Anandadivyakarana Parivartah Dharmaparyaya Suttram

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Anandadivyakarana Parivartah Dharmaparyaya Suttram

Post by skipper on Sat Nov 29, 2008 1:21 pm

SUTTA BUNGA TERATAI DARI KEGAIBAN HUKUM KESUNYATAAN YANG MENAKJUBKAN

BAB IX

Penetapan Tentang Ananda, Rahula, Dan 2000 Orang Bhiksu

Namo Bhagavate Sakyamuni Buddhaya

Namo Bhagavate Pancavagghi Maha Sravakaya Bhiksu Anna Kondanna
Namo Bhagavate Pancavagghi Maha Sravakaya Bhiksu Asaji
Namo Bhagavate Pancavagghi Maha Sravakaya Bhiksu Bhadiya
Namo Bhagavate Pancavagghi Maha Sravakaya Bhiksu Vappa
Namo Bhagavate Pancavagghi Maha Sravakaya Bhiksu Mahanama


Namo Shi Fang Jie Yin Tao Shi A Mi To Ru Lai Fo
Namo Yao Chi Jin Mu Pusa Mohosa



Pada waktu itu Ananda dan Rahula membayangkan demikian:"Kami telah berpikir dalam Diri Kami Sendiri, seandainya hari depan Kami dijelaskan, betapa akan gembiranya hati Kami !" Kemudian Mereka bangkit dari tempat duduknya dan berjalan kearah Sang Buddha kemudian bersujud pada Kaki-Nya, dan bersama-sama berkata kepada Sang Buddha:"Yang Maha Agung ! Biarlah Kami di dalam hal ini juga mempunyai sebuah Kedudukan. Kami hanya percaya kepada Sang Tathagata. Kami diperkenalkan serta dikenal oleh semua dunia termasuk para dewanya, manusia-manusianya, dan asuranya. Ananda selalu sebagai Pembantu Yang Melindungi dan Memelihara Hukum Kesunyataan ini, dan Rahula adalah Putra Sang Buddha. Seandainya Sang Buddha menganggap layak untuk menetapkan Kami mencapai Penerangan Agung, maka keinginan-keinginan Kami akan terkabul dan harapan orang-orang akan terpenuhi."

Kemudian kedua ribu Sravaka yang masih dibawah asuhan, semua bangkit dari tempat duduk-Nya serta menutup bahu kanan-Nya kemudian berjalan kearah Sang Buddha sambil mengatupkan Tangan-Nya dan memandang kearah Sang Buddha, mengucapkan keinginan-Nya seperti yang diucapkan oleh Ananda dan Rahula dalam Barisan. Kemudian Sang Buddha bersabda kepada Ananda:"Didalam dunia yang akan datang, Engkau akan menjadi Seorang Buddha dengan Gelar Sagaravaradharabuddhivikriditabhijna, Yang Telah Datang, Yang Maha Suci, Yang Telah Mencapai Penerangan Agung, Sempurna Pikiran dan Perbuatan, Yang Terbahagia, Maha Tahu Dunia, Pemimpin Tiada Tandingan, Guru Dewa dan Manusia, Yang Telah Sadar, Yang Dihormati Dunia. Ia akan mengabdi kepada Enam Puluh Dua Koti Para Buddha, melindungi serta memelihara Kekayaan Hukum Kesunyataan, dan setelah mencapai Penerangan Agung, kemudian mengasuh Dua Puluh Ribu Koti Bodhisattva yang tak terbilang jumlah-Nya seperti pasir Sungai Gangga, mengarahkan Mereka hingga mencapai Penerangan Agung. Kawasan-Nya akan disebut Anavanamitavaijayanti.
Kawasan-Nya akan menjadi indah dan tanah-Nya berlapis Lazuardi. Kalpa-Nya akan disebut Manojnasabdabhigarjita. Masa kehidupan dari Sang Buddha ini, akan menjadi beribu-ribu koti asamkhyeya kalpa yang tak terbatas jumlahnya, sehingga apabila seseorang menghitung jumlah koti yang tak terbatas jumlahnya itu, tidaklah mungkin untuk mengetahuinya. Hukum-Nya yang benar akan berada di dunia dua kali dari Masa Kehidupan-Nya, dan tiruan Hukum-Nya akan berada di dunia dua kali Masa Hukum-Nya yang benar. Ananda ! Sang Buddha Sagaravaradharabuddhivikriditabhijna akan dipuja dan Jasa-Jasa-Nya akan dihargai oleh Ribuan Koti Buddha Tathagata yang tak terbilang jumlah-Nya seperti pasir Sungai Gangga. Kemudian Yang Maha Agung menghendaki untuk mengumumkan kembali Pelajaran ini, bersabdalah di dalam Syair sebagai berikut:

Sekarang Aku nyatakan kepada Kalian
Para Wiharawan, bahwa Ananda
Si Pemelihara Hukum Kesunyataan
Akan mengabdi kepada Para Buddha
Setelah itu Ia akan mencapai Penerangan Agung
Dengan bergelar Sagarabuddhidhariabhijnaprapto

Sang Buddha Raja yang berkuasa atas semua alam
Kawasan-Nya menjadi indah disebut Anonatayam dhajavaijayantyam
Beliau akan mengajar Para Bodhisattva banyak sekali
Yang jumlah-Nya sebanyak pasir di Sungai Gangga

Sang Buddha akan mempunyai Daya Kekuatan Besar
Kemashuran-Nya meliputi seluruh alam semesta
Masa Kehidupan-Nya tak dapat dihitung
Karena belas kasihan-Nya kepada mahluk-mahluk hidup
Maka Hukum-Nya yang benar umur-Nya menjadi dua kali
Dari Masa Hidup-Nya

Tiruan Hukum-Nya lipat dua kali-Nya
Banyaknya seperti pasir di Sungai Gangga
Para mahluk hidup tak terbilang banyaknya
Dengan Hukum KeBuddhaan ini Mereka akan membina benih-benih Jalan KeBuddhaan

Kemudian Kedelapan Ribu Bodhisattva didalam Persidangan yang baru saja dimulai lagi semua berpikir demikian:"Kami belum mendengar bahwa Para Bodhisattva yang paling lama, menerima Penetapan-Penetapan seperti ini. Apakah yang dapat menjadi sebab bahwa Para Sravaka ini memperoleh Penetapan yang demikian?" Karena Yang Maha Agung mengetahui apa yang sedang direnungkan di dalam Pikiran Para Bodhisattva, maka bersabdalah Beliau:"Anak-Anak yang baik ! Aku dan Ananda berdua dibawah Buddha Tathagata Dharmagaganabhyudgataraja serempak mempunyai Gagasan untuk mencapai Penerangan Agung. Ananda selalu bersemangat di dalam belajar, sementara itu Aku mencurahkan Diri-Ku untuk bergerak maju dengan aktif. Oleh karena Aku telah mencapai Penerangan Agung, sedangkan Ananda masih memelihara Hukum-Ku, karena Beliau bersedia memelihara Kekayaan Hukum Kesunyataan Para Buddha pada masa yang akan datang dan mengajar serta menyempurnakan Kelompok Para Bodhisattva. Demikianlah Prasetya yang sebenarnya dan oleh karena-Nya Dia menerima Penetapan ini." Ananda berhadap-hadapan dengan Sang Buddha, setelah mendengar Penetapan dan Perhiasan Kawasan-Nya, dan bahwa Ikrar-Nya telah terkabul, Beliau sangat bergembira memperoleh Berita yang tak terduga ini. Dengan segera Beliau mengingat-ingat Kekayaan Hukum Kesunyataan Yang Telah Silam dan beribu-ribu koti Para Buddha yang tak terbilang jumlah-Nya, dan memahami-Nya tanpa ada kesukaran, seolah-olah Beliau baru saja mendengarkan-Nya dan teringat juga akan Prasetya-Nya. Kemudian Ananda berbicara dalam Syair:

"Yang Sangat Dihormati Dunia
Mengingatkan Saya akan Hukum Kesunyataan
Yang Telah Silam
Dari beribu-ribu Buddha yang tak terbilang jumlah-Nya
Seolah-olah Saya sedang mendengarkan-Nya hari ini.
Saya sekarang tidak merasa ragu lagi
Penuh ketentraman di dalam Jalan KeBuddhaan.

Dengan tulus Saya akan mengabdi
Memelihara Hukum Kesunyataan Buddha."

Kemudian Sang Buddha bersbada kepada Rahula:
"Didalam dunia yang akan datang Engkau akan menjadi Seorang Buddha yaitu Saptaratnapadmavikrantagami, Yang Telah Datang, Yang Maha Suci, Yang Telah Mencapai Penerangan Agung, Sempurna Pikiran dan Perbuatan, Yang Terbahagia, Maha Tahu Dunia, Pemimpin Tiada Tandingan, Guru Dewa dan Manusia, Yang Telah Sadar, Yang Dihormati Dunia. Beliau akan mengabdi kepada Para Buddha Tathagata yang jumlah-Nya sama dengan atom-atom dari sepuluh dunia, dan selalu menjadi Putera Yang Tertua dari Para Buddha, persis seperti Beliau pada saat ini. Kawasan dari Buddha
Saptaratnapadmavikrantagami ini akan terhiasi dengan Megahnya. Jumlah Kalpa dari masa Hidup-Nya, Penganut-Penganut yang telah ditakbiskan-Nya, Hukum Yang Sejati dan Tiruan Hukum-Nya, semua-Nya akan sama seperti Sang Tathagata Dharmagaganabhyudgataraja; dan dari Buddha ini Belaiu akan mencapai Penerangan Agung." Kemudian Yang Maha Agung berkehendak untuk mengumumkan Pelajaran ini, bersabdalah didalam Syair sebagai berikut:

"Ketika Aku menjadi Seorang Pangeran Agung,
Rahula adalah Putra-Ku Yang Tertua.
Sekarang, karena Aku telah mencapai Jalan KeBuddhaan,
Maka Ia adalah Pewaris Hukum Kesunyataan-Ku ini.

Dimasa dunia-dunia mendatang,
Setelah melihat beribu-ribu koti Buddha yang tanpa batas,
Maka kepada Beliau-Beliaulah Dia akan menjadi Putra Tertua
Dan dengan sepenuh hati mencari Jalan KeBuddhaan.

Dari ceramah Rahula yang tersembunyi
Hanya Akulah yang mengetahui-Nya.
Sebagai Anak-Ku Yang Tertua pada saat ini
Ia diperkenalkan pada semua.
Beribu-ribu koti yang tak terbatas
Jasa-Jasa-Nya tak ternilai banyak-Nya
Penuh ketentraman berada di dalam Hukum Kesunyataan Buddha,
Ia mencari Jalan Yang Agung."

Pada waktu itu Yang Maha Agung memandang kepada Kedua Ribu Manusia Yang Masih Dibawah Asuhan maupun Yang Sudah Tidak Dibawah Asuhan dengan perasaan iba, tenang serta mengharukan, yang sedang memperhatikan Sang Buddha dengan sepenuh hati. Sang Buddha bersabda kepada Ananda :"Apakah Engkau melihat Dua Ribu Manusia Yang Masih Dibawah Asuhan maupun Yang Sudah Tidak Dibawah Asuhan ini?" "Ya, Saya melihat." "Ananda ! Manusia-Manusia ini akan mengabdi kepada Para Buddha Tathagata yang tak terbatas jumlah-Nya seperti atom-atom dari lima puluh dunia, memuja dan menghormati-Nya, memelihara Kekayaan Hukum Kesunyataan-Nya, dan akhirnya pada waktu yang bersamaan, didalam Kawasan-Kawasan diseluruh penjuru, masing-masing akan menjadi Seorang Buddha. Semua akan mempunyai Gelar yang sama, yaitu Ratnaketuraja Sang Tathagata Arhan Samyaksambuddha. Masa Hidup-Nya akan menjadi satu kalpa, dan Kemegahan Kawasan-Nya, Para Sravaka dan Para Bodhisattva-Nya, Hukum-Nya Yang Sejati dan Tiruan Hukum-Nya, semua-Nya akan menjadi sama."

Kemudian Yang Dihormati Dunia yang menghendaki untuk mengumumkan kembali Pelajaran ini, bersabdalah didalam Syair sebagai berikut:

"Kedua Ribu Sravaka
Yang sekarang berada dihadapan-Ku ini,
Aku berikan Wejangan kepada Mereka,
Dimasa yang akan datang Mereka akan menjadi Buddha.
Para Buddha yang Mereka puja dan puji,
seperti atom-atom yang tak terbatas jumlah-Nya.
Setelah memelihara Kekayaan Hukum-Nya,
Mereka akan mencapai Penerangan Agung,

Didalam Kawasan-Kawasan diseluruh penjuru
Masing-masing akan mempunyai gelar yang sama:
Serempak duduk pada Tingkat kebijaksanaan
Mereka akan membuktikan Kebijaksanaan Agung.
Semua-Nya akan disebut Ratnaketu

Kawasan-Kawasan dan Penganut-Penganut-Nya,
Hukum-Nya Yang Sejati dan tiruan Hukum-Nya,
Semuanya akan sama tanpa ada perbedaan.
Semua-Nya dengan Kekuatan-Kekuatan Yang Tanpa Batas
Akan menyelamatkan mahluk-mahluk hidup yang berada dimana-mana;
Dan Kemashuran-Nya mengisi alam semesta,
Kemudian Beliau akan masuk Nirvana."

Kemudian kedua ribu manusia yang masih dibawah asuhan maupun yang sudah tidak dibawah asuhan, setelah mendengar Penetapan dari Sang Buddha, menjadi senang dan dihinggapi perasaan gembira, dan berbicara didalam Syair sebagai berikut:

"Yang Dihormati Dunia !
Pelita Kebijaksanaan Yang Cemerlang !
Kami setelah mendengar Pernyataan ini
Menjadi senang dan perasaan Kami sangat gembira
Seolah-olah dihujani dengan embun yang bersih."

Demikianlah Sutta Bunga Teratai Dari Kegaiban Hukum Yang Menakjubkan, Tentang Penetapan Pencapaian Penerangan Sempurna Sang Ananda, Rahula, Dan 2000 Orang Bhiksu, Bab 9.


Terakhir diubah oleh sen tanggal Sat Nov 29, 2008 2:39 pm, total 1 kali diubah

skipper

Jumlah posting : 439
Join date : 27.11.08
Age : 28

Lihat profil user http://aryamahayana.forumup.com

Kembali Ke Atas Go down

Om Suryaya Namah

Post by skipper on Sat Nov 29, 2008 1:30 pm

Namo Bhagavate Candrasvararaja Tathagata Arhate SamyakSamBuddha

Namo Tassa Bhagavato Arahato SamyaksamBuddhassa


Terpujilah Keluarga Agung Kasyapa, Pemilik Perbuatan Sempurna dan Terpuji yang Mulia Pada Awalnya, Mulia Pada Pertengahannya, dan Mulia Pada Akhirnya.

Namo Kasyapa Buddhaya
Namo Maha Sravaka Arhate Maha Kasyapa
Namo Maha Sravaka Arhate Urubilva Kasyapa
Namo Maha Sravaka Arhate Nadi Kasyapa
Namo Maha Sravaka Arhate Gaya Kasyapa
Namo Kasyapa Raja Surya Deva Mantra
Namo Sarva Surya Devanam


Japa koosooma sankarsham kashya-peeyam maha-jutim, tamorim sarva pahpagnam pranato smee deevahkaram.
(Nyanyikanlah Kemulian Sang Penguasa Matahari, Yang Keindahan-Nya menandingi mahkota Bunga, Saya menundukkan kepala untuk-Nya, Sang Kasyapa Matahari Besar yang menjadi musuh bagi kegelapan, pemusnah semua dosa)

Namah Arya Surya Namaskara
Aum Mitraya Namah
Aum Ravaye Namah
Aum Suryaya Namah
Aum Bhanave Namah
Aum Khagaya Namah
Aum Pushne Namah
Aum Hiranyagarbhaya Namah
Aum Marichaye Namah
Aum Adityaya Namah
Aum Savitre Namah
Aum Arkaya Namah
Aum Bhaskaraya Namah

ध्*येयः सदासवितृ मंडल मध्*यवर्ती
नारायणः सरसिजासनसन्निविष्*ट||
केयूरवान् मकर कुंडलवान् किरीटी
हारी हिरण्*यमयवरपुर्धृत शंखचक्र||

Dhynam ध्*येय:
Dheyah sada savitru mandala madhyawarti
Narayanah sarasijasana sannivistaha
Keyurawan makara kundalawan kiriti
Hari hiranya-maya-vapur-dhruta shankha chakrah.

Oh ! Sang Surya Yang Bertubuh Perkasa (Narayana), Engkaulah Mahkota Kemuliaan, Yang Membawa Chakra Shanka di Tangan-Mu. Engkaulah Sang Pencipta Kebahagiaan dan Pemusnah Kesedihan. Engkaulah yang menutupi alam semesta dengan Cahaya Emas, Engkaulah Tuan, Sang Penempat Jagat Raya. Oh ! Tuhan yang bertahta di Matahari, jadikanlah usaha-ku se cemerlang dan se baik Kilatan Matahari Yang Mengagumkan.

Namo Arya Anagami Maha Brahma Sahapati Dharmapala Deva Bodhisattva Mahasattva Dharani

Omkarabindunatam uppannam brohmasahapatinama atikappe su, a, kate pancapatunam tisva namo Buddhaya pancapatunam tiswa namo Buddhaya vandanam, Siddhi kiccam siddhi kammam siddhi kariya tadakato siddhi teco jayoniccam siddhi labho nirantaram sabbakammam prasiddhime sabbasiddhi bhavantum.


Om Padmo Ushnisha Vimale Hum Phat

Om Amirta Tejo Vati Svaha


Om Hanu Phasa Bhara Heye Svaha

Oh ! Surya Dewa Yang Maha Perkasa, Sang Pemilik Kekuatan Besar, Engkaulah Sang Maha Dewa Yang Di kasihi oleh Sang Tathagata, Sang Dewata yang memiliki Maha Purisa Lakkhana, Salah Satu Sang Pendengar Dharmaparyaya langsung dari Sang Tathagata, aku menghaturkan hormat kebahagiaan untuk-Mu.

Oh ! Sang Maha Dewa Marici Yang Tak Terkalahkan, Yang melintasi jagat raya tanpa rintangan, ternyatalah bahwa Engkau Sang Pengikut Buddha Sasana Yang Setia. aku menghaturkan hormat kebahagiaan untuk-Mu.

Terpujilah Sang Tathagata Maha Vairocana, Sang Tathagata Matahari Besar, Sang Pemilik Hukum Kesunyataan Buddha, Yang menyelamatkan mahluk dalam hitungan ksana, Yang Tiada Tandingan, Sang Anuttara SamyakSamBuddha.aku menghaturkan hormat kebahagiaan untuk-Mu.

Om Vairocana Hum

skipper

Jumlah posting : 439
Join date : 27.11.08
Age : 28

Lihat profil user http://aryamahayana.forumup.com

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik