengan ratusan ribu koti nayuta asamkhyeya kalpa. Mulai saat itu dan seterusnya, Aku telah tiada henti-hentinya berkhotbah dan mengajar di dalam Dunia Saha ini serta memimpin dan menyelamatkan semua mahluk hidup di tempat-tempat lain dalam ratusan ribu koti nayuta asamkhyeya kawasan. Putera-Putera Yang Baik ! Selama waktu ini, Aku selalu bersabda mengenai Diri-Ku Sendiri sebagai Sang Buddha Cahaya Menyala, dan juga bersabda mengenai Buddha-Buddha yang lain serta menceritakan pula kepada Mereka tentang masuknya Para Buddha ke Nirvana. Demikianlah telah Aku gambarkan kepada Mereka secara Bijaksana.

Wahai Putera-Putera Yang Baik ! Bilamanapun juga Para Umat datang kepada-Ku, maka Aku akan selalu melihat Mereka dengan sepasang Mata Buddha tentang segala kemampuannya, cerdas ataupun dungu, kemantapan kepercayaannya dan lain-lain. Dan Aku jelaskan pula kepada Mereka setingkat demi setingkat sesuai dengan kemampuan dan derajat kesanggupannya, tentang Nama-Ku yang berbeda-beda dan tentang jangka waktu masa Hidup-Ku serta dengan sederhana pula Aku katakan kepada Mereka bahwa Aku harus masuk Nirvana. Dengan bermacam-macam Cara Yang Bijaksana pula, Akupun mengkhotbahkan Hukum Kesunyataan Yang Menakjubkan, yang mampu membuat seluruh Mahluk memiliki Perasaan Hati Yang Penuh Kebahagiaan. Wahai Putera-Putera Yang Baik ! Karena mengetahui setiap kecenderungan semua umat terhadap hal-hal yang nista, sehingga mereka hanya memiliki sedikit Kebijaksanaan dan banyak kehinaan, maka terhadap orang-orang ini Sang Tathagata menyatakan :"Semasa muda-Ku, Aku tinggalkan kampung halaman untuk mencari Penerangan Agung. Semenjak Aku benar-benar menjadi Buddha dan untuk selamanya Akupun akan menjadi Buddha, telah Aku nyatakan bahwa di dalam mengajar dan merubah semua umat, hanya dengan Cara-Cara-Ku Yang Penuh Kebijaksanaan sajalah yang dapat membuat mereka masuk ke dalam Jalan KeBuddhaan. Wahai Putera-Putera-Ku Yang Baik ! Segala Sutta-Sutta Yang Telah dikhotbahkan oleh Sang Tathagata, semua-Nya demi Keselamatan para mahluk. Baik membicarakan Diri-Nya Sendiri ataupun membicarakan diri orang lain, baik menunjuk Diri-Nya Sendiri ataupun diri orang lain dan baik menyatakan masalah-Nya Sendiri ataupun masalah orang lain, maka apapun yang Beliau sabdakan adalah Benar adanya dan bukanlah isapan jempol belaka. Karena betapapun juga Sang Tathagata mengetahui dan melihat Sifat-Sifat Keadaan Triloka seperti apa adanya. Bagi Beliau, tidak ada kelahiran maupun kematian, pergi maupun datang, hidup ataupun mati, yang nyata ataupun yang tidak nyata, dan tidak juga ada yang begini ataupun begitu.

Tidak seperti caranya triloka memandang triloka, Sang Tathagata melihat dengan jelas akan hal-hal seperti ini semua tanpa salah sedikitpun. Karena semua mahluk memiliki berbagai ragam sifat, keinginan, kegiatan, ide dan bermacam alasan, maka Sang Tathagata yang berkehendak untuk membuat mereka agar menghasilkan Akar-Akar Kebajikan, telah mengkhotbahkan berbagai Kebenaran-Nya dengan bermacam-macam Gaya, Perumpamaan dan Ceramah. Perbuatan-Perbuatan Buddha Yang Telah Beliau laksanakan, Semua-Nya tidak sedikit pun gagal. Demikianlah, semenjak Aku menjadi Buddha di masa yang telah lama berlalu, Masa Hidup-Ku sebanyak Asamkhyeya Kalpa yang tak terbatas, selamanya akan ada dan kekal abadi. Wahai Putera-Putera-Ku Yang Baik ! Masa hidup yang Aku peroleh dengan melaksanakan Jalan KeBodhisattvaan belumlah tercapai dan masih akan berlangsung selama dua kali lipat dari jumlah kalpa yang terdahulu. Akan tetapi sekarang, di dalam Nirvana yang tidak asli ini, Aku nyatakan bahwa Aku harus masuk Nirvana yang sesungguhnya. Dengan cara yang sedemikian Bijaksana inilah Sang Tathagata mengajar semua umat. Karena betapapun jua jika Sang Buddha tinggal lama di dunia, maka para manusia yang berbudi rendah, dan para manusia yang berjiwa rendah serta hina dan mereka yang tergila-gila untuk memuaskan ke lima nafsu, serta mereka yang terjerat di dalam jaring-jaring pemikiran yang salah serta pandangan yang palsu, maka jika mereka melihat Sang Tathagata selalu ada dan tidak juga moksha, akibatnya mereka akan jemu dan bermalasan dan tidak dapat menyadari bahwa menemui Sang Buddha adalah suatu Hal yang sangat sulit ataupun mereka akan tidak mempunyai perasaan hormat kepada-Nya. Oleh karenanya Sang Tathagata mengajar dengan Bijaksana :"Ketahuilah Wahai Para Bhiksu, bahwa muncul-Nya Para Buddha di dalam Dunia adalah suatu kejadian yang jarang sekali terjadi. Karena selama ratusan ribu koti kalpa yang tak terbatas, beberapa manusia yang berbudi rendah mungkin beruntung melihat-Nya ataupun bahkan tidak seorang pun yang pernah melihat-Nya. Oleh sebab ini, Aku sabdakan :"Wahai Para Bhiksu ! Seorang Tathagata jarang sekali terlihat !" Ketika mendengar Pernyataan itu, seluruh para mahluk sudah barang tentu menyadari bahwa betapa sulitnya bertemu dengan Seorang Buddha, maka mereka menaruh Perasaan Harap dan Rindu Kepada-Nya, dan kemudian mereka akan membina Akar-Akar Kebajikan. Oleh sebab itu, meskipun dalam Kenyataan-Nya Sang Tathagata tidak Moksha, namun Beliau menandaskan Kemokshaan-Nya. Lagi, Wahai Putera-Putera Yang Baik ! Cara dari Seluruh Buddha Tathagata Semua-Nya akan selalu seperti ini demi untuk menyelamatkan semua umat, dan segalanya ini benar-benar Nyata adanya dan tidak merupakan kebohongan semata.

"Sebagai misal, bayangkanlah seandainya ada Seorang Tabib Baik Yang Bijaksana, Cerdas dan Ahli KeTabiban serta pandai mengobati segala macam penyakit. Ia mempunyai banyak putera, katakanlah 10, 20, atau bahkan sampai 100. Karena suatu hal, maka Ia pergi ke sebuah Negeri yang jauh letaknya. Setelah keberangkatan-Nya, anak-anak-Nya meminum ramuan obat lain yang beracun, yang menyebabkan mereka hilang ingatan dan bergulingan di atas tanah. Pada saat ini, Sang Ayah pulang ke rumah. Di antara anak-anak yang meminum ramuan racun tadi, beberapa orang telah hilang ingatan, sedang yang lainnya masih tetap sadar. Ketika melihat Ayahnya datang dari kejauhan, semuanya sangat bersuka cita dan berlutut menghormati-Nya seraya memohon :"Alangkah senangnya kami bahwa Engkau telah pulang dalam keadaan selamat ! Karena kebodohan kami, secara serampangan, kami telah meminum racun dan kami memohon-Mu untuk mengobatinya serta mengembalikan kesehatan kami." Demi melihat anak-anak-Nya dalam penderitaan yang sedemikian itu, maka sesuai dengan Resep-Nya, Sang Ayah mencari Akar Obat-Obatan Yang Baik dan semuanya Sempurna dalam hal Warna, Bau dan Rasanya untuk kemudian menumbuknya, mengayaknya, menyampurnya serta memberikannya pada anak-anaknya agar di minum seraya berkata :"Sekarang kalian minumlah Ramuan yang manjur ini dengan warna, bau dan rasa enak yang semuanya sempurna, dan Ramuan ini akan segera membebaskan kalian dari penderitaan itu sehingga kalian tidak lagi sengsara." Di antara anak-anak yang masih sadar itu, ketika melihat Ramuan istimewa dengan warna dan bau yang enak tadi, maka dengan segera mereka meminumnya dan semuanya sembuh dari sakitnya. Yang lainnya yang telah hilang kesadarannya, merasa bersuka cita pula ketika melihat Sang Ayah datang, menghormati-Nya dan memohon-Nya juga untuk menyembuhkan sakit mereka. Tetapi ketika Sang Ayah memberikan Ramuan tadi, mereka tidak berhasrat meminumnya karena racun telah beredar dalam-dalam sehingga mereka kehilangan kesadarannya, dan bahkan terhadap Ramuan yang berwarna dan berbau istimewa tadi mereka menganggapnya sebagai Ramuan yang tidak berarti. Sang Ayah berpikir :"Sayang sekali ! Anak-anak ini telah terpengaruh oleh racun itu sehingga pikiran mereka semuanya kacau. Meskipun mereka bergembira melihat-Ku dan memohon-Ku menyembuhkan sakitnya, namun mereka tidak berkeinginan untuk meminum Ramuan Obat itu. Sekarang Aku harus mengatur rencana yang baik agar mereka mau meminum Ramuan obat ini." Kemudian Ia berkata kepada mereka:"Kalian seharusnya tahu bahwa Aku saat ini sudah lanjut usia dan saat kematian-Ku pun sudah mendekat. Ramuan Obat Yang Istimewa ini Aku tinggalkan di sini dan kalian boleh meminumnya dan janganlah takut untuk tidak sembuh."

Sesudah menasehati mereka sedemikian itu, kemudian Ia berangkat lagi ke Negeri lain dan mengirim pulang Seorang Utusan untuk memberitahukan mereka, 'Ayah kalian telah meninggal.' Dan sekarang, ketika anak-anak itu mendengar bahwa Sang Ayah telah wafat, mereka di liputi perasaan duka yang besar dan mereka berpikir :"Seandainya Ayah masih hidup, Beliau pasti akan selalu mengasihani kita dan kita semua akan selamat dan terawat. Tetapi sekarang Beliau telah meninggalkan kita di Negeri yang jauh. Kita sekarang menjadi yatim piatu dan tidak ada Seorang pun lagi untuk bersandar."

Kesedihan yang terus menerus ini menyadarkan mereka dan mereka teringat pula akan Ramuan Obat yang berwarna, berbau dan berasa lezat itu dan kemudian mereka meminumnya sehingga racun yang mereka kandung menjadi pudar. Sang Ayah yang mendengar bahwa anak-anak-Nya telah sembuh semuanya, kemudian menanti Kesempatan dan kembali pulang sehingga mereka semua melihat-Nya. Wahai Semua Putera-Putera-Ku Yang Baik ! Bagaimanakah Pendapat kalian ? Apakah terdapat seseorang yang dapat mengatakan Tabib Yang Baik ini telah berdosa karena telah membuat kebohongan ?" "Tidak Seorang pun, Yang Maha Agung !"

Kemudian Sang Buddha bersabda :"Aku juga seperti ini. Sejak Aku menjadi Buddha pada beratus ribu koti nayuta Asamkhyeya Kalpa yang tak terhingga dan tak terbatas yang telah lalu, demi semua umat, dengan Kekuatan-Ku Yang Bijaksana telah Aku nyatakan bahwa Aku harus masuk Nirvana, dan meskipun begitu, tidak ada Seorang pun yang menuduh-Ku secara Hukum bahwa Aku telah berbuat kebohongan."

Pada saat itu, Sang Buddha yang ingin memaklumkan Ajaran ini kembali, maka bersabdalah Beliau dalam Syair :

"Sejak Aku mencapai KeBuddhaan,
Kalpa-Kalpa yang telah Aku lalui,
Adalah beribu-ribu koti
Asamkhyeya tahun yang tak terbatas.

Tiada henti-hentinya Aku berkhotbah Hukum Kesunyataan dan mengajar
Berkoti-koti mahluk yang tanpa hitungan jumlahnya
Agar mereka memasuki Jalan KeBuddhaan;
Sejak saat itu adalah beribu kalpa yang tak terhitung.

Demi untuk menyelamatkan semua umat,
Dengan Cara Yang Bijaksana Aku bentangkan Nirvana,
Bahkan sesungguhnya Aku tidak Moksha,
Tetapi selamanya berada di sini mengkhotbahkan Hukum Kesunyataan.

skipper

Jumlah posting : 439
Join date : 27.11.08
Age : 28

Lihat profil user http://aryamahayana.forumup.com

Kembali Ke Atas Go down

Namo Bhagavate Atha dassi Tathagata Arhate SamyakSamBuddha

Post by skipper on Sat Nov 29, 2008 2:04 pm

Aku tinggal di dunia ini selama-lamanya,
Dengan menggunakan segala Kekuatan-Kekuatan Ghaib-Ku
Agar mahluk-mahluk yang menyeleweng,
Meskipun Aku di dekatnya, mereka tidak melihat-Ku.

Semua menganggap-Ku telah Moksha,
Di mana pun juga memuja Peninggalan-Peninggalan-Ku,
Semuanya menaruh hati yang penuh rindu,
Dan menaruh hati yang penuh harap.

Jika semua umat telah mempercayai dan mematuhi
Dengan Sifat Yang Jujur dan Berhati Lembut,
Dengan sepenuh Hati ingin melihat Sang Buddha,
Dengan tidak mempedulikan hidupnya sendiri,

Kemudian Aku dengan seluruh Sangha
Muncul bersama-sama di atas Puncak Gunung Gridhrakuta.
Kemudian Aku maklumkan pada semua umat
Bahwa Aku berada di dalam dunia ini selamanya,

Dengan Kekuatan Cara Yang Bijaksana
Mengungkapkan bahwa Diri-Ku ialah ada dan tiada.
Jika di Negeri-Negeri lain terdapat para umat,
Yang rindu dengan penuh hormat dan keyakinan,

Kembalilah Aku di tengah-tengah mereka
Mengkhotbahkan Hukum Agung.
Kalian yang tidak mendengar ini
Hanya berkata bahwa Aku telah Moksha

Aku melihat seluruh mahluk hidup
Tenggelam dalam lautan penderitaan,
Di sini Aku tidak menampakkan Diri-Ku,
Tetapi membuat mereka bercita-cita,

Sampai ketika Hati mereka merasa Rindu,
Aku muncul untuk mengkhotbahkan Hukum Kesunyataan.
Dengan Kekuatan Ghaib Yang Hebat,
Selama banyak Asamkhyeya kalpa

Aku selalu berada di atas Puncak Gunung Gridhrakuta
Dan di setiap tempat tinggal.
Jika pada akhir kalpa itu mereka melihat,
Kebakaran besar sedang mengamuk,

Tenanglah adanya Dunia-Ku ini,
Senantiasa terhuni oleh Mahluk-Mahluk Surga,
Tetamanan dan banyak Istana-Istana
Terhiasi dengan setiap jenis Permata,

Pepohonan yang indah penuh dengan bunga dan bebuahan,
Di mana semua mahluk hidup bersuka ria;
Seluruh Para Dewa menabuh genderang-genderang Surga.
Dan berdendang lagu selamanya,
Menaburkan Bunga-Bunga Mandarava

Pada Sang Buddha dan Persidangan Agung-Nya.
Negeri Suci-Ku tidak akan pernah rusak,
Meskipun semua orang melihatnya sedang terbakar,
Dan kesedihan, kepanikan dan kesengsaraan
Menimpa mereka seperti ini.

Semua mahluk-mahluk yang penuh dosa itu,
Karena Karma jahat mereka,
Selama banyak Asamkhyeya kalpa,
Tidak mendengar Nama Ke Tiga Kendaraan.

Tetapi Mereka yang menjalankan Perbuatan-Perbuatan Luhur
Dan yang bersifat Welas Asih serta Jujur,
Mereka semua akan melihat bahwa Aku ada
Dan berada di sini memaparkan Hukum Kesunyataan.

Kadang-kadang pada kelompok orang-orang ini
Aku khotbahkan Hidup Sang Buddha Yang Abadi;
Pada Mereka yang sejauh itu melihat Sang Buddha
Aku khotbahkan bahwa Seorang Buddha jarang sekali di temui.

Demikianlah Kekuasaan-Ku Yang Bijaksana,
Sinar Kebijaksanaan-Ku bercahaya tiada tara,
Hidup-Ku adalah selkian Kalpa Yang Tak Terbatas
Dari dahulu membina Karma Yang Di peroleh.

Engkau yang telah memiliki Kebijaksanaan,
Janganlah berbimbang Hati akan Hal ini,
Tetapi laksanakanlah selamanya sampai pada akhir-Nya,
Karena Titah-Titah Sang Buddha semua-Nya Benar dan Tidak Palsu.

Seperti Seorang Tabib yang dengan Akal Yang Cerdik
Untuk menyembuhkan anak-anaknya yang hilang kesadarannya,
Meskipun Ia hidup, Ia mengabarkan kematiannya sendiri,
Namun tidaklah dapat di tuduh sebagai perbuatan palsu.

Begitu juga Aku yang menjadi Bapak dari Dunia ini,
Yang menyembuhkan segala kesengsaraan dan kedukaan,
Demi para manusia yang menyeleweng,
Meskipun sesungguhnya hidup, katakanlah Aku telah Moksha;

Kalau tidak demikian, maka karena selalu melihat-Ku,
Mereka akan mempunyai Jiwa yang congkak,
Menjadi risau dan menuruti ke lima nafsu-Nya
Dan jatuh ke dalam jalanan iblis.

Aku yang senantiasa mengetahui semua umat,
Mereka yang bertindak dan yang tidak bertindak di atas Jalan,
Sesuai dengan pokok-pokok kesanggupan mereka yang benar;
Menerangkan setiap Hukum Kesunyataan mereka;

Selalu membuat pikiran-Ku begini :
"Bagaimana Aku dapat membuat semua mahluk
Memasuki Jalan Agung
Dan dengan segera menyempurnakan KeBuddhaan mereka?"

Demikianlah Sutta Bunga Teratai Dari Keghaiban Hukum Kesunyataan Yang Menakjubkan, Panjang Umur Tathagata, Bab 15.

skipper

Jumlah posting : 439
Join date : 27.11.08
Age : 28

Lihat profil user http://aryamahayana.forumup.com

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik